
Yoshi terbangun dalam mimpinya,seakan bingung mencari dimana keberadaan Kekasihnya.Matanya pun perlahan mengawasinya dimana ia berada.Mencoba mengumpulkan nyawanya kembali saat tengah merasakan hawa dingin perlahan menghembuskan kearah kamarnya beranjak dia turun dari ranjang mencari bajunya yang tengah tergeletak dilantai seraya memakainya kembali.
Berjalan keluar balkon dan memastikan Joana masih berada dibalkon,tetapi kemana dia ya?apa dia kembali tanpa memberitahuku.Pertanyaan itu membuatnya semakin bingung,sampai ia turun kebawah mencarinya mungkin ada didapur membuatkan sarapan pagi.Nyatanya sama sekali dia tidak menemukannya bahkan heran saat mendekati meja makan telah tersedia sebuah sarapan pagi untuknya dengan sebuah pesan kertas ia tuliskan untuknya.
Mengambil dan membacanya.
"Pagi sayang,maaf ya aku harus kembali pulang kerumah Tuan muda.Karena aku masih punya tanggung jawab kepadanya.Aku sudah siapkan makanan buat kamu.Semoga kamu suka.
JOANA SAYANG
Sepucuk surat telah ia baca,menghela nafas seraya meremas kertas tersebut.Ternyata dia lebih memilih Tuan mudanya dari pada aku.Apa dia menikmati permainan semalam ya?sampai harus ingat bahwa ada yang harus dia kerjakan kembali.
Berjalan menuju dapurnya mengambil segelas air yang mulai ia rasakan kesegarannya.Kembali menatap keluar ternyata hanya semalam saja dia bersamaku.Tersungging kembali berbalik dan menatap sarapan paginya.
Diperjalanan pulang,Joana hanya tersungging saat tengah dijemput oleh supir lainnya.Pertanyaan itu membuatnya ingin tahu kemana Morgan tidak menjemputku ya?apa dia ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Kemana Morgan?apa dia sibuk!"Tanya Joana dengan menatap serius kearah supirnya.
"Beliau ada misi yang telah Nona berikan.Jadi dia tengah bertemu dengan seseorang untuk melancarkan aksinya supaya lebih bagus."Jawabnya yakin.
"Oke,pilihan yang bagus buat dia untuk tidak membuat pekerjaannya berantakan.Tapi kenapa dia bisa memilihmu ya!"Dengan tawa gelinya.
"Mungkin tidak ada lagi Non!"Jawabnya jelas.
"Ya,kamu kan biasanya mengurusi yang lain kan.Jarang bertemu denganku!setidaknya kamu tahu kalau aku sangat bosan dengan sikap Yoshi yang sok romantis dan menginginkan semuanya dalam genggamannya.Sangat membosankan!"Ujarnya lagi.
"Lalu saya mengantarkan Nona kemana?"Kembali bertanya.
"Antar saja kerumah Tuan muda Rey.Karena aku punya tanggung jawab sama dia okey!"
"Baik Nona Joana!"Lanjutnya menjalankan perjalanan dengan cukup menyenangkan.
Sarapan pagi pertama kali buat Thy Than bersama om Rey telah memberikan beberapa obrolan ringan bahkan candaan menggiurkan untuk diceritakan.Itu adalah sikap Rey yang ingin lebih dekat dengan keponakan barunya.
"Nanti siang kamu mau pulang kerumah kamu sendiri atau mampir lagi kesini?"Pertanyaan itu membuat Thy Than berfikir kembali.
"Eeeemmm,,,,rasanya aku balik lagi deh Om kerumahku.Apa aku masih boleh menempati rumah tersebut?"
"Boleh,,boleh aja.Sembari kita menunggu keputusan dari Ayahku ya.Bagaimana kelanjutan rumah kamu itu!"Melihat jam tangan segera bersiap untuk Rey berangkat kerja bersama Thy Than yang ikutan berangkat sekolah.
"Ayo kita berangkat,nanti terlambat lho!"Beranjak untuk berdiri dan bersiap untuk meninggalkan ruang meja makan.
"Ayo Om!"Lanjut Thy Than beranjak untuk merapikan semuanya hingga kembali seperti semula.
"Jangan diberisihin,biar Joana aja yang membereskannya."Pinta Rey menghentikan langkah Thy Than yang ingin membereskan semuanya.
"Om,biar Thy Than aja.Masih ada waktu kok 15 menit kan!"Jawabnya dengan tatapan lucunya.
"Ga pa-pa neeh?"Tanya lagi.
Sambil berjalan kedapur ia menoleh dan tersenyum
"Ga pa-palah Om.Kan Om baik sama aku!"Candanya ketawa geli.
"Bisa aja kalau curi-curi perhatian."Lanjutnya menunggu beberapa waktu setelah Thy Than selesai merapikan semuanya.
Ia berbalik dan mendekati Om Rey,merentangkan kedua tangannya untuk siap berangkat.
"Aku udah siap Om!"
"Oke kita berangkat!"Tetapi ada yang aneh saat ia melihat pakaiannya Rey,sepertinya belum lengkap untuk dia lihat dengan tatapan aneh.
"Om bentar deh,kayaknya ada yang kurang!"Tiba-tiba Thy Than menghentikan langkah Rey serta menyentuh tangannya.
Menoleh heran,kenapa dia?ada yang aneh mungkin sama aku ya!
"Apa?"Singkat ia penasaran.
Keduanya saling berhadapan,Thya Than melihat memang ada keanehan tetapi dimana ya.Beberapa kali memeriksanya,ternyata dasiny Om Rey belum dipasang.
"Ooooh,ini lho Om.Dasinya belum dipasang ya!"Mendongak dengan wajah polosnya.
Meringis menjawabnya"Hehehehe,iya Om ga bisa pasang dasinya Than!"
"Astaga,,,Emangnya Om ga bisa?kayak ayah aja deh.Mana aku pasangin!"Pintanya memainkan tangannya.
"Beneran kamu bisa pasangin dasinya Om?"Mengernyitkan kening.
"Ga percaya?"Tatapnya penuh kekesalan.
"Engga tuh!"Candanya sok serius.
"Hahahaha,bisa aja deh Om!"Kata Thy Than siap untuk memasangkan dasinya.Lucu juga Thy Than kalau lagi serius,beberapa kali tangan Rey nyubit hidungnya dan tentu pipinya juga.Bikin geli tapi seru juga.
"Kalau tahu dari tadi,Om udah minta pasangin tuh dasinya!"Lanjut Rey dengan senyum khasnya.
"Ya Om seeh ga bilang.Kan Aku pasangin,udah neeh Om cakep lagi!"Meringis geli kearahnya.
"Makasih banyak ya,ponakan Om yang cantik dan lucu!"Peluknya erat banget sampai Thy Than bertingkah konyol.
"Eeeehhhkkk,mati aku Om.Kalau dipeluk macam kayak gini!"Berontaknya mencoba melepaskan.
"Hehehehe,Om gemes banget sama kamu.Makasih banyak ya!"Lagi dia mendekap pipinya dan membuat bibirnya monyong lagi.
"Oooom,ga segitunya kali Om!"Kembali meluapkkan kekesalannya tapi malah tawa lepasnya kembali datang.
Memang kalau udah senang dan bahagia telah menjadi sebuah kejelasan seorang Rey terhadap Thy Than sang keponakannya.Perempuan yang tengah mencoba bahagia dalam setiap duka tersembunyi dalam hatinya.Langkah keduanya pun bersiap untuk berangkat sekolah,akrab bahkan dikiranya keduanya adalah kakak adik soalnya sama-sama membuat orang yang melihat kekompakannya menjadi ruang khusus yang benar-benar memberikan sebuah kehangatan tanpa arah.Selalu bersama dalam langkahnya.
Tak berselang lama datang sebuah mobil maybach mercedez perlahan memasuki area parkir apartemen.Sesaat itu juga Rey dan Thy Than keluar dari Lobby lift dan bersiap untuk keluar menuju parkiran.Tatapan Joana sungguh tepat sampai ia meminta sang supirnya untuk segera menghindar dari dekatnya mobil pribadi Tuan muda.
"Tolong parkir yang jauh dari pandangan mereka ya.Aku ga ingin secepat itu mereka tahu siapa aku!"Pinta Joana mengarahkan supirnya.
"Baik Non,saya akan pindah parkiran."Jawabnya sambil segera tancap gas dan meninggalkan sejenak keakraban mereka.Dari jauh pun Joana memastikan juga penasaran dengan mereka berdua,ada apa ya Thy Than sampai menginap diapartemennya Rey?apa ada yang harus diselesaikan?
Mobil Reu berputar segera meninggalkan parkiran,tatapan jauh Joana membuatnya segera turun dan bersiap untuk masuk kedalam."Terima kasih ya,kamu boleh pulang!"Ujarnya sambil berpamitan kepada supirnya.
"Baik Non!"Jawabnya mengangguk.
Setelah situasi aman dan terkendali,Joana pun turun dari mobil pribadinya,segera ia melangkah santai masuk kedalam Lobby dan segera menuju lift untuk memastikan aman dan tidak ada yang mengikutinya.Sampai juga dipintu kamar milik Tuan muda.Ia beringsut masuk kedalam serta melihat keadaan aman dan terkendali.Apa benar ga ada apa-apa semalam?.
Berjalan menuju kamarnya,tidak ada yang mencurigakan seraya ia melepaskan lelahnya dengan merebahkan sejenak tubuhnya.Ia menatap keatas langit-langit dan merasakan keintiman antara dirinya dan Yoshi.Sehebat itu dia membuat seorang wanita menjadi budak cintanya.Sama sekali hatinya tidak tertarik dengannya tetapi itu adalah sebuah sandiwara yang akan dia lakukan untuk membuatnya jera dalam sikap ini.
Yoshi pun seperti itu,rasanya dia tidak begitu suka terhadap sikap Joana yang telah meninggalkan dirinya sendiri tanpa berpamitan kepadanya.Segera ia mencoba menghubunginya kembali.
Tersungging untuk mempertanyakan keberadaannya.
"Aku harus tahu dimana dia sekarang,apapun itu dia belum boleh lepas dariku!"Mengambil ponsel lalu menghubungi Joana yang masih tak percaya dengan cerita semalam.
Terkejut mendengar sebuah panggilan,dan itu memang dari sibrengsek yang sudah membuatnya menyela dalam setiap nadirnya.
"Halooo!"Jawabnya malas.
"Kamu dimana?tanpa jelas meninggalkan aku sendirian!"Suara seriusnya itu membuat Joana segera bangun dan heran,kenapa dengan dia.
"Yoshi kan aku sudah membuat note buat kamu,dan sarapan pagi sudah aku siapkan.Jadi kamu harus ngerti dong aku dimana!"
"Heiiii,aku tidak suka dengan sikap posesif kamu ya.Aku bukan siapa-siapa kamu okey!"Pintanya memperingatkan.
"Bukan itu maksudku.Tapi setidaknya kamu membangunkan aku dan membuatkan senyuman untukku.Bukan seperti ini."
"Ayolah Yoshi,kamu tahu kan apa pekerjaanku.Aku adalah asistan pribadi Tuan muda Rey.Dan itu harusnya kamu tahu!"
"Apa?apa hanya karena asistan pribadi trus kamu tidak mendapatkan wewenang untuk bebas bersamaku?"
"Ya tidaklah,aku orangnya proffesional lho.Jangan sampai ini pertemuan kita yang terakhir ya."
"Ooohh ,,,,jangan,,,jangan.Jangan bersikap seperti itu.Jangan kayak anak kecil kamu!"Beranjak berdiri dan bersikap lebih kaku.
"Aku tidak seperti anak kecil,aku bersikap seperti ini karena aku tahu tanggung jawab sebagai bagian dari hidupku.Ga mungkin dong aku melepaskan tanggung jawabku seperti itu!"
"Ayolah,jangan marah seperti itu!"Pintanya tersulut emosi pula.
"Siapa yang marah Yoshi,itu adalah sikap kamu.Nada kamu yang membuat aku bingung saja deh.Kita udahan dulu ya.Pleace jangan ganggu dulu aku okey bye!"Langsung menutup ponselnya.
Tuuuuttttt,suara ponsel Joana pun terputus seketika.Sekejab Yoshi pun terheran-heran sama sikap Joana yang sama sekali tidak menunjukkan sikapnya sebagai seorang kekasih baiknya.
"Halooo ,,,,halooo,Joana.Joe!"Menghela nafas panjang,kenapa dengan dia.Apa dia tidak mengerti yang aku maksudkan kalau aku masih membutuhkannya bukan malah seperti ini.
"Bisa juga dia berkata seperti itu.Tunggu aja kalau sampai kamu tidak bisa merubah sikapmu,akan ada orang yang akan merubahnya dengan kejutan yang tak bisa kamu dapatkan dengan mudah."
Beranjak berdiri kembali bersikap baik-baik lagi,Joana pun merubah kembali penampilannya dan siap untuk menjalankan tugasnya kembali.Bergegas untuk merapikan semua sudut ruang.Dan memang dia sama sekali belum menemukan hatinya saat tenang.Sampai hati Yoshi membuatku seperti ini.
Sampai juga didepan sekolah,tentunya Thy Than segera berpamitan dengan Om tersayangnya,Rey.Tatapan Rey memang selalu membuat siapapun jadi melting seperti yang dirasakan olehnya saat itu.
"Om aku masuk dulu ya."Ujarnya manis.
"Iya,hati-hati kalau sekolah okey!"Pintanya tiba-tiba menjorokkan badannya dan mencium kening Thy Than.
Sungguh itu adalah moment mengejutkan dan membuatku sama sekali tidak bisa berfikir lebih jernih.Hanya menatap Om Rey penuh salah tingkah,malahan senyuman kesekian kalinya muncul lagi.
"Ma-kasih O-m!"Ia pun mencium tangan Om Rey dan membuka pintu mobil.
"Byeee,hati-hati ya!"Lambaian tangan Rey membuatnya senang dan membalas lambaian tangan pula,juga membuatnya semakin terpesona oleh perhatiannya.
Menutup pintu dan berjalan masuk kedalam pintu gerbang,masih saja tatapan teduh Rey tentang perempuan yang telah ia cium keningnya.Thy Than kamu udah mulai dewasa,dan tentunya sangat menarik,semoga kamu betah dengam misteri kehidupanmu ya.Perlahan menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan dirinya.
Dihalaman sekolah,tentunya rasa bingung dialaminya dengan lamunan bahkan tak percaya akan sebuah kecupan kening telah mendarat dikeningnya.Hatinya gundah dan tak bisa berkata lagi."Astaga keren banget seeh Om Rey.Selalu bikin aku jadi melting dihadapannya.Kenapa seeh ya tuhaaan!"Batinnya dalam suasana tak berdaya seperti ini.
Sekejab tak bertahan beberapa lama,tiba-tiba Ganindra kembali mengagetkannya dengan menepuk pundaknya dari belakang.Sungguh itu menyentuh hatinya sampai menoleh kebelakang dengan kepalan tangan penuh emosi.
"Heiiii ,,,sok ga tahu aja elu!"Langsung aja gercep tatapan Thy Than menoleh kearah Ganindra.
"APAAN SEEH INDRAAAA,BIKIN AKU JANTUNGAN TAHUUU GAAAA!"Sontak emosinya sangat ekspresif dan membuat Ganindra melotot dan lanjut ketawa lepas.
"Hahahahaha,emang dasar elu ya.Gua lihatin dari tadi ga ada respek sama sekali.Emang kamu dapat cowok baru?"Kembali membisikkan ketelinga Thy Than.
Menoleh membalasnya dengan pukulan kepundaknya,ga terima dengan kejutan yang diberikan oleh Sahabatnya langsung saja dia membalasnya.
"Enak aja cowok baru,dia itu Omku yang baru.Yang menyelamatkan aku dari kesedihan yang selama ini aku rasakan Indraaa."
"Om yang baru,emangnya kamu punya Om yang lama?"Kembali terhenti berfikir kembali mempertanyakan lagi.
"Indraaa,kamu tuh ya.Selalu aja bikin aku keseeel!"Sambil nyubit lengannya.
"ADUUUUUHHHH SAKIT THAN!"Teriaknya menggosokkan lengannya.Beberapa kali ia mengosok-gosok lengannya akibat serangan ganas Thy Than sungguh brutal menurutnya.
"Mangkanya jangan macam-macam deh sama aku heheheh.Masak Omku dibilang cowok baru emangnya kamu tahu aku punya cowok sebelumnya?"Kembali mempertanyakan lagi.
Sambil mengangkat kedua pundaknya,mungkin ia tahu atau hanya sebagai bualan semata."Ya mana gua tahu,bener atau engganya."
"Trus kenapa kemarin batalin pertemuan kita?ada masalah penting."Kembali menoleh kearah Thy Than.
"Oooh iya Sorry banget,kemarin tuh Om Rey ngajakin meeting dikantornya.Busyeeet lama tentang itu lho ndra.Tentang surat kuasa ayahku kan masih ribet juga yang ngurusin akhirnya Om Rey."Lanjutnya.
"Surat kuasa?"Heran tumben anak macam Thy Than bisa mengenal tentang surat kuasa.Apa memang benar soal keluarganya yang masih dalam misteri?
Mengangguk mencoba menjelaskan.
"Gini lho,itu surat kan udah dibuat ayah ternyata sejak ia melakukan pinjaman uang dan ia mengalami fiktif proyek.Disitulah ayah shock berat dan segala bentuk aset telah berpindah tangan Ndra.Kan itu beratnya sama aku akhirnya"
Sambil menepuk bahunya,ada senyum semangat diberikan oleh Ganindra."Sabar ya,semoga kamu dapat memecahkan masalah berat ini!"Mulai mengerti dan memberikan perhatian.
"Makasih ya,trus kemana Mega?kok ga kelihatan batang hidungnya!"Seraya menoleh dan mencari-cari keberadaannya.
"Kayaknya seeh dia ga masuk.Sakit katanya!"Lanjutnya menjelaskan.
Heemm sakit?sakit apa dia ya!
"Sakit apa?"Wajahnya serasa dihantam meteor,kenceng banget.
"Dia lagi ga enak badan,kayaknya lagi oleng deh dia hahahahah,bisa aja dia sakit!"
"Serius,sakit apa dia?"Kembali penasaran.
"Ya mana gua tahu,tadi dia kirim pesan gitu.Bentar neeh gua laporin sama wali kelasnya.Kan gua sebagai sahabat yang baik!"Lanjutnya sambil jalan,Thy Than pun ikutan ngekor dibelakangnya.
"Ikut deh,ntar kita jenguk bareng-bareng ya!"Seraya memberikan senyuman kepadanya.
"Iya dengan senang hati!"Mendekap tangan Thy Than mencengkeram erat.
Sontak ia kaget dengan sentuhan hangat pemberian Indra,siapa juga ga terharu melihat perlakuan istimewa yang diberikan oleh pria seperti Ganindra.Pria romantis yang ditersamarkan oleh sikap gaul dan rock and roll.Tetapi aneh juga kalau dekat sama dia macam seperti teman tanpa status gitu.
Sampai dibibir pintu,rasanya niat Thy Than untuk menemaninya bertemu dengan wali kelasnya batal karena berfikir juga nanti ketemu sama ibu Dira didalam kelas lalu kena juga pertanyaan sama gurunya tersebut.
"Ndra,aku tunggu diluar aja ya.Kan bu Dira wali kelasku juga.Ntar juga ketemu sama beliau.Ga asyik deh jadinya."Ia menghentikan langkah Ganindra.
Menoleh dengan wajah serius,ya gimana lagi kalau udah dari niatnya gitu,mana bisa dilawan anak satu ini.Kan dia keras kepala juga.Ya udahlah.
"Ya udah,aku masuk dulu.Ntar kalau udah bel bunyi tinggal aja gua ya.Ga usah nungguin okey!"Memegang bahunya.
"Iyaaa bawel!"Jawabny kesal,kayak mau perpisahan kemana aja seeh?
"Hahahah gitu aja ngambek!"Sambil nyubit hidungnya dan menggoyang-goyangkannya.
"Sakit aaahh!"Sambil berontak melepaskan cubitan kerasnya.Sesekali ia mengambil nafas setelah cubitannya sungguh menyentuh hidung sampai kesalnya tampil lagi.
"Masuk sendiri deh!"Sembari menampakkan wajah kesal pula,maunya masuk bareng sama sahabat rasa cinta.Malahan ga bisa ckckckckckck.
Diluar ruangan tepatnya didepan pintu ruang guru terdapat tempat duduk yang digunakan oleh Thy Than untuk menunggunya sampai beberapa anak heran melihat keberadaannya duduk dikursi tersebut hingga beberapa pertanyaan muncul.
"Thy Than ngapain?"Sembari lewat menggoda.
"Apa luuuu ,,,,ganggu aja!"Sontak menampakkan wajah premannya.
"Widiiiih,galak banget!!!!"Tawanya lepas saat berjalan sambil godain perempuan yang tiba-tiba galak.
"Biaaariiiin!"
Trus Thy Than pun penasaran sama Ganindra kok ga keluar-keluar seeh dari ruangannya bu Dira,betah banget kalau temu kangen sama wali kelasku.Apa seeh yang menarik darinya.Heran deh udah sepuluh menit lho laporannya ga selesai-selesai.Emangnya bikin makala apa seeh dia.Apa aku tinggal aja ya heheheh.