Truth and Revenge

Truth and Revenge
Bagian 40



Abel dan Jackson kembali ke rumah. Setibanya dirumah.


“Laura dimana?” Tanya Abel kepada Adele.


“Dia sedang keluar.” Kata Adele.


“Apa? Kenapa kamu tidak mengikutinya?” Tanya Abel.


“Jangan khawatir, aku memasang pelacak dan penyadap di ponsel Laura, jadi aku bisa dengan mudah mencari dia.” Kata Adele.


“Jio saat ini tinggal disini dan dia menghalangiku untuk mendaftarkan Laura masuk ke kelas vokal. Dia pasti sengaja menghalangiku agar dia bisa mengambil hati Laura.” Kata Abel.


“Jangan khawatir, Laura tidak semudah itu bisa percaya kepada Jio.” Kata Adele.


“Kenapa kamu bisa seyakin itu?” Tanya Abel.


“Percayalah kepadaku.” Kata Adele.


“Terima kasih ya, aku benar-benar lega kamu tinggal disini.” Kata Abel sambil memeluk Adele.


**


Adele menghampiri Laura. Sebelumnya Adele telah memberitahu kepada Laura bahwa Adele adalah ibu kandungnya, dan dia menceritakan bagaimana Jio selama ini menyembunyikan Adele dan melarang Adele menemui Laura. Namun Adele mengancam Laura untuk memberitahu Abel, Jackson maupun Jio bahwa Laura telah mengetahui kebenaran tentang ibu kandungnya tersebut. Bahkan Adele juga mengancam Laura akan melaporkan kepada polisi terkait kasus pembulian yang dia lakukan terhadap anak kandung Lily. Selain itu Adele juga mengancam akan membunuh Jio, Lily dan Abel jika berani memberitahu kepada Abel, Jackson maupun Jio. Oleh karena itu Laura menuruti semua keinginan Adele.


“Jadi kamu menemui papa kamu?” Tanya Adele.


“Tidak, aku pergi keluar untuk makan dan minum di kafe.” Kata Laura. Adele pun menampar Laura.


“Kamu tidak akan pernah bisa membohongiku.” Teriak Adele.


“Maafkan aku, maafkan aku.” Kata Laura sambil berlutut.


“Aku melahirkanmu agar menjadi gadis yang pemberani dan menguntungkanku. Saat ini kamu telah berhasil mendapatkan yayasan sekolah dan rumah sakit JK Group bahkan perusahaan farmasi milik Lily. Tapi bukan berarti kamu bisa keluar dan melakukan seenaknya.” Kata Adele.


“Aku bahkan tidak ingin dilahirkan dari ibu sepertimu.” Kata Laura.


Plak plak plak


Adele menampar Laura kembali.


“Jaga ucapanmu, aku selama ini berkorban banyak hal untukmu.” Kata Adele.


“Lebih baik aku tidak mengetahui siapa ibu kandungku.” Kata Laura.


**


“Kamu kenapa repot-repot memasak untuk kita? Lagipula ada pembantu yang akan memasak dirumah ini.” Kata Abel.


“Tidak apa-apa kok, silahkan duduk. Aku akan mengambilkan makanan untuk kalian.” Kata Adele.


“Aku diet jadi tidak makan nasi.” Kata Laura.


“Kamu harus makan banyak Laura sayang.” Kata Adele sambil mencubit paha Laura sampai membiru.


“Makanlah, kamu bisa makan roti gandum atau makanan yang lain. Mama akan mengambilkan makanan untukmu.” Kata Abel. Namun Adele menahannya.


“Laura adalah urusanku, silahkan nikmati makananmu.” Kata Adele.


“Ah ba baiklah, lagipula apa salahnya jika aku yang mengambilkan makanan untuk Laura.” Kata Abel.


“Biar aku saja, silahkan lanjutkan makanmu.” Kata Adele.


Selesai makan, Abel berniat ingin mengajak Laura pergi berdua.


“Bersiaplah, mama akan mengajakmu pergi berdua.” Kata Abel kepada Laura.


“Aku akan ikut, bagaimanapun juga aku harus mendampingi Laura kemanapun dia pergi.” Kata Adele.


“Tidak perlu, lagipula dia aman jika bersama ibunya. Kenapa kamu tidak me time saja dirumah atau pergi kemanapun yang kamu inginkan?” Kata Abel.


“Pergi bersama Laura salah satu me time ku.” Kata Adele.


“Ijinkan aku pergi berdua saja dengan mamaku ya bu Adele. Aku pasti akan menelfonmu nanti.” Kata Laura.


“Tidak bisa, hari ini kamu ada jadwal latihan bernyanyi dengan guru privat kamu, setelah itu kamu ada les bahasa inggris, bahasa jerman juga. Kemudian kamu harus les musik.” Kata Adele.


“Kamu mengikuti les sebanyak itu tanpa sepengetahuan mama?” Tanya Abel kepada Laura.


“Aku yang mengikutkan dia untuk les, dia harus memiliki banyak pengetahuan.” Kata Adele.


“Tapi Laura juga butuh istirahat yang cukup, dia pasti butuh waktu luang. Dia akan kelelahan jika mengikuti les sebanyak itu. Dan sebaiknya kamu bilang terlebih dahulu padaku sebelum mendaftarkan Laura mengikuti les apapun, bagaimanapun juga aku ibunya.” Kata Abel.


“Aku akan memberitahumu tapi kamu selalu sibuk dengan suamimu, maafkan aku.” Kata Adele.


“Aku hanya keluar sebentar kok dengan Laura, jangan khawatir. Sebelum jam makan siang, aku dan Laura sudah tiba dirumah kok.” Kata Abel.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Adele.


Abel dan Laura pun pergi berdua.