
Tak lama kemudian Rasya berniat untuk pulang saja dan menunggu Thy Than dirumahnya sendiri.Mendingan seperti itu deh kalau gua kesal sama dia pasti ga bakalan nolak dan pastinya akan bertanya kenapa seeh sama kamu?Apa ada masalah yang tengah kamu fikirkan ga ada kan!.
Mengernyitkan kening,emangnya berapa lama motornya Thy Than ada disekolah ya sampai dia ga ngurusin gitu?oh iya kan dia keluar sama temennya itu.Gua tungguin aja dirumah.
Kembali mengirim pesan kepadanya.
"Than,,,gua tunggu dirumah aja.Nanti sore kalau ga pesenan kue.mau kan entar gua antar ke pengacara elu.Biar cepet kelar urusan kamu yaaa!"Pesan pun dikirim langsung keponsel milik Thy Than.
Pesan terkirim keponsel milik Thy Than.
Segera ia melihat pesan yang dikirim oleh Rasya,senyum itu kembali terkembang sambil memandangi Jerry yang tengah menyetir mobilnya.
"Hehee!masih aja dia perhatian?"Gumamnya dalam hati.
Biyan melihat kelakuan Thy Than langsung aja nampol pipinya ,,,sampai tak disangka itu mengejutkan buatnya.
PLAAAAKKKKK,,,,,
"Aduuuh,,,,kamu tuh ngapain seeh nampol aku segala Biyan!"Ga terima dong sambil melotot melawan arah.
"Heeeh,,,pada ngapain seeh?"Jerry bingung dibuatnya.
"Itu tuh,,,ngapain pake acara nampol pipiku.Sakit tahu!"
"Eleeeh,,,ditampol gitu doang sakit!kagetnya tuh yang bikin sakit ya kan!"
"Iyaaa kali!"Jawab Jerry dengan tatapan sekejab kembali konsent menyetir.
"Siapa tadi yang kirim pesan Than?"Tanya Jerry mengerti kenapa dia memandangku seperti itu.
"Ooo,,,Rasya.Dia ngajak aku buat ke tempat pengacaranya papa Rafan tuh.Buat acara pengalihan harta kekayaan papa sama aku hehheheh!"
"Wiiiiih tajur melintir neeh!"Kompak banget mereka berkata.
"Ya engga juga kali,kan umurku sekarang belum 21 dan menurut undang-undang kan aku harus cukup umur untuk mendapatkan hak-hakku itu.Jadi jangan mimpi deh kalian kecipratan dari akuuuu!"Kata Thy Than memberikan pernyataan lagi.
"Heeem,,,uangnya buat apa tuuuh?"Tanya Biyan lagi.
"Itu kan melanjutkan bisnis papa,jelas ga tahu dong kalau gimana-gimananya ya kaaaan!"
"Bener juga,lagian kita kan bingung jadinya kalau kamu ga jalanin bisnis papa kamu.Apa kamu mau invest dikantor papaku ga?biar kita menyatu seperti ini!"Pintanya berharap.
"Iiiihhh ya enggalah,ada kok nanti yang ngurusin.Aku kan tinggal menunggu waktu yang tepat aja buat semuanya."
"Pengen deh nanti ngelamar kerja dikantornya Thy Than,,,trus gua masuk.Ga usah training ya.Langsung gaji tinggi gimana,hehhehehe!"Biyan pun bercakap aneh.
"Heeem,,,ini neeh udah mikirnya setinggi langit.Padahal pengalaman ga ada.Sok-sok an lagi kenal sama gua ckckckck!"
"Iya luuu,,,belum kenal siapa yang beckingin Thy Than!"
"Emang elu tahu?"Serang Biyan.
"Ya mana gua tahu hehheheh!"
"Kirain tahu,hahhaha!"Biyan pun ga bisa deh mengumbar tawanya.
Mereka pun berpisah diparkiran sekolah mencari kesenangan sendiri-sendiri.Thy Than langsung menuju rumahnya untuk ketemu dengan Rasya.Gila kanget banget,,,baru lihat mobilnya digarasi depan,ia pun kegirangan berlari kecil mencari teman baiknya itu.
"Rasyaaaa!"Teriaknya lantang.
Kaget dong dipanggil kayak gitu,heboh lagi sampai raut wajah gua ga bisa disembunyikan karena kaget terjadi apa-apa sama dia.Belum sempat gua bertanya dia langsung meluk erat banget ampe ga bisa nafas.
"Aduuuhhh,,,,ngapaih seeh meluk gua kok gini amat!"Sambil melepaskan pelukannya.
Manjanya kembali keluar saat mendongak serta memacungkan bibirnya ia berkata.
"KANGEEEEEN,,,,CIUUUM!"Sambil jarinya mengarah kebibirnya.
"Beneran?"Tersungging miring,tumben banget dia.Apa lupa sama perjanjiannnya waktu itu!
"Heheheheh,,,becanda.!"Meringis geli sampai kesal Rasya membuang muka.
"Lhooo kok marah,,jangan marah gitu dong."Pintanya mengelus dadanya.
"Kan katanya boleh cium bibir elu yang gemesin itu.Masak ga boleh seeh!bosen cium pipi sama kening!"
"Hahahahh,,,,Plaaaak!"Suara itu langsung berdenging ditelinganya.Ngakak banget,pengen berharap mencium bibirku yang imut ini.Kan sama-sama imut ga bisa dong hehehh.
"Sakiiiiittt ,,tapi gua juga kangen ama elu!"Langsung aja meluk sambil nyium lehernya.
"Aduuuh,,,geliii Syaaa!"Mencoba menjauh darinya.
Ia tersungging lagi,,,"Kenapa takut keenakan trus mendesah yaaaa!"Sambil nowel hidungnya.
"Heheheh iya.Ntar aku ga bisa lagi selingkuh dari kamu kalau aku beneran kamu nikahin hheheh!"
"Kok udah sampai sana seeh mikirnya kamu tuh.Kita ini masih muda,belumlah kearah sana.Kamu masih punya tanggung jawab besar.Dan gua bisa pastikan kalau gua juga bisa bantu kok.Tapi ga banyak gimana?"
"Ya iya seeh.Masak tiap kali ketemu kamu cita-citanya pengen nyium bibirku aja.Nikah aja ga mau sama aku,bete!"Singgungnya membentak.
Melepaskan dekapannya yang terlalu lama dirasakan oleh Thy Than,Rasya pun berkata.
"Udah ganti baju sana atau mandi sekalian.Biar cantiknya ga hilang-hilang amat yaaa!"Sambil mengacak-acak rambutnya.
"Iyaaa sayaaang,,,heheheh!"
"Apaaa?kamu panggil gua siapa?!"Tanya balik.
"Sayaaang???"Meringis lebar.
"Udah mandi dan ganti baju,gua masakin mau kan?"
"Mauuuu!Aku mandi dulu ya!"Tiba-tiba jahilnya keluar sambil menepuk bokong Rasya.
PLLAAAAKKKK!!!!
"Woooiii,,,kurang ajar.Udah berani sama gua ya!"Bentaknya kaget.
"Maaf,,,,kabuuur!"Berlari kencang naik keatas.
"Dasar anak bontot banyak gaya lagi.Sok-sok an godain kakak kedua!"Desisnya sambil sibuk kembali memasak didapur.
Tawa lepasnya memang ga ada duanya,seneng banget kalau udah ketemu sama kekasihku.Jadi hatiku yang hampa tuh serasa kembali berbunga-bunga.Terhenti sejenak lalu mikir apa dia punya kekasih selain aku ya,lagian dia kan paling pandai menebar pesona bisa bahaya kalau dilihat-lihat ya?
"Huuuh,,,anak satu cuman bikin kesel aja.Mau dicium aja susah banget.Untung aja gua punya selingan yang mantap seperti kamu Ling-ling!"Senyumnya bahagia saat mengucapkan sosok wanita pujaannya.
"Siapa itu?"Suara itu langsung mengagetkan Rasya sampai menoleh dengan wajah shock berat.Apa dia denger ya tadi.
"Kamu ga tahu kan?"
"Iya siapa!"santai aja dia dibelakang dengan pakaian santainya.Tentu apa yang dilihatnya membuat Thy Than ikut melihat keindahan yang ia punya dibelakang.
"Apaan seeh?"Tengak-tengok lihat bokongnya.Ga ada apa-apa emang ada apa seeh.
"Ga ada!"Mendekat dan berbisik"Bokong kamu seksi,gua suka!"Bisiknya sampai membuat Thy Than gerah,tak ayal tampolan sekali lagi mengarah pada bahunya.
PLAAAAKKKKKK,,,,,
"Heeeiii,,,,kaget tahuuu!"Hampir aja jatuh benda yang dibawa sama Rasya.
"Kamu seeh,ngapain bilang bokongku seksi.Kan udah dari dulu kaliiii!lagian ngapain muji-muji gitu?"Tanya balik heran.
"Ga ada seeh.!"Meringis kearahnya,,,lagi ciuman mendarat dikeningnya.
"Aduuuhh,,,aku ga siap-siap kabur.Udah kena,kamu tuh nyari-nyari kesempatan aja yaaa!"Makin meluknya.
"Seneng kan gua cium?"Tanya balik.
"Ya seneng seeh,,dikening tuh punya arti buatku!"Jelasnya sok manja lagi.
"Arti a-pa?"Bingung mikirnya.
"Heeem,,,ya udah ga boleh sedih.Kalau gua ga boleh cium bibir jadi gua sering cium kening aja.Biar kamu nyaman mau kan?"
"Mauuuu,hehehe!"
Di meja makan keduanya menikmati makan siang,ada cerita unik yang akan diberikan oleh Thy Than sebagai seorang pelajar yang tengah kasmaran dengan setiap mata memandang.
"Kamu tahu ga disekolah aku aja lho direbutin sama Jerry dan Biyan.Kamu ga cemburu?"Tanya balik.
"Haaah ,,,cemburu sama anak SMA!ya enggalah.Siapa punya pesona lebih matang,coba jawab?"Malahan melempar pertanyaan kepadanya.
"Siapa emanganya?"
"Ya guaaalaaah.Anak manjaaanya Rasyaaa!"Sambil membelai pipinya.
"Huuuuuuhhhh,,,aku terharuuuu!"Lebaynya kumat.
"Heemm,,,ada aja kelakuan lu ya.Sekarang kita makan,habis itu kerumah mama Gina.Kita laporan mau ketemu sama pengacara papa kamu.Biar gitu-gitu kan mama juga harus tahu kan!"
"Okeee siapa takut!"Sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Menggelengkan kepala heran banget sama kelakuannya.
"Trus kamu gimana suka ga sama Jerry atau Biyan?"Mencoba mencari tahu.
"Engga deh,kayaknya aku mantap sama kamu Syaaa!"
Sontak kalimat itu membuat Rasya langsung tersedak ga karuan dibuatnya.
"Uhuk,,,uhuk,,,uhuk,,uhukk,,!"Mencoba mengatur nafasnya kembali.
"Syaaa kamu ga pa-pa?"Langsung turun dari kursi dan mencoba menenangkan serta memijat pundaknya supaya ga tersedak lagi.
Ia hanya melambaikan tangan sambil mengaturnya lagi.Ga mungkin dong gua segampang itu kagetnya.Lagian ngapain seeh bocah kayak dia mantap banget sama gua.Bikin ngeri aja,trus gimana sama Ling-ling,Mba Ashila juga menarik ada lagi ini stok baru.Busyeeet ini neeh manusia yang paling unik aja bisa bilang gitu sama gua.Gimana yang lain coba?
"Engga,,,engga pa-pa.Gua sehat kok hehehehe!"Jawabnya mulai mengatur nafasnya,Emang dasar Thy Than sok dewasa aja.Baru kenal mereka berdua kali ya.Ckckckckc.
"Yakin?"Mencoba memastikan.
"Iyalah yakin,habis ini gua coba ya hubungin pengacara bokap lu dan memastikan semuanya untuk bertemu oke!"
"Okey deh,aku percaya sama kamu.Seperti aku percaya akan kisah kita hehhehe!"
Lagi dia membuat kegombalan yang ga pernah gua fikirkan memang kalau udah kebangetan pasti bikin enek.Sejak itulah gua mulai ngerasa dia harus segera berubah haluan,ketika Rasya meyadari umurnya yang semakin dewasa apa mungkin dia bisa bersikap baik-baik saja nantinya?
Mendekati Thy Than dan memeluknya dari belakang,serta mencium pipinya beberapa kali membuat dirinya heran.Apa dia baik-baik saja sampai memelukku bahkan menciumku seperti ini,sampai aku menahan tawa dibuatnya.
"Kenapa ketawa ada yang aneh!"
"Engga,kamu kok erat banget sambil nyiumin aku.Kangen berat tha?"Tanya balik.
"Iya semalam gua bayangin kamu terus,padahal sama orang lain."
"Heeem,,,siapa kak Ashila!"Menjurus pada satu wanita.
"Engga,!"
"Siapa lagi?"
"Ada deh!"Senyum sumringah itu membuatnya penasaran,tapi berhubung aku sibuk nelpon pengacaranya papa ya udah nanti dulu dibahas kisah kita berdua.
Setelah perjanjian dibuat oleh kedua pihak,akhirnya Thy Than akan datang sore ini bersama dengan Rasya wakilnya yang lebih dewasa dan bisa ngobrol lebih jauh lagi soal kepentingan yang akan dibuat oleh Thy Than.
Obrolan yang singkat tentu membuat Thy Than segera memberitahu Rasya tentang pertemuannya dengan pengacaranya nanti,menoleh dan gantian mengecup pipinya langsung ketawa lepas.
"Kenapa?kangen juga nyium pipiku!"Tawa lepas Rasya pun membuatnya mengangguk.
Kembali memeluk dan merasakan hangat bersama,kemudian Rasya menatap langit-langit seraya berkata.
"Seandainya kamu mendapat tugas untuk mengurusi semua usaha papa kamu.Apa kamu siap!"Melirik kepadanya.
"Eeemm,,gimana ya.Aku juga butuh orang untuk mengajariku.Untungnya kamu kuliah jurusan manajemen ya,nanti aku biayain kuliah kamu dan kamu kuliah diluar negri untuk ambil master bisnis ya.Mau kan?"
"Trusss kita pisah gitu beberapa lama?"Tanya Rasya.
Ia mengangguk,tentu benar seeh kalau aku melihat potensi yang dimiliki Rasya tapi dia kan bantuin mama Gina.Gimana enaknya ya.
"Trus kalau kamu kuliah diluar negri,yang bantuin mama Gina siapa ya hehehh!"Thy Than bertanya.
"Ya kamu yang bantuin mama,kan kamu yang nyuruh gua kuliah.Jadi mama Gina ada temennya gitu!"Sambil towel-towel hidungnya.
"Hehehhe gitu ya,impas dong kalau kayak gitu."
Cukup lama menanti Anjas keponakan satunya ini sama sekali ga muncul-muncul dari tadi hingga akhirnya dia pun pamit untuk pulang kembali kerumahnya.Mungkin juga lain kali dia bisa ketemu dengan sosok lelaki satu-satunya dari garis kakak iparnya.
"Tante,,kami pulang dulu deh.Udah mau sore juga!"Kata Anjas mengakhiri pertemuan ini.
"Iya mungkin,lain kali kita kesini lagi buat ketemu sama Rasya bu!"Lanjut Dahlia membuat Anjas menoleh dengan senyum manisnya.
"Ohh gitu maaf ya,Rasya belum balik-balik palingan ngurusin Thy Than dia.Anak paling bontot manja biasalah nempel terus sama Rasya."Ujar mama Gina.
"Ga pa-pa tante,lagian kita udah tahu kan dimana rumah tante,sama Fian juga kan!"Melempar senyum kearah Fian.
"Iya mas,,keren juga ternyata heheh!"
"Terus ini alamat saya tante,,nanti kalau Rasya sama Thy Than pasti butuh saya untuk ngurus usahanya."Sambil memberikan alamat untuk sang tante.
"Tante terima ya,nanti kalau pulang aku kasih tahu deh."Sambil menyimpannya disaku miliknya.
"Kita balik dulu tante,makasih ya atas sambutannya.Ga nyangka bisa ketemu sama Tante sama Fian juga!"Saling memeluk erat dan saling berpelukan sama Fian.
"Iya mas,Fian juga seneng tiba-tiba ada kejutan.Kakak sendiri malahan,heheeh!"
"Kamu boleh kok main kerumah,kakak tunggu dan ingat kabarin okey!"Sambil menyubit pipinya.
"Beres deh kak!"
Tak lama Tante Gina memberikan kue buatannya ke Anjas sebagai sovenir untuknya.
"Anjas ini kue untuk kamu dan calon kamu ya.Dicoba biar tahu rasanya ya!"Tatapan itupun membuat Dahlia salah tingkah dibuatnya
"Makasih tante,pasti enak neeh."Lagi dia melirik pasangannya.
"Langsung dicobain yaaa!"
Mama Gina pun berharap kue ini adalah awal keduanya kembali mendekatkan diri sebagai keluar baru yang sempat pisah selama bertahun-tahun.Mengantarnya sampai depan pintu lambaian tangan seorang Tante untuk keponakannya pun disambut bahagia oleh Anjas.
"Ternyata mereka masih menerimaku,syukurlah!"Tersenyum berlalu meninggalkan rumah kediaman Mama Gina.
Lega juga akhirnya satu titik tengah bertemu dengan salah satu keluarga besarnya yang masih perduli dengannya.Fian pun senang pula melihat kebahagiaan disenyum mamanya yang masih tetap menatap jauh seorang pria meninggalkan dirinya.
"Ayo Ma kita masuk,!"Ajaknya merangkul masuk kedalam,sang mama pun mengangguk dan bergegas masuk.
Didalam mobil,tak menyangka juga rasanya dia mulai mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.Dekat kembali dengan tantenya dan akan membuat perubahan untuk Anak laki-lakinya.
"Kamu tadi lihat kan anak lelaki yang deket sama Om Herman?"Tersenyum menoleh kearah Dahlia.
"Memangnya mau mas Michele angkat mungkin jadi orang penting diperusahaan mas ya!"
Mengangguk yakin dan akan tahu bagaimana potensi dalam benaknya untuk bisa merubahnya menjadi orang hebat dimasa depan.
"Dia memang anak kedua,tapi dia memiliki potensi bagus untuk kedepannya dan aku bisa merubahnya."Tersenyum sambil menyentuh tangannya.
"Apa memang harus kita merubahnya mas?"
"Sama sepertiku yang ingin merubah kisah kita menjadi lebih serius,kamu suka kan?"Tersenyum membelai pipinya.
Tersenyum membalas,ia masih bingung juga dengan keadaannya saat ini.Kapan aku bisa menyelesaikan masalahku ini sama Jamal.Aku tahu pasti orang tuaku benar-benar tidak terima dengan ini semua..