
Dua bulan
kemudian.
Saat ini Abel
menggantikan Jio sebagai CEO JK Group, begitu juga dengan yayasan sekolah dan
rumah sakit. Abel juga tengah mengajukan hak asuh atas nama Laura dan Celo.
“Akhirnya ini
semua milikku dan aku terbebas dari Jio. Lega sekali rasanya terbebas darinya.
Untuk sementara biarlah Celo bersekolah di luar negeri demi kebaikannya, nanti
aku akan menjelaskannya secara perlahan kepadanya tentang kondisi ayahnya. Dia
masih sangat kecil dan aku tidak ingin dia terluka melihat ayahnya.” Kata Abel.
Tiba-tiba Lily
menghampiri Abel di kantor kerjanya.
“Apa maksudmu
dengan mengambil hak asuh Laura? Dia anakku, kamu tidak berhak untuk mengasuh
dan membesarkannya. Dia akan ikut denganku dan tinggal bersamaku begitu juga
dengan Celo.” Kata Lily.
“Memangnya
selama ini kamu kemana saja saat anak-anakmu membutuhkanmu? Kamu bahkan tidak
disamping mereka pada saat itu, apakah kamu tau saat Laura dihukum oleh Jio?
Dia justru mengadu padaku dan meminta bantuan padaku. Aku yang membebaskannya
dari Jio dan aku pula yang selama ini selalu ada untuknya. Lagipula kamu
bukanlah ibu kandungnya jadi untuk apa kamu ingin mengambil hak asuh Laura.
Lagipula Jio telah menyerahkan semua urusan anak-anak kepadaku.” Kata Abel.
“Apa kamu
bilang? Aku bahkan telah membantumu memberikan kesaksian dan membantumu
memasukkan Jio ke penjara.” Kata Lily.
“Tanpa
bantuanmu, aku bisa sendiri. Lagipula sejak awal kamu tidak setuju untuk
membantuku dan aku tidak menyuruhmu untuk memberikan kesaksian itu.” Kata Abel.
“Jadi tujuanmu
melakukan ini hanyalah untuk menguasai JK Group sendiri? Jio tidak akan semudah
itu bisa memberikan semua ini padamu.” Kata Lily.
Kemudian Abel
memberikan surat dan bukti bahwa JK Group adalah miliknya.
“Lihat ini,
secara hukum JK Group adalah milikku, begitu juga dengan hak asuh anak-anak.”
Kata Abel.
“Dasar wanita
licik.” Kata Lily.
“Laki-laki
licik seperti Jio harus dilawan dengan wanita licik sepertiku. Aku mohon segera
keluar dari ruanganku karena aku sangat sibuk.” Kata Abel.
Selama ini
Jackson lah yang telah membantu Abel mendapatkan semuanya termasuk rencana
Jackson untuk memasukkan Jio kedalam penjara. Namun Jio tidak mengetahui bahwa
Jackson ada dibalik semua ini.
**
Abel kembali
ke rumah.
“Hari ini
“Selamat malam
nyonya.” Kata art sambil menyiapkan makan malam untuk Abel
“Laura
dimana?” Tanya Abel.
“Nona Laura
tadi menemui ayahnya, setelah itu dia kembali pulang. Sekarang dia sedang tidur
setelah guru tutornya pulang.” Kata art.
“Jadi dia
menemui Jio? Kenapa dia tidak memberitahuku?” Tanya Abel dalam hati.
“Dia pergi
dengan siapa?” Tanya Abel.
“Nona Laura
diantar oleh sekretaris Kim.” Kata art.
“Apa? Padahal
sekretaris Kim sudah aku pecat. Baiklah besok aku aku akan bertanya sendiri
pada Laura. Tetap awasi dia dan jika mencurigakan ikuti dia.” Kata Abel.
“Baik nyonya.”
Kata art.
“Kembalilah,
aku mau menikmati makan malam.” Kata Abel.
Jackson
mengirimkan pesan teks kepada Abel.
“Sudah sampai
rumah? Bagaimana hari ini? Pasti melelahkan menjadi seorang CEO.”
Kemudian Abel
menelfonnya.
“Hallo, aku
baru saja sampai rumah dan sekarang aku sedang menikmati makan malam.” Kata
Abel.
“Nanti kamu
akan terbiasa dengan rutinitasmu, bagaimana dengan anak-anak? Apakah mereka
merepotkanmu? Kenapa kamu mengambil hak asuh mereka? Apakah mereka bisa
menerimamu dengan tulus?” Tanya Jackson.
“Tentu saja
mereka bisa menerimaku, lagipula mereka adalah anakku jadi sudah seharusnya
seorang ibu harus menjaga dan melindunginya.” Kata Abel.
“Tidak mudah
membesarkan mereka apalagi Laura sebelumnya sangat membencimu.” Kata Jackson.
“Aku pasti
bisa, lagipula mereka tidak memiliki siapa-siapa selain ayahnya, tapi aku takut
jika mereka tinggal bersama ayahnya yang seperti itu. Sejak awal pernikahanku
dengan ayahnya anak-anak, aku telah menerima mereka sebagai anakku dan aku akan
melindungi serta menyayangi mereka layaknya anak kandungku.” Kata Abel.
“Kamu
benar-benar seperti malaikat, seandainya aku lebih dulu bertemu denganmu pasti
kamu tidak akan merasakan penderitaan itu.” Kata Jackson.
“Aku tutup
telfonnya dulu ya.” Kata Abel.