Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 18



Dua bulan


kemudian.


Saat ini Abel


menggantikan Jio sebagai CEO JK Group, begitu juga dengan yayasan sekolah dan


rumah sakit. Abel juga tengah mengajukan hak asuh atas nama Laura dan Celo.


“Akhirnya ini


semua milikku dan aku terbebas dari Jio. Lega sekali rasanya terbebas darinya.


Untuk sementara biarlah Celo bersekolah di luar negeri demi kebaikannya, nanti


aku akan menjelaskannya secara perlahan kepadanya tentang kondisi ayahnya. Dia


masih sangat kecil dan aku tidak ingin dia terluka melihat ayahnya.” Kata Abel.


Tiba-tiba Lily


menghampiri Abel di kantor kerjanya.


“Apa maksudmu


dengan mengambil hak asuh Laura? Dia anakku, kamu tidak berhak untuk mengasuh


dan membesarkannya. Dia akan ikut denganku dan tinggal bersamaku begitu juga


dengan Celo.” Kata Lily.


“Memangnya


selama ini kamu kemana saja saat anak-anakmu membutuhkanmu? Kamu bahkan tidak


disamping mereka pada saat itu, apakah kamu tau saat Laura dihukum oleh Jio?


Dia justru mengadu padaku dan meminta bantuan padaku. Aku yang membebaskannya


dari Jio dan aku pula yang selama ini selalu ada untuknya. Lagipula kamu


bukanlah ibu kandungnya jadi untuk apa kamu ingin mengambil hak asuh Laura.


Lagipula Jio telah menyerahkan semua urusan anak-anak kepadaku.” Kata Abel.


“Apa kamu


bilang? Aku bahkan telah membantumu memberikan kesaksian dan membantumu


memasukkan Jio ke penjara.” Kata Lily.


“Tanpa


bantuanmu, aku bisa sendiri. Lagipula sejak awal kamu tidak setuju untuk


membantuku dan aku tidak menyuruhmu untuk memberikan kesaksian itu.” Kata Abel.


“Jadi tujuanmu


melakukan ini hanyalah untuk menguasai JK Group sendiri? Jio tidak akan semudah


itu bisa memberikan semua ini padamu.” Kata Lily.


Kemudian Abel


memberikan surat dan bukti bahwa JK Group adalah miliknya.


“Lihat ini,


secara hukum JK Group adalah milikku, begitu juga dengan hak asuh anak-anak.”


Kata Abel.


“Dasar wanita


licik.” Kata Lily.


“Laki-laki


licik seperti Jio harus dilawan dengan wanita licik sepertiku. Aku mohon segera


keluar dari ruanganku karena aku sangat sibuk.” Kata Abel.


Selama ini


Jackson lah yang telah membantu Abel mendapatkan semuanya termasuk rencana


Jackson untuk memasukkan Jio kedalam penjara. Namun Jio tidak mengetahui bahwa


Jackson ada dibalik semua ini.


**


Abel kembali


ke rumah.


“Hari ini


“Selamat malam


nyonya.” Kata art sambil menyiapkan makan malam untuk Abel


“Laura


dimana?” Tanya Abel.


“Nona Laura


tadi menemui ayahnya, setelah itu dia kembali pulang. Sekarang dia sedang tidur


setelah guru tutornya pulang.” Kata art.


“Jadi dia


menemui Jio? Kenapa dia tidak memberitahuku?” Tanya Abel dalam hati.


“Dia pergi


dengan siapa?” Tanya Abel.


“Nona Laura


diantar oleh sekretaris Kim.” Kata art.


“Apa? Padahal


sekretaris Kim sudah aku pecat. Baiklah besok aku aku akan bertanya sendiri


pada Laura. Tetap awasi dia dan jika mencurigakan ikuti dia.” Kata Abel.


“Baik nyonya.”


Kata art.


“Kembalilah,


aku mau menikmati makan malam.” Kata Abel.


Jackson


mengirimkan pesan teks kepada Abel.


“Sudah sampai


rumah? Bagaimana hari ini? Pasti melelahkan menjadi seorang CEO.”


Kemudian Abel


menelfonnya.


“Hallo, aku


baru saja sampai rumah dan sekarang aku sedang menikmati makan malam.” Kata


Abel.


“Nanti kamu


akan terbiasa dengan rutinitasmu, bagaimana dengan anak-anak? Apakah mereka


merepotkanmu? Kenapa kamu mengambil hak asuh mereka? Apakah mereka bisa


menerimamu dengan tulus?” Tanya Jackson.


“Tentu saja


mereka bisa menerimaku, lagipula mereka adalah anakku jadi sudah seharusnya


seorang ibu harus menjaga dan melindunginya.” Kata Abel.


“Tidak mudah


membesarkan mereka apalagi Laura sebelumnya sangat membencimu.” Kata Jackson.


“Aku pasti


bisa, lagipula mereka tidak memiliki siapa-siapa selain ayahnya, tapi aku takut


jika mereka tinggal bersama ayahnya yang seperti itu. Sejak awal pernikahanku


dengan ayahnya anak-anak, aku telah menerima mereka sebagai anakku dan aku akan


melindungi serta menyayangi mereka layaknya anak kandungku.” Kata Abel.


“Kamu


benar-benar seperti malaikat, seandainya aku lebih dulu bertemu denganmu pasti


kamu tidak akan merasakan penderitaan itu.” Kata Jackson.


“Aku tutup


telfonnya dulu ya.” Kata Abel.