
Sampai juga Melissa membawa sebuah tawanan kesebuah rumah yang terpencil untuk memberikan pelajaran buat seseorang yang telah membuat hancur keluarga dari joana Alexander.Wanita yang hanya satu-satunya berada dalam klan terakhir serta tengah berada dalam bayangan seorang pria pengusaha muda Radithya Rey.Saat sampai dirumah tersebut,mereka pun membawanya kesebuah rumah bawah tanah untuk menyembunyikan sosok pria yang akan menjadi sasaran amarah seorang Morgan.Pantas saja selama ini dia bersikap baik terhadap Joana dengan maksud telah menyentuh keluarganya tanpa ia sadari sebelumnya.
Turun dari mobil bersama Melissa,keduanya pun menunggu para bodyguard untuk membuka mobil box berisikan tawanan yang dipastikan tidak akan tahu ketika matanya tengah ditutupi oleh kain berwarna hitam dan mulutnya yang tak bisa berteriak karena ditutupi oleh lakban hitam pula kencang menutupinya mengikat kedua tangannya.Saat dikeluarkan pun ia meronta-ronta tanpa bisa melawan dan hanya bisa mengikuti langkahnya mau dibawa kemana.
Morgan pun tersungging melihat tawanan yang tak berdaya karena keangkuhannya dan telah membuat sang majikan merasa tak perduli lagi apa yang akan terjadi dengannya.
"Lihat lucu sekali kan?sama sekali dia tidak tahu siapa yang membuatnya seperti ini!"Tunjuk Morgan kearah Melissa yang hanya membalas dengan tersungging pula menoleh kearah Morgan.
"Ternyata dia bisa keji juga kalau tanpa kita mengetahui seperti apa aslinya dia!"Bersedekap dan mengamati sang tawanan berada dihadapannya.
Beberapa kali ia ingin meronta,tapi tetap saja tak bisa melakukannya karena kekuatannya sama sekali tidak sebanding dengan kedua orang yang tengah memeganginya .
"Tuan,kita bawa kemana tawanan ini?"Pertanyaan itu sontak membuat Yoshi mendongak dan mencoba mengenali suaranya.
"Ikut aku,kita akan bawa dia dengan aman!"Kata Melissa berjalan turun keruang bawah tanah,dimana Morgan pun mengikutinya.
Dengan tenang Yoshi mencoba mendengarkan suara seorang wanita,seorang wanita.Tapi apa dia bagian dari konspirasi ini.Aku sama sekali tak menyangka ada sosok perempuan dalam melakukan penyekapan terhadapku. Memang siapa dia sampai bisa bersikap seperti itu,andai saja aku tahu siapa dia.Aku ga bakalan diam untuk membalasnya,beberapa kali percobaan untuk meronta pun tak bisa ditahan lagi.Tetapi sang body guard pun pandai membuatnya lemah dihadapan seorang pria tersebut.
Sembari berjalan mengikuti Melissa,Morgan pun mempertanyakan keamanan tempat yang telah dibuat olehnya untuk mengamankan seorang pria yang telah siap untukdm dihilangkan jejaknya.
"Apa tempat ini aman?"Sembari mengikuti langkah Melissa menuju lorong yang siap dibuka oleh Melissa.
Sebuah lorong yang memang membuat Morgan tak percaya bahwa sahabatnya memiliki tempat bungker penyimpanan barang-barang yang penting bahkan itu diluar nalarnya sebagai seorang sahabat baiknya.
"Sangat aman,ini biasanya adalah untuk menyimpan apapun yang penting dari benda-benda yang aku dapatkan!"Jawabnya sambil mengumbar senyum kepadanya.
"Kamu juga menyimpan barang-barang berharga disini?"Tak menyangka bahwa Melissa adalah seorang kolektor yang telah menyimpan sesuatu membuat Morgan semakin penasaran dibuatnya
"Siapa yang tidak kenal dengan Melissa,Morgan!"Tersungging dan membawanya pada sebuah pintu yang dilengkapi dengan finger print system untuk membukanya.
Jelas bungker ini sangat tersembunyi bahkan tidak mungkin orang bisa menemukannya semudah itu.Aksesnya pun sangat steril dari pandangan Morgan.Bahkan retina matanya sebagai salah satu kode untuk membukanya.Suara keras pintu baja terbuka membuat Yoshi mencoba menerka apa yang akan dia rangkai dalam fikirannya.
"Melissa,Morgan siapa mereka?"Kembali menancapkan ingatannya tentang sosok nama yang akan membuatnya terkejut disaat yang tak tepat.
"Nanti kita buat dia menyesal ditempat yang jauh dari harapan hidup orang banyak!"Kalimat Morgan benar-benar mengintimidasi sang lawan yaitu Yoshi.
"Apa yang akan mereka lakukan kepadaku?apa salahku ya!"Sama sekali Yoshi menyadari apa kesalahannya saat ini.
Setidaknya ia masih menerka-nerka siapa itu Melissa dan Morgan.Dua orang yang tengah ia dalami dan mencoba sabar untuk menentukan seperti apa dia saat ini.Sampai juga disebuah ruangan gelap dan memiliki beberapa ruangan untuk menyimpan sesuatu dalam waktu yang tak menentu.Langkah Melissa pun terhenti pada sebuah ryang baru paling pojok dan membukanya menggunakan kode retina matanya.Pintu pun terbuka,terdengar suaranya yang keras dan membuat langkah Yoshi terhenti dan seakan mendongak untuk merasakan bagaimana suasan temapt ini.Sangat hening dan mungkin akan membahayakan dirinya seketika.
"Apa benar aku akan dihilangkan ditempat macam ini?aku sama sekali tak tahu harus berbuat apa!"Batinnya tengah meronta tetapi sama sekali tak bisa.
"Silahkan masuk!"Ajak Melissa membukakan pintu dan berjalan masuk kedalam.
Alangkah terkejutnya Morgan juga dua bodyguardnya saat melihat ruangan yang cukup luas juga dipenuhi sebuah taman hijau serta ruangan tidur yang mungkin hanya bisa ditempati oleh seorang costomer executive berada dan menginap cukup lama disini.Taman kecil dengan suara gemericik air serta tempat yang indah diantara kaca-laca tebal yang ga mungkin bisa dipecahkan dengan alat berat sekalipun.Tempat yang akan membuat seorang tawanan tal ingin keluar lagi karena sangat menyukai tempat ini.
"Heiiii,kamu ga salah menempatkan tawanan kita ditempat yang seperti ini!"Pertanyaan itu seakan membuat Morgan tak percaya.Bisa juga dia membuat lelucon untuk tawananku ini.
Tersungging menjawab pertanyaan dari Morgan,langkah Melissa memang jelas itu adalah membuatnya nyaman bahlan betah dan tak ingin kembali.
"Kamu harus tahu,tawanan seperti dia.Harus berada dalam sikap yang tenang dan tidak membuatnya stres.Jadi aku membawanya dalam suasana seperti ini."Tapi langkah Melissa mendekati sebuah dinding batu dan mencoba membuka dengan tanganya serta menarik sebuah kontak yang mana didalamnya pun terdapat sebuah gelang besi berwaran hitam dengan aksen bak gelang arloji yang mana akan menjadi gelang pengatur suhu tubuhnya hingga ia tak bisa keluar sedikitpun dari area yang dibuat oleh Melissa.
Menunjukkan sebuah gelang tersebut dan meminta mereka melepaskan ikatan tangan yang sudah menjerat Yoshi beberapa waktu itu.
"Tolong lepaskan ikatan pria itu.Aku akan memasangkan gelang itu!"Senyumnya pun mengarah pada Yoshi yang masih kebingungan apa tengah dilakukan oleh wanita tersebut.
Sang bidyguard pun perlahan melepaskan ikatannya dan masih memegang kedua tangan.Rasanya semakin sakit ketika tangannya sangat erat memegang tangan Yoshi.Terdengar suara kesakitan saat Melissa mencoba memasangkan gelang besi tersebut ketangan Yoshi.
Klik,suara gelang itu telah menyatu dengan pergelangan tangan Yoshi.Jelas itu sudah menandakan ia menjadi tawanan dalam pengawasannya.
"Jangan lepaskan dulu,aku buat take down systemnya.Agar dia tidak bisa macam-macam lagi!"Ujarnya dengan nada serius.
Terang saja kalimat itu membuat detak jantung Yoshi pun tak beraturan dan menyebabkan ia semakin menurun aliran darahnya hingga tiba-tiba pingsan dan tergeletak dalam dekapan dua bodyguardnya.
"Trus apa yang akan kami lakukan selanjutnya Tuan,Nona terhadap pria ini?"Tanya salah satunya penasaran.
"Bawa dia keruangan itu,dan geletakkan dengan benar.Kita akan tunggu waktu beberapa menit untuk melihat perubahan apa yang akan ada didalam dirinya seketika."Pinta Melissa menunjukkan sebuah tempat ranjang untuk istrirahat.
Mereka pun menurutinya dan membopong Yoshi yang telah pingsan dengan penutup mata dan lakban yang masih menutupi mulutnya.Menggeletakkannya disebuah ranjang serta mereka pun perlahan keluar dengan beriringan untuk melihat reaksi selanjutnya.
"Gimana?kita akan tunggu diluar untuk mengawasinya.Apa reaksi yang akan muncul setelah dia sadar oke!"Melissa pun memberikan komando untuk keluar dan meninggalakan ruangan tersebut.
"Boleh juga!"Tersungging mengikuti langkah Melissa keluar untuk kembali menguncinya.
Butuh waktu sebentar ketika melihat Yoshi tersadar dari pingsannya,mencoba bangun walaupun cukup sulit setelah dirinya mulai tak biasa merasakan suasana yang membuatnya terkejut.Mencoba bangun serta melepaskan penutup matanya,perlahan bingung melihat ruangan yang tak biasa bahkan membuatnya heran tak menyangka dirinya berada diruangan tak terlalu besar dipenuhi oleh taman dan air mengalir bahkan tempat ini adalah keindahan tak biasa.Seraya melepaskan lakban menutupi mulutnya,ia pun menganga melihat apa yang ada didepan matanya.
"Apa aku ga salah?ini tempat apa!"Beranjak berdiri serta berjalan untuk mengamati bahkan melihat setiap sudut tersebut sangat tidak mungkin untuk dirasakan.
"Apa ini?gelang untuk apa!"Kebingungan menyentuh dan merasakan,Mencoba memejamkan mata untuk mengingat apakah ada yang janggal ketika sebelum ia berada disini.
Bingung dan tak bisa mengingatnya sampai kembali menyentuh kepalanya untuk bisa merasakan beberapa ingatan obrolan dua orang lelaki dan perempuan.Apa ity sangat membuatku bingung sampai aku tak bisa menjabarkan apa maksudnya?
Diluar senyum kemenangan seorang Morgan terlihat jelas dan yakin kalau Yoshi akan menderita ditempat ini.Nyawanya memang tengah menjadi taruhan antara Morgan dan Melissa untuk kelanjutan keberadaan sang tawanan mereka.
"Aku ga nyangka kamu punya tempat seindah ini untuk menyekap seorang pria seperti dia!"Berbalik menatap Melissa dengan tatapan sinis.
"Well,kalian tidak ada yang menyangka aku memiliki tempat yang tak mungkin bisa diketahui oleh siapapun kan,heheheh!"Kembali berbalik serta mengawasi Yoshi yang masih kebingungan dengan suasana tengah membuatnya bingung sekali.
"Apakah kita akan meninggalkan dia dalam keadaan seperti itu atau membuatnya semakin menderita?"Pertanyaan Morgan pun dijawab oleh Melissa.
"Ya jelas,nanti aku yang akan mengawasinya sampai kamu bisa memberikan perintah selanjutnya.Apa aku akan melepaskan dia dimana yang bisa membuatnya tidak bisa kembali untuk mendekati siapa itu Joana."Tersenyum kearah Morgan.
Perlahan mereka pun segera meninggalkan ruangan yang hanya dihuni oleh Yoshi,entah apa tengah dibenaknya saat ini.Apa ada sesuatu tentang hidupnya tinggal beberapa waktu saja?bayangan kematian mungkin akan mengikutinya sampai ia belum menyadari hal tersebut.
Langkah Morgan dan Melissa menuju ruang depan disebuah ruangan dalam rumah yang terlihat terbuka dengan beberapa kaca besar mengarah kearah kesebuah tebing indah dimana hanya mereka yang tahu tempat terindah untuk melihat keadaan sekitar rumahnya.
Dia berbalik dan memberikan ruang untuk bodyguard mereka untuk segera meninggalkan kediaman milik Melissa dan memberikan perintah untuk bisa merahasiakan tempat ini.
"Oh ya,untuk kalian jangan pernah memberitahuakan tempat ini kepada siapapun ya.Nanti kalau aku membutuhkan bantuan lagi,kalian akan aku panggil lagi.Oke!"Memberikan perintah kepada kedua bodyguardnya.
"Baik pak!"Jawab keduanya kompak,perlahan meninggalkan rumah kediaman Melissa.
Tatapan sayu seorang Morgan melihat mereka berdua mengundurkan diri,Menompangkan kedua tangan dikedua saku berbadan tegap lalu menoleh kearah wanita yaitu sahabatnya.
"Sampai kapan kita akan menunggu waktu yang tepat untuk Seorang tawanan kita ini?"Pertanyaan itu membuat Melissa tersungging menjawabnya.
"Terserah kamu.Dia kan tawanan yang menurut kamu berbahaya buat Joana juga buat kamu.Jadi dia akan aman berada disini denganku!"
"Trus kamu ga pulang kerumah kamu yang tadi?"Kembali mengernyitkan kening,rasanya penasaran banget melihat sikap Melissa yang tenang dan terlalu banyak berfikir tentang keberadaannya saat ini.
"Tenang aja,biarin dia merasakan apa yang dirasakan oleh Joana selama ini.Dia aman kok disini!"Jawabnya yakin.
"Kayaknya aku yang ga yakin!"Berbalik dan menatap Melissa dengan wajah serius.
Tersenyum,ia tahu apa yang akan dilakukan oleh Morgan ketika berada dalam suasana seromantis ini.Jelas dia mendekap kedua pundak Melissa serta membuat senyum itu dalam tanda tanya.
"Kamu harus yakin okey!"Jawabnya menyipitkan matanya.
"Kamu tahu kan tempat seindah ini pasti akan membuatnya terlena dan membuatnya lupa apa yang akan dia inginkan selama berada disini."
"Boleh aku menginap disini bersamamu?"Pertanyaan itu perlahan membisik ketelinga Melissa.
"Aku sudah menduganya kalau kamu ingin sesuatu dariku kan?"Tersenyum mendongak menunggu sesuatu yang berada dalam fikirannya muncul.
Tak disangak sebuah ciuman telah mendarat tepat kebibid Melissa hingga keduanya saling berpagutan mengikuti romansa suasana alam ini.Ciuman penuh hasrat seorang lelaki tampan dan permainan cinta seorang Melissa membuatnya mengimbanginya penuh hasrat tanpa meleepaskannya.Semakin hangat dan perputaran cinta itu membawanya terhempas disebuah sofa panjang dengan perapian hangat.Keduanya pun saling ******* rasa indahnya kedua bibir Melissa yang telah membuat Morgan semakin dalam merasakan kehangatan ini dalam tenggelam hangat.Tak sampai disitu,ketika sang wanita tengah terlentang pasrah dibawah dekapan serta tawa geli keduanya menjamah dalam kehidupan penuh drama.
"Apa kita akan memainkan lebih dalam sayang?"Senyum hasrat itu menjelma dalam keheningan antara keduanya.
Mendekap kedua pipi Morgan,ia tak menyangka akan menjadi sebuah ajang romansa dikala kisah mereka hanya sebatas sahabat.Morgan pun bangun setelah mendekap tubuh Melissa dan kembali bersandar setelah mengakhiri ciuman panas keduanya.Ia menyandarkan kepalanya sembari menyentuh keningnya rasanya ini adalah ciuman kesekian kalinya yang dirasakan sebagai bagian hasrat yang menggebu-gebu dari seorang pria sehebat dirinya.
Melissa pun bangun dan merapikan pakaiannya ikut bersandar dan menyandarkan kepalanya dipundak Morgan tertawa geli melihat sahabatnya termenung seakan menyesali perbuatannya tadi.
"Heheheheh,kamu sebenarnya kenapa Morgan?apa kamu menyesal kita berciuman tadi?"Mencoba melihat reaksi wajahnya yang sungguh kelam.
Morgan menoleh dan menjawab kalimat beratnya.
"Ini adalah ciuman kesekian kalinnya aku bersama tiga wanita yang aku sangat cintai."Ungkapnya jujur.
Kaget juga mendengar pengakuan dari sahabatnya,rasanya apa yang dikatakan oleh dia sungguh tidak masuk akal bahkan membuatnya seakan bertanya.
"Apa?apa maksudmu.Ini adalah ciuman kesekian kalinya kamu dengan tiga wanita.Siapa saja itu?"Tersorot serius menunggu jawaban jelas dari Morgan.
"Wanita itu Adalah Joana,Monalisa dan kamu yang terakhir.Apa aku sebiadab itu kepada seorang wanita?"Kembali bertanya seraya menompangkan tangan menoleh ke arah Melissa.
Ia tertawa geli serta merundukkan kepala dan bersanggah tangan kirinya,lelucon macam apa yang dikatakan oleh Morgan ini.Kenapa dia tidak bisa menyembunyikan saja,itu lebih baik dari pada dia harus memberitahukan aib sesungguhnya kepada sahabatnya sendiri yang kena korban cintanya juga.
"Hahahahah,Morgan.Kamu memang pantas menjadi pria pemain wanita.Aku tidak akan menolak bila kamu ajak aku bercinta denganmu.Kamu saja memiliki pesona yang mungkin tidak bisa kami tolak sebagai wanita.Kamu tahu sendiri kan!"
"Maksud kamu apa Mel?"Pertanyaan bodoh pun dilontarkan oleh Morgan disaat ia mulai merasa tak berdaya dengan ungkapannya.
Menggelengkan kepala,kenapa dia bisa bersikap seperti ini ya?apa mungkin dia telah kerasukan jin pemikat.
"Sudahlah,jangan pernah menyalahkan diri kamu atas kehebatan kamu memainkan cinta yang sangat dalam.Pasti mereka tidak akan menolak bahkan mereka akan pasrah terjerumus dalam kehebatanmu.Aku sangat menyukai apa yang kamu tampilkan sayang!"Tersenyum mendekap kedua pipinya.