Thy Than

Thy Than
Bab.26 Menyebalkan! kenapa sama dia seeh.



Mencoba tegar untuk berjalan menemui sosok pria yang masih mencoba mengumpulkan nyawanya hanya sekedar bertemu dengan siapa aku pagi ini.Seakan merasakan pusing sejenak saat kepalanya tengah mimpi berat.Mimpi apa aku semalam,apa memang aku mimpi ketemu seseorang orang itu benar datang pagi ini ya.


"Ooooh,,,kamu.Sini duduk!"Pintanya mengumbar senyum dengan pakaian tidurnya.


Setidaknya aku lupa kapan aku ganti baju menjadi kimono berwarna biru tua.Tapi beneran semalam aku kecapekan, malahan bisa ganti baju.


Aku melihat Dahlia udah bukan Sosok yang hangat sejak dia terasa nyaman bersamaku.Melainkan wanita tengah patah hati karena kekasihnya aku hajar dan dia cemburu plus pemarah.Kadang dibilangnya temperamental,kembali Anjas mendongak melihat raut wajahnya seakan tidak ingin melihatku lagi.Padahal aku ingin ketemu sama dia,kangen mungkin.


"Kamu kenapa?masih marah sama aku!"Beranjak berdiri seraya menyentuh bahunya.


"Engga,aku ga percaya aja sama Jamal.Tanpa aku jelaskan sebenarnya kita ini apa?malahan dia bersikap seperti itu pada mas Anjas.Maaf ya mas!"


"Haaah,,,kamu minta maaf karena dia?"Kembali bertanya.


Ia mengangguk yakin.


"Engga,aku ga bakalan maafin dia.Kalau kamu yang minta maaf.Enak banget dia,pengen dia aku hajar lagi biar sekalian patah tulang tuh badannya."Malahan emosi aja tiba-tiba.


"Jangan mas kasihan dia!"


"APAAAA?KAMU MASIH KASIHAN SAMA DIA.KURANG AJAR BANGET.Kamu tuh ya,jangan meminta belas kasihan sama dia ya.Awas aja kalau sampai kamu balik sama dia.Ga bakalan hidup dia."Kembali mengancam.


"Mass,jangan.Aku sebenarnya mau menikah sama dia,tahu seperti ini.Aku ga tahu lagi mau gimana hubunganku sama dia mas.Mas jangan hajar dia lagi ya."


"Trus kalau kamu mau menikah sama dia trus gagal,kamu jelas dituntut dong sama orang tuanya.Apa itu ada syarat yang harus kamu berikan sama keluarganya Jamal?"


"Sepertinya ada mas!"


"Tuuuu kan,itu bukan pernikahan.Itu hal lain,balas budi atau balas apalah modelnya.Aku ga suka kayak gitu.Mending kamu temuin aku sama orang tuamu.Kita bicara baik-baik dan kita akan selesaikan dengan cara baik-baik,bisa kan?"


Malahan dia merunduk serta menggelengkan kepala.


"Kenapa seeh kamu,kamu diancam sama Jamal atau keluarganya.Tenang ada aku,aku akan jaga kamu kok.Santai aja ya."


"Tapi mas kalau dia minta sesuatu padaku gimana?"


"Ada satu cara biar kamu ga diganggu sama dia,gampang itu!"Anjas memberikan ide untuk Dahlia.


"Apa itu mas!"Penasaran sama ide anehnya.


"Tinggal sama aku dirumah itu,gimana?"


"Haaah.,,aku ngekos gitu dirumahnya mas Anjas gitu?"Kembali bingung.


"Yaaa,,,bisa dibilang gitu,kamu kos dirumahku dengan syarat."Kembali memberikan syarat.


"Apa mas?"


"Kamu buru-buru menikah denganku dan ga ngekost lagi,gimana lebih seru lagi kan?"Membuat Dahlia menahan tawanya.


"Kok malah ketawa seeh?ada yang aneh sama ucapanku!"


Tawanya lepas dan ga bisa berkata lagi,lebih baik aku ngekost aja dari pada harus menikah dengan orang sebaik mas Anjas.


"Mendingan aku ngekos dari pada menikah dengan mas Anjas .Terlalu cepat mas,kenal aja kita baru berapa hari,dua hari!"Sambil mengangkat kedua jarinya.


Iya juga seeh benar banget kata Dahlia,aku aja yang terlalu bernafsu sama dia.Setidaknya itu telah membuat hati seorang wanita sedikit lega dengan jawaban itu.Saat ini keheningan hati Seorang Dahlia memang belum bisa dikatakan tengah baik-baik saja .


"Hahahhah.,,kamu tuh bisa aja kalau jawab.Nanti kamu pulang jam berapa?"Tanya Anjas dengan menatap kembali.


"Sore palingan jam.19.00.Kenapa emangnya!"


"Aku mau mengajakmu jalan-jalan lagi dan menikmati rumah baruku gimana?"Tawaran itu segera difikirkan sejenak oleh Dahlia sampai akhirnya dia mengangguk menyetujuinya.


"Ya boleh,tapi pas pulang kerja ya mas!"


"Oke,sekarang aku mau sarapan pagi.Kamu mau menemaniku?"Tanya Anjas berharap.


"Rasanya engga deh mas,aku masih banyak kerjaan yang ada disetiap kamar ini lho!"


"Oke deh ,,kamu yang baik-baik kalau kerja,jangan banyak berfikir yang negatif.Berfikirlah yang positif ya.Seperti memikirkan aku gitu,gimana?"Candanya membuat Dahlia menahan tawanya.


"Mas Anjas bisa aja deh.Aku permisi ya,byeee!"Sambil melambaikan tangan berlalu meninggalkannya.


Serasa terkagum-kagum dengan sosok wanita yang telah memberinya ruang khusus dihatinya.Tak mungkin aku melepaskan wanita sebaik dia,apalagi saat kembali berbalik dan masih melempar senyum saat menutup pintunya.Malahan aku melempar ciuman untuknya sampai ia terkejut dan berlalu dengan wajah memerah padam.


"Aku rasa aku bisa dekat sama dia deh kalau kayak gini caranya."Berbalik dan bersiap untuk mandi dan menjalankan tugasnya saat ini.


Saat keluar dari pintu rumah,masih saja tatapan aneh Rasya pada Thy Than membuatnya bingung.Kenapa seeh,ada yang aneh sama penampilanku ini?apa ada yang beda ya!"


"Ada yang aneh sama penampilanku Sya?"Tanya balik.


"Mana karet gelang kamu!"Pintanya dengan memainkan tangannya.


"Ada,kenapa seeh?"Tanya balik seraya mengambilnya lalu memberikan kepada Rasya.


"Neeeh,,buat apa!"


"Balik badan!"Pintanya sambil memegang kedua bahunya lalu siap untuk menguncir rambutnya dengan telaten.


"Ooooooh,,,kamu baik banget sama aku,aku terharu banget deh hehehheh!"Sambil berbalik,ia pun memegang rambutnya yang cantik dengan kunciran rapi khas Rasya.


"Makasih ya!"Langsung jinjit dan mencium pipinya dengan gemaasss.Sampai Rasya tersenyum geli juga.


"Udaah,,,jangan kelamaan.Ntar mengundang hal-hal yang seru lho!"Ujarnya melepaskan dekapan itu.


"Aaah,,,kamu tuh sok malu-malu aja.Padahal pengen kan hehehh!"Sambil memukul Pinggangnya.


"Eiitsss,,,kita jalan ya!"Sambil masuk kedalam mobil klassic miliknya.


"Lho kok ga pake mobilku seeh.Kan lebih adem dan aku bisa santai!"Protes Thy Than sambil manyun masuk kedalam mobilnya.


Rasya pun menatap penuh senyuman seraya menompangkan kedua tangannya dan menggelengkan kepalanya.


"Banyak permintaan deh!"Berjalan masuk kedalam mobil lalu siap untuk mengantarkan Thy Than sekolah.


Melihat tatapan lurus tanpa ada kalimat yang dilontarkan oleh sang teman baiknya,Rasya pun menoleh sambil menyubit dagunya dengan gemas.


"Apaan seeh!"Melirk dengan tampilan ketus.


"Heheheh,,ga usah marah gitu dong.Kan ini juga mobilku buat ngantar kue mama."


"Pake punyaku juga pa-pa kali Syaaa,,,apa kita harus menikah dulu sampai kamu bisa memakai kendaraan papaku!"Menoleh dengan tatapan nanar.


"Aku tuh bisa kok berusaha untuk mencari sesuatu.Kalau kita jodoh nikah yaaa!"Sambil mengelus pipinya Thy Than.


"Kalau engga?"Tanya balik.


"Ya kita sebagai teman baik selamanya."


"Trus aku nikah sama siapa dong?ga mau aaah.Ntar aku bilangin sama mama Gina ya.Biar kamu diomelin sama dia,aku tuh cintanya sama kamu,engga sama yang lain."Ujarnya merengek.


"Masaaaak?"Candanya lagi.


"Iyaaa,,iihhh kamu tuh ya jahat banget sama aku."Lagi bersedekap dan menatap lurus jalanan.


"Ya nanti kita bicarakan ya."Perlahan ingat dengan apa yang lernah dibilang oleh Thy Than soal pengacara tersebut.


"Oooh iya,,,trus pengacara keluarga kamu gimana?udah ketemu belum!"Menoleh melihat reaksinya.


"Ooooh iya,kan aku ada janji sama Pengacaranya papa ya.Om William.Astagaaaa,apa dia nungguin aku ga ya!"Sambil menepuk keningnya.


"Ya mana gua tahu.Atau ntar habis ngantar kamu gua coba hubungi dia aja.Biar ada janjian kapan kamu bisa ketemu sama dia,gimana?"Memberikan solusi untuk Thy Than.


"Boleh deh,makasih ya!!!"Mendekap bahunya lalu memeluk hangat.


"Dasar ada maunyaaa!"Sambil senyum menampol pipinya.


"Aduuuh,,sakiiiiit!"Manjanya kambuh deh sambil mendongak kearah Rasya.


"Biariiin,weeek!"Malahan Rasya ngeledeknya.


Manyun lagi,tapi seru lihat dia kalau manyun lucu dan nggemesin.


Sampai juga didepan sekolahan Thy Than SMA Republik,sekolahan yang ditempati dengan jiwa pahlawan dan pantang menyerah untuk memenangkan hati para pelajar.


Turun dari mobilnya,sambil.melambaikan tangan serta ciuman jarak jauh pun diberikan sebagai sayangnya kepada Rasya.Entah kesenangan dia saat berbalik jalannya bak seorang model seraya senyum-senyum sendiri tentu menjadi pergunjingan Raisa dan Anna.Bahagia banget dia,lagian sama siapa seeh kok aneh banget dia.


Beberapa meter pun Thy Than menyapa dua pesaing beratnya tersebut penuh makna.


"Haiiii,,,Raisa,Anna.Apa kabar kalian hehheh!"Terhenti sambil mengibaskan rambutnya.


"Eeitttss kena mukaku tahuuuu,,,minggiiiir!"Usir Raisa kesal.


"Iya neeh tumben banget pamer rambut panjang.Emangnya kenapa kok tumben banget dikuncir?"Anna bertanya heran.


"Tahu ga kenapa dikuncir?"Lagi bertanya sama mereka berdua.


"Engga,,,ngapain pengen tahu.Biarin deh!"


"Annaaa,kok kamu malah tanya seeh?"Seakan sinis ga terima.


"Yaaa dong.Biar tambah rame aja hahahaha!"Nampol bahunya Raisa,jelas dong dia sensi dan kesal.


"Ini tuh yang nguncirin rambutku tuh Rasya,,,calon imamku hehhehe!"Bangganya memperkenalkan Teman baiknya sebagai cintanya.


"Oooh yaaang bener,,,!"Keduanya kaget sambil menutup mulutnya.


"Kageeet kan,heheheh!"Sambil ketawa bangga sambil bersedekap.


"Emang kalian udah punya pacar,masing-masing ini?"Tanya Thy Than lagi bikin keduanya saling bertatapan polos lalu menggelengkan kepala.


"Mangkanya cari deh,keburu ada yang ngembat kan.Jerry mungkin atau Edward dia lebih romantis dari yang aku bayangkan lho.


"Masak seeh?"Lagi ga percaya.


Dari deket tiba-tiba,ia dijewer sama Jerry yang ga terima kalau dirinya diperdagangkan dengan mudah oleh dirinya yang sangat ia kagumi,kadang engga juga seeh.


"Hayoooo,,,ngomong apa!"Tanya Jerry langsung tangannya gerak cepat jewer telinga Thy Than.


"Adoooh,,,ngapain seeh jewer-jewer telingaku!"Ga sadar kalau yang jewer adalah orang yang tengah ia gibahin sama Raisa dan Anna.


"Waduuuuh?,,,,udah dateng aja.Maaf ya.Aku ga bermaksud gibahin kamu.Tapi aku udah jelas ada yang suka sama aku lhooo!"Pede banget kayaknya bikin Iil Fill aja mereka bertiga.


"Kok kalian menatap aku gini amat seeh?serem aaah!"


"Mentang-mentang udah laku,sok banget lagi."Lagi pipinya Thy Than langsung dibikin moyong aja.


"Eeeh,,,jangan gini.Ada yang cembulu lho!"Ujarnya ga bisa ngelepasin tangannya Jerry.


"Biarin,ayo masuk.Udah telat neeh!"Putar Jerry lalu merangkulnya masuk kedalam kelas.


Jelas itu membuat kecemburuan Raisa dan Anna diambang batas.Rasanya ingin memberikan pelajaran yang bermakna buat dia.Malahan udah kabur duluan,udah gitu beda kelas lagi.Ngapain juga kita ga satu kelas sama Thy Than,malahan Jerry seeh.


"Hiiiiihhh.,,Anna kok dia gitu sama kita."Tunjuknya salah alamat.


"Udaaah sabar,jangan marah-marah.Entar kita labrak nanti pas istirahat ya okeeey!"Sambil membulatkan jarinya.


"Okeeey!"Sambil jalan bareng.


Merangkulnya Jerry penuh makna rasanya jelas dia ingin tahu sebenarnya antara Dirinya juga sama Rasya itu ada hubungan apa seeh kok sampai dengan bangganya dia mempopulerkan namanya sampai hatinya tak kenal apa-apa sama lelaki macam dia.


"Elu tuh sok banget seeh bangga-banggain tuh siapa?bang Rasya sama gua sama Sama duo pesaingmu tuh buat apaaaa?"


"Biarin dia sayang sama aku kok!"Jawabnya santai aja dirangkul sama Jerry.


"Lha terus kamu,gua rangkul aja ga dilepas-lepas dari tadi emang nyaman sama gua?"


"Ya enggalah,biar Raisa cemburu dan dia membuktikan cintanya sama kamu lah.Masak sama akuuu seeh!"Celetuknya yakin.


"Emang ada cowok yang mau sama dia?ga ada.Orang dia sombong dan menang sendiri.Ga seksi kayak kamu!"Lalu berbisik kepadanya.


"Haaa,,,aku seksi?"Heran,sejak kapan aku dibilang seksi sama dia ya.Aah ngaco bener deh Jerry.


"Iya,tuuuuh bemper lu seksi banget.Gua aja pengen main gendang sama bemper lu,heheh!"Sambil meringis geli.


"Aaah dasar kamu ya,mata keranjang.Ga seneng apa lihat aku seindah ini!"Sambil memainkan tangannya.


Masuk kedalam kelas pun,Jerry ga mau lepas darinya sampai menyingkirkan teman sebangkunya.


"Jerry ngapain ngikut seeh.Kan disana kamu duduknya sama Biyan!"Protesnya sambil melepaskan rangkulannya.


"Engga,,,tolong minggir ya.Kita mau duduk bareng oke cantik!"Sambil menyubit pipinya.


"Huuuuh,,,dasar playboyyyy!"Langsung cabut dari tempat duduknya.


Tersenyum mempersilahkan Thy Than untuk duduk dan mulai diikuti dirinya dengan bangganya.


"Silahkan Nonaaa!"Sambil merunduk dan mempersilahkan Thy Than duduk.


"Hiiiiii ,,,,bete deh!"Rasanya engga banget kalau aku duduk sama Jerry,lama-lama aku dibilang Tom nya lagi sama anak-anak.Duuuh semoga aja engga deh.


Ada lucunya juga kalau sama Thy Than ya,dia berharap banget kalau gua jadi suaminya.Dasar labil,masih umur berapa udah mikirin nikah,lha gua mikirin sukses aja harus berjuang keras gimana ya,lagian kamu kan udah sukses Than tinggal nerusin langkah usaha papa kamu!


Sampai depan rumahnya,suara lantang seorang anak lelaki tengah masuk kedalam rumahnya.


"Pagiiii mamakuuuu!"Menghampirinya dan memeluk erat.


"Pagi sayangku,,,kayak ga pernah ketemu sebulan aja.Peluk-peluk mama kayak gini!"Melepaskan pelukannya.


"Gimana,,,Thy Than udah kamu antar sekolah kan?"Tanya sang mama.


"Udahlah mah,beres itu!"Sambil sibuk mana yang harus dikerjakan sama dia."Aku ngerjain apa neeh ma?"Bingung juga seeh.


"Packing dong,kamu kan pandai banget kalau packing.Trus diantar kekedai kopinya mba Ashila sama Bougenville cafe juga sama toko kue Amanda.Gimana mau yang mana dulu neeeh!"Sambil senyum-senyum kepadanya.


"Waduuuh kok menarik semua ini maaa,,,enakan yang mana dulu neeeh!"Berhenti malahan meminta saran mamanya.


"Haduuuh,,,kamu tuh ya.Ganjen banget kalau udah denger tiga cafe itu kenapa seeh?"


"Disitulah tersimpan malaikat seksi dan cantik yang bisa aku dapatkan sarinya."


Mendengar kalimat terakhir itu sang mama terkejut dan langsung aja menampol pipinya.


PLOOOOKKKKKZZZ,,,


"Aduuuh mama,,,sakit maaa!"Sambil mendekap pipinya.


"Kamu tuh mirip banget sama papa kamu ya.Genitnya minta ampun,untung aja mama sabar dan kuat.Jadinya papa ga bakalan mendua dari mama!"


"Yaaaah kok aku disamain seeh sama papa,ma.Itu kan hidupku bukan yang lain."


"Awas ya kalau ada yang ngelabrak mama,karena kamu selingkuhin anaknya mereka tuh.Jangan injakkan kaki kamu dirumah ini okey!"


"Trus dimana dong,masak ya dirumah Thy Than terus maaa!"Protes lagi.


"Ya mending gitu,kamu tuh deket sama Thy Than biar dia merasa terlindungi sama kamu.Kan kamu ingat pesanny Om Rafan kan sama kamu!"


"Ingat maaa!"Jawabnya kembali packing.


"Bagus,,,selagi kamu masih muda.Jangan berharap atas kekayaan yang dimiliki sama Thy Than ya,kamu tuh lelaki harus bisa menjadi orang sukses dengan cara kamu sendiri okey!"


"Oke maaa,minta notanya sekarang!"Sambil mengulurkan tangannya.


"Bentar ya!"Sambil mencari dimeja kerjanya.


"Mba Fian kemana ma?"Tanya balik.


"Biasalah kuliah pagi,beda kan ama kamu!"


"Iyaa seeeh!"Senyum-senyum garuk-garuk kepala.


Setelah menyelesaikan tugasnya Packing dan menata dibak belakang dengan rapi dibantu sang Mama.Semangat untuk sang anak lelaki untuk siap mengantarkan pesanan buat pelanggan setianya.


"Aku berangkat ya Maaa,,,love you mam!"Memeluk dan meringis kepadanya.


"Iyaaa,,,awas lho jangan gangguin anak orang.Ntar kamu puny banyak cadangan cewek mama jewer lagi!"


Sambil memberikan hormat kepada sang mama.


"Siap Maaa,!"Sambil berbalik lalu siap mengantarkannya.


"Dasar anak mama satu ini,seneng banget seeh bikin khawatir aja deh."Perlahan masuk kedalam.


Dalam perjalanan yanh seru seakan banyangannya adalah wanit yang telah menggoda hatiku,siapa ya sebenarnya.Tapi kayaknya seeh gua lebih sreg sama mba Ashila deh udah cantik,seksi,montok lagi.Dipeluk enak banget ga nyangka ramah lagi.Apa gua ganteng ya bikin dia senyum-senyum segala.


Terhenti didepan parkiran kedai kopinya mba Ashila,jelas dengan wajah sumringah dan berharap itu adalah pilihannya. Rasya pun membawa trolly berisikan kue dan roti yang siap untuk diantar kedalam,dari jauh pun tatapan Ayla seakan ingin bertempur bila bertemu dengan sosok pria seperti dia.


"Pagiiii Ayla,,,,pa kabaaar!"Sambil memainkan kedua alisnya.


"Lagi mas Rasya."Berjalan mendekati dan membukakan pintunya.


"Makasih yaaa!"Ujarnya sok semangat.


"Idiiiih,,,,dapat apa seeh kok seneng banget kelihatannya!"Singgungnya penasaran.


"Dapat ngeliat kamu hehhehe!"Berjalan masuk lalu berhenti lagi.


"Eeh kemana mba Ashila,Ay?"Tanya lagi.


"Lagi diruangannya kali,belum kelihatan."Sambil mengambil.trolly yang dipegang sama Rasya.


"Aku bawain deh mas,buruan tuh cari mba Ashila.Nungguin palingan dia!"


"Ya udah deh,ntar taruh biasanya aja ya.Biar gua ngambilnya ga susah gituuuuu!"


"Bereeesss mass!"Sambil mengacungkan jempol dan mengedipkan matanya.