
Sarapan pagi nikmat bersama orang baru dalam senyuman sang pria tampan memang berbeda.Walau dalam hati sang wanita sungguh masih kesal dan bisa melewatkan moment baiknya bersama kekasihnya serta melihat kue special untuk yang tersayang pun harus hancur begitu saja dalam mata kepalanya sendiri bahkan sedih ingin saja melemparnya kewajahnya.Sayang dia memiliki kesabaran tinggi untuk menyelamatkan semuanya.
"Kamu suka kan?"Menatap dengan senyuman yang tengah memikmati sarapan paginya.
"Sebenarnya aku masih sakit hati sama bapak,kenapa sampai merusak kue yang saya beli.Kan harusnya bapak nanya dulu bukannya langsung comot aja!"Sambil mencibirkan bibirnya seraya tatapan nanar itu belum kelar.
Kalau bukan menghentikan kesedihan bahkan menghilangkan semunya dalam satu makna,bukan Anjas dong namanya.Tentu dengan menyentuh kedua tangannya ia berujar.
"Kamu kan tahu aku ga tahu itu buat siapa,dan memang aku salah.Maaf ya,jangan sedih terus dong!"Malahan dengan telatennya malahan Anjas menyuapi Dahlia yang saat itu mencoba kuat untuk tidak menangis malahan menitikan air mata dan terisak-isak beberapa kali.
"Yaaah,,,malah pecah tangisannya!"Sambil menahan tawanya,dia menyeka air mata Dahlia dengan tissue.Penuh perhatian sampai ia menoleh makin menangis dan memeluknya.
Sontak orang-orang disekitaran mereka takjub melihat perhatian yang diberikan oleh Sang kekasihnya untuk membuatnya makin sayang,padahal mereka tidak tengah merasakan cinta yang terdalam.Hanya saja menjalankan tugas dengan baik-baik saja.
"Udaaah,,,makan ya!"Pintanya makin lembut berbisik kepadanya.
Ia mengangguk dan melepaskna pelukan itu,sesekali menyekanya sendiri,masih terisak-isak lalu mencoba kuat untuk sarapan bersama Anjas.Kenapa seeh hanya gara-gara kue aja aku sampai menangis kayak gini.Apa dia bersalah,sebenarnya aku yang bersalah karena tidak memberi tahu kalau itu adalah punyaku untuk Jamal kekasihku.
"Habisin ya,setelah ini kita cari rumah atau apartemen yang dijual atau disewakan deh.Biar aku ga lama-lama tinggal dihotel,sayang banget bisa keluar dari tatapanmu nanti,heheheh"
Mengernyitkan kening,kembali Dahlia pun bertanya.
"Cari rumah atau apartemen,kan perjanjian awal kita cari alamat yang bapak cari kan,kok malah nyari yang lain?"
"Ya setidaknya kalau aku udah dapat tempat tinggal dan pastinya ga ngerepotin kamu lagi.Nemenin kemana-mana kan?"Mengumbar senyum kepadanya.
"Tapi kan,bapak dapat fasilitas special dihotel kami.Jadi bapak mau tinggal beberapa hari kan ga masalah!"
"Masalahnya nanti ketemu kamu,malahan kamu inget sama aku trus menangis lagi mengingat kue itu!"Ujarnya ketawa lepas.
"Oooh,,,ga masalah pak,setelah saya pikir-pikir kenapa juga saya masih membahas hal itu.Padahal itu kan masalah sepele kan?"
"Iya sepele,tapi hatimu sakit kan merasakan itu semua!"
"Iya pak!"Kembali ia menitikan air matanya,segeran menyekanya dengan cepat.
"Cengeng banget seeh,udah deh ga usah sedih gitu!"Sambil menyeka air matanya.Mendekap dagunya dan memainkannya.
"Paaak,,jangan genut gitu dong,,,hehhehh!"Malu-malu gimana gitu.
"Salah sendiri cengeng banget."Lagi menyelipkan rambutnya ditelinganya sambil meliriknya lagi.
"Paaak,kenapa seeh?kok gitu ngeliatnya."Tanya Dahlia bingung.
"Ga tahu ya,kalau kamu nangis itu gemesin.Bikin pengen giniin!"Kedua tangannya pun mendekap kenyal kedua pipinya .
"Paaak,lepasin apa?malu tahu dilihatin orang-orang!"Ujarnya melepaskan paksa dekapan Anjas.
"Hehehheh,,,malu juga kamu ya?"Sambil ketawa geli melihat orang-orang pun pada senyum dan berbagi semangat untuk mereka.
Udahlah gombalannnya pak,kapan kita jalan mencari apa yang bapak inginkan.Gumam Dahlia seraya tak lepas dari tawa gelinya melihat keromantisa dibuat oleh Anjas.Lagian kita juga baru kenal malahan bapak bersikap kayak gitu.
"Udah belum makannya?"Tanya Anjas kembali bertanya.
"Udah pak saya udah kenyang,!"Jawab Dahlia yakin.
"Beneran,ga mau nambah lagi?"Tanya balik.
Menggelengkan kepala,yakin kok aku udah kenyang ngapain nambah lagi coba?Oke deh saatnya beranjak untuk membayar dan berlalu menuju parkiran sepeda moge.Saat mendekati motornya dia melihat Dahlia sama sekali ga pake jaket pelindung dirinya,memberikan helmnya dan bertanya.
"Kamu ga pake jaket?"Tatapan itu dilanjutkan dengan mengernyitkan kening.
"Engga,kenapa emangnya pak?"
"Ikut aku,kita balik lagi kehotel lalu kita shooping?gimana pasti Kamu suka!"Menaiki motor dan memudurkannya.
"Shooping?balik lagi kehotel,kan kita mau nyari yang lain pak?"Tanya Dahlia heran sambil menaiki motor dan berboncengan menuju hotel.
Dalam perjalanannya pun,Dahlia masih saja bingung sama kelakuan atasanya dalam menjadi partner selanjutnya.Apa-apaan ini kehotel lagi,nanti kalau aku ketemu sama temen-temen mau ditaruh mana muka aku.Seraya memukul pundaknya pelan-pelan langsung aja Anjas menoleh heran.
"Kenapa?"
"Ga salah pak,nanti kan kalau balik kehotel dan temen-temen saya lihat gimana?apa ga diketawain saya pak?"Protesnya.
"Ga akan,kamu nanti aku berhentiin didepan trotoar tuh.Kamu tungguin aku ya sambil nyari jajan apa gitu?"Jawabnya ketawa geli.
"Pak Anjas ada-ada aja deh!"Sambil menahan tawa keherananya.
Terhenti pula dipinggiran trotoar,Dahlia pun memberikan helmnya kepada Anjas.
"Kamu tunggu sini ya,sekitar sepuluh menit aku jemput kamu lagi oke!"Sambil membulatkan jarinya.
"O-okey pak!"Meringis yakin ga yakin tapi sama sekali kenyakinan itu nol hari ini.Tega banget aku disuruh turun dipinggiran trotoar lagi,sambil tengak-tengok mencari persembunyiannya supaya tidak ada yang mengenalinya terutama Jamal yang tak sengaja kalau dia lewat kan bahaya juga.
Masuk kedalam pelantaran hotel,Anjas pun menukarkan motornya dengan mobil sport Porche berwarna abu-abu yang siap ia gunakan untuk berkeliling bersama Dahlia.Semoga aja dia suka dan ga kepanasan kayak tadi lagi,kasih juga lihat dia kayak gitu.Perlahan mobil gahar itu keluar dari pelantaran hotel untuk menjemput sosok wanita yang tengah berafa ditepi trotoar.
Pintu kaca terbuka serta bunyi klakson yang mentereng seketika membuat Dahlia yang saat itu ga tahu siapa yang berada didalam mobil pun beranjak berdiri dengan wajah sarkastik heran siapa yang memanggilnya.
"Heeeiii,,,ayo masuk!"Pintanya melambaikan tangannya.
"Haaah,,pak Anjas."Bergegas masuk kedalam,menutup pintumya heran melihat perubahan secepat itu dia ganti kendaraan.
"Pak Anjas ganti mobil?kenapa pak!"Tanya Dahlia bingung.
Seraya menghidupkan mesin mobil,senyum Anjas pun segera tancap gas untuk melaju kencang menuju tempat yang bagus dan tentu akan membuat hati sang wanita makin heran.Apalagi saat ia tengah menyanggupi untuk Shopping,malahan dia membatalkan sepihak dan lebih suka membawanya jalan-jalan santai bersamanya.
"Lho sebenarnya kiat mau kemana seeh pak?kok katanya mau shooping malahan lewaaaat!"Sambil ia nunjuk serta polosnya tak bisa berkata lagi.
"Santai aja,nanti kita shooping aku pengen kita nyari apartemen atau rumah aja ya bagus buat tempat tinggalku sementara disini!"
"Sementara pak?emangnya bapak tinggal dimana sebelumnya?"Tanya Dahlia penasaran.
"Aku tinggal diBelanda,kalau kamu pengen kesana boleh kok main-main!"Ujarnya menoleh penuh senyuman.
"Apaan seeh baru kenal aja kayak gini,bikin geli tahu pak!"Sembari menahan tawa.
"Iya,,,sayang aja aku udah punya kekasih seeh.Jadi harapan untuk mencari yang baru kayaknya susah deh heheheh!"
"Hemm emang ya kalau lelaki kalau udah ketemu yang bening-bening udah deh matanya kemana-mana!"Sambil bersandar santai menatapnya.
"Kamu bisa aja kalau ngomong.Itu adalah naluri seorang lelaki,kamu lihat aja nanti kekasihmu itu,siapa namanya?"Kembali melempar sebuah nama.
"Jamal!"Sambil menoleh tetap ga yakin.
"Naaah,,,apalagi dia.Saat seorang pria bosan,pasti akan ada banyak cara dilakukan oleh mereka.Entah memulai hobby mereka yang terkadang membuatnya senang,misalnya main game itu bagus kalau dia punya hobby seperti itu,kalau dia punya hobby nyeleneh gimana lagi!"
"Haaaaaa,,,,pak Anjas jangan seperti itu dong penilaiannya terhadap seorang lelaki,apalagi pacar saya sendiri.Awas ya kalau omongan pak Anjas benar,saya ga bakalan kasih ampun bapak ya!"
Aneh banget dari kemarin sampai sekarang denger sebuah panggilan bapak melulu,emangnya aku udah pantas dipanggil bapak-bapak sambil menahan tawa.
"Kenapa pak,ketawa?"
"Jangan panggil aku bapak dong,panggil aja Mas,abang atau namaku kan ga pa-pa.Juga aku bukan atasan kamu kan!"
"Tapi kan bapak!"
"Eeiiitssss,,,,bapak lagi.Aku nikahin kamu jadi panggilku bukan lagi bapak tapi papa,sayang atau suamiku.Gimana?" Lanjutnya ketawa lepas.
"Sampai kapan kamu akan panggil aku pak lagi,sebenarnya itu ga sulit lho!"
Obrolan mereka tuh sampai ujung hanya membahas satu masalah yaitu karena sebab panggil pak.Sampai kemanapun obrolannya lama-lama jadi akrab,tak sadar pun terhenti juga sampai pinggiran pantai.
Ciiiiiit,,,terhenti tiba-tiba,jelas tatapan aneh serta tengak-tengok melihat keadaan semakin membingungkan.
"Lhoooo ,,kok malah sampai sini seeh?"Sambil garuk-garuk kepala.
"Ya mana saya tahu,paaa."Menutup mulutnya lalu menjawabnya lagi."Maaasss!"Sambil tersenyum manis.
"Tuuuuh kaaaan,,,lupa lagi.Aku juga lupa bisa sampai sini seeh,hehheheh!"Garuk-garuk kepala seakan salah sasaran.
"Maaf deh,Maaas!"Lanjutnya sambil mengangkat kedua pundaknya kembali membalas dengan senyuman.
"Kalau udah sampai sini gimana?kita keluar aja ya.Dari pada mubazir dan kita bolak-balik gimana kalau sambil jalan-jalan mungkin aku bisa menemukan tempat lain yang seru!"Perlahan mengajaknya keluar jalan kaki.
"Boleh juga,seru kayaknya!"Sambil mengangguk dengan tawa lepasnya.
Membuka pintu mobil,setelah obrolan ringan itu mereka pun memutuskan untuk menemukan apa yang diinginkan oleh Anjas yaitu tempat tinggal baru mungkin,ada hal membuat Dahlia ikutan penasaran mempertanyakan tempat tinggalnya yang berada dinegeri kincir angin tersebut.
"Oooh ya maas!"Menoleh menunggu jawaban reaksi dari Anjas seorang
"Iya kenapa?"
Untung ga salah manggilnya,jadi enak deh kalau ngobrol lagi hehhehe.
"Kenapa bisa mas Anjas berada diBelanda?emangnya ada kerjaan ya disana!"Tanya balik.
Serasa berjalan beriringan ada saja cerita yang dibuat oleh Anjas untuk menutupi dirinya sesungguhnya adalah siapa.
"Yaaa,,memang ada tugas disana.Sekalian lah cari tempat tinggal disana.Keenakan jadinya,udah betah seeh.Tapi.karena satu hal yang aku ketemu sama pengacaranya sahabat baikku yang udah lama kayak saudara,jadinya aku juga harus menerima permintaan itu untuk membuat anaknya lebih baik dan diperhatikan."
"Padahal anaknya sahabat mas Anjas itu kan kayaknya orang terpandang deh,kok bisa ya kayak gitu.Setidaknya ada keluarga dari pihak ayahnya atau ibunya yang mengasuhnya,malahan ini sahabatnya.
Terhenti disebuah pinggiran taman,keduanya pun duduk santai memesan sebuah kudapan dan minuman untuk mengusir lelah dan cerita yang lebih seru.
"Pak pesan minumannya ya satu sama siomay deh satu porsi,kamu mau?"Tanya Anjas menoleh menawarkan kepadanya.
"Heheheh boleh deh pak!"Jawabnya salah sangka lagi kalimatnya.
Mengernyitkan kening lalu tatapan itu seakan membuat Dahlia makin bingung.
"Mau pesan apa?siomay aja atau sama minumnya?"
"Sama minumnya deh,,,!"
Menoleh mulai memesan dua porsi siomay dan minumannya pasti es kelapa muda meyegarkan mata.Kembali duduk disamping Dahlia,ia mendongak kembali mengingatkannya.
"Barusan kamu lupa ya,harusnya manggil aku tuh mas,bukan pak lagi deh!"Jelasnya bikin Dahlia kikuk dan tak menyangka bisa kelepasan bilang seperti itu lagi.
Sambil menutup mulutnya kayaknya salah atau benar ya?atau mas Anjas hanya membuatku makin bingung aja ya!"
"Masak seeh?aku tadi bilangnya pak?"
"Udah ga usah dibahas lagi,neeh minumnya!"Sambil memberikannya kepada Dahlia.
"Makasih pak!"Sambil mengangguk tak menyadarinya.
"Tuuuuh kan,udah lupa kamu ya!"Nunjuk kearah Dahlia.
"Ya ampun salah lagi deh!"Kata Dahlia malu-malu gimana gitu.
Tak lama siomay pesanan mereka pun sampai ditangan masing-masing.
"Permisi mas,mba pesanannya dua porsi siomay!"Sambil memberikan kepada mereka berdua.
"Oooh ya,makasih mas!"Sambil menerima dua piring kecil siomay lalu diberikan kepada Dahlia.
Berbalik sambil memberikan tentu senyum itu hampir membuat Dahlia ga bisa menahan tawanya.
"Ini mba,enak kan kelihatannya!"
"Hehheheh,enak pastinya."Lanjut Dahlia mulai menikmati kudapan siomay yang menggoda.
"Trus kamu berapa lama pacaran sama kekasihmu itu?"Sambil menikmati setiap suapan dan rasa yang nendang banget.
"Heemm!"Sambil menutup mulutnya yang tengah mengunyah siomay perlahan,tapi masih ada kode dari Anjas untuk menahan jawabannya.
"Santai aja jawabnya,ga usah sampai kayak gitu kagetnya hehehe!"
"Hehehe ,,engga mas.Hubungan kami seeh udah lama sekitar yaaa lima tahun deh!"
"Waaaoow,,,,lima tahun.Apa ga segera nikah tuh.Udah lama lho pacarannya itu,kalau ga segera serius beneran.Pasti ada godaaan dan entahlah aku harus berkata apa lagi!"Sambil mengangkat kedua bahunya.
"Masss,,,jangan nakut-nakutin dong.Ini kan perjalanan kami tuh masih banyak yang harus diselesaikan.Jelas itu butuh waktu yang lama lho!"
Enak juga siomay yang tengah dinikmati Anjas sampai habis tak tersisa,dan meneguk es kelapa muda yang segar.Lagi melihat Dahlia yang masih sibuk berbicara tentang hubungannya,ada kalanya kalau aku nyoba siomaynya,kayaknya nganggur udah lama tuh.
"Comot aaah,,,!"Langsung aja dia ambil sampai membuat sang wanita heran deh,doyan banget ya sama kudapan ini.Apa emang udah lama ga nyobain yang enak-enak kayak gini seeh!
"Masss,,,,enak ya!"Menahan tawanya sambil menutupi mulutnya.
"Iya apalagi masih dipiring kamu kan jadi ya lebih enakan lagi heheheheh.Nikmatnya beda."
"Aaah bisa aja deh!"Malu banget kalau udah bikin semuanya jadi berasa tengah pacaran sama kekasihnya.
"Kamu kan libur ya,Seharian sama aku ga pa-pa kan!udah ijin sama kekasihmu itu kan!"Kembali mengingatkannya.
"Udah pak!"
"Trus kapan kamu mau beliin kuenya.Nanti aku deh yang ngajak kamu buat beli yang baru.Tempatnya pasti seru kalau kita datengin."Anjas pun berfikir untuk mencarikan kue ulang tahunnya yang lebih sepcial dari yang dia makan tadi.
"Ya habis mas Anjas mencari tempat tinggal itu,saya mau beli kuenya ya!"Semangat lagi dan ceria ga marah-marah lagi mengenang kuenya yang telah dirusaknya.
"Oke,sekarang kita lanjut ya."Beranjak berdiri,taoi meluhat siomay milik Dahlia malahan masih banyak.
"Boleh mas,yuuuk!"Beranjak berdiri pula,dan menaruh piringnya yang masih berisikan siomay.
"Ga digabisin?"Tanya Anjas Heran.
"Kenyaang masss,kan aku tadi udah makan!"Jawabnya curiga deh pasti mau diapa-apain aku.
Kembali duduk dan menarik Dahlia untuk duduk pula.
"Duduk dulu deh,suapin ya.Biar cepet habis."Mengumbar senyum lepas.
"Haaah,suapin?ga salah!"Kaget mendengar permintaannya.
"Enggalah,biar ga kebuang sia-sia.Boleh kan!"
"I-iya deh mas,ada-ada aja deh!"Malu-malu gimana lagi,ya terpaksa menyuapi Anjas dengan telaten.
Ia pun seneng banget disuapin sama Dahlia,sampai beberapa kali belepotan malahan dengan telatennya mengelapnya pelan-pelan sambil tersenyum ga enak gitu,ada perubahan yang mulai ada dalam kedekatan ini.