Thy Than

Thy Than
Bab.25 Ada kata yang terbaik



Setelah puas belanja roti dan sejenisnya,Thy Than terhenti didepan pintu keluar.Perhatiannya memang ga lepas dari Ganindra untuk membukakan pintu lagi.Senyum serta ucapan hangat tengah menjadi perbicangan masing-masing saat mendekati pintu mobil dan masuk bersama lalu Thy Than menaruh belanjaannya dibelakang.Lucu banget dia ya kalau jadi mama dari anak-anak kita pasti akan lebih seru jadinya.Tatapan Ganindra belum lepas saat perempuan itu kembali duduk didepan serta merapikan diri.


"Kenapa?kok lihatnya sampai kayak gitu!"Sambil membenarkan duduknya lalu memberikan minuman tadi kepada Ganindra."Neeh biar ga bosen,,,Sayang!"Lanjut Thy Than memberi senyum manis.


"Apa?gua kok ga denger!"Meledeknya sambil memasang tangannya ditelinga.


"Sayaaang,hahahahah.Mau dibukain?"Sambil menunjukkan botol minuman kopi.


"Boleh dong,manis banget!"Mendekap dagunya.


Dengan senang hati ia membukakan botol minuman untuk sahabatnya,mendekap dan meminumnya penuh lega.Lalu sebuah ciuman kembali mendarat dipipinya yang empuk banget bagaikan bakpao.


"Hemmm,,,,tambah manis heheheheh!"Seneng banget sudah mencuri-curi sebuah ciuman pipinya.


"Haaaah,curang bangeeeettt seeeh!"Gemes juga sampe dijewer telinganya.


"Adoooh sakit sayang.Jangan nakal gitu!"Sambil ketawa rasanya pengen nyandar aja dipundak Thy Than.


"Kalau sandaran gini,kapan kita berangkatnya dong!"Sambil membasuh rambutnya.


"Nanti manjain lagi gua ya,ya!"Pintanya memercingkan hidungnya.


"Iyaaaaa,kita jalan ya!"Pintanya menatap penuh senyuman.


Saatnya jalan menuju rumah Mega,ada perasaan ga enak juga.Tapi apa ya?apa mungkin saat aku mau jenguk Mega kok jadi ngerasa gimana ya.Saat menoleh kearah Ganindra dengan tatapan serius,tentu membuatnya menoleh serta penasaran juga sama tatapan seriusnya.


"Kamu kenapa,pandangannya kok aneh banget!"Kembali konsetrasi menyetir.


"Engga,aneh aja.Aku kok perasaanya ga enak ya mau jenguk Mega.Kan harusnya senang bisa ketemu sama dia,kan ga biasanya gitu.Apa ya?"Kembali bingung.


"Biar enakan perasaannya,tuh diminum kopinya biar bisa mikir dengan tenang dan fokussss!"Malahan bibir mancungnya pun tumbuh membuat gemas Thy Than sampai mendekap bibirnya.


"Iiiiihhhh,ga sampe gitu kali sayaaaang!"Lanjutnya ketawa ngakak.


Beneran kali ini kebahagiaan keduanya kembali kompak untuk bisa bertemu dengan sahabat terbaiknya.Ga mungkin dong kalau aku melepaskan dia sebagai sahabat baik,walau dulu sempat saingan tapi lucu juga ya.Sekarang aku bisa dekat dengan siapa lagi kalau bukan sama Ganindra,gemesin lama-lama.Hahahhaha.


Semoga ia ga jelauos lihat aku datang sama Ganindra,lelaki yang intens banget deketin aku ampe mepet-mepet gitu tapi sudahlah.Yang penting dia baik banget sama aku,kembali menatapnya dengan menompangkan tangan menatapnya.


Tersungging bertanya tentang tatapan manisnya.


"Tumben senyum-senyum gitu?ada sesuatu kah!"Kembali bertanya.


"Ga ada,kok lama-lama sayangku ini sedap banget dipandang.Kayak daging panggang barbeque,hahahahh!"


Menoleh kaget dengan tatapan aneh.


"APAAAA?BARBEQUE!"Tatapan dan kegilaan itu membuat Thy Than makin ngakak.


"Hahahaha,sama kamu tuh ga ada susah-susahnya ya.Ketawa lepas aja sampai kaku perutku."Lanjut Thy Than.


"Ya itu bagus dong buat olah raga kamu biar ga susah terus.Ga mikirin yang berat-berat,emangnya Om kamu bilang apa tentang kamu?"


"Yaaa,baik seeh.Ga boleh mikirin soal surat kuasa itu untuk kehidupanku kedepan dia akan memberikan yang terbaik buat aku.Karena ayahku sangat baik sama om Rey,jadi dia berusaha banget untuk membuat aku tetep kuat,,,eh ada kamu sayang yang makin menguatkan aku heheheh!"Sambil mukul bahunya.


Pura-pura kaget sambil kesakitan ala-ala drama korea.


"Aduuuuh,,,,sakit sayang!"Sambil mengusuk bahunya.


"Bisa aja.padahal ga sakit aja gaya."Lanjutnya sambil memalingkan wajahnya lalu menoleh kembali.


"Ooooh iya,mau roti kesukaan kamu sayang?katanya suka roti lembut!"Kembali mengingatkan.


"Ooh iya,,,suapin ya!"Pintanya merekahkan senyuman dan memainkan kedua alisnya.


"Iya,bentar!"Berbalik mengangkat badannya mengambil roti pilihannya.Tentunya membuat matanya kembali terbelalak.


"Waah enak banget pastinya!"Semangat dalam perjalanan seru menuju rumah Mega.


Tak berselang setelah ia menghubungi Mega dan meminta lokasi tempat tinggalnya yang baru,dapat juga akhirnya. Sembari memberikan ponselnya kenapa Thy Than,ia berharap segera menemukan rumahnya.


Suara ponselnya pun berbunyi pertanda sebuah pesan masuk,segera ia mengambilnya.


"Ooooh,kayaknya ini pesan dari Thy Than.Tolong dong arahin ya sayaaang!"Meringis lebar ampe gigi-giginya yang berasa makan roti coklat kelihatan blepotan.


"Idiiiiih joroknya.Dibersihin dulu tuh blepotan digiginya.Pleace ya!"Pintanya geli-geli gimana.


"Ya udah pegangin dulu hapenya,gua minggir dulu deh!"Sambil meminggirkan mobilnya dipingiran trotoar.


Sambil ngaca pasti menemukan sesuatu yang menggelikan dalam pandangannya.Menoleh lalu memberikan tawa untuk seorang perempuan yang sudah menjadikan dirinya pengertian.


"Gimana udah tahu dimana lokasinya?"Bertanya penuh kata.


"Udah sayaaaang,ini kita lurus aja dulu ya sekitar 50 meter trus belok kanan.Inget belok kanan oke!"Pintanya memberikan pengarahan.


"Oke kita jalan!"Jawabnya kembali mengemudikan mobilnya.


50 meter telah usai tinggal belok kanan,perjalanan pun kembali diarahkan oleh Thy Than penuh ketelitian hingga masuk gang lagi dan tak lama kemudian muncul sebuah tanda bahwa rumah berada tak jauh sekitar 10 meter dari target yang diberikan oleh aplikasi untuk menyelesaikan tugas pencarian rumah Mega.


"Gimana udah sampai belum?"Tanya Ganindra penasaran.


"Tuuuh bentar lagi tinggal sepuluh meter,nyampek deh.Kita pelan-pelan aja biar ga kebablasan oke!"Ujarnya siap konsetrasi untuk menemukan rumahnya.


Benar juga pencarian yang ga terlalu sulit sampai juga disebuah rumah minimalis dan pintu gerbangnya terbuka sehingga mobil Ganindra pun bisa masuk kedalam.Berhenti tepat digarasi.Thy Than pun tengak-tengok melihat rumahnya bagus dan ga nyangka tempat baru semakin membuatnya makin bahagia aja lihat sahabatnya.


"Eeeh,udah nyampek heheheh."Kaya Thy Than sumringah.


"Ya jangan diem aja sayang,,,kita turun yuk.Terpana ama apa seeh!"Sambil membelai pipinya.


"Apaan seeh,ntar Mega cemburu gimana!"Mengelaknya dari belaian Ganindra.


Heran kenapa dia bisa ngomong gitu ya.Tersungging geli,udahlah ga pa-pa palingan dia ga enak sama kedekatan yang hakiki tengah kita jalani seperti ini.Melangkah keluar seraya membuka pintu mobil keduanya pun keluar dan mendongak,mungkin ada orang diatas.Tentunya Mega pun menunjukkan batang hidungnya dengan melambaikan tangan kepadanya dikaca besar diruangan lantai 2.


Menoleh kearah Ganindra tentu ia segera mengajak sahabatnya untuk segera masuk kedalam.Namanya juga udah antusias sampai narik tangannya dan membawa oleh-oleh perlahan masuk kedalam.Tawa lepas Mega membuat ia merasa senang melihat keakraban terlihat dari aura terpancar penuh rasa.


Setelah melihat mereka masuk kedalam,Mega pun menunggu ditangga untuk menyambut mereka berdua yang perlahan masuk dan tak lama langkah mereka berdua sampai menaiki anak tangga hingga sampai memeluk Mega tengah kangen akan kedatangan sahabatnya.


"Megaaa,,,kamu kok ga bilang sama aku kalau kamu sakit seeh!"Sambil memeluk hangat sahabatnya.


"Males cerita sama kamu,ntar mewek heheheheh!"Melepas pelukannya.


"Males banget hehehehe!"Mega pun merangkul Thy Than dan mengajaknya duduk diruang tengah bersama.


Ganindra ga habis fikir saat ini malahan Thy Than yang tengah jadi perhatiannya.Ga gua lagi,tapi sudahlah apalagi saat datang seorang pembantu yang datang membawakan minuman untuk mereka yang tengah duduk bareng.Melihat keakraban mereka berdua membuat Sang lelaki beranjak untuk menatap keluar pandangan tanpa sebuah pendamping siapapun,sesekali melihat keakraban layaknya udah lama ga pernah ketemu padahal ya baru kemarin aja ketemunya sampai ia ketawa sendiri melihat obrolan tanpa henti tanpa koma.


"Maaf ya,Kalian sekarang saling menguatkan semoga dengan kekuatan yang diberikan oleh Thy Than adalah nafas terbaik buat kamu Mega.Maaf aku belum bisa cerita sebenarnya tentang penyakitmu.Gua tahu kalau gua pandai menyimpan masalah.Nanti ada waktu aku ceritakan yang indah-indah tentangmu!"Tersenyum,tak disangka tetesan air mata jatuh tiba-tiba saat dada ini sesak.


Menyadari hal tersebut,segera Ganindra menghindar dan keluar dari balkon dan menuju kepojokan serta menyeka air matanya.mencoba mengatur nafasnya yang sesak dan mencoba kuat dan harus kuat untuk membuat sebuah kekuatan untuk perempuan seperti Mega.


"Lho kenapa tuh Indra kok malahan mojok seeh,nyari apaan lagi dia!"Melongo melihat tingkah anehnya.


Sesaat Mega melirik dan menampakkan wajah kecewa.kenapa dia tidak bisa seeh menyimpan kesedihan sedikit aja buat aku.Semoga saja dia lekas selesai dan ga bakalan sedih lagi.Tersenyum rasanya pengen mukul dia aja biar kuat dan hebat menjaga sahabatku yang terindah Thy Than serta menoleh kepadanya menjawab pertanyaan konyolnya.


"Gitu dia,suka pojokan kali.Ga tahu tiap kesini itu aja tujuannya heheheh!"Sambil geli menjawab.


"Kok aneh ya.Ada apa seeh,bentar ya aku kesana dulu!"Sambil beranjak berdiri untuk mencoba menghampirinya,tetapi Mega menghentikan dengan menahan tangannya.


"Udah biarin.Cowok kan kelakuannya kayak gitu ga usah difikirin.Nyantai aja biarin,trus gimana sama dia masih berantem?"Senggolnya.


"Heheheh,gara-gara dia aku sama dia kekunci diperpustakaan."Jelasnya penuh ekspresi.


"Haaahhh,,,,kok bisa seeh.Trus gimana lama dong nunggunya?"Tawanya gelinya tampil plus heran.


"Ya lamaa Ga,tahu sendiri kan aku ga pernah masuk perpust eeehh diajakin sama Indra,gimana dong.Ya mau aja dari pada kosong heheheheh!"


"Tuuuh mau,salah sendiri.Coba ga mau pasti kesininya ga sore kayak gini kan!"Sambil menoleh keluar melihat Ganindra apa dia udah baikan ya.


"Bentar ya,kamu minum duluuu.Aku samperin Ganindra ada yang harus dibicarakan.Serius ya!"Pintanya sambil menyentuh kedua tangannya.


"Hellleehhh,,,palingan ngomporin dia buat deketin aku kan."Ujarnya sok tahu.


"Ya kali-kali mau hehehhe,bentar ya.!"Beranjak berdiri untuk menghampiri sahabatnya.


"Iyaaa,aku minum dulu deh.Enak kayaknya neeh heheheh!"Sambil meguknya penuh dengan penghayatan.


Tapi menarik juga saat melihat Mega tengah mulai mendekati serta menyentuh bahunya,mungkin ada kalimat rahasia paling diantara mereka ya.Apa sebenarnya yang mereka bicarakan.Aneh deh.


"Ndra,gimana udah tenang?"Menatapnya serta menepuk bahunya.


Ia menoleh dengan tatapan sedih,dan seketika Mega mewanti-wantinya supaya Thy Than tidak tahu tentang apa yang tengah ia derita saat ini."Inget jangan pernah sedih dihadapanku oke.Jangan sekali-kali kamu membuat Thy Than sedih.Ingat jadikan dia sebagaia sahabat atau lebih dari sahabat karena dia berhati emas.Tolong,mulailah dengan penentuanmu yang baik bahwa akan ada pengganti yang lebih baik dari aku.Kamu harus bisa ingat.Ya!"Pintanya menasehati Ganindra.


Dia hanya mengangguk dan rasanya ga bisa lagi dia untuk memeluk dan mendekap erat dengan tangisan yang sungguh menyayat hatinya.Indra sangat bersalah akan sikapnya selama ini kepada Mega sehingga tak mengerti apa yang terjadi dengannya.


Thy Than terbelalak tak menyangka,ada apa ini sampai tak menyadari bahwa gelas yang ia minum lepas dan pecah dilantai.


PYAAAARRRR,,,,Sontak membuat mereka menoleh kearah Thy Than yang langsung terkejut juga dan berusaha untuk tidak menatap mereka lagi dan buru-buru untuk membereskan pecahan gelasnya.Ganindra pun berlari serta menolongnya,karena bingung dengan apa tengah terlihat barusan membuatnya tergores jarinya.


"Aoooo,,,sakiiittt!"Sambil mengepak-ngepakkan jarinya.


Seketika Ganindra langsung meraih jarinya dan menghisap darahnya.Untung aja ga jadi vampir,,,coba kalau jadi bisa-bisa vampir apaan ya Ganindra.


Ketika ia menyedot darah yang keluar dengan derasnya,tatapan senyum manis Thy Than menjadi semakin luluh dan membuatnya tak berdaya lagi karena perhatiannya sungguh membuatnya seketika bilang I LOVE YOU.


Sama halnya yang dirasakan oleh Mega,ia tersenyum melihat adegan romantis dan malu-malu seraya menggelengkan kepala.Bisaa aja mereka bikin romansa yang menggelikan.Mendekati dengan tawa lepasnya ia membuyarkan mereka tengah mematung.


"Astagaaa,udah ga usah lama-lama gitunya.Bikin iri aja deh!"Mendekati bersedekap melihat kelucuan mereka.


Thy Than mendongak dan meringis malu-malu aja ga ada kucing juga yang muncul dalam emojinya saat ini sampai hatinya pun berkata."Hehehe,untung dihisapnya dia ga jadi Vampire ya Ga!"


"Haaah,jadi Vampire.Vampir model apa dia,hahahahah!"Sambil ketawa menutup mulutnya.


Masih Thy Than melihat mata sebam Ganindra,kenapa seeh dia sampai nangis gitu amat.Apa yang tengah mereka rahasiakan ya?ga mungkin seeh sampe segitunya dia sama Mega gitu.Tapi ga mungkin dong kalau mereka ngaku kalau ga dilempar panci Ganindranya.


"Vampir yang mencintai Thy Than,heheheh!"


"Huuuuuh,,,,so sweet!"Lanjut Mega meledek.


"Kayak difilm itu dong jadinya heheheh!"Sambil melepaskan dekapan tangannya."Udaah megangnya,ntar karatan lho tanganku!"Pintanya melepaskan dengan pelan.


Setelah mengambil beberapa pecahan gelas kaca,sang bibi datang untuk membersihkan pecahan yang masih bercecer dilantai.Mereka kembali dalam drama yang bersahabat tentunya Mega masih penasaran dengan kegiatan mereka diperpust ngapain emangnya.


"Ooohya lupa,trus kalian berapa lama nginep diperpustnya?"Duduk disamping Thy Than,sedangkan Ganindra duduk santai sendiri menatap keakraban mereka berdua.


"Dia tuh sok-sok an nyari novel.Kan aku jadi ikuta,seru bacanya.Malahan dia ketiduran kan ga asyik Ga!"Lanjutnya penuh penghayatan.


"Ngantuk gua,baca novelnya berat banget!"Bela Ganindra.


"Ya emang kan kalian bukan tipe kutu buku.Apalagi kamu Ndra kutuan hahahaah!"Tawa lepasnya kembali muncul.


"Masak iya gua kutuan seeh!"Sensi banget sama ledekan Mega.


"Kamu kenapa seeh,sakit apa sampai tuuuh ga bilang.Bilangnya sama Bu Dira doang.Kan aku khawatir Gaaaa!"Sambil menyentuh tangannya.


"Engga,sakit biasa aja.Demaam aja deh,dia aja sok sandiwara sampai bingung kan!Pake acara nangis lagi cengeng banget seeh!"Sambil nunjuk kearah.


"Ya gua cengeng,,,emang gitu.Sahabat sakit kan khawatir dong.Ga mungkin engga kan ya Sayang!"Memainkan kedua alisnya menggodanya.


"Cieeee udah berani bilang sayang.Sejak kapan!"Kagetnya wah banget buat Mega saat itu.Melirik kearah Thy Than dan mempertanyakan hal tersebut."Sejak kapan kata "sayang"Itu nyantol dibibir Ganindra haaah,kapan?"Penasaran juga seeh.


"Hehehheh,ga tahu deh.Sebenarnya aku malu seeh dia bilang gitu!"Sambil membisikkan kalimat itu ketelinga Mega.


"Hahahahah,biarin aja.Ntar juga biasa,cueeek ya ga!"


Tatapan senang Thy Than tentang kesehatan Mega memang menjadi rahasi yang harus ia ketahui secepatnya.Tetapi.ia mencoba tidak buru-buru untuk mempertanyakan hal tersebut.Harus membutuhkan waktu yang benar-benar tepat dengan situasi yang lebih kondusif.


Sore perlahan menyapa dan tentunya membuat keduanya untuk segera pamit pulang,beranjak berdiri keduanya saling berpelukan untuk meninggalkan sendiri Mega dalam harapan luar biasanya.


"Pulang yuk,udah jam berapa ini!"Ajak Ganindra mengundurkan diri.


"Ooooh Iya keasyikan ngobrol sama bestie jadi kayak gini.Ya udah deh aku pamit ya.Kamu istirahat dan ikuti petunjuk dokter oke biar lekas sembuh ya!"Beranjak berdiri memberi pesan lalu memeluknya.


"Kok sekarang malahan kamu yang cerewet seeh dari pada aku?"Tanya Mega melepas pelukan lalu mendekap pipinya yang cabby."Geemees banget deh sama pipinya Thy Than,kok bisa seeh kayak gini Ndra!"Sambil ketawa heran kepada Ganindra.


"Elu aja gemes apalagi gua hehehehe!"Lanjutnya dengan tawa gelinya nyubit pipinya.


"Wooooiiii,sakiiiit.Pada seneng banget liat pipiku neeh.Aku bakalan diet biar ga dicubitin terus ma kalian.JAHAT!"Sambil membelalakkan matanya kesal banget.


Pada ngakak keduanya melihat kelucuan yang ditampilkan oleh Thy Than,seneng banget juga buat Mega mengenal Thy Than dengan manis kayak gini serta Ganindra pun menghela nafas panjang melihat keakraban mereka.Sedih banget dan ga bisa seeh ngungkapinnya.Itu adalah waktu yang akan menjawab semuany dengan indah.