
Didalam pesawat Anjas pun merasakan hal yang lain tentang sahabatnya,hatinya tengah bimbang ketika sebuah surat itu datang memberikan sebuah sinyal yang tak bisa ia tolak untuk meyakinkan hatinya kembali kenegaranya.Ada hal pula tengah ia rasakan sebagai seorang sahabat,bahwa sebenarnya Rafan memiliki seorang anak perempuan dimana harus ia jaga dari apapun itu.Aneh juga dia sampai mengirimkan surat itu kepadaku,dan aku dianggap sebagai sahabat terbaiknya saat ini.Tenngahdah serta tersenyum saat ia teringat kalimat yang diutarakan oleh sang sahabat.
"Kamu tahu kan,kalau kamu tuh sahabat yang benar-benar aku miliki dan satu-satunya yang di percaya oleh Natalia.Heran aku kalau lihat penampilanmu itu sampai Natalia sangat mengharapkan persahabatan ini sampai kapanpun."
Menoleh dengan mengernyitkan kening,sikap bingung pula dirasakan oleh Anjas ketika tengah berada dipinggiran balkon sebuah restoran saat mereka tengah lunch.
"Iya juga ya,dari banyak teman kita.Cuman kamu sama Natalia yang dekat sama aku?apa ada sesuatu mungkin!"Penasaran juga seeh kenapa bisa persahabatan yang erat ini jatuh kepada Anjas.
"Nanti kamu juga akan tahu titik akhir dari persahabatan kita itu sampai mana?setidaknya sekarang kita diberi kesehatan adalah untuk saling berintrospeksi diri dan saling menghargai kan?"Menoleh mengumbar senyum kepadanya.
"Titik akhir persahabatan kita?"
Kata sulit tengah dibuat oleh Rafan lalu Anjas lebih berfikir secara logis apakah ini sebuah pertanda ya?tapi apa!
Perjalanan yang cukup jauh pun segera berlalu bahkan saat waktu yang ditempuh perjalanan antara Belanda - Indonesia cukup membutuhkan waktu yang tidak sedikit bahkan menguras fikiran Anjas tentang surat yang diberikan kepadanya.
"Apa memang aku harus bertemu dengan anaknya Rafan ya?supaya aku tahu dimana letak persahabatan kami yang kekal itu ada pada kasih sayangku kepada dia?"Menghela nafas panjang.
Anjas pun mulai merebahkan tubuhnya serta istirahat menompangkan tangan,terlentang dengan balutan selimut.Semoga malam ini adalah malam dimana aku bisa merasakan kedamaian sebelum bertemu dengan anak sahabatku,siapa namanya ya?kok aku belum tahu namanya!
"Apa nanti aku harus ketempat pengacaranya Rafan ya,supaya jelas semuanya dan aku bisa tahu siapa nama anaknya dan seluk beluk kehidupan anaknya Rafan.Oke deh,selamat malam!" Tersenyum dan memejamkan mata.
Langit Indonesia pun terlihat jelas,cerah ketika mentari datang menemui setiap insan untuk membuka pejaman mata.Jelas itu membuatnya serasa segar dan tak sabar untuk bertemu dengan seseorang yang sudah membuatnya penasaran serta ingin mengenalnya lebih jauh.
"Good morning sir,are you happy white sleeping beauty?"Sapa seorang pramugari yang tengah tersenyum menyapanya.
"Yes miss, i loved mu dream.So enjoy tank you!"
"your welcome.Good smile i loved too!"Sambil berlalu meninggalkan dirinya.
Anjas pun tersipu malu mendengar pujian itu,walau sebentar tapi bermakna.Jelas saat ia merasakan dunia baru telah datang didepan matanya.Pendaratan mulus dilandasan pacu membuat semua merasakan perjalanan indah dalam beberapa malam dan ketenangan dalam melangkah keluar untuk menyapa bagaimana indahnya negara yang sempat aku tinggalkan beberapa tahun. Kembali dengan tatapan segar bahagia bahwa sekarang aku telah menginjakkan kaki ditanah air sendiri.
Bangga dan bahagia saat keluar dari ruang penjemputan,kali ini ia terhenti untuk mencari minuman segar untuk merefreshkan otaknya yang tengah lama dalam mimpi terdalamnya.
"Mas hot cappuccino satu ya yang large deh!"Ujarnya sambil memesan didepan kasier.
"Mau take away atau drink here pak?"
"Tak away aja,berapa?"Tanya Anjas sambil mengeluarkan dompetnya.
"Totalnya 95.000 kak,mau tambahan cakenya mungkin?"
Sambil garuk-garuk kepala,kayaknay enak deh donat bomboloninya hehehe,gemuk kayak yang nawarin.
"Iya deh caramel coklat ya satu!"Sambil senyum kepada kasiernya.
Setelah pembayaran,Anjas pun menunggu sambil menatap keluar kaca melihat kesibukan yang biasanya dilakukan orang-orang saat berada diantara terminal bandara.Menghela nafas panjang saat dirinya yakin kalau ini adalah keputusan yang tepat untuk berada dinegara sendiri serta menyelesaikan masalah yang akan dia emban sendiri.
"Permisi pak,untuk pesanannya Cappuccino large dan donatnya silahkan!"Sambil menaruhnya dimeja ruang tunggunya.
"Oooh,iya makasih ya!"Beranjak berdiri lalu membawanya dengan menenteng donat serta menyeruput kopinya.
"Hemm,,,enak juga bikin melek juga.Pas banget,untung aja ga aku kasih gula,ntar malah diabetes lama-lama akunya,hehhehe!"Membuat lelucon dan disambung tawanya sendiri pula.
Berjalan keluar mencari taxi untuk membawanya kesebuah tempat yang mungkin masih misteri kalau dijelaskan secara nalar.Alhasil dia menyewa sebuah apartemen lagi disebuah lokasi yang menurutnya pas dan yakin itu adalah tempat terbaik selama ia tinggal sendiri.
"Kita kemana pak?"Tanya pengemudi taxi sambil menoleh kearah Anjas.
"Kemana ya?"Dengan wajah bingung pula dia pun belum bisa memberikan jawaban yang pas.
"Bapak mau diantar kerumah siapa pak?"
"Ke hotel aja dulu kali ya,biar ga ribet nantinya!"
"Boleh juga,bapak ga punya saudara mungkin dijakarta?"Tanya pengemudinya lagi.
"Ada seeh tapi,ya anterin deh kehotel terdekat dari sini biar ga repot masnya ya!"Ujar Anjas mwngambil langkah seru.
"Baik pak."Jawabnya sambil mengangguk dan menjalankan mobilnya menuju hotel terdekat.
Jakarta airport hotel menjadi pilihannya untuk menginap semalam,tentunya bisa bertemu dengan seorang pengacara yang akan dia temui dengan sebuah surat sebagai bukti kedekatannya dengan sosok sahabatnya Rafan Dirgantara Kesuma.
Terhenti dilobby hotel,segera ia keluar mengambil koper serta membayar taxi.Saat ia masuk pun segera disambut oleh Trolly man untuk membawa koper dan beberapa barang yang sempat ia bawa.Memesan sebuah kamar dan menerima kuncinya,ia melangkah ditemani dengan trolly man untuk menuju kamar vip miliknya.Sampai juga Anjas membuka dan mempersilahkan untuk membawa masuk dan menatanya dengan rapi dipinggiran lemari untuk menjajarkan barangnya.
"Permisi mas!"
"Oooh ya makasih mas."Jawabnya sambil menyelipkan sebuah tips untuknya.
Huuuh,,,nyampek juga rebahan dulu deh sebelum aku membuat rute perjalanan yang seru kali ini.Byuusss,,,merentangkan tangan serta menghempaskan tubuhnya tersenyum menyambut hari yang akan dia sapa kali ini.
"Selamat pagi!"Sapanya mengangkat kedua tangannya,tapi terhenti sejenak saat ia mencium badannya yang harus ia bersihkan dikamar mandi.
"Hemmm,,,baunya khas banget,mungkin kalau Anne merasakan ini adalah aroma wangi yang tak bisa ia tinggalkan.Selamat menikmati hidupmu yang indah Anne."Memejamkan mata sejenak.
Tiba-tiba ia terbangun sadar untuk segera mandi,seraya melepaskan semua pakaiannya dilantai.Bergegas untuk mandi dengan berendam dibathtub,hangat dan membuatnya melayang-layang entah kemana.Setelah setengah jam dan relax ia pun keluar menggunakan kimono mantel berwarna merah maroon untuk kembali keluar serta mengeringkan rambutnya.Sesekali ia bergaya dengan tampan serta senyuman yang tak pernah lekang oleh waktu.
Sebuah ketukan pintu membuatnya terhenti serta menoleh,siapa ya?apa mungkin orang lain ya!"Berjalan dengan penuh pertanyaan menuju pintu utama.
Alangkah terkejutnya seorang wanita cantik dengan penampilan menarik tengah membawakan sarapan paginya untuk tamunya.
"Permisi pak,saya mengantarkan sarapan paginya.Mau ditaruh dimana?"Sambil bertanya tatapannya segar sekali.
Hampir saja aku mematung dan membuatku malu sendiri dihadapannya.Langsung ku persilahkan untuk membawanya masuk kedalam dan menaruhnya dimeja makan.
"Masuk aja,dan taruh dimeja makan ya!"Mengumbar senyum untuknya.
Sembari mengangguk,ia sempat melirik nametage wanita tersebut dan ditemukan sebuah nama cantik yang mungkin membuatnya kesemsem.
"Oooh,namanya Dahlia.Cantik juga sama perawakannya,heheheheh!"Berjalan mendekati serta melihat wanita tersebut menata sarapan paginya disamping Anjas.
Ia menoleh memberikan senyuman khas untuk Tamunya,tampan juga.Pasti dia tengah liburan sendirian,jadi ga ada yang mencurigakan selain senyumnya yang jelas membuatku bingung untul bertanya.
"Oooh iya kmu karyawan baru atau lama dihotel ini?"Tanya Anjas langsung tancap gas.
"Oooh saya pak?"Tanya lagi sok polos.
Mengangguk menjawabnya,menompangkan tanganya dibelakang pinggulnya.
"Iya,siapa lagi.Ada-ada aja deh!"Sambil mengumbar senyum.
"Hehehe,maaf pak.Saya karyawan udah lama kerja disini sudah ya tiga tahun lah.Memangnya ada apa pak?"Tanya balik.
"Engga nanya aja."Jawabnya dengan menatap dengan wajah freshnya membuat sang karyawan salah tingkah.
"Bapak,,,mau menggoda saya ya.Awas ya,nanti saya laporin sama atasan saya!"Ancamnya dengan wajah serius.
"Maunya seeh ngobrol banyak sama kamu,apa nanti aja.Pas kamu mau pulang.Biasalah jadi Guide buat aku.Aku kan udah lama diluar negeri trus mau nyewa Apartemen,dan mau nyari orang juga."Jelasnya yakin.
"Siapa pak?"
"Pengacara,nanti deh ya.Pas kamu istirahat gitu.Boleh minta no.telpon kamu?"Pintanya manis.
"Oke aku tunggu!"Jawabnya berbalik sebentar untuk melihat Dahlia yang tengah menuliskan no telponnya dengan serius lalu berbalik memberikan kepadanya.
"Ini pak no.telpon saya.Nanti saya istirahat sekitar jam dua,bapak bisa hubungi saya atau WA saya saja.Biar nanti biaa ketemu dimana ya!"
"Oke terima kasih Dahlia,,semoga kamu nyaman bekerja sama dengan saya ya!"Mengumbar senyum.
"Baik pak,saya permisi dulu!"Sambil berlalu meninggalkan sosok pria yang sempat membuatnya dag dig dug dear ga karuan.
"Hati-hati ya,ini no.kamu saya pegang kalau salah awas aku kejar kemanapun kamu kabur dari aku okey!"Sambil memperlihatkan kertas no. ponsel milik Dahlia.
"Baik pak,permisi!"Beneran kali ini dia berlalu dari pandangan dan tatapan mata Anjas.
Dia tetap saja melihat langkah kakinya,cara ia melenggangkan tubuhnya sampai membuatnya heran sendiri.Saat berbalik dan melihat tatapan wajah santai,ia sempat mengangguk dan berlalu meninggalkan dirinya,sempat pula lambaian tangan Anjas membuatnya sampai salah tingkah dan menabrak tiang pintu.
"Aduuuuh!"Anjas pun reflek kaget pula sambil menutup wajahnya.
"Mari pak!"Sakit juga dan malu banget deh dilihat sama bapak itu,gila kali ini aku ketemu sama tamu yang ga bisa aku katakan sebagai seorang pria hidung belang.Tapi aku melihatnya sebagai orang baik yang butuh pertolongan saat ini.
Menggelengkan kepala melihat tingkah sang karyawan tadi,sedikit tawa yang menggelora dalam dirinya saat ingin berbalik dan menikmati sarapan pagi yang telah disiapkan oleh wanita tersebut.Memang ya kalau pertama kali bertemu pasti ada aja yang membuat kita salah tingkah atau dianggap orang ga bener.Tapi aku memang orang ga bener seeh sampai meminta no.telpon seorang karyawan tak dikenal atau baru saja mengenalnya hanya beberapa menit saja sampai aku harus bersikap baik kepadanya.
Waktu seakan menjadi cerita seorang Thy Than ketika ia bahagia bersama orang terdekatnya,ketika berada dalam rangkul tangan bahkan cerita seorang anak perempuan.Di keluarga mama Gina pun,ia diterima dengan baik serta mendapatkan kasih sayang yang baik.
"Maaa,gimana seeh cara bikinnya.Kayaknya seru deh bikinnya?"Pertanyaan Thy Thy pun menjadi tawa tersendiri buat sang Mama.
"Kamu tuh bisa aja ya nak,nanti deh mama ajarin.Dan kamu tuh belum waktunya bantuin mama,belajar aja sama Rasya biar kamu lebih fokus sama sekolah kamu ya!"
"Yaaa,,,padahal pengen banget deh bantuin mama."Lesu banget sambil melirik kearah Fian.
"Kamu lihat-lihat aja dulu Than,,nanti kalau udah tahu tehniknya baru deh bantuin dikit-dikit ya kan maaa!"Melemapr senyum kearah mama Gina.
"Iya nak,ya udah kamu bantuin packing aja.Diajarin sama mba Fian biar lebih pandai lagi ya!"Sambil menepuk pundaknya.
Rasya yang melihat dari jauh pun serasa adem dan bahagia sekali melihat teman baiknya menjadi bagian hidup yang penuh arti.Saling bercanda dan melupakan sebuah kesedihan tengah dialaminya.
"Untung saja aku bisa dekat lagi sama dia.Kalau engga kan bisa bahaya juga sama Psikisnya."Menompangkan tangan dan terus melihat perubahan yang berarti dalam diri seorang Thy Than.
Setelah beberapa lama akhirnya selesai juga packingnya dengan rapi.Menata kembali mama Gina pun memanggil Anak lelakinya untuk membawa pesanan kue keringnya kelangganan biasanya.
"Bentar ya,ini biar dibawa sama Rasya.Kamu ngikut aja ya!"Pinta sang mama kepada Thy Than.
"Baik maa!"Sambil memberikan hormat.
"RASYAAAA,,,,PACKING KUENYA UDAH SIAP!"Panggilnya dengan senyum khas miliknya.
"Yaaaa maaa,aku datang!"Jawab Rasya dengan semangat mendatangi mereka yang tengah kumpul serta menunggu delivery aja.
Tampil juga senyum menawan Rasya dengan rasa tak bersalah seakan ingin bercanda lagi dengan mereka,ada aja yang dilakukan oleh anak lelakinya mama Gina.
"Ada apa ya?ada yang bisa dibantu!"Sambil bergaya layaknya seorang pemain sirkus menyapa penonton.
"Hemm,,,kumat deh.Ada aja yang dibuat gaya!"Kata Fian kesal.
"Ya ga pa-palah mba,kan aku pengen bergaya supaya ga bosen gitu!"Lanjutnya sambil bersedekap erat.
"Heemm,,,ada yang bergaya sok-sok an lagi!"Lanjut Thy Than mencibirnya.
"Udaaah,anterin ini nota dan alamatnya.Kamu tahu kan sama Thy Than jalan-jalan kan seru gitu ya kan nak!"Sambil mendekap pundaknya.
Tersenyum lalu menyambut dengan senyum manisnya Thy Than.
"Iya ma,beres pokoknya.Yang penting kan dia tahu aku kan cuma ngikut aja hehehe!"Sambil ikutan membawa.
"Bisaa bawanya?"Tanya Mama khawatir.
"Tenang aja maa,ga berat juga kali.Santai aja ya kan Sya!"Melempar pertanyaan kearah Rasya.
"Yoi maaa,,,kita berangkat dulu deh!"Berbalik dibantu oleh Thy Than juga Fian yang membototi dibelakang.
Dari jauh sang mama pun mengawasinya dengan tatapan bahagia.Melihat kekompakan sang anak-anaknya saling kerja sama membantunya.Semoga saja Thy Than mendapatkan orang special dalam hidupnya untuk masa depannya nanti.
Diluar pun,mereka saling membantu menata dibak belakang. Rasya pun segera naik keatas bak saling menerima bantuan dari Fian dan Thy Than saat memberikan packing kue keringnya ,setelah rapi dia pun turun serta menutupnya dengan terpal yang mengunci tatanan kuenya tersebut dengan rapat.
"Oke udah siap,jadi ikut ga?"Tawar Rasya sambil mengibaskan kedua tangannya.
"Jadi dooong,!"Berbalik dan pamit sama Fian yang siap memberikan semangat buat keduanya.
"Mba,,,aku berangkat dulu ya!"Salim sama Fian.
"Iya hati-hati.Bilang sama Rasya jangan ngebut,mentang-mentang ga ada yang ngawasin,gitu bilangnya sama gayanya kayak preman biar dia takut sama kamu,yaaa!"Sambil membisikkan kearah Thy Than.
Meringis lalu memberikan kode Ok,aneh banget sampai depan pintu kemudi Rasya melihat mereka akrab banget,jadi penasaran deh.
"Thy Than,,buruan.Jangan ngegosip aja ayoooo!"Masuk kedalam mobil melongo melihat teman baiknya mulai berbalik arah untuk masuk kedalam.
"Byeee mbaa!"Thy Than pun masuk kedalam mobil.
"Hati-hati ya,inget pesan mba!"Melambaikan tangan.
"Oke!"Seraya mengacungkan jempolnya.
Rasya pun serius untuk memundurkan mobilnya dengan tatapan tak boleh diganggu,tetep saja Thy Than menggodanya sama tatapan khas miliknya tentunya juga senyuman pas.Mobil siap melaju perlahan kecepatan rendah pun dimulai bersama obrolan selanjutnya.
"Tadi ngobrolin apa seeh sama mba Fian,kok serius amat kayaknya?"Tanya Rasya penasaran.
"Biasalah,obrolan cewek.Ga boleh tahu yaaa!"Pesannya sambil memainkan jarinya.
"Hemmm,gaya banget!"Tiba-tiba nyubit pinggulnya.
Kaget dong,bukan main lagi sampai ia teriak kencang hampir saja bikin kaget hatinya.
"AAAAAAAAAAAA,,,,RASYAAAA!"Menatap dengan wajah marah.
"Mangkanya kalau ditanya tuh jawabnya yang bener.Kamu seeh bikin gemes aja pengennya pengen nyubit aja hehehehe!"Lanjutnya becanda.
"Bisaaa aja kamu ya,cari-cari alasan.Awas aja kamu bakalan aku laporin sama mama Gina.Mauuuu?"
"Heleeeh,bisa ngancem doang.Kan gua udah biasa kali diomelin mama.Kamu kan belum pernah weeek!"Lagi meledeknya.
"Hahhahah,,,udah biasa itu ya?"
"Udah lah.Lagian ngancam-ngancam juga.Tak jewer pipimu yaaaa!"Sambil menarik pipinya.
"Waaaah sakiiiit Syaaa!"Ikutan ketarik sampai nampol dipundak Rasya.
Bahagia bener kali ini gua sama Thy Than,trus dia bahagia ga seeh sama gua kali ini.Udahlah yang penting kan saat gua sama dia,ga ada yang ga seru tuh harus dibuat lebih mantap serunya biar ga bosen guanya sama dia.Apa dia sama ya?
Menoleh meringis memamerkan gigi-giginya penuh keimutan sampai membuat geli dan begidik Teman baiknya,siapa lagi kalau bukan Thy Than.
"Astagaaa sok imut banget,,,amit-amit deeh!"Sambil mukul keningnya beberapa kali pake tangannya sendiri.