
Hari itu Jo menikahi Marcella. Bahkan kedua anaknya Jo juga tidak keberatan jika ayahnya menikahi Marcella.
“Nona Celine apakah kamu bahagia melihat papa kamu menikahi nyonya Marcella?” Tanya Yanti.
“Aku tidak peduli dengan mereka.” Kata Celine.
“Kamu tidak kasihan dengan nyonya Alin?” Tanya Yanti.
“Lagipula dia bukanlah ibu kandungku. Dirumah ini tidak ada yang peduli denganku baik itu papa atau mamaku sekalian, mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.” Jawab Celine.
“Mungkin kamu sedang mendapatkan karma atas semua kejahatan yang telah kamu lakukan kepadaku.” Kata Yanti.
“Apa kamu bilang? Berani sekali kamu mengatakan hal ini kepadaku?” Bentak Celine dan hampir menampar Yanti.
Tiba-tiba Marcella datang.
“Celine apa yang kamu lakukan? Jangan seperti itu kepadanya meskipun dia asisten rumah tangga di rumah ini.” Kata Marcella.
“Jangan kamu pikir dengan papaku menikahimu maka kamu bisa mengaturku seenaknya.” Bentak Celine lalu dia pergi.
“Dasar anak nakal.” Kata Marcella.
“Permisi nyonya.” Kata Yanti lalu dia pergi namun Marcella mencegahnya.
“Kamu baik-baik saja kan? Kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa menghubungiku. Kalau kamu ingin membalas Celine silahkan bilang kepadaku.” Bisik Marcella sambil memberikan nomor ponselnya kepada Yanti.
“Ah i iya terima kasih banyak sebelumnya.” Jawab Yanti.
“Syukurlah kamu baik-baik saja anakku, ibu akan selalu melindungimu nak.” Kata Marcella dalam hati.
**
Keesokan harinya.
Keluarga Jo sedang sarapan bersama, bahkan Marcella dan Alin duduk dalam satu meja begitu juga dengan Celine dan Rafa.
“Selamat pagi semuanya.” Kata Jo sangat bahagia.
“Selamat pagi semuanya.” Kata Marcella.
“Maaf sebelumnya, Alin bisakah kamu menempati kamar lain? Karena kamar itu akan aku pakai bersama Marcella. Kamu bisa pindah ke kamarmu sebelumnya, bukankah sudah selesai renovasinya?” Kata Jo.
“Kenapa kamu tidak membelikan istri barumu rumah baru saja? Kamu tidak mampu ya membelikan istri barumu rumah baru?” Tanya Alin.
“Harusnya kamu bisa sadar diri dengan posisimu dirumah ini, aku bisa saja mengusirmu dari sini. Bukankah kamu sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi? Buktinya kamu tidak ingin berpisah dengan mas Jo.” Kata Marcella sambil menikmati makanannya.
“Aku berangkat dulu.” Kata Celine.
“Nanti aku tidak akan pulang karena ada tugas yang harus aku kerjakan dirumah temanku.” Kata Rafa.
“Jaga dirimu dengan baik ya, pastikan kamu makan teratur.” Kata Marcella tanpa melarang Rafa untuk bermalam dirumah temannya.
“Tidak Rafa, kamu harus pulang. Lebih baik ajak saja temanmu kerumah dan kerjakan tugasmu dirumah.” Kata Alin.
“Kamu jangan egois Alin, apakah kamu tidak kasihan dengan Rafa nanti jika teman-temannya mengetahui apa yang terjadi dirumah ini?” Kata Marcella.
“Dasar wanita ular.” Kata Alin.
“Pergilah, belajarlah dengan baik.” Kata Marcella kepada Celine dan Rafa.
“Celine tunggu, hari ini aku yang akan mengantarmu ke sekolah. Ada yang ingin aku katakan kepadamu.” Kata Marcella, akhirnya Marcella mengantar Celine pergi ke sekolah.
“Aku berangkat dulu mas.” Kata Marcella sambil mencium bibir Jo yang membuat Alin semakin kesal melihatnya.
“Hati-hati ya sayang.” Kata Jo.
“Iya terima kasih banyak.” Kata Marcella.
Setelah Marcella pergi, Alin mulai berbicara dengan Jo.
“Mas aku keberatan jika Marcella tinggal disini. Lebih baik carilah tempat lain untuk kalian tinggali. Aku tidak kuat mas.” Kata Alin.
“Kamu saja yang pergi, beres kan.” Kata Jo.
“Kenapa kamu tega sekali mas kepadaku? Kamu jahat sekali sih mas.” Kata Alin.
“Aku akan membelikanmu apartemen dan tinggallah disana, tapi bersikap baiklah kepada Marcella karena dialah yang akan mengaturnya.” Kata Jo.
“Kenapa bukan kamu yang membelikanku mas?” Tanya Alin.
“Semua yang aku lakukan terutama yang terkait masalah keuangan akan diketahui oleh dia, jadi akan lebih baik jika kamu sendiri yang meminta kepadanya.” Kata Jo.
“Kamu sama saja ingin membunuhku secara perlahan mas.” Kata Alin.
“Aku hanya membantumu, kalau kamu keberatan ya terpaksa kamu harus tinggal dirumah ini.” Kata Jo.
“Aku akan memikirkannya, aku pergi dulu. Oh iya aku akan meminta Yudi untuk mengantarku.” Kata Alin.
“Iya terserah kamu.” Kata Jo.