Thy Than

Thy Than
Bab.47 Kembali membuat ide



Dijalan pun rasanya berat yang kalau aku harus meninggalkan Thy Than dan Tuan muda.Apa mereka bisa akur dan bersikap layaknya orang dewasa atau malahan bersikap lainnya.Rasanya mungkin bila aku harus memnuat sebuah kejutan nantinya.Bagaimana Morgan melakukan idenya untuk menghilangkan jejak Yoshi dari ketatnya para pengawal tengah melindunginya?


Tapi tak lama harus berfikir lebih dalam dan serius,malahan Rey terlihat memutar mobilnya dan beranjak mampir disebuah restoran yang tentu membuatnya semangat untuk makan siang dan menikmati suasana yang lebih hangat lagi disana.Okelah kalau itu menurutnya lebih baik untuk berkumpul direstoran tersebut.


"Lho Om,kita mampir dulu ya!"Tiba-tiba Thy Than sadar dan mengangkat kepalanya melihat zona depan.


Sambil melepasakan sabuk pengaman,ia menoleh dan menjelaskan kepada keduanya.


"Iya,kita makan dulu.Santai dulu ini kan hari libur buat kita bertiga.Jadi aku akan memanfaatkan moment ini bersama kalian."Jawabnya tersenyum kearah Thy Than dan Joana.


Mengangguk yakin idenya keren juga,pas banget seeh lapernya heheheh"Bener juga Tuan muda.Saya lapar banget heheheheh!"Jawab joe dengan senyum entahlah.


Heran juga Thy Than melihatnya,kayaknya semangat banget kak Joana dengan singgah seperti ini.Gimana dengan aku.Nikmati aja berada diantara mereka.


"Aku juga deh,pengen sesuatu yang lebih.Boleh kan Om?"Sumringah banget setelah dia mendapatkan ide untuk makan siang dengan suasan alam yang lebih membuatnya semakin privat saja.


"Ayo kita keluuaaar!"Ajaknya membuka pintu mobil dan diikuti oleh Thy Than penuh semangat dari belakang.


Dari seberang pintu,seraya menggelengkan kepala dan bersedekap Melihat keponakannya akrab banget dengan sang Om.Mau gimana lagi tentu itu membuatnya lega serta mengerti seperti apa kisah mereka dalam suatu hubungan yang hangat pula.


Bergegas untuk mengikuti pula masuk kedalam restoran tersebut.Segera keduanya saling memilih tempat dengan frekuensi yang berbeda sekali ketika Rey memilih satu tempat yang bagus malahan Thy Than punya tempat yang lain.Sama halnya dengan Joana yang punya ide dimana mereka bisa bersama dalam satu meja.


"Kayaknya kita disana deh lebih seru tuh ada sekat-sekatnya jadi kita bisa menikmatinya.Gimana!"Tunjuk Rey semangat.


"Kok privat banget seeh Om.Ga suka aku,disana aja lebih terbuka lho.Menikmati alam yang semakin membuat kita bisa merasakan hawa yang sejuk lho!"Lanjut Thy Than memnbuat idenya makin seru.


"Disana aja kita bisa sejajar dilong table jadi Tuan muda lebih dekat kita berdua,apa bagus ideku?"Menawarakan kepada Thy Than dan Rey.


"Eehhhmmm!"Keduanya kompak menggelengkan kepala.


"TRUUUUSS DIMANAAAA?"Bingung deh dibuat oleh mereka berdua.


"Di sanaaaa!"Keduanya saling kompak memberikan ide tempat duduk yang menarik menurut mereka berdua sambil menunjuk tempat yang berbeda.


"Haaaah.Disana"Sampai ikutan menyilangkan tangan mengimbangi keinginan keduanya.


"Tapi kan kita cuman makan dan minum aja,ga sampe menginap jadi jangan banyak keinginan dong pleace!"Mencoba membuat mereka sadar.


"ENGGA!"Jawab mereka berdua keras kepala.


"Bentar ya."Tengak-tengok mencari waiter yang tengah berdiri serta melambaikan tangan meminta bantuan.


Respon cepat pun dilayangkan oleh pelayan tersebut menghampiri mereka bertiga dengan hangat menyapa dengan ramah tamah.


"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"Tersenyum menoleh kearah mereka bertiga.


"Kita mau makan,tapi mereka ribetnya bukan main.Bisa kasih referensi kita duduk dimana yang enaknya?"Tersenyum sambil bersedekap.


"Apakah kalian bertiga adalah keluarga?"Tanya Sang pelayan tersebut.


Sontak jawaban diplomatis pun dibuat oleh Rey tanpa pikir panjang dan memastikan itu semuanya.


"Ya kita keluarga,dia istriku.Dan ini anakku!"Jawabny asal saja sampai keduanya menoleh kaget tanpa ada reaksi selanjutnya.Begitu shock melihat pengakuan dari Rey.


"Whaaat,family?"Lanjut mereka yakin.


"Dimana sebenarnya kita cocoknya duduk?"Kembali membuat senyuman untuknya.


"Oooh sebentar!"Pelayan tersebut pun mencarikan tempat yang pas untuk mereka menikmati waktu luang bersama keluarga dan mengajaknya untuk menuju taman luar yang indah dan memberikan tempat yang bagus.


"Mari saya antar."Sambil membawa menu dan berjalan pun diikuti oleh mereka yang bingung dengan ide mereka.Jelas itu adalah ide Joana hingga ia tersenyum saat tempat itu adalah tujuan utama mereka.


"Naaah disini adalah tempat yang sangat sejuk dan membuat hubungan kalian sebagai seorang keluarga menjadi lebih natural.Silahkan!"


Tunjuknya disebuah taman yang asri tentunya membuat Thy Than tak menyangka ide itu datang tepat dan baik.Tersenyum menoleh kepada kedua orang dekatnya.


"Naaah,kan Thy Than apa bilang.Itu tempat yang asri buat kita saling menikmati makan siang."Sambil memainkan kedua alisnya dengan tatapan bahagia.


"Gimana?"Tawar Rey kepada Joana.


"Ya udah gimana lagi Tuan muda!"Jawab Joana pasrah.


Sang pelayan pun mengantarkan mereka untuk duduk diantara taman hijau yang indah.Suasannya pun kembali sejuk tanpa sebuah hawa panas tengah menyerang keduanya.Meski begitu,ada hal yang akan dibicarakan mungkin dengan mereka berdua.


"Silahkan duduk bapak,ibu kak!"Mempersilahkan duduk dan menarik kursi untuk sang Joana.


"Terima kasih!"Perlahan duduk dengan tatapan serta senyuman yang lebih manis.


Ada lirikan yang tidak mengenakkan dari Rey untuk Joana. Tentu itu diketahui oleh keponakannya hingga ia tertawa lepas melihat kelakuan om Rey tengah cemburu buta.Bisa juga ya om Rey cemburu seperti itu.


"Kak,bisa juga om Rey cemburu buta?"Bisiknya menahan tawa.


"Engga tahu juga,bisa ya kayak gitu."Lanjut Joana dengan tak menyangka.


Santai aja menurut Rey,ia hanya mendongak serta senyum kecil saja tanpa membalas omongan keduanya.Apalagi saat itu sang pelayan tengah memberikan menu kepada mereka.


Bersiap untuk melakukan upselling,tentu gaya bicara yang khas membuat mata Thy Than tak lepas untuk menatap wajah manisnya yang menggoda.


"Selamat siang bapak ibu dan kakak,silahkan untuk menu makan siang kami special ada sop buntut dan nasi iga goreng atau bakar dengan sambal yang menggugah selera."Jawabnya langsung menyerang mereka.


"Waduuuuh,,,keren banget kayaknya tuh.Mau deh Iga bakarnya mas.Sambelnya yang pedes ya."Jawab Thy Than langsung tergoda dengan cepat.


Tatapan kaget keduanya juga mengarah kepada Keponakannya.Rasanya tak menyadari bahwa kesukaanny sudah menjadi santapan pertamanya.


"Than,,,ternyata kamu suka ya?"


"Iya dong!"Sambil tersenyum lebar serta membuat tanda peace dua jari dan menempelkannya dipipi.


"Ga nyangka kamu menduakan Ganindra dan memilih dia!"Seru Joana membuat Thy Than gagal paham.


"Haaah ,,,apaan?"Sama-sama terkejut dengan kalimat itu.


"Yaaah kalian udah sok kompak aja kalau jawabnya,hehehe hebat ya.Awas neeh tanda-tanda ini!"Sambil memberikan ancaman seru kepada keduanya.


"Ooihhh,,,bukan itu bapak ibu,ini mungkin kebetulan saja kok!"Cobanya membela.


"Ya terserah seeh,kalau Thy Than gimana!"Lagi pertanyaan itu mengarah kepadanya.


"Apanya seeh Om?"Lantang ga terima.


"Heeeh,marah dia!"Sambil nunjuk kearah keponakannya.


"Kamu mau pesen apa?"Lanjut Rey kearah Joana.


"Udah samain aja sama Thy Than tadi Tuan.Iga bakar dan sambalnya pedes okey!"Mendongak dengan senyum hangat Joana.


"Kalau bapak?"Tanya Pelayan tersebut.


"Saya Sop buntut aja.Asala jangan pake buntut dia ya,berbuntut panjang nanti heheheh!"Jawabny bercanda.


"Yeeeh,becandain aku lagi Om ini.Bikin bete aja."Thy Than bersungut-sungut.


"Untuk minumnya?"Membuat senyuman lagi.


"Ice latte!"


"Hot Tea!"


"Ice lemon tea"


Ketiganya bebarengan tanpa sebuah kekompakan yang pas,tentunya itu membuat sang pelayan heran terhenti dan mematung kearah mereka bertiga.


"Iya kita ini beda,tapi kalau pesen keren khan!"Sambil tersenyum bangga Rey menjelaskan.


Meringis dan mengangguk.


"Saya tunggu mas Krisna ya!"Lanjut Thy Than ga tahan berbicara.


"Haaaah,engga Om.Engga mas,engga itu kok hehehe!"Sambil memainkan kedua tangannya.


"Iya saya mengerti kok,silahkan tunggu untuk pesanannya sekitar 15 menit ya.Terima kasih,kalau butuh bantuan bisa panggil saya permisi."Perlahan meninggalkan mereka.


Tatapan seorang Thy Than saat menompangkan tangan membuat Joana kembali mengungkitnya lagi.


"Kayaknya udah kebius deh sama mas Krisna yaaaa!"Senggolnya menggoda.


"Kaaak,jangan bikin malu lagi deeeeh!"Memerah pula wajahnya sambil menutupnya.


"Hemmm,gini ya kalau udah melihat seorang dari goodlooking jadinya kesemsem teruuus hehehe!"Tambah Rey.


"Engga juga seeh Om,Ganindra masih kok menarik!"


"Ya kalau udah cinta gimana lagi.Om kan ga bakalan memastikan kembali siapa yang kamu cintai dengan sepenuh hati.Bisa dia!"Sambil nunjuk pelayan tadi,atau.


"Atauuu Ganindra."Jelasnya sambil nyubit pipinya.


"Heeemm,,,,seneng banget nyubit-nyibit pipinya Thy Than ya?"Sebel banget.


"Karena kamu tuh nggemesin!"Jawab Joana membela Rey.


Sambil menompangkan tangan,lirik kembali mengarah kepada Joana karena terindikasi melakukan pembelaan kepadanya.


"E,,,heemm,trus kak Joana kapan meresmikan hubungan yang aku lihat makin hari makin romantis itu!"


"Belu ada yang harus dibicarakan.Karena kita belum ada kepastian!"Jawab Rey melirik kearah Joana.


"Ya kalau kita seeh ga banyak bicara,palingan lama juga hubungan yang lebih serius,hahahahah!"Rey menjawab dengan tawa lepasnya.


"Ooooh,gitu ya.Trus aku lapeeer,,,kok belum dateng-dateng yaaa!"Sambil mendongak melihat kedatangan menu makanan yang tengah mereka tunggu.


Joana pun ikutan menoleh,tersenyum hangat saat minuman itu datang dengan senyuman pula menghampiri mereka.Tak ayal Thy Than mengernyitkan kening bingung kok bukan yang tadi datang kembali kemeja ini.Males deh ganti mood menjadi ga jelas sembari menompangkan tangan.


"Permisi untuk minumannya,silahkan untuk dinikmati!"Sambil meletakkan tepat dengan pesanan mereka.


Rey menoleh heran melihat perubahan keponakannya yang perlahan membuatnya tergelitik untuk bertanya.


"Kamu kenapa?kayak ga semangat gitu!"


"Hahahah,pasti yang datang bukan dia tadi Tuan muda.Pasti senang dong dia!"


"Ooooo,gitu."Menoleh dan bertanya sama salah satu pelayan yang mengantarnya tadi.


"Makasih mas!"Jawab joana.


Saat ia tengah berbalik,terhenti juga oleh pertanyaan dari Rey kepadanya.


"Oooh iya mas,tadi Krisna kemana ya!"


"Oooh,mas Krisna lagi break!"Jawabnya ramah.


Saling mengangkat kedua dagunya,Rey dan Joana kompak saling mengejeknya.


"Ooooh BREEAAK!"Langsung tatapan mengarah kepadanya.


Kaget dong mendapat pandangan serius kearahnya.


"Kenapa kok pada ngeliatin aku?"Sambil menunjukkan tangan kearah wajahnya.


Joana kembali menoleh dengan sebuah ucapan untuknya.


"Makasih ya mas atas infonya!"Mengumbar senyum kembali


"Iya sama-sama saya permisi dulu!"Sembari mengundurkan diri dari mereka bertiga.


"Ternyata ada yang terpesona sama seseorang tadi.Mau dibilangin ga sama Ganindra.Biar diomelin!"Canda Rey menggoda.


"Oooommm,,,,kok gitu.Kan aku suka aja ga lebih!"Belanya masih ga terima.


"Iya tahu,tapi kan awalnya suka.Akhirnya!!!!"Sambil senyum menatap Joana dan disambung langsung oleh Joana.


"BUCCIIIIN!"Keduanya pun ketawa lepas dan pus melihat Thy Than mendapatkan ledekan yang pasti.


Menghela nafas lagi dan rasanya memang aku berada dalam situasi yang tidak menentu.Bisa saja mereka membuatku malu gitu.


"Tuuuh,idola kamu lagi break.Mau disamperin gaaa?"Kembali Rey menggodanya.


"Enggaaa!"Sambil menyeruput minumannya.


"Ngambek lagi.Ntar cepet tua nyaingin kita-kita lho!"Lanjut Rey dengan nyubit pipinya.


"Engga!"Masih saja dia ga mood melihatnya.


Ganindra pun pulang sendirian setelah menjenguk Mega,wajahnya antara sedih dan bingung harus melihat sikapnya yang berada dalam dua pilihan.Antara dua pilihan yang sulit sampai membuatnya tak berdaya oleh waktu tengah mempermainkan dengan sangat mudah begitu saja.


Kenapa juga gua berada dalam situasi membingunkan seperti ini.Kadang menyentuh hatinya saja sulit gimana aku menjalani dengan sangat baik-baik saja.Itu sangat tidak relevan.


"Besok beneran ga seeh Mega sekolah.Kalau benar gua harus terus memperhatikan dia.Karena gua ga mau membuatnya kecewa dengan apa yang terjadi saat ini.Walau dia memutuskan hubungan kita,setidaknya dia ga boleh membuat dirinya terus-terusan terluka begitu saja!"


Tatapannya masih jauh dan kembali dia ingat kalau kemarin Adam datang menjenguknya.Kenapa gua ga kerumahnya aja ya bosan juga kalau gua harus kerumahnya Thy Than.Apa dia ada dirumah kali?"Sambil mencari ponselnya.


Perlahan menghubungi Adam yang tengah berada satu frame dengan Anindya dimana introgasinya masih berlanjut dengan tantangan lainnya.


"Heeemm,,,tumben dia nelpon gua.Ada apa ya."Sambil mengangkat ponselnya dia ijin dulu sama Anindya.


"Mba,ijin dulu ya.Temen gua telpon!"Sambil menunjuk kelayar ponselnya.


"Iya angkat aja!"Sambil menunggu serta menompangkan tangan.


"Halloo,Ndra tumben lu nelpon gua?ada apaan!"Tanya Adam pun penasaran.


"Boleh ga gua main kerumah lu,males banget gua sekarang!"Ujarnya basa-basi.


"Ya udah kesini aja.Biar kita bisa pro banget disini!"Jawab Adam semangat.


"Oke deh,bokap nyokap lu ada?"Tanya balik.


"Ga ada mereka pada honeymoon ninggalin gua neeh."Jawabnya pasrah.


"Oooh,kamu sendirian dirumah.Bagus dong,gua kesana sekarang."Sambil menutup ponselnya.Rasanya semangat itu ada.


Setelah dipikir-pikir ternyata kita berdua tuh senasib ya.Sama-sama ditinggal honeymoon juga.Terhenti setelah berfikir lama didepan pas lampu laulintas.


"Ngapain bokap gua ya?kan kalau bokap nyokapnya Adam kan juga masih hidup,masih lengkap.Honeymoon ya panteslah!"Sambil ketawa lepas.


"Tapi kalau bokap gua ngapain ya?masak ya honeymoon juag.Ma siapa haduuuh jauh banget mikirnya!"


Kembali melihat lampu hijau,saatnya melaju menuju rumah Adam yang dipastikan lebih seru dari biasanya.Memang kali ini ada niatan untuk bertemu dengan sahabatnya karena sebuah sebab yang tengah ia rangkai.Tumben banget gua ga kepikiran sama Thy Than ya,malahan kearah Mega.Beneran gua cinta banget sama Mega ga mungkin gua secepat itu ninggalin dia.Dalam kesusahannya pun aku juga ga mengerti seperti apa hatinya saat ini.


"Siapa yang nelpon kamu Dam?"Kembali mengernyitkan kening rasanya ga mungkin dong melanjutkan obrolan khas introgasinya.


"Biasa sahabat gua mba,Ganindra.Dia mau dateng kesini tumben kangen ma gua kali ya heheheh!"


"Ya mungkin juga kali Dam.Tapi setidaknya elu punya lah sahabat dibandingkan embak,jarang banget ada temennya!"Curhatnya bikin Adam insecure.


"Beneran tuh mba,ga salah!"


"Ga tahu kan kamu!"


Menggelengkan kepala,kasihan banget mba ini,ga punya teman tapi tetepa stylisht bikin gua ga paham.Tapi setidaknya gua tahu kalau dia bukan orang sembarangan deh kalau dari cara dia berpakaian dan bicaranya selalu membuat hatiku adem.Sampe lupa sama siapa gua bicara.


"Tapi kan mba masih punya keluarga kan,ga kayak gua gini-gini aja sendiri lagi dan ga tahu deh gimana kelanjutannya!"Mikir sejauh itu hanya jawaban penuh senyum datang dari Anindya.