Thy Than

Thy Than
Bab.55 Ruang santai disekolah



Langkah Ganindra pun jelas berada dipinggiran lapangan basket yang biasanya tempat para pemain pria bermain dan menebarkan sensasi luar biasa kepada para cewek-cewek yang benar-benar mengidolakan siapa pemian basket favoritnya.Sesaat ia berdiri dengan tatapan penuh senyuman melihat sunyinya kembali lapangan basket yang sempat booming waktu itu.Melihat setiap sudut lapangan yang dulu menjadi kebanggaan sekolahan malahan perlahan sepi dan sedikit orang pada bubar dan tak minat lagi untuk bermain basket.


Saat langkahnya pun mendekati lapangan basket,sebuah bola pun menggelinding lurus tanpa tuannya.Segera ia menangkapnya dan memainkan putaran dasar dengan senang bahkan senyuman itu jelas membuat hatinya kembali bersemangat memainkan ayunan bola hingga bisa memasukkan dengan sempurna.


Seneng banget bisa memasukkan bolanya,tiba-tiba sahabatnya pun datang dengan tepuk tangan meriah untuk mendukung kemenangan dan kehebatannya belum pernah sirna begitu saja.


Ganindra menoleh dengan wajah senang dan melambaikan tangan kearah Thy Than,Mega dan tentunya Adam yang telah terjaring rahasia dalam acara perencanaan yang dibuat oleh Ganindra sendiri.Mereka pun turun dan memastikan ikut bersama dan saling bersaing antara Ganindra bersama Thy Than,sedangkan Mega bersama Adam.Permaian yang seru sampai akhirnya berada dalam kemenangan dipegang oleh juara bertahan melawan juara runner up dijawara basket.


"Gilaaa elu masih aja menang ngelawan gua!"Adam pun protes.


"Ya siapa lagi juaranya?siapa!"Kembali mencari suara kearah Thy Than dan Mega.


"GANINDRAAAA!"Keduanya saling memberikan pujian kepadanya.


Memasang wajah ga terima tapi lucu juga ngeliat Adam masih bersusah payah saling menyerang untuk memenangkan poin selanjutnya dengan sorakan dari dua sahabatnya bikin rame lagi.


Dari luar,pintu Raisa dan Lala hanya melihat dari jauh kekompakan mereka untuk menyelesaikan poin terakhir mereka untuk satu hal yang lebih baik.Tentu saat kelelahan itu datang dari mereka berdua langsung aja tergeletak mengatur nafasnya masing-masing.


"huuuuh,,,huuuuuh ,,,memang elu ga ada matinya Ndra!"Puji Adam ga kuat lagi.


Indra bangun dan masih pula mengatur nafasnya, seragamnya pun basah setelah memainkan game akhir bersama Adam.


"Jadi gua harus bangga neeh elu aja belum bisa mengalahkan aksi gua.Jadi elu harus jadi team independent gua untuk bisa meramaikan acara ini lagi.Semangat yaaa!"


"Ooh tadi bahas tentang basket sama Bu Kepsek ya?kirain kamu kena kasus yang berat lagi."Akhirnya Thy Than tahu juga maksud dari pertemuan itu.


"Hahahah,kasus berat yaitu saat aku mencintai kamuuulah Thy Than!"Jawabnya sambil disorakin Mega dan Adam.


"HUUUUUUUUU,,,,NORAAAAK!"Ujar mereka sambil ngakak dan saling tos bersama.


Geli juga mendapat teriakan yang ga jelas dari mereka. Raisa dan Lala pun terbakar api cemburu dari kisah merwka yang sungguh menyayat hatinya.


"Udah kamu sabar aja,mungkin itu bukan rejeki kamu umtuk mencintai Ganindra,Sa.Sabar ya."Sambil mengelus bahunya Raisa.


"Tapi aku ga bisa terima kalau seperti ini.Sama saja mereka merendahkan aku yang mencintai Ganindra La."Rengeknya langsung kabur dan ga mau lagi melihat kegombalan mereka untuk mengatakan cinta.


Dilapangan basket,akhirnya mereka membicarakan soal permaian basket yang resmi dan hanya sekedar latihan untuk memaksimalkan usaha mereka dan mendapatkan nilai poin untuk melaju lebih cepat.


"Gimana kita jadi kan membuat acara buat membangkitkan kembali basket yang kita banggakan ini!"Tawar Ganindra menatap mereka yang hadir dilapangan ini.


"Bisa juga,asal ada hadianya yang menarik dari ketua!"Sahut Mega dengan ide bagusnya.


"Tentu itu akan membuat animo anak-anak jadi bersemangat.Emangnya hadiahnya apa?"Bingung bertanya lagi.


"Semalam suntuk bersama Ganindra sampai bosan.Kan lebih seru tuh!"Serang Adam dengan tawa lepasnya.


"Heiiii,nanti ada yang cemburu lho!"Timpal Mega.


Sambil memainkan kedua alisnya sebuah kode unik dipertanyakan olehnya.


"Siapa?"Sontak Thy Than penasaran.


"Hemmm,,,ga tahu ya udah!"Sebal banget Adam.


Ganindra hanya menundukkan kepala dengan menahan tawanya yang bringas.


"Oooh,ya Dam.Mba Nindya masih tinggal sama kamu kan?"Tiba-tiba kalimat itu menyerang Adam,sontak ia kepalang memerah wajahnya dengan tengak-tengok sambil melambaikan kedua tangannya.


"Haaaah,,,Adam punya simpenan?"Tanya Thy Than lagi.


"SERIUUUUSSSS!"Mata Mega terbelalak mendengar kalimat tersebut.


"Eeeh engga gitu kali.Bukan simpenan aaah,elu seeh sok tebar fitnah.Untung aja yang denger cuman mereka berdua Ndra!"Sambil dorong badan Ganindra.


"Trus siapa dia,cemburu neeh aku!"Canda Mega dengan tampang songongnya.


Tersungging geli.


"Heeeh,sejak kapan kamu cemburu sama gua?aneh banget!"Sambil membuang muka.


"Ya jaga-jaga aja hahahaha!"Sambil menutup mulutnya nabok kearah bahu Thy Than.


"Heeeeh,,,ga lucu kalau becanda."Tambah Thy Than kesakitan.Tumben pukulannya kenceng banget sampai kesakitan kayak gini.


Perlahan Ganindra bangun dari duduk santainya serta mengulurkan kedua tangannya kearah dua cewek yang sok becanda tapi ga masih garing.


"Banguuun ga?"


"Aaaaahhhh,mauuuuu!"Keduanya langsung kegirangan mengulurkan tangan lalu ditarik lagi sama Kekuatannya lelakinya dan langsung dipeluk keduanya.Mereka pun saling menyentuh bahu kokoh Ganindra.


Adam yang melihat adegan bak film tentang cinta,hanya melongo dan miring kekanan melihat mereka bergaya bak seorang angel's buat Ganindra.


"Gilaaaa,masih aja ada adegan kayak gitu ya ckckckckck!"Menggelengkan kepala.


Mega yang melihat reaksinya Adam,tanpa nyawa hanya menatap penuh nista hanya ketawa seraya menutup mulutnya.


"Hahahha,,,ada yang terluka tuuuh!"


"Mana?"Pertanyaan itu segera dibalas oleh Ganindra.


"Tuuuh!"Mega menjawab.


Susah payah Thy Than melihat gimana reaksi polosnya Adam,ngakak juga melihatnya.


"Hahhahah,pengen banget ya posisi kayak gini?"Seraya menggelengkan kepala.


"Udah tolongin aja dia biar ga sakit hati!"Pinta Mega dengan wajah penuh ekspresi.


Masih dalam pelukan yang hangat,malahan Ganindra mengulurkan tangan untuk Adam.


"Mau gua bantuin ga?"Sambil mengundang senyum untuknya.


"Makasiiiiiih,gua bisa bangun sendiri deh!"Seraya meledeknya.


Mendekati mereka ketika Ganindra melepaskan pelukan keduanya.Saat kembali dan bersiap untuk menikmati makanan dikantin.


"Kayaknya kita harus makan ini,ngisi perut.Lapeeeer!"Ujian khususnya datang dari Adam sambil mengelus pipinya.


"Yuuuk,,,,kita makan bareng!"Rangkul Ganindra segera kabur meninggalkan angel's yang hanya terdiam bingung melihat keduanya kabur begitu saja.


"Lhoo,,,lho,,,kok kabur gitu aja seeh.Kita gimana?"Thy Than penasaran menujuk kearahnya.


Saling menoleh dan rasanya menghela nafas,keduanya pun mengambil pasangan masing-masing.Tentunya membuat Thy Than dan Mega terkejut.Kenapa bisa ketukar gini seeh!


"Ayooo!"Ganindra menarik tangan Mega.


"Semangat!"Lanjut Adam menarik tangan Thy Than.


"Lho kita kok beda?"Heran deh,bisa salah gitu.Kan harusnya Thy Than ma Gaindra,trus Adam sama Mega.Malahan kebalik gitu aja,kenapa bisa seeh?


"Haaah,salah ini!"Mega protes.


Rasanya ketika mereka protes,ga ada harapan lagi untuk menukar pasangan.Gimana lagi ya udahlah saat jalan pun menjadi lebih semarak sampai ada mata-mata yang mengejutkan melihat kita-kita tengah menjadi bahan obrolan lebih serius.


Banyak yang heran,banyak juga yang tepuk tangan karena keberanian mereka mengeksopse aksi menegangkan sampai jadi tranding topik untuk sebuah hubungan seru untuk mereka.


"Wuuusss keren,dalam rangka apa mereka bisa jadi seperti itu ya!"Menggelengkan kepala bingung.


"Cakep seeh,cocok juga.Pada mau bikin cover apaan ya?"


"Entahlah hanya mereka yang tahu!"Sembari bersedekap menggelengkan kepala lihat kelakuan mereka.


Bak selebritas sekolah,langkah mereka layak sebagai langkah masa depan sekolahan.Karena mereka tahu pada akhirnya apa yang akan mereka perbuat akan lebih bagus untuk kesekian kalinya buat kebanggan mereka.


"Haaaah,lihat Saa.Mereka sok ngartis gitu!"Tiba-tiba Lala melihat dengan wajah tak mengerti.


Ia menoleh tak menyangka,didepan matanya melihat mereka dengan santai bahkan elok melangkahkan kakinya menuju sebuah tempat yang sama sekali belum diketahui dimana itu.


"Emangnya mau kemana seeh mereka?"Heran menatap tajam kearah para pemain cinta selanjutnya.


"Mana gua tahu.Mending kita ikutin aja biar tahu kemana mereka sebenarnya."Ide Lala pun segera ambil langkah seribu diikuti Raisa yang hampir ketinggalan.


"Eeeh,,,tungguin dong!"Lari mengejar Lala yang ikutan terobsesi dengan langkah mereka.


Sang bintang dan selebritas khas mereka berempat telah menjadi pandangan menyenangkan bahkan keduanya tepatnya Ganindra dan Adam saling tos bareng,disamping Mega dan Thy Than.


"Mang,,,pesen mie ayam deh!"Ganindra orang pertama mengangkat tangannya.


"Samain deh!"Lanjut Adam semangat.


"Kita apaan?"Tanya Thy Than mengangkat dagu heran menunggu jawaban Mega.Sempet Ganindra melihat kebingungan mereka berdua untuk memesan juga.


"Heheheh,samain aja deh!"Sembari meringis geli.


"Yeee,,,kirain beda."Thy Than belum mengangkat tangangnya,malahan keduluan sama Ganindra lagi.


"Mang,,,samain aja juga ya 4 mie ayam."Pinta Ganindra dengan lambaian tangan juga.


Mang kantin pun menunjukkan wajahnya lalu memberikan jempol kepada para pemesan mie ayam rombongan.


"Siaaap!"Ujarnya memberikan kode.


Langsung deh keempatnya nimbrung,Salah satunya Adam dan Ganindra yang perlahan melepas beberapa kancing dan mengebus-kebuskan seragammya.Panas banget habis serangan main sama winner pebasket andalan tak terkalahkan.


"Hhuuuuuh,panas banget ya."


"Salah elu sendiri.Udah lupa sama tehnik,masih aja ngotot main.Kan tangan lu udah beda sekarang megang game Online lagi.Ga seru pokoknya!"Sambil tetep mengibaskan bajunya yang tengah basah.


"Bauuu lagi!"Sambil Thy Than menutup hidungnya dan ga lengkap kalau ga mukul bahunya Adam.


"Aduuuh,,,demen banget seeh mukul gua."Ga terima sama kelakuan Thy Than.


"Hahhahaah,,,gemeessss banget sama kamu!"Sambil mengobrak abrik badannya.


"Kalian cocok juga kalau dilihat-lihat.Sama-sam tengal!"Puji Ganindra meledek mereka.


"Heeeh,ga boleh gitu.Dia kan milik kamu!"Mega memukul bahunya.


Heran,sampai Adam berhenti berfikir jauh dan bertanya penuh penasaran.


"Milik Indra?dia!"Nunjuk kearah Thy Than tanpa melihatnya.


"Iya,kamu tahu kan waktu itu.Katanya mereka terjebak lho diperpust.Tahuuu ga beritanya!"Sambil membisikkan sembari menutupi bibirnya dengan punggung tangannya.


Menggelengkan kepala.


"Engga,lupa kali gua ya!"Tengak-tengok melihat Thy Than lalu menatap Ganindra.


"Huuuuh,untung elu ga tahu ya."Kata Ganindra melengos lega.


"Eeeh siapa bilang.Bentar dulu,gua inget-inget masak Adam master game Online ga tahu kalian kejebak diperpust seeh!"Lanjut Adam mikir lagi.


Lama dia mikir,malahan mereka menggelengkan kepala.Ada juga ya menundukkan kepala bingung.Santai aja buat Ganindra menyakinkan tetapi ia sama sekali ga ingat.


Karena lama menanti jawaban dari Adam,tak lama kemudian datanglah Mang kantin membawa empat porsi mie ayam tanpa minumannya.


"Mie ayam buat kalian semua!"Sembari membawa bersama baki serta menata diantara mereka.


"Makasih Mang!"Sambil senyum Thy Than Mendongak memberikan ucapan.


"Wiiihhh,sedaap banget.Makasih Mang!"Lanjut Mega.


"Semangaaat makan!"Adam tak mau kalah untuk mengambil dan menghirup aroma menggodanya.


"Heeemm,,,laper langsuuuung santaaap!"Semangat pula dari ganindra.


"Ooh ya kalian mau minum apa?"


Kompak tapi tak sama diutarakan oleh mereka.


"Es jeruk!"


"Esteh manis!"


"Air mineral!"


"Sama Deh hehehe!"Ngikut aja Mega sama Thy Than.


Sambil mengacungkan kedua jempolnya,Mang kantin pun bersiap untuk membuatkan pesanan mereka.


"Siaaap!"


Ga ada konsep yang menarik dari mereka berempat,langsung aja tancap gas buat makan mie ayam bersama.Obrolan pun tengah terbagi dalam beberapa hal.


"Ndra,jadi kamu ngebuat acara yang keren tuh?"Tanya Adam menunggu jawabannya.


Sambil nyruput mie dengan sedapnya,ia langsung menjawabnya."Heemm,,,nanti dulu.Yang jelas kalian bertiga yang tengah sama gua bakalan gua ikutin sama beberapa team lainnya.Mau ga?"Tawarnya dengan memainkan kedua alisnya.


"Ya kali-kali gua ikut.Ntar terbengkalai dong Game gua!"Lanjut Adam protes.


"Lha kan gu butuh elu buat acara promosi,ga harus cewek lho!"Sambil melirik kearah Mega.


"Lha trus kita berdua ngapain?"Tanya Mega balik.


"Iya neeh,apa cuman senyum-senyum ga jelas gitu."Tambah Thy Than bingung.


"Kalian berdua jadi Ambasador aja,cantik dan seksi itu lebih menggoda lho buat anak-anak untuk ikut tampil."Kata Ganindra ngasal.


"Apaan?Ambassador!"Kaget dengan wajah anehnya.


Ga tahunya malahan dua cewek tersebut ikutan nimbrung, tentunya membuat mereka risih banget,ga ada guna juga tanpa kehadiran Raisa dan Lala sama sekali ga ada pengaruhya.


"Lho ga minat ngerekrut kita berdua?"Langsung vocal Raisa membuat mereka mendongak dan saling menandakan sebuah tatapan aneh.


"Iya kita kan masih populer!"Sahut Lala menyakinkan.


"HAAAAAH!KALIAN MASIH POPULER?"Shock berat untuk Ganindra sambil menutup mulutnya.


"Huuus,,,,ga boleh gitu kali!"Pinta Mega menahan tawa sambil menarik tangan Ganindra.


"Busyeeet,,masih populer.Kayaknya kita harus jajak pendapat deh ya!"Mengarah langsung kearah Ganindra.


"Betuuullll!"Lanjut Ganindra.


"Ikutan ya jajak pendapatnya yayayaya!"Thy Than pun semangat banget untuk ikutan.


"Ngapain ikut-ikutan.Emang kalah kamu sama kita berdua!"Langsung semburan Raisa ga terima.


"Oohhh ya.Serem banget!"Adam pun bereaksi sama pula dengan Ganindra.


Ngakak pula sahabatnya serta keduanya saling tos bareng.


"Hahahaha,kita-kita tuh ga ada mati ya hahhah!"Ganindra pun bangga.


"Kaliaaaan,jahat.Awas ya kalian pasti butuh kita lagi.Inget itu!"Tunjuk Raisa kesal lalu berbalik dan pergi meninggalkan mereka yang ga nyangka saling ketawa ngakak lagi lihat kelakuan mereka.


"Datang ga diundang,minggat pun ga bilang ckckckck!" Adam pun ga habis fikir.


"Iya tuh,kok gitu seeh attitude mereka berdua.Pantas aja ga laku lagi.Tapi mimpi buat tetep populer!"


"Itu deh senior yang lagaknya sok tinggi banget.Padahal cemen banget huuuuh!"Sambil menghela nafas sambil lihat mereka pergi.


"Oooh ya,tadi ceremonial aja ya.Kok cepet banget perginya.Harusnya tuh mereka berdebat dengan kita dengan pemikiran yang top sampai kita menyadari kalau mereka tuh masih punya malu.Ini engga!"Lanjut Mega heran.


"Ga ada yang harus dicontoh kalau kayak gitu.Bikin ngeri aja kalau mereka ga sadar-sadar lho!"Lanjut Thy Than menompangkan tangan sambil memandang Ganindra.


Ganindra entah menatap kemana tanpa memperdulikan sang perempuan,mengernyitkan kening lalu dia menyenggol Ganindra untuk menyadarkannya.


"Wooiii,,,kenapa?"Sambil mengangkat dagunya heran.


"Dilihatin ga ngerasa.Ga peka neeh!"Kesal juga Mega melihat kelakuan Ganindra.


Setelah obrolan yang belum ketemu titik akhirnya,ga ada lagi yang harus dibicarakan selain nanti ide creative dari Ganindra akan ia bangun nantinya seraya memandang penuh senyuman.Bayangannya udah beda yaitu mengarah pada Mitha.Asistan rumah tangga abangnya yang ga bisa ia lupakan sensasinya.


"Tuh kan,udah beda sekarang anak neeh!"Sentil teman sebelah saat dirinya tengah berada.


Ia terkejut sambil menatap teman sebangkunya kok tambah aneh setelah ia bertemu dengan sahabatnya waktu mengisi waktu luang dengan makan siang serta ngobrol ternyata ini akhirnya.


Hanya senyuman balasan saat mendapatkan sentilan khusus dari sampingnya.Ia masih saja santai malahan godain teman sebelahnya dengan gaya alay bahkan leluconnya makin gilaaa dan setrees.