
Setelah menikmati kesendiriannya dirumah dengan tatapan kosong tentang hubungannya dengan Joana yang menurutnya adalah sebagian hidup atau mati.Baginya sungguh ga jelas.Saat gua menatap kaca dengan tampilan wangi dan elegan siapa yang ga bakalan bisa menolak pesona seorang pria tampan dengan banyak konsekwensi berada dalam kebahagiaan dan kekecewaannya.
Saatnya mencari kesenangan diri segera bergerak menuju mobil pribadinya dan melaju entah kemana dia berlabuh dalam kesenangannya.Tapi tak begitu lama kebebasannya,terlihat seorang pria tengah menatapnya didalam mobil.Tersungging melihat sosok pria percaya diri dengan sikapnya untuk bisa menaklukkan kehidupannya yang lain.Yupz Morgan melihat sejauh itu bahwa target yang akan dia bidik tengah merasakan kesendiriannya,saatnya aku bisa membuatnya dekat denganku dan mungkin bisa melenyapkan seketika.
"Saatnya mengikuti siapa yang akan menjadi korban selanjutnya!"Saat mobil Yoshi tengah melaju dengan pelan seketika dari arah samping Morgan membuatnya kebingungan dengan memepetnya.
Tatapan bingung dan sesekali konsetrasi dia sama sekali tidak tahu siapa orang tengah membuatnya panik saat ini.Tatapan serta mimik wajah yang semakin membuatnya penasaran dan segera ia menambah kecepatannya melaju sangat kencang hingga menghilang disalah satu gang tengah mengecohnya.
"Sialan,siapa sebenarnya dia.Berani sekali membuat perhitungan denganku."Kebingungan mencari keberadaannya serta kembali memutar dan mengawasi sekitar sama sekali tidak menemukan sosok mobil tersebut.
Dengan wajah emosi dia meninggalkan dan mencoba melupakan kejadian tadi."Gua ingat sekali orangnya seperti apa.Awas kalau ketemu,bakalan gua ajak ribut dia!"Sambil membanting stir kemudi mobilnya.
Dari arah sebuah gang,sosok Morgan menjadi lebih misterius ketika dirinya berada dalam permainan yang telah membuatnya semangat untuk menindas siapa itu Yoshi.Dia ingat sekali bagaimana sakit hatinya Joana melihat seperti apa keluarganya disakiti oleh Yoshi.Siapa dia,tidak.akan ada yang tahu kalau aku bisa membuatnya perlahan jatuh.
Antara yakin atau tidak rasanya Yoshi berada dalam ancaman yang tak langsung membuat hidupnya kembali dalam permainan seseorang.
"Kemana sekarang gua,apa harus bertemu dengan Joana saja.Apa dia berada dirumah ya?"Memastikan apakah benar ia berada dirumah.
Mencoba menghubunginya seraya kembali parkir disalah satu restoran mewah untuk menikmati kesegaran malam dan bisa mendapatkan apa yang dinamakan kenikmatan malam.Sesampainya diparkiran,ia mencoba untuk waspada dengan datangnya ancaman mengerikan tiba-tiba menyerang dirinya.Saat mengawasi dengan teliti setiap sudut,ia sama sekali tidak menemukan apa itu ancaman.
Berjalan masuk menaiki anak tangga dan beringsut masuk kedalam.Kembali sosok Morgan muncul untuk membuat rencana barunya.Saat aku menghubungi Monalisa untuk membuatnya menjadi pria beruntung malam ini.Segera menghindar dan terhenti dipinggiran trotoar,mencoba menghubungi wanita penggoda hatinya untuk menjalankan tugasnya.
"Semoga saja dia tidak sibuk!"Pintanya berharap untuk menghubungi Monalisa.
Diruang pemotretan dan dipenuhi oleh aksen seorang fotografer,dia telah bergaya dengan seksinya bahkan siapapun bisa tergoda oleh kemolekan tubuh wanita satu ini.Bahkan sang fotografer pun menaruh hati kepadanya.Beberapa sceen telah selesai dengan baik,kerja sama yang relevan dan professional membuatnya sang Fotografer sangat senang bekerja sama dengannya.
"Terima kasih sayang,kamu memang hebat!"Pujinya sambil saling tos bareng.
"Hahahah,kamu memang selalu seperti itu Darren.Siapa yang tidak suka dengan kerja seorang pria tampan sepertimu!"Pujinya pula.
"Apa kamu langsung pulang atau masih ada hal lain yang akan membuatmua bersenang-senang malam ini!"
Mengernyitkan kening,rasanya belum ada kerjaan yang membuatku harus tampil lebih agresif."Aku rasa belum ada."Jawabnya tersenyum menjawabnya.
Tak lama datang asistannya memberikan ponsel kepadanya."Nona,ada telpon panggilan!"Sambil menyerahkan ponselnya.
"Ooooh,siapa?"Sambil melihat dengan penasaran.
"Tuan Morgan sepertinya!"Jawabnya sambil berlalu dari hadapannya.
Waooow rasanya kalau Tuan Morgan menghubungiku,pasti ada kerjaan yang menarik buatku."Sebentar ya,aku bicara dulu dengan kekasihku,hehehe!"Candanya sambil tertawa menyentuh bahunya serta menghindar dari Darren.
"Ya silahkan!"Pintanya pasrah.
Sembari mengangkat ponselnya,Monalisa pun bergegas untuk menghindar dari orang-orang yang tengah sibuk mengurusi pemotretan yang telah usai.Terhenti dan berdiri seraya bersandar mengangkat telpon.
"Halooo,,,Tuan Morgan?ada yang bisa saya bantu!"Suara manis itu telah membuatnya terpana seketika.
"Heiii,cantik.Kamu tidak sibuk atau ada kerjaan yang tengah kamu kerjakan mungkin?"Kembali bertanya.
"Tidak Tuan,ada kerjaan mungkin buat saya?"
"Yaaa,kamu datang kerestoran biasanya Yoshi menikmati malamnya sendiri.Baru saja aku mengerjai dia dan rasanya dia panik dan emosi,mungkin kamu bisa buatnya tenang kembali,supaya nanti aku bisa buatnya semakin gila dia!"Candanya dengan tawa renyahnya.
"Tuan Morgan memang sangat berbahaya buat seorang pria seperti Yoshi.Siapa yang tidak akan tunduk dengan anda.Sekarang saya kerjakan ya."Tersenyum senang.
"Oke aku tunggu kabar selanjutnya ya"Sambil menutup ponselnya.
Monalisa pun hanya bisa menggelengkan kepala dengan senyum hangatnya untuk menemui sang Fotografer yang tengah memeriksa hasil pengambilan gambar,mendekati saat ia tengah sendirian duduk mengamati setiap pose sang model.Duduk disampingnya seraya mengatakan sesuatu kepadanya.
"Ada pemotretan lagi mungkin,Darren?"menoleh serta menompangkan tangan dipundak sang Fotografer.
Menoleh lalu menjawabnya"Tidak ada,besok kita bisa jalan-jalan mungkin?"Tersenyum serta mencium pipinya.
"Ya boleh,besok aku kabarin okey,byeee!"Lanjut membalas ciuman kembali untuknya,beranjak berdiri meninggalkan pria tengah memandangi langkah wanita penggoda tersebut hingga senyum itu hilang dari pandangannya.
"Siapa yang tidak tergoda oleh pesonamu sayang,mendapatkanmu adalah pilihan menggoda!"Tersenyum melihatnya.
Langkah Monalisa menuju sebuah mobil miliknya sungguh anggun bahkan terlihat sebagai model kelas atas yang mendapatkan pengakuan hebat atas kemapuannya. Mengendari dengan cepat menuju tempat restoran mewah dimana Yoshi adalah penikmat kuliner dengan menghadirkan sebuah sensasi indah sebagai penikmat makan malam.Kedatangannyan pun disambut seorang waitrees untuk mengantarkannya dimeja biasa dirinya memesan.
"Selamat malam Tuan Yoshi,mari saya antar dimana anda bisa menikmati makan malam yang nikmat!"Antar seorang waitress dengan tampilan elegan menuju tempat yang sudah ia siapkan untuknya.
"Terima kasih Anita,kamu memang pilihan yang tak terlupakan!"Jawabnya mengikuti langkahnya menuju sebuah tempat indah.
"Apa anda memesan tempat duduk dengan kolega anda atau kekasih anda Tuan?"Sembari menoleh memberikan senyum kepadanya.
"Ga tahu juga ya,mungkin aku akan hubungi seseorang untuk menemaniku.Gimana itu pilihan yang seru kan!"Lanjutnya sembari tersenyum hangat.
Sampai dimeja yang telah dipersiapkan oleh para waiter,mempersilahkan untuk duduk.Sang waiter pun menarik kursi,dengan pelan ia duduk santai dan mengumbar senyuman.
"Selamat menikmati suasana malam ini Tuan.Semoga anda menikmatinya!"Berlalu meninggalkan kesendiriannya.
Kali ini ia mendapatkan sebuah tempat nan sejuk diantara balkon restoran bersama hembusan angin.Berharap ada yang datang memberikan obrolan untuk menikmati malam bersama tetapi siapa?Sontak wanita yang diharapkan pun datang dengan tanpa sengaja melihat Yoshi tengah sendirian disana.
Terhenti dengan wajah heran,bisa juga ya dia berada diresto ini.Tenang lagi,tersungging untuk perlahan melangkah serta bergabung dengannya seraya mendekap kedua pundak dan mencium pipinya.
"Malam sayang,kejutan!"Sapanya hangat.
Menoleh heran,mendongak ada sosok wanita yang telah membuatnya hampir mabuk kepayang.Apa aku ga salah lihat dia ada disampingku saat ini.
"Kamu,,,datang kesini.Siapa yang ngasih tahu?"Beranjak berdiri mencoba mencari seseorang mungkin yang tengah berada bersamanya.
"Ga ada,tadi habis pemotretan lapeeer.Jadi pengen kesini malahan lihat kamu sayang!"Beranjak duduk disampingnya.
"Bolehkan aku gabung denganmu!"Menompangkan tangan dengan menatap penuh makna.
Merentangkan kedua tangannya,sebuah sambutan luar biasa dari Yoshi untuk wanita penggoda seseksi Monalisa adalah pilihan tepat untuk menyentuh dalam obrolan.
"Mau pesan apa,aku panggilkan waiternya ya!"
"Oke!"Jawabnya singkat.
Yoshi mengangkat tangannya untuk meminta salah satu seorang waiter atau waitrees datang mendekati kedekatan mereka serta menyapa ramah dengan membawa menu untuk seorang wanita tengah bersamanya.
"Permisi untuk menunya silahkan mau langsung pesan atau nanti dulu?"Sembari memberikan menunya.
Menoleh kearah Yoshi dan bertentang pesanan yang telah dipesan oleh sang lelaki."Kamu pesan ini aja,ga ada yang lain?"
"Ini aja cukup kok,kamu mau nambah silahkan.Atau minum lagi mungkin?"Kembali menawarkan kepada Monalisa.
Ia mendongak seraya memesan beberapa menu ringan untuk menemani Yoshi dalam obrolannya.Morgan kembali untuk segera pulang kerumah pribadinya.Kedatangannya memang menjadi angin segar buat Ganindra yang telah lama tidak bertemu dengan kakak tertuanya.Ia menunggu disebuah parkiran dengan berdiri disamping mobil serta mengamati rumah mewahnya.Hebat juga pria kebanggaan Ayah bisa punya rumah seluas ini.Lagian lama juga dia belum sampai.
"Lama juga,kemana ya bang Morgan?apa dia lupa untuk pulang?"
Tak berselang harapannya untuk bertemu dengan sang Kakak,suara mobil miliknya pun memasuki halaman rumah,dari jauh Morgan melihat adiknya tengah menunggunya.Heran ada apa dia kesini.Perlahan mobilnya pun mendekati dan sejajar dengan mobil milik Ganindra.
Perlahan keluar menghampiri serta saling tos kemudian saling berpelukan."Bagaimana kabarmu Ndra?"Sambil melepas pelukannya.
"Baik bang,tumben baru pulang!"Menatapnya dari atas sampai bawah.
"Kamu juga kayak gini haaah,seharian kemana aja.Masih aja pake seragam sekolah ayo masuk!"Rangkulnya masuk kedalam.
Membukakan pintu dan membawanya masuk kedalam,tatapan takjub akan rumahnya menjadikan Indra sapaan ringan sang kakak kepada adiknya.Membuatnya pertanyaan khusus pun muncul dalam bibirnya.
"Bang,masih sendiri saja?"Menoleh penasaran.
"Iya,kenapa emangnya!"Lanjutnya santai.
"Ga ada niatan buat menikah gitu?aku lihat abang udah semakin hebat saja disini!"
Tersungging geli"Kenapa nanya seperti itu,tugas abang itu belum selesai.Palingan kalau udah bakalan deh menikah sama pasangannya Abang."Berjalan menuju bar minuman lalu dia membuat minuman untuk Ganindra.
"Kamu minum apa?"Mendongak masih melihat Ganindra yang suka sekali dengan suasana rumahnya.
"Wine mungkin!"Jawabnya dengan bangga dan sok gaya.
Mendongak seketika,heran anak macam apa ini.Masih sekolah udah minumannya kelas atas.Ketawa ngakak dan membalasanya."Hahahahahaha,jangan ngaco kamu.Aku buatkan mojito aja."Seraya meracik dengan sendirinya tentu membuat Ganindra terpusat kepada sang abang.Berjalan mendekati dan duduk dimeja bar menunggu minumannya telah jadi.
"Ya setidaknya gua udah berusaha bang!"Jawabnya yakin.
"Trus gimana kabar Ibu,masih sehat kan dia?"Kembali bertanya seraya memberikan minuman untuknya.
Mengangkat gelasnya,ia mengucapkan kalimat manis seorang adik terhadap kakaknya.
"Sehat bang,kapan-kapan main kerumahlah.Jangan sok sukses dan ga mau tinggal sama kita-kita bang!"Pintanya meledeknya.
"Kehidupan abang udah beda sama kalian.Jadi abang lebih suka tempat yang sendiri seperti ini."Jawabnya yakin.
"Bang,emang bener Nona Joana membutuhkan abang terus?apa dia ga bisa ngerjain pekerjaannya sendiri!"Pertanyaan itu membuatnya untuk mendekati dan membawa minumannya dan duduk saling berhadapan.
"Ya butuh sekali,selain menjadi supir pribadi.Aku juga mendapat tugas sebagai wakilnya diperusahaan yang telah ia pimpin dengan susah payah akhirnya bangkit.Lalu datanglah abang dengan keahlian abang.Dan telah teruji dengan baik sekarang abang mendapatkan apa yang merupakan hasil jerih payah abang."Jawabnya yakin.
"Kamu butuh uang?"Kembali mempertanyakan.
"Untuk saat ini engga bang.Ibu sudah dapat tunjangan dari Ayah,sebelum ayah meninggal kan kita sudah mendapatkan apa yang menjadi hak kami.Trus abang juga dapat,tapi ibu ingin abang datang langsung ketemu ibu!"Lanjut Ganindra.
"Ga usahlah,itu buat kamu.Buat masa depan kamu nanti untuk kuliah dan abang masih ingat kalau kamu pengen banget kuliah diBoston kan? jadi gapai cita-citamu ya."Sambil menepuk pundaknya.
"Tapi hidup ga seindah yang gua bayangkan bang!"Tatapan sedih mulai muncul diraut wajahnya.
"Kenapa emangnya?"Mengernyitkan kening.
"Gua sayang banget sama Mega,tapi dia malahan mau ninggalin aku?"Jawabnya sedih.
"Maksud kamu?Mega itu minta putus gitu!"Kembali bingung.
"Naah itulah bang,dia kena Leukimia stadium empat bang.Dan gua udah setulus hati mencintai dia dan dia malahan seperti ini.Gua harus gimana bang?"Ganindra pun tak bisa melepaskan kesedihannya begitu saja.
"Okey,itu adalah perjalanan hidup yang harus kita hadapi dengan banyak misteri,ketika kita mencintai seseorang.Yakinlah bahwa kamu tidak akan melupakan dia sedetik pun.Walaupun dia telah berjuang demi kamu dan kalah karena keadaan.Kamu harus bisa membuatnya bahagia sebelum berpisah ya!"Sambil menyentuh pundaknya seraya menatap penuh senyuman.
"Jangan pernah meninggalkan dia seperti kamu yang tengah egois tentang kehidupan ini.Kamu harus kuat dan harus bisa membuat kehidupanmu indah disaat dia meninggalkan kamu.Dan carilah pengganti terbaik yang diinginkan oleh Mega.Kamu pasti akan mendapatkan kekuatan hidup yang lebih baik lebih berkwalitas.Kamu jangan sekali-kali menyerah hanya untuk satu orang.Tapi kamu harus kuat untuk banyak orang.Karena mereka pasti membutuhkan bantuanmu okey!"
Ganindra pun ga bisa berkata apa-apa saja sesenggukan mendapatkan nasehat dari sang kakak.Benar juga apa yang dikatakan olehnya,walau kita mencoba kuat.Tapi apa daya semuanya karena keadaan yang telah memberikan jalan terbaiknya.Hatinya memang untuk Mega tetapi akan lebih indah jika semuanya dalam senyum yang baik dan bisa menjadi pilihan hidupku.
"Jadi kamu datang kesini hanya sekedar curhat atau gimana?"Tersungging sambil menatap raut wajahnya.
"Ayolah,kamu kan lelaki hebat.Jangan pernah menangis untuk melepaskan yang kamu cintai.Tapi kamu harus kuat untuk membangun hidupmu yang baru.Berada dalam kedekatan dengan siapapun itu adalah kenyamanan,tanpa itu ga ada artinya."Tersenyum melihat kembali.
"Gua perlahan memang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan bersama Mega.Tapi ini berat bang!"
"Berat itu pasti,tapi kamu jangan berlarut-larut.Buat dia bahagia bersama sahabat kamu siapa itu?"Kembali bertanya.
"Thy Than bang!"Lanjutnya.
"Dia akan menjadi seorang berlian yang akan menerangi kamu setelah melewati kegelapan ini.Kamu harus ingat kata-kata abng ini okey!"
Mengangguk dan masih belum percaya dengan jawaban seorang kakaknya begitu diplomatis dan telah menyentuhjya untuk bangkit dan harus kembali dalam sikap baiknya.
Sesaat Morgan tersenyum dengan sebutan nama Thy Than,karena dia tahu perempuan itu tengah hancur-hancurnya dalam hidupnya.Berharap untuk sebuah kebaikan dihati Ganindra untuk membuatnya bahagia juga.Banyak nestapa tengah melanda dirinya yang hanya seorang sebatang kara.
"Ingat jangan pernah melupakan siapa sahabat yang telah membuatmu senang dan bahagia.Pasti akan ada kebahagiaan lagi diantara kamu dan Thy Than oke!"