Thy Than

Thy Than
Bab.13 Perdebatan yang hakiki



Rasya keluar dari mobil serta mengecek beberapa hal tentang kendaraannya yang tak pernah lekang oleh waktu,seneng banget deh punya mobil klasik yang tahan banting dan ingin sekali memeluknya.Sayang banget yang mau dipeluk udah kabur duluan masuk kedalam rumah.Memlihat suasana sore diakhir pekan kayaknya ga sibuk-sibuk amat deh kalau kayak gini.Gimana kalau aku mandiin aja tuh mobil biar makin kinclong.


"Naah ide bagus seeh,tapi ada barang lagi ga seeh dibak belakang?"Sambil membuka penutup bak yang terbuat dari terpal karet yang berwarna hitam.


SRUEEEEKKK,,,,,Suaranya hebih banget ampe bikin Rasya senyum-senyum sendiri.Ga ada yang tertinggal,hanya krat-Krat dan pelindung lainnya aja seeh.


Tapi ga enak juga masuk kedalam dan menyapa kedua orang tersayangnya dikitchen set.Masuk aaah,palingan pada nyari gua deh kan secara anak kesayangan paling muda dan kece hehhehe.Membuka pintu serta menyapa mereka yang kumpul diruang kitchen.


"Soreee mama,mba Fian apa kabar!"Sambil memeluk sang mama dan salim sama kakak tercinta.


Mereka seeh saling menatap heran dengan wajah santai Rasya yang akhirnya membuatnya heran dan pasang muka bingung melihat mereka.


"Kenapa mama sama mba Fian kok aneh gitu lihat Rasya.Ada yang aneh ya sama gua?"Sambil nunjuk kearahnya.


"Kamu ada ide lain ya Sya,mau jualan dipinggir jalan?"Tanya Fian sambil menompangkan tangannya dipundak adiknya.


Menoleh sambil mengangguk.


"Iyaaa,emang kenapa? ga boleh ya!"Lagi bertanya sama sang mama.


"Ya ga gitu kali Sya,kalau kamu jualan dipinggir jalan,jelas waktumu habis dong buat sekolah.Kalian jadi jarang ketemu dan perhatian kamu jadi nambah deh 3 perhatian ingat!"Sambil mengangkat ketiga jarinya lalu berkata kembali.


"Satu buat mama dan kak Fian,trus Thy Than, dan jualan pinggir jalan.Jadi mendingan kamu fokus sama kita bertiga aja deh biar ga setrees kamu ya."Sambil menepuk pundaknya.


"Tapi maa,kan buat tambahan kita berdua gimana?"Kembali bertanya.


Lagi Thy Than semangat mengangguk dan memeluk sang mama,tapi yaaa namanya ga boleh ya udahlah.


"Ga usah deh,kan tabungan mama masih banyak kok buat kalian berdua.Trus buat Thy Than kan juga udah banyak sayang punya simpenan kan.Jangan susah-susah kalau jualan,nanti kalau udah kalian lulus baru deh mau buka apa itu akan menjadi pilihan kalian okey!"Sambil senyum kepada semuanya.


"Naaah,,,udah kelar belum kan masih banyak yang harus dikerjalan sekarang,mau ga ikut mba Fian ngurus ini!"Sambil senyum-senyum mengangkat Invoice yang telah dipegang oleh Fian seorang.


"Mbaa ,,,aku mau nyuci mobil lho!"


"Haalaah!masih bersih aja tuh mobil.Kalau kamu buat Offroad baru.Jangankan mama,Mba aja pasti teriak itu kotor.Okey yuuuk!"Rangkulnya masuk kedalam ruangan kerja Fian.


"Yaaah,,,ga bisa deh!"Lemes banget rasanya.


"Semangat dong Sya,,,,demi masa depan lho!"Seru Thy Than menggoda.


"Apaaan seeh!"Serunya pula sambil kesal sambil nyampek juga nyubit hidungnya.


Langsung tangannya meronta menolaknya,tapi udah terlambat sudah untuk menolaknya.Tentu dong sebelum mereka kembali berantem mama Gina udah merangkul Anak perempuannya sedangkan Fian udah dengan kekuatannya mendekap Adiknya dan membawanya pergi.


"Udaaah nak,,,ga usah emosi deh sama dia.Mendingan bantuin mama ya!"Kembali menjinakkan Thy Than.


Menoleh seraya meringis geli kearah mama Gina dengan rasa malu-malu memerah padam.


"Heheheheh,,iya maah.Gemeeess banget sama Rasya pengen nampol mukanya tuh biar benjol-benjol gitu."


"Hahahaha,,,kamu tuh bisa aja Nak.Sekarang bantuin mama aja packing buat nanti lagi buat ko Ahong.Nanti jam 7 malam diantar sama Rasya,kamu ikut lagi ya.Biar bisa ngobrol apa gitu sama Rasya ya."


Sambil mengacungkan jempolnya Thy Than pun bersedia untuk menemani teman baiknya tersebut.


"Beres maa,,,tapi kok ada pandangan lain seeh kalau Rasya kekedainya kak Ashila.Ada sesuatu yang gimana gitu?"Penuh rasa penasaran itupun menjadi tawa geli sang mama.


"Kamu gimana seeh,lelaki kalau udah lihat barang bagus.Ya gitu,,sama dia tuh nurun ama papanya.Playboy dan ga cuman mama aja yang digombalin."


"Haaaah yang bener ma?"Tanya balik.


"Iyaaa,,,untung aja mama kuat menjalaninya.Jadi ya lahirlah Rasya.Eeeehhh ngikut ama bapaknya kelakuannya,ckckck!"Sambil menggelengkan kepalanya.


"Pantesan ma,dia genit banget ga sama aku,ga sama yang lain.Katanya ini menggoda maaa!"Sambil Thy Than memeragakan menyentuh benda tersayangnya.


Mama Gina langsung melotot melihat peragaan dari Anak perempuannya.Astaga separah itu anak lelakiku kalau lihat cewek ga bisa deh yang bisa gitu harus liat itunya.


"Haaaah,,,yang bener Nak?"Kaget juga,hampir aja pusing.Tapi ya sudahlah yang penting Thy Than ga diapa-apain.


"Tapi kamu ga diapa-pain kan sama Rasya?"Memastikan keadaan badannya seraya mendekap kedua bahunya.


Menggelengkan kepala,"Ga ada maa,,kalau Rasya seeh baik-baik aja kelakuannya sama aku.Perhatian dan ga bakalan macem-macem kok hehheheh!"


"Syukur deh,,mama berharap gitu.Dia melindungimu layaknya melindungi adiknya."Tersenyum sambil menggosok-gosok lengannya.


"Yaaa,,mama kok dibilang adiknya seeh.Yang lain apalah!"Ujarnya ngambek.


Mama pun menghela nafas dan menggelengkan kepala,lalu mencoba menngingatkan tentang pesan mama dan papanya dihadapan mama Gina.


"Kamu ingat ga apa yang dikatakan sama kedua orang tuamu dulu?"Mencoba mengingatkan.


Meringis juga seeh,bener juga kata mama Gina kalau kita tih ga boleh mengejar sesuatu apalagi seseorang disaat kita tengah menjalani namanya sekolah.Umur juga belum siap untuk pacaran,palingan dapat deh teguran dari mama Gina.Sayangnya dia sama seperti sayangnya kepada kak Fian dan Rasya ya heheheh beruntung banget deh dapat mama pengganti perhatian banget sama aku.


"Iya deh maa,,inget kok.Tapi kalau aku seeh terserah mama deh maunya gimana!"Ujarnya pasrah.


"Ya udah umur kamu sekarang berapa nak?"Tanya mama Gina penasaran.


"Baru 18 th ma,gimana dong!"Rengek Thy Than.


"Ya udah dua tahun lagi deh kamu boleh punya teman baik cowok.Tapi masih teman baik ya.Ga boleh kearah pacaran,nanti pipinya kotor kena cium bibir lelaki yaaa!"Sambil membelai pipinya.


"Iiiiih mama bisa aja kalau ngomong lho!"Langsung bahagia dan memeluk mama.


Didalam pun Fian pun penasaran sama hubungan apa yang terjalin antara adiknya dan Thy Than,kok serius amat secara pandangan matanya.


"Heeeh,,,kamu tuh gimana seeh sama Thy Than tuh?"Sambil menompangkan tangannya dipundak Rasya.


Menoleh lalu memberikan senyuman,langsung ngeledeknya kumat.


"Heeee,penasaran yaaaa.Kasihan kakakku penasaran bangetnya,KEPOOOOOO!"Suara besar dinada terakhir langsung membuat tangan Fian langsung menjewer telinganya.


"Adooooohhhh,,,,mbaaaa.Sakit tahu!"Protesnya kesal.


"Lagian ditanya serius jawabannya lawakan.Mana bisa itu bersatu kalau udah empat mata kita bicara!"Jelasnya.


"Oooooh gitu ya.Rasanya seeh kita masih beda jauh kok.Ya dia 18th lha aku 25 tahun gimana tuh?"Tanya balik.


"Ya masih bisa seeh,tapi kayaknya kamu harus bersabar deh.Sempet bilang kan tante Natalia bahwa anaknya tuh boleh pacaran umur 25th,,,lha keburu tua dong kamu,hahhahahah!"Ketawanya pun sampai ditelinga Rasya ampe bete lagi.


"Duuuh,,,ganggu aja.Jadi diselesain ga tuh invoicenya?"Tanya Rasya dengan melempar kemeja.


"Eiiittszz,,,ga boleh ngambek kalau lagi kerja.Ntar kepotong gajinya.Ga bisa makan enak diluar weeek!"


"Haduuuh,,,gimana seeh."Sambil garuk-garuk kepala.


"Ooooh ya kapan tuh kamu anter punya nya ko Ahong.Udah jam 19.00 malam lho."


"Ooooh iya,,,ya udah aku titip Mba aja yang benerin yaaa,byeee!"Langsung cabut dan pergi keluar.


Berbalik dan menatap penuh kesal pula,,ampe matanya melotot dan mengepal tangan,saat sadar sang kakaknya mengeluarkan jurusnya,tetep aja dia ngeledek.


"Weeeekk ,,,,gua tinggal byeee!"Menutup pintunya.


Saat berbalik,eeeh melihat pemandangan indah antara mama sama Thy Than.Saling berpelukan dan tak ingin melepaskan anak perempuannya yang cantik dan lucu itu.Aaah gua samperin dan peluk juga aaah!"


"Hemmm,,,,ikutan ya!"Langsung aja kedua tangan Rasya pun ia rentangkan,sampai mama melihatnya sontak kedua tangannya menampolnya sampai ia kesakitan.


"Maaaa,,,jahat banget sama Rasya?"Protesnya.


"Ya kamu ngapain meluk-meluk Thy Than,kan belum waktunya!"Tatapnya kesal.


"Oooh belum waktunya ya!"Kebingungan sambil garuk-garuk kepala lalu berbalik.


"Mau kemana?"Tanya mama penasaran.


"Mau mandi dong.Kan sekarang waktunya ngirim ke Ko Ahong!"Jawabnya sambil senyum-senyum ga tahu gimana akhirnya.


"Ooooo,,,ya udah buruan.Ntar Ko Ahong nungguin lama.Komplain lagi sama mama!"Suruh Rasya buru-buru mandi.


"Iya-iya maaaa!"Sambil jalan kekamarnya.


Menoleh lagi kearah Thy Than dan mengatakan kepadanya.


"Kamu juga mandi ya,dikamarnya mama.Biar ga digangguin sama Rasya okey?!"Sambi mengacungkan kedua jempolnya.


"Okey maaa,,,mandi dulu yaaa!"


"Iya sana!"Sambil bersedekap tersenyum melihat keceriaan yang biasanya memang muncul dengan sendirinya.


"Anak udah pada gede neeh,,siap-siap deh hehheh!"Kata mama sambil kembali sibuk menata kue yang akan dikirim ke Ko Ahong.


Keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk,seperti biasa Rasya pun bergaya didepan kaca untuk melihat tampilannya yang kembali segar serta wangi.Lagu faovirtnya pun berdengdang dengan khas yaitu koplo asoy geboy dan bersiap untuk mencari pakaian yang pas untuk dirinya.


"Pake apaan ya?"Bingung juga,apa gua pake kaos putih terus kemeja kotak-kotak hijau ini ya!"Sambil mengeluarkan dengan pas dan celana berwarna coffee katun dan ikat pinggang yang berwarna hitam pula.


Melepaskan handuknya,ia perlahan memakai celana panjang dilanjutkan dengan kaos hitam.Bingung mau dimasukin apa dikeluarin.Aaah dikeluarin aja deh juga gua tetep tampan dan menggoda seh.


Selesai memakai kaos dalaman putih,dilanjutkan dengan kemeja kotak-kotak serta siap menyisir rambutnya.Memakai pelembab wajah dan tampil wangi bersama parfum aroma Aqua yang segar membuatnya tak terbantahkan kalau sekarang sekalian malam mingguan deh sama Thy Than.


"Permisi kak Fian,hehhehe!"Sapanya bikin kaget saat menoleh kebelakang melihat sosok perempuan baru masuk kedalam kamarnya.


"Woooiiiiu,,,kaget akuuuu.Mau ngapain?"Tanya balik menghela nafas dan mengelus dadanya.


"Pinjem bajunya kak,aku mau ikut Rasya ngantar kue pesanannya."Kata Thy Than dengan wajah lucunya.


"Ambil aja dilemari yang sesuai sama style mu ya."Jawab Kak Fian mengumbar senyum kearahnya.


"Oke kak,siap!"Sambil hormat.


Bergegas ia mencari baju yang menurutnya idaman banget kalau dipakai malam hari.Eeeh ketemu juga blus terusan yang cantik berwarna pastel.Jadi semangat deh,ia ganti dikamar mandi dengan tampilan natural serta mempertunjukkan kepada pemilik bajunya.


"Kak Fian,bagus ga?"Tanya balik.


"Heeem,,,bentar ya.Tinggal dikit lagi okey!"Ujarnya belum mau membalikkan badannya.


"Yaaah lama dong!"Sambil garuk-garuk kepala.


"Engga bentar lagi kok!"Jawabnya masih serius mengerjakan tugasnya.


Ya udah deh nyari make up Kak Fian yang natural ada ga ya,sok sibuk dimeja riasnya untuk menata dirinya sendiri.Yaah udah selesai sekarang lihat Thy Than kayak gimana dia berubah. Sambil beranjak berdiri lalu melihat dan menghampirinya.


Mendekap kedua bahunya.


"Cantik kok kamu pake baju kayak gini."Puji sang kak Fian kepadanya.


"Make upnya juga udah bagus belum?"Tanya balik.


"Kalau lipstikya jangan yang merah merona ya.Kasih warna pastel atau pink aja.Jangan yang terlalu menonjol,ntar dilihaton mulu sama Rasya.Jelas tuh dia gemes banget sama kamu."Jelasnya sambil melipstikan bibirnya.


"Naaah udah!mau pake bulu mata tambahan ga?"Tanya balik.


"Ga usah deh kak,ntar dikira kemana lagi sama dia!"Lanjutnya menolak.


"Trus rambutnya mau dikuncir apa digerai,atau model lain?"Tanya balik.


"Enaknya gimana?"


Rasya pun keluar dengan tampilan seorang anak muda yang elegan dan wangi,jelas itu membuat mama menghirup aroma parfum yang jelas membuatnya tersulut dalam harumnya terpancar mendekatinya.


"Heeemmmm,,,,harumnya.Siapa seeh ini?"Berbalik lalu tersenyum melihat Anaknya yang tampil wangi.


"Astaga naaak,,kamu tuh mau kencan apa mau nganter kue seeh?"Tanya sang mama sambil menyentuh tangannya dan membenarkan kerah anaknya.


"Ya mau nganter sekalian kencan maaa!"Bisiknya malu-malu.


"Sama siapa?"Mengernyitkan kening.


"Sama tuuuh anak mama yang terakhir!"Jawabnya santai.


"Heeeh,,,belum umur ya dia.Kamu jagain aja kayak adikmu,jangan kurang ajar sama dia okey!"Sambil mengankat kelingking sang mama.


"Oke maaa!"Jawabnya sambil membalasnya dengan janjinya.


"Trus mana tuh dia,kok ga kelihatan?"Tanya Rasya tengak-tengok.


"Yaaa mungkin lagi sibuk dikamar mama,atau dikamarnya Fian minta saran buat malam ini kali!"


Sembaeu mengangguk pasti bener deh sama yang dikatakan sama mama.


"Iya kali ya,tapi udah siap kan ma punya Ko Ahong.Biar gua packing langsung!"Katanya pun bersiap-siap.


"Udah packing aja sambil nunggu Thy Than keluar oke!"Sambil membulatka jarinya.


"Wokaylah!"Siap juga dia sambil nungguin,menata packingan kedalam krat yang sudah ia isi dengan penuh sesuai pesanannya.


Membawanya keluar dan menata dibak belakang mobil serta menata dengan rapi.Kayaknya udah semua tinggal apa lagi ya,oooh iya biasanya kan sebelahnya Ko Ahong itu juga pesen pas malam minggu juga.Gua tanyain lagi deh,berbalik serta terkejut melihat penampakan sosok Anak perempuan tengah berdiri dibelakangnya membawa anting berisikan kue.


"Ini kan yang kamu ambil lagi?"Tanya Thy Than tersenyum.


"Naaah betul,kata mama gimana tadi?"Diambilnya lalu menaruhnya dibak belakang.


"Buat pesanan sebelahnya Ko Ahong,iya kan!"


"Oke sip-sip!"Sambil mengacungkan jempolnya.


"Sekarang kan berangkatnya!"Tanya Thy Than.


Sekejab Rasya pun mendekap kedua bahunya Thy Than dan menatapnya dengan senyuman khas bahwa kali ini cantik banget pake baju seperti ini.Bikin gemes aja sampai nyubit hidungnya berlanjut dagunya yang enak dipegang.


"Aduuuh apaan seeh pada kena semua."Ujarnya ga terima.


"Kamu tuh kalau pake ginian tih gemesin tahu!"Lagi memegagng dagunya dengan gemas.


"Iiiih.,,,jadi berangkat ga?"Tanya lagi.


"Ya jadilah yuuuk!"Sambil berputar menuju ruang kemudi.


"Syaaaa!"Panggilnya.


Terhenti lalu mengangkat dagunya bertanya.


"Apaan?"


"Bukain pintunya!"Ngambek lagi.


"Astagaaa!"kesal juga sama manjanya dia,tapi gimana lagi.


Berjalan dan membukakan pintunya,dari dalam mama Gina dan Fian pun tak luput untuk melihat keseruan mereka.Menahan tawa melihat manjanya Thy Than dan kesalnya Rasya melayani nona cantik yang tengah bersamanya.


"Heheeh,,,ada-ada aja tuh Thy Than!"Sambil menggelengkan kepala.


"Iya ma,kayaknya cocok banget deh kalau mereka tuh jadian.Kan saling melengkapi."


"Ya tergantung mereka seeh gimana?perasaan orang kan ga bisa ditahan kan,sambil mendongak kearah Fian.


"Bikin malu aja deh heheh!"


"Kalau kamu kapan?deket sama cowok heeeh!"Sambil menyenggolnya


"Yaaa kena juga aku!"Melengos ga terima.


"Kamu kan udah umur berapa?jangan sok sibuk sama kerjaan mama sama kerjaan kamu.Ada waktunya kamu kayak Rasya ama Thy Than.Walau ga pacaran tapi kelihatannya deket banget kan!"


"Iya seeh maaa!"


Diperjalanan ada senyum-senyum yang ga jelas diperlihatkan oleh Rasya saat melihat Thy Than serius menatap jalanan lurus didepannya.


"Heeeeiiii!"Sambil jarinya menusuk bahunya.


Ia menoleh dengan tatapan sinis.


"Apaan seeh?masih kurang aja ganggunya!"Seraya menahan tawa.


"Ada yang menonjol tapi bukan bakat.,,,apa ya?"


Terkejut dengan perkataan Rasya,langsung merunduk dan melihat dua benda pentingnya segera ia menutupnya.


"Heeeh,,,bukan ituuuu."Sambil jarinya memalingkan wajahn Thy Than.


"Lalu apa?"Tanya Thy Than ngegas.


"Cantikmu natural banget seeh,,,,bikin gemes deh heheh!"


"Oooooh bilang dong.Jangan pake pantun,aku kan jadi ngerasa aneh kamu sambil menatapku gitu!"


"Haaalaaah,,,pikiranmu aja yang aneh-aneh.Tapi ada juga kearah kesan hehhehe!"Tiba-tiba nyengir aja jawabannya.


"Tuuuuh kan,,kamu tuh.Padahal aku udah pake baju agak longgar masih aja mata kamu tuhhh ya.Keranjang!"


"Enak aja mata keranjang,,,mata lelaki neeh mata elang.Harus tepat melihat hal-hal yang ga bakalan dilihat tuh jadi enak gitu hehhehe!"


"Sama aja!"Sambil cemberut bersedekap lalu menatap keluar memalingkan wajahnya.


"Kamu mau happy atau ngambek tetep aja cantik dan nggemesin lho."Ujarnya mencoba membuatnya senyum kembali.


"Uuuuhhh gombal!"Selanya masih kesal.


"Biarin,,,mulut-mulut guaaa,weeeek!"


"Rasyaaaaaa!"Sambil mukul-mukul bahunya.


"Hahhaha,,,kesal apa senang?????"Pertanyaan itu membuatnya makin blunder aja.


Emang kalau udah sama Rasya tuh harus tahan hati dan fikiran,emosi boleh tapi akhirnya lucu juga.Nyenengin banget bikin nyaman,walau manyun tetep aja pengen bersandar dibahunya.Ia menoleh tersenyum sambil mengelus rambutnya.Manja tuh ga bakalan hilang dari Thy Than kalau terus-terusan membuatnya semakin nyaman sama Rasya,lucu banget!