Thy Than

Thy Than
Bab.21 Thy Than dan Ganindra tanpa Mega



Bel sekolah tengah berdering,rasanya untuk segera istirahat memang seru.Tetapi kali ini aku tidak menemukan Mega,ya dia tengah sakit.Jadi mau gimana lagi kalau ga sama Ganindra pasti dia membuat aku baper lagi sama sikapnya yang sempat ia berikan sama aku.Tentu saja saat aku perlahan keluar dari kelas,menoleh kearah kanan tepat dimana kelas kami berbeda beberapa blok pasti dia melihatku dan melambaikan tangan.Senyum dan balasan lambaianku tentu menbuatnya segera datang dan menghampiriku dengan gaya khasnya kita tengah bertemu.


"Haiiii,,,kok tahu seeh aku disini,padahal masih rame lho!"Sapanya dengan tos bareng.


"Iyalah,kamu kan special dihatiku hahahah!"Lanjutnya ngakak.


"Bisa aja seeh kamu!"Sambil mukul bahunya.


Langsung aja Ganindea ngeles dari pukulan yang dilayangkan oleh Thy Than hingga tawanya kembali menyapanya.


"Yeee,ga kenaaa!"Sambil memainkan jarinya.


"Kok bisa seeh?"Heran deh sama Ganindra.


"Ya jelaslah kan gua ahli dalam nge-les.Yuuuk makan, lapar tahu!"Sontak merangkulnya hingga membuatnya ga terlalu nyaman.


Kaget juga sama sikapnya Ganindra yang tiba-tiba memeluknya serta membawanya pergi.Banyak anak-anak senyum-senyum aneh ngeliatnya.Pada bersorak menggoda keduanya.Ada apa lagi neeh kayaknya Ganindra pandai banget ngerayu cewek dengan model kayak gitu,pantas aja ada yang nempel ga mau lepas.


"Eheeemmm,ada gandengan baru neeh!"Seraya berdehem ia menggoda.


"Cieee,,,,calon neeh calon!"Lanjutnya saling melempar teriakan.


Ganindra pun santai aja sambil mesem-mesem,sedangkan Thy Than ga bisa menahan malunya hingga memerah mukanya."Ga segitunya kali Ndra,jangan bikin malu napa?"Bisiknya seraya melepaskan rangkulannya.


"Udah ga pa-pa,juga ga ada yang iri sama hubungan kita!"Lanjutnya santai.


"Kata siapa,tuuuuh lihat!"Mengangkat dagunya dan melihat dua sosok cewek tengah saling menatap tajam dan ga terima melihat keduanya tengah berduaan.Mesrah lagi.


Sosok cewek itu tengah berada diujung lorong dengan tatapan penuh emosi melihat Ganindra tengah menggandeng Thy Than.Rasanya ga terima deh kalu special hubungan itu hanya untuknya.Raisa pun ga terima akan kemesrahan itu,sontak Lala juga menjadi biang kompor disampingnya sambil bersedekap.


"Kurang ajar ya,sampai segitunya Indra ma kamu.Ga mikirin mana perasaan seorang Sahabat gue dipermainin gitu!"


"Iya,awas aja kalau dia ketemu ma aku.Ga bakalan aku kasih ampun!"Masih tetap aja ga terima dengan kedekatan tersebut.


Masih dalam ide creative Ganindra,tentu obrolan itu membawa mereka sampai disebuah perpustakaan,tidak biasanya buat Thy Than melihat kebiasaan sahabatnya ini.Tumben banget dia berada ditempat yang hening dan tanpa harus banyak berteriak juga penuh kebisingan.Tentunya langkah dan membututi targetnya,yaitu Raisa juga Lala terhenti kembali saat berusaha mengikuti dan melabraknya.


"Lho kita kesini,ga salah kan!"Tatapan aneh Thy Than kepada sahabatnya tersebut.


Menggelengkan kepala dengan jawaban menyakinkan pula ia memberikan penjelasannya."Engga,emang gua pengen ngajakin kamu baca buku dan mempelajari setiap sudut perpust ini dengan baik.Ga pernah kesini kan!"Sambil menunjuk kearah pipinya.


Tangannya pun segera menangkisnya tetapi itu sudah terlambat."Aduuuuh,,,,ngapain seeh pake acara tusuk-tusuk pipiku.Ntar kempes gimanaaaa!"Kesal juga sama kelakuan Ganindra yang ga pernah lepas dari namanya jahil.


"Ya kamu seeh,ga pernah kesini.Harusnya rajin kesini.Ayo masuk!"Tariknya masuk kedalam.


Mau gimana lagi,kalau udah ditarik sama Ganindra masak ya nolak ikutan kesini.Lagian nyari apa seeh dia kesini.


"Nyari apaan seeh kesini,tuuuh hening banget takuuut!"Bisik Thy Than ketakutan.


"Udah jangan berlagak takut segala untuk.menghindari baca buku.Kamu harus tahu gimana seeh selanya kita bisa mempelajari tentang kehidupan didalam buku yang kita baca."Lanjutnya sambil jalan.


"Lagian,juga ga banyak orang kali disini!"Masih bingung juga mau nyari apa ya?


Sambil berjalan,Ganindra pun menjelaskan kepadanya bahwa ada buku yang bagus untuk dibaca lama-lama diperpustakaan.Semakin seru dan menarik pula untuk dibahas."Bukan masalah itu.Dari tadi tuh kita diikutin Raisa sama Lala.Biar ga banyak masalah gua ajak kesini.Menghindar dari mereka."Candanya membisikkan pelan.


Terkejut mematung kembali menoleh kearah Indra,beneran kalau mereka berdua itu ngikutin aku sama Ganindra.Memang apa seeh masalahnya.


"Haaah,,yang bener.Emangnya kita ngapain coba sampai diikutin sama mereka?"


"Biasalah cemburu sama kamu heheheh,kamu cantik seeh!"Sambil memainkan dagunya.


"Hiiiiiii,apaan seeh.Kesel deh kalau sama kamu.Gangguin mulu ga ada bener-benernya!"Lanjutnya kesal.


Kembali Ganindra fokus mencari buku populer yang mungkim bisa membuatnya semangat untuk baca,jari-jarinya menyentuh berderet-deret buku dan terhenti pada sebuah buku novel romansa menarik hatinya.Sedang Thy Than juga tengah mempelajari beberapa buku yang akan ia ambil dan baca.Merunduk serta bersedekap lalu mulai memainkan jari-jarinya pula untuk memilah buku yang akan ia jadikan sebuah refensi hidupnya.


Pilihan tepat bagi Ganindra telah mendapatkan buku horor berjudul Lost yang menarik pandangan matanya hingga menarik dari rententan tatanan rapi,mengambil dan tersenyum mendapatkannya.


"Keren juga covernya,gelap dan penuh misteri.Kayaknya harus segera gua baca ini!"Tersenyum langsung memegangnya.


Saat menoleh melihat Thy Than tengah sibuk mencari pun akhirnya dia menemukan apa yang dia cari.


"Dapat neeh,bagus juga ceritanya."Tersenyum mengambil dan menatap covernya yang elegan.


"Udah dapat Than buku yang kamu cari Than?"Menoleh seraya tersenyum menimpali.


Menoleh dan memperlihatkan kepadanya.


"Ini Judulnya keren banget KALA part 1,kok bisa ya perpust menyimpan buku ginian disini.Bagus kayaknya!"Sambil memperlihatkan kepada Ganindra.


"Sama,,,gua juga dapat.Novel horor kayak kisah kita Romansa dan penuh Horor hahahah!"Ujarnya ngakak.


Thy Than pun menahan tawanya,emang kalau udah ketemu klopnya bisa ga kaku lagi ketika romansa ketemu Horor pasti akan membuatnya semakin penasaran saja.


"Kamu tuh ya,bisa aja Ndra!"Sambil memukup bahunya.


"Udah,ga nyari lagi.Kali-kali kamu tiba-tiba suka baca dan menghabiskan waktu untuk mencari inspirasi."


"Iya neeh,udah sepertinya.Kalau aku baca banyak-banyak juga belum tentu selesai target Ndra,kita balik yuk pengen gua baca dirumah!"Lanjutnya dengan berbalik arah untuk membawanya kedepan.


Langsung aja Ganindra menarik tangan Thy Than membuatnya menoleh dan membelalakkan mata lalu merunduk melihat tangannya tengah didekap olehnya.Kembali mendongak dan menampakkan wajah serius serta mempertanyakan hal tersebut.


"Ngapain pegang tanganku,Ndra?"Tanya Thy Than bingung.


"Pengen tahu kenapa?"Timpal Ganindra dengan membuat kejutan selanjutnya.


Ia mengangguk dan tak tahu apa yang akan dilakukan oleh lelaki seperti dia.Sekejab ia menarik tangan Thy Than,sontak aja dia terkejut dan hampir saja jatuh dalam pelukan Ganindra.Buukkkk,sebuah dekapan itu membuatnya terkejut ketika kedua bibirnya mereka saling berciuman.Cukup lama ciuman tersebut sampai Thy Than tak menyadari bahwa menikmati ciuman hingga beberapa detik sampai ia menyadari dan sekejap melepaskan ciuman tersebut serta mengelapnya.


"In-dra kamu kurang ajar banget seeh.Cium aku segala!"Entah bagaimana perasaan Thy Than saat ini,benar-benar malu dan ga bisa lagi untuk berdiam diri dihadapan Ganindra.


Segera ia mengambil langkah menghindar dari lelaki kurang ajar tersebut.Tapi malahan dia menahan langkah dengan menyentuh tangannya lagi."Than,maaf ya.Aku ga sengaja tiba-tiba membuatmu seperti ini!"Merunduk dengan diamnya tanpa makna.


"Lepasin!"Pintanya sambil memberontak.


"Jangan marah dong.Maaf ya."


karena emosi langsung aja dia memukul perutnya hingga ia tersengkur kesakitan.Buuuukkk,pukulannya lumayan membuat Indra terkejut dan tersungkur dilantai.


"Haaaah,Indra!"Sontak pukulan itu membuat Thy Than terkejut dan menutup mulutnya,langsung ia jongkok dan menolongnya.Kayaknya sakit banget aku ngasih pukulan,astaga tapi gimana lagi aku kan ga terima.


Merangkul tangannya dan membopong ketempat duduk dengan wajah panik,tetapi ide Ganindra memang luar biasa jahilnya,pura-pura sakit dan meringis sekali-kali melirik Thy Than yang dipastikan merasa bersalah banget sampai membawanya pelan-pelan kekursi terdekat.


Merebahkan ditempat duduk,Thy Tha dengan telaten mendekap dan bertanya akan kesehatannya.


"Kamu ga pa-pa kan,tadi pukulanku keras ya."Panik masih belum percaya melihat reaksi wajah kesakitan ala Ganindra.


"Gila sakit banget!"Jawabnya sambil memegang perutnya.


"Yang mana sakit?"Perhatian Thy Than pun ga pernah hilang seketika dari tatapan bersalahnya.


Dia malahan mencoba membuat drama supaya paniknya lebih lama."Aduuuuh,sakit Than.Pukulanmu sungguh menyayat hatiku!"


Terhenti tatapan heran tak percaya apa tengah diucapkan oleh Sahabatnya."Maksud ka-mu?"


Meringis kearahnya"Ini Than,sakit hatiku.Bukan perutku!"Jawabnya ketawa ngakak dihadapannya.


Kaget banget,jadi dia cuman bercanda sakitnya.Kurang ajar aku ketipu lagi sama dia."Kurang ajar kamu yaaa,bikin aku Panik aja!"Sambil mukul-mukul kesal.


Tawa ganindra begitu puas ketika melihat tipuannya telah berhasil memperdaya Thy Than,kesal banget dikerjai sama Sahabatnya.Kenapa seeh pake acara kayak gitu kan jadi takut.Kembali cemberut sampil nampol pipinya Indra ada malu-malu dikit seeh saat tatapan menggodanya sungguh membuatnya salah tingkah.


"Gimana udah ga marah kan?"Kembali menatap serta memastikan itu tidak membuatnya kembali kesal.


"Beneran engga!"Sok godain lagi.


"Iiiihhhh,kamu tuh ya.Kalau udah bilang engga ya enggaaaaa!"Sambil njewer telinga Ganindra disambut kesakitan yang sangat sakit.


"ADOOOOOH,,,sakit Thaaaan!"Memegang telinganya yang masih dikuasai oleh sahabatnya.Sembari melepaskan jeweran telinganya,tawa itu lepas.


"Mangkanya jangan bikin aku kesal kayak gini!"Sambil dorong bahunya.


"Hehehehehe,tapi seru kan tadi!"Godanya memainkan kedua alisnya.


"Apaan seeh,kurang tahuuuu!"Sontak jawaban polosnya pun keluar.Ia sadar dan menutup mulutnya seraya membelalakan matanya.


"Haaaah,kamu kurang aku cium!"Bahagianya mendapat respon darinya."Mau lagi!"Kembali menggodanya.


Langsung aja dia mengambil novelnya,dan menutup mukanya serta menahannya."Ini cium buku ini aja.Males aku kamu perdaya kayak gitu!"


Menarik novelnya malahan tanganya menempel diwajah Ganindra lagi dia malah mencium tanganya.,"Iiiihhh,jorok amat seeh!"


Beberapa kali ia membersihkan dari ciuman tak sengajanya,heran deh kenapa seeh aku kena terus sama kejahilannya.Berbalik dan duduk serta menompangkan tangan tanpa melihat wajahnya.


"Ngapain kamu tuh,ngambek sama gua?"Sambil ikutan duduk disampingnya sambil memberikan novelnya."Neeh,elu baca,entar mubazir lagi.Udah diambil ga dibaca."


Menyahutnya sembari bersungut-sungut wajahnya melihat kebaikan Sahabatnya.Sahabat macam apa itu selalu saja mencari kelemahanku.


"Ngapain seeh gangguin aku segala!"Masih saja kembali cemberut.


"Ya seru aja kalau ganggu kamu.Semakin kamu cemberut Lu-Cuuu hahahhaha!"Tertawa seraya menggelengkan kepala.Membuatnya bete aja.


menompangkan tangan didagunya,dia bersandar diatas meja kembali menggodanya."Than,,,,Thy Than."


"Apaan seeh!"Sambil buka-buka setiap lembaran halaman novel,ia masih ogah untuk menoleh dan menjawab pertanyaan aneh-anehnya.


"Kamu kok cantik banget deh,aku aja terkesima sama elu!"Sambil tangannya memegang pergelangan tangannya.


"Udaaah ga usah ganggu deh."Lagi dia berkata.


"Tapi ganggu kamu tuh suatu kenikmatan tersendiri buat gua.Karena kamu tuh special bangeeeet!"Masih aja jari-jarinya menjelajahi pergelangan tangan hingga tirun kebahu bawahanya.


"Hiiiiii,,,,geli tahuuuu Ndra!"Berkali-kali menjauhkan jari-jari nakalnya.


Mendongka sekejab menompangkan tangan menatapnya sejajar dan terus melihat tingkah ngambeknya.Menahan tawanya sungguh niat banget sampai targetnya menoleh dengan tatapan tidak suka.


"Ngapain,ga baca buku!"Judesnya tiba-tiba muncul.


"Ga jadi deh!"Sambil menjauhkannya darinya.


"Melihat kamu tuh banyak sekali cerita yang akan aku buat.Perempuan hebat yang tidak mudah putus asa,walau diganggu tetep aja serius membaca.Emang seru ya kalau baca!"


"Ya ini siapa yang ngajak,jadi ya baca deh aku.Kenapa seeh,dari tadi ngomooong aja ada berhentinya.Kesel aku jawabnya."Menutup buku dan membantingnya.


Tatapan kaget Ganindra membuat Thy Than sontak ketawa lepas melihat kepolosannya sangat terkejut itu adalah hiburan selanjutnya untuk dirinya bisa ketawa lepas.


"Oke aku akan baca novel gua deh!"Kesel juga diomelin mulu sama dia.Menarik bukunya lalu ia membaca dengan perlahan dan telaten.


Lirikan tajam Thy Than saat melihat Ganindra membaca membuatnya seketika tertegun dan memuji ketampanannya saat ia tengah diam seakan mulai serius membacanya.Seru juga buku yang gua ambil tadi,ini seeh bisa sampai habis bacanya.Kali ini keduanya hening tanpa kata,Thy Than pun serius membacanya dengan penghayatan penuh drama ceritanya.


"Kok bisa seeh menarik gini ceritanya!"Menompangkan tangan penuh senyuman ia membaca.


"Ndra ker,,,,,,en deh!"Belum selesai membagikan kebahgaiaan malahan suntuk lihat sahabatnya ternyata ketiduran beralaskan lengannya menoleh kearah kanan.


"Haaaah,,,,,astaga.Habis ngerjain aku malahan ketiduran ckckckckck.Bisa juga ya."Heran banget lihatnya.


Mengamati seraya bergaya bak seorang detektif,mungkin aku bisa menemukan dimana skill jahilnya tertata rapi.Ga ada juga ketemu sebenarnya gimana seeh dia itu.Hobi kok jahil banget.Menggelengkan kepala.Tapi setelah ramai kok sepi banget pada kemana semuanya ya?clingak-clinguk mencari beberapa orang yang tadi sempet ada disekitar sini kok malahan ga ada ya.Beranjak berdiri memeriksa keadaan sepi banget perlahan meninggalkan Ganindra yang nyenyak banget tidurnya.Kayaknya kok tambah gelap juga ya,tengak tengok mencari keberadaannya ga ada sama sekali orang diperpust.


"Duuuuh,,,perasaan udah ga enak neeh.Perpust seluas ini ga ada penghuninya bisa mati berdiri aku disini."


Berjalan mengendap-endap tentunya ada rasa khawatir ternyata benar perpust ini ga ada penghuninya.Apa pada balik ya?Pokoknya aku harus pastiin ada orang.Tapi kok gelap kayak gini.Makin khawatir dan sampai juga dipintu utama perpust.Beneran ini,kita berdua keenakan disini kali tadi ya.Haduuuuh,ga ada orang.Mencoba mendekati pintu utama lalu menyentuh slot pintu beberapa kali dia berusaha untuk membukanya,tapi ga bisa-bisa.


Tok,,,tok ,,,,tok,,,tok,,,berharap ada yang membukakannya.Tapi ga jawaban balik.Mampus deh,bisa kekurung disini aku.Beberapa kali ia mencoba kembalu untuk membuka pintu dan sesekali minta tolong.


Tok,,,tok,,,tok,,,tok,,,


"Tolong,,,tolooong.Bukain dong!"Panggilnya beberapa kali sambil memukul-mukul pintunya.Sama sekali ga ada respon sama sekali.


Sedikit keributan dibuat oleh Thy Than membuat Ganindra yang tidur pulasnya pun terganggu hingga terkejut dan membuka pejaman matanya."Huuaaaahhhh,kenapa seeh tu anak.Teriak-teriak kan,ga boleh berisik didalam perpust."Beranjak bangun serta merentangkan kedua tangannya.Mengucek kedua matanya,perlahan datang untuk menghampiri dengan lemasnya dia melihat paniknya Thy Than aneh banget.


"Haduuuuh,,,kenapa bisa seeh dia kejebak dipintu itu."Melangkah pelan-pelan,saking pelannya dan paniknya Thy Than dalam membangun rasa takutnya sampai Ia tak menyadari ada Indra tepat dibelakangnya muncul tiba-tiba.


"Tolooong,bukaiiin.Toloooong!"Panggilnya masih bingung serta panik.


Tinggal beberapa centi kedatanganya memang tidak diketahui oleh Sahabatnya,berdiri tepat dibelakang ia membisikkan kalimat.


"Berisik!"


Menoleh terkejut ada sosok menakutkan sekejab ia teriak.


"AAAAAA!"Belum terlalu panjang teriakannya,langsung aja Ganindra menutup mulutnya.


"Dieeem,ini gua.Indra takut amat sama orang ganteng!"Ujarnya kesal masih membekap mulut Thy Than.


"Ehhhmm,,,,ehhmmm!"Seraya ia mengangguk,ternyata itu Indra.


"Engga teriak lagi kan?"


Ia menggelengkan kepala.


Percaya dengan jawaban sahabatnya,ia mepelaskan dekapan mulutnya dan menciumnya kembali.


"Iiiih bauuuu!"Memercingkan wajahnya.


"Hiii,ngapain juga dibauin!"Sambil nampol pipinya.


"Duuuuh,,,suka banget luuu nampol-nampol pipi gua!"


"Elunya seeh ngagetin mulu.Ini gimana ga bisa buka-nyaaaa"Rengek Thy Than panik.


"Udah ga usah panik gitu ah.Kan ada gua.Gimana seeh,kalau elu sendirian baruuuu.Mau teriak.ampe suara lu habis dan gedor-gedor pintu ampe sakit tangan luuu ga bakalan dibukain.Ini ntar bukanya setelah pulang sekolah,iya kalau petugasnya inget.Kalau engga!"


"Kita nginep disini dong!"Kembali memastikan.


"Iya kita berdua!"Jawabnya senang.


"Aduuuuh,,,,bisa ketinggalan kayak gini seeh,coba kalau ada Mega.Pasti dia aku teriakin biar dateng."


"Emangnya ini perpust ada TOA masjidnya elu bisa panggil-panggil gitu,heehhh!aneh!"Berbalik serta menompangkan kedua tangannya dipinggul Indra.


"Tapi aku takut Ndraaa,perpust kan biasanya tempatnya hantu-hantu berkumpuuuuulll!'Lanjutnya masih sok ketakutan juga.


"Trus gua ketuanya gitu!"


"Hiiiiiih,jangan bercanda gitu.Cari.jalan keluarnya pleace.Aku ga mau mati berdiri lama-lama disini"Pintanya berharap kepada Ganindra.


"Masalah lagi,haduuuuh.Tenang ya.Oke jangan panik pasti ada jalannya kok!"


"Emang kamu tahu dimana jalan terbaiknya?"Penasaran banget.


"Hehhehe,ga tahu!"Jawabnya terkekeh.