
Hari itu Jo mengajak kedua anaknya pergi makan malam di sebuah restoran mewah, namun Jo tidak mengajak Alin.
“Celine Rafa ayo kita berangkat sekarang.” Kata Jo.
“Loh kalian mau pergi kemana?” Tanya Alin.
“Aku mau makan malam bersama anak-anak dan sekaligus mengundang Marcella, aku merasa sangat tidak enak karena masalah kemarin.” Kata Jo.
“Kamu tidak mengajakku mas? Aku istrimu loh mas, tega sekali kamu pergi tenpa aku.” Kata Alin.
“Dia hampir saja membatalkan kerjasama denganku gara-gara kamu.” Kata Jo.
“Karena aku curiga bahwa kamu memiliki hubungan khusus denganmu mas.” Kata Alin.
“Justru dia banyak membantu kita.” Kata Jo.
“Kalau begitu aku ikut juga makan malam bersama dia, nanti aku akan meminta maaf juga kepadanya atas masalah kemarin.” Kata Alin.
“Tidak perlu, justru kalau kamu ikut keadaan semakin rumit.” Kata Jo.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Alin.
**
Setibanya di restoran.
“Selamat malam, silahkan duduk.” Kata Marcella kepada Jo dan kedua anak Jo.
“Selamat malam juga tante.” Kata Celine.
“Terima kasih banyak telah membantu papa saya.” Kata Rafa.
“Sama-sama, aku sudah memesan makanan untuk kalian berdua.” Kata Marcella.
“Terima kasih banyak tante.” Jawab Celine.
“Kamu cantik sekali sayang.” Bisik Jo.
“Ada anakmu, jaga sikapmu.” Bisik Marcella.
“Pa, mama menelfonku.” Kata Celine.
“Biarkan saja.” Kata Jo.
“Mama mengirim pesan kepadaku pa.” Kata Rafa.
“Apa isinya?” Tanya Jo.
“Jangan dibalas, biarkan saja.” Kata Jo.
“Baiklah pa.” Kata Rafa.
“Kalian pasti lapar kan, kita makan dulu yuk.” Kata Marcella sambil mengambilkan makanan di piring Rafa dan Celine.
“Terima kasih banyak tante.” Kata Rafa.
“Sama-sama, kamu tampan sekali dan sangat mirip dengan papa kamu.” Kata Marcella.
“Hehe.” Kata Rafa tersipu malu.
“Kalau aku bagaimana tante?” Tanya Celine.
“Kamu tentu saja cantik, pasti ibumu sangat mirip denganmu.” Kata Marcella.
“Tapi ibuku.” Kata Celine.
“Aku mengerti kok, papa kamu banyak bercerita tentang kalian berdua. Kalian harus jadi anak yang kuat, namun jangan suka menindas orang lain. Kalian tidak pernah terlibat pembulian kan di sekolah?” Tanya Marcella yang membuat Celine dan Rafa seketika kaget dan tidak tau harus mengatakan apa.
“Tidak kok tante.” Kata Celine.
“Baguslah kalau begitu, secantik dan setampan apapun kalian, sepandai apapun kalian dan sehebat serta sekaya apapun kalian, percuma saja jika suka menindas orang lain, itu sama saja menunjukkan bahwa kalian kalah dan seorang pecundang.” Kata Marcella.
“Iya tante, terima kasih atas nasihatnya.” Kata Celine.
“Apakah tante berpikir bahwa aku dan Celine seorang pembuli?” Tanya Rafa.
“Tidak, ya mungkin karena akhir-akhir ini banyak sekali kasus pembulian di sekolah dan di tempat kerja dan dimana saja. Jangan sampai kalian seperti itu, tante mengatakan hal ini kepada kalian karena tante perhatian dengan kalian berdua.” Kata Marcella.
“Terima kasih tante.” Kata Celine.
“Tante sangat berbeda dengan mama Alin.” Kata Rafa.
“Jangan samakan aku dengan orang lain, tentu saja aku berbeda.” Kata Marcella.
“Maaf tante.” Kata Rafa.
“Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar.” Kata Jo sambil kakinya menyentuh kaki Marcella untuk memberi kode khusus kepadanya.
"Terima kasih atas perhatianmu kepada kedua anakku." Kata Jo.
"Sama-sama, aku senang sekali dengan pertemuan ini." Kata Marcella.