Thy Than

Thy Than
Bab.28 Sial!Ketemu pak Radith lagi.



Mereka bagaikan berada dalam jurang tebing yang tinggi saat sebuah panggilan yang membuat hati seakan terenggut seketika.Mungkin kali ini adalah kesialan kami bertiga,ngapain coba Biyan ikut-ikut tampil bak seorang power ranger yang siap untuk beraksi,malahan kalah sama Zordonnya mereka.Dengan senyum kemenangan,Radith telah memanggil mereka diantara junior-junior yang mengidolakan Jerry dan Biyan.Sayangnya Thy Than ga masuk klasifikasi mereka sebagai idola.


Masih sambil memainkan bola basket,tatapan seorang guru olahraga membuat mereka kebingungan.Ada apa lagi,padahal kita ga ada jam olah raga sama pak Radith lagi.


"Kenapa pak,hehehe!"Thy Than ambil bagian.


"Kalian bertiga,mau kemana?"Tanya Pak Radith sambil melempar bola kearah Biyan.


Wuussss,,pluuukkkk seketika ditangkap oleh Biyan dengan sempurna.Semuanya pun terkejut dan memberikan tepuk tangan meriah sama pemegang bola tersebut.Rasanya bener juga kalau Biyan juga punya potensi.Jerry pun heran sejak kapan dia bisa mendapatkan ilmu sehebat itu.


"Lempar balik!"Pintanya sambil mengangkat tangan.


"Lempar balik?"Tanya Biyan.


"Iya dong balikin lah!"Pintanya segera.


Langsung Biyan melempar bolanya kearah pak Radith,Huup,,,tangkapan yang bagus bagi seorang senior pebasket handal.Lagi tiba-tiba Lemparan itu mengarah pada Thy Than.Wuuussss,,,,


"AAAAAAAA!"Ia tak menyadari dan,,,,,


DIEEEEENGGGGGGGG,kepalanya pun terkena lemparan bola hasil dari kecepatan pak Radith.Hampir tumbang karena tersentak bola segera dengan cekatan Jerry menangkap Thy Than sampai ga jadi jatuh ketanah.


"Haaaaah!"Seketika Jerry menangkap dan tatapan bak drama Korea tengah terjadi dilapangan basket.


Teriakan dan sorakan pun tengah mengemuruh dilapangan basket karena kelihaian seorang Jerry dalam menangkap korban lemparan bola basket dengan tepat.


"Haduuuuh,,,,payah banget kamu!"Ujar pak Radith dengan memantulkan bola basketnya.


"Kamu ga pa-pa kan?"Tanya Jerry dengan menarik tubuhnya kembali tegak.


Ia pun menggelengkan kepala.


"Jerry!"Panggil pak Radith sambil melempar bolanya,tegak lurus hampir saja membuat Jerry kepayahan hingga dia berhasil menangkapnya.


"Keren,,,lempar balik!"Pintanya.


Dengan cekatan ia melempar bolanya kearah pak Radith.Langkah pak Radith pun akan membuat sebuah pertemuan khusus dengan Thy Than.Perempuan satu-satunya yang ga bisa menangkap bola dengan cekatan. Malahan harus kalah sama kedua temannya.


"Kamu,harus banyak latihan.Nanti sore kita ketemu dilapangan ini lagi ya.Setelah kamu pulang istirahat dan ketemu lagi ya sekitar pukul 16.35 sore.Kamu bisa kan?"


"Haaaah ,,,,sore ini pak?"Tanya lagi.


"Iya,kamu harus datang.Kita tanding sampai kamu bisa.Kalau kamu bisa memasukkan dua gol melawan saya.Kamu akan saya anggap lulus!"


"Kalau engga?"Tanya balik.


"Resiko kamu,,selamat menikmati.Byeee!"Sambil senyum melambaikan tangan.


"Haduuuh ,,,,kenapa aku kayak gini seeh!"Keluh Thy Than sambil memukul lengannya.


"Kok bisa seeh kamu kalah kayak gitu Than!"Jerry menyalahkan Thy Than.


"Ya mana aku tahu,aku kan ga sepeka kalian berdua."Jawabnya sambil keluar ototnya.


Dari jauh pun Radith hanya mengumbar senyum lalu berkata.


"Jangan saling menyalahkan.Pokoknya nanti sore ya kita ketemu lagi."Kata pak Radith sambil memainkan bolanya.


"Haduuuh,,,ampuuun deeh!"Sambil menutup wajahnya.


"Udah ayo pergi!"Rangkul Jerry membawa Thy Than kekantin.


Biyan pun mengangkat kedua pundaknya dan ikut deh dibelakang mereka berdua.


"Awas aja kamu ga berhasil Than,,,jadi tawanannya pak Radith lho hehehehe!"Candanya ketawa lepas.


"Haaaah,,,,jadi tawanannya."Rengeknya lagi.


"Ya kalau kamu berhasil mengalahkan dua poin aja.Ya hidupmu ga bermasalah sama dia.Salah sendiri tadi ga respek sama dia!"Ledeknya Jerry membuat Thy Than tak berdaya lagi.


"Trus aku ketemu sama pengacaranya papa ga jadi deh!"Ujarnya manyun.


Seketika tatapan serius mengarah kepada Thy Than,apa yang salah coba aku berkata seperti itu.Langsung aja dia pun ketawa pura-pura salah ngomong.


"Eeeh ngelantur.Gaya banget ya hehehe!"


"Huuu,,,elu tuh ya.Bikin kita kaget aja emang kalau udah setress ngomongnya suka ga jelas kan,hehehhe!"Dorong Biyan sampai mau jatuh juga dia.


"Iya neeh,kirain ada masalah apa gitu sama penegak hukum!"Lagi tambahan dorongan bikin Thy Than kesel.


"Duuuuh,,,ga usah kompak-kompak gitu deh dorong-dorong aku.Bete neeh!"Terhenti lagi manyun.


Mereka yang udah melangkah duluan,terhenti lalu menoleh seraya merayunya kembali untuk tampil bersama.


"Udah deh ga usah marah,ntar ga gua traktir lho!"Kata Jerry menggodanya.


"Lagian pada gitu sama aku.Ntar temenin ya biar ga diapa-apain lagi aku sama pak Radith!"


"Emang kenapa?dia kan masih muda ganteng dan seksi!"Bisiknya bikin Thy Than begidik.


"Hiiiiiih,yang seksi tuh tetep Rasya!"Masih melakukan pembelaan.


"Kalau gitu minta tolong aja sama dia.Ngapain sama kita ya kan Jerr!"Biyan kembali melakukan ulah kompor mengompori.


"Iyaaa maless banget,ada masalah kayak gini aja kita yang diandelin.Baru yang seneng-seneng Rasya.Ga adil neeh!"Lagi nyubit pipinya.


"Lha terus gimana dong!"Langi jalan ngikutin mereka menuju kantin.


"Ya kuta dilibatin dalam suka duka kamu.Bukan dukanya buat kita,,,,!"Kata Biyan.


"Trusss sukanya ama Rasya,ckckckck!"


"Ya udaaah maaf,nanti aku rubah deh skejul yang baiknya gimana sama kamu.Biar ga ngambekan kayak gini.Aku kan butuh dukungan kalian lho!"Pintanya sambil menyentuh kedua bahu Jerry dan Biyan.


Langsung aja mereka pada duduk,Thy Than langsung bingung ngelihat mereka udah melambaikan tangan serta senyum-senyum.


"Lho kok pada duduk?trus aku ngapain neeh!"Tanya Thy Than bingung.


"Pesen aja,samain deh ama kita berdua.Ya ga bray!"Saling tos bersamaan.


Heran sejak kapan mereka akur kayak gini,bikin bete aja kalau lihat mereka dengan gaya sok cool padahal aku tengah galau kayak gini.


"Ya udaaah,aku pesen.Awas lho pada protes ga terima sama pesananku!"Sambil nunjuk kearah mereka berdua.


"Ya yang jelas kamu bener aja kalau pesen,ga macem-macem gitu!"Lanjut Biyan angkat bicara.


"Okeeey!"Berbalik badan lalu mendekati penjual makanan kantin langsung sat set pesan buat ketiganya dengan manisdan lebih flexible.Yang akhirnya dia membawa tiga gelas ice tea dengan tampilan mempesona.


"Neeeh,,,aku mintain duluan biar kalian ngga ngebacit aja sama aku.Yaaa,selamat menikmati."Menaruhnya didepan mereka berdua.


Lalu duduk dan menikmati segelas ice tea dengan pas,sampai ada suara yang tampil dalam diri mereka bertiga.


"Aaaaaahhhh!"Saling bersamaan.


"Hahahaha,,,tumben kita kompak!"Saling tos bareng.


"Kalian cocok deh jadi team body goal ku.Aku terharu banget.Seakan aku putri yang terasingkan dan menemukan kalian berdua.Hahhaha!"Lanjut Thy Than dengan tampilan mempesona.


Saling menatap dan ga tahu mau ngomong gimana sampai harus mengeryitkan kening sambil menoleh menjawan kalimat Thy Than.


"SERIUSSSS!"


Ia mengangguk yakin.


"Yang jelas bukan karena kamu mendapat tantangan dari pak Radith kan?"


Thy Than menggeleng


"Atau memang gaya kamu udah mulai membuat kita yakin kalau kita ini pilihan yang tepat!"Sambil tersenyum melempar pertanyaan itu.


Ia mengangguk.


"Pokoknya bantuin aku,dengan cara menemani aku dipinggir lapangan.Jangan sampai kalian ga dateng ya."


"Ya kalau kuta ga dateng karena ada urusan Than,bukannya ga mau sama eluuu!"Jawan Biyan yakin.


"Lha terus kalau kalian ada acara,acra kemana coba?"Seakan bingung sama kesibukan mereka.


"Gua kalau sore ketemu sama seseorang buat benerin tuh mobil gua mogok mulu.Lho tahu ga gara-gara mogoknya itu gua dateng kesini jam setengah enam pagi.Sambil pelan-pelan,,,mangkanya gua butuh mekanik buat benerin mobil gua."Jawab Jerry ngeles.


"Trus kamu Biyan?"Sambil mengharapkan sesuatu kepadanya.


"Bukannya gua ga mau bantuin eluu ya.Gua tiap sore jualan diaplikasi.Buat nambah-nambah keuangan keluarga.Ya elu udah kayak dari orok.Lha gua lagi berjuang!"Kata Biyan membuat Thy Than langsung pasrah sama apa yang terjadi nantinya.


"Ya udah deh,,,ngalah aku.Kalian terserah deh mau kemana.Aku ga perduli lagi!"Sambil menghela nafas panjang.


Tak lama kemudian,makanan pun datang.Mau ga mau ya dimakan,Karena ini pesanan Thy Than jelas membuat mood keduanya agak kongslet kalau kayal gini.Mikir dan membuatnya harus tepat sasaran diperutnya.


"Permisi mie ayam datang!"


"Haaaah,,,mie ayam!"Langsung kaget keduanya kompak.


"Kalian berdua kenapa seeh,dari tadi kompak aja,ga inilah ga itulah.Biasanya berseberangan.Kok sekarang malahan aneh deh.Huuuuh!"Sambil meluapkan emosinya.


"Santai ga boleh ngambek heheh!"


"Iyalah semangat dong!"Biyan ikutan memberikan dukungan.


Kali ini Anjas berfikir lebih serius setelah ia bertemu dengan Dahlia juga tentang kehidupannya.Karena satu salah paham,akhirnya ada hubungan yang selama ini dibangun rapi bersama pasangannya pun harus hancur.Tapi mau gimana lagi,itu adalah sebuah kejutan yang membuatnya tak tahu lagi harus memberikan apa buat Dahlia.


"Lalu kalau dia pergi dari kosan itu,jelas aku bertanggung jawab dong atas hidupnya.Waduuuh!"Sambil mondar-mandir dan menepuk keningnya beberapa kali.


"Nanti deh aku bicara lagi sama dia.Tapi sekarang enaknya kemana ini apa aku harus cek out sekarang atau nanti sore aja dan ngajak Dahlia langsung pindah aja kerumah baruku.Biar dia ga banyak fikiran lagi."Misteri pemikiran yang akan ia buat untuk membuat hatinya Dahlia kembali dalam kehangatan dan mencoba melupakan setiap masalah yang akan dia buat.


Berjalan keluar untuk mencari sebuah kesegaran mata dan hatinya sendirian,keluar dengan pakaian santai kemeja bercorak pantai dan celana jeans hitam.Gimana kalau aku pake topi dan kaca mata hitam.Saat ia melihat penampilan yang seru tentunya ia tersenyum senang dan bergegas untuk keluar dengan mengambil tas selempang kulit berlalu keluar dan menutup pintunya.


"Kemana Dahlia ya,nanti aja kali ya aku ketemu sama dia,aku kabarin reception kali ya kalau sore nanti aku cek out biar dia cepet proses pembayarannya.Oke pilihan yang baik!"Melangkah menuju lift dan turun kelantai bawah.


Terhenti sejenak ditengah-tengah,karena ada yang tengah masuk.Tentu itu mengejutkan dan tak disangka-sangka bahwa itu adalah Dahlia.


"Dahliaaa,mau kemana!"Kata Anjas dengan senang melihat dirinya.


"Pak Anjas,hehhehe.Saya kira orang lain."Jawabnya kaget juga melihat sosok tampilannya yang gagah dan seksi.


"Mau jalan-jalan,sayang kamu ga ikut.Entar tungguin pulangnya aku mau ngobrol sama kamu yaa!"Pintanya mengumbar senyum.


"I-Iyaa pak!"Jawabnya gelagapan.


Ada apalagi seeh sama mas Anjas sampai aku harus ngobrol lagi sama dia.Kan masalahku belum usai,masak dia ga prihatin sama aku.Keluar dari pintu lift jelas langkah mereka berbeda jalur dan sempat-sempatnya pak Anjas melambaikan tangan kearahnya tentu dibalas senyum dan berlalu meninggalkannya.


Terhenti sejenak,dia segera berjalan keluar dan mampir sebentar direcepton.Semoga aja ada yang bisa dikatakan selain itu.


"Permisi mba!"Suara khas pak Anjas membuat salah satu karyawannya tersenyum menyapa.


"Iya pak,ada yang bisa dibantu?"


"Saya nanti cek out sekitar jam 6 sore,apa pembayarannya langsung sekarang atau nanti pas cek oout?"Tanya lagi.


"Pass waktu cek out aja,itu peraturannya!"Jawabnya singkat.


"Oke deh,terima kasih infonya!"Berlalu meniggalkan keramahan seorang Reception.


"Sama-sama pak!"Senyum itu perlahan menghilang tak kala langkah Anjas pun menuju sebuab mobil porche hitam yang siap ia kendarai dengan mengelilingi kota.


Masuk kedalam mobil,dirinya pun kembali bersiap bertemu dengan manager penjualan untuk mendapatkan rumah yang tengah ia inginkan dengan pilihan yang sesuai.


"Selamat siang,buuu!"


"Haiiii,,,Selamat siang pak Anjas."Keduanya saling berjabat tangan lalu mengobrol seru tentang rumah yang akan ia dealkan dengan mantap.


"Gimana pak,bapak suka kan dengan model rumah beserta isinya juga lokasinya kan?"


"Iya sangat suka sekali,nyaman dan luas.Itu pilihan yang tepat mungkin buat saya untuk bisa tinggal disana?"


"Oooh iya rencana mau tinggal dengan siapa?orang tua atau istri atau?????"Jawaban itu segera ia tepis dengan hangat.


"Belum,,,mungkin ada yang tinggal tapi bukan Istri.Well aku harus sabar mendapatkannya!"


"Oooooh iya,saya mengerti sekali dengan apa yang anda inginkan.Semoga lekas dapat jodoh pak ya!"Dengan hangt ia berharap,mungkin dalam hatinya ia ingin dipinang,tapi apa dasarnya sampai ia berharap seperti itu.


"Bisa saya langsung mendapatkan kuncinya?"Tanya balik.


"Bisa pak,oooh ya sama saua ambilkan berkas penjualannya kepada bapak ya.Biar nanti ga ada kendala lagi,karena bapak sudah mendapatkan berkaa-berkas yang telah bapak inginkan."Beranjak berdiri menuju lemari untuk mencari beberapa berkas dan akan dilimpahkan langsung kepadanya.


Beranjak kembali duduk,rasanya aku tidak akan bertemu dengan seorang pria yang keren dan ramah lagi.Ini adalah stok langka yang ga mungkin bisa didapatkan lagi.


"Permisi pak,ini berkas-berkasnya silahkan untuk dipelajari dengan cermat.Bila sudah silahkan tanda tangan dipaling belakang."


"Baik,bu!"Kata Anjas dengan wajah serius untuk segera bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.Tinggal cukup lama di Indonesia dan bisa dekat dengan seorang wanita yang menarik.Kenapa engga,ini adalah sebuah pilihan yang jelas akan membuatnya kembali bersemangat.


Hampir beberapa menit,Anjas pun setuju dengan beberapa berkas yang diajukan dan menjadi perjanjian yang lebih flexible untuk dirinya,setelah obrolan selesai dan Anjas mendapatkan kuncinya,ia segera undur diri dan melihat kembali rumah yang menjadi awal ia mendapatkan dengan tatapan serta harapan dari seorang wanita dalam dirinya.


Bergegas untuk keluar dari kantor perumahan,Anjas pun kembali dengan senang untuk mengujungi rumah yang akan dia tempati bersama seorang wanita.Apakah dia mau atau engga itu adalah pilihan dan idenya agar bisa merayunya tinggal bersamanya.


"Pasti Dahlia tidak akan menolak bila tinggal disini dan bekerja dirumah ini juga.Aku rasa dia akan menolak bila hanya sekedar tinggal saja.Pasti akan banyak drama yang dibuatnya saat aku berdebat nantinya.Udahlah aku fikirkan nanti deh!"Sambil berjalan menuju ruang tamu yang lumayan besar dan lokasinya memang membuatnya betah untuk segera mendapatkannya.


Mengintari lagi beberapa sudut ruang yang lebih elegan dan hangat.Lalu dia terhenti kembali dan memikirkan dimana dia akan memberikan kamar bagi Dahlia.


"Apa disana ya?"Menunjuk paling ujung.


Rasanya ga mungkin kalau aku jauh-jauh dari wanita itu.Lebih baik dia tinggal disini aja deket sama aku!"Beranjak berlari kecil menaiki anak tangga dan berjalan menuju pembatas pagar panggung.


"Kayaknya dia suka disebelah sini deh!"Berbalik serta berfikir kalau sebelah kamarnya adalah Dahlia,aku bisa dekat dengan dia dan kita banyak mengobrol tentang kehidupan kita.


Lalu kembali untuk melihat sebuah piano,pilihan yang tepat,aku akan banyak belajar piano untuk bisa menjatuhkan pilihan untuk dia.Pasti dia akan suka dengan romantisme cinta yang aku buat perlahan sama dia.Aku yakin bisa.


Tersenyum sendiri,lalu ia melihat jam tangan apa dia sekarang lagi istirahat ya.Mungkin kali,mending aku coba aja menghubunginya.


Dengan wajah serius untuk mendapatkan apa yang dia inginkan jelas ini adalah pilihan yang tepat baginya mendapatkan obrolan yang santai tentu saja dengan menggodanya.


"Hallo selamat siang!"Jawabnya dengan senyum ramahnya.


"Hallo Dahlia kamu lagi istirahat ya?"Kembali bertanya sambil bersandar dipembatas pagar.


"Iya pak,ada apa ya!"


"Lho kok manggilnya pak,Mas dong."Kata Anjas dengan wajah serius.


"Haaah,,,salah lagi?"Tanya Dahlia bingung.


Seorang temannya disamping Dahlia pun kepo sesekali dia menyolek lengannya,serta bertanya dengan sebuah kode yang ingin dia tanyakan.Dia malah menolak bahkan segera beranjak untuk meninggalkannya.


"Yaaah pergi,padahal pengen tahu siapa yang nelpon dia kok huuuh!"Sambil merunduk pasrah ada kesalnya juga seeh.


Melangkah pergi untuk menghindar dari pertanyaan yang seakan menggamggunya.


"Iya,nanti aku cek out jam 6 sore,trus jemput kamu.Kamu nginep ya dirumah baru kita!"


"Haaaah,,,,rumah baru kita?"Kaget dong,kenapa dia mencoba mengait-kaitkan dengan masalah rumah yang udah dibelinya.Apa dia ingin aku tinggal sama dia gitu?


"Iya,rumah yang akan kita singgahi.Nanti kalau kamu ga mau tinggal cuma-cuma boleh kok ajuin apa gitu sama aku.Pasti aku kabulin kok.Santai aja ya!"


"Tapi pak,saya kan dikosan itu miliknya Jamal.Jadi saya ya keluar karena dia sudah melepaskan saya!"


"Tahuuu.,,tapi kuenya kemarin masih ada kan?"Meringis bertanya.


"Masih,,,emangnya mas Anjas masih mau?"Tanya lagi.


"Ya masihlah,enak lagi kuenya.Nanti kita rayain sambil makan kuenya itu ya!"Pintanya berharap.


Tawa nan renyah telah membuat Anjas kembali senang dan bahagia kali ini bisa mendengar tawa dari seorang Dahlia.Semoga dia ga sedih dan ga kembali dalam kehangatan bersamaku,aku berharap lebih tentang kedekatan ini.Huuuh,wanita yang telah membuatku jatuh hati sejatuh-jatuhnya sampai aku mengharapkan kamu seorang.