
Joana telah siap dengan pakaian santai dan ga terlalu banyak hal yang ia kembali expose.Rasanya juga udah cantik sama cantiknya dengan keponakan yang ia rangkul keluar menyapa sang penunggu ruang tengah dimana ia tengah sibuk mengurusi game online yang berakhir dengan game over.Yaaah,padahal udah hampir final,tapi finalnya memang terganggu oleh kedatangan dua bidadari kesayangannya tengah berada disampingnya menunggu dan menunggu tanpa sadar membuatnya terkejut atas kehadiran mereka berdua.
"Kok ga ada reaksi seeh?"Joana menoleh berbisik kepada Thy Than.
Ia hanya mengangkat pundaknya,heran juga.Seru kali ya sambil ia melihat kembali diikuti sebuah kalimat untuknya.
"Masih seru Om!"Tiba-tiba kalimat itu membuatnya tak berdaya akan kejutan diserangnya.
"Waaaaaa!"Sambil mengangkat ponselnya rasanya mau terbang aja mendapatkan kejutan macam itu.Tatapan aneh melihat mereka berdua,serius ini melihat perubahan seorang Joana dan Thy Than telah berubah menjadi sebuah kedekatan yang ga bisa lagi buat penasaran.
"Gimana,cantik ga kita berdua?"Tanya Joana dengan bergaya santai.
"Iya Om,cantik kan kita berdua!"Sambil mengangkat kwdua alisnya beberapa kali.
"Cantik,cantik.Tapi malahan kamu deh yang menarik hatiku!"Lanjut Rey sambil menyenggol dagunya Joana.
Kesal juga ternyata,malahan kak Joana yang mendapatkan perhatian lebih.Trus aku gimana?"Pertanyaan itu membuat wajahnya sensi banget soal kedekatan itu.
"Om,Thy Than ga dipuji akan kecantikannya?"Kembali bertanya.
Menoleh menatap sipit mencoba untuk mengamatinya lalu yaaa okelah sambil mencibirkan bibirnya yang imut dan lebih menggoda diapun mencubit pipinya yang cabby.
"Kamu ga cantik,tapi imyuuut sayang heheheh!"Candanya lepas.
"Ooooommmm,cantik dong kayak kak Joana.Kok malah imyut seeh mana mau aku gitu!"Ujarnya sebal.
"Iya-iya cantik!"Pujinya sambil menyentuh dagunya.
Thy Than melirik ponsel milik Rey lalu heran melihat sebuah tulisan game over."Lho Om,kok game over?kenapa tuh!"
Sontak ia sadar dan melihat lagi"Astaga itu gara-gara kalian berdua tahu.Kalau kalian ga ganggu udah level atas tadi aku.Kamu seehhh!"Sambil nyubit lagi pipi Chabbynya.
"Oooom,kok lagi seeh aku dicubit.Sakit!"Jawabnya lagi kesal.
"Hemmm kok ngambek seeh sama Om Rey.Kan ga baik tuh!"Canda Joana sambil menutup mulutnya.
"Ya kalau kayak gini, ga kesel kak.Ga dipuji malah dikasih ledekan!"Ujarnya lagi.
"Ya udah kita sekarang jalan-jalan.Nanti malah ga jadi-jadi berangkatnya!"Ajak Rey bersiap untuk berangkat.
"Boleh ayo kak!"Ajak Thy Than menggandengnya.
Dalam perjalanan tetep Rey menjadi komando buat mereka berdua untuk berjalan menuju mobil pribadinya.Perlahan mendekati pintu mobil pun Thy Than dengan senyum menawan melirik kearah Joana,sampai-sampai ia ikutan menoleh dan mempertanyakan hal tersebut.
"Kenapa,melirik kakak seperti itu!"Terhenti seraya mengangkat dagunya.
"Hehehehe,engga kak.Pengen liat aja!"Mendekati Joana dan berbisik.
"Aku ga terima kak dibilang imut sama om Rey,kan aku sama cantiknya sama kakak!"Mencurahkan isi hatinya yang tengah kalut oleh gunjingan Omnya.
Terkekeh juga mendengar curhatnya sang ponakan,santai aja Rey sambil mendongak dari ruang kemudi.Lagi ngomong apa seeh mereka ada aja,sambil tersungging ia masuk aja ga perduli sama obrolan yang ga mungkin bisa ia resapi sendiri.Menunggu keduanya selesai mengobrol,Rey mencoba menghidupkan music melow yang menandakan cintanya begitu dalam terhadap seorang wanita seperti Joana.
"Udah ayo masuk,Tuan muda udah nungguin tuh!"Pinta Joana mengajaknya masuk.
"Iya deh!"Jawab Thy Than masuk dengan wajah mencoba tegar dan tetap tenang.
Tapi tetap saja,pandangan dispion depan mengarah kepada Thy Than yang aneh sampai ada tawa yang tertahan dirait wajah Rey.Ia hanya melihat keluar kaca mencoba untuk memalingkan wajah tanpa sebab.Apalagi saat Joana menoleh dan mengernyitkan kening melihat tawa geli seorang Tuan muda,segera ia bertanya kepadanya.
"Tuan kenapa?kok ketawanya kayak gitu!"
"Ada yang sedang marah,tuuuh dibelakang!"Sambil nunjukin sosok perempuan yang tengah memalingkan wajahnya.
Menoleh penuh keheranan,bisa ya Thy Than kayak gitu.Geli sendiri deh sampai ikutan menahan tawa juga dia.Sontak Ia ngerasa tengah diperbincangkan sampai-sampai pertanyaan protes menyela mereka berdua.
"Kenapa kaaaak?ada yang aneh sama aku!"Lanjutnya sebal.
"Engga,ga ada!"Jawabnya singkat.
"Kita sekarang kemana?"Pertanyaan itu muncul penuh kebingungan.
"Terserah Om deh,aku ngikut aja!"Jawabnya masih kesal.
"Okey,Om mau kemana kalian ikut ya!"Sambil menunjuk kearah keduanya.
"Iyaaa Tuan muda!"
"Iyaaa Om Rey!"
Kekompakan keduanya menjadi semangat juga buat Rey untuk segera meluncur kesebuah tempat dimana akan menjadi sebuah jawaban indah untuk keduanya.Perjalanan seorang Rey telah melewati sebuah jalanan yang ga biasa dilewati oleh keduanya sampai Thy Than saja bingung mau kemana arah tujuan perjalanan mereka.
"Oh iya besok kamu ada tugas ketemu dengan Morgan ya,nanti ga tahu juga dimana kalian akan menentukan tempat yang kalian inginkan."
"Astaga sampai lupa Tuan,untung aja tuan mengingatkan!"Sambil meringis serta menepuk keningnya.
"Ya untung aja aku ngingetin.Coba kalau engga,pasti Morgan mencoba menghubungiku dan mempertanyakan pertemuan yang akan kalian jalankan saat ini ya kan!"Lanjutnya sambil tersenyum meliriknya.
"Trus ga ada tugas gitu buat aku Om,aku bosan lho kehidupan yang biasa-biasa aja.Pengen yang mainstrem!"Timpal Thy Than bertanya.
Keduanya saling berpandangan serta mengernyitkan kening bingung,ada apa sama dia.Tiba-tiba minta kerjaan yang bukan tugasnya,saling ketawa lepas.Lalu Joana menimpali.
"Ya kalau ada seeh kamu jagain Tuan muda ya.Kayaknya seeh kakak ada perjalanan keluar negri deh untuk beberapa bulan!"
Kagetnya banget penuh ekspresi dan membuat Thy Than benar-bwnar penasaran tentang perjalanan apa yang akan dilakukan oleh Joana tersebut sampai beberapa bulan.
"HAAAAAHHHH,,,PERJALANAN APA ITU KAK!SAMPAI BEBERAPA BULAN?"Sontak ia ga terima dengan jawaban sang Joana.
"Ya kalau kakak ada kerjaan dan tugas itu membutuhkan waktu lama lho.Apalagi kalau diluar negri tuh banyak yang harus diselesaikan prosedurnya jadi ga bisa semena-mena pulaaaang sayaaang."Jelas Joana yakin.
"Ooooh,,,,Segitunya,emang kuat om Rey?"Sindirnya sembari menatap dengan licik.
"Kalau ga kuat gimana dong?"Timpalnya bingung.
"Ya kamulah yang perhatian sama Tuan muda.Sebagai ponakan yang baik dan cantik plus imut gitu masak ga mau nemenin?ya harus dong itu adalah sebuah keharusan yang harus kamu jalankan ya ga Tuan muda?"Kembali menoleh kearah Rey.
"Betuuuullll!"Sambil mengacungkan jempolnya.
"Beneran deh udah kompak banget kalau soal rencana khusus gitu!jadi heran deh gimana ya kalau om Rey ditinggal sama Kak Joana bisa jadi apa nanti heheheheh!"Menahan gelinya kembali tampil.
langsung mendekap tangan Joana tanpa sungkan ia mencium tangannya dan berujar.
"Butuh waktu untuk kamu tinggalkan,akan ada waktu lagi bila bersamamu!"
Mata Thy Than terbelalak mendengar kalimat romantis dari Rey,ga nyangka bisa seromantis itu.Gimana nantinya ya kalau mereka berdua ada keseriusan bisa bahaya juga.Setiap hari dapat keindahan bersama dalam satu makna.
"Waooww,gilaaa.Romantis banget!"
Keduanya saling menoleh dengan tawa lepasnya,memang ga ada obat kalau Rey tengah berlanjut dalam cerita indahnya selama ini,langsung aja diserang mentalnya Thy Than sama Omnya.
"Emang Ganindra seromantis Om ga?"Pertanyaan itu membuatnya tiba-tiba batuk-batuk dan memalingkan wajahnya keluar.
"Uhukkkk,,,uhuuuukkk,,,uhuuukkkk,,,!"
"Kamu kenapa Than,ga pa-pa kan?"Sentuh Joana khawatir.
"Kesedak kak,om Rey bikin aku ga enak badan aja kalau mengingat hal tersebut."Lanjutnya membalas.
"Emang kamu diapain sama dia?"Penasaran juga Rey.
"Dipeluk biar ga takut waktu diperpust,aku takut banget Om.Udah tempatnya gelap,serem dan ga bisa aku bayangin kalau tanpa dia.Bisa-bisa pingsan dan ga tahu deh beda alam paling!"
"Ya setidaknya kamu bisa merasakan dekapan seseorang yang kamu cintai itu seperti apa?ada cinta ada rasa kan!"Lanjut Rey menjelaskan.
"Tapi kadang ada yang ga suka sama kedekatanku Om,itu Raisa sama Lala tuh.Gentol banget bikin aku kesel,mau gimana coba yang aku sukain tuh dia populer disekolah.Kan jadi banyak yang berharap!"Jawab Thy Than.
Terhenti disebuah lampu lalu lintas dengan santai,ia menoleh kebelakang rasanya bangga juga lihat Thy Than bisa mendapatkan seorang lelaki yang mana diantara ratusan orang hanya dia yang menjadi special?
"Hebat juga ponakan Om ini,bisa mendapatkan apa yang menurut banyak orang termasuk perempuan ingin mendapatkan sosok pria populer itu butuh kerja keras.Tapi kamu santai kerjanya bisa dapat sama dia.Kan seru banget jadinya."
"Ya udah deh,nanti bisa kita bicarakan lagi!"Pasrah banget mendapatkan kalimat dari Rey.
"Trus besok saya akan siapkan proposal untuk bertemu sama Morgan ya.Kamu tinggal bertemu dan melakukam negoisasi bersama diproyek selanjutnya."Kembali menoleh kepada Joana.
"Astaga Tuan muda perhatian juga sama saya.Trus apa ada perjalanan kemana?"Perlahan memperhatikan.
"Nanti bisa aku diskusikan lagi,apalagi ini nanti jadi perjalanan agak lama kamu diluar negri!"
"Heemm,,,ditinggal beneran itu!"Sahut Thy Than.
"Kenapa kamu takut ga ada Joana?"Sindirnya tepat membuatnya salah tingkah.
"Engga,engga.Biasa aja!"Lanjutnya malu-malu gimana.
"Santai aja,kan ada Ganindra kamu jadi aman.Kalau sama Om kamu tuh ya sama seeh aman juga.Tapi lebih protek terhadap kamu seeh!"Lanjutnya tersenyum meledek.
"Yaaah,berada dalam pengawasan kayaknya neeh!"Seakan menagcuhkan lagi.
"Ya kenapa engga?itu kan tugas Om kepada kamu.Jadi kamu harus siap dengan keadaan yang jelas-jelas menyakini itu semua."
"Dan nanti kamu pasti punya teman baru dari Tuan muda!"Tajamnya membuat keduanya melirik penasaran.
"SIAPA?"Keduanya kompak menjawab.
"Hahahaha,ada deh.Pasti akan datang lagi seseorang yang mencoba mencuri perhatianku selama aku ga ada Tuan muda!"Lanjut Joana meledek juga.
Sambil menyentuh dagunya penasaran,ekspresi Thy Than patut dipertanyakan.
"Siapa seeh kak sebenarnya yang kakak maksud?kok bikin aku bingung gitu."Kembali bertanya.
"Mana aku tahu isi fikirannya Joana?"Menoleh memberinya kode kuat untuk Joana.
Ia membalas dengan tawa gelinya lalu menggunakan bahasa tubuhnya untuk satu hal ini.
"Ada deh ntar juga ada yang datang,rahasia.Ga rahasia kalau dijelaskan dengan kata sekarang!"Bisik Joana kearah Thy Than.
"Yaaah,,,penasaran deh!"Lemes banget dengernya.
"Kita beneran ini kerumah kamu Than,atau kita ketempat yang lain mungkin?"Menawarkan sesuatu yang lebih fressh.
"Aku maunya kesana Om,biar aku ketemu sama pengurus rumah disana.Kan ga enak kalau aku biarin gitu aja."Jelasnya menyakini penuh senyum ragu.
"Iya juga seeh,kan kamu baru dua hari aja tinggal sama Om.Ada kangennya juga kan heheheh,maaf ya."Suara itu membuat Thy Than maklum atas sikapnya.
"Ga pa-pa Om.Aku tahu kok ada sesuatu mungkin heheheh!"
"Sesuatunya itu mengarah sama Joana lho!"
"Lhoooo,,,kok aku sekarang Tuan menyerangnya?"Sanggahnya penuh kejutan.
"Maklum,nyari tumbal itu Om Rey heheheh!"Tawanya Thy Than kesekian kalinya membuat Joana salah tingkah lagi.
"Tanpa sebuah tumbal,apalagi yang diinginkan sama Tuan muda!"
"Lebih seru dan lebih menyakinkan saat itu juga kita akan tahu siapa yang kena tumbalku hahahaha!"Seakan bangga dengan taktiknya.
"Kok Tumbal seeh,serem amat om Rey bilangnya!"Thy Than sedikit ga terima.
"Biar bahagia aja Om kamu!"Sambil bersedekap dan melirik tajam kearahnya.
"Biar ada aja yang seru-seru dibuat lebih gimana gitu!"Memainkan kedua alisnya senyum pun terkembang jelas.
Tak begitu lama kedatangan mereka bertiga pun menjadi sebuah kunjungan kesekian kalinya untuk Thy Than ketika merasakan hawa hangat dan fresh lebih membuatnya tersenyum melihat rumah kenangannya telah perlahan membuat hatinya berada dalam kebimbangan,saat menoleh pun melihat sosok Rey ternyata bukannya bersikap haru malahan berbeda dengan sikap konyolnya.
"Astaga kenapa Om,bikin geli aja!"Samapi shock lihat wajah ngeri tapi lucu juga.Ga ada fikiran sedih-sedihnya malahan bikin ill feel aja.
"Tuaaan,jangan buat kami kaget dong.Untung ga jantungan!"Sambil mengelus dadanya.
Langkah Thy Than dengan senyum hangat melangkah masuk serta melihat didalam masih ada orang ga seeh,keduanya kembali saling berpandangan melihat sikap Keponakannya yang tengah sibuk melihat apakah masih ada orang didalam.Tapi kehebatan Rey patut mendapatkan kejutan berarti dari Joana,saat ia mengeluarkan aksinya bersulap mengeluarkan kunci khas sakti untuk rumah Thy Than.
"HAAAAHHHH ,, "Tatapan kaget dan tentunya membuat mulut Joana menganga tak berdaya oleh atraksi sulapan mengangumkan."Kok bisa seeh Tuan main gituan?"Sambil menutup mulutnya.
"Dia ga tahu ya,heheheheh!"Sambil berjalan meninggalkan Joana yang tengah takjub oleh sentuhan magicnya.
Padahal belajarnya memang susah,jadi harus ditampilkan penuh intrik sampai sang penggemar tak berdaya lagi selain takjub dan membuatnya menggelengkan kepala.Heraaan.
Kenapa juga aku terdiam disini,kenapa ga ikut jalan masuk keberanda rumahnya.Segera mengambil langkah lari kecil mengejar Rey yang tengah santai berada dibelakang keponakannya yang memasang dua tangannya untul melihat suasana didalam.
"Kok ga ada orang,pada kemana ya!"Ujarnya kebingungan. Keadaan sekitarpun juga terlihat sepi sampai ia membalikkan badan heran melihat Rey santai mendekatinya lalu bertanya kepadanya.
"Om emang pada kemana kok sepi amat rumahku?"Bingung juga melihat keadaan ini.
"Ini kunci sudah aku pegang ya,jadi aku yang buka sekarang!"Lanjutnya dengan senyum khasnya.
Deg,,,ada apa dengan rumahku ya.Apa benar rumah ini menjadi jaminan dari dekoleptor yang telah membuat sebuah keputusan untuk mengambil alih rumah ini.Sekejab ia tak bisa menahan tetesan air matanya yang mulai berkaca-kaca untuk meluapkan emosinya.
"Heiii,kenapa kamu sedih kayak gini!"Mendekati dan mendekap kedua pundaknya serta mengelap air matanya.
Ia tertunduk tak berdaya atas fikiran negatifnya,lalu ia terisak-isak merasakan sedihnya telah kehilangan rumah kebanggaannya dalam sekejab.
"Om,,,apakah benar rumah ini bukan lagi jadi milikku?"Mendongak dengan isak tangisnya yang belum sirna seketika.
Sesaat Joana mendekati serta menyentuh bahunya,dan senyum hangat Rey memang selalu menjadi kehangatan saat itu juga.
"Kamu jangan berfikir seperti itu,Sebenarnya rumah kamu aman ditangan kita berdua.Jadi jangan bilang kalau rumah ini sudah berpindah tangan.Kan aku yang merawatnya jadi mereka masih bekerja disini kok,cuman mereka tengah liburan biar ga ada beban juga seperti kamu."
"Mangkanya Tuan muda yang memegang kunci rumah kamu,karena secara peraturan.Kamu belum berhak atas memegang kunci ini setelah kamu berusia yaa 20 tahun,tinggal setahun lagi kan hehehhe!"Joana mencoba membuatnya kembali tersenyum.
"Tapi ini bukan candaan yang benar-benar membuatku khawatir nantinya kan Om?"Kembali memastikan.
"Engga kok,ayo masuk kedalam!"Ajaknya sambil membuka pintunya.
"Naaah,ga gelisah lagi kan?"Jawab Joana sambil menyentuh bahunya lagi dan mengajaknya masuk kedalam.
Perlahan pintu terbuka,ada senyum bahagia kembali didapatkan oleh Thy Than sang pemilik rumah sebenarnya bahwa ia bisa merasakan kembali suasana hening seperti biasanya dirasakan olehnya ketika tengah sendiri hanya saja itu adalah sebuah kedatangnya penuh haru.
Terhenti didepan ruang utama,ada harapan yang akan ia dapatkan setelah setahun akan berlalu ia kembali berbalik dan tersenyum,itupun memaksa demi kebahagiaan kedua orang terdekatnya.
"Naaah,gitu dong bisa senyum dengan manis.Emangnya kamu udah ga mau mengelilingi rumah kamu?"Tanya Rey dengan berjalan melihat-lihat kembali kenangan yang terpajang jelas.
"Iya disini kamu harus merasakan kebahagiaan tanpa seorang ayah.Tapi kamu harus kuat karena kita berdua akan menjadi bagian terkuat kamu.Yakin kamu harus bertekad untuk rumahmu ini ya!"Senggol Joana tersenyum.
"Oooh iya lupa,om Rey dan kak Joana mau minum apa?special aku buatkan ya!"Berjalan menuju dapur.
"Ga usah repot-repot,aku belum haus!"Jawab Rey lantang.
Menoleh tatapan Joana penuh cibiran membuat Rey hanya tersungging melihatnya."Gayanya sok-sokan,tapi ya ada aja Tuan muda ya!"Berlalu meninggalkan gaya santainya untuk menemani Thy Than didapur.
"Aaah,bisa aja kamu ya!"Lanjut Rey masih suka berjalan mengelilingi beberapa buffet besar dengan tatapan serius melihat kenangan itu.