Thy Than

Thy Than
Bab.20 Rasya terburu-buru



Setelah keluar dari ruangan pembimbing,Rasya perlahan terburu-buru untuk menyelesaikan tugasnya.Sembari berfikir penuh tanpa melihat depan,tak disangka ia menabrak salah satu mahasiswi yang tengah jalan sendirian membawa banyak buku.Tanpa disangka itulah pertemuan tak terduga dengan seorang wanita selanjutnya.


GEDUBARAAAAKKK,,,,,,,Seketika Rasya terkejut melihat seorang wanita jatuh tersungkur dilantai.Seakan matanya tak melihat apa yang terjadi,wanita itupun segera merapikan bukunya.Dengan cekatan ia pun membantunya merapikan buku-buku yang berserakan dilantai


"Maaf,gua ga lihat.Sakit ga?"Tanya Rasya buru-buru membantunya.


"Engga kok,maaf ya.Aku juga bawa buku sebanyak ini kan juga ga lihat depan!"Jawabnya dengan mengumbar senyum.


"Oke deh,aku bantu ya."Seraya mengangkat beberapa buku yang tengah ia susun dikedua telapak tangannya.


"Ga usah,aku aja yang bawa!"Masih aja ngeyel ga mau dibantuin.


"Atau gua jatuhin lagi neeh kalau kayak gini!"Ancam Rasya dengan tatapan sinis.


"Iya-iya deh,jangan marah dong.Boleh deh dibantuin!"Jawabnya kembali manis.


"Naaah,,gitu dong.Mau dibawaian kemana?"Tanya balik.


"Keperpust,ga pa-pa kan?"Kembali melempar pertanyaanya.


"Ya ga pa-palah itung-itung maaf gua ada gunanya ya ga!"Sambil mengumbar senyum kepadanya.


Tersenyum lalu berjalan duluan menuju perpustakaan,Aneh ada yang baik dan bisa diandalkan disaat yang tak terduga.Jadinya aku gimana ya,saat menoleh melihat cowok seperti dia kayaknya sering liat tapi dimana ya.Sambil mikir siapa ya?


Sambil masuk kedalam ruang perpust,segera ia menaruh dimeja yang telah ditentunkan oleh wanita tersebut.


"Disini ya!"Sambil senyum itu datang saat tatapan aneh merajalela difikiran sang wanita.


"Ooooh disini ya!"Sambil menaruhnya dimeja tamu.


Ada kalimat yang akan tersemat diantara mereka berdua.Antara keraguan dirasakan oleh sang wanita saat melihat tatapan khas sang lelaki itu sangat membuatnya penasaran siapakah dia sebenarnya.


"Boleh kenalan?"Sambil mengulurkan tanganya.


Benar dugaanku,pasti dia ingin membuat suasana kali ini itu moment perkenalan yang konyol dan aku harus bisa meladeninya dengan baik.


"Boleh,memangnya siapa kamu?"Tanya balik ragu pula sambil mengulurkan tangan.


"Rasya fakultas bahasa,kalau kamu difakultas apa?"Tanya balik.


"Aleya Fakultas Sosiolog,cuman kemarin dapat tugas untuk mencari konsep materinya.Jadi ya bawa buku sebanyak ini deh!"Jawabnya yakin.


"Masih lama disini?"Tanya balik.


"Masih,,,emang mau nemenin aku?"Penasaran menunggu jawabannya.


"Untuk kali ini engga,mungkin lain kali aja ya.Aku ada urusan yang lebih penting dari mengenalmu lebih jauh lagi.Jadi maaf ya Aleya aku ga bisa nemenin kamu.Byeee!"Berlalu meninggalkan obrolan yang akan disambung oleh wanita tersebut.


Yaaah,padahal seeh dia asyik banget kalau diajak ngobrol malahan pulang duluan.Padahal kalau Bahasa ketemu sosiolog tuh seru banget ya.Udahlah sibuk sendiri aja!"Melanjutkan pekerjaannya.


Rasya emang tengah terburu-buru karena sekarang adalah mengantar kuenya kekedai kopi milik Ashila.Seneng banget bisa kesana lagi dan ngobrol panjang lebar sama dia tanpa Thy Than.Semoga aja dia ga ganggu gua saat lagi bersama dia.Tal berselang lama sebuah panggilan telpon pun tengah berdering membuatnya kelabakan untuk mengangkatnya.


"Siapa lagi nelpon aku?"Sambil melihat layar ponselnya.


Ooooh mama,nyariin aja tiap menit sama aku!


"Hallooo mama yang cantik,kangen banget ya sama aku hehheh!"Candanya ngeledek.


"Ya kangenlah kamu kan anak mama laki-laki satu-satunya jadi tugas kamu apa sekarang?"Kembali mengingatkan.


"Bantuin mama,nganter kue hehehhe.Udah santai aja maaa,jangam ngegas deh.Rasya udah ampe parkiran kok siap pulang kerumah.


Mau ngegas pun ga jadi,malahan ketawa lepas mendengar anaknya pengertian dan baik hati seperti itu.


"Haaaa,,,,,iyaaa deh.Mama tunggu ya.Awas jangan belok-belok kemana-mana.Ini penting lho!"Ujar Sang Mama.


"Beres maaa!"Sambil masuk kedalam mobil.


Siap tancap gas,dan berlalu meninggalkan area kampus untuk segera pulang kerumah.Dalam perjalanan dia pun ingat sama Thy Than untuk mengirim sebuah pesan kepadanya.


"Than,,,kamu kalau pulang WA aku ya.Aku pasti akan jemput kamu okey.Dan kamu harus sabar menantinya okey!"Pesan pun terkirim dengan cepat keponsel milik Thy Than yang tengah santai dikantin sama entahlah yang penting membuat dirinya tenang begitu saja.


Tuiiiing suara ponselnya berbunyi nyaring,seketika ia mengambilnya dan membacanya.


"Than,,,kamu kalau pulang WA aku ya.Aku pasti akan jemput kamu okey.Dan kamu harus sabar menantinya okey!"


"Ooooh gitu aja pesannya.Okey aku balas deh!"


Sambil senyum-senyum sendiri,pastinya dia balas dengan wajah ceria dan lebih afdol lagi selanjutnya.


"Okey Rasya,,,aku akan mengirim pesan nantinya.Yang jelas jangan selingkuh dari aku yaaaa,muaaach!"Pesan kembali dikirim kepadanya.


Tuiiiing pesan pun masuk dengan cepat,tentu membuat Rasya segera membukanya dan tersenyum membalasnya.


"Hahhahah?,,ga bakalan aku selingkuh kalau kamu ada disisiku!"Kembali mengirimkan kepadanya.


Tawa lepas seorang Rasya itu terlihat jelas dengan segala rasa yang dilemparkan oleh Thy Than,bisa juga dia cemburu sama aku.Emang kalau udah punya pesona keren kayak gini.Pasti ga ada yang bisa ngalahin gua neeh kalau belum ada yang mengalahkan gua.


pesan pun masuk,saat ia melihatnya langsung jingkrak-jingkrak ga karuan lihat pesan yang dikirimkan sama Rasya,sepertinya ia ga rela kalau cintanya itu menduakan dirinya yang tengah sayang-sayangnya.


"Haaaaaaahhh,,,Rasya jahat kamu tuh sama aku ya.Awas aja!"Ekpresi kesal pun ditunjukkan sama dia.Sontak dua musuh bebuyutannya pun datang menghampirinya,sikap perhatiannya sungguh diluar nalar.


"Kenapa tuh,,,anak centilan itu?"Raisa pun fokus menatap dirinya.


"Ya mana gua tahu Sa,,,samperin yuk.Kasihan lho kalau sendirian kayak gitu.Ntar kenapa-napa kita ga bisa bantuin bahaya juga lho!"


"Ya udah,,,samperin!"Beranjak berdiri lalu mendekati dengan wajah masih sinis,soalnya melihat kedekatan dengan Jerry pasti ada rasa ga terima juga.tapi gimana lagi.


Mendatangi dengan saling mengapit Thy Than yang seakan tengah patah hati sepatah-patahnya dengan seseorang sampai perhatian itu coba dibuat oleh dua sahabat atau sebuah persaingan antar mereka.


"Elu kenapa,ngerengek kayak anak kecil aja.Malu-maluin!"Suara kaku itu dari Raisa.


"Kamu tahu kan Rasya?"Tengak-tengok kearah mereka berdua.


"Haaah,,,Rasya siapa tuh?"Saling berpandangan heran?baru kali ini dia cerita tentang teman baiknya.


"Rasya yang selalu melindungiku,aku jatuh cinta sama dia.Tapi mama bilang umur 25 baru boleh pacaran.Kan aku jadi cemburu buta sama dia kalau lagi deket sama cewek yang lebih seksi dari akuuuuu,haaaaa!"Memeluk Raisa.


Kaget juga sampai mau jatuh,gila neeh anak.Masak sakit hati meluknya penuh frustasi deh.Bahaya ini kalau ga diurus bisa-bisa melempar diri kelantai atas.


Tak disangka khayalan Raisa pun merasuki otaknya hingga ia mendongak keatas,ngeri seeh lihat lantai 4 sekolahan.Ntar jadi ajang bunuh diri lagi.


"Heeeh,,ngapain liat keatas?"Anna kebingungan.


Perlahan mendekati telinga Anna dan membisikkan kepadanya.


"Gua takut kalau dia bunuh diri,tuh dari lantai atas kan bahaya Naaa."


"Astaga amit-amit,,,jangan sampe deh!"Gumannya membuat Thy Than mendongak samar-samar ia dengar tapi ga jelas.


"Apaan amit-amit,,bantuin napa aku ini.Perasaanku hancur mendengarnya!"Rengeknya masih kuat.


"Haduuuh,,,tugas baru lagi!"Anna melempar kata seraya memalingkan wajahnya.


"Ya udah,tapi kamu ga jadian kan sama Jerry.Ga pacaran kan sama dia?"Tiba-tiba Raisa bertanya.


"Ya enggalah,,,kan aku cuman dideketin sama dia.Aku tuh bucin sama Rasyaaa.Haaaah,,,Rasya itu orang paling balik no. 1 dihatiku.Tanpa dia siapa yang nemenin hari-hariku Sa,Na!"Sambil menoleh kearah keduanya.


"Ya udah,,,ntar kalau pulang kan dijemput kamu sama dia?"Kata Raisa prihatin.


"Engga tahu deh,dia kan punya kerjaan sampingan!"


"Apaan?"Tanya balik heran.


"Ketemu klien,cantik-cantik.Seksi-seksi lagi,hancur hatikuuuu!"Lagi makin ngerengek dia.


"Dieeem ga.Atau gua panggilin pak Radith neeh biar selesai urusannya?"Ancam Raisa.


Melepaskan pelukannya,pertanyaan itu seakan langsung diberikan kepada Raisa.


"Ngapain?"


"Yaaaa,,,biar kamu bisa mengatur nafas kamu buat pak Radith hehehheh!"Gelagaknya ketawa lepas.


"Ya udaaah.Sekarang tenang,kamu harus tenang ga boleh berfikir negative okeeey!"Pintanya menahan emosinya yang ga labil dari Thy Than.


Ia mengangguk mengikuti perintah Raisa.


"Trus mana Jerry kok ga kelihatan?"Tanya Raisa kearah Anna.


Dengerlah Thy Than langsung ngambek lagi dia.


"Ngapain nama itu disebutin ke aku Saaaa!"


"Lha emang kenapa?"


"Aku ga kuat tengilnya dia.Reseknya dia,dia tuh cocoknya sama kamu ya kan?"


"Haaaah?,,,,,sama aku!aku fikirin dulu deh.Naaa cabut yuk keburu aneh-aneh neeh bahaya!"Rasanya ga kuat kalau Raisa menahan emosi ga stabil kayak tersangka satu ini.


"Ayooo,,,serem banget neeeh anak!"


Cabut deh mereka dan ga mau lagi urusan tentang cinta serta kasmaran antara Thy Than dan Jerry.Pasti bikin mereka tambah pusing dan ga tahu lagi apa yang harus difikirkan dengan matang soal dia.


"Eeeeh,,,pada kemana.Kok malah ditinggalin seeh aku?"Panggilnya lantang.


Mereka berbalik dan meringis ketakutan.


"Engga deh,kamu tenangin dulu ya.Ntar kalay udah tenang temuin aku kita berantem lagi yaaaa,byeee!"Kata Raisa langsung berlari kecil kabur dari Thy Than.


"Byeeee!"Anna pun ikut-ikutan kabur.


"Kok mereka tega seeh sama aku?"Rengeknya makin menjadi-jadi.


Tak disangka ada lagi makhluk yang sok perhatian sama dia,tiba-tiba duduk dan memberikan air mineral tentunnya membuat terbelalak mata Thy Than dan ga ngerti datang dari mana ini romansa cinta yang galau.


Ya saat ini Edward the pianis tiba-tiba ngasih perhatian sama Thy Than,lelaki yang baik hati lembut seperti permainan cinta yang ga bakalan surut oleh apapun itu.Cowok kalem tapi atleltis dan merupakan perpaduan cina indonesia juga jadinya sedap dipandang,tapi ngapain seeh dia datang dengan manisnya sama aku.


"Heiii ,,lagi kenapa?haus kan neeh minum!"Sambil membuka penutupnya,menyodorkan kepada Thy Than.


Dia jelas bengong lama banget,ngeliat cowok model ginian sok romantis bahkan berbeda jauh sama Jerry yang tengil.Bagaikan langit dan bumi emang mereka berdua,tapi aku bingung kenapa dia datang dengan cara seperti ini.


"Haaaah,,,ngapain kamu kesini?ini bukan cerita kita!"Masih aja terbawa emosi yang jelas menjejal hatinya.


"Ya mumpung aku lewat sini,trus liat makhluk cantik tengah sendirian butuh seseorang.Kenapa engga!"Sambil mengumbar senyum kepadanya.


"Haaaah,,,makhluk cantik?ga beres neeh!"Gumamnya dalam hati.


"Kamu ngapain coba?kasihan sama aku.Aku ga butuh kasihannya kamu ya.Kita ga kenal!"Ujarnya kaku .


"Heemm,,,,ga boleh galak-galak kayak gitu,mendingan kamu dengerin neeh musik karyaku!"Sambil mengeluarkan sebuah ponsel dan heatshet untuk memberikan lantunan lagu ronantis yang membuatnya terpukau mematung kepadanya.


Membelai dengan halus,sepertinya dia ada perhatian lebih sama aku.Trus aku gimana ini,mau kabue ga bisa kan dia perhatian sama aku.Bahaya,,,,bahaya ini.Ancaman kedua setelah aku bucin sama Rasya ada cowok ga permisi atau apa datang dan membuatku patah hatiku kembali tersambung dengan perlahan dan utuh.


"Siapa dia?"Jerry dari kejauhan melihat kedekatan yang ga biasa antara Thy Than dengan sosok cowok yang mulai melelehkan kekakuan hati seorang cewek.


"Itu anak kelas 11 B,dia demen banget sama musik dan sering kok dia tampil sebagai kedutaan disekolahan kita.Alat musiknya ga main-main lho,,,Piano!"Bisiknya Raisa perlahan udah deket dan ngintilin Jerry.


"Oooooh,,,,tapi dia beda jalur ma gua!"


"Beda gimana!"Anna ikutan bingung.


"Gua kan pebasket,orangnya gesit dan tampan.Lha dia melow dan membuat suasana seakan bikin guaa huaaaah,,,ngantuuuk!"Langsung nyerang sama Raisa.


"Trus kamu tetepa bertekad deketin Thy Than?"Raisa pun membuat teka-teki untuk Jerry.


Mengangguk dan berkata


"I-iyaaa?Kenapa emangnya!"Tanya balik.


"Dia tuh lagi patah hati sama pacarnya namanya Rasya.Tadi aja kuta nenangin ga bisa-bisa malahan ada aja yang diomongin.Aneh-aneh lagi!"


"Rasya?siapa tuh!"


"Teman baik yang melindunginya dari apapun itu.Dia baik dan setia tapi kok aneh ya!"


"Aneh gimana!"Jerry pun mengernyitkan kening.


"Ya aneh kan Rasya itu belum jelas siapa dia,trus jadi pelindungnya setiap saat.Apa dia nyata ya?"Kembali pada mikir.


"Iya juga,Rasya kayaknya belum masuk daftar pencarianku deh.Tapi sebenarnya dia siapa ya?"Sambil bersedekap menunggu apa yang terjadi.


"Ya kamunya cuek orangnya.Sama kita aja cuek gimana seeh!"Raisa pun merengek sambil memegang lengan Jerry.


"Iiiiiih,,,,kegenitan!"Sambung Anna geli.


"Heheheh,,,tahu sendiri kan.Ini yang ga gua suka dari sahabat elu.Genit dan ga jelas."


"APAAAA?COBA LAGI!"Sentak Raisa.


"Udaaah,,,,ga usah pake nada tinggi.Tuuuh kita lihat akrab banget dia sama Thy Than.Ga beres neeh!"


"Udah dideketin sama Raisa masih aja mikirin cewek lain.Ga bersyukur banget jadi orang neeeh!"Kesal juga Anna ngeliatnya.


"Huuuuh,,,bete deh gua!"Langsung kabur aja dari mereka berdua.


"Yaaaah,,,kabuuuur dia Naaa!"Sambil bengong nunjuk Jerry yang udah kepalang cabut duluan.


"Udah ga pa-pa bentar lagi kita pulang.Bareng ama dia aja,bilang aja supir luuu ga ada jemput.Kan flexible itu!"Memberikan ide cemerlang buat Raisa.


"Aaaah,,,bener juga,tos dulu dong!"Saling tos bareng.


Seneng banget dapat ide cemerlang model ginian dari sahabatnya.Lain hanya dengan Edward yang masih saja memberikan alunan lagu pianis karyanya yang mulai membuat Thy Than ga tahu lagi harus berkata apalagi tentang kedekatan ini.


"Enak juga lagunya hehheheh!"Thy Than perlahan mulai menyukai lagu tersebut.


"Pastinya,siapa yang buat?"Tersenyum bangga menoleh kearah Thy Than.


"Iyaaa deh,,,aku percaya!"Ujarnya mengalah.


Seperti yang diharapkan oleh Edward,dia bisa membuat hatis seorang perempuan menjadi lebih terbawa perasaannya untuk bisa dibawa dalam ceritanya.


Mobil hitam terhenti didepan garasi rumah mama Gina,tentunya itu adalah anugrah yang dirasakan oleh Mamanya bahwa anaknya telah datang dan memberikan sebuah rasa senang akan bantuan datang tepat waktu.


"Pagiii maaa,,,!"Sambil salim dan mencium mamanya.


"Pagi Sayang,gimana tadi kuliahnya.Lancar kan?"Tanya balik.


"Syukur deh lancar ma,kak Fian masih kuliah belum pulang?"Tanya balik ikutan langsung packing kue untuk pesanan ke kedai kopinya Ashila.


"Masih,,,mangkanya mama telpon kamu buat pulang duluan.Ga pa-pa kan?ga ketemu demenan kamu kan?"Tanya Mama mengawasinya.


"Tadi seeh hampir ketemu,eeeh malahan mama telpon.Cantik lagi dia maaa!"Rasanya itu adalah durian runtuh yang gagal ia dapatkan.


"Aaah,,,udah deh.Thy Than aja males sama kamu,apalagi ada yang baru.Tambah males pokoknya,udah antar.Ditungguin tuh sama Ashila."Pintanya mengusir anaknya.


"Huuuu,,,,tadi nanya sekarang malah suruh buru-buru.Aneh neeh mama!"Sambil membawa kuenya keluar menuju mobil digarasi.


Sang mama pun ga ketinggalan untuk ikut membanty membawa kuenya.Sampai diluar heran,itu kan kayaknya mobilnya mas Rafan deh kok bisa sama Rasya seeh?


"Lho kok mobilnya mas Rafan sama kamu nak?"Tanya mama heran.


"Tuuuh tadi Thy Than minta anterin pake mobil ini.Katanya udah lama ga jalan-jalan neeh mobil maaah!"Jawabnya sambil membuka pintu belakang dan menatanya dengan baik.


"Ooooh,,,gitu.Lagian juga Thy Than kan masih dibawah umur ga boleh bawa mobil ya."Ingat juga sama peraturan yang diberikan sama kepolisian.


"Mama pinter deh,Rasya pamit dulu ya,!"Sambil salim lagi sama mamanya.


"Iya hati-hati lho bawa mobilnya orang.Jangan ngebut ya nak.!"Pintanya berpesan.


"Beres maaa!"Berjalan masuk kedalam mobil dan siap untuk mundur melaju pelan menuju tujuannya.


"Byeee!"Melambaikan tangan.


Perjalanan kedua dimulai dengan menuju kedai kopi sang langganan,seger bener wajahku sekarang.Apa udah bener kaki ya?rasanya deg-degan deh ketemu sama Ashila lagi.Kayak mau ketemu bidadari yang turun dari lantai 4 trus aku tangkap empuuuk banget.Haduuuh pengen banget kayak gitu.Love you Ashlia sayang.