Thy Than

Thy Than
Bab.35 Rasya tuh romantis



Ga tahu ya sejak gua deket sama tiga orang wanita dengan banyak hal tengah menganggu fikiranku dan seingatku lagi sempat menabrak cewek lagi pas dia mau keperpust.Kok ada aja yang nyngkut dikepalaku.Sekarang gu dan Ling-ling satu meja kursi sambil menyeruput minuman hangat dan membawaku dalam cerita yang galau.Tepat saat ini Ling-ling adalah senjata pamungkas seorang wanita chiness terdekatku dan makin gimana gitu.


"Kamu ga masalah kalau gua deket banget sama Thy Than,dia orang pecemburu banget.Kamu siap?"Pertanyaan itu membuatnya menahan tawa sambil dorong bahuku sampai hampir tumpah aja minumanku.


"Eeeehhh,,,,!"Kataku sambil menahan cangkir minumanku.


"Haaaah,,,maaf-maaf.Kebablasan jadinya hehehe!"Sambil menghentikan aksi lucunya.


"Ya enggalah,kan kita temen aja dulu.Kalau cocok lanjut,kalau engga udahlah kita nikmatin aja hehhehe!"


Keduanya pun kikuk setelah saling melempar kalimat dengan nada yang malu-malu.Emang keduanya mencoba membuat ******** yang ga ada ujungnya.Mencoba dewasa dan tetap bersama dalam pertemanan.


"Haaah.,,bisa gitu!"Tanya Rasya heran.


"Trus sejak kapan kamu ada perasaan sama aku Syaaa,,,kan kamu lebih intens sama Thy Than!"


Bersandar serta menaruh cangkirnya,dengan kedua tangannya menyila bertumpu menyandarkan kepalanya.


"Ga tahu,kamu tuh menarik banget dimataku!"Sambil melirik kearahnya.


"Gombalnya kamu tuh udah biasa aku dengerin Sya,tapi kalau ga meluk kamu ga afdol!"Ujarnya bergeser mendekati Rasya seketika memeluk dan tentu rengkuhan itu ditambahin sama kedua tangan Rasya sampai ia mendongak meringis senang.


"Ya tapi banyakan orang seneng banget gua peluk kenapa ya?"Tanya Rasya heran.


"Karena kamu tuh tulus banget memberikan sayang sama setiap orang.Aku jadi kemakan sama omongan sendiri!"Masih betah memeluknya.


"Kemakan omongan sendiri,gimana maksudnya!"Merunduk penasaran sama kalimatnya Ling-ling.


"Aku seeh sempat ga mau deket ama kamu.Karena aku pikir kamu ngebosenin deh pokoknya.Tapi akhirnya aku sadar ga bisa lepas sama senyumanmu yang khas ini!"Sambil nyubit mulutnya sampai gemas.


"Aaaahhh,,,ada-ada aja deh kamu tuh!"Sambil berontak melepaskan kecupan tangannya kearah mulut Rasya.


Gelagak tawa khas Ling-ling tampil,ia seneng banget sampai ingin mendekatkan bibirnya beberap centi dan hampir saja ciuman.Tatapan hening itu pas banget saat Rasya mulai kerasukan arah utara atau selatan tiba-tiba dibalas dengan mengecup bibir Ling-ling dan ia sama sekali tak berharap tetapi menikmatinya.Entah ciuman itu sungguh menghangatkan sampai kami lupa untuk sekali lagi sampai basah kami berpagutan,sesaat Ling-ling mengakhirnya dengan senyum geli.


"Rasya ternyata kamu pandai juga ya ciuman.Pasti Thy Than udah kamu cium berkali-kali ya.Ngaku deeh!"Udah mulai nebak-nebak deh akhirnya.


"Astagaaa,,,kamu kok mikirnya gitu seeh.Dia aja punya peraturan yang bikin gua mikir kok!"Sambil mengelus pipinya.


"Peraturan apa?"Kembali bingung.


"Peraturan yang mana dia masih dibawah umur padahal umurnya udah 18 tahun.Jadi dia maunya dicium tuh dipipi,kening.Dan dangerous kalau dibibir!"Katanya lagi.


"Ooooh,,,hebat bener dia.Ga kepingin gitu nikmati bibir kamu yang enak kenyal dan bikin nagih."Sambil gigit bibir bawah Rasya.


"Aaoooo,,,sakit sayang!"Malahan dia menenggelamkan ciumannya kearah leher Ling-ling sampai ia mendesah kaget.


"Aahhhssshh!jangan Sya.Ntar aku minta lebih lho!"Pintanya melepaskan tapi udah terlanjur menikmati,gimana dong jadinya.


Ketika romantis berubah panas,ga mungkin dong mereka menghentikan segera.Rasya pun pasrah kalau ini adalah malam pertama mereka saling bercanda dalam makna yang lebih dalam.Entah bagaimana memulainya,tak mungkin juga aku melepaskan kehangatan ini sama dia.Rasya hangat dan untung saja dia mencoba kuat dan melepaskan ******* yang udah membekas lalu tertawa geli melihatnya.


"Hahhahahah,maaf ya.Aku kelepasan tapi ga sampai bikin kita meneguk yang lebih dalam kan?"Sambil meringis rasanya ingin memperdalam ilmunya tapi harus dibatalkan.


"Ga pa-pa,nanti aku tutupin pake plaster biar ga ada yang tahu.Aku jadi gemes banget seeh sama kamu Syaaa!"Sambil mendekap pipinya sampai monyong dan mengecupnya lagi.


"Haduuuuh,,,,jangan bikin darahku naik ya,parah ntar ceritanya oke!"Pintanya menghentikan permainan yang ternyata Ling-ling tahu diri kalau Rasya itu bukan tipe cowok yang langsung membuatku melayang dan membenamkan benihnya.


"Iyaaa,,,kamu mau nginep ga disini atau mau pulang?"Tantangnya sambil mengangkat kedua alisnya seraya senyuman itu mengembang.


"Aku lapeeer!"Tiba-tiba bikin Ling-ling mengkerut keningnya,sadar deh akhirnya dari tadi sok romantis baget sampai lupa ga nawarin makan.


"Astagaaa,,,maaf ya.Habis tenagamu tadi ya buat bikin aku melayang.Aku masakin ya!mau dimasakin apa?"Tanya Ling-ling menunggu jawabannya.


"Apa aja yang penting aku jadi asistanmu didapur boleh kan!"Senyum-senyum berharap.


"Iya ayooook!"Ajaknya beranjak berdiri serta menarik tangannya sampai ia bangun dan sempet pula memeluknya dengan erat sampai ia menoleh kembali."Cari-cari kesempatan deh hehehhe!"


"Hehhehe,empuk soalnya!"Jawabnya meringis.


Ga bisa dipungkiri kalau aku memang ada perasaan sama Rasya,sama dong dia berharapa seperti itu.Tapi nanti juga jadi bahan yang seru kalau harus mengatakan hal serius itu kembali.Didapur Ling-ling emang jago masak,demi bikin teman baiknya ga bakalan kelaparan,dia bikin nasi goreng special dengan tampilan seru sampai aroma masakannya bikin meleleh dibuatnya.


"Ya ampun aromanya enak banget,boleh nyicip ga seeh!"Rasya udah siap-siap sama sendok ditangannya.


Menoleh sambil membulatkan tangannya,Ling-ling mempersilahkan untuk mengambil sesuap sampai ditelen fa ada kata ejekan.Malahan bikin dia melayang entah kemana.


"Eeeemmm,,,,enak banget seeh.Ntar habis ini jualan nasgor aja.Gua salesnya hahahah!"Lagi nyomot sambil nyium pipinya Ling-ling.


Ga heran deh kalau udah namanya Rasya tuh jago banget gegombal dan bikin ciuman kesekian kalinya sama pipiku.Aku cukup nyaman sama dia selagi dia ga minta yang aneh-aneh atau hanya fikiranku yang aneh-aneh kalau sama dia.Udahlah malam ini adalah special romantis sama dia sampai dia meluk aku,dan aku nyaman heehehe.Anget lagi.


Beberapa kali aku lihat dia lahab banget kalau makan sampai ga sadar aku ngeliatnya,sesekali aku mengelap bibirnya yang belepotan akibat makan nasgor yang ia anggap sebagai makanan terenak hasil kreasi tanganku sendiri.Geli seeh liat dia makan selahab itu sampai aku juga lupa ga makan punyaku.


"Lapeer ga?"Selidik Rasya sambil meliriknya.


Aku kembali menggelengkan kepala,karena ga enak lihat aku memandanginya terus.Ya udah sebuah suapan langsung mendarat dengan cepat masuk kemulutku sampai akhirnya aku mengunyamya dengan pas.


"Naaah kalau gini kan kita sama-sama makan.Gua suapin aja ya.Kayaknya cocok deh kamu yang masak.Trus gua yang suapin elu,hehehhe!"


"Boleh juga!"Semangat deh jadinya.


Romantis itu ada ceritanya antara Ling-ling dan Rasya,entah itu makan malam yang seru karena hanya mereka berdua dan hanya mencoba merasakan keintiman cinta yang sudah mulai tumbuh diantara mereka dengan gerak cepat serta situasi yang mendukung sampai ga tahunya pada kenyang deh.


"Huuuuh,,,,nikmat banget nasgor kamu sayaaang.Jadi gemeesss deh!"Nyubit dagunya.


"Ya iyalah.Siapa yang ngajarin,,,,papa ku lho yang bikin aku belajar bikin nasgor dengan tehnik yang bagus!"Sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Percaya,,kan kamu hebat!"


"Trus Thy Than bisa masak ga dia?"Tanya Ling-ling lagi.


Mengangguk dan tentunya dia tidak ingin membanding- bandingakan apa yang mereka miliki itu jelas membuatnya jadi pilihan yang sulit buat Rasya.Maunya seeh ga banyak omong soal itu tapi Ling-ling seneng banget kalau bahas soal Thy Than lho.


"Bisa dong.Kalau dia ga bisa masak,,,,aku tinggal disana makan apa Ling Sayaaang!"Lagi gemas sama pipinya.


"Kasihan ya dia,masih muda udah ditinggal sama orang tuanya lagi.Dan dia mencoba tegar kayaknya tuh,apa karena ada sayangku ini disampingnya terus!"Ikutan gemes juga.


"Mau gimana dong,dia udah tanggung jawabku.Dibilang adik iyaaa,,,pacar bukan teman baik,malahan dia setuju.Setuju banget kalimat itu keluar dari mulut guaaa!"Sambil diakhiri dengan moyongnya.


"Hahhaah,,,kamu tuh kelewat sayang,selalu bikin nyaman dia.Jadi aku harap seperti itu seeh kalau kamu sama dia.aku ga cemburu kok!"


"Beneran ga cemburu!"Testing khas Rasya.


"Hehehe,,,ada seeh dikit!"Malahan kedua jarinya nunjukin lebih panjang perbandinganya.


Sambil mainin tangan Rasya,Ling-ling pensaran kenapa dia lebih suka sama aku ketimbang Thy Than.Apa memang ada ciri-ciri yang harus segera dijawab?


"Sejak kapan seeh kamu tuh suka sama aku,padahal kita kan udah sering samaan ketemu ditoko.Bosen aku lihatnya."Protes Ling-ling.


"Kata bosen itu hanya pengalihan issue kan.Padahal seneng banget cuman ada Ko Ahong kan kamu bisa jaga sikap dan masa bodoh sama gua ya kan?"Kembali mengintrogasinya.


Mengangguk dengan senyum,lalu tawa keduanya pecah.Ga tahu deh lama-lama gila juga Ling-ling dihadapanku.Mau gimana lagi seakan lambat laun hubungan keduanya masih dalam tahap yang biasa aja menurut pandangan orang lain.Kalau menurut mereka berdua adalah sebuah kejutan diakhir cerita kedekatan mereka.


"Emangnya kamu takut sama papamu kalau kita beneran deket,padahal gua aja akrab banget sama Ko Ahong.Gimana seeh?"Seraya tersungging kepadanya.


"Ya ga tahu juga seeh,tapi kayaknya aku masih takut untuk mengatakan sebenarnya.Tapi seru juga ya,papa ga ada kamu yang ada didepanku,uuuuh.Peluuuk lagi yaa!"Pintanya mendekat dan tentunya seneng banget hatinya Rasya udah bisa memeluknya erat banget.


"Nginep ya.Semalam aja,kan kamu ga terlalu nafsu kan sama aku?"


Rasya pun ingat lalu berbisik kepadanya.


"Tapi gua kalau tidur pake boxer aja,ntar kamu naksir berat gimana!"


Matanya melotot dan tak percaya kalau itu adalah kejutan keduanya saat mendengar kepolosan Rasya sampai ia ketawa dan menutup mulutnya,,geli rasanya mendengarnya.


"Heheheeh,,,geli aku dengernya.Trus ga mau gitu masih pake celana panjang tuh!"Sambil mengangkat dagunya bebarapa kali menggunakan kodenya.


"Ga bisa udah kebiasaan.Mendingan kita pisah aja tidurnya ya.Kamu dikamarmu,gua dikamar tamu aja yaaa!"Memberikan idenya.


"Huuuuhhh,,,,mau tidur sama kamu malahan kamu ga memungkinkan,ga papa deh.Dari pada nanti aku hamil anak kamu.Jadi blasteran dong hehehe!"Candanya bikin Rasya traveling fikiranya.


"Waaah,,,keren kali ya.Blasteran hehehe!"


"Heemmm,,,,udah mikir yang enggak-enggak deh.Bahaya ini!"Sambil memainkan tangannya.


Sambil melihat jam tangan udah mulai larut,tentunya membuat Ling-ling menguap sambil beberapa kali memainkan tangannya.Sampai ditabok pelan sama Rasya sampai ia kesal dibuatnya.


"Huuuuhh,,,nakal banget seeh!"


"Udah kalau ngantuk bobok sana ya.Jangan lupa ganti baju!"


"Ganti model apa lagi,kan aku pakek piyama,weeek!"Sambil beranjak bangun dan melambaikan tangan.


"Byeee,calon cintaku!"Membalas ciuman jarak jauhnya.


Ketawa lepas juga akhirnya kalau melihat Rasya pun ikutan menguap dan segera beranjak tidir dikamar tamu yang telah ditentukan oleh Ling-ling.


Masuk kedalam kamar,Ling-ling pun terasa pegal juga setelah becanda sama dia terus-terusan.Ya setidaknya romantisnya itu lebih seru dari yang aku bayangkan.Rasya jelas menepati janjinya untuk tidak membuatku dag dig dug saat tengah berdua.


Menompangkan kedua tangannya dimeja rias,lalu memandangi wajahnya yang masih mulus aja.Gimana kalau aku pake cream malam biar tambah mulus serta ga bikin bosan aja dilihat sama Rasya.Menghela nafas,sambil mengolesinya sampai rata.


"Udah tambah cantik aja nantinya.Gimana reaksi Rasya hehehe,terpukau atau malah biasa aja."Sambil menata kembali dimeja rias.


Bergegas ia segera tidur dan menarik selimut.Hangat seeh hangat,tapi kok malahan ga ngantuk ya?apaan seeh apa aku mikirin dia kalau tidur cuman pake boxer aja.Lagian Thy Than betah banget kalau melihat Teman baiknya kayak gitu.Ga nafsu apa kek malahan kayak gitu.Biasa.


Sama karena batin Ling-ling sambil selimutan seraya berbaring miring.Rasya pun hanya terlentang dengan menarik selimutnya,anget dan bikin merem.Tapi sayangnya ga bisa secepat itu menutup mata dan memejamkan terus ketemu mimpi indah.Ga ada dalam setiap kiasan katanya.


"Kok gua belum ngantuk ya.Padahal udah ketularan sama Ling-ling tadi.Apa obatnya ngantuknya udah hilang ya."Mikir panjang banget sampai ia teringat sama Thy Than.


"Aduuuh,,,gimana Thy Than ya.Apa ga begadang semalaman dia.Apa gua telpon aja ya?"Segera mengambil ponselnya dan menghubunginya.


Emang dasar yang dikhawatirin udah ngorok dari tadi,lagian kenapa juga pak Radith terbangun mendengar panggilan telpon milik Thy Than.Mau mendekati,itu area pribadinya, cuman ga enak aja kalau masuk.Dikira maling,kena pukul sama dia.Engga deh balik aja konsent ama pimpiku.


Lagi ga ada jawaban,pasti dia ngorok.Semoga aja dia bisa tidur dengan tenang ga terjaga lalu begadang lalu ga tahu bisanya gimana.Yang pasti gua harus berharap kalau dia bisa tenang tidurnya ga ganggu-ganggu tetangga.


Belum selesai memejamkan mata,tiba-tiba ketukan pintu kamarnya berdetak teratur,membuatnya mengangkat kepala dan bingung siapa ngetok pintu itu.


"Syaaa,,,udah mimpi belum?"Tanyaku sambil membuka sedikit pintu kamarnya.


Segera Dia bangun lalu mengambil celananya dan mengacingkan dengan pas,masih telanjang dada dia pun menghampiri dan membuka pintu.Heeem,,,dasar Ling-ling malahan dia senyum-senyum sumringah gitu liat badan Rasya yang mantap.Bikin ngiler iya,kenapa seeh dia seseksi itu didepanku.Seraya mematung,ia lupa kalau targetnya udah didepan mata.


"Hehehe,Sya aku ga bisa tidur!"Ujarnya polos.


"Mikirin apa seeh!"Sambil berjalan keluar heran.


"Heeee,,,bayangin kamu pake boxer aja.Mangkanya aku ga bisa bayangin kamu kayak apa?"


"Ya kayal gentong minuman.Buleeet!"Ujarnya bikin Ling-ling menutup mulutnya menahan tawa sambil mukul bahunya.


"Kamu tuh bisa aja ya.Bikin aku ketawa,boleh ga aku nimbrung sama kamu.Biar tambah anget sama tenang tidurnya."


"Haaaah,,,beneran?"Kaget mendengar permintaanya.


Ia hanya mengangguk lagi.


"Ya udah ayoook,,,ntar gua berbuat apa-apa sama kamu.Pasrah ya!"Candanya menahan tawanya.


"Huuuuh,,,,kalau aku hamil.Kamu tanggung jawab ya!"Sambil jarinya langsung nunjuk.Bukannya kena ujung hidungnya malahan kena lobangnya.


"Hiiiiiiii,,,,,,jorok banget seeh!"Berkali-kali dia mengusap dipinggulnya Rasya.


"Ya ampun,,,itu manis kali kalau kamu coba!"Candanya makin ga karuan didengarnya.


Sambil begidik,Ling-ling pun masuk dan ga habus fikir setajam itu fikirannya Rasya kalau deket sama aku.Sampai akhirnya dia berjalan masuk.Ternyata mataku nakal juga lihat yang goyang-goyang lalu saking gemasnya aku timpuk bokong Ling-ling sampai dia kaget dan kesakitan.


PLOOOKKKZZZZ,,,,,


"Aduuuh,,,Rasyaaa.Kempes lho pantatku ntar,huuuuh.Jahil banget!"Sambil mukul bahuku.


Berbalik dan mengatakan satu hal kepadanya.


"Awas pegang-pegang ya.Aku pasrah lho orangnya!"Sambil mengacungkan jarinya kepadanya.


"Huuuuh,ya udah kita mulai aja!"Siap-siap Rasya bertindak.


"Apanya?"Tanya lagi.


"Bobok malam,,,biar kamu ga ngambek lagi,tuuuh kan ada sofa.Aku tidur sana aja yaaa,Trus kamu tidur diranjang itu oke!"


"Oke!"Sambil bergaya bak model.


"Ada aja kelakuanmu!"sambil menarik selimut yang dibawa sama Ling-ling.


Keduanya pun tertidur terpisah untuk menghilangkan rasa sayangnya terlalu jauh lagi.Malam ini,adalah malam special buat Rasya karena tengah menemani tidurnya seorang wanita pujaan hatinya.Mungkin akan lama kata "Pacaran" itu datang.Hanya butuh sebuah kepastian antara aku, Ling-ling,Thy Than dan mba Ashila indah banget hidupku kali ini.Seraya tertawa hatinya pun tenang.