
Keesokan
harinya.
“Mau pergi
kemana kamu kok dandan sangat rapi?” Tanya Jio.
“Mau menemui
temanku.” Kata Abel.
“Temui aku
nanti siang di kafe dekat kantorku.” Kata Jio.
“Kenapa
memangnya?” Tanya Abel.
“Ada yang
ingin aku katakan padamu.” Kata Jio.
“Kenapa tidak
mengatakannya sekarang saja?” Tanya Abel.
“Ikuti saja
kemauanku.” Kata Jio. Lalu Jio segera pergi ke kantor.
Bella sedang
bersiap-siap pergi menemui Jackson. Tiba-tiba Laura menghampirinya.
“Ada apa? Aku
mau keluar.” Kata Abel.
“Ini untukmu.”
Kata Laura.
“Apa ini?”
Tanya Abel.
“Aku
meletakkan penyadap suara di ponsel milik papa, jadi kamu bisa mengetahui apa
saja yang papaku lakukan, dengan begitu kamu bisa secepatnya menemukan ruang
rahasia milik papa. Sebaiknya kamu lebih hati-hati karena pasti ada yang
mengawasimu. Satu hal lagi selesai bepergian segera hapus rekaman video di
kamera dasbor mobilmu agar papa tidak bisa melacakmu, ketika kamu keluar untuk
menjalankan misi rahasiamu sebaiknya nonaktifkan lokasimu.” Kata Laura.
“Terima kasih
banyak.” Kata Abel sambil memeluk Laura.
“Sebagai
gantinya jangan mencampuri urusan sekolahku.” Kata Laura.
“Iya baiklah,
aku pergi dulu ya.” Kata Abel.
“Jangan sampai tertangkap oleh papa.” Kata Laura.
**
Abel tiba di cafe
yang dimaksud oleh Jio, namun Abel menunggu hampir satu jam disana akhirnya
dia menghampiri Jio di kantornya.
Setibanya disana,
Abel tidak segera keluar mobil. Dia mendengarkan percakapan suaminya dengan
“Laura
benar-benar pintar, dia telah memasang penyadap suara di ponsel Jio. Saatnya
mendengarkan semua rencana Jio.” Kata Abel.
Jio sedang
menelfon seseorang.
“Hallo, apakah
kamu sudah tiba di Korea? Sekretarisku akan menjemputmu dan mengantarmu ke vila
milikku, nanti malam aku akan menemuimu. Laura baik-baik saja kok, apakah kamu
ingin menemuinya? Aku bisa mengatur pertemuan kalian. Baiklah, nikmati waktumu
dan tunggu aku ya. Aku mencintaimu.” Kata Jio lalu menutup telfonnya.
Jio sedang
menelfon ibu kandung Laura yang baru saja tiba di Korea. Tiba-tiba
sekretaris Kim memberitahu sesuatu tentang Abel.
“Tuan ada yang
aneh dengan nyonya.” Kata sekretaris Kim.
“Ada apa?”
Tanya Jio.
“Nyonya sepertinya
sedang mencari tau keberadaan ruang rahasia tuan melalui nona Laura.” Kata
sekretaris Kim.
“Apa? Dari mana
kamu mengetahuinya? Jangan asal bicara, Laura saja tidak tau dimana
keberadaan ruang rahasia milikku.” Kata Jio.
“Tadi saat
dirumah tuan, saya mendengar nona Laura sedang berbisik kepada nyonya dan
saya mendengar mereka mengatakan ruang rahasia begitu. Tapi saya tidak
mendengarnya dengan terlalu jelas, sebaiknya tuan berhati-hati terhadap nyonya
karena sepertinya nyonya ingin mengetahui semua yang ada didalam ruang rahasia
tersebut.” Kata sekretaris Kim.
“Sebaiknya kamu
awasi dia dengan benar.” Kata Jio.
“Baik tuan,
akhir-akhir ini nyonya jarang ke sekolah tuan dan lebih sering menghabiskan
waktu bersama anak-anak.” Kata sekretaris Kim.
Di sisi lain
Abel benar-benar sangat ketakutan, akhirnya dia memutuskan untuk segera menemui suaminya untuk menghapus
aplikasi penyadap suara yang terpasang di ponsel suaminya.
“Aku harus
segera menghampiri dia dan menghapus penyadap suara itu, jika dia tau bahwa ada
penyadap suara tersebut, maka semua rencanaku bisa gagal.” Kata Abel sambil
berlari. Dari kejauhan, Jackson melihat Abel sedang berlari, dia memanggil Abel
namun tidak mendengarnya akhirnya Jackson mengikuti Abel.