Thy Than

Thy Than
57.Masih pada Mikir



Diperjalanan keduanya ga ada percakapan yang lebih baik lagi.Selain membayangkan kenapa sahabatnya bisa masuk kedalam rumah yang tentu bukan rumahnya sendiri.Siapa sebenarnya Ganindra itu sampai ia berani masuk kedalam rumah tersebut dan membuatnya semakin penasaran. Sampai akhirnya Supir taxi tersebut bingung,tumben mereka kok ga ada obrolan yang pasti membuatnya heran sama sekali.


"Lho kok pada diem aja.Ada apa ya?"Senyum sang supir mengarah kepada mereka.


"Kita pak!"Langsung Thy Than nyahut.


"Iya siapa lagi Non!"Jawabnya datar.


Menghela nafas lalu menjawab dengan galau setinggi-tingginya.


"Ya gimana ga diem pak.Kok tumben temen kita bisa nyasar kerumah tadi.Kan aneh,jalan rumahnya tu lho ga disitu.Ngapain ya?"Ia mikir sambil memainkan jarinya pada dagu.


"Tanyain aja Non,kan ga ada salahnya!"


"Tapi jelas dia tahu dong kalau kita buntutin?"Mega meringsuk masuk dalam cerita.


"Mau gimana lagi,namanya penasaran."Jawabnya samnil tersenyum mengarah kepada mereka.


Menoleh meminta saran ke Mega,apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Gimana?kita introgasi besok atau lepas aja?"Menatap dengan harapan jawaban itu ada pada Mega.


"Kita tanyain aja baik-baik.Pasti dia akan jawab kalau engga ya resiko kita deh heheheh!"Jawab Mega diplomatis.


"Bener tuh Non,tanya aja.Kan namanya penasaran jadinta gitu deh!"


Idde pak supir memang ada baiknya juga,sampai didepan rumah Mega.Ia menoleh dan mengajaknya masuk kedalam.


"Ayo masuk,nanti aja pulangnya!"Ajak Mega menarik tangan Thy Than.


"Engga deh maaf,sekarang aku harus dirumahnya om Rey tepat waktu.Soalnya kak Joana tugas kerja keluar negri ga tahu deh kapan.Ntar kalau aku ga masakin kan ga enak sama om Rey."Ujarnya menjelaskan.


"Oooo,,gitu.Ya udah kamu hati-hati jangan nyasar ya."Pesan Mega untuk Thy Than.


"Iya enggalah."Jawabnya yakin.


Mendongak dengan berpesan kepada Supir taxi untuk mengantarnya sampai tujuannya.


"Pak tolong anterin dia sampai rumah ya.Ntar hilang seantero Wilayah pada nyariin dia hehhehe!"Ujarnya bercanda.


"Siap Non,beres!"Sambil mengacungkan jempol.


"Kamu tuh ada-ada aja,hehehe!"


"Byeee sayang,hati-hati!"Sambil cipika-cipiki.


"Iya aku akan hati-hati!"Jawabnya membalasnya.


Mega keluar dari bangku belakang dan menutup pintu juga melambaikan tangan untuk sahabatnya.Hanya senyum dan ketenangan tengah menjelma dalam diri Thy Than.


"Sekarang kita kemana Non!"Tanya Supir taxi.


"Keapartemen Green pramuka pak!"Jawabnya santai.


"Oke siap!"


Melaju kencang kesebuah apartemen dengan pesona yang indah tak kala ia tersenyum untuk segera turun setelah sampai dilobby.


"Makasih pak!"Ujarnya sambil memberikan uang ongkos.


"Sama-sama Non."Jawabnya berlalu pergi,Thy Than hanya menatap jauh dan berbalik segera masuk kedalam menuju reception lalu mendekati salah satunya.


Karena ia tahu,tadi cukup santai dengan obrolan bersama om Rey sampai ia lupa memberikan kuncinya kepada dirinya,dengan senyum manisnya ia pun meminjam kunci serep untuk kamar milik Radithya Rey.


"Permisi mba,boleh minta serep kamar 335,tadi Om Rey lupa ngasih kuncinya sama saya.Bisa kan?"Sambil menompangkan tangan dimeja reception.


"Oooh,,,keponakannya pak Rey ya!"Lanjut salah satunya.


Mengangguk yakin bahwa benar ia adalah bagian keluarga baru dari Radithya Rey.


"Iya betul,,,bisa kan!"


"Sebentar saya ambilkan dulu."Bergegas mengambil kunci ID card yang sesuai dengan kamar 335.


Tentu kamar itu sangat diketahui oleh banyak reception yang telah lama bekerja disana.Kehadiran Rey memang memberikan angin segar buat siapa saja yang mengenalnya.Tak terkecuali para wanita tersebut.


Mengehela nafas panjang saat ia melangkah menuju lift apartemen.Kayaknya ada yang kurang saat ini.Sampai masuk kedalam ia bersandar dengan hampa mengikuti langkah lift menuju lantai atas.Keluar dengan wajah lesu menuju kamar 335.Tangannya pun mulai mengetuk pintu,teringat juga akhirnya ia sendirian ga ada orang lain lagi didalam.


"Ooohh,,iya lupa.Kan aku udah pinjam kunci cadangan ya!"Sambil menahan tawanya.


Mengeluarkan Id Card serta memasukkan kedalam slop pintu dan membukanya.Perlahan masuk serta menutup pintu,berjalan kearah anak tangga menuju kamarnya.Melempar tas sekolahnya serta merebahkan tubuhnya dengan tenang hingga terhempas beberapa hal dalam dirinya.Menatap langit-langit terlihat tenang membayangkan dirinya dalam kesendiriannya.


Diruang kerja Rey pun teringat saat tengah melihat waktu jam digital telah menunjukkan pukul 15.45.Apa Thy Than udah pulang ya?rasanya seeh sudah.Lebih baik aku pastikan aja dia berada dirumah kan aku ga khawatir lagi.Mengambil telpon kantor segera menghubungi rumahnya.


Beberapa kali ia mendengar panggilan telpon diruang bawah.Heran,kemana dia ya?apa dia belum pulang atau kerumah temennya ya!


"Apa dia tidur?"Mengernyitkan kening dan memikirkan kembali.Kayaknya iya bener kalau dia ketiduran.


Kayaknya aku harus kirim pesan aja deh.


"Thy Than,nanti Om pulang mau dibawain apa?kamu baik-baik saja kan!Om pulang agak lambat jadi kamu sabar ya nunggu ya heheheheh!"Pesan pun terkirim dengan tepat keponsel milik Thy Than.


Suara ponsel miliknya pun tengah bergetar dan berbunyi beberapa kali.Sayang saja,Thy Than ternyata telah tenggelam dalam mimpi dan membayangkan keindahan berada bersama orang tercintanya.


"Sore pak,boleh saya masuk?"Sapa Reza dengan senyum menampakkan wajahnya.


Mendongak dan mempersilahkan untuk masuk juga.


"Masuk aja,ada masalah?"Tanya Rey penuh arti.


"Ga ada,cuman kok ga ada Joana aneh juga ya!"Berjalan mendekati lalu duduk dikursi meja kerja Rey.


Tersenyum menjawab.


"Belum biasa aja kalau kita tanpa dia.Biasanya kan selalu ada dia hidup kita lengkap.Tapi tenang aja aku akan berusaha kuat untuk itu heheheh!"Ujarnya menyikapi.


"Memangnya ada urusan apa dia disana!"Tanya Reza sambil memainkan tangannya.


"Banyak sekali yang dia inginkan disana.Kenapa engga,ternyata dia bisa menghandle dengan baik dan nanti hasilnya akan lebih bagus juga kan!"Jelasnya yakin.


"Trus Delisa gimana,sejak satu team denganmu?"Tanya Rey menyandarkan badannya serta menyentuh dagu.


"Ga masalah,sama aja.Professional dan lebih akurat dia kalau kerja.Mungkin dia tegang kali satu team dengan bapak!"Canda Reza geli.


Mengangguk"Oke,berarti dia cocok kerja sama denganmu ya!"Kalimat itu membawa dalam kebaikan seorang Reza.


"Trus pak Rey tinggal sama siapa diapartemen?"Kembali teringat dengan sosok Thy Than yang tiba-tiba tersirat difikirannya.


"Sama Thy Than lah,sama siapa lagi?"Jawabnya berkelakar.


"Trus,,,Alexa gimana!"Sambil menyandarkan kepalanya miring seraya menahan dengan tangannya.


Tersentak kaget mendengar sebuah nama yang tak biasa ia dengar,tiba-tiba Reza mengingatkan.Rasanya ga mau lagi berurusan dengan wanita macam dia.


"Engga deh,,aku ga mau berhubungan dengannya.Kamu tahu kan gimana dia telah membuatku menderita sampai saat ini dan aku mulai menyukai Joana.Kamu jangan memancing lagi ya!"Berharap dengan tawa gelinya.


"Kalau anda tertarik,kenapa tidak.Pasti dia seneng banget kalau anda datang mengejutkan dia dan membawa sebuah bunga mungkin?"Memberikan isyarat penting kepadanya.


Ada benarnya juga Reza memberikan ide untukku kembali sejenak dengan dia.Tapi apa dia mau denganku lagi ya.Kenapa juga aku bisa berfikir dengan segala hal yang tak benar tentang dia.


Sore pun telah membuat Thy Than yang saat itu perlahan membuka matanya serta merentangkan keindahan saat terbangun dari tidur siangnya.Matanya pun masih sipit banget menyapa kamarnya.


"Huuaaahh!"Sembari menguap dan memainkan tangannya menutupi mulutnya.


Beranjak turun,wajahnya masih terlihat lelah perlahan membuka jendela kamar.Berdiri seraya menyambut hawa sore hari nan sejuk bersama suasana hening ia rasakan.


"Udah sore,indah banget ya kalau dilihat-lihat!"Pujinya tersenyum menyapa dan menompangkan tangan menikmati sejenak.


"Siapa lagi yang bisa kamu lihat disore hari kalau bukan kamu sendiri berkhayal mendapatkan dia,hehehe!"Rancauan khayalan yang membuang waktu.


Menghela nafas kembali seraya berjalan mundur untuk segera mandi,dan merasa bau untuk ganti baju.Berbalik seraya menari-nari bahagia menuju kamar mandinya.


"Gimana tawaranku,apa anda menyukainya?"Kembali menjegal niatan yang hampir sempurna.


"Aku akan fikirkan!"Dengan tawa lepasnya memang membuat suasana kali ini menyentuh hati sang Pria tersebut.


Melihat jam tangan,Reza pun segera untuk mempersiapkan dirinya mengundurkan diri dari ruangan kerja milik Rey.Apa mungkin dia akan segera pulang atau hanya diam bersama berkas-berkas yang masih dia nikmati sebagai selingan hidupnya.


"Pak Rey,saya siap-siap untuk pulang ya.Apa anda berminat untuk pulang bareng saya?"


"Eeemmn,,,,kayaknya setengah jam lagi deh aku pulang.Kamu pulang duluan nanti istrimu nyari-nyari lagi dirumah kalau kamu telat pulang kan?"Sambil bercanda ria dengannya.


"Ckckckck jangan meledek saya pak,saya pasti akan pulang dan ga akan belak-belok!"Jawabnya ikutan ngakak.


"Ya udah salam ya buat istrimu.Jaga hati dan fikiran buat kamu!"Rey pun mengangkat tangannya.


"Dengan senang hati!"Jawabnya bersiap untuk meninggalkan ruangan kerja.


Ia santai bak tengah bertemu seorang wanita special dirumah,berjalan hingga berlari kecil sampai membuat Rey tertawa kecil melihatnya.Ada kecemburuan tiba-tiba saat aku melihat ia berbalik serta membuka pintu serta berjalan mundur dan kembali memberinya hormat kepadanya.


"Selamat Sore pak!"Menutup pintu dengan tawa gelinya.


"Gilaaaa,,,selamat sore!"Jawabnya seakan ga terima dan diiringi tawa kembali.


Huuuh,,,memang ya kalau udah ketemu Reza bisa-bisanya dia membahasa masa lalu.Dan ga ada habis-habisnya kalau masalah itu dibuat sama dia.Aku ga bakalan terima kalau kayak gini.Merapikan kembali dan menata dengan rapi.Lalu bersandar lagi untuk berfikir,apakah setelah kepergian Joana cukup lama akan membuat aku jatuh hati lagi sama dia?jangan harap Reza memenangkan kartu itu.


"Aku harus melupakan dia sebagai masa laluku yaaaang,,,, indah mungkin?atau yang terburuk dalam hidupku?"


Menoleh dan menatap sebuah foto yang mungkin Reza sama sekali ga mengerti arti foto dirinya dengan seseorang,tersungging pasti dia tidak menyadari kalau aku masih menyimpan foto ini!"Menarik laci meja,serta mengambil sebuah figura kecil sebuah kedekatan antara dirinya dan Alexa 10th yang lalu di Australia.


"Bisa-bisanya kita seperti ini?apa kamu ga kangen masa itu Ale!"Malu-malu menutupi wajahnya.


Setelah mandi dan menyegarkan dirinya dengan wewangian yang harum natural bahkan tidak terlalu menusuk hidung sang penikmat parfum.Pasti om Rey ga bakalan protes kalau aku pake parfum yang soft,nanti malahan suka lagi.Menahan tawanya,huuuh.Om,,,om bingung aku sama kamu.Mencari sebuah dress denim berwarna biru tua polos,lalu ia mencoba untuk menguncir rambutnya sebahu serta bergaya bak model dan mengedipkan matanya.


"Cantik banget aku,apa aku udah seperti kak Joana ya?heheheh.Apa dia akan senang lihat gayaku hampir menyamai dia!"Sudahlah yang penting kan aku bisa dandan dan menyambut om Rey ga kayak anak baru belajar pake baju ya kan.


Berbalik lalu semuanya beres,ia mengambil sendal dengan hak pendek berwarna coklat untuk menambah kesan anggun dan feminim untuknya.Tapi kok saat aku lihat dari pinggir kaca malahan kayak apa ya?ada yang aneh ga seeh.Batinnya berucap saat itu juga.


Tapi ia ga perduli yang penting aku cantik dan mempesona bisa menyambut Om ku sayang,berlalu sempat melangkah keluar,kayaknya ga enak deh kalau aku ga lihat ponselku,berjalan mundur dan mengambil serta mengecek apa yang tengah terjadi dengan ponselku.


"Ooooh,,,om Rey mengirimi aku pesan.Heemm,,kayaknya harus dicancel deh.Biar aku yang masak hari ini.Juga kan aku pandai sambil lihat di youtube!"Bergegas menelpon Om Rey saat dia tengah siap-siap untuk beranjak pulang membereskan berkasnya.


Saat ia mulai membereskan berkas dan menata kembali ditas kerja,sebuah panggilan ponselnya segera menghentikan kegiatannya.Lalu ia mengangkat dengan melihat sebuah panggilan dari keponakannya.


"Oooh,,,Thy Than.Udah bangun!"Mengangkatnya.


"Halooo,sayang.Udah bangun!"Tanya Rey hangat.


"Heheheh,maaf Om tadi ketiduran.Kecapean aku!"


"Iya ga pa-pa,oooh ya mau dibawain apa.Om udah mau pulang neeh."


"Ehhhmm,,,,ga usah deh Om.Mendingan aku masak aja,om mau dibuatin apa?"Kembali melempar pertanyaan.


""Eeehhmm,,,apa ya.Apa aja deh yang penting enak dan bikin nagih ya sayang!"Sembari senyum itu terkembang.


"Boleeeh,,,siap untuk Omku sayang!"Lanjutnya membalas.


"Ya udah om siap-siap pulang sekarang,byeee!"


"Byeee Om!"Jawabnya menutup ponselnya.


Thy Than pun berfikir santai untuk membuat menu makan malam dengan om Rey,apa ya enaknya masakannya. Tiba-tiba malahan terfikirkan oleh sebuah masakan khas Thailand yang menggugah selera.


"Ooh iya,kenapa ga masak kayak gitu ya!"Sambil membuka channel youtube sambil berjalan menuruni anak tangga dengan konsent melihat idolanya tengah masak menu khas Thailand.


Apalagi kak Joana kan jarang masak-masakan Thailand, coba deh.Mungkin bisa kalau aku membuatnya.Asal ada bahannya,bergegas kedapur dan membaca beberapa bahan masakannya dengan teliti sampai mencari dimana sudut yang bisa ia temukan dan terkumpul dengan pas.


"Yang ini udah ada,trus apalagi yang ga ada!"Sambil mengamatinya dengan pelan-pelan.


"Oooohhh,,,iya proteinnya.Udang mana udang heheheh!"Mencari didalam freezer.


Membukanya,tepat sekali aku bisa mendapatkan menu yang pas.Saatnya masak dan harus kejar tayang ini sambil melihat jam dinding terus bergerak per detik,Thy Than pun luwes untuk menyiapkan menu masakan malam ini.Apa cuman Tomyang aja ya.Sambil mikir lagi,kayaknya aku menemukan apa lagi didalam,tentunya lebih berfariative serra mendapatkan taste lebih menarik dalam masakannya.


"Heeemm,,,baunya udah enak.!"Sambil bersiap memasak nasi didalam magic com.


"Saatnya masak nasi,agak banyakin deh.Biar nanti om Rey ga protes banyak masakannya.Nasinya malahan dikit."Bersiap mencuci beras dengan bersih lalu mengambil tempat penanak nasi menata dengan rapi dan menambahkan air sesuai ukuran,tak lupa untuk mengelapnya hingga bersih dan kering.


Siap deh tinggal nambah apa lagi masakannya ya,setelah dua hal telah menjadi pilihannya.Pukul 18.35 semuanya sudah siap untuk menu makan malam,ia bersiap menatanya dimeja makan dengan sangat cantik serta perfecto.Sambil menyatukan jari dan jempolnya serta memberikan pujian untuk hari ini yang lebih keren.


"Pilihan yang mantap ini hehehheeh!"Sambil tersenyum manis menatap semuanya tanpa makna.


Sekarang tinggal menunggu om Rey yang tengah daoam perjalan pulang kerumah,didalam mobil ada senyum bahagia antara aku memikirkan Thy Than yang tengah masak apa malam ini atau Alexa yang sempat aku mengulang sebuah nama itu untui kehidupanku yang telah lalu itu.Menahan tawa,benar-benar gila aku ini telah membuat keputusan yang tak begitu jelas sampai ada harapan yang sirna begitu saja.


"Apa nanti aku siap ketemu dengan Alexa?atau aku cuek aja sama dia!"Memikirkan hingga tak menyangka sampai juga diapartemen miliknya.


Terhenti tepat dilobby,segera seorang vallet parking mendatanginya untuk memarkirkan mobilnya ditempat biasa.Dengan ramah ia menyapa serta membawa mobilnya ketempat biasanya.


Bergegas masuk kedalam,tak lupa ia menyapa beberapa orang disekitaran lobby dan masuk kedalam lift.Melihat jam tangan apa dia udah selesai masak?nanti malah aku nungguin lama lagi!aku lihat skill masaknya seeh udah bagus dan dia pasti ga bakalan gagal juga seperti prediksiku.


"Apa besok aja aku ketemu sama Alexa untuk sekedar bertemu dengannya.Kenapa tempo waktu itu dia bisa datang keapartemenku dan ngelabrak Joana.Apa maksudnya ya!"


Rasanya dia masih cenburu dengan kedekatan yang tengah aku jalani dengan Joana.Bisa juga kamu cemburu sayang,padahal kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi!"


Mengetuk pintu,suara khas seorang pria tengah bertamu membuat Thy Than mendongak terkejut saat menata kembali masakan makan malam.


"Lho siapa ya?ga biasanya deh!"Antara heran dan ga berani membuka pintu.


Tapi dari cara dia mengetuk pintu,ga mungkin juga orang lain.Aku samperin aja biar ga lama-lama aku mendengar suara berisik itu.


"Iya sebentar!"Jawabnya berjalan menghampiri pintu depan,mengintip disebuah kaca pengawas pintu,ooh om Rey heheheh.Kirain siapa,sambil membuka pintu.


"Malam om Rey!"Sapanya hangat.


Rey benar-benar kaget malam ini,kok beda ya Thy Than yang biasanya dengan malam ini.Tampil anggun dan cantik,sepertinya aku menyukai dia seperti ini deh dari oada yang biasanya.


"Haiiii,,,Om kenapa?"Mencoba menyadarkannya.


"Hehehe,kamu beda hari ini!"Sambil mengangkat kedua alisnya memuji selangit.


"Silahkan masuk Om Rey!"Ajak Thy Than mempersilahkan untuk masuk kedalam.