
Setelah menyakinkan dirinya untuk tampil lebih elegan dan kembali dalam pekerjaan lebih sibuk lagi.Kali ini Delisa membantu sebagai teman baik diruang meeting bertemu sama seseorang yang telah lama mengirimkan via Email untuk mengajaknya bekerja sama dalam bidang property.Rey pun sibuk untuk mengamati kembali tinjauan ulang yang sempat bersarang dilaptopnya sehingga dengan bantuan Delisa sungguh membantunya saat ini.
"Pak Rey,berkas yang akan dikita bahas dengan klien baru sudah saya revisi tinggal untuk melakukan persentasi saja.Gimana ada yang menurut anda kurang?"Sembari memberikan berkas itu dimeja yang tengah ditempati oleh Rey.
"Mana!"Pintanya singkat.
Seraya mempelajari dengan perlahan,ia pun ingat dan bertanya tentang kedatangan kliennya apakah telah berada di area lobby atau belum?
"Ohhh iya trus siapa yang menyambut Klien kita,ada kan?"Pertanyaan itu mengarah kepada Delisa.
"Ada pak,pak Reza yang menyambut kedatangannya.Sepertinya special juga Klien kita satu ini pak sampai harus pak Reza yang menjemputnya."Penasaran dengan sosoknya.
"Kamu penasaran,apalagi aku Lisa.Bikin aku penasaran ngebet banget pengen kerja sama dengan perusahaan kita,apa kita sudah siap dengan apa yang akan kita berikan kepada beliau ya?"Mengernyitkan kening seraya menyentuh dagunya dengan serius.
Tersenyum dan mempertanyakan kembali berkas yang sudah ia berikan sama Tuan muda Rey."Permisi pak,apakah berkasnya sudah memenuhi syarat mungkin untuk kita bertemu dengan Klien baru?"
"Sudah Sa,santai aja.Nanti kan aku yang berbicara sama Reza kamu berdoa aja.Kali-kali sukses meeting kita ya!"Sambil tersenyum mendongak serta memainkan kedua alisnya.
Terkekeh dengan jawaban Rey,dasar bos memang ada aja gayanya.Udahlah sekarang tinggal nunggu kedatangannya Klien baru dan bisa meeting dan menghasilkan sesuatu yang baru."Oooh ya,besok kamu merapat diruangannya Reza ya,kayaknya dia butuh banget namanya pendamping hidup deh!"Seraya terkekeh pula.
Heran kalimat apa seeh yang dimau sama Tuan muda,bikin sentiment aja kalau gitu."Merapat?maksud pak Rey saya pindah jadi sekretarisnya pak Reza.Ga salah !"Langsung bengong dengan kejutan seperti itu.
"Heheheh,nanti deh aku bicara sama Reza ya.Kalau dia mau nerima kamu apa adanya.Ya aku seeh setuju aja,kalau kamu ga mau ya udaaah!"Ujarnya memalingkan wajahnya.
"Paaaak,emangnya saya bola apa bisa dipindah sana-sini.Bete deh jadinya!"Seraya merengek manja.
Menghela nafas seraya kesal tapi lucu juga sambil mengelap keningnya,ada aja kelakuan sekretaris satu ini.Tapi kalau aku lempar ke Reza.Enak juga dia ya!"
"Tapi kayaknya kita meeting diruangan ini dulu deh,baru kalau lebih penting kita selesaikan dengan baik-baik saja diruang meeting.Gimana Sa!"
"Ya terserah pak Rey.Saya ngikut aja heheheh!"
"Dasar luuu,,,heheheheh!"Sambil mendorong pinggulnya hingga dia ikutan goyang kesamping.
Sampai juga dilobby lantai atas mendekati lorong dan langkah Morgan ditemani oleh Reza untuk bertemu dengan Sosok pemimpin anak perusahaan ini,seraya menoleh dan melihat-lihat keren juga.Rasanya tempat ini bersahabat seperti yang dibayangkan oleh Nona Joana.Pantas saja dia bisa berada dalam pusaran bisnis ini.Dia sangat berharap mendapatkan kedekatan dengan pria sepertinya akan bertemu langsung.
"Tempatnya bagus juga ya,kayaknya pantas kalau aku bisa kerja sama dengan team disini ya!"Suara itu membuat Reza menoleh serta menjawabnya.
"Anda sepertinya sudah Klik dengan tempat ini pak Morgan,jadi kita bisa lancar bekerja sama kan,hehehe!"Jawabnya terkekeh.
Morgan pun membalas dengan senyuman pasti mengikuti langkah Reza tepat keruangan Radithya Rey.Berhenti sejenak lalu membukakan pintu dan mempersilahkan untuk Morgan masuk kedalam.
"Silahkan masuk pak!"Ajaknya masuk kedalam.
Ada tatapan aneh Rey saat mendapati sosok pria yang diajak masuk oleh Reza.Ooo,jadi dia yang akan menjadi partner baruku.Beranjak berdiri,keluar dari meja kerjanya berjalan serta menyapanya dengan berjabat tangan.Ada keanehan antara keduanya.Rasanya pernah bertemu tetapi dimana ya?"
"Selamat pagi pak Morgan,apa kabar!"
"Selamat pagi juga pak Rey.Saya baik-baik saja,anda bagaimana?"Kembali mempertanyakan.
"Sangat baik,apalagi akan bertemu dengan anda.Jadi kita akan bekerja sama kan!"
"Pasti!"Jawabnya meyakinkan.
"Ooooh ya silahkan duduk,kita ngobrol dulu mungkin."Ajaknya duduk berdampingan.
Reza pun bersiap menghubungi OB untuk menyiapkan minuman untuk tamu dan beberapa orang diruang kerja pak Rey.Delisa pun ikut duduk disampaing Rey dan memegang sebuah berkas yang akan diberikan sebagai pembuktian tentang kerja sama yang sempat membuat keluarga pak Arman hilang.
"Anda penggantinya dari pak Arman dan mengurusi perusahaannya yang mengalami kolaps itu ya?"
"Iya betul,karena selama hidup om Arman adalah partner juga sahabat dari ayah juga saya.Jadi saya yang bertanggung jawab atas semuanya dengan ijin Thy Than pemilik kuasa ini."Lanjutnya.
"Jadi saya juga sempat mendapatkan kabar kalau memang perusahaan dari pak Arman itu sempat ada kerja sama dengan perusahaan kami trus mengalami lost biaya dan dinyatakan fiktif.Disini saya akan meluruskan bagaimana bisa perusahaan pak Arman menjadi sangat berharga untuk sebuah utang!"
"Bagiamana itu ceritanya?"Wajah serius Rey menjadi sebuah jembatan sesungguhnya siapa yang akan menjadi bagian dalam bisnis pak Arman selama ini.
"Oke awalnya kita adalah partner pula disebuah perusahaan pengembangan property dan pak Arman sangat terobsesi dengan sebuah maha karya dari rekan saya.Sehingga dia berani membuat sebuah keputusan untuk tidak melibatkan anda.Jadi dia sangat percaya diri untuk menyelesaikannya tepat waktu dengan pinjaman cukup besar,mungkin kalau anda terlibat pasti tidak setuju kan!"
Rey hanya mengangguk dan memahami setiap kalimat dari Morgan hingga sebuah poin pun didapatkan atas gagal bayar dan siap dengan resiko yang diberikan oleh pemberi modal dengan jaminan terburuknya.
"Gilaaa,,,jadi seperti itu.Trus apakah kita akan membayar modal tersebut dan melakukan relokasi kembali serta membuat perusahaannya kembali baik?"
"Itu yang tengah saya pelajari selanjutnya,mungkin bila nanti saya ngobrol dengan pemilik kuasa atas perusahaan pak Arman,apa bisa?"Kalimat itu membuat kedua orang tersebut seperti Reza dan Rey terkejut serta heran dengan sikapnya.
"Dia belum cukup umur untuk masalah ini pak Morgan.Jadi saya tidak berani untuk membuat pertemuan resmi dengan anak ini.Karena dia masih sekolah,butuh sesuatu yang lebih fresh dalam kehidupannnya tentu itu akan memberatkan dirinya.Jadi saya tidak bisa mengijinkan!"Lanjut Rey.
"Lagi pula,kalau kita bertemu dalam sebuah bisnis seperto ini,sama sekali tidak etis bila kita mengatakan banyak.hal tentang kebohongan yang dilakukan ayahnya.Itu adalah sebuah kesalahan om Arman saja.Bukan kembali dalam hal ini Thy Than harus mengerti."
"Oke,kalau seperti itu.Disini saya hanya memberikan sebuah beberapa perjanjian tentang modal dan bisnis yang sempat kami kerja sama dengan pak Arman.Silahkan untuk dipelajari!"Pintanya sambil mengeluarkan berkas yang sempat menjadi titik awal pertemuan ini.
Memberikan kepada Rey dan tentunya Reza ikut andil dalam pembelajaran kembali tentang berkas tersebut.Sesaat Rey mempelajari dengan tepat dan lebih reaksi seriusnya tertanam penuh khawatir karena utang dibebankan sungguh membuatnya ingin melelang perusahaan om Arman.
"Banyak sekali,proyek-proyek yang dibuat oleh om Arman sungguh banyak dan membuatku ga bisa berkata lagi ini."Sambil memberikan kepada Reza.
Menimpali serta mempelajari pula beberapa berkas yang membuatnya shock dan ga bisa berkata lagi tentang dananutang yang dibebankan kepada om Arman tersebut.
"Banyak juga,jadi kita akan melakukan meeting lagi untuk menyelesaikan ini.Kemarin saja Thy Than hanya mendapatakan seperempatnya belum full tentang kesalahan dan hasil yang tidak transparan membuatnya cukup bingung juga."Lanjut Rey bimbang.
Tatapa Morgan kearah dua lelaki tersebut pun berada dalam level yang tak menentu pula.Ketika semuanya akan jelas dan pasti.Hanya beberapa masalah tengah membuat hubungan ini akan renggang.Apa mungkin ada kerja sama lagi untuk memulihkan keuangan perusahaan om Arman yang mana telah kembali dalam beberapa waktu dengan kinerja yang diberikan Rey untuk menunjang kembali.
"Rasanya kalian sungguh tidak bisa mengambil keputusan selanjutnya kan.Jadi nanti kalian bisa hubungi aku lagi.Karena waktu saya cuma sebentar untuk bertemu dengan anda berdua.Pastikan besok lusa anda memberikan tanggapan anda di email saya ya.Saya tunggu!"Beranjak berdiri dan diikuti oleh Rey dan Reza tentunya juga oleh Delisa.
"Apa tidak terlalu cepat pertemuan kita kali ini pak Morgan?apa kita tidak membahas yang lain mungkin!"Pertanyaan itu membuat Rey harus melepaskan idenya kembali dan berbagi kembali dengan Reza.
"Tidaaak,,,tidak masalah.Kalau begitu saya pamit balik ya!"Beranjak berdiri serta bersalaman dengan Rey dan Reza.
"Ga ngobrol yang lain mungkin pak Morgan?"Sambut Rey berjabat tangan.
Tersenyum lalu menjawabnya."Tidaklah,masih banyak yang harus saya kerjakan.Mungkin lain kali kita akan membicarakan yang lainnya okey!"Berlalu meninggalkan ruangan milik Rey dan masih ditemani oleh Reza.
Tatapan aneh Delisa tentang sosok tersebut membuat Rey menoleh kearahnya penuh rasa penasaran.
Kaget juga,bisa fokus juga seeh pak Rey tahu tatapan yang aneh gitu."Eeeh,pak Rey kok tahu aja seeh."Sebel banget langsung ganti moody.
"Hahahaha,kalau naksir bilang aja.Ntar aku kirim dia email kalau kamu naksir ya sama dia!"Makin becandanya seru sambil memainkan kedua alisnya.
"Paaaak,,,jangan macam-macam deh.Seneng banget kalau udah bikin malu saya!"Mengambil berkasnya dan berlalu meninggalkan dirinya sendirian.
"Lho mau kemana?"Panggilanya membuatnya terhenti,ia sadar lupa belum pamitan untuk keluar dan kembali keruangan pribadinya.
"Astaga maaf pak ya,saya lupa ga bilang mau pergi!"Berbalik dengan menepuk keningnya geli juga dan mendekati serta pamitan kepada Rey.
"Ngapain?"Menatap heran.
"Mau pamit balik pak,nanti dikiranya ga sopan lagi.Ga pamitan sama pimpinan!"Mengulurkan tangan minta berjabat tangan.
"Tumben mengulurkan tangan,mau berangkat kemana coba?"Kembali pusing melihat tingkah Delisa.
"Ya pamit,mau balik pak Rey.Ikhlas ga seeh ngasih ijin balik atau mau ngobrol lagi mungkin!"Tiba-tiba membuat senyuman manis untuk pak Rey.
"Ya udah kamu balik,nanti sorean balik sini lagi.Ada yang mau saya bicarakan lagi sama kamu okey!"Mengulurkan tangan.
"Apa itu pak?"Kembali bingung.
"Ada deh,heheheh!"Lanjutnya garing.
Haduuuh,,,kalau udah pak Rey yang bilang selalu saja ga menarik banget.Sampai aku meninggalkan ruangan ini,tatapan hangat seorang Rey ga pernah lepas dari lirikan penuh tanya Delisa.Menghela nafas berbalik kembali untuk konsetrasi,tentu itu sangat membuat Rey berfikir kearah Thy Than.Sejauh itu permasalahan yang dialami oleh om Arman sampai aku ga bisa membayangkan seperti apa bila Dia berada dalam situasi lebih sulit ini.
Membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk Rey membangun apa yang telah hancur oleh sebuah kesalahan.Banyak yang harus kembali dituangkan secara matang dan jelas tentang kedekatan hati dan kedekatan sebuah mental antara kehidupan saat ini dengan beberapa penjelasan dari Morgan membuatnya segera untuk mengambil tindakan.
"Apa nanti aku ngobrol dulu dengan Joana ya,untuk membahas masalah ini dengan Thy Than.Tanpa dia kan sama sekali tidak ada yang bisa dikatakan lebih dari kata serius untuk menjalankannya selanjutnya.Belum lagi bertemu masalah lebih pelik ini.Huuuuh!"Tengahdah dalam dekapan kursi dan mencoba mendingingkan sebuah fikiran rumit seperti ini.
Reza pun telah mengantarkan pak Morgan ke lobby,keduanya pun sepertinya tengah akrab saat tengah berjabat tangan dan saling berpelukan hingga mengantarnya sampai pintu luar dan memastikan bahwa Kliennya tidak terjadi apa-apa.Ia sejenak melambaikan tangan perpisahan dan berbalik masuk kedalam,tentunya masih menyapa beberapa orang diLobby sebelum menaiki lift untuk keatas.
Sebuah pesan masuk dari Rey,membuatnya terhenti sejenak untuk melihatya.Tumben pak Rey mengirim pesan?ada apa ya!Beranjak bergegas masuk kedalam lift untuk kembali keruangan Rey.
"Ada apa ya?"Mematikan ponselnya kembali memasukkannya kedalam saku celananya.
Sampai juga dilokasi,ia berjalan menuju ruangan pak Rey serta mengetuk pintu dan masuk kedalam.
"Kenapa pak?ada masalah penting kah!"Pertanyaan itu semakin membuatnya penasaran mendekati dan tentunya duduk kembali disofa lalu meneguk minumannya lagi.
"Kamu mau Delisa jadi sekretarismu?"Pertanyaan itu membuat Reza tersedak dan batuk-batuk.
"Uhuk,,,uhuk ,,uhukkk!"Mengelap bibirnya.
Kaget dengan reaksi Reza saat mendapatkan kejutan kalimat darinya,apa ada yang salah mungkin?
"Kamu ga pa-pa Za?"Beranjak berdiri dan menghampiri pria tersebut yang mencoba tenang setelah mendapat sebuah serangan tak terduga seperti itu.
"Pak Rey ga salah kalau ngomong?"Menoleh mengernyitkan kening.
Bersandar serta merentangkan tangannya,heran baru kali ini ada orang executive bisa kaget mendapatkan berita aneh seperti itu."Engga,kalau kamu mau.Trus pekerjaan kamu banyak dan butuh pendamping hidup dikerjaan kamu.Kamu bisa kerja sama Delisa untuk menyelesaikannya,gimana?"
"Trus pak Rey sendirian dong?"Tanya lagi.
"Kan aku ambil Joana dirumah,dia akan menjadi bagian hidupku terpenting dan untuk menjaga kredibiltasku sebagai orang yang membutuhkan dia untuk professional kerja kan.Seru ga tuh!"Tersenyum memainkan kedua alisnya.
"Oooo,,,pengen lebih dekat terus sama Joana?tapi Delisa galak ga seeh pak!"Kembali pertanyaan itu dilayangkan oleh Reza lagi.
Sambil mengangkat kedua pundaknya,ada perasaan takut diantara keduanya untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"Mana aku tahu,kalau galak seeh relatif ya.Tergantung kamu melakukan kesalahan apa sama dia,apakah bisa diampuni atau engga!"Lanjutnya ketawa ngakak.
"Aduuuh,bisa bahaya ini!"Menjatuhkan badannya disandaran kursi seraya menutup wajahnya.Antara pasrah atau sebuah pukulan telak yang diberikan oleh Rey untuk wakilnya.
Menahan tawa khas Rey menjadi peluang tak menyangka bahwa ini akan menjadi dilema untuknya dalam berganti posisi lagi.Gimana dengan Joana ya?aku mengingat saat Delisa dekat sama asistan pribadiku.Apa aku menghubungi dia kali ya?Bergegas mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Joana,mungkin dia dirumah atau setidaknya aku sudah berusaha untuk menghubunginya.
Ada perasaan aneh Reza saat melirik kearah Rey tengah menghubungi siapa dia?pasti itu membuatku jadi penasaran.Atau aku tunggu saja dia bicara dengan siapa,tentunya sambil meneguk minuman yang masih tersisa sedikit.Masih enak sembari tertawa geli.
"Haloo,,,selamat siang dengan Joana kediaman Tuan muda Radithya Rey ada yang bisa dibantu?"
"Haiiii,formal sekali kamu sayang.Jadi kangen lho!"Ujarnya dengan berharap ada balasan lebih hangat.
"Ooooh,Tuan muda.Ada yang bisa dibantu Tuan muda!"Kembali bertanya.
"Gimana semalam,seru!"Tiba-tiba suara itu membuat suara gagap Joana.Juga menoleh tanpa arah tajam Reza mengarah pada Rey.
Rey pun menyadari kalimat itu membuatnya memberikan tatapan aneh bahkan mencurigakan sehingga ia mencoba untuk memberikan kode untuk diam sejenak.Malahan Reza pun ijin untuk kembali keruangannya dengan kode tak kalah lihai juga membuat Tuan muda hanya tersenyum.
"Semalam Tuan muda?tidak mungkin aku melupakan kegilaan Yoshi terhadapku!"
Sontak membuat terkejut berdiri dengan wajah cemburu buta yang ga bisa ada mengalahkan dari hati terdalam Rey.
"Trus gimana,kamu diapain sama dia?"Kembali penasaran seraya panik wajahnya gelisah.Mana mungkin dia menjadi santapan Yoshi yang tak berakhlak itu.
"Kayaknya ga etis deh Tuan muda terlalu cepat mempertanyakan ini ditelpon.Saya juga ada berita mengejutkan yang harus anda ketahui."Kembali menarik sebuah rasa penasaran lagi.
"Berita mengejutkan apa?"Bingung juga mendengarnya.
"Pastinya itu akan kita bagi nanti Tuan muda."Lanjutnya deengan senyum manis membuat hati Rey menjadi tak karuan.
"Oke,aku juga punya kejutan buat kamu.Jadi kita sama-sama mempunyai sebuah kejutan yang membuat kita saling penasaran kan."Meringis kearahnya.
"Ternyata seru juga ya,heheheh!"Selorohnya meringis.
"Jadi kita sama-sama penasran dengan berita apa yang kita buat sendiri kan!"Tersenyum dan cooling down kembali.
Menutup telpon,keduanya pun berada dalam sebuah rasa gelisah sendiri-sendiri.Entah seperti apa kejutan yang akan mereka bagikan masing-masing dalam satu cerita ini apakah akan membuat rasa cemburu itu datang ataukah hanya sebatas permaianan semata untuk saling memikat?
Hanya waktu disaat senja datang ia berbalik dan meninggalkan ruangan ini dengan banyak cerita bahkan keintimana apa yang tengah terjadi dalam hubungan antara Yoshi dan Joana.Membuatnya menahan nafas dan tak berujar lagi untuk bertemu.