Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 8



Keesokan


harinya.


“Mau pergi


kemana kamu kok dandan sangat rapi?” Tanya Jio.


“Mau menemui


temanku.” Kata Abel.


“Temui aku


nanti siang di kafe dekat kantorku.” Kata Jio.


“Kenapa


memangnya?” Tanya Abel.


“Ada yang


ingin aku katakan padamu.” Kata Jio.


“Kenapa tidak


mengatakannya sekarang saja?” Tanya Abel.


“Ikuti saja


kemauanku.” Kata Jio. Lalu Jio segera pergi ke kantor.


Bella sedang


bersiap-siap pergi menemui Jackson. Tiba-tiba Laura menghampirinya.


“Ada apa? Aku


mau keluar.” Kata Abel.


“Ini untukmu.”


Kata Laura.


“Apa ini?”


Tanya Abel.


“Aku


meletakkan penyadap suara di ponsel milik papa, jadi kamu bisa mengetahui apa


saja yang papaku lakukan, dengan begitu kamu bisa secepatnya menemukan ruang


rahasia milik papa. Sebaiknya kamu lebih hati-hati karena pasti ada yang


mengawasimu. Satu hal lagi selesai bepergian segera hapus rekaman video di


kamera dasbor mobilmu agar papa tidak bisa melacakmu, ketika kamu keluar untuk


menjalankan misi rahasiamu sebaiknya nonaktifkan lokasimu.” Kata Laura.


“Terima kasih


banyak.” Kata Abel sambil memeluk Laura.


“Sebagai


gantinya jangan mencampuri urusan sekolahku.” Kata Laura.


“Iya baiklah,


aku pergi dulu ya.” Kata Abel.


“Jangan sampai tertangkap oleh papa.” Kata Laura.


**


Abel tiba di cafe


yang dimaksud oleh Jio, namun Abel menunggu hampir satu jam disana akhirnya


dia menghampiri Jio di kantornya.


Setibanya disana,


Abel tidak segera keluar mobil. Dia mendengarkan percakapan suaminya dengan


“Laura


benar-benar pintar, dia telah memasang penyadap suara di ponsel Jio. Saatnya


mendengarkan semua rencana Jio.” Kata Abel.


Jio sedang


menelfon seseorang.


“Hallo, apakah


kamu sudah tiba di Korea? Sekretarisku akan menjemputmu dan mengantarmu ke vila


milikku, nanti malam aku akan menemuimu. Laura baik-baik saja kok, apakah kamu


ingin menemuinya? Aku bisa mengatur pertemuan kalian. Baiklah, nikmati waktumu


dan tunggu aku ya. Aku mencintaimu.” Kata Jio lalu menutup telfonnya.


Jio sedang


menelfon ibu kandung Laura yang baru saja tiba di Korea. Tiba-tiba


sekretaris Kim memberitahu sesuatu tentang Abel.


“Tuan ada yang


aneh dengan nyonya.” Kata sekretaris Kim.


“Ada apa?”


Tanya Jio.


“Nyonya sepertinya


sedang mencari tau keberadaan ruang rahasia tuan melalui nona Laura.” Kata


sekretaris Kim.


“Apa? Dari mana


kamu mengetahuinya? Jangan asal bicara, Laura saja tidak tau dimana


keberadaan ruang rahasia milikku.” Kata Jio.


“Tadi saat


dirumah tuan, saya mendengar nona Laura sedang berbisik kepada nyonya dan


saya mendengar mereka mengatakan ruang rahasia begitu. Tapi saya tidak


mendengarnya dengan terlalu jelas, sebaiknya tuan berhati-hati terhadap nyonya


karena sepertinya nyonya ingin mengetahui semua yang ada didalam ruang rahasia


tersebut.” Kata sekretaris Kim.


“Sebaiknya kamu


awasi dia dengan benar.” Kata Jio.


“Baik tuan,


akhir-akhir ini nyonya jarang ke sekolah tuan dan lebih sering menghabiskan


waktu bersama anak-anak.” Kata sekretaris Kim.


Di sisi lain


Abel benar-benar sangat ketakutan, akhirnya dia memutuskan untuk segera menemui suaminya untuk menghapus


aplikasi penyadap suara yang terpasang di ponsel suaminya.


“Aku harus


segera menghampiri dia dan menghapus penyadap suara itu, jika dia tau bahwa ada


penyadap suara tersebut, maka semua rencanaku bisa gagal.” Kata Abel sambil


berlari. Dari kejauhan, Jackson melihat Abel sedang berlari, dia memanggil Abel


namun tidak mendengarnya akhirnya Jackson mengikuti Abel.