
Sayang banget ga bisa ketemu sama anaknya Tante Mila,coba aja kalau ketemu pasti deh ngedate sama dia.Seru orangnya seeh,tapi ya seumuran sama Thy Than.Ga pa-pa seeh sebenarnya sebelas dua belas sama dia sama cantik seksi dan sedikit berisi,kok gua seneng banget deh liat anak seseksi itu.Belum masuk kedalam mobil dan membuka bagasi bagian belakang,sebuah panggilan telpon dari Thy Than membuatnya antara semangat atau engga ya kali ini.Lagian bayanganku kan ketemu sama mba Ashila itu seru banget deh malahan dia nelpon deh.
"Halllo,,,iya Than ada apa,udah pulang lu?"Sambil menutup bagasi belakang.
"Udah,jemput ya.Kamu sibuk ga?"Tanya balik.
"Ya enggalah.Pas banget elu telpon disaat gua udah selesai delivery.Sekarang deh gua kesana ya,mau dibeliin apa?"Mulai membuat kesal Thy Than.
"Ga deh,,,nanti aja.Emangnya aku anak kecil mau dibeliin balon segala!"Senggolnya ga terima.
"Ya kali-kali mau hahhahah!"Berjalan menuju ruang kemudi depan.
"Aku tungguin ya!"
"Iyaaa,tunggu aja.Tapi jangan nakal,jangan ganjen yaaa!"Pesan Rasya bikin ill fill aja.Ga kebalik coba dia bilangnya.
"Ga kebalik tuh!"Serangnya kesal.
"Ya kali-kali elu sama kayak gua!"Sambil masuk kedalam menghidupkan mesin mobil.
"Tungguin yaaa!"Sembari menutup ponselnya.
"Iyaaaaaa,kakak!"Jawabnya menutup telpon penuh kekesalan.
Memasukkan ponselnya kedalam tas,bersedekap manyun menunggu waktu yang akan datang berjalan lebih cepat dari yang dibayangkan oleh siapapun.Tentunya akan dipilih oleh orang lain untuk menyapa seorang siswi yang belum pulang-pulang.
"Ehemmm!"Suara dehem khas pak Radith mengejutkan Thy Than sampai menengok dengan tatapan beneran kaget banget.
"ASTAGAAAA!SIAPA SEEH!"Belum nyadar kalau itu adalah pak Radith..
Wajahnya kaget bukan kepalang,entah model apa kagetnya tapi bukannya bikin pak Radith ga terima malahan ketawa ngakak ga karuan lihat dia sebegitunya.
"HAAAAH,,,PAK RADITH?"Tengak-tengok beneran ini dia,ya ampun kena marah lagi gua.
"Ya iyalah aku Thy Than.Ngapain mematung ga jelas disini.Lagi nunggu siapa?jodoh!"Tanya lagi.
Menggelengkan kepala.
"Lha terus nunggu siapa?"
"Nunggu jemputan pak,lagian seeh bapak bikin kaget aja kalau dateng-dateng selalu sajaaaa bikin surpriser!"
"Mangkanya kamu tuh jangan disini,minggir agak jauhan dikit.Atau gimana?"Sambil geser Thy Than.
"Salah emangnya?"
"Ya engga seeh,tapi kan orang males negur kamu.Sekali tegur apapun bisa kamu lawan kan.Kayak Jerry aja kamu jabanin siapa lagi yang ga kamu takutin!"Sindirnya jelas membuatnya meringis geli lalu mengacungkan dua jarinya.
"Peaaceee pak!"
"Ya okelah peace.Mau bareng bapak,bapak beliin deh coffe atau snack yang enak dikedai kopi,mauuu ga?"Tawarnya dengan memainkan kedua alisnya.
"Ga mau.Ntar malahan sampai sana palingan jyga diceramahin soal basket tadi.Iyaa kan pak,Maleeees!"Sambil sinismya muncul kembali.
"Ya udah byeee!"Sambil nyubit gemas pipinya.
"Aduuuuh,,,pak Radith sakiiiit!"Berontaknya ga terima.
Dia pun melenggang pergi menuju parkiran dan memakai helm dan beringsut bersama motor sportnya.Keren juga neeh pak Radith,tapi banyakan gaya males.Mendingan Rasya keren tapi nakal banget sama cewek model apapun.Huuuh,emosi deh jadinya.
Melintasi depan Thy Than,ga seru juga kalau ga blayer motor disampingnya.Kaget seeh kaget tapi gimana lagi,sabar-sabar deket sama orang yang ga jelas kayak pak Radith tuh harus bisa menjaga diri supaya ga sakit jantungan okey.
"Byeee anak nakal!"Sambil berlalu ketawa menggodanya.
"Hiiiii,,,orang gilaaa!"Balasnya dengan menantangnya.
Kesal banget seeh kemana lagi jemputan kok ga dateng-dateng seeh.Padahal kan aku nunggunya udah lama sampai Raisa dan Anna tinggal jejaknya doang gitu kena sapuan angin hilang deh.Kemana seeh Rasya ini pengen banget deh ngasih hadiah buat dia.Aaah beli minum dulu deh dikantin itu kali-kali hausku hilang darah tinggiku tak ada lagi karena segarnya minuman didalam cheeler tuh menggida banget.
"Mang beli minumannya ya!"Mengambil satu didalam cheeler.
"Oke Non,kok belum pulang!"Sapanya hangat
"Nunggu jemputan ga dateng-dateng mang,lama bener!"Sambil membuka penutupnya lalu membukanya.
Eeeh belum sempet diminum,malahan dirampas sama Rasya malahan dia mimum duluan dibanding yang beli.
"Eeeh?,,minuman akuuuu!"Sambil jingkrak-jingkrak ga terima.
Dia terhenti lalu menoleh belum sempet meminumnya, tatapan polos kaget dan aneh banget liat kelakuan Thy Than sungguh membuatnya tak berdaya sama sekali.
"Gilaaa!"Langsung meminumnya setengah,lalu keluar rasa kelegaan yang hakiki didepan Thy Than.
"AAAAAAHHHH ,,,,,SEGAAAARNYAAAA!"Sambil memberikan kepada Thy Than.
"Neeeh habisin,ntar gua yang bayarin!"Memainkan kedua alisnya.
"Haaah,,,tinggal setengah!"Sambil melihat tak menyangka.
"Ga pa-pa sisa gua itu bervitamin.Segaaar mantap!"Sambil mengeluarkan uang dan membayarnya.
"Tambah satu lagi mang ya!"Tangan kirinya pun cekatan mengambil minuman buat Thy Than yang merengek pengen nangis ga terima.
"Neeeh ga usah nangiiiiis deh!"Sambil nempelin kepipinya dingin-dingin gimana gitu.
"Hik.,hik.,,hik,,,hik,,,aku kangeen!"Sambil meluk dia.
"Haaaah,,,kangen.Emangnya gua lama ya mang ga jemput dia?"Malahan melempar pertanyaan sama mamang penjual makanan dan minuman plus snack dan apalah yang dijual pokoknya banyak deh.
"Engga juga.Kan non Thy Than baru kesini barusan!"Jawabnya membela Sang lelaki.
"Mang jahat ga bantuin aku."Sambil menitikan air mata.
"Udaaah,,,jangan gila.Pulang yuk!"Ajaknya.
"Gendooong!"Sambil merentangkan kedua tangannya.
"Busyeeeet sejak kapan manjanya ga ketulungan kayak gini!"Kagetnya pun plus banget dan tak menyangka bisa segitunya dia sama gua.
"Aaaah,,,gendoooong!"Lagi jingkrak-jingkrak minta gendong.
"Ya ampun,,,perasaan ga ada yang geser deh semalam.Kok malah kayak gitu dia ya?"Ampun deh,langsung deh jongkok dan menuruti permintaannya.
"Yesss gendoong!"Langsung aja naik dipunggungnya Rasya dan membawanya masuk kedalam mobil.
Mang penjual minuman dan makanan dan snack juga jualan apapun yang penting banyak yang beli pun hanya senyum-senyum ga jelas lihatnya.Tumben semanja itu dia sama kekasihnya.
Padahal ga tahu sebenarnya dia adalah jeng-jeng-jeng,,, belum ketahuan siapa dia juga.Sampai didalam mobil Rasya pun mendekap kening Thy Than dan merasakan apakah ada yang aneh diantara dirinya yang ga karuan rasanya.
"Ga pa-pa,kok elu gila ya?"Tanya balik.
Menoleh sambil mengigit sedotan minuman lalu menoleh kearahnya dan meringis dibuatnya.
"Aku gila karena kamu Rasya,aku bayangin kamu selinggkuh dari aku.Dan aku kamu campakan begitu saja dengan wanita lain."Ujarnya sedih.
"Astagaaa,,,jiwa gua kan suka sama cewek yang seksi,montok, dan sedikit berisi kayak kamu,kayak.mba Ashila trus siapa lagi ya?"Mikir padahal masih banyak diotaknya muncul hanya saja itu sama sekali ga bisa dikeluarin begitu saja.
"Kok gitu seeh,ga suka sama aku.Ga cinta sama aku?ga sayang sama aku!"
"Kamu tuh kenapa seeh,kok aneh banget deh."
"Aku tuh takut kehilangan kamu Syaaa,,kamu tuh impian aku selama ini!"Sambil mendekap pipinya mengelus halus dan memberikan kecupan tangan.
"Yaaa tahu,kan dari dulu gitu.Malahan dari kamu seumur segini aja!"Sambil tangannya memperagakan ukuran Thy Than yang masih mungilpun diungkit."Aku udah sayang sama kamu.Tapi hatiku engga,hehhee!"Ujarnya.
"Heeem,,,anterin pulang yuk.Aku kok ngantuk banget ya."Pintanya dengan menyentuh keningnya.
"Kamu sakit?"Tanya Rasya serius.
"Enggaaa,,enak aja aku sakit.Ya senenglah kamu bisa keluar kemana-mana ketemu siapa aja kalau aku sakit!"
"Heeem,,,kumat banget posesifnya.Ga boleh tuh terlalu posessif,bikin ga nyaman tahu!"
"Oooooh Gitu ya!"Jawabnya bikin kesal aja,dongkol bahkan tak tahu lagi harus bilang apalagi.
"Pulang kerumah mama Gina dulu ya.Aku mau prepare disana,juga banyak orderan lho.Kamu mau bantuin ga?"
"Ya mau dong,biar dibilang menantu I-DA-MAN,,,hahhahah!lucu kali ya!"Sambil ketawa lepas.
"Yaaah gitulah!"Sambil tersungging.
"Ya biasa aja.Masak aku sekarang performa basketnya berkurang.Jadi kena omel deh sama pak Radith."Ujarnya bete.
"Ooh pak Radith tuh guru olah raga kamu ya?masih muda dia!"Tanya Rasya penasaran.
"Ya masih muda seeh,baru aja lulus trus ngajarin olah raga.Tapi dia cakep lho,badannya bagus atletis,dan perhatian.Ga kayak kamu main perempuan aja.Paling naik tingkat tuh Wanita."
"Bisaaa ajaaaa!"Gemes banget sampai nyubit pipinya debgan gemas.
"Aaah,,,sakiiiit Syaaa.Pelan-pelan napa!"Lagi melirik layaknya mau bertanding melawan penjajah.
"Truss ada yang gangguin kamu ga?"Tanya lagi.
"Siapa juga mau gangguin aku Sya,males banget!"
"Apalagi gua!"Tambah Rasya tanpa sadar.
Langsung aja bersungut-sungut wajahnya Thy Than mendengar kalimat tak wajar keluar dari mulutnya.
"Rasyaaa,,,geemessss deh!"Sambil mengelus-elus perutnya yang buncit tapi gemesin.
"Haaaah.,,,lepasin.Geliiiii!"Sambil menyingkirkan tangannya.
"Lagian,demen banget makan ga olah raga.Ntar fitness ya **** up biar rata-rata kayak punyaku."Tangannya pun memperagakan gaya datar perutnya.
"Tapi elu nafsu kaaan!"Malahan menggodanya.
"Hheheheh iya,anget demen banget jadinya."
Obrolan ringan itupun berakhir didepan pelantaran garasi milik Rasya,udah sampai.Seneng banget deh bisa ketemu mama Gina lagi,pasti ada obrolan yang seru kalau mama Gina bercerita tentang hal menggoda tersebut.
"Sampai juga,,,ketemu calon mertua hehehhe!"Bergegas turun dari mobil.
Tentu saja wajah mematung heran dan tak pervaya masih dirasakan oleh Rasya yang ga habis fikir.Kenapa dia ya apa ada yang kepentok kepalanya ya?sampai dia cemburuan kayak gitu sama aku.Apa karena aku mau kencan sama mba Ashila trus dia firasatnya jelek trus berubah begitu ya.Entahlah semoga saja dia ga berbuat aneh-aneh didepan mama.
Turun dengan santai menenteng tas miliknya,berjalan masuk.Udah diduluin sama Thy Than menyapa sang mama yang menyanyanginya sejak dulu.Ada senyum bahagia saat memeluk sang mama.Dialah mama kedua buat aku.
"Maamaaaa,aku pulang!"Menghampirinya yang tengah lengang dengan kesibukan ringannya.
"Heeiii ,,,,udah pulang anak mama yang cantik sendiri ini!"Langsung memeluknya.
"Kangen sama mama,tapi ada mama Gina.Ga jadi deh hehhehe!"Sambil melepas pelukannya.
"Ga usah gitu kali nak.kan mama Gina sama aja mama kamu ya kaaaan Rasya !"Memandangnya saat dia melintas didepannya.
Terhenti masih ga nyambung deh dia.
"Haaaaa!"
"Heemm,,,lagi ga enak bandan kali maaa,kok jawabnya kayak gitu!"Modus Thy Than mulai membuat mama heran.
"Kamu sakit apa Sya?"Tanya mama sambil mendekap keningnya.
"Ga sakit ma,yang sakit tuh diaaaa!"Sambil nunjuk tajam kearah bahunya.
"Hehehehehe,,,"Slengean juga Thy Than jawabnya.
"Udaaah deh,mendingan kamu istirahat dulu.Sekarang seeh ga ada pesanan yang banyak kok.Tinggal entar sore aja kalian kalau mau antar ke Ko Ahong aja kok."
"Lho Kedai kopi mba Ashila engga ma?"Sambil terhenti heran.
"Ga ada,,,besok aja katanya.!"Jawabnya santai.
"Kalian mau makan sekarang apa nanti?"Tanya mama dengan menatap keduanya.
"Kak Fian ga pulang ma?"Tanya Rasya dengan wajah serius.
"Ada kelas tambahan kuliahnya.Pulangnya ntar malam.Makannya mama ga nambah pesanan."
"Lhaaa tuh ada dia,,ajakin maaa.Biar bisaaa!"Tunjuk Rasya dengan mengarah pasti.
"Boleh kok maaa!"Sambil memeluknya.
"Ga,,mama ga mau ngajak kamu bikin orderan.Biar mama sama kak Fian aja.Kamu tuh paling kecil ya.Ga boleh capek-capek okeyyy,mau makan atau istirahat dulu?"
"Makan deh maaa,capek nungguin Rasya dari tadi ga dateng-dateng jemput Thy Than."
"Haaah,,,,kemana aja dia ya?"Sambil menompangkan tangannya dipinggang mama.
"Ya macet lah maaa!masak yang lain."Ujarnya mulai meresahkan kearah Thy Than.
"Heeem,,apa main perempuan disana?"
"Main perempuan?dimana maaa!"Tanya Rasya lagi.
"Ya mama ga tahu,mungkin kaleee!"Serunya bikin Rasya kesal lagi.
"Ya udah kamu mau masak ga?atau mama tadi udah masak kok,lihat aja dibelakang."Kata mama memberikan semangat buat Thy Than.
"Yeee,,,makan sama Rasyaaa!"Nimpluk deh sama Rasya serta mendorongnya kebelakang.
"Aduuuuh,,,,ngapain seeh kamu bikin resah aja dari tadi!"
Ngikut kebelakang untuk makan siang,sang mama pun hanya tersenyum manis melihat kelakuan Thy Than yang kadang manja,kadang malahan bikin onar ga karuan.
"Suapin yaaa!"
"Haaaah!!!! Suapain???kerasukan apa seeh kamu kok manja bener kali ini yaaa!"Menahan rasa penasaran terhadap Thy Than.
"Kerasukan cemburu kamu,,mangkanya jangan buat aku bete yaaaa!"Makin bikin Rasya ngelus dada.
Meja makan kali ini menjadi lebih bermakna,Makan siang sepertinya seru kalau aku yang melayani Rasya deh.Dari tadi udah bete sama kelakuanku.Lebih baik aku baik-baikin aja biar dia mau nginep lagi dirumah.Kan sepi kalau ga ada dia tempat terindah yang aku inginkan.
"Rasyaaa,,,mau sama apa?"Sambil senyum-senyum genit kearahnya.
"Apa aja deh yang penting kamu ga masalah sama gua?"
Sambil mengacungkan jempolnya,pasti itu adalah pilihan khas Thy Than untuk memberikan pelayanan special buat Rasya.
"Naaah udah siap kan,selamat menikmati!"Sambil memberikan piring berisikan lauk dan sayuran yang siap untuk dinikmati olehnya.
"Enak kayaknya neeeh!"Tiba-tiba moodnya kembali datang,senyum itu terlempar hangat kewajah teman baiknya.
"Iyaaa dong,special buat kamu kok!"Jelasnya yakin.
Lalu tatapan Thy Than memang kali ini beda,rasanya ingin membuat suasana kembali naik dalam dirinya.Apa ya apa aku bicara soal Jerry mungkin atau Pak Radith.Gimana ya,reaksinya semoga aja dia cemburu kayak aku sama kamu.Sama-sama satu perasaan.
"Kamu tahu ga,tadi tuh aku digodain mulu sama Jerry.Masak aku dibilang cantik seksi tapi malahan si Jerry tuh ga punya perasaan sama aku.Gimana tuh cara dia hidup ya?"Menompangkan tangan kearahnya.
"Heeemm,,,aneh banget!"Sambil melotot dan ga yakin deh.
"Iya itulah aku tuh kadang ga nyaman sama dia.Malahan dia tuh bersikap sama aku seperti itu gimana dong!"
"Itu seeh seru,lanjutin aja.Sebagai yaaa mengisi waktu luang.Seru dan kadang bisa romantis gitu dia.Kayaknya seeh!"Sambil mikir bener ga ya gua berkata.
"Trus ada lagi satu namanya Edward,dia juga gitu ga tahu kita saling ketemu eeeh tiba-tiba sok akrab dan bikin aku ill fill deh.Tapi dia itu jago main piano lho Syaaa!"
Terhenti makan sambil mendongak saat tangannya menyentuh punggung Rasya.
"Sikaaaat aja,dia pun bisa membuatmu nyaman kok apalagi bisa main piano.Palingan kamu bisa klepek-klepek sama dia."
"Trus kamu ngelepasin aku,biar kamu bisa deket sama wanita lain?engga!"Jawabnya menolak.
"Astaga,sejauh itu kamu berfikir!"Sambil berfikir pula sejauh itu.Padahal emang iya seeh,biar gua ada selingannya gitu.Padahal udah bosen gua sama elu.Kan gua pelindung kamu bukan seorang yang special banget tapi kayaknya keren juga ya hehhehe.
Heran memercingkan hidungnya,kenapa sama dia seeh sok ketawa-ketiwi sendirian ada apa neeh.
"Ngapain ketawa kayak gitu?ada sesuatu mungkin!"Tanya balik menyelidik.
"Engga ada,makan neeeh makan.Dari tadi ngomel-ngomel aj eluuuu!"Ngambil sesuap dan diberikan kepada Thy Than.
"Aaaaa!"Ia membuka mulutnya.
"Dasar manja ga ilang-ilang!"Sambil memalingkan wajahnya.
"Weeekkk,,,!"Sambil menjulurkan lidahnya meledek lagi.