
Alin menjalani masa percobaan selama satu tahun, namun dia dibebaskan karena Jo membantu istrinya agar bebas, hal ini membuat Yudi kecewa dengan janji Jo. Kemudian karena Jo merasa Yudi adalah ancaman, dia pun memecat Yudi dari perusahaannya, namun lagi-lagi Yudi memohon dengan sangat untuk tidak memecatnya sehingga Yudi kembali menjadi supir dan kedua anaknya menjadi pembantu rumah tangga dirumah keluarga Jo. Karena Yudi tidak punya tempat tinggal lagi sehingga dia lebih baik tinggal dirumah keluarga Jo.
Hari berganti hari, hubungan Jo dan Alin semakin merenggang karena Jo seringkali keluar kota dengan berbagai alasan, sehingga Alin mulai curiga dengan suaminya. Memang benar bahwa Jo setiap kali pergi keluar kota selalu menemui seorang wanita, dan Yudi mengetahui semua rahasia Jo namun Jo selalu memberikan uang tutup mulut kepada Yudi.
Hari itu Jo pergi mengemudi sendiri ke suatu tempat menemui seseorang, Alin mengikutinya dari belakang secara diam-diam. Ternyata Jo pergi ke sebuah rumah kosong, Alin pun tampak heran dan bingung dengan apa yang sedang direncanakan oleh suaminya di belakang dirinya. Alin pun mengikuti suaminya dan mendengar pembicaraan suaminya dengan orang-orang yang ada di rumah kosong tersebut.
“Bagaimana apakah ada kabar terbaru? Apakah kalian semua sudah menemukan dia?” Tanya Jo.
“Maaf bos, kamu belum menemukan dia. Sepertinya dia kabur terlalu jauh atau bisa jadi dia pergi ke luar negeri bos.” Kata salah satu anak buah Jo.
“Apa? Tidak mungkin, dari mana dia mendapatkan banyak uang untuk bisa kabur dariku apalagi sampai ke luar negeri, itu sangat tidak mungkin.” Kata Jo.
“Pokoknya cepat cari dia, kalau perlu gunakan semua relasiku dan orang kenalanku atau siapapun itu, dia telah mengambil milikku dan rahasiaku ada padanya.” Kata Jo, lalu Jo segera pergi.
Alin yang berada di balik rumah kosong tersebut semakin bertanya-tanya tentang siapa yang sedang dicari oleh suaminya.
“Siapa yang sedang dicari oleh suamiku? Apa jangan-jangan si Ayu? Tapi Ayu kan sudah meninggal, tunggu memang benar saat itu aku yang mendorong Ayu tapi saat itu Ayu kan tertutup oleh selimut, apa jangan-jangan yang aku dorong saat itu bukanlah Ayu. Tidak tidak, itu tidak mungkin. Jelas-jelas itu si Ayu, lebih baik aku menyelidiki apa yang sedang dicari oleh suamiku. Karena yang aku tau si Ayu mengetahui dimana ruang rahasia milik suamiku.” Kata Alin.
Kemudian Alin segera kembali pulang ke rumah.
Setibanya dirumah, kedua anaknya bersiap-siap untuk pergi bersama Jo.
“Loh kalian berdua mau pergi kemana?” Tanya Alin.
“Apa? Mama membuatmu malu? Mama melakukan ini demi keluarga kita ya.” Kata Alin.
“Sudahlah, lebih baik kamu dirumah saja, aku tidak ingin semua orang di kantor membicarakan keluarga kita karena ulahmu saat itu. Aku pergi bersama Yudi.” Kata Jo.
“Memangnya acara apa kali ini?” Tanya Alin.
“Perusahaanku bekerjasama dengan salah satu perusahaan ternama dari luar negeri, dan pemiliknya adalah orang Indonesia.” Kata Jo sangat antusias.
“Sepertinya kamu sangat antusias ya.” Kata Alin.
“Tentu saja karena pemiliknya sangat baik kepadaku, dia banyak membantuku selama ini. Kamu tau sendiri kan akhir-akhir ini saham di perusahaanku kan terus menurun. Lalu dia membantuku dan menaruh saham juga di perusahaanku, tentu saja aku sangat antusias.” Kata Jo.
“Memangnya siapa dia?” Tanya Alin.
“Kamu tidak perlu tau, lagipula kamu kan tidak pernah mengurusi masalah di perusahaan.” Kata Jo, lalu Jo dan kedua anaknya segera pergi sedangkan Alin dirumah sendiri.
“Kenapa ya kok dia sangat antusias dengan acara ini, lebih baik aku datang saja secara diam-diam.” Kata Alin.
Akhirnya Alin datang ke acara di perusahaan suaminya secara diam-diam. Ternyata pemilik perusahaan yang akan bekerjasama dengan Jo adalah seorang wanita yang sangat cantik dan tampak elegan.
“Pantas saja si Jo sangat antusias karena dia seorang wanita yang sangat cantik, hmmmm aku tidak akan membiarkan suamiku tergoda olehnya.” Kata Alin dalam hati.