
Waow malam ini aku tinggal lagi dirumah mewah ini lagi,
ga disangka bang Mirgan memberikan sebuah kemewahan hanya untuk adiknya seorang.Ya menurutku keren bahkan bisa dibilang gua menikmati apa yang dimiliki oleh seorang pangeran kerajaan bisnis ini.Sebenarnya gua bangga juga berada disini,tapi gua sendirian.Kak Monalisa ga ada dirumah dan sibuk sama halnya Abang gua,jadi rumah ini besar tapi penghuninya ga ada.
Ckckckck,apalagi saat gua menatap diatas pembatas pagar dan menatap kebawah.Malahan seorang wanita yang anggun dan tidak biasanya.Memakai pakaian lebih anggun sampai menarik mata hatiku pula untuk tersenyum menyapa siapa dia.
"Haiiiii,,,,!"Senyum itu menjawab Mitha hingga ia mendongak melihat sosok Ganindra yang lebih santai dan flamboyan.
"Mas Ganindra,sejak kapan ada diatas?"Masih saja ia ramah dan ga pernah bosan menyapa.
"Sejak ada yang menggoda,dan tentunya tunggu aku.Aku kesana ya!"Bersiap untuk berjalan menghampiri serta menuruni anak tangga dan menatap dengan harapan bisa bersamanya.
"Memangnya mas Ganindra ga maen kemana gitu?sama temennya atau pacar!"Mencoba menggodanya.
Tertawa kecil mendengar sindiran tak berdaya ala Mitha.
"Hahahah,,,engga juga.Ngapain kalau keluar ga ada yang dituju.Mendingan dirumah ada yang menemani!" Memainkam kedua alisnya.
"Maksudnya saya gitu?"Sambil menunjuk kearahnya.
"Ya siapa lagi.Juga sama siapa kak Mona juga mana dia ga ada wujudnya ya kan!"
Ketawa juga mendapat respon jawaban lucu dari Ganindra.
"Mas Ganindra bisa aja ya."Sambil nyubit lengannya.
"Aduuuh,,,nakal juga mba ya!"Suntuk banget jawabnya,tapi akhirnya sama-sama ketawa deh.
"Saya siapkan makan malam dulu ya.Mau menunggu dimana?"Mulai bersiap untuk menata makan malam dimeja makan.
"Oke deh,aku tunggu ya!"Sambil menaruh kedua tangannya dipinggul serta memainkan goyangan santai.
Tertawa lagi sambil melihat gaya Tuan muda yang tak biasa untuk membuat hatinya semakin lucu dan ada aja gayanya. Ganindra pun mendekati sebuah kaca besar serta berdiri menatap keluar melihat keheningan malam.Memangnya apa yang tengah dikerjakan oleh Abang gua seeh sampai dia menghilang seperti angin.Hanya gua saja yang masih tersisa sebagai seorang yang kesepian.
"Mas,,Makan malam sudah siap.Jangan melamun aja ya!"Tawanya membuat sipit pula kedua bola matanya.
Menoleh penuh kepolosan karena kejutan seperti itu membuatnya segera sadar dari sebuah panggilan.
"Yaaaa,,,,!"
Menghela nafas panjang"Mas kenapa?mikirin apa sampai kayak gitu!"
"Tadi sempet lihat keluar tapi,,,hilang mau khayalin yang lain malahan kamu udah datang.Ga jadi deh!"Meringis kearahnya.
"Mau makan malam sekarang atau nanti!"Memberikan penawaran untuknya.
"Sekarang aja deh,biar nanti bisa berdiri disitu lagi.Dan ada yang nemenin!"Ujarnya membisikkan kearah telinga Mitha.
Balasan senyum menawannya membuat seorang Ganindra menjadikan ia merupakan wanita pilihan menawan dikala ia tengah menginginkan sesuatu menarik dalam hidupnya saat ini.Berada dalam satu meja makan,layaknya seorang kekasih pesona Mitha telah memberikan hal baik bagi Ganindra untuk lebih dekat sebagai teman.
"Mba,udah lama kerja sama Abangku?"Pertanyaan awal menjadikan Mitha hanya membalas senyum.
"Ya cukup lama seeh,cuman kan mas Ganindra tahunya baru-baru ini kan saya tiba-tiba datang kerumah ini!"Jelasnya dengan tatapan teduh.
"Iya juga,aku aja baru tahu kalau Abang punya Pavilliun segede ini.Jadi pengen tinggal disini terus lho!"
"Oooh ya?apa tidak bosan kalau tinggal disini,apalagi disini sepi ga ada orang lagi selain kalau ga Tuan Morgan ya Nona Monalisa."Kembali menatap dengan jelas raut wajah sang lelaki.
"Engga,menurutku lebih seru lagi kalau sepi kayak gini.Jadi romantis,hehehe!"Ujarnya menjorokkan badannya serta menggoda sang wanita.
Ia menggelengkan kepala,ada-ada saja kalau bicara sama Ganindra,jiwa mudanya masih bergejolak.Entah gimana tanggapan Tuan Morgan mendengar kalimat itu heheheh.
"Ooo,,,jadi ada suasana baru yang ingin mas Ganindra dapatkan?"
Mengangguk yakin,itu adalah jawaban yang menyenangkan untuk diulas lebih baik.
"Iyalah,walau sepi tetapi ada yang bermakna.Seperti saat ini ada Mba!"Seraya mengumbar senyum kepadanya.
Makan malam kali ini lebih berarti saat semuanya telah menjadi satu disetiap obrolan hangat antara Ganindra yang mulai memberikan perhatian untuk Mitha seorang.Entah kalimat apalagi tengah dibuat oleh Sang Lelaki untuk mendapatkan sosok menarik layaknya pengganti hidup saat ini.
"Kamu udah pandai ya kalau ngegombal.Awas nanti mba laporin sama Tuan,gimana seru ga?"Melirik penuh makna.
"Ya ga gitu kali mba,kan kalau sama Mba itu memberikan sesuatu lebih berarti.Dari pada diam tanpa kata!"Serunya menggoda.
"Hemm udah mulai ya,hehehhe!"
Ya memang malam ini sangat special melihat mba Mitha telah merubah dirinya menjadi sosok wanita dewasa. Kenapa juga aku tertarik sama dia,masih ada Mega dan Thy Than.Kenapa seeh wanita dewasa menarik banget dimataku.Sampai-sampai harus melupakan siapa dia sebenarnya.
Benar sekali sebenarnya Mitha adalah orang special yang berada dalam kehidupan Morgan,karena dia telah memberikan aura penting dalam hidupnya saat itu,datanglah wanita blasteran ini untuk memberikan sentuhan hangat bagi seorang adiknya yang tercatat sebagai seorang playboy.Apakah dia akan tertarik dan menjadi bagian hidup penting sosok Mitha,jelas itu akan berakibat fatal saat ia benar-benar terkena aura yang mempesona.
Setelah makan malam,suasana kembali hening saat Ganindra berada dalam kesendirian saat menatap langit penuh dengan segala rasa.
"Kenapa mas,ada yang difikirkan?"Tiba-tiba Mitha ga tega melihat Ganindra sendirian tanpa makna seperti itu.
Menoleh terkejut dan melihat Mitha membawakan dua minuman dicangkir,mungkin teh panas kali disaat suasana kayak gini memang ga seru kalau ga ada teh.
"Eeeh,mba.Tumben belum tidur!"Ganindra salah tingkah melihat kehadiran Mitha disampingnya.
"Ya belum mas,masih jam berapa ini!"Sambil duduk disampingnya.
"Boleh kan saya menemani mas!"Kembali melempar pertanyaan kepada Ganindra yang semakin tak bisa menolaknya.
Tersenyum kaku,tetapi kalau aku menolaknya sama saja aku menolak berlian mahal.
"Boleh mba,mau temani saya sampai bosan pun ga pa-pa kok,heheheheh!"Ujarnya seru.
Duduk disebuah kursi,rasanya akan ada cerita tengah dibuat oleh Ganindra.Baginya memiliki banyak cerita apa tidak akan membuat bosan sang pendengar,sampai ia menoleh dan tatapan hangat dibuat oleh Mitha.
"Mas,memangnya ga punya kekasih gitu?buat tempat curhat yang lebih dalam.Kok aku lihatnya santai aja!"
Tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu,iya benar yang dikatakan mba Mitha.Kenapa gua sama sekali kayak ga punya kekasih ya,padahal ada Mega trus Thy Than.Apa sebelahku ikutan jadi cintaku pula.Apa ga gila lama-lama kalau kayak gini.
"Ga tahu juga mba ya,gua punya sahabat.Tapi kok sahabat gua itu menjauh dan memintaku menjadikan seorang special dihati sahabatnya itu.Tahu kan maksudnya!"Menoleh meminta sebuah pemahaman yang lebih kompleks.
"Iya mba ngerti kok,pasti sahabat terbaik mas,siapa namanya?"
"Mega!"
"Trus sahabat mas satunya!"Kembali bertanya.
"Thy Than!"
"Sekarang seeh,mas Ganindra merasa cocok dengan siapa,apa alasannya.Karena setiap sahabat itu memiliki hati yang berbeda.Alasan kenapa dia meminta mas untuk mencintai dia karena satu hal.Apa itu?"
"Apa ya?bingung gua!"
"kok bingung hahahhahah!"
Sama halnya dengan Rey yang telah menikmati makan malam bersama Thy Than,ada satu hal tengah dirasakan oleh sang lelaki ketika melihat senyum keponakannya sungguh menyentuh hatinya perlahan.
"Kamu beda sekarang ya?"Kalimat itu membuat mata Thy Than terbelalak melihat pujian sejauh itu.
"Beda gimana Om,heheheh!"
"Iya makasih Om,ini juga kan semangat dan support dari Om juga dan kak Joana itu luar biasa."Jawabnya tersanjung.
"Lalu gimana kamu betah kan tingga disini?"
Mengangguk penuh senyuman,ia memang terkadang teringat dengan keadaan rumahnya juga kenangan indah itu.Sekarang ga ada yang baik selain bisa berada dalam situasi yang lebih baik.Bersama orang yang menyayanginya seperti orang tuanya sendiri.
"Ga ku sangka,ternyata Om perhatian sama Thy Than tentu itu akan membuat hati Thy Than jadi nyaman lho!"
"Om juga seneng,kamu ga boleh sendih lagi dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik."Kata Rey dengan nada hangat.
Setelah obrolan hangat itu seakan berlanjut diruang tengah dimana kumpul berdua bersama memberikan nilai kehangatan seorang Thy Than yang menginginkan sebuah kedekatan emosional dan khusus disetiap tatapn matanya.
"Kamu suka maen game ga?"Tanya Rey penasaran.
"Game,emang Om nyimpen game juga?"Tersenyum manis,kayaknya udah lama deh ga main game.Emangnya aku masih bisa ga ya?
"Yimpen dong,,kan Om kalau lagi ga ada kerjaan palingan ya ngegame sendiri.Joana mana mau ikutan gitu,palingan nemenin sampai ketiduran lho,hahaha!"Ujarnya ketawa.
"Oooh ya!lucu juga seeh kak Joana!"
Rey pun bergegas mengambil dsn menata game playstation keluaran terbaru.Sudah lama ia menyimpan dan memang masih bagus untuk suasana malam ini.Bermain bersama dalam keseruan yang hakiki.
"Kamu siap mulai?"Melirik dengan memegang stik Ps.
"Siap dong Om,ga sabar pengen ngalahin om Rey deh hehehhe!"
"Jangan harap bisa mengalahkan Om ya.Ini adalah pilihan yang sulit buat kamu."Serang Rey ga terima.
"Yaaa,kita lihat saja.Siapa yang menang!"Tantang Thy Than semangat.
"Boleh!"
Mereka pun beraksi dengan gaya masing-masing seru dan lebih ramai dari yang dibayangkan.Kayaknya keduanya udah lepas aksi kendali masing-masing sampai akhirnya kemenangan masih dipegang oleh Rey
"Om,,,curang.Masak menang terus seeh!"Thy Than pun cemberut.
"Ya salah sendiri,siapa yang kalah hehehe weeek!"Mulai meledeknya.
"Aaahhh,,,awas ya.Thy Than ga tinggal diam neeh,pengen nyerang juga!"Ia pun konsetrasi memasang tatapan serius hingga beberapa kali ada menang.
"Yeeesss,,,,menang deh!"Menoleh lansung menjulurkan lidahnya bangga.
"Tunggu aja bentar lagi kamu keok lagi!"Kata Rey penuh rintangan dan menyelesaikan dengan baik.
Pilihan yang sulit pula ketika Ganindra berada dalam keheningan malam.Untung saja kali ini Mitha beneran menemaninya tanpa ada beban apapun,ia sangat senang berada dalam obrolan ringan dengan secangkir kopi yang lebih terasa hangat dengan sentuhan jahe.Apalagi dibalkon suasan itu sangat mendukungnya untuk tetap menjadi pilihan yang seru.
"Mas Ganindra emangnya ga sedih gitu kalau ditinggal sendirian kayak gini?"Suara itu membuat dia tersenyum serta menjawabnya.
"Ya ada seeh sedihnya,tapi buat apa diratapi.Gua kam lelaki yang kuat hehheheh!"
"Oke lelaki yang kuat,tapi belum sekuat pak Morgan kan?hahhahah!"Candanya meledek.
Menompangkan tangan sedih dan polosnya tampil lagi.
"Ngapain banding-bandingin aku sama abang.Kita beda umur dan beda kehidupan,jadi seru aja seeh!"Lanjut Ganindra dengan tatapan serius.
"Jangn ngambek gitu dong mas,kan cuman bercanda!"Serunya dengan hangat pula.
"Engga,mba Mitha itu sebenarnya siapa seeh.Kok.saat aku baru disini lama mba Mitha muncul tiba-tiba dengan tampilan yang menggoda gitu lho.Aku jadi gimana ya beda jadinya."Penasaran pula sama teka-teki ini.
"Ra-ha-si-a!"Jawabnya santai dan masih memberikan teka-teki selanjutnya.
"Kok bisa rahasia seeh mba,kan gua juga pengen tahu.Aah ga seru neeh!"Ngambek pada akhirnya.
"Hahahah,,,ga usah ngambek gitu ya.Ga baik lho,jeleeek!"Sambil memainkan tangannya.
"Ya jelaslah mba,kadang kan mba menghangatkanku seperti minuman ini!"Sambil meringis kearahnya.
"Kamu tuh gombal aja.Udah malam,kamu harus tidur okey,mba juga udaaah HUUUUAAAAHH!"Tiba-tiba menguap serta menutupnya dengan punggung tangannya.
"Yaaah ga seru mba,baru jam sebelas.Udah ngantuk banget gimana seeh!"Protes juga Ganindra.
Beranjak berdiri dan mengambil minumannya
"Sambil mba minum didalam kamar aja.Nanti kan bisa tidur,byeee selamat malam mas!"Sambil melambaikan tangan.
"Yaaah pergi deh!"Melihat langkahnya sudah perlahan menjauh dari tatapan Ganindra.
Tersungging ketika melihat dua bokongnya yang menggoda membuatnya ingin memberikan sesuatu lebih untuk mba Mitha,gimana kalau kehangatan semalam.Tapi sayang belum berani gua menggodanya terlalu jauh.Kena omel sama dia kan lebih parah,apalagi nanti lapor sama Abang bisa bahaya juga dia.
"Huuuuh,,,atur nafas.Sekarang sendiri lagi dan membayangkan keindahan malam sendiri.Apa gua kuat ya?"Tentu itu akan membuatku senang.
Sambil menyeruput kopi hangatnya dengan aroma jahe yang memikat,kenapa bisa aku membayangkan kamu mba Mitha.
Apa aku sudah melupakan Thy Than bahkan Mega hanya untuk berkhayal yang tidak-tidak tentang kita berdua.Tawa gelinya kembali datang saat hatinya tengah berharap akan sebuah keindahan cinta yang terdalam tentang wanita dewas.
Bersandar setelah menikmati seteguk rasa hangat,ia pun tersenyum dan memandang langit.Apa yang akan dia lakukan ketika harus menatap wajah Mitha,Thy Than dan Mega.Apa aku sanggup menghadapi ini semua dengan jelas-jelas mereka adalah orang-orang menarik dalam hidupku saat ini.
"Ganindra,Ganindra.Kamu tuh ya lelaki yang hangat dan bisa membuat mba nyaman.Sayang waktu akan berputar lebih cepat lagi!"Tersenyum sambil mengintipnya saat ia tenggelam dalam lamunannya.
Pergi meninggalkan Ganindra sendiri saat ia tengah berfantasi dengan malam yang sudah menggodanya dengan cepat.Lama-lama dingin juga kalau dirasakan diluar gini.Masuk aja deh,siapa tahu aku bisa tidur dan mimpi akan kehadiranmu mba Mitha heheeheh.
Menghilang dengan tatapan sayu untuk masuk kedalam kamar tidurnya.Rasanya malam ini adalah malam bersama mba Mitha deh,sampai ketika aku berbaring saja masih betah untuk menatap dan membayangkan keindahanmu mba.Kenapa tuhan mengirimkan godaan yang sangat berat bagiku,belum mengenal kak Monalisa eeh datang pengganti yang lebih memikat.
"Selamat malam mba,semoga aku bisa membayangkan cinta kita yang tengah padam-padamnya,love you mba!"Tersenyum perlahan mencoba menenggelamkan kedua matanya dalam hati yang sejuk ini bersam malam yang sudah memberikan kehangatan.
Sayang banget deh,akhirnya Thy Than mengakui kehebatan om Rey dan kalah telak.Sampai ia ga kuat untuk menang serta menatapnya dengan kesedihan.
"Hoooohhhh,,,,Om jahat.Ngapain seeh pake acara ngalahin aku segala.Kan aku sedih!"Sambil merengek ga terima.
"Eitttsss ga boleh ngambek.Siapa ya salah,ga bisa gunains strateginya hayooooo!"Sambil menggodanya sambil menunjuk kearah wajah Thy Than.
Langsung aja dia mencoba mengigitnya,cepat sekali reaksi Rey sampai ga kena dan tawa pun datang begitu saja.
"Hahahaha,,,,ga kena-ga kena!"Seneng banget kayaknya kalau udah gangguin Keponakannya.
"Oooommm,,,jangan ngeledekin Thy Than mulu ah.Sebel deh!"Sambil bersedekap menekuk wajahnya.
"Cantik juga kalau lagi ngambek kamu,hehee!"Sambil nyolek dagunya
"Hiiiiii,,,aku tidur dulu deh.Ngantuk jadinya!"Beranjak berdiri dan kabur dari Om Rey.
"LHOOOO,,,GA BANTUIN OM BERES-BERES?"Kaget melihatnya kabur.
Ia menoleh dan menjulurkan lidahnya.
"Weeekkj ,,,males.Udah kalah diledekin lagi!"Langsung memalingkan wajah dan pergi segera kekamar.
Menggelengkan kepala seraya tersungging sama kelakuan keponakannya.Huuuh,udah kalah ngambek lagi,belum juga aku minta hadiah dari kekalahannya.Kan seru hehehe sambil beranjak merapikan permainan gamenya dan menata ditempat semula.