Thy Than

Thy Than
Bab.21 Ada rasanya ya terburu-buru



Setelah kemantapannya untuk mengantarkan kue special untuk seseorang.Jelas itu adalah kebahagiaan seorang Lelaki bernama Rasya untuk mendapatkan sebuah pelukan ataukah obrolan nakal ala Ashila.Gua tahu dari penampilannya yang flamboyan menyimpan kedekatan yang sensual untuk dinikmati.Apakah itu sekedar bertatapan mata dengan cerita seru ala Seorang wanita yang butuh kasih sayang atau hanya sekedar curhatan yang brilian,entahlah itulah tengah didapatkan oleh Dia sebagai seorang pemain cinta.


Bergegas turun setelah parkir dengan rapi,tatapan matanya terus mengarah pada sosok wanita yang tengah memakai baju sweeter berwarna coklat muda dengan kerah menutupi leher jenjangnya.Sayang ada lengan panjangnya,coba kalau ga ada aku bisa merasakan apa yang dinamakan seksi ga ada obatnya.


"Permisi,paket!"Segera ia perlahan masuk,masih sempet-sempetnya juga menyapa seorang wanita incarannya tersebut.


"Yeee udah dateng!"Kata salah satu waitrees yang menyambutnya.


"Iya dong,langsung ditaruh dimana?"Bisiknya bikin geli aja mas Rasya ini.


"Maaass,,,ga usah bisik-bisik deh,geli tahuu!"Ganjen deh Ayla saat tengah berhadapan sama Rasya.


"Hehehe,kamu seeh bikin mas kepengen aja!"


"Pengen apaaa?"Sentaknya dengan menyubit lengannya.


"Adooooh Sakiiit Ay,,,!"


"Ya udah aku yang bawa-in.Berat lho itu?!"Secara cepat Ayla bantuin Rasya yang masih aja godain dia.


Ashila yang ngeliat dari tadi hanya senyum-senyum menggelengkan kepala.Bisa aja dia kalau godain cewek,ga ada habis-habisnya.Berjalan menghampiri saat keduanya tengah asyik bercanda tanpa kalimat putus.


"Hayoooo,,,ngerayu siapa lagi seeh kamu tuhhh nakaaal!"Sambil nyubit pipinya.


"Aduuuh mba,,,sakit lho!"Protesnya ga terima.


"Salah sendiri Ayla digangguin.Ntar ada ducati disrempet ga mau tahu lho mba yaaa."Lagi meledeknya membuat Ayla protes pula.


"Mbaaa,,kok gitu seeh sama aku.Seneng banget sama kayak mas Rasya godain aku terus."Bete jadinya.


"Ya udah kasihin sama Ayla,kita punya urusan didalam ruangan mba.Come on!"Ajaknya menuju ruangannya.


"Udah sana pergi mas,ntar ditarik ga jadi orang beneran lama-lama!"Ujarnya langsung kesal membawa kue pesanannya kebelakang ruangan untuk disimpan.


"Byeee!"Sambil melambaikan tangan.


Rasya pun berkesempatan menuju ruangan kerja Ashila untuk menerima invoice yang akan diberikan kepadanya.Membuka pintu ruangan kerja,dia pun mempersilahkan untuk masuk duluan,


"Silahkan masuk!"Ujarnya dengan manis


"Makasih mbaa!"Berjalan masuk duluan,malahan sebuah pukulan tepat mengenai bokongnya Rasya sampai dia kaget dan menoleh genit kepadanya.


BUUUKKKK,,,,pukulan keras itu mengenainya.


"Aduuh,,,mbaaa.Demen banget sama bokongku yaaa!"Berjalan masuk sambil jinjit kesakitan akibat pukulan keras dari Ashila.


"Salah sendiri,suka banget godain Ayla,hehehe!"Berjalan masuk lalu menutup pintunya.


Keduanya masuk kedalam,dengan santai pula Rasya berjalan pelan-pelan sambil melihat beberapa sudut ruangan yang lega dan bisa untuk dinikmati sebagai ruang santainya.


"Bentar ya,?mba buatin invoicenya.Biar tranfernya ga lambat lagi oke,masih sabar menunggu?"Tanya Ashila sambil berjalan menuju laptopnya untuk koneksinya.


"Ya sabar dong mba,demi mba Ashila.Pokoknya leaker deh!"Sambil selebrasi gaya menikmati makanan lezat.


"Hahahah,,,bisa juga kamu ya.Trus gimana cewek kemarin,kok ga ikut lagi Sya!"Sambil sibuk mengurusi invoicenya.


"Dia kan sekolah mba,beda ma aku!"Jawabnya sambil berjalan melihat jendela luar mengintip dengan santai.


"Oooh,,,kirain itu cewek kamu.Beneran kan?"Tanya balik penasaran.


"Bukan,,,dia masih kecil mba.Belum boleh pacaran sama mendiang orang tuanya.Nunggu dewasa dulu!"Jawabnya sambil berbalik lalu masih berdiri seraya bersandar.


"Oooooh orang tuanya udah pada meninggal,trus dia tinggal sendirian dong,kasihan banget seeh!"Ujarnya prihatin.


"Ya gimana lagi mba,jadi kadang aku yang temenin.Kalau engga bisa ngambek dia.Ga ketulungan lagi.Apalagi kalau udah ngambek laporan sama mama,Bahayaaaa!"Perlahan menghampirinya dan menarik kursi duduk disampingnya.


"Apa dia ga masalah kamu tinggal sama dia terus?"


"Engga seeh,udah biasa.Palingan yaaa temenin beda kamar juga.Aku dapat kamar dibawah,dia diatas.Jadi masih satu rumah dan ga masalah aaah!"Sambil menompangkan tangan serta perhatian merapikan rambutnya Ashila yang menutupi wajahnya.


"Cantiknya ketutup ini!"Sambil menyelipkan disela telinganya.


Menoleh lalu tersenyum,tangannya pun nimpuk kening Rasya yang kaget karena terlalu fokus mikirin cantiknya dia.Beneran kalau udah nakal,sebentar aja kita udah saling mengecup bibir.Tapi namanya gua ga lihai pasti kan dia marah,padahal ga tahu juga kali.


"Kamu tuh ya,ga sama siapa aja.Digodain seeh!"Sambil mendekap pipinya.


"Ga tahu deh,pokoknya mba Ashila tuh gemesin tahu heheheh!"Ujarnya ngakak.


Menggelengkan kepala,kayaknya neeh anak banyak sekali cantolannya ya.Sampai aku aja digodain sama dia,tampan seeh lucu.


"Udah deh,ini udah aku kasih invoicenya.Jangan nagih lagi yaaa!"Pintanya memberikan kepada Rasya.


"Iyaaa mba,makasih ya!"Langsung ciuman itu mendarat dipipinya."Muaaaccchhh,,,heheheh dapat deh akhirnya.Yesss!"


Sambil menutupi pipinya,jelas kaget dong dapat ciuman dari berondong nakal satu ini sampai ga bisa berkata-kata.


"Kamuuu,,,,hiiiih!"Makin gemas aja nyubit hidungnya.


"Hahhahahah,,,,enak kan mba!"Kegirangan pula merasakan ciuman yang mantap dari Ashila.


"Awas ya,kalau curi-curi lagi.Tak tendang kamu anak nakal genit lagi!"Menjewer telinganya.


"Hahhahah,,,,,ga usah jewer telingaku mba.Ntar tambah genit gimana lho!"Beranjak menjauh dan melambaikan tangan pamit pulang.


"Byeee mba Ashila makasih ya,pipinya kenyal enak banget kecupannya hehhehe!"Sambil berjalan keluar serta memberinya hormat,belum menutup pintu lagi dia melemparkan ciuman lagi.


"Muuuaaachhh,,,mbaaa.Love you!"Candanya bikin Ashila kelgepan sampai ia merudukkan kepalanya dalam tompangan kedua tangannya.


"Aduuuuh ,,,,nakal banget seeh kamu Rasyaaa!"


Menutup pintu dengan kebanggaannya telah mengecup pipinya Ashila,ga tahu deh besok-besok bisa cium apa lagi aku sama dia.Semoga aja dia mau aku deketin.Sayang banget kalau cantik,seksi ga ada yang deketin sama godain dia pasti hambar deh hidupnya.


Berjalan keluar dari lorong ruangan kerja Ashila,Rasya kembali ketemu sama Ayla saat ia habis ngantar minuman untuk meja no.4.Saat berbalik pun sapaan manis diucapkan sama dia.


"Haaaiiii,,,cewek.Main yuuuuk!"Godanya sambil senyum-senyum geli.


"Engga aah,males sama mas Rasya.Genit banget!"Sambil membuang muka pergi meninggalkan tatapan lucu Rasya kepadanya.


"Hahhahah.,,byeee aku pulang dulu.Jangan kangen ya!"Sambil melambaikan tangan.


Berbalik malah menjulurkan lidahnya,kesal banget dari tadi digodain aja deh.Kan malu lama-lama.Sama halnya Ashila yang ga bisa bayangin lagi kalau dicium sama berondong satu itu.Ga tahu gimana ya,kenapa aku langsung kepikiran sama dia.Apa dia memang berbeda ya?


"Duuuuh Rasya kamu tuh,udah bikin mba baper deeeh,haaah!"Rengeknya ga terima.


Diluar parkiran pun tawa-tawa geli dirasakan oleh Rasya yang memang tengah kepincut sama pesona Ashila yang terlihat dewasa dan seksi seperti yang dibayangannya.Seru dan menarik kalau aku bisa ajak jalan dia kali ya.Heeem pengen meluk tubuhnya yang seksi itu,huuuuh!bersandar diruang kemudi serta membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.


"Udaaah Syaaa,,,jangan bayangin yang engga-engga deh.Pleace okey!"Sambil menutup wajahnya lalu membasuh dengan perasaan semakin tak berdaya lagi.


"Kayaknya aku pengen banget deh kencan sama dia,kapan ya!"Fikiran nakalnya pun seketika berputar-putar.


Sama halnya Ashila yang tengahdah bersedekap tak tahu harus gimana saat perhatian itu datang membuatnya tak berdaya dibuatnya.


"Kenapa seeh kamu seperti itu Syaaa,bikin mba bingung aja deh!"Pusing mikirin lelaki yang menggodanya.


Dalam setiap perjalanannya itupun bayangan atas seorang wanita menarik dalam kedua bola matanya seakan ga hilang-hilang untuk kesekian kalinya.Trus ini kemana lagi ya?sambil mengeceknya lagi.Oooh toko kue Amanda,tadi kedai kopi sekarang malahan toko kue yang beneran ini.Ketemu sama siapa lagi aku ini?


"Layaknya seorang lelaki yang perhatian.Aku harus membuat hal special untuk tante mila.Kan tante seumuran sama mama.Apa dia punya anak mungkin kali ya?"Tersenyum senang tak kala memang anaknya seumuran sama dirinya harusnya seeh aku deket sama dia tapi pada akhirnya.


Terhenti diparkiran trotoar sambil membawa trolly bersama tumpukan kue yang akan dibawanya masuk kedalam sambil menyapa yang lainnya.


"Selamat siang semuanya,hehehe!"Sapanya sambil berjalan mendekati ruang barista dan melambaikan tangan pada salah satu crew toko kue Amanda.


"Heiiii,,,,siang Rasya.Tumben sendirian,kemana tuh cewek kamu yang centil itu?"


"Dia kan sekolah,belum pulang kali.Emang kangen sama dia?"Melepar pertanyaan lagi kepadanya.


"Ya setidaknya dia ga datang hari ini!"


"Lho kenapa?ada masalah!"Tanya Rasya heran.


"Dia gemesin kalau lagi ngobrol.Bikin pengen nyomot aja pipinya,gemes pokoknya deh!"Kata Rully penuh ekspresi.


"Ya emang gitu dia Ly,selalu saja bikin gemes.Aku aja kalau udah gemes aku comotin tuh dia,dimana aja heheheheh!"Candanya makin lucu.


"Aaah elu emang gila.Cewek model apapun ya kamu embat aja.Siapa lagi yang belum kamu embat!"


"Ga tahu deh,,males dengernya."Sambil menata diruang pendingin ditemani Rully langsung.


"Eemm,,,dia ga dateng kesini.Biasanya seeh anaknya!"Jawab Rully dengan melihat reaksi Rasya.


"Mana sekarang!"Lagi kebingungan nyari.


Lalu dia membasuh wajah Rasya yang kegatelan dari tadi,emang anak kurang ajar ya dia.Punya kelebihan yang seru-seru aja diambil ma dia.


"Udaaah ga usah nyari-nyari dia,biasanya dia datang tuh pas kamu udah balik.Jadi kan aman!"Jawabnya tersungging kepadanya.


Bersandar ditembok lalu menjawab kalimat Rully,pasti jelas bikin jengkel aja kan.


"Ya udah gua tungguin bentar.Biar gua ga salah lagi ketemu sama dia!"


"Udah pulang aja,dia juga palingan ga minat sama elu."Ujarnya mengusirnya.


"Ya elu Ly,,ga seneng apa lihat temen seneng-seneng dikit,biar awet muda gitulho guaa!"Sambil menepuk bahunya.


"Ga usah pake cara gitu kali,udah pulang aja.Ntar dicari mama Gina lagi ga tanggung jawab ya gua!"Lanjut Rully nakur-nakutin Rasya.


"Oke deh kalau itu mau elu,gua pulang ya.Mana invoicenyaaaa!"Pinta Rasya kepada Rully.


"Heheheheh,bentar ya.Tungguin sini apa.ikut kesana?"Sambil jalan menuju ruang kantornya.


"Ya ikutlah,ntar gua ga gajian sama mama gimana?Ga bisa ngerawat kekasih pujaanku tuh!"Kata Rasya pasrah.


"Siapa?"Rully penasaran.


"Tuh mobil klasik kesukaan gua,siapa lagi coba!"


"Oooh iya kirain siapa lagi?lagian elu kan orangnya labil ya hahhaah!"


"Ya gimana lagi mas,masih pencarian cinta!"Gombalan Rasya kembali tertuang.


"Okeylah,sekarang elu balik.Dan ga usah nungguin seseorang.Pulang istirahat oke!"Dorong Rully dengan wajah senyum khas miliknya.


"Ya mas Rully kan gua masih pengen disini!"Kata Rasya belum rela buat pulang kerumahnya.


"Udaaah,,,,pulang sana ya!"Merangkulnya mengajaknya keluar.


Mau gimana lagi,Rully tahu betul sifat Rasya yang doyan banget kenalan sama banyak cewek dan koleksinya entahlah sampai berapa lagi yang akan dia kumpulkan untuk hal yang maksimal.Bagi Rasya pun sama,ya udahlah pulang kerumah dulu.Istirahat dan ngobrol lagi sama mama.Buat masa depan yang lebih cerah,,yaitu Mba Ashila hahhaha.


Khayalan dan keinginan kadang memberikan sebuah resiko yang ga belum tentu menjadi prioritas yang menjanjikan sesaat.Akhirnya Rasya pulang dengan wajah yang lemas dan ga percaya diri lagi.Melihat jam tangan waktunya seeh ada yang pulang sekolah tapi mau ga seeh dijemput ma gua.


"Ooooh waktunya jemput Thy Than neeh,telpon lagi aaah!"


Pass banget saat anak-anak pada bubar sekolah dan keluar dengan tampilan yang beda-beda jelas itu membuat Thy Than seakan menjadi anak paling penting aja.Dijemput segala.


"Apaan seeh ini,berisik banget!"Sambil merasakan dering ponselnya yang mulai mengganggunya.


Melihat layar ponselnya,nama tertera membuatnya mengernyitkan keningnya.


"Oooohhhh?,,Rasya ngapain lagi dia ya!"Mengangkatnya


"Haloo,,,kenapa Sya!kangen ya ma aku?"Tanya balik kegirangan.


"Engga tuh,kan kewajiban gua buat jemput eluuu.Lupa ya?"


"Halaaah,,kirain.Ga usah deh,aku palingan ada yang nebengin!"Kata Thy Than mikir.


"Emang ada?siapa!"Tanya balik.


"Hehehehehe,ga tahu pasti seeh.Jemput deh kangen aku sama kamu yang gemesin tuuuuh yaaa buruan!"Ujarnya manja kembali kumat.


"Sok manja banget seeh!"Suara itu membisik ditelinga Thy Than,saat ia menoleh kaget ternyata Jerry yang sinis lihat aku telponan sama Rasya.


"Heeeeh,,,suara siapa tuh?ada yang bisa-cemburu sama kamu?"Heran deh kok ada yang cemburuan sama Thy Than ya.


"Ga ada,,,siapa yang cemburu.Tuh tadi ada orang gila terobsesi ma aku hehehe."Jelasnya geli.


"Yaaa kok gitu seeh,tanggepin aja kali.Kan temen sama temen seru kalau kayak gitu.Ga serius-serius amat."Serunya ga nyangka.


"Maless deehhh."Teringat lagi sama obrolannya.


"Jadi ga jemput aku,kalau engga aku bareng sama pak Radith lho!guru olah ragaku!"Mencoba membuat godaan buat Rasya,tapi ya emang ga tertarik jadinya gitu deh.


"Bareng aja,kali-kali diajak lari maraton biar cepet tuh langsingnya!"


"Aaaah,,,malah dukung,aku tunggu deh berapa menit sampai sekolahan?"Thy Than penasaran.


"Ya bentar lagi setengah jam atau 20 menit,juga lumayan jauh lho dari toko kue Amanda kesekolahan kamu!"


"Ooooh masih jauh,tak tungguin ga pa-pa.Aku udah kangen berat sama kamu Sya."


"Heemm,dasar maunya kangen aja sama aku.Ya udah sabar ya!"Lalu menutup ponselnya dan menyimpan disakunya.


Rasya pun segera tancap gas untuk menjemput Thy Than saat ini juga.Santai tinggal nanti habis jemout tuan putri gua ajaklah ketempat lain lagi naruh pesenan.Ga pa-pa dia kan open minded sama gua hahaha.


Saat menutup ponselnya,seketika dua cowok berdiri disampingnya dengan tujuan yang sama yaitu Edwrad dan Jerry.Pasal apa yang akan menjerat Thy Than bila ga ada yang bisa menjatuhkan hatinya sejauh itu.


"Haaaah,,,kalian ngapain mepetin aku lagi."Mencoba menghindar sama aja diikutin terus.


"Heeeh?,,kalian tuh ya.Jangan bikin aku emosi ya!"Sambil memberikan kepalan tangan.


"Emang kita sejahat difikiranmu Than,enggalah.Kita cuman mau nawarin tumpangan sama kamu,mau kan?"Kembali membuat Thy Than ga terkejut lagi.


"Apalagi naik mobil gua lebih privat dan seru lho!"Jerry pun mengatakan hal yang lucu.


"Sama gua aja,naik motor retro dan kita bisa menatap pemandangan dengan tampilan natural,mau kan?"Edward ga mau kalah


"Haduuuh,makasih ya teman-temanku yang baik hati,tapi sayang aku udah dijemput sama Rasya.Jadi ga usah repot-repot.Pulang aja bawa tumpangan yang lain ya,,,ya,,,ya ,,,ya."


"Beneran ga mau nebeng ama salah satu dari kita berdua?"Tanya Edward udah pesimis.


"Ya engga,kan kalian udah aku bilangin tadi!"Tengak-tengok dengan tatapan jelas membingungkan.


"Beneran ga ada yang mau diantar sama aku gitu?"


"Atau sama gua?"Jerry masih bersikuku untuk membujuknya.


"Ga usaah ,pada pulang semua deh.Biar aku ada yang jemput kok santai aja okeeey!"Sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Ya deh,lain kali elu mau ya gua tebengin!"Edward akhirya mengalah dan pergi duluan dari Jerry.


"Siiip!"Sambil mengacungkan jempolnya.


Lambat laun Jerry pun ikutan pulang duluan deh sama Edward,sedangkan Raisa dan Anna juga ngeliat Temannya ngapain tuh berdiri dengan santai tapi agaknya khawatir juga,samperin aaah.


"Kita samperin yuk dia.Nunggu siapa seeh?"Kata Raisa berniat menggali ceritanya Thy Than.


"Boleh juga!"Bergegas untuk bisa mendekati Target.


"Duuuuoooorr!"Sambil menyentuh kedua pundaknya,jelas itu akan mengagetkan Target.Tapi ga berhasil tuh.


"Kenapaaaa?"Tanya balik tengak-tengok bingung ngeliat mereka berdua yang ini beda juga sama-sama cewek.


"Tumben nungguin siapa?"


"Rasya,,,kenapa emangnya?"


"Penasaran aja,biar tahu orangnya aja deh gue."Lanjut Anna masih yakin.


"Ya kalau kalian mau nungguin sambil jajan,silahkan.Nanti juga tahu siapa yang jemput aku."


"Trus Jerry sama Edward kemana?"Tanya Raisa kaget.


"Pada pulang sendiri-sendiri,aku males bareng sama mereka!"


"Kenapa?"


"Ntar bukannya sampai rumah,malahan diajak nongkrong lagi.Ga banget deh!"


"Trus kamu maunya dijemput sama Itu tuh,siapa dia?Tiba-tiba pada amnesia.


"Iya itu siapa lagi kalau bukan pak Radith!"Sambil membisikkan kalimat yang ga penting.


"Heheheheh engga deh yang penting aku ga cari masalah lho heheheh!"Ujarnya.