
Tak berani untuk turun dan memastikan wanita yang tengah bersitegang dengan om Rey,jelas membuat banyak pertanyaan untuknya.Apa aku harus tahu juga ya.Rasanya ga mungkin kalau aku harus tahu semuanya dengan gamblang karena aku saja masih baru kan dikehidupan om Rey.Kayaknya biarin deh dari pada dia marah sama aku,trus melupakan hadiah apa yang aku minta.Aduuuh ga mau deh,beranjak masuk kedalam kamarnya dan berusaha tenang.
"Harus tenang dan ga boleh ikut buka suara.Lebih baik aku dengerin musik dan memasang headphone.Naaah ini lebih aman jadinya."Segera mengambil Headphone dan mulai untuk mendengarkan lagu romantis serta berjalan keluar dibalkon.
Duduk santai dan berharap segera selesai,aku bisa menghayati lagu ini untuk seorang yang aku kenal siapa dia!
Lagu Yang Terdalam telah merasuki fikiran Thy Than hingga ia begitu meresapi setiap kalimat setiap nada bahkan setiap alur yang membawanya hilang dalam beban sesaat sampai ia mengagumi lyric lagu tersebut.
Mengikuti setiap drama lagu tanpa beban,rasanya indah sekali berada dalam intonasi lagunya.Rasanya benar-benar ingin berada dalam lagu ini.
Masih saja Alexa tidak terima dengan penolakan yang diberikan oleh Rey,seakan ia lupa apa dengan permainan dirinya dan telah membuatnya jauh begitu saja.Melupakan bahkan telah membuangnya jauh dalam cerita terburuknya.
"Kamu belum waktunya untuk bertemu denganku.Aku masih butuh waktu bila harus mengulang pertemuan ini."
"Tapi setidaknya kamu kasih aku masuk,dan kita ngobrol ya Rey.Aku pengen ngobrol sama kamu lagi,kita mengulang waktu yang selama ini telah kita lewatkan."
Tersungging dan ingin mengusirnya seketika.
"Sepertinya kita butuh waktu yang lama untuk bisa kembali.Aku sibuk byee!"Mengusir serta mendorongnya keluar dari rumahnya.
Ia seakan terhina bahkan tak terima dengan perlakuan sang mantan.Sempat pula ia menendang pintu Rey.Sontak ia terkejut lalu ingin menghajarnya.Tapi ga masalah dia akan pergi dengan sendirinya.Berbalik tak menyangka dia bisa seperti itu dan masih egois atas hidupnya sendiri.
"Tunggu ya,aku akan buat perhitungan sama kamu Rey!"Kembali menendangnya.
Tendangan kedua membuatnya kesakitan.
"Aduuuh,,,sakitttnya.Kurang ajar kamu.Tunggu pembalasanku!"Berlalu seraya pincang merasakan tendangannya sungguh keras sampai ia pun tak menyangka bisa seemosi itu kepada Rey.
Heran kemana Thy Than ya?kok ga kelihatan batang hidungnya.Apa dia sembunyi didalam kamarnya dan tahu siapa tadi yang datang.Lalu dia sungkan untuk menyapanya,heeh perempuan yang baik.Tahu banget kalau dia adalah singa betina yang memuakkan.
Berjalan menaiki anak tangga,mencari keberadaannya.Ya mana mungkin dia dikamarku,mau ngapain dia.Tersenyum mendekati pintu kamar Thy Than,perlahan ia mengetuk pintunya.
Tok,,,tok ,,,tok,,,,tok.,,
"Thy Than,,kamu didalam sayang?"Panggilnya agak lantang.
Menunggu beberapa saat,Mengernyitkan kening sembari berfikir.Emangnya kemana ya dia?jangan-jangan.Segera membuka pintu kamar tidurnya.Membuka lebar dan masuk kedalam seraya melihat-lihat,,,oooh pasti dia dibalkon deh kalau pintu jendela kaca itu terbuka.
Berjalan santai keluar keteras balkon,tengak-tengok tersungging geli melihat ternyata ia ketiduran menikmati serunya lagu yang tengah membuatnya terlena begitu saja.
"Astaga Thy Than,kamu lucu banget deh kalau kayak gini!"Ketawa geli sambil berjalan mendekatinya lalu jongkok dan menompangkan tangan melihat kepolosannya saat ia tertidur.Beberapa kali ia memainkan pucuk hidungnya dengan lembut sampai ia sekedar goyang-goyang saja.
"Lucu banget,coba kalau aku cerita tentang Mama kamu.Pasti kamu akan bahagia sekali dan ingin cerita itu seperti serial yang sering aku tonton Than!"Menghela nafas sambil mengusap keningnya.Lalu mencium keningnya segera ia pergi meninggalkannya sendirian.
Saat berjalan masuk kedalam,Rey pun mengambil sebuah selimut untuk menutupi tubuhnya tengah terhempaskan oleh angin.Menutupinya dengan erat serta menyelipkan disebagian tubuhnya supaya tidak terhempas pula.
"Mimpi indah ya,,,nanti pas bangun cari Om diruang kerja.Nanti om ajak jalan-jalan lagi menikmati hari special kamu okey!"Sambil mengelus keningnya.
Perlahan mematikan lagu tersebut dan melepaskan headphone.Masih saja ia menikmati mimpinya hingga tak sadar berselimut hangat dibalkon teras.Perlahan pergi meninggalkan kesendiriannya.Masih ga percaya seeh sama sikap Alexa yang telah menciderai hatinya selama ini,malahan datang disaat yang ga tepat pula.
"Memang kamu harus butuh waktu untuk bisa lebih dalam menjalani hidupmu lagi bersama Alexa."Berjalan menuruni anak tangga seraya menuju kedapur dan membuat minuman sebagai teman untuk memulai hal baru dilayar komputer miliknya.
Menghela nafas dan berselonjor pada kursi berkulit hitam dengan jahitan rapi.Sesekali melihat beberapa tempat nantinya buat Thy Than jalan-jalan.Enaknya kemana ya?
Bagi Ganindra berada diantara wanita yang membuatnya bingung tentang kehidupan ini.Ga salah juga aku berada sebagai seorang lelaki yang baik hati juga gentle dihadapan mereka.
"Ga salah kan gua duduk disini?ada yang protes!"Tatapan itu mengarah pada Monalisa dan tentunya Mitha.
Keduanya saling bertatapan lalu menahan tawa,dasar lelaki seperti Ganindra memang lucu dan memberikan angin segar saat Tuan Morgan belum menampakkan dirinya.
"Ga salah mas,,,sekali-kali mengganti posisi Tuan Morgan kan ga masalah kan?Benar kan Nona Mona!"Seraya menoleh kearahnya.
"Betul-betul,aku sangat suka gaya seorang Ganindra Sanjaya.Lelaki yang akan bersama Tuan Morgan menjadi pilihan yang tepat untuk pasangan masing-masing kan?"Seraya menggodanya.
"Oooh ya mba,udah berapa lama ya menjadi bagian dari abangku?apa merepotkan anda sebagai seorang kekasih!"Pertanyaan ga penting itu membuat senyum manis dari Monalisa.
"Sudah cukup lama,tapi setidaknya setelah pekerjaan ini selesai apakah aku akan tetap dikontrak atau tidak,itu sangat membuatku menunggu!"
"Setelah pekerjaan ini?dan tetap dikontrak!Maksudnya gimana ya?"Pertanyaan itu seakan membuat Ganindra bingung.
"Itu bukan ranah anda,untuk mengerti mas Ganindra.Biarkan Tuan Morgan dan Nona Mona menyelesaikan semuanya saja berdua "Lanjut Mitha membuat Ganindra tak bisa lagi berkata.
"Ya bolehlah,setidaknya aku masih bisa tinggal disini kan!?melihat dua wanita yang menurutku menggoda bahkan seakan membuatku menjadi seorang lelaki yang ingin menjaga kalian dari kejahilan para lelaki lainnya.Ya bukan?"Seakan melirik kepada mereka berdua hingga senyum itu membawanya dalam satu hal baik.
Semakin aneh juga kalau Ganindra harus berbicara sebagai seorang pria dewasa,rasanya belum bisa dia menjadi orang berkarakter seperti keinginan sang kakak.Hanya saja itu segera menyentuh fikiran seorang Monalisa untuk tetap mengenalnya sebagai teman baik.
"Ini adalah rumah yang akan selalu welcome untuk siapa saja.Jadi buat siapa saja yang datang pasti akan menjadi bagian dari keseruan rumah ini.Begitu juga kita!"
"Keren juga filosofinya mba!"
"Oh ya,kamu ga jalan-jalan gitu kemana?"Kembali melempar rasa penasaran Mona terhadap Ganindra.
"Kayaknya belum deh,lebih baik dirumah aja deh ngapain gitu?"
"Apa kamu mau ikut mba,mba mau ketemu klien di salah satu tempat terbaik?"Mencoba menarik hati Ganindra.
"Apa ga ganggu nanti kalau ketemu sama gua?"Masih mempertimbangkan hal lain.
"Ga masalah,palingan kamu yang akan menikmati liburan sendiri sambil ngawasin mba!mau ga?tawaran bagus lho ini!"Ujarnya memberikan gambaran tentang kesenangannya.
"Eeemm,,,,boleh juga.Gua siap jadi supir buat mba Monalisa!"Sigap bersiap untuknya.
"Terima kasih ya,kamu memang luar biasa!"Pujinya dengan tatapan hangat.
Tiba-tiba melirik kearah Mitha.
"Haaah,,,ya enggalah mas."Kaget seraya mengegelengkan kepala.
"Bisa juga kamu godain Mitha,ntar ada rasa gimana?"Menompangkan kedua tangannya serta menyandarkan dagunya.
"Tuh kan jadi makin panjang kan ceritanya."Kesal juga akhirnya.
Tawa lepas Monalisa menjadi sebuah kehangatan suasana lengkap dimeja makan pagi ini.
Kesempatan besar tengah didapatkan Oleh Ganindra dengan menjadi orang penting bagi Monalisa.Wanita special ciptaan Morgan yang saat ini entah kemana dia.Benar-benar misteri yang belum terpecahkan oleh sang wanita.Setidaknya ini tidak akan membuat khawatir adiknya.
Mobil Porche berwarna abu-abu mengkilap dengan tampilan stylish telah membuat Ganindra benar-benar terbelelalak oleh keindahan dan kemulusannya layaknya seperti yang punya.
"Waoow gilaaa.Aku jadi supirnya mba Mona dengan mobil sekeren ini!"Sambil tak percaya menumpahkan kebanggannya.
Mengangguk dengan senyum yang transparan,begitulah Ganindra ketika berada dalam privillage mengagumkan pasti tidak masalah,bahkan kebanggaan ini adalah sebuah nilai lebih untuknya.
"Iya,kenapa kamu ga suka?"Tanya Monalisa sambil bersedekap menunggu jawaban dari Ganindra.
"Siapapun pasti tidak akan menolak dengan tampilan seperti ini.Tetap keren dan luar biasa!"Ujarnya sambil mengaguminya.
"Oke kita siap jalan?"Seraya membuka pintu mobil.
"Kenapa tidak!"Sambil ikut masuk kedalam.
Memasang posisi nyaman dan menoleh dengan senyum khas Ganindra yang mempesona.
"Kenapa?"
"Udah siap mba?"Tanya Ganindra dengan siap menghidupkan mesin mobilnya.
"Siap dong!"Lanjutnya memasang sabuk pengaman.
Langkah pertama adalah membuat sebuah kenyamanan untuk seorang wanita disampingnya.Sebuah kecepatan sedang tengah terekam jelas dalam fikirannya untuk tidak membuat panik bahkan senyuman pasti juga perjalanan menakjubkan dari seorang Ganindra.
"Oh ya Ganindra,apa kamu punya kekasih atau masih sendiri seeh?"Penasaran juga sama sosok satu ini.
"Mba penasaran sama gua?"Sambil nunjuk hidungnya.
"Iya,,penasaran banget.Apalagi mba lihat kamu tuh lebih fokus tatapan seorang lelaki yang tengah mengagumi wanita dengan hati yang benar-benar hangat,,ga membohongi diri sendiri.Tentunya menarik dong untuk dibahas,ya ngga?"Sambil memainkan kedua alisnya.
"Aku sendiri seeh engga mba,mba tahu sendiri gimana tampilanku.Apakah aku seorang playboy mungkin?"
"Mungkin iya!"Langsung aja diserang Ganindra.
"Haaah,kok gitu seeh mba?harusnya kan ga usah ngomong kayak gitu tadi!"
"Ya kan kebenarannya dari style bahkan bentuk wajah kamu dari atas sampai bawah itu adalah seorang yang bisa menarik tak lebih dari satu orang.Benarkan itu,pesona kamu sama Tuan Morgan ga bisa dipatahkan begitu saja.Hanya Tuan Morgan dia lebih dingin dalam bersikap.Sedangkan kamu lebih flamboyan.Okey!"
"Ya gimana lagi dari keturunan yang keren,terciptalah sesuatu yang berharga seperti ini."Sambil menunjuk kearah dirinya.
"Hahahah,,,mba belum mendapat jawaban dari kamu tadi lho.Oke jelaskan kamu masih sendiri atau?"Kembali melempar kalimat itu kepada Ganindra.
"Sendiri juga engga.Punya kekasih juga engga,kadang aku bingung mba."
"Bisa bingung juga?"Sambil menggelengkan kepala.
"Aku punya dua sahabat yang cantik dan menarik,mereka adalah Mega dan Thy Than!"Jelasnya singkat.
"Okey Mega dan Thy Than,mereka punya hubungan yang special sama kamu.Tapi siapa yang menurutmu menarik but hidupmu saat ini?"
"Bagiku Mega punya intens ketertarikan yang lebih dibandingkan Thy Than.Tapi untuk Mega dia mengalami sebuah perbedaan hidup yang sangat jauh,dia mengalami sakit leukimia stadium akhir,padahal aku mencintainya."Kembali berkata.
"Kamu mencintai dia atau hanya kasihan.Itu adalah point yang harus kamu dapatkan.Ketika kamu mencintai satu wanita tidaklah baik buat kamu untuk mengatakan hal lain kepada orang itu.Karena itu hanya sebuah rasa menyentuh bukan karena cinta.Sekarang saja ketika kamu dekat dengan Thy Than sekalipun.Mba ga yakin kamu mencintainya sebaliknya juga dia."Lanjutnya.
Aduuuh kalimatnya berat-berat ini,bisa nyambung ga gua ya mendapatkan pengertian dari mba Mona.Kalau engga terima aja nanti juga tahu sendiri.
"Trus kalau aku dekat dengan Mega,apa kamu akan memperjuangkan semuanya demi dia?atau hanya sebagai rasa simpatik kamu sama sosok itu.Sedangkan Thy Than dia tidak ingin melihat kedepan atau kebelakang atas kedekatanmu karena dia menganggap perhatian itu sudah biasa kamu berikan.Bahkan kamu sering berbagi kan?"Lanjutnya.
"Iya juga seeh mba?tapi jelasnya gua sekaeang dihadapkan pada permintaan Mega untuk mendekati bahkan mencintai Thy Than yang secara gua masih bingung dengan keadaan Mega."
"Resiko adalah tantangan yang menarik.Kamu lelaki tetapkan hubunganmu dengan siapa?tapi menurut mba.Kamu belum harus menentukan siapa yang baik buat kamu.Karena kamu akan tahu siapa orang yang akan membuatmu sukses itu belum kelihatan.Karena kalian masih seperti ini,labil dan bersikap sok dewasa itu berat.Mendingan kamu harus menikmati perjalanan hidup kamu yang diwarnai dengan sikap seorang remaja biasanya ya.Jangan seperti orang dewasa yang menghabiskan fikirannya hanya untuk masa depan.Kamu bukan itu!"Sambil menjelaskan kembali.
"Jadiiii????"
"Jadi ya kamu nikmati aja semuanya dengan baik-baik saja bukan menjalani dengan keterpaksaan akhirnya akan membuatmu jatuh dan patah hati!"Mengumbar senyum kepadanya.
"Waoow penjelasan yang jelas mulai membuka fikiranku dan aku akan bersma Mereka berdua menyelesaiakan semuanya dengan baik."
"Bukan menyelesaikan Ndraaa.Kamu tuh menjalani aja,akhirnya juga kamu tahu siapa yang akan menjadi pilihanmu.Mungkin Mitha hahahahah!"
Kaget juga mendapat notice mengejutkan dari Monalisa, wanita yang menarik tapi lebih dewasa.Tapi ada benarnya kalau aku membicarakan tentang seorang pendamping nanti,tapi apa aku akan segera mendapatkan seseorang yang pas denga hidupku saat ini.
"Heheheh,bisa aja mba ini.Masak sama Mitha seeh.Kan gua jadi gimana ya dalam tiga pilihan yang susah."
Menoleh heran mendengar kalimat ucapan Ganindra.
"Tiga pilihan?siapa aja!"Mengernyitkan kening.
"Thy Than,Mega dan Mitha.Ga salah kan?"Menoleh tanpa dosa.
"Ya ga masalah buat kamu,apa yang membuatmu bahagia dengan wanita pilihan kamu.Aku ga masalah asalkan kamu bisa menempatkan seseorang yang pas dalam hidupmu secar baik-baik!"
Ya memang seeh pilihan ada banyak,tapi sebenarnya Mega udah ga mau sama aku karena sikapnya terlalu menjauh disaat penyakitnya mulai menggerogotinya.Gua pun hanya tersenyum merasakan dampak itu,tetapi gimana sama Thy Than ya?apa dia masih ada harapan untukku?