Thy Than

Thy Than
Bab.62 Moment terbaik buat Seseorang.



Sore telah perlahan datang menghangatkan cerita indah seorang Thy Than.Seraya merentangkan tangan ia membuka pejaman mata penuh kejutan.Haaa,,,aku kok dikamar ya.Padahal kan sempet dengerin lagu disana ya.


Kembali ia mikir keras sampai akhirnya ga ketemu juga saat dimana ia bisa berpindah tempat dengan pasti.


Entahlah.,,,pusing juga kalau dirasakan sambil memijat telungkupnya dengan perlahan-lahan.Apa aku kecapean mungkin dengerin musik tadi,emang makin hari makin manja aja aku hehehhe.Turun keluar dari kamar hendak mengambil minum,serta meneguknya hingga habis,suara khasnya pun tampil begitu saja.


"Aaaahhh,,segarnya sore ini!"Sambil menatap senja hampir habis.


Saat berbalik pun ia terkejut bukan main,,,melihat Om Rey telah berada dibelakangnya bagaikan seorang hantu.


"HAAAAAAAHHH!"Seketika mulutnya pun didekap dengan harapan tanpa sebuah teriakan itu akan membuat orang-orang berdatangan.


"Jangan teriak okey!"Dengan wajah panik pula dirasakan oleh Rey.


Ia mengangguk,dan memastikan tidak akan teriak.Segera melepaskannya dan tersenyum.Hampir aja jantung Thy Than copot begitu saja,kenapa seeh om Rey mengejutkanku seperti itu.Bikin emosi ga lucu juga.


"Om Rey,,,ngapain seeh bikin kejutan yang hampir bikin jantungku lepas aja."Kesal juga bilangnya.


"Ya maaf lah.Gimana udah nyenyak tidurnya?"Tanya balik.


"Udaaah,,,trus tadi om Rey yang bopong aku kekamar?"Tanya lagi.


Mencibirkan bibirnya"Ya emang,kenapa?dari pada kamu masuk angin!"


"Tapi ga berat kan Om,,heheheh!"Malu-malu gimana gitu.


"Enggalah.Kamu tuh ringan dimata Om,dan sekarang waktunya kamu mandi.Om akan ajak jalan-jalan plus shooping,mau?"Seraya bersedekap menatapnya.


"Ya maulah Om,,,jalan-jalan plus shopping,whaaaaa!" Kegirangan lihatnya.


"Hahahah,,,udah sana mandi.Jangan lama-lama 15 menit harus selesai."Memberikan timer untuknya.


"Yaaahhh,,Om.Kok bentar seeh,kalau keluar jalan-jalan dan shopping tuh harus mandinya yang lama.Trus harus wangi dan lebih natural cantiknya."


Menghela nafas pasrah,ada aja permintaan ponakan satu ini."Huuuuhhh,,,iya deh sana.Yang penting cepet ya!"


"Iyaaa Om,,,!"Sambil mendekap pipinya,langsung deh berlari naik keatas untuk mandi.


Tersungging geli melihat tingkahnya yang lucu abis dan selalu bikin gemas.Seandainya ada Joana,kan lebih seru lagi dia.Sayang dia lagi ada tugas.Biarin deh biar aku aja yang merawatnya.


Rey pun sambil sibuk membuat minuman segar keren juga,saat ngejus buah biar tambah segar dan lebih semangat.Mengambil beberapa buah seperti Sunkist,stroberry dan mix dengan watermelon lebih segar dan membuatnya semangat gitu.


Suara blender sama saja dengan suara shower mandi ala Thy Than,,ia menikmati seketika saat ajakan untuk merasakan sebuah kedekatan yang selama ini tak peranh dirasakan oleh Thy Than sendiri.Bersama Rey untuk melakukan hal-hal indah bersama yaitu quality time bersama.


"Aaahhh,,,segar banget ya.Kayaknya Thy Than harus coba deh juice ini."Untung aja aku buatnya cukup banyak dua porsi bahkan lebih dikit kan ga masalah.


Seraya menuangkan digelas juice tebal dan terlihat menggoda tampilannya.Saat itu ia mendongak melihat apakah Keponakannya udah selesai apa belum ya?juga aku belum ganti baju dulu.Siap-siap deh biar sama-sama ga boring nungguin siapa yang selesai duluan.Pastinya membuat hati sang ponakan menjadi lebih semangat.


"Ganti baju aaah,,,ntar protes lagi Thy Than.Kok Om belum ganti baju seeh.Tadi aja nyuruh aku cepet-cepet malahan Om Rey kayak gitu!"Heemm,kalimat itu kan khas anak cewek kalau sedang galau ga terima.Bahaya jadinya.


Sambil bersiap untuk menaiki anak tangga,santai banget menikmati nyanyian lagu miliknya.Berdendang memainkan jari lentiknya menuju kamarnya.Masih bingung mencari pakaian apa bagusnya ya?gimana neeh.Apa aku harus pake baju renang?ga juga kan!mikir dua kali menyesuaikan untuk bersama Thy Than.


"Udah deh,sekarang siap-siap aja buat menunggu om Rey.Apa dia udah siap ya?"Keluar dari kamar serta menutupnya.


"Om-om Rey.Aku udah siap lho!"Kata Thy Than bingung mencari keberadaan Omnya.


"Bentar,,,Om lagi ganti baju ya.Tungguin dibawah,,tuh om udah bikinin juice buat kamu!"Jawabnya lantang pula.


"Oo,,,beneran.Heheheh,seger-seger!"Berlari kecil menuju anak tangga bawah.


Menemukan segelas minuman segar dingin,senyumnya merekah ketika melihat didapur ada minuman segar yang harus ia coba rasanya.


"Seger kayaknya neeh."Meneguknya penuh perasaan.


Terhenti merasakan kok kurang manis ya.


"Ini Om kalau bikin selalu aja tawar,ga ada manis-manisnya deh.!"Mengambil gula serta menakar serta mengaduknya dengan perlahan lalu meneguknya.


"Heeemm,,,,ini baru enak deh.Ada manis-manisnya heheheh.Seger banget buatannya om Rey,pantas aja sehat selalu minumnya aneh-aneh aja hehehe!"Lagi dia bingung menunggu mana ini Om Rey ga muncul-muncul deh dari tadi.


Mendongak keatas bingung,ngapain lama juga diatas.Huuuh jadi bete kan kalau kayak gini,sepertinya aku samperi aja Om Rey kalau lama kayak gini.


"Oke seh samperin aja,biar dia kaget dan buru-buru!"Tawa gelinya kembali datang saat ia mulai melangkah menaiki setiap anak tangga.


Apa kalau cowok tuh lama dandannya sampai aku juga kesel nunggunya,kan harusnya yang cewek lama itu wajar.Sepertinya aku harus bisa membuatnya terkejut deh.


Sampai dipintu kamar Rey,ia mencoba mendengar apa yang ada didalam.Kayaknya sepi-sepi aja,coba deh makin deket ia menempelkan telinganya didepan pintu.Tak disangka malahan Rey membuka pintu.


Cekleeekkkk,,,,langsung aja tuh Thy Thay terkejut sampai jatuh kelantai,bukan seperti difilm-film sekali jatuh langsing ditangkap sama Lelakinya,ini malaham kebalikannya sang lelaki heran dan tak percaya kalau yang jatuh emang keponakannya yang kepo banget.


GEDUBRAAAKKK!!!!!!!.


"Aduuuuhhh,,,,!"Langsung jatuh kelantai,pake guling-guling segala lagi.


"HHAAAAAAHHHH!,NGAPAIN KAMU THAAAN!"Sontak kaget dan berusaha membantunya bangun dari lantai.


"Aduuuh Omm,,ngapain seeh pake acara buka pintu segala ga bilang-bilang lagi?"Tanya Thy Than kesal.


"Ya mana Om tahu sayaaang,,,kan ga bilang kalau kamu mau ngintipin Om.Salah siapa?"Malahan kembali menyerangnya.


"Hehehehhe,,,iya Om.Maaf ya."Sambil garuk-garuk kepala sadar kalau salah.


"Om seeh,,sok-sok an lama dikamar.Aku lama jadinya nunggu dibawaaah!"Lantang nada tingginya membuat dirinya memang kesal banget.


"Lho kok marah,,,kan Om ganti baju juga lama.Butuh waktu apalagi Om kalau mandi juga ga terlalu lama.Cuman mengkhayalnya seeh lama!"Jawabnya sambil meringis kepadanya.


"Lagian ngapain seeh Om,lama bener kalau dandan.Kayak cewek aja deh!"Manyun sambil bersedekap memalingkan wajah kesalnya.


"Yaaa udaaah maaf.Kok makin cerewet seeh ponakan Om ini.Lagi "dapet" ya?"Sambil nyubit kedua pipinya.


"Engga juga,takutnya kan Om kelamaan eeh ketiduran.Ga jadi deh sama janjinya itu!"


"Oke kita berangkat sekarang!"Sambil mendorongnya keluar.


"Eeiitsss,tapi bentar.Om ambil dompet dulu dong!"Sambil berjalan mundur melepaskan dekapannya.


"Jangan lama-lama,,,!"Berjalan keluar,menunggunya diluar tepatnya dipembatas pagar sambil menanti,tapi kayaknya aku juga ada yang lupa.Tapi apa ya?


Berlari kekamarnya,ternyata tas dan ponselnya ketinggalan untuk diambil.Ntar gantian kena omel lagi sama om Rey,engga banget deh kalau kayak gitu.


Meraih tas dan ponsel,seraya membuka messege ga ada yang nelpon aku seeh?kenapa ya.Kok sepi banget.


Saat keluar dari kamar,katanya nunggu kok malah ngilang neeh anak.


"Than,,,,Thy Than kamu dimana?"Panggilnya lantang.


"Waduuuh om Rey panggil lagi,,,keluar deh!"Berlari kecil keluar dari kamar,menutup pintu seraya senyum-senyum ga jelas menatapnya.


"Hehehehe,,,,Kenapa Om?"Lanjutnya dengan meringis geli.


"Jadi gaaa?"Bersedekap serta menggodanya.


"Ya jadi Om hehhehe!"Langsung aja merangkul Om terganteng yang pernah ia punya.


Anget juga kalau deket sama Om Rey,hehehhe.Itu seeh ulasanku saat ini,,saat menatapnya pun tangannya ga berhenti untuk membasuh mukaku.Katanya seeh aku udah udah mulai kepincut sama dia.Rasanya iya seeh,lagian sikap dewasanya itulho yang bikin aku ga kuat.Kadang bisa runtuh lama-lama.


Berjalan keluar lalu mengunci pintu apartemen miliknya, segera mungkin keduanya bersenang-senang menikmati liburan yang biasanya jarang dilakukan keduanya,sekarang dengan mesrahnya layaknya kekasih,Thy Than pun sama saat ia menggandeng Om Rey telah layaknya sebagai seorang pelindung hatinya.


"Aku pengen shooping Om,boleh kan?"Sambil mengangkat kedua alisnya,ia pun penuh tanya.


"Ya boleh dong,buat kamu apa seeh ya engga!"Sambil mencium pipinya.


"Aoooou,,,nakal Omku satu ini!"Candanya semakin membuat suasana hangat kembali datang.


Seneng banget udah dianggap special banget sama Om Rey,aku tahu seeh sebagai anak semata wayang papa Arman,dan kedekatanmu sama Om Rey memang ga bisa dikatakan baru,sejak papa masih hidup dia sudah dekat sama aku dan tentu kak Joana ga keberatan karena aku adalah keponakannya yang dikenalkan udah lama.


Mobil BMW hitam sport pun membawa perjalanan mereka untuk menikmati jalanan kota dan terhenti disebuah Mall besar yang mana akan membuat jiwa seorang perempuan menjadi-jadi saat berada didalam.Apalagi ketika ia memasuki sebuah toko pakaian terkenal dan membuatnya tak bisa menolaknya untuk membelinya.


"Kayaknya aku harus siap deh,kalau Thy Than belanja.Harus sabar dan menantinya dengan menghibur diri."Saat tahu Thy Than telah menemukan sebuah toko pakaian,ia menariknya masuk kedalam.


"Ayo Omm,,,ini pakaian favoritku lho!"Lanjutnya semangat.


Saat mendongak dan membaca nama tokonya,dia udah mulai pasrah dan tak bisa bilang apa-apa lagi.


"Zarra."Waoow,,siap-siap deh nungguinnya lama.


Sambil ikutan masuk kedalam,ada sesuatu yang harus dia lakukan untuk Thy Than.


"Than,,,kamu boleh belanja sesuka hatimu.Tapi kasih Om becanda sama SPGnya ya pleace!"Menatap dengan wajah imutnya,tentu itu membuat Thy Than heran melihat permintaan Rey.


"Haaah,ga salah.Kan Om!"


"Udaaah,,,kasih ya.Dari pada Om bosan disini nungguin kamu.Lebih baik kan Om ngobrol sama salah satunya ya ya ya!"Mencoba minta ijin.


Dengan kaku dan ga tahu lagi harus melarangnya,toh juga Om Rey butuh sesuatu yang membuat hatinya kembali naik secepat Jet pribadi.


"Ya deh boleh,,,!tapi Om Thy Than tuh ga belanja banyak.Cuman buat kebutuhan style aja,ga lebih kok hehehehe!"


"Sama aja!"Jawabnya serius sampai membuatnya kaget banget.


"Ya deeeeh Om,terserah deh maunya apa!"


"Yesss thank you!"Langsung aja nyium keningnya dan berbalik meninggalkan kegundahan keponakannya mulai beraksi.


"Dasar Om-om masih ganjen aja sama lain.Tuh yang kemarin siapa ya?"Sambil garuk-garuk kepala bingung juga sama siapa itu ya.


Kebingungan melanda dirinya sampai lupa nau nyari pakaian model apa,ga tahunya nabrak seseorang.Karena lupa ga lihat-lihat sekitar.


GEDUBRAAAKKK?,,,,


"Aduuuhhh ,,,"hampir aja jatuh,,,padahal engga juga seh cuman ya gitu deh.


"Ya ampun,,,,kalau jalan lihat-lihat dong.Hampir aja mba jatuh!"Kalimat itu santai tapi membuat khawatir Thy Than dan segera minta maaf.


"Oohh,maaf mba.Saya ga sengaja!"


"Ga pa-pa kok.Kamu lanjutin aja ya byee!"Kata wanita tersebut lalu pergi meninggalkannya.


Berbalik seraya menatapnya saat ia mulai hilang,kayaknya pernah liat tapi dimana ya.Mikir lagi,ga ada waktu untuk mikir terlalu jauh sampai akhirnya kembali tersenyum dengan tujuan awal adalah Shooping.Semangat.


Terhenti disebuh Hotel mewah,perlahan keduanya keluar tatapan Ganindra pun mengarah pada Monalisa yang penasaran untuk melihat ketemu sama siapa seh mba satu ini.


"Ayo masuk!"Ajak Monalisa segera masuk kedalam.


"Keren juga!"Mengikutinya dengan tatapan seru seorang Ganindra yang penuh dengan tanda tanya.


"Kita mau ketemu siapa mba?"Tanya Ganindra masih menyimpan rasa penasarannya.


Tersenyum menoleh ia menjawab.


"Klien mba yang butuh kerjaan,seorang fotografer dia mau bikin prroject dengan mba.Kamu ikut ga?"Sambil berjalan masuk kedalan lobby.


"Hehehe,ga usah deh.Nanti kena omel ibu,bahaya lho apalagi tahu anaknya masuk majalah.Kirain nyari emaknya yang hilang entar!"


Menoleh heran sambil tak percaya dengan statment Ganindra,Mona pun tertawa lepas.


"Bisaaa aja kamu ya.!"Sembari terhenti menoleh kearah lobby Resto,dan mendapati sosok Darren yang sudah menunggu cukup lama.


"Naaah itu dia!"Mona tersenyum melambaikan tangan.


Darren pun membalasnya dengan tentu sebuah lambaian juga.


Ganindra memainkan bibirnya,keren juga tuh fotografer.Apa langsung nyangkut ya Mba Mona sama dia.


"Kamu mau ikut gabung atau kemana gitu?"Tanya balik.


"Ikut aja deh,sekalian denger-dengar apa seeh obrolan model sama fotografernya!"Penasaran juga dia.


"Hahahahaha,,,penasaran juga kan!"


Layaknya seorang bodyguard yang siap menjadi bagian keamanan sang model.Keduanya pun berjalan beriringan untuk sampai dan menyapa Klien yang dimaksudkan.


"Hallo Darren maaf ya,aga telat!"Mendatangi dan saling berpelukan dengannya.


"Ga pa-palah,sama siapa ini?"Jawabnya dengan melirik kearahnya.


"Oooh dia adiknya Tuan Morgan.Sama-sama keren kan?"Pujinya melirik pula kepadanya.


"Kenalin!"Sambil mempersilahkan Ganindra berjabat tangan dengan Darren.


"Haiii,,Ganindra.Udah tahu kan siapa gua!"Ujarnya tertawa renyah.


"Keren juga,dari kakaknya aja udah keren pantesan kamu nempel terus sama Morgan heheheheh!"


"Ayo silahkan duduk,kita ngobrol santai.Ada yang harus kita bicarakan tapi ga serius amat seeh!"Kata Darren mengajaknya untuk kembali duduk.


Waoow akrabnya ya hubungan keduanya sampai ga nyangka ada hal yang akan mereka bicarakan.Kayaknya bukan kapasitasku ikutan dalam obrolan mereka deh,


"Apa aku boleh ga ikutan ngobrol sama kalian,kayaknya engga cocok deh ngomongin kerjaan sama kalian."


"Ya ga pa-pa dong,atau kamu mau jalan-jalan aja.Silahkan tapi inget harus balik jangan selingkuh ya,hahaa!"Mona pun bercanda kepadanya.


Tersungging juga mendengar pesan mematikan ala Monalisa sampai Ganindra pun kaget,lalu tersenyum geli mendengarnya.


"Enggalah Mba,bisa aja.Byeee!"Melambaikan tangan.


"Byeee!"


Ganindra menoleh dan lebih tertarik berada dibalkon teras yang menghadap kelaut.Tempat yang bagus untuk seorang penyendiri seperti dirinya saat ini.Berjalan diantara lalu lalang orang yang tengah merasakan kebersamanan mungkin aku akan seperti kapas yang akan terbang kemanapun tertiup angin.Setidaknya itu membuatku senang.


"Om aku beli ini ya!"Thy Than pun segera memberitahu Rey saat ia menemukan baju yang sesuai untuknya.


Menatap dengan wajah serius,keren juga pilihan baju ala-ala Thy Than sampai ia mengangguk serta mengacungkan jempolnya.


"Waaah,,,pasti suka deh dengan tampilannya ya Om!"Seru seraya mendekatinya.


"Bagus juga,pilihan yang ga mungkin bisa Om tolak lagi.Mau caru baju lagi?"Kembali menawarkan waktu panjang untuknya.


"Yesss,makasih Om!"Semangat lagi untuk mencarinya.


Seperti yang diprediksi oleh Om Rey kalau Thy Than adalah pilihan yang sulit saat ini.Setelah Joana tugas keluar negeri cukup lama,aku harus fokus sama satu anak ini,kalau engga bisa bahaya juga akhirnya.Inilah pilihan yang tepat atau ga masalah pada akhirnya aku bisa dekat sama dia.