
Ternyata seru juga ya godain mba Ashila,udah cantik dan menggoda tidak bisa dikatakan kalau gua memang berharap sesuatu pasti dapat,trus kasusnya sekarang Thy Than bucinnya sama gua,ga ada yang lain gitu biar dia dapat referensi cowok yang sama kerennya.Minimal bikin dia pecah fikirannya gitu.Bisa ga ya?siapa yang bisa buat dia kayak gitu.Semoga aja deh,biar aku bisa ngedate sama mba Ashila.Duuuuh bikin greregatan aja dia,sambil membasuh mukanya seakan ingin mendapatkannya,walau semalam.
"Kayaknya aku haru berjuang deh demi sebuah harapan yang ga mungkin bisa aku dapatkan sekarang.Tapi apa?"Sambil garuk-garuk kepala bingung.
Lagian sekarang kan gua ngirim ke Ko Ahong,tapi kok tumben dia minta kirim siang-siang,biasanya kan sore menuju malem.Pasti ada apa-apa neeh,Jadi penasaran deh.
Seraya bergegas untuk menuju ke toko Ko Ahong,langganan paling moncer dan akrab banget,soalnya dulu relasi papa seeh.Sayang papa udah duluan pergi,,untung juga mobilnya ga gampang ngambek kalau gua pakek.
Membuka pintu mobil,senyum hangat seorang Rasya pun jelas terpancar tak kala ia terpusat pada seorang perempuan cina anaknya Ko Ahong yang ternyata cantik dan seksi juga kelihatannya.Dari jauh rambut pendek sebahu dan dengan cat rambut coklat serta keramahannya bikin aku ga bisa fokus deh,mau gimana coba.
"Permisi!"Sambil membuka pintunya.
Saat itulah dia menoleh serta menghempaskan rambutnya,cantik juga dia.Waah pake sweeter warna pastel dan celana jeans pensil dan sepatu highhills.Waaaooo namanya kalau ga salah Ling-ling deh atau siapa gitu.
"Heeiiii ,,mas Rasya.Tumben kita ketemu ya!"Sapanya berbinar-binar.
Dalam hati Rasya kenapa seeh gua selalu dihadapkan pada wanita dengan kualifikasi sempurna.Ga bisa gitu dibagi atau gimana.Aku pengen semua deh,gua urutin deh dari mba Ashila dulu,trus ling-ling,habis itu Thy Than.Waaah gimana kalau malam pertama bisa gempor aku hahahha.
PLAAAAAKK,,,,,sebuah tampolan yang mengejutkan dari Ling-ling.Kenapa gua mematung ya,apa salahnya gua sampai dia begitu sama aku.
"Oooooiuuu,,,kaget ya.Maaf yaaa mas!"Malahan hasil tampolanya langsung dielus-elus sampai gua meringis dan mendekapnya.
"Iyaaa sakit seeh,,,kamu ngapain nabok aku sekeceng itu!"
"Ya udah,,,mana barang yang mas bawa!"Tanya Ling-ling tengak-tengok.
Sambil nunjuk kebawah,,,pastinya itu ga ada jelas membuatnya merunduk serta menompangkan tangan seraya menggeleng-gelengkan kepala.
"Gaaaa ada maass,,,bikin geemesss deh!"Sambil mainin pipinya.
"Lho kemana ya?"Rasya kebingungan juga nyari kemana tadi padahal udah dibawa masuk.
Saat ia berbalik tentu itu seras menampar pipinya sendiri,ternyata masih nyantol diluar belum dia bawa masuk malahan lebih fokus terpana sama sosok Ling-ling.
"Astagaaa,,,kok malah ngambek ga ikutan masuk seeh!"Kesal banget lihatnya sampai ia berjalan keluar untuk mengambilnya.
"Hehehhehe,,,bisa ya kayak gitu mas Rasya!"Ketawa sambil menutupi bibirnya yang manis merekah.
Menggelengkan kepala,lalu membuka pintu dan menariknya masuk kedalam.Ada Senyum-senyum malu memerah padam sampai dicubit sama Ling-ling.
"Iiiihh,,,gemeeesss.Bisa lupa seeh,mangkanya jaga mata mass!"Lagi nyubit lengannya.
"Hehhehe,cubitanmu ga terasa.Kalah sama senyumanmu yang telah menghangatkan hatiku!"
"Busyeeeet,,,ngegombal lagi.Ayo aku antar masuk,ntar salah alamat lagi bahaya mas!"Ajaknya masuk keruangan penyimpanan kue dan roti serta pesanan lainnya.
"Kemana Ko Ahong?"Bisiknya bikin geli aja Ling-ling.
"Iiiiih,,,ga usah bisik-bisik kali mas.Kan aku geli jadinya hehehh!"Sambil menoleh kearahnya.
"Kemana?"Sambil mengangkat alisnya.
"Lagi cuti papa,,,jadi ya aku deh yang masuk semingguan lho!"
"Emang kemana Ko Ahongnya,sakit?"Heran plus kaget.
"Dia lagi keSingapure ada urusan penting.Jadi tinggal sendirian deh.Mau nemenin?"Malahan ngasih kode ganas sama Rasya.
"Haaaah.,,nemenin.Maunyaaa tapi keinget mama.Orderannya ga sampai pulang tinggal nama guaaa!"
Langsung aja dia ketawa cekikian,bisa aja ngasih jawaban kok konyol banget.Serem banget ya mamanya mas Rasya.
"Hihihihihi,,,emang mamanya mas Rasya galak banget gitu?"Tanya balik.
"Ga galak lagi.Bisa-bisa aku dimakan lagi dijadiin kayak ginian!"Sambil bantuin tata kue dan rotinya.
"Ya udaaah ,,trus siapa lagi yang galak dirumah.Kak Fiaaan pasti yaaaa,heheheh!"Sambil nunjuk kepipinya lalu diteken-teken berkali-kali.Seneng banget liat pipi cabbynya.
"Heheheh iyaaa,,,,ada satu lagi juga galaknya minta ampun!"
"Siapa lagi?"Mengernyitkan kening.
"Thy Than,manusia sebatang kara yang sekarang menjajah aku dengan cemburu butanya karena aku deket sama mba Ashilaaa lho!"Polos banget ceritanya sampai Ling-ling kembali ketawa.
"Hahahahah,bisa aja seeh.Kok bisa!jadi kalau Thy Than sendirian dirumah pasti ada mas Rasya ya.Kasihaaan."Sambil nyubit dan goyang-goyangin pipinya sampai ia geleng-geleng kepala ga bisa nolak kejahilannya Ling-ling.
"Ya gimana lagi.Gua lelaki satu-satunya buat mama,kak Fian sama Thy Than!"
"Boleh aku daftar?"Tiba-tiba sok genit begaya.
"Daftar apaan?"Kembali bingung.
"Ya daftar jadi yang dilindungi sama mas Rasya.Kan mas Rasya kuat dan energik,boleh ga?"
"Waduuuh ,,ini ceritanya belum nikah tapi udah punya yang kedua gitu?"Tanya lagi bingung.
Ia hanya mengangguk dan bikin pusing Rasya aja.
"Astaga,,,jadi gua punya satu,,,dua,,,tiga,,,plus bonus dua!"Sambil ngangkat dua jarinya.
Senyum-senyum sambil ngangguk.
"Haaah,,,kuat ga ya?"Tanya balik.
"Ya kuatlah,,,kan papa percaya banget sama mas Rasya.Aku aja deket sama cowok ga dikasih?malahan papa bilang gini.
"Naaak,,,kalau mau deket sama cowok tuh yang bertanggung jawab contohnya Rasya."Sambil nyubit hidungku.
"Trus kamu bilang gimana?"
"Emnag boleh deket sama mas Rasya?"Sambil bersedekap menunggu jawaban papanya.
"Trus!"Penasaran juga kan akhirnya.
"Boleeeh,,,tapi jangan kelewat batas ya.Dia banyak tanggungnya,pacaran boleh tapi nanti kalau dia udah siap pasti kamu dipinang sama dia atau sama lelaki pilihan papa,kamu siap?"
"Haaah,,,,gitu Ko Ahong bilangnya.Busyeeet,ga habis fikir gua.Badboy bisa jadi goodboy dong gua!"Sambil menepuk keningnya.
"Ya tapi kalau mas Rasya belum siap ga pa-pa kita temenan ya.Temenan yang bener-bener perhatian gitu.Yaaa mas,aku bosen ga punya pacar.Masak kenal yang itu salah,yag ini.juga salah trus harus gimana?"
"Repot ya."Tanya balik.
Ia mengangguk,,,
"Trus kamu seharian gitu ditoko sampai malam atau sore pulang?"Tanya Rasya bingung.
"Ya pulang dong kan banyak karyawan juga."
"Oooooh kirain rumah kamu disini juga.Ga pulang-pulang!"Candanya ngakak.
"Maassss,,,bete deh."
"Ya udah minta invoicenya!"Sambil memainkan tangannya.
"Ya ayok masuk keruanganku.Tunggu dan aku bikinin!"Tariknya ga perduli dilihat orang-orang sekitarnya.
Ia melihat beberapa orang hanya senyum-senyum dan melambaikan tangan untuknya.
Ada aja gibahan sejenak dimulut mereka yang iri banget sama kedekatan mereka berdua.
"Hebat ya mas Rasya itu,udah bisa ngerayu cewek model apapun dapet dia!"
"Iya padahal kayak gitu aja.Kita sampe kalah saing ckckckck!"
"Elu tahu ga hubungan mereka tuh direstui sama Ko Ahong,ga main-main kan hubungan mereka berdua."
"Serius!"
Ia mengangguk dan menyakinkan hal tersebut,astaga mereka sampai geleng-geleng kepala dengernya.Rasanya Dia tuh punya sesuatu yang bisa menaklukkan wanita dengan cara yang mudah.Tapi gimana caranya coba?
Diruangan kerja Ling-ling terlihat fotonya bersama sang papa,ruangan yang identik dengan elegan dan hangat serta ornamen chinnes ga bisa hilang dari keseharian dirinya.
"Keren juga ruanganmu,bikin betah ya kalau tinggal seharian disini!"Duduk bersandar ditembok lalu menunggunya sibuk membuat invoice.
"Iya dong mas,,kalau buat ruangan tuh ga harus resmi kayak papa,biarin papa punya sendiri,aku kan beda!"Jawabnya sambil menoleh kearah Rasya.
Perlahan ia mendekati dan merunduk disamping Ling-ling,senyum-senyum lihat dia sibuk makin cantik aja.
"Kenapa mas,pengen cium pipiku.Neeeh!"Sambil mendekatkan pipinya.
"Boleh?"
"Boleh,,mas Rasya tuh bebas membuatku bahagia.Tapi ya jangan lebih dari itu.Ntar aku ga mau kenal lagi sama mas Rasya."Jawabnya sinis melirik tapi akhirnya ketawa geli juga sambil mendekap pipinya.
"Ya ampun kamu tuh pasrah banget seeh!"Sambil mendekap pipinya dari belakang dan mainin biar tambah geli aja Ling-ling.
"Neeeh,,,ntar ga gajian deh mas Rasya sama mamanya hehhehe!"
"Tahu aja seeh kamu,,makasih ya Muaaccchh!"Langsung aja Rasya nyosor kepipinya Ling-ling.
Langsung ia mendekap pipinya dengan gemas,,,lalu kembali membisikkan kalimat romantis.
"Ntar sore kalau ga ada kesibukan,Aku kerumahmu deh.Tapi ga janji ya!"
"Iya tahu yang banyak antrian hehehehe!"
"Muuuaaaccchhh,,,,!"Gantian malahan Ling-ling mencium pipi Rasya yang lembut.
Kaget juga sampai membelalakkan matanya,bisa juga dia nyium gua.Beneran deh ga ada sungkan-sungkannya dia ma gua.Ga papalah,dia juga nerima pertemanan kita,setelah mendapatkan invoicenya Rasya keluar diikuti sama Ling-ling yang seneng banget bisa dicium sama pujaan hatiku.
Orang-oranga yang ngeliat mereka keluar langsung ada yang siap sibuk segala,ada juga yang ngawasin sampai heran.Kok ga ada tanda-tanda aneh diantara mereka ya,pasti rapi banget mainnya.Buktinya ga ada yang berantakan diantara mereka gilaaa ,,hebat bener mereka.
"Heeeiiii,,,balik ya.Makasih udah dijagain trolly nya.Byeee!"Sambil melambaikan tangan cabut dari toko milik Ko Ahong.
Lambaian tangan Ling-ling sambil melihat perlahan hilang dari pandangannya sampai salah satu karyawannya bertanya tentang kedekatan mereka diruang kerja Ling-ling.
"Mba,,,tadi ngapain aja didalam?"Tanya Silvi penasaran.
"Biasa aja tuh,,,dia minta invoice dan lihat-lihat ruangannya mba.Bilangnya bagus ampe seharian betah tinggal disitu!"
"Waduuuh keren juga jawabanya."Sambil meringis geli.
"Emangnya kamu penasaran,aky ngapain aja diruangan sama mas Rasyaaa yaaa,cieee pada kepo!"Sambil ngeledek Silvi.
"Ya ga gitu mba,semuanya pada khawatir mba diapa-apain sama mas Rasya.Dia kan playboynya udah akut."Jawab Silvi sambil sarkastik.
"Aaahhh ,,biarin aja.Kan kalau diapa-apain sama mas Rasya aku pasti teriak kan,dan kalian pasti denger kaaan?"Sambil menyenggolnya.
"Iya juga seeh ,,hehhee!"
"Udah bilangin sama semuanya,aku baik-baik saja kok.Jangan khawatir mas Rasya tuh masih sayang sama Deliverynya.Jadi ga masalah kok."Jawab Ling-ling menenangkan diri Silvi.
Akhirnya hati Silvi pun kembali mencair dan ga penasaran lagi sama Atasanya yaitu mba Ling-ling yang tengah memberikan sebuah penjelasan yang tak bisa dipatahkan lagi sama karyawannya.Jadinya masih aman dan bisa dijalankan dengan baik-baik saja.
Bersandar,rasanya ga bisa deh cabut secepat ini dari toko Ko Ahong,,,banyak fikiran yang menggelayuti diotakku sampai bingung banget.Kenapa seeh Ling-ling marah kalau aku cerita soal kedekatanku sama Mba Ashila ya,ama Thy Than juga.Jadi penasaran modelnya dia kayak apa seeh ga ada rasa sakit hati karena udah bersaing atau dia memang menginginkan aku dengan cara halus supaya aku ga kepayahan dengan kisahku ini.Sungguh diluar nalar deh.
Dari jauh,tatapan aneh Ling-ling melihat mobil Rasya ga pergi-pergi menyiratkan banyak pertanyaan seru dalam benaknya,apa aku membuatnya bimbang seketika ya.Tapi kan dia pandai membuat setiap wanita tuh ga gagal fokus sama kisahnya.Bahkan rapi-rapi amat deh,tersungging berjalan kembali keruangannya.
"Sekarang kemana gua ya?apa Thy Than udah mau pulang atau gimana!"Melihat jam tangan,belum seeh palingan dia kembali mengirim pesan text kepada Teman baiknya.
"Haiii,siang Than.Gimana udah mau pulang belum?nanti dijemput apa ga!"Segera ia kirim dengan tatapan santai.
Pesan pun terkirim dengan cepat,langsung masuk kedalam pesan WA miliknya.
"Heemm,,,apa neeh getar-getar!"Ujarnya seraya mengambil dari sakunya.
Langsung aja tatapan curiga keduanya mengarah tepat membuat mereka kaget plus mematung.
"Haaaa!"Itu aja masih terucap dibibir mereka.
Santai aja dia buka pesan masuk,ga ngeliat juga reaksi teman-temannya yang masih heran mematung liat gayanya sok santai ga ada masalah.Saat ia mendongak langsung aja tatapan curiga menyerang dirinya.
"Kalian liat apa?"
"Tadi apa yang getar-getar?"Jerry bingung.
Sambil nunjukin ponselnya kearah mereka berdua,jelas itu masih membuat Biyan penasaran.
"Apa ada pesan masuk sampai getar-getar.Padahal kita engga tuh!"Lanjutnya santai.
"Ini Ayang Rasya tengah mengirim pesan kepadaku,mau dijemput atau ga?"
"Ga usah deh!"Langsung kompak keduanya berkata.
"Ga usah gimana?kan aku biasanya pulang sama dia!"Matanya sergap menjawab dengan wajah serius pula.
"Salah satu dari kita sanggup kok nganter kamu,Emang dia aja yang stand by!"Serang Jerry.
"Iya lagian kita punya kendaraan buat ngantar kamu Than,Emangnya kamu ragu sama kredibilitas kita berdua?"Lanjut Biyan ga terima.
"Bukannya gitu teman-temanku yang baik hati.Kan ada yang cemburu.Kita aja tadi jalan bareng,entah besok atau lusa atau entar undah viral.Gini malah ditambah lagi,mau nambah masalah apa nambah gilanya aku?"Tanya Thy Than bergaya melambai tentunya ada kesalnya juga dong.
"Ga pa-palah,sekali-kali Viral kan seru!"Biyan makin semangat.
"Apa kita buat konten biar tambah seru dan cemburunya banyak menyerang kita bertiga!"Tanya Jerry.
"Gimana enaknya ya?"Mikir dan bingung juga seeh.
"Kalau gua mobilnya lagi ngambek,ga bisa deeh!"Jerry angkat tangan.
"Trusss!"
"Trusss gua,,pake motor ga pa-pa.Retro,,jiwa yang mantap pasti bisa!"Biyan seakan memberikan slogan buat Thy Than.
"Kamu ga cemburu kan,Jerry!"Melirik tajam dengan waktu yang agak lama.
"Cemburu???iyalah.Siapa ga cemburu lihat elu jalan ama Biyan.Pacarnya pasti juga cemburu!"
"Lha emang siapa pacar gua ya,Jer?"Tanya balik ketemen sebelahnya.
"Ya mana gua tahu ,,elu kan tertutup soal pacar. Jangan-jangan elu suka ma gua lagi!"sontak pernyataan Jerry membuat Thy Than kesedak dan batuk berkali-kali.
"Uhuk,,,uhuk,,,uhuk,,,,uhuk,,,,JERRRRYYYYY MULUT KAMUUU TUH YAAA!"Ga henti-hentinya batuk dan bikin keduanya bersalah banget.
Gerak cepat keduanya mengambilkan minuman untuk Thy Than membuatnya terhenti sampai melihat curiga lagi soal kedekatan yang dikatakan olehnya.
"Haaaah!"Sambil menutup mulutnya.
"Kalian beneran yaaa,saling suka."
Lagi keduanya saling menoleh.
"Enggalah,masak gua suka sama dia.Jerr,elu kalau bikin fitnah tuh ngeri banget yaa.Gua sampai elu korbanin,Gilaaa."
"Ya maaplah,maunya ga gitu.Eeeh dia percaya aja ma omongan gua!"
"Lha kan elu ga punya hati,,,mana ada perasaannya.Mendingan dia ada perasaan dan hatinya masih ada ga seeh,Biyan?"Malahan ngelempar kalimat aneh kepadanya.
"Gua,,,,punyaaalah.Ga kayak dia kosong melompong."
"Ya udah maaf deh.Ntar pulang ama siapa,ntar Rasya nelpon khawatir ga elu jawab-jawab bahaya tuh!"Lanjutnya.
"Ya udah,aku bareng ma Biyan deh.Kasihan Rasya ntar kesana-kesini ga kelar-kelar lagi urusannya."Kata Thy Than pun membuat pernyataan langsung menjawab Pesan yang masuk keponsel Rasya.
"Syaaa ,,,sayang.Aku bareng sama temenku ga pa-pa kan.Ntar kamu capek lagi,lagian pesanan orderannya mama Gina kan lagi banyak-banyaknya kan.Ga pa-pa deh ya."Langsung ia mengirim pesan kepadanya.
Tuuuiiiingggg,,,pesan pun masuk dengan cepat,langsung aja dijawab sama Rasya.
"Oooh,,,dia bareng ma temennya.Bagus deh!"
Membalas langsung tanpa pikir panjang.
"Oke,,,semoga ga nyasar ya Kwkwkwkwkw!"Jawabnya sambil mengirimkan pesan kepadanya.
Tuuiiiing masuk deh,bikin mereka penasaran.
"Gimana balesannya?"Tanya balik.
"Ga marah kan dia?"
Thy Than hanya menggelengkan kepala sambil menjawabnya.
"Engga malahan dia jawab Ok semoga ga nyasar ya Wkwkwkwkwk,,,,gitu!"
"Hahahhaha,,,lucu juga dia ya."
"Beneran teman yang baik."Lanjut Jerry.
"Awas aja kalian sampai menyebalkan,aku remes-remes kalian berdua."
"Wiiiiiih takuuuut!"Sontak kompak kembali jawabannya.
"Hiiiihhhhh?,,,,amit-amit deh ketemu kalian berdua.Bisa mati berdiri aku."Sambil mukul-mukul meja.
Beneran ini hari yang membingungkan buat Thy Than bisa diantar pulang sama Biyan bukannya Jerry.Tapi sebenarnya harapanku seeh dia jerry,malahan dia menolak dan Biyan sang misterius girl jawabannya.Ga masalah yang penting dia ga nyelakain gua.
Sama halnya dengan Rasya yang mulai kendor dan nyaman bisa aga jauhan dikit sama Thy Than,Lagian kalau terus-terusan sama dia kan ada jenuhnya juga.Sekarang gua bingung lagi ngedate sama mba Ashila atau berduaan sama Ling-Ling ya?dia kan nggemesin gitu ya.Apalagi dia sendirian dirumah.Bayangan indah akan menerpaku dengan segala arah yang ga pasti sampai gila.