Thy Than

Thy Than
48.Menjadi penasaran



Kata "PENASARAN"menjadi kalimat yang harus diwaspadai oleh sebgain fikiran Thy Than saat dirinya mulai terpesona dengan seseorang.Tatapan ga biasa sampai membuat Rey hanya mengundang senyum tanpa kata.Sepertinya ada waktu untuk membuat sesuatu lebih hidup dalam diri seorang keponakannya.Makanan yang enak pun menjadi favorit yang ga bisa dilewati dengan sembarangan.Tentu itu adalah semangat untuk Joana bisa menikmati dengan obrolan bersama mereka.


"Kamu suka banget deh kayaknya sama menunya ya Than?"Sergap Joana sambil menikmati pula.


Sambil mengangguk,ini adalah sensasi yang ga bisa dilupain.Enak dan bisa ketemu sama seseorang yang bisa membuatnya menikmatinya.


"Iya Kak,tumben bisa makan bareng diluar kayak gini.Juga kan besok kak Joana udah berangkat.Ini tuh moment terbaik aku bisa berada diantara kalian berdua lho!"


"Yakiiin kamu menikmatinyaaaa?"Senggol Rey dengan tawa gelinya.


Terhenti dengan tatapan tak berdaya,OMG Om aku udah mulai menyenggol aku lagi.Bikin ga nyaman tapi udahlah dia kan juga butuh hiburan,aku lagi jadi sasarannya heemmm.


"Yakin dong Om,kan Om the best deh pokoknya buat Thy Than.Makasih ya Om!"Sambil tersenyum manis kepadanya.


"Kayaknya kebanyakan deh bilang Om nya.Dasara kamu ya!"Sambil nyubit bahunya Thy Than.


Sambil mengusuk bahunya setelah mendapatkan serangan tak terduga,kesakitan pula rasanya.Bikin geli juga seeh serangan dari kak Joana tuh.


"Duuuuhhh,,,,sakit kak.Ga nyubit gimana seeh ga afdol ya!"Nada menggodanya dengan manis.


"Heheheh,kok ga marah seeh?"Heran melihat gaya Thy Than yang santai.


"Buat apa coba kalau marah,tapi aku ketoilet dulu ya.Kebelet bentar yaaa!"Sambil mencuci tangannya sebentar.Perlahan cabut dari hidangan keduanya.


Mendongak penuh rasa curiga.


"Mau ketoilet apa berburu mas Krisna?"Serang Rey ngakak.


Berbalik,udah melihat keduanya saling melempar tawa geli.


"Kebelet Om,udah deh ga usah godain aku!"Berlalu tanpa memperhatikan mereka berdua.


Dalam melangkahkan kakinya untuk ketoilet,ada tersirat kalimat yang memang mendukung sekali kalau aku ketemu sama mas Krisna.Tumben makin gila aja om Rey godain aku sama dia.Trus gimana sama Ganindra ya?entahlah mau kabur dari dia juga ga tentu.Apa aku memang cocok sama dia seeh atau orang lain.Ga tahu deh jangan banyak mikir entar kena peringatan lagi sama om Rey,dia kan paling-paling soal gituan.


Namanya kebelet udah tingkat tinggi,bukannya jalan bener malahan ga sadar nabrak seorang lelaki yang saat itu baru keluar dari lorong toilet,pas saat itu ketampanannya beneran terpancar didepannya.


GEDUBRAAAKKKK,,,,Sedikit terpental sampai ia terpekik saat mendongak pun terkejut melihat sosok pria yang sigap menolongnya.Layaknya film drama musical,ia pun tak percaya saat memegang tangannya malahan dia bisa-bisanya memutar tubuhku dan mendekapnya,rasanya aku pasrah oleh permainannya.


"Aaahhhh!"Sontak tak menyadari dia berada dalam pelukan seorang pria yang mengejutkan,sampai ia tak sadar mendongak haaah,mas Krisna ga salah ini.


Dia mengumbar senyum bahkan mencoba menenangkan pandangan hatinya kepada seseorang yang sempat dilihatnya.


"Kamu tenang,jangan banyak gerak nanti malahan kamu jatuh gimana?"Perlahan sambil mendorongnya pelan hingga ia benar-benar nyaman dan bisa berbalik serta malu-malu gimana harus bilang sesuatu.


"Maaf mas,saya ga tahu kalau tadi ada mas lewat!"Sambil merunduk serta menyelipkan rambutnya,ada pandangan sedikit dan"Permisi mas,saya ketoilet dulu ya!"Beringsut masuk kedalam toiletnya.


Heran kenapa sama dia ya,seraya berfikir kembali.Kayaknya dia malu deh.Tersungging serta berlalu dengan melangkah keluar untuk melanjutkan Break nya.Didalam toilet bisa-bisanya aku senyum-senyum sendiri dan malu-malu seperti itu.Aneh banget kenapa sama kamu Thy Than jangan buat kamu tambah malu lagi.Pleace ya.


"Haduuuuh,,,,kenapa harus bertemu sama mas itu lagi seeh.Kenapa juga pake acara nabrak dia juga seeh.Ga habis fikir deh!"Setelah lama mikir didepan kaca wastafel,ia pun masuk dan konsetrasi kembali dengan waktu tak bisa ia tentukan sendiri.


Dimeja ruang makan taman,ada yang aneh sama keponakannya.Kenapa lama sekali seeh dia ga balik-balik, apa tersesat ya dia?menoleh kearah Joana dengan wajah gelisah tentu itu membuatnya dia sama sekali tak mengerti sama dia.Mencoba untuk bertanya.


"Joe,kok Thy Than belum balik-balik seeh?kenapa ya sama dia!"


Ia segera mendongak dan menatap tajam,ga ngerti juga sama yang diutarakan oleh Rey kepadanya.


"Haaah,,,apa Tuan muda?"Sadar dengan panggilan Tuan mudanya.


"Yaaah,menikmati juga kamu ya."Menompangkan tangan serta tersenyum kembali kepadanya.


"Tuan bicara apa?"Kebingungan mendapat perhatian aneh dari Rey.


"Thy Than lama juga ya ketoilet,emangnya toiletnya pindah jauh banget ya!"Sambil mencari-cari keberadaannya.


"Ya tunggu aja,ga mungkin juga dia tersesat.Kan aneh juga kalau dia kesasar.Ga mungkin pasti dia nelpon!"Jelasnya yakin.


Tetapi saat ia menoleh tersirat ponselnya pun tertinggal disamping piringnya."Lhaaa,dia malahan ninggalin hapenya.Gimana seeh?"Sambil menepuk keningnya.


Tak berselang lama langkah Thy Than dengan wajah yang bingung serta tak mengerti sebenarnya kenapa dengan keponakanku ya?dia pasti ada sesuatu deh!


Saat ia kembali dan duduk bareng bersama mereka,tentunya ada banyak pertanyaan muncul dengan tiba-tiba saat Thy Than sadar dia tengah dipandangi oleh mereka berdua.


"Ada apa Om,kak.Aneh banget lihatnya?"Ikutan menatap bolak balik.


"Lama bener,ketemu siapa?"Mencoba mengintrogasi.


"Ya dari toilet lah Om,kenapa seeh?"Langsung sensi jawabnya.


"Aneeeh deh,kok jawabnya gitu.Pasti tadi terjadi sesuatu ya?"Mencoba Joana menguliknya.


"Terjadi apa Kak?ga ada kok heheheheh!"Mencoba meluluhkan hatinya sendiri.


"Beneran?"Tatapan itu membuat banyak pertanyaan selanjutnya.


Ga bisa lagi diceritakan deh,pasti dia bertemu dengan seseorang.Udahlah juga ga bakalan untuk kedua kalinya dia datang lagi kalau tidak kangen heheheh.Lanjut saat ini keduanya kembali duduk berdua didepan,dibelakang masih ditempati oleh Thy Than seorang.Ga tahu juga deh perasaannya saat ini untuk keponakanku setidaknya dia tidak bersikap aneh lagi esok.Kan bertemu sama kekasihnya.


"Besok kamu dijemput sama Ganindra ga?"Seraya menoleh dengan wajah serius melihat kembali dispion depan.


"Ga tahu seeh Om,terserah sama dia juga kalau niat palingan udah didepan Lobby dan menungguku Om!"


"Kayaknya lagi gelisah dan ngambang deh cerita sebenarnya,apa kamu bimbang Than?"Pertanyaan itu dilontarkan oleh Joana.


"Haduuuh,,,,bingung Kak.Kenapa seeh ada cobaan yang berat ini!"Sambil menutupi wajahnya yang galau.


"Nikmati aja,pasti ada yang lebih baik nantinya datang menemanimu.Ya kan!"Lanjut Joana memastikan.


"Setiap orang kan pasti akan bertemu,setidaknya kalau kangen itu ada obatnya Than!"Lanjut Rey dengan masih melirik kearahnya.


"Juga kenapa tadi aku terpesona sama dia seeh Om,kan jadi gini akunya malu banget!"


"Emang tadi sempat ketemu lagi sama dia?"Mencoba membongkar rahasianya.


Polos banget ia ngaku dan jujur sempat ketemu sama Krisna sampai menabrak dengan tak menyadari bahwa dia ada didepannya.


"Hehehehe,iya Om.Aku ga sengaja nabrak dia!"


"Whaaat???nabrak dia?"Keduanya bersamaan saling bersuara kompak menjawabnya.


Wajah Thy Than pun berubah heran seribu heran saat orang terdekatnya hanya mengatakan hal tersebut lalu menjawabnya lagi.


"Kok bisa seeh,pasti kamu kebayang kan sama dia.Tapi sempet kok Om kasih kabar kamu sama dia hahahaha!"Lanjut Rey dengan wajah geli dan bangga telah membuat sang ponakan makin runyam.


"Beneran itu kak?"Kembali memastikan kepada Joana.


Ia hanya mengangkat kedua pundak dan tak tahu menahu selanjutnya."Mana aku tahu sayang,Tuan muda kali yang ngeliatnya.Aku seeh engga ya!"Sambil memainkan jari-jemarinya.


Kena lagi deh mentalku berhadapan dengan kedua orang ini,sayang saat ini aku malahan bayangin Ganindra yang mana dia sama sekali tidak menghubungiku?kemana sebenarnya dia ya.Kangen juga kalau difikirkan.


Trus kemana dia ya?jelas itu adalah kesenangannya untuk main kerumahnya Adam.Antara ada yang harus diselesaikan soal kedekatannya sama Mega dan menjenguknya tanpa sepengetahuan Ganindra.Itu sangat beresiko bila dijalankan dengan tanpa memberitahu dirinya.


Saat sampai pun,dia mencoba tenang dan tidak membuat masalah.Karena dia ingin hubungannya bersama Adam tetap baik-baik saja tanpa ada perpecahan hanya karena masalah sepele seperti yang diungkapkan oleh Mega.Ada orang ga seeh didalam,seraya melihat-lihat dan masuk kedalam serta membuka pintu pagarnya untuk melihat apa benar Adam berada didalam.


"Semoga saja dia didalam!"Berjalan mendekati pintu,seraya mengetuknya beberapa kali.


Anindya pun menoleh serta kembali menatap Adam dengan curiga,kenapa ada tamu.Apa mungkin orang yang ga dikenalnya tiba-tiba datang atau hanya orang iseng saja datang kerumah ini.


"Siapa yang datang Dam?"Tanya Anindya dengan wajah serius.


Beranjak berdiri serta menghampiri kedepan,ia menjawabnya."Palingan Ganindra mba,dia kan kangen sama Gua heheheh!"Candanya penuh tawa.


"Ada-ada aja kamu tuh!"Sembari menggelengkan kepala.


Sampai didepan pintu,perlahan membukanya dan tentu saja itu adalah Sahabatnya Ganindra."Heiii,elu dateng juga!ayo masuk"Keduanya saling tos dan mengajaknya masuk kedalam.


"Iyalah gua,emang siapa lagi!"Jawabnya perlahan masuk kedalam serta matanya mengawasi sekitar dan mendapati rasanya sepi-sepi amat,pada kemana ini."Pada kemana?kok sepi-sepi amat seeh!"Ikut masuk dan berjalan dibelakang Adam.


"Bokap sama Nyokap keluar kota,ga tahu deh ada acara apa.Eeeh ada bidadari nemenin gua Ndra!"Sambil berbisik kearahnya.


Terhenti heran,bisa aja dia kalau ngomong.Ngaco emang kalau lagi ngobrol ma gua."Haaah,ada bidadari nemenin elu?siapa coba.Males banget kali liat elu,hahahah!"Tawanya sambil merangkul Adam.


"Heeehh,gua ga boong Ndra!"Ajaknya berjalan masuk keruang tengah.


Ga nyangka ada lambaian tangan dari sosok waniat dipastikan itu original asli dalam negri dan manis menggoda.Siapa coba?


"Itu bidadarinya?"Sambil nunjuk kearah Anindya yang perlahan beranjak berdiri dan berjabat tangan penuh ramah sama Ganindra.


"Heiiii,kamu sahabatnya Adam kan!"Sambil mengumbar senyum mendekati dan saling berjabat tangan kepadanya.


"Iya mba,tumben mau jagain orang gila macam gini mba!"Jawabnya bikin Anindya menahan tawanya,tentunya Adam ga terima juga dong mendapatkan ledekan model gitu.


"Eluuu ya,baru datang udah bikin sensasi aja.Awas lho ya."Sambil menunjuk kearah Ganindra.


"Biarin,biar seru ya kan mba,heheheh!"Lanjut Ganindra bergaya.


"Iya,mau langsung minum atau bikin obrolan dulu?"Tawar Anindya tengak-tengok kearah mereka berdua.


"Kita keatas dulu deh mba!"


"Minum deh mba!"Meringis saat keduanya tak sadar bersamaan tapi beda arah.


"Ooooh,kalian kompak juga ya.Bentar mba bikinin minum ya!"Beringsut kedapur untuk membuatkan minuman.


Diruang tengah,beneran Ganindra penasaran banget sama sosok wanita yang tengah berada dirumahnya Adam.Sejak kapan bisa kedatangan orang secantik itu,sampai ia ga habis fikir ga bisa bayangin sampai kapan dia akan menjadi teman hidupnya sesaat.


"Eehhh,Dam emang siapa sebenarnya wanita itu?"Menjorokkan badan serta berbisik penasaran kepadanya.


Sambil mengangkat kedua pundaknya,ia juga masih bingung.Kenapa bisa ada sesosok wanita tiba-tiba menghiasi rumah ini.Sepi lagi,kan bahaya juga.


"Mana gua tauuu!bokap gua belum.gua tanyain siapa itu dia.Ya gua masih penasaran seeh!"Sambil garuk-garuk kepala rasanya bingung juga.


Menoleh serta mendongak dan memastikan dia belum keruang tengah,pasti cerita tentang Mega berakhir hilang karena sosok wanita itu benar-benar membuatnya hilang akal sehatnya.


"Gua kok ada rasa ya sama dia heheheh!"Sok pede sambil tak berdaya menatapnya.


"Yaaah,,,eluu mah.Apa-apa ditaksir,Mega,Thy Than sekarang malah mba-mba itu!"Kesal juga dia apa aja mau diborong sama Ganindra.


"Siapa seeh namanya?gua penasaran!"Masih berbisik pelan takutnya ga enak ngomongin wanita tersebut.


"Mba Anindya,,,cantik kan nama sama orangnya heheheh!"Pujinya sambil memainkan kedua alisnya.


"Iya juga,mau deh gua!"Meringis geli.


"Apaan seeh luuu ,,,apa aja diembat!"Lagi sambil dorong Ganindra ga terima.


Dari dapur langkah Anindya pun pelan,tentunya tersenyum melihat keduanya kayaknya asyik banget ngobrol,pelan lagi.Ngapain ya heheheh,aku kepoin deh.


"Huuusss,,,pada ngapain hayooo.Ngomong kok pake acara bisik-bisik segala."Menghampiri keduanya hingga duduk serta menyodorkan minuman buat keduanya.


Keduanya kaget dan pasang wajah tenang-tenang tetapi ga ada tenangnya sama sekali.Sekarang malahan Ganindra yang sok nervous melihat kehadiran wanita penuh cinta tersebut.


"Eeeh,mba.Engga neeh lagi ngomongin seseorang."Candanya sambil menutup dengan punggung tangannya


"Emang siapa yang kalian omongin?emba kan!"Langsung aja nyerang keduanya sampai ga bisa berkata lagi hanya terbata-bata saja dihadapan mereka berdua


"E--engg-eengga,,,mba.Kita ngobrolin yang lain kok,masak gua sama Adam sama-sama ditinggal pergi."


"Lho,,,masak nasib kalian sama.Trus kenapa kamu ditinggal sama orang tuamu Ndra?"Kembali penasaran sambil menompangkan tangannya.


"Ada deh,kan aku ga dikasih tahu mba,palingan yaaa nyokap gua pengen healing kali.Jadi semuanya diserahkan sama abang Gua.Huuuuh,untung aja abang gua masih sayang sama gua.Kalau engga,bisa ga dianggap deh keberadaanku sama dia."


"Ooooh ya?"Tiba-tiba keduanya kompak berkata.


Nyengir juga Ganindra dihadapan keduanya,seakan ga terima dengan serangan yang tengah menjerat hatinya dengan tepat.


"Kompak banget,kapan latihannya!"Heran melihat mereka tak menyangka bisa samaan kalau nyindir dirinya.


Keduanya saling berhadapan dan tentunya itu adalah keajaiban yang membuat keduanya langsung tos bareng untuk menambah keakraban yang tak pernah terlupakan saat itu juga.


"Iya dong,lama mba ya latihannya!"Jawab Adam bangga.


"Iyalah,mulai dari diri sendiri jadinya."Lanjut Anindya bikin kesal Ganindra.


"Mbaaa,,,sebenarnya mba ini malaikat kirimannya siapa seeh.Sampai repot-repot mau memenin tuh anak.Nyasarnya kok bisa aja sampai kesini?"Heran juga dengan protes yang diberikan oleh Ganindra.


Adam pun ga terima dengan serangan yang diberikan oleh Ganindra,rasanya gua emang harus buat dia diam deh.Ada aja kelakuannya nyudutin gua.


"Woooi,,,gua aja ga tahu siapa dia.Malahan elu yang protes,gua aja belum nanya sama Bokap,nyokap gua.Elu udah nanya aneh-aneh bisa aja luuu!"Sambil dorong Ganindra sampai ia menoleh dengan wajah konyol ga terima.


Pertunjukkan itu membuat Anindya ketawa ngakak melihat kelakuan keponakannya,dimana ia sama sekali belum tahu siapa jati diri seorang wanita yang terkirim mengejutkan dan ga bisa diketahui selanjutnya.Santai ketika berada diantara dua sahabat yang tengah berada dalam pertentangan karena sosok Anindya memang sangat menarik dua hati anak sekolahan ini.