
Yudi dan Ayu pergi ke rumah majikan Arif. Setibanya disana.
“Arif.” Kata Yudi.
“Wah ini istrimu ya?” Tanya Arif.
“Iya ini istriku.” Kata Yudi.
“Lumayan juga istrinya si Yudi, sebenarnya dia cantik tapi tidak terawat.” Kata Arif dalam hati.
“Perkenalkan namaku Ayu.” Kata Ayu.
“Iya, ayo ikut aku masuk kedalam.” Kata Arif.
Arif pun mengajak Yudi dan Ayu menemui majikannya.
“Permisi tuan, ini teman saya dari kampung.” Kata Arif.
“Perkenalkan nama saya Yudi dan ini istri saya Ayu.” Kata Yudi.
“Oh iya saya dengar kamu sedang membutuhkan pekerjaan ya, aku sedang membutuhkan satpam dirumah saya, istrimu bisa bekerja sebagai art kalau mau. Oh iya panggil aku tuan Jonathan. panggil saja tuan Jo saja agar lebih mudah.” Kata Jonathan.
“Saya bisa tuan bekerja kapanpun dan siap kapanpun juga.” Kata Yudi.
“Mulai besok saja, kamu datang saja ke rumah dan temui istri saya.” Kata Jonathan.
“Lalu untuk tempat tinggal bagaimana tuan?” Tanya Yudi.
“Tinggal saja dirumah, kebetulan di belakang ada kamar khusus pembantu.” Kata Jonathan.
“Apakah saya boleh membawa kedua anak saya tuan?” Tanya Yudi.
“Kamu banyak maunya ya ternyata, boleh kok nanti biar istri saya yang mengatur.” Kata Jonathan.
“Terima kasih banyak tuan.” Kata Yudi.
“Terima kasih banyak tuan.” Kata Ayu.
“Kamu cantik juga kalau berdandan.” Bisik Jonathan kepada Ayu.
Setelah itu Yudi dan Ayu kembali pulang ke rumah.
**
Keesokan harinya, Yudi dan Ayu beserta anak-anaknya bersiap-siap untuk pergi ke rumah keluarga Jonathan.
“Bu kita nanti akan tinggal dimana?” Tanya Yanti.
“Memangnya boleh bu? Lalu bagaimana dengan sekolahku bu? Aku kan juga ingin sekolah bu.” Kata Yanti.
“Nanti bapak akan mendaftarkan kalian sekolah ya.” Kata Yudi.
Mereka pun segera pergi menuju ke rumah Jonathan. Setibanya dirumah Jonathan.
Mereka segera masuk ke ruang tamu untuk menemui istri Jonathan.
“Silahkan duduk, tapi duduklah di lantai saja ya karena saya takut sofa favorit saya jadi kotor.” Kata istri Jonathan yang bernama Marthalina (kita panggil saja Alin).
“Baik nyonya.” Kata Yudi.
“Tadi suamiku sudah bicara kalau kalian akan bekerja dirumahku, kamu sebagai satpam dan istrimu bekerja sebagai art, lalu untuk anak-anakmu apa yang bisa mereka lakukan untuk keluargaku?” Tanya Alin.
“Mereka masih sekolah nyonya, mungkin mereka bisa membantu pekerjaan saya.” Kata Ayu.
“Baiklah, kalian benar-benar sangat kotor dan jelek ya, jadi untukmu Ayu jangan pernah masuk ke rumah utama apalagi masuk kedalam kamarku dan anakku, tugasmu hanya di dapur saja karena urusan rumah ada Tika. Aku sebenarnya tidak ingin menerima kalian tapi kasihan juga melihatnya. Kalian bisa temui Tika di belakang dan jangan lewat rumah utama, lewatlah samping rumah.” Kata Alin.
“Baik nyonya.” Kata Yudi.
Mereka pun segera pergi ke belakang dan menemui Tika.
“Permisi, saya Ayu dan ini suami saya Yudi serta ini kedua anak saya.” Kata Ayu.
“Oh iya tadi nyonya sudah bilang kepada saya. Ayo ikut aku, aku akan mengantar kalian ke kamar kalian.” Kata Tika.
“Terima kasih banyak, mohon bantuannya ya.” Kata Ayu.
“Iya, panggil saja aku Ayu. Kita disini kan sama-sama art. Kebetulan sekali ada kalian jadi aku tidak harus menjadi art satu-satunya dirumah sebesar ini. Karena keluarga nyonya memang sangat pelit.” Kata Tika.
“Nah ini kamar kalian, tapi kamar ini sepertinya hanya cukup untuk dua orang saja.” Kata Tika.
“Tidak apa-apa, anakku bisa tidur disini sedangkan aku dan suamiku bisa tidur dimana saja.” Kata Ayu.
“Sebenarnya ada lagi ruangan kosong tempat penyimpanan barang, ya seperti gudang tapi lumayan bersih kok kalau kalian mau kalian bisa tidur disana.” Kata Tika.
“Tidak apa-apa, aku mau kok Tika.” Kata Ayu.
“Baiklah, ini kuncinya ya. Tempatnya ada di paling ujung. Kalian bisa letakkan barang kalian, setelah itu temui aku di dapur ya. Aku akan menunjukkan dan mengajarimu tugas art dirumah ini.” Kata Tika.
“Iya, terima kasih banyak ya Tika.” Kata Ayu.
“Sama-sama, pesanku kepada kalian yaitu sabar, kuat dan jangan dengarkan semua cacian nyonya dan tuan.” Kata Tika.