Thy Than

Thy Than
Bab.33 Perpust lagi



Diruangan perpust mereka pun perlahan mencarintempat yang bagus untuk sekedar menikmati suasana hangat yang tengah mereka pilih untuk mendapatkan cemistry dari novel masing-masing.Menggandeng melewati beberapa meja dan beberapa anak yang mengamati kedekatan keduanya menjadi senyum indah saat Thy Than mencoba untuk menjawab senyuman balasan dari seseorang ketika sapa salam itu sendiri.


Ribet juga lama-lama kalau sama Ganindra bisa aja nyari tempat tuh pinggiran dan hanya kita berdua saja tahu tentang hubungan kami sebagai apa disini.Walau sempat menolak,tapi kalau udah paswordnya keluar serasa berada dalam dekapan sayang seorang Sahabat atau kekasih seeh?


"Kita disana aja ya!"Tunjukknya kearah pojokan meja yang masih sepi.


"Kok disitu seeh pilihannya.Ga disana aja!"Protes Thy Than pengen tempat yang lebih friendly,tapi jari udah bergoyang pertanda menolak idenya untuk bergabung dengan orang lain.


"Kok gitu seeh,kan serem disana Sayaaang."Seraya menarik-narik tangannya.


"Ga pa-pa kali,kan lebih seru.Kita berdua aja gimana jadi cemistry kita itu lebih dapat mengenai sebuah ide cerita.Nanti kan bisa jadi referensi kita untuk kedepannya,ya ga?"


Menatap curiga,apa dia tengah membuat siasat untukku ya.Tapi ikutin aja nanti juga tahu sendiri.


"Boleh deh,yang penting kamu jangan buat aku makin baper nantinya ya!"Pinta Thy Than mengingatkannya.


"Ya kenapa engga!"Menariknya lagi membawa berjalan mendekati kemeja pilihannya.


Keduanya duduk,tatapan aneh pun kembali dirasakan oleh sang perempuan ketika tengak-tengok melihat langit-langit serasa ngeri juga berada diperpust dengan suasana hening tetapi memang harus hening dong.Kalau rame pasar jadinya heheheh.


"Beneran kita duduk disini?"Masih belum percaya seratus persen.


Menoleh,menyentuh pipinya ia menjawab santai tetapi tetap untuk melindunginya."Kamu ga usah khawatir ya,kita ini diperpust bukan digoa hutan belantara.Jadi jangan takut dong!Pleace ya!"Lanjutnya membuat Thy Than mengerti atau mencoba kuat.


"Ya deh.Tapi ntar aku mau ngobrol bisa kan pas pulang sekolah.Males banget kalau langsung pulang!"Lanjutnya memecahkan konsetrasi Ganindra.


Dia membenarkan duduknya menghadap Thy Than menekuknya dan kembali serius untuk melihat reaksi seorang perempuan yang sangat ia cintai saat ini.


"Kenapa emangnya?ga ada temen gitu!"Lanjut Ganindra mengangkat kedua alisnya melihat senyum Thy Than dengan tatapan manis.


"Iya seeh,kan om Rey sama kak Joana tadi berangkat kekantor.Apa kita maen kemana gitu!"Memberikan ide setelah pulang sekolah.


"Emangnya kamu suka kemana?"Menutup kembali novelnya,kayaknya lebih seru ngobrol sama dia deh dari pada harus membuka setiap lembar cerita tapi ada dia tamah lebih seru aja.


"kemana dong,gimana kalau kerumahmu.Biar aku tahu lho ibu kamu,kan sekarang aku ga punya siapa-siapa selain om Rey,kak Joana sama kamu.Trus bonusnya Mega heheheheh!"Membuat kejahilan sambil mendekap pipinya.


"Kenapa pengen dicium lagi ya."Tiba-tiba membuat kejutan kalimat untuknya.


"Iiiih,ga mau.Ntar ketahuan bahaya lho.Kena Sp kena marah juga akunya."Lanjut Thy Than menolaknya.


"Trus maunya gimana?kita ketemu ibu atau abangku?"Kembali membuat pilihan untuk Thy Than.


"Kayaknya seru ketemu kakakmu deh.Dia ga tinggal sama kamu gitu?"Penasaran juga.


Menggelengkan kepala.


"Kenapa?"Heran dengan jawaban yang pastinya membuat Thy Than semakin penasaran.


"Karena abangku butuh privasi seeh,juga dia udah kerja.Sedangkan dia juga butuh waktu untuk banyak keluar kota dan beberapa negara.Nantinya kalau ganggu ibuku juga ga enak!"


"Oooooh,,,sibuk juga ya.Jadi kamu tinggal sama Ibu kamu,trus abang kamu sendirian?apa ga serem gitu?"


"Ya enggalah,dia punya kekasih kok serem!"Jawabnya dengan tawa gelinya.


Tetiba Ganindra melihat jam tangan,obrolan keduanya pun perlahan bubar karena tinggal beberapa waktu lagi keduanya akan kembali masuk,ga jadi baca lagi deh.


"Neeh udah mau masuk.Kita keluar yuk,ntar kekunci lagi ga bisa lagi.Ntar dikira kita maninpulatif lagi sama keadaan perpust."Ajak ganindra menunjukkan layar jam tangannya kearah Thy Than.


"Yaaah,cepet banget ya."Kecewa juga akhirnya.


"Mana bukunya,biar gua yang pinjam nanti gua bilang sama mbaknya!"Meminta buku yang tengah tergeletak dimeja dekat Thy Than.


Mengambilnya dan memberikan kepada Ganindra,segera ia menyatukan dan mendekap buku dan mengajaknya untuk segera pergi dari ruangan perpust."Ayo dong sayaaang!"Rangkulnya penuh rasa.


"Heemm,sok romantis lagi.Mentang-mentang ga ada orang udah berani bilang sayang.Ckckckck!"Meraih tangan tangn Ganindra berjalan keluar dari ruangan perpust.


Sampai didepan reception,langkah Ganindra lebih vocal untuk mendekati penjaga perpust untuk meminjamnya.


"Haaaii,mba.Ini saya mau pinjam buku.Berapa lama ya balikinnya?"Tanya Ganindra mencoba menebar senyuman.


"Oooh buku yang ini palingan semingguan deh mas,kalau dua yaa bisa dua minggu.Yang penting ada catatannya kok.Bentar ya saya catat dulu!"Kata sang reception dengan mengambil buku catatan serta mencocokkan nomor serinya dengan buku yang akan mereka pinjam.


"Iya neeh,kemarin kan mau dibaca ampe abis.Malahan kita yang kekunci seharian disini!"Ujarnya geli.


"Ya mangkanya jangan dimabuk cinta aja mas,Sampai pake acara kekunci segala!"Lanjutnya sambil menyelesaikan catatannya lalu memberikan kepada Ganindra.


"Ini Mas,bukunya udah bisa dipinjam.Nanti bisa dibalikin ditanggal ini ya!"Sambil menunjukkan tanggal untuk dikembalikan kepada petugasnya.


"Oke deh mba,makasih!"Menerima kedua bukunya dan berbalik merangkul Thy Than yang ikutan berlalu berjalan bareng menuju sebuah lorong jalan sekolahan.


Masih ada obrolan yang menarik diantara langkah mereka yang terus memberikan canda bahkan kesenangan buat Ganindra semakin dekat dengan sosok perempuan dengan menyenggol juga saling cubit-cubitan membuatnya semakin banyak tersenyum bahkan ketawa lepas melihatnya.


"Lihat aja mereka pada seneng lho sama kedekatan kita berdua!"Lanjutnya sambil berbisik kepadanya.


"Iiiih,jangan gitu dong,malu lho dilihatin sama mereka!"Lagi mencoba menghindar.


"Hahahahaha,ga bisa.Ga bakalan bisa lho!"Sambil memainkan tangannya.


Kembali Adam dalam benak yang lalu lalang disetiap fikiran Mega,apa mungkin dia akan tahu sebenarnya tentang aku ya.Sebenarnya aku belum siap untuk mengatakan ini kepada Adam,hatinya resah saat kini berada diujung kehidupan yang belum menentu.


"Semoga saja,Ganindra memberikan penjelasan tentang penyakitku sebenarnya.Supaya dia tidak berprasangka buruk tentang masa laluku yang begitu aku jaga seperti dulu!"


Mencengkeram pembatas pagar berharap tidak ada yang menjadi beban saat ini.


"Thy Than kamu harus bisa menjaga Ganindra seperti dia menjagaku waktu kita dekat saat itu.Lalu kamu sebagai pengganti dalam setiap nafasku,jadi aku ga bakalan mengecewakan siapa itu cinta pertamaku hehehe!"Berharap seraya bersedekap mendekap kedua bahunya mencengkeram dengan harapan untuk bisa kembali dalam kebaikan ini.


Sampai didepan pintu ruangan sekolah,keduanya terhenti tepat didepan kelas Thy Than.Respek sekali sang lelaki untuk memberikan bukunya."Neeh,novelnya dibaca atau apalah.Yang penting jangan dilihat aja oke!"


"Iyaaa,sayaaang!"Lanjutnya dengan nada pelan penuh tawa.


"Hemmm,udah bisa bilang sayang tapi pelan.Yang kenceng dong berani ga?"Tantang Ganindra.


Memasang wajah ga terima juga,langsung aja mukul bahunya."Udah masuk sana,ga usah gangguin aku."


"Eiiiits udah mulai galak ya.Hahhahah!"Sambil nyubit pipinya.


"Cieeee,yang lagi kasmaran.Sok mesrah didepan kita-kita neeh!"Lanjut teman sekelasnya.


Menoleh dengan tatapan tajam,kenapa seeh sok perhatian banget deh mereka."Apaan seeh?"Seraya mengangkat dagunya.


"Tuuuhhhh,lagi jatuh cinta ya!"Lanjutnya dengan senyum menawan.


"Hehehehe,mau tahu aja."Lanjutnya masih santai mengumbar sennyum.


Tiba-tiba sebuah kejutan datang menyentuh pipi Thy Than,sebuah kecupan mendarat dipipinya hingga dia kabur lari.Membuatnya malu-malu banget menutup pipinya habis mendapatkan sebuah kecupan dari sang lelaki.


"Haaaah."


Ia berlari serta berbalik,menjawabnya.


"Byeee,,,Ntar ketemu lagi yaaaa hahhahha!"Berlalu meninggalkan Thy Than yang masih shock dengan perlakuan mengejutkan Ganindra.


"Hemmm,,,enak banget deh dapat perhatian khusus dari pacar baru.Sejak kapan lu deket sama Ganindra?"Tanya Selly penasaran.


"Iya ga ada angin ga ada hujan,,gerah iya."Lanjut Fera keheranan."Tiba-tiba sok deket gitu gimana ceritanya seeh kalian berdua tuh?"Ia lanjutkan rasa penasaran mendekati duduk disamping Thy Than.


"Udaah deh,jangan bahas itu.Malu aku Fer!"Lanjutnya manyun.


"Ga usah malu gitu kali Than,inget banyak yang naksir Ganindra tapi bertepuk sebelah tangan.Masih mending elu sama Mega jadi sahabat yang baik.Ga kayak Raisa sama Lala yang terobsesi sama Ganindra sampai apapun mereka lakukan demi mendapatkannya!"Lanjut Selly meyakinkan.


Heran emang sebelumnya gimana ya,kok aku ga tahu sama sekali.Kan deketnya aku sama Ganindra juga karena Mega,emangnya kenapa baru sekarang aku ngeh dan mengerti ya.


"Iya juga seeh,kan aku dekatnya sama Ganindra tuh dari Mega.Trus Mega tuh apanya?"Tanya balik.


Keduanya saling berhadapan juga saling mengangkat kedua pundaknya.Heran masak dia ga tahu seeh kalau cinta pertama Mega tuh dia.Apa dia memang ga tahu atau sengaja ga mau tahu ya soal ini.Tapi saat Fera mau mengatakan satu hal,belum mengangkat bibirnya udah datang sang guru pengajar terakhir datang mengejutkan mereka.


"Megaaa Tuuuh!"Belum selesai melanjutkan ceritanya cancel dulu deh,dateng iklan yang lama dan panjang.


"Siaaaang anak-anak!"Sapanya hangat datang menenteng tas kerja masuk kedalam kelas.


Sontak deh semuanya menoleh dan bergerak merapikan duduknya dengan tepat dan rapi.Semuanya tersenyum menjawab sapaan sang guru seraya ia duduk dengan santai.


"Eeeeh,nanti aja gua ceritain ya.Kalau sekarang berabe!"Lanjut Selly saat ia bisa membalikkan badannya membisikkan kearah Thy Than.


Sang guru pun berdiri dengan menaruh tangannya dibelakang serta menegur salah satu muridnya yang masih saja bergerak dengan sendirinya supaya lebih serius dengan mata pelajarannya.


"Sellyyyyy,,,,balik badaaaan!"Pintanya lantang.


Langsung aja dia berbalik dan malu-malu ga jelas plus salah tingkah mendapat teguran dari pak Guru.Cengengas-cengenges mendapatkan kartu kuning dari sang guru.Ia pun kembali terdiam dan mau ga mau ikuta larut dalam pelajaran terakhir ini.


Ya kali ini udah mendekati akhir week end,jadi hari ini hari sabtu dong bisa-bisanya menjalankan liburan sehari bersama orang yang terkasih.Sama halnya dengan Ganindra yang datang dengan santai menbawa novel hasil meminjam diperpust untuk dia pelajari sebagai referensi pemikirannya.


Suasana kembali dalam situasi serius ketika semuanya berada dalam kelas untuk mengikuti pelajaran terakhir dihari week end,idenya Ganindra pun keluar saat besok adalah ahri tenang sekolah dan bisa merasakan liburan.Sambil menatap novelnya mikirnya pun kemana-mana.


"Ntar kemana ya,apa gua jalan sama Thy Than atau menemani Mega?pilihannya yang sulit deh.Padahal apa yang dikatakan oleh Mega ada benarnya juga seeh."Kenang Ganindra waktu itu.


Ia berpesan untuk membuat senang hati Thy Than sebagai sahabat yang baik juga menjadikan dia sebagai seorang wanita special ketika dirinya benar-benar tidak kuat lagi dan harus melepas semuanya dengan tenang.Sebenarnya susah juga kalau aku berada dalam benak yang sesungguhnya. Jelas itu membuatku semakin memikirkan Mega ketimbang Thy Than.Padahal dia adalah poin utama saat ini untuk kembali membangkitkan hidupnya Mega yang tengah dalam kebimbangan.


"Rasanya gua harus bisa juga mencegah Adam untuk tidak bersikap diluar permintaan Mega kepadaku.Harusnya dia tahu apa yang akan dia lakukan pasti membuat luka hatinya Mega.Kan kasihan nanti Thy Than mikir dan ujung-ujungnya kembali dalam silang cinta tanpa kejelasan.Ckckckckck!"


Ribet banget ya hidup gua saat ini,dilain pihak gua masih sayang Mega dan cinta banget sama dia.Malahan ada kejadian kayak gini dan aku diharuskan mencintai Thy Than tanpa sebuah kejelasan yang berarti.Itu berat sekali Tuhan,ooooh kenapa aku bisa mendapatkan cobaan seperti ini.


Melihat kelakuan Ganindra yang aneh seakan tenga melakukan sebuah pementasan dengan pemeran penuh tantangan membuat sang guru menegurnya.


"GANINDRA KAMU KENAPA ITUUUU?"Sapanya lantang.


Haaaah,,,,gua terdiam seketika dan menyadari semua mata tertuju pada gua.Pasti itu sangat mengesalkan dalam hidup gua.Kenapa juga bisa kayak gini tadi guaaa.Batinnya bergejolak.


"E-ennngggak pak.Ga pa-pa kok hehhehe!"Lanjutnya dengan malu-malu dilihat banyak anak.


"Tuh tadi kenapa sampai bergaya ga jelas.Sok-sok an main drama.Siapa juga mau masukin kamu dikelas drama!"Candanya dengan geli.


"Heheheh,emangnya saya gimana pak ya?"Tanya Ganindra heran plus senyum-senyum ga jelas.


"Aaahhh,ntar bapak dikira orang gila lagi ma temen-temen kamu kalau bapak niruin gaya kamu yang ko-nyooolll itu.Serius dong okey!"Pintanya menatap kembali.


"Siap pak,peace!"Sambil mengangkat kedua jarinya meringis pastinya.


Kembali dalam sebuah acara pembelajaran yang lebih seru Ganindra mulai serius tetapi jari-jariny masih memainkan goyangan dibuku cover sampingnya.Menanti waktu untuk menuju akhir pelajaran hingga bell sekolah kembali berbunyi yang menandakan pelajaran telah usai untuk dilanjutkan.


KRIIIIIINGGGGG suara bel berbunyi kembali terdengar sehingga anak-anak pun bersiap untuk keluar dari kelas.Tak seperti biasanya Week end menjadikan misi buat Ganindra untuk mencari keberadaan Adam dimana dia berada.Gua harus busa menemukan dia sebelum dia bertemu sama Mega dan mengatakan hal yang tidak-tidak sama dia.


"Semoga saja ga ketemu sama Thy Than bentaaar ajaaa.Biar aku bisa ketemu sama Adam."Berharap dengan langkah terburu-buru mencari keberadaannya diluar kelasnya.Apa dia udah keluar kali ya.


Terhenti sejenak bertanya pada beberapa orang yang tengah becanda ria."Permisiiii,Adam masih didalam kelas ga?"Menatap dengan yakin bahwa mereka adalah pilihan yang tepat untuk mencari sahabatnya.


"Dimana dia,tahu ga lu?"Melempar pertanyaannya.


"Kayaknya dia udah kabur duluan deh Ndra.Tumben nyari,ga nyari kita-kita aja!"Senggol salah satu cewek yang mulai menggodanya.


Tersungging lalu pergi dan melambaikan tangan dengan cepat kaburnya."Enggaa,,makasih bye!"


"Yaaaahhh kabuuur malahan ckckckck!"


"Biasalah,palingan penting juga ketemu sama suhu game online.Palingan mau Online game murah kali!"Lanjutnya dengan tawa lepasnya.


Kemana ya dia,bisa-bisanya kabur dari gua.Padahal gua pengen ngomong sama dia.Awas aja lu kabur dari gua pasti gua tahan dulu dia.Berjalan kembali mencari keberadaannya ,tetapi kayaknya ga bakalan ketemu deh.Ternyata didepan lorong ada sosok yang tengah membuatnya terfokus sempurna yaitu Thy Than udah nungguin dengan bersandar sok serius sambil membaca novelnya.


"Aduuuuuh,kok malahan ada Thy Than segala seeh.Pasti dia curiga neeh ga gua samperin malahan nunggunya prestisius banget disitu lagi.Gimana gua kaburnya kali ya."Mikir dengan ilmu matematikanya yang melayang-layang ga jelas dimana akhirnya dia pun bingung sendiri.


Menepuk keningnya"Waduuh,ga ada pilihan ini!harus kuat!"Mencoba tenang dan ga menyapa siapa seseorang disampingnya saat ia tidak ingin menoleh sama sekali dan jalan lurus mencoba menghindarinya.


Belum sempet langkahnya sampai melewati langkah depan Thy Than malahan ada panggilan lantang dari belakang.Tentu itu gua tahu siapa dia.


"NDRAAAA,TUNGGUIN!"Lantang suara itu memanggil sosok pria yang tentunya kaget dua kali.Terhenti bak patung,sontak perempuan itu menutup bukunya serta menoleh kearah sebuah panggilan familiar tentunya.


"Mampus dah gua.Kena dua kartu bahaya ini!"


"Eeeh,sayaaaang.Dari mana aja!"Santai banget dia mendekati dan memukul perutnya yang sixpack.


"Aduuuhhh,,,sakit Sayaaang!"Bisiknya pelan.


Tak sampai disitu langkah Adam pun mendekati Ganindra dan menepuk pundaknya.


"Elu katanya nyari gua.Ada apa,,,haaah ada apa?"


Menatap serius kearah mereka berdua dengan wajah yang serius pula."Nyari Adam,tumben.Ada apa?"Ikutan nimbrung nanya.


"Engga,,,engga pa-pa!"Sambil geleng-geleng kepala.


"Beneran ga nyariin gua?"Mepet serta nunjuk kepipinya.


"Widiiiih gemes banget lu ma pipi gua?"Protesnya sambil menyingkirkan jarinya.


Meringis kearah Thy Than,ijin bentar deh biar ga tambah curiga dia."Sayaaang,gua mau ngobrol serius ma Adam ya.Ga boleh ikut ya.Bentar aja oke!"Sambil memainkan tangannya.


"Mau selingkuh!"Tiba-tiba kalimatnya membuat Adam menahan tawanya serta memalinhkan wajahnya.


"Hihihihihi,muka kek dia mau selingkuh!"Lanjutnya masih ngakak.


"Ya engga gitu kali.Santai aja ya,,,bentar aja!"Pintanya memohon dengan santai.


Mengangguk beberapa kali lalu mengacungkan jempolnya.Tanda-tanda itu sudah mendapt ijin dari Thy Than,segera Ganindra menarik tangan Adam dari peredaran dan mencoba menghilang sejenak.


"Jangan lama-lama ya.Aku sendirian nunggunyaaaa."pintanya manja.


Sambil mengacungkan jempolnya,Ganindra pun membawa Adam menghindar dari Thy Than nan jauh bentar tapi rasanya lama deh kalau lihat mereka bisik-bisik tetangga tentu membuatnya bosan lagi dan lagi untuk bisa menunggu sebenarnya pada ngomongin apa gitu.


"Semoga aja ga kayak prediksiku,heheheh!"Lanjutnya berharap banyak atas semua ini.Ya mau gimana lagi kalau ga nungguin mereka balik dari meeting rahasia lelaki.