Thy Than

Thy Than
Bab.15 Notif pesan dari Joana untuk Morgan



Setelah lama menunggu,tepatnya dikedai kopi dengan nuansa musik melow hampir membuatnya lupa segalanya.Yupz sebuah lagu berjudul hati lain dihatimu membuat sebuah memori Morgan terdiam sedikit tersungging dengan alunan dan cerita sebenarnya lagu ini telah memberikan cerita perjalanan hidupnya.Entah kenapa dirinya berada diantara kisah romansa yang tak pernah hilang,menatap secangkir kopi dengan seruput nikmat hingga bayangan cinta yang sebenarnya pun belum sirna.


Apakah benar kalau aku tidak menjadi bagian hidup Nona Joana mungkin dia masih memberikan cerita cintanya kepadaku.Tapi sudahlah dia memang harus bahagia dengan orang lain itu adalah pilihannya.Setelah membayangkan keindahan bersama Nona Joana tiba-tiba notif masuk kedalam ponselnya.Terkejut tersorot kearah layar ponsel pasti ini tugas dari Nona Joana,tersenyum membukanya.


"Ooooh,ini orangnya.Tampan juga tapi siapa sangka dia memiliki sesuatu yang lebih dari yang aku bayangkan,heheheh!"Seraya tersungging menatap sosok fotonya.


Lega juga setelah Joana memberikan notif keGmailnya dan tentu itu membuatnya segera pulang menggunakan Taxi untuk pulang kerumah Tuan muda Rey.


"Saatnya menunggu kerja dari Morgan,apakah dia bisa menjalankan tugasnya!"Tersenyum menantinya seraya menaruh kembali ponsel kedalam tas kerjanya.


Rasanya aku tahu dimana dia tinggal,kalimat itu pun segera untuk menghubungi salah satu teamnya guna memastikan keberadaan pria yang disinyalir sebagai seseorang mencurigakan dalam hidup Nona Joana.


Mencoba menghubungi seseorang,dipastikan dia adalah seorang wanita pilihan Morgan untuk mengelabuhinya.Pilihan itu segera membuatnya untuk menghubungi dengan keberadaannya malah tengah dekat dengan Yoshi.Memang gila kali ini kalau Morgan membuat skenario terselubung untuk menjebak siapa lelaki tersebut.


Wanita itu tengah bermesrahan dengan Yoshi,tentu itu adalah ide yang sunggug menantang hingga dirinya berhenti merasakan kehangatan semata bersamanya.Menghentikan langkah bibirnya untuk kembali menjelajahi setiap lembut kulit putihnya.


"Sebentar ya,aku angkat telpon dulu oke!"Pintanya dengan pesona menggoda.


Mengernyitkan kening,rasanya aneh juga kalau ketika tengah merasakan romansa cinta malahan ada yang mengganggunya.Sungguh sangat memuakkan.


"Kamu yakin,tidak bermain cinta denganku?"Bisiknya masih menggodanya.


"Sebentar ya!"Pintanya melepaskan pelukan tengah menjerat tubuhnya.


Rasanya aku harus mengalah sebentar untuk dia,Okelah sepertinya itu lebih penting dari yang aku harapkan.Membiarkan wanita tersebut berjalan dengan seksinya,tak kusangka dia meracuniku dengan tubuhnya yang membuatku sungguh terpana dan pernah bosan.Kemeja panjang dengan lengan pendek serta celana pendeknya sungguh menggoda apalagi berwarna pink.Sayang aku belum bisa menaklukkannya lagi.


Masih menatap bahkan ingin memeluknya kembali seakan ia tahan untuk satu moment tersebut.Hingga wanita tersebuy mengangkat dan berbicara dengan Morgan.


"Haloo,Tuan ada yang bisa saya bantu?"Senyum itu benar-benar mengarah pada sosok pria yang akan memberikan sebuah kerjaan baru untuknya.


"Haiiii,kamu dimana sayang?"Sapanya tersenyum geli.


"Saya tengah berada disebuah apartemen bersama seorang pria menarik,apa anda tertarik untuk menawar saya?"Kembali bercanda.


Sembari menggaruk-garuk kepalanya,rasanya sudah lama aku tidak bermain cinta dengan dia.Tapi kali ini aku harus fokus untuk seorang Nona Joana sebagai misi tersembunyinya."Kayaknya lain kali ya.Aku butuh bantuanmu kapan kamu bisa datang kerumahku?kita bercerita banyak hal tentang sebuah pekerjaan."


"Mungkin nanti aku akan menghubungi Tuan ya.Aku lagi sibuk mendapatkan apa yang aku inginkan saat ini!"Ujarnya tengah berbalik kearah Yoshi dengan centilnya menggoda.


"Yaaa,aku tunggu.Nanti malam bisa kan!"Lanjutnya sambil menutup akhir percakapannya.


"Boleh,aku tunggu pekerjaan yang menarik tersebut!"Kembali penasaran dan menagihnya.


Memang sebuah obrolan telah membuat Yoshi penasaran hingga perlahan mendekati dan bersandar disamping pembatas jendela ia bersedekap menatap wanita tersebut.


"Heeeiii,udah selesai ngobrolnya?"Pertanyaan itu membuat dia terkejut dan menoleh serta menatap tajam ada sedikit curiga,namun ia bisa tersenyum dengan mendekati Yoshi lalu memeluknya.


"Kenapa kangen banget ya,ditinggal sebentar saja!"Mendongak dan melepaskan senyuman hangat.


"Rasanya aku tidak rela bila kamu mengobrol dengan orang yang membuat senyummu datang kembali.Ada apa sebenarnya haaah?"Pertanyaan itu kembali diutarakan olehnya sembari mendekap pipi dan merapikan rambutnya yang tengah terurai.


"Rasanya juga aku harus bilang,kita tidak akan lama-lama berdua disini kan.Aku tahu juga kamu akan bertemu yaaa dengan seseorang diluar sana,dan aku tidak akan cemburu untuk kedekatan itu."Memukul dada Yoshi.


Yoshi pun pura-pura batuk dan merasakan pukulan pemberian Wanita tersebut sungguh bersemangat sampai ia tak bisa lagi merasakan kelembutannya.


"Uhuk,,,uhuk,,,uhuk ,,,kamu memang ya.Wanita menyamai sebagai lelaki ya,hahahah!'Tawanya sambil menyentuh kedua tangannya.


"Apa itu sudah mewakili bahwa aku lebih suka pria tampan dan perkasa!"Candanya lagi menggoda.Perlahan ia melempar ponselnya hingga tersemat diantara sofa balkon yang tetap melindungi privasinya.


Keduanya saling mendekat beberapa inci dan ciuman pun kembali dituangkan penuh hasrat,dalam benak Wanita tersebut adalah ia sangat menyukai pria seksi dengan aura cinta sangat membunuhnya.Perlahan melepaskan ciuman penuh keintiman,rasanya waktu bersamanya adalah tinggal beberapa waktu lagi.Wanita penggoda itu perlahan ingin meninggalkan cerita cintanya yang cukup puas untuk diarungi dengan segala hasrat.


"Perjanjian kita sampai beberapa menit lagi,ingat jangan melupakan hadiah yang aku minta ya."Tersenyum masih bisa melihat tatapan nakal Yoshi.


"Ayolah sayang,aku masih butuh kamu disini!"Pintanya dengan menggaet pinggulnya.Memutar tubuhnya dan menarik kembali saling berdekatan,******* sejenak terungkap dalam tawa gelinya saat ia kembali mendongak untuk melihat senyuman sinis Yoshi.


"Tidak,mungkin lain kali aku akan kembali disaat aku menginginkanmu lagi,bagiamana?"Berbalik menatap kembali melihat reaksi ekspresi wajah Yoshi.


Mau bagaiamana lagi,dia sangat menggoda.Tetapi waktu yang dia berikan sungguh singkat.Rasanya aku ingin merasakan siapa wanita ini sesungguhnya.Melepaskan pelukan dan membiarkan penggoda sejatinya pergi meraih ponsel dan berjalan masuk kedalam diikuti oleh langkah Yoshi untuk melepaskan kepergiannya dalam beberapa waktu selanjutnya.


Sampai didepan pintu,wanita tersebut menoleh serta merangkul dan memberikan ciuman kecup kening,Perpisahan itu meninggalakan sebuah rasa misteri antara penggoda dan pemain cinta terdalam.


"Uuuuhh,,,kayaknya aku harus segera bertemu dengan joana.Dia kan pilihan yang sungguh membuatku tak terlupakan olehnya."Berjalan seraya melepaskan keheingannya dan meraih ponsel yang tengah ia genggam beringsut tengahdah merebahkan tubuhnya disoga empuk kulit berwarna coklat,mencoba untuk menghubungi Joana.


Saat itu ia tengah dalam perjalanan pulang mendekati rumah milik Tuan muda Rey,sebuah panggilan kembali membuatnya sedikit risih dengan wajah kesalnya ingin membuka tasnya.Siapa seeh sebenarnya sudah membuat moodku berbeda kali ini.Meraih ponselnya melihat layar ponsel mengernyitkan kening sedikit tersenyum mengangkat dan menyapa pria idamannya tersebut.


"Selamat sore sayang!kamu jadi kan datang kesini?"Berharap sebuah jawaban datang secepat keinginannya.


"Ooooh,Yoshi.Kamu kangen banget sama aku ya?"Jawaban itu seraya menyentuh dirinya saat moodnya tengah baik-baik saja.


"Ya begitulah,jadi kita ketemuan malam ini?"Kembali menawarkan dirinya untuk mendapatkan hatinya.


Tersungging sepertinya itu tidak ingin bertemu dengan Yoshi,hatinya entah berada dalam alam berbeda saat ini.Sayang sekali bila Morgan mendapatkan info sebenarnya tentang Yoshi.Kalaupun aku menolak malam ini pasti dia akan curiga dan ingin menjegalku segera.


"Eemmm,,,,rasanya kamu kangen banget ya sama aku.Kita ketemu dimana?"Kembali bertanya.


"Apa kita jalan-jalan dulu,aku akan jemput kamu gimana?"Menawarkan sebuah bantuan,seraya dia bangun dan bersandar merasakan hatinya tengah berada dalam bayang-bayang keindahan seorang Joana.


Sang supir pun membalas dengan senyuman pula,terkadang menoleh kebelakang dan penuh tanya setelah ia menutup ponselnya.


"Nona tengah mengobrol dengan kekasihnya ya?"Pertanyaan itu membuat senyum simpul Joana pun menjawabnya.


"Tidak juga,cuman iseng aja.Orang yang aku sayangi ternyata tengah bermain cinta dengan orang lain!"Jawabnya membela dirinya.


"Ooo,dari cara anda bicara.Anda sama sekali tidak mengingkan cinta yang sebenarnya dari Kekasih anda ya! ckckckck!"Pertanyaan itu membuat Joana hanya menjawab santai.


"Banyak pria yang menginginkanku,tapi malahan mereka tidak tahu siapa sebenarnya aku!"Ujarnya tersungging.


"Ya nanti juga akan tahu kan Nona!"Lanjutnya melirik dari spion depan.


"Mungkin ya,hahahaha!"Jawabnya ringan menutupi rambutnya.


Sampai juga diapartemen milik Tuan muda Rey,dengan tampilan elegan Joana keluar untuk segera memasuki lobby apartemen.Senyumnya kembali terkembang saat menyapa reception lobby dan tentu itu adalah khas istimewa seorang asistan pribadi Tuan muda Rey.Memasuki lift menekan sebuah nomor kamar,bergegas ia menanti dengan sabar menuju kamar pribadinya.


Sama halnya Morgan,dia tengah bahagia ketika akan bertemu dengan wanita yang telah menjadi incaranya saat ini.Wanita yang telah lama membuatnya patah hati tetapi tetap ingin bersamanya,karena hanya sebuah pekerjaan dia selalu hadir tanpa sebuah ikatan yang mendalam tentang cinta dan kekasih tanpa status.Setelah usai dengan pekerjaannya,ia kembali menutup laptop.Mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar makanan dan minumannya,meraih laptop serta memasukkannya kedalam tas kerja.Berlalu meninggalkan meja penuh dengan misteri pekerjaannya.Langkahnya meninggalkan kedai kopi dengan senyuman seperti biasa ramah dan melambaikan tangan.


Keluar dari pintu kedai ia menuju sebuah mobil mewahnya berlalu melewati jalanan kota,dan mendapatkan notif kembali dari Joana,tentunya kembali membuat dirinya tersenyum melihat emoji yang dikirimkan kepadanya.Terkadang aku heran dengan Nona Joana,kenapa dia selalu bermain teka-teki dengan keluarga Tuan muda Radithya Rey,padahal apa yang dia inginkan sudah lebih dari yang diharapkan.Memang kalau sebuah obsesi tak bisa dikalahkan oleh apapun.


"Malam ini aku bertemu dengan Yoshi,kamu mau memberikan aku semangat untuk ini?"Terkirim sebuah pesannya,Joana melempar ponselnya ke Ranjang tidurnya.Rasanya lelah bila aku mengikuti jalan cerita yang tak pernah berakhir seperti ini,tapi tanpa skenario seperti ini mana aku tahu hati ketiga pria yang tengah menjadi incaranku,heheheh.


Malam ini adalah malam yang jelas menjadi incaran seorang wanita seksi nan menggoda,dia sudah menyadari kedatangannya memang sudah diketahui oleh salah satu penjaga rumah Morgan yang siap menyambutnya dengan ramah.Kedatangannya memang selalu terlihat seksi bahkan rasanya ingin menggodanya saja adalah impiannya.Tetapi siapa sangka itu adalah mustahil untuknya.Hanya menyapa dan memberikan ruang untuknya adalah pilihan yang sering diberikan oleh Morgan untuknya.


Kaki jenjangnya sangat indah,pakaiannya seperti wanita tengah kepesta malam dengan segala kecantikan juga senyuman bahkan auranya sangat didambakan oleh banyak pria saat ini,rambutnya tergerai indah dengan aksen warna hitam sedikit merah membuatnya menarik sekali.


"Selamat malam Nona,apa anda sudah ada janji dengan Tuan Morgan?"Sapanya dengan tawa gelinya membukakan pintu.


"Seperti yang kamu lihat Sandi,saya datang atas permintaan dia.Jadi boleh saya masuk?"Kembali menggodanya ketika tersenyum merekah itu datang.


"Dengan senang hati Nona!"Sambil membukakan pintu untuknya,Masih Sandi berdiri didepan pintu dan mempersilahkan untuk masuk,Wanita itu terhenti dan bertanya tentang kedatangan Tuannya.


"Apa dia segera pulang?"


"Yaaa,sebentar lagi Nona.Silahkan masuk!"Pintanya mempersilahkan masuk kedalam.


Mengangguk dan berkata"Terima kasih!"


Berjalan masuk kedalam,seperti biasanya ia menikmati setiap jalanan hidupnya penuh gemerlap malam.Berada dalam keheningan malam,langkah Sandi pun mengikutinya setelah menutup pintu.Berjalan mengikutinya sampai disebuah sofa panjang kulit dengan tatanan elegan.Rumah mewah ini selalu membuatnya bahagia ketika berada bersama kehangatan perapian yang merupakan aksen Eropa dan telah membuat tubuhnya hangat saat duduk dengan santai.


"Ada yang bisa saya bantu kembali Nona?"Terhenti merundukkan badannya.


Mendongak lalu menjawabnya.


"Rasanya tidak ada,aku hanya ingin sendiri menunggunya saja Sandi!"Jawabnya pasti.


"Anda tidak ingin saya melayani lagi?"Kembali mempertanyakannya.


Ia menggeleng tersenyum,dan menyuruhnya untuk pergi meninggalkan kesendiriannya.Dengan senang dan tenang dirinya pun pergi meninggalkan dirinya yang perlahan menyukai kehangatan perapian ala Eropa tersebut.Terdiam serta menompangkan tangannya seraya menyilakan kakinya,ia mengambil minuman Wine yang telah tersedia disamping mejanya dan mengambil serta menuangnya.


Tak lama ia mendengar sebuah pintu terbuka serta langkah rapi seorang pria,membuatnya tersenyum saat langkah itu semakin dekat.Melepas sebuah jas kerjanya serta melempar kekursi,perlahan pula langkahnya menghampiri serta melepas kancing lengan,melintingnya sampai batas pergelangan bahunya beberapa kali.Sebuah ciuman pun mendarat tepat dipundaknya serta membisikkan sebuah kalimat untuk wanita penggoda.


"Malam wanitaku,apa kamu menyukai ciumanku ini!"Tersenyum serta menunggu sebuah jawaban ketika ia menoleh dan tersenyum menyambut kalimat tersebut.


"Haiiii pria perkasa.Terlalu cepat pertanyaan itu kamu munculkan dengan manis!"Jawabnya ikutan tertawa lepas melihatnya duduk disampinya masih merapikan lipatan lengan bajunya.


Morgan sangat menyukai wanita berpenampilan menarik seperti dia,bahkan keseksiannya belum ada yang menolaknya untuk hanya menatap bahkan telah menikmati dengan tatapan nakalnya."Apa kamu malam mau menemaniku,aku butuh sosok wanita yang menghangatkan diriku malam ini."Seraya membelai setiap jenjang kulitnya yang mulus dan memainkan dengan lembut sampai ia tak kuasa menahannya dengan pejaman mata bahkan ******* serta menggigit bibirnya sendiri.


"Kamu memang nakal ya,sampai membuatku seperti ini."Tersenyum berbalik menatapnya,sesekali membisikkan keinginannya untuk mendapatkan kehangatan bersama seorang pria seksi seperti Morgan."Kamu membuatku selalu ketagihan sayang!"


Tersungging serta menancapkan kepalanya dipundak Wanita tersebut dan berkata."Malam ini aku tidak ingin tergesa-gesa untuk bercinta denganmu sayang.Monalisa wanita menggemaskan dalam dekapanku!"Perlahan mendekapnya.


"Kenapa kamu selalu membutuhkan aku Tuan tampan nan menggoda"Mendekap kepalanya,lalu mengangkatnya keduanya saling tersenyum.


"Apa aku harus berkata jujur ketika aku menginginkanmu,hemmm!"Membenarkan duduknya dengan menatapnya lagi.


"Itu sangat perlu sayang,aku butuh penjelasanmu!"Semakin ia mendesah.


Keduanya terlibat cinta membingungkan,hanya asmara tanpa koma tengah mereka jalani.Saling berpandangan tiba-tiba keduanya tertawa lepas saling membenturkan keningnya.Rasanya kalau aku tidur dengan Monalisa pasti aku akan lupa dengan permainannya yang tak pernah bisa kulepaskan.


"Aku ganti baju dulu ya.Nanti kita lanjutkan permainan kita kamu setuju?"Sembari menyolek hidungnya.


"Iya,aku tunggu ya.Bagaimana seksinya tubuh Tuan tanpa pakaian yang menutupi tubuh seksi Tuan,heheheh!"Tertawa seraya menyentuh dadanya.


Ia tertawa mendengar godaan dari Monalisa,wanita yang menjadi banyak buruan lelaki untuk mendapatkan tubuhnya semalam saja.Tetapi tidak dengan Morgan,ia adalah wanita special yang akan menjadi bius setiap lelaki yang telah ia jerat untuk sebuah kepentingan pribadinya.


Menghela nafas melihat pria seseksi itu perlahan meninggalkan dirinya sendirian,meretangkan tangan merendahkan dalam dekapan angan tanpa menanti apakah ia kembali dalam pelukan hangat pria yang menggairahkan selama ini.Pria yang perlahan setia dengan permainan yang ia buat sendiri dan kembali dalam balutan cinta yang dalam.


Monalisa,wanita pengikat tanpa makna pula berada dalam pusaran Morgan.Sesuatu hal menyenangkan telah bersamanya dalam hubungan tanpa status,baginya tanpa status telah memberikan banyak waktu untuk menjerat siapa pria tak setia dalam pesonanya saat ini.


"Sungguh aku ingin menjadi bagian hidupmu Tuan tampan.Tetapi aku tak sanggup untuk bermain terlalu lama.Hanya semalam ini aku menemanimu."Beranjak berdiri berjalan menikmati suasana yang begitu hening.Seakan hanya mereka berdua merasakan kesepian ini.