
Lama juga ya kalau Ganindra ngobrol sama Adam,penasaran tapi gimana lagi.Jarak yang lumayan jauh membuktikan kalau masalah tengah dibuat oleh keduanya adalah rahasia.Sesekali membuka kembali novelnya hingga beberapa kali mendongak apa udah selesai ternyata yaaah kayaknya keenakan mereka.Akrab memang tapi gimana lama banget.Eeeh tiba-tiba Obrolan itu menjadi perbincangan serius tentang keinginan Adam untuk menjenguk sahabatnya yaitu Mega.
Hatinya memang ga ada rasa sama Mega secara serius, tetapi ketika harus berbicara membuatnya semakin seru untuk dibagi oleh mereka berdua.
"Elu tadi nelpon Mega mau jenguk dia ya?"Sambil menatapnya.
"Iya,emang elu mau ikut?"Lanjutnya penasaran.
"Tolong deh jangan kesana dulu ya.Kasih dong Mega istirahat.Dia tuh butuh banyak istirahat supaya nanti bisa cepet sembuh dan masuk lagi,gimana batalin ya."
Menompangkan kedua tangannya dipinggang,tatapan aneh pun mencuat dalam raut wajah sang Adam.Kenapa emangnya ya?
"Kenapa seeh,kan gua pengen lihat dia.Ngasih support biar dia tambah sehat trus bisa masuk dan kita bikin acara yang tertunda itu!"
"Tapi kayaknya itu belum gua realisasikan deh.Tahu kan keadaan dan keinginan itu lagi ga sinkron!"Jelas Ganindra yakin.
"Iya udah,gua balik ke Game dan elu ke Mega,kan dia pacar lu ya kan!"Kembali menjelaskannya.
"Iya tahu,,,tapi kalau Mega sembuh kan kita bisa tampil dengan lengkap kan!"
"Tapi kok aneh banget! masak gua mau jenguk aja ga boleh?lagi ngapain seeh kalian.Mau bikin kejutan gitu buat seseorang yang menurutmu bagus mendapatkan kejutan itu!"
"Tolonglah,okey bray.Pleace!"Memohon sangat sama Adam.
Kesal juga setelah mendapat tekanan dan desakan yang ga masuk akal pula.Jadi gimana lagi kalau harus yaa mengalah demi sebuah sahabat.Sembari menepuk pundaknya ada kalimat terucap dari Adam.
"Tolong kalau ada apa-apa sama Mega,gua orang kedua yang tahu kenapa dengan dia.Karena elu adalah orang pertama yang menjaga rahasi itu ya.Makasih!"Berlalu meninggalkan Ganindra dengan segudang pertanyaan tentang Mega.
Seraya melintas didepan Thy Than,Adam mencoba bersikap baik kepadanya dan saling tos saat keduanya ingin berkata.
"Heiii,,,udah sana jaga pacarmu.Biar ga ilang-ilangan sana!"Bisiknya dengan tawa ngakak.
"Emang ngapain dia?"Segera meluruskan pandangan kearah Ganindra.Jelas itu membuatnya curiga hingga bergegas untuk mendekatinya.
"Ngomong apa dia?"Tunjuk Ganindra penasaran.
"Hahahahah,penasaran dia Dam!"Lanjut Thy Than ngakak sambil mengarahkan Jarinya pada Ganindra.
Ia menoleh dengan mencibirkan bibirnya seraya mengangkat dagunya."Penasaran yeeee,byeee anak nakal!"Cubitnya Adam kepipi Thy Than langsung cabut membuatnya kesal juga dicubit-cubit kayak gitu.
"Iiiih,,Adam.Ga beda jauh sama Ganindra.Pada suka ama pipi chabby ku ya!"Sembari jingkrak-jingkrak kesal.
Menahan tawa melihat tingkah Thy Than,Ganindra pun menggelengkan kepala.Memang kalau udah lucu ya lucu aja ga usah pake drama-drama an."Luuuuucuuuunyaaa!"Sambil mendekap pipinya lagi.
"Huuuuuh,!"Lanjutnya sambil memancungkan bibirnya.
"Pengen dicium ga bibirnya?"Tawarnya menggoda.
membelalakkan matanya,melepaskan dekapannya ga perduli mau jawab atau ga.Yang penting aku gandeng aja dia jalan sampai parkiran.Nyengir juga sang lelakinya saat mendapat respon macam itu.Melirik terus wajah lucunya Thy Than tak bisa lagi diungkapkan olehnya bahwa benar juga kata Mega kalau sahabatnya ini mengundang banyak kesenangan tanpa menyimpan rasa sedih.
"Jangan pernah bilang kalau aku sakit parah Ya sayang.Kamu harus bisa menjaga perasaan Thy Than seperti kamu menjaga perasaanku saat ini.Dia dan Aku adalah dua hal yang sama dalam hati dan fikiran tapi tidak tentang kehidupan selanjutnya.Jadi dia adalah milikmu yang hakiki ya,Love you!"Sambil mendekapnya.
"Love you Too!"Walau dalam hatinya ia sama sekali tidak mengingingkan hal tersebut.
Sampai diparkiran,malahan Thy Than yang membuka kan pintu untuk sang lelaki."Silahkan masuk!"
Heran langsung menoleh,tatapan aneh pun menyerang Ganindra dengan garuk-garuk kepala.Kenapa seeh dia,aneh juga dari tadi bikin gua makin merinding aja deh.Perlahan masuk dan menatap terus siapa itu sahabatnya.Santai banget menutupnya,ia berlari kecil memutar dan membuka pintu sendiri,masih tatapan anehnya ga bakalan selesai kalau ga ada pertanyaan serius darinya untuk satu tingkah mengherankan Thy Than.
"Elu ga pa-pa kan?"Sambil mendekap keningnya,merasakan ga ada yang panas atau aneh lagi dipunggung tangan Ganindra ia pun kembali menjawabnya.
"Engga,kenapa seeh emangnya Sayaaang!"Sambil mengangkat kedua alisnya melihat kelakuan Ganindra yang menurutnya lucu dan aneh pula.
Menghela nafas serta membasuh mukanya,ada kelegaan terpancar diwajahnya sampai Thy Than saja heran berbaring miring penasaran sama sikapnya.
"Kenapa emang-nya?"Kembali memastikan menyentuh tangan Ganindra.
"Tadi barusan kenapa kok tumben sekali bukain pintu buat gua?emangnya gua ga bisa buka sendiri!"Menatap tajam.
"Ga usah segitunya kali sayaaang!Itukan sebagian dari sikapku yang perhatian sama kamu gimana seeh!"Memberi senyum khas miliknya.
"Trus kita kemana sekarang,mau pulang langsung atau jalan-jalan kita!"Lanjut Ganindra menawarkan.
"Eeehhhmmm,,,,kita kemana ya?masak kerumahnya Mega lagi.Kan kasihan ya dia,ga bisa istirahat kalau kedatangan kita!"Sambil mikir keras.
Naaah itu kamu tahu sayaang,saatnya kamu tahu ketika sakit itu adalah istirahat adalah waktu yang tepat untuk menjelaskan bahwa itu adalah sebuah penolakan tentang kamu.
"Ga usah deh,kita jalan-jalan sendiri aja.Kemana gitu?atau kecafe aja sambil ngopi kita baca-baca novel kita ini!"Mengeluarkan serta menunjukkan kepadanya.
"Boleh juga tuh,tapi nanti sore anterin aku ngambil mobilku ya dikantornya om Rey.Udah kangen aku hehehehe!"
"Oke siapa takut!"Lanjut Ganindra semangat mencari tempat nongkrong disiang hari dengan menentukan tempat sesuai dengan karakter masing-masing.
Senyum sumringah Thy Than telah membawa dalam perjalanan menuju sebuah kedai kopi pilihan.Kopi tempat menyenangkan ketika janji kita terhadap jiwa menjadi lebih berfokus pada sebuah kasih sayang.Tentu akan memberikan tatapan kesenangan seorang perempuan tersebut.
"Oooh,ya nanti kamu ada acara ga?"Tiba-tiba Thy Than bertanya.
Menoleh mengernyitkan kening,sebuah pertanyaan itu menyentuh fikirannya dengan sergap ia menjawabnya.
"Ga ada deh.Tapi ga tahu juga seeh,kenapa emang?"Lagi menoleh penasaran.
Sambil mengangkat kedua pundaknya jawaban Thy Than memang pas."Engga juga,nanya aja.Ntar pas kamu ajak aku malahan aku ada acara dengan orang lain heheheh!"
"Siapa?"
"Ya kali-kali ada liburan sehari sama om Rey sama Kak Joana kan seru juga.Kamu ikut juga tambah seru juga."Lanjut Thy Than.
Meringis seraya menggelengkan kepala,kayaknya ga yakin kalau gua harus ikut sama mereka.Kan tahu sendiri kalau gua tuh diminta jaga jarak kalau udah dengan namanya om Rey dan Joana.Apa sebabnya mana gua tahu,santai aja.Juga belum terlalu dekat kenapa harus dipaksakan ya kan.
"Elu suka ngopi dimana seeh sayaaang?"Menoleh penasaran.
"Eeeemmm,,,dimana aja yang penting viewnya bagus,tempatnya sejuk,ga ribet banyak orang trus roma-ntissss!"Malahan bergaya sok genit menompangkan pipinya dalam dekapan kedua tangannya.
"Heheheheh,bisa juga ya permintaanmu."Menggelengkan kepala.
"Ya dong,pilihan terbaik itu ada pada hati yang pas!"Lanjutnya membuat Ganindra jadi bete.
"Yayayaya,pilihan itu ada pada elu yang suka suasana romantis juga lebih familiar kan!"Sambil bergoyang-goyang fikirannya.
Meski begitu Adam semakin penasaran deh sama sikap Mega yang sama sekali ga mau untuk dijenguk,gimana kalau gua coba aja datang jenguk dia.Kali-kali ada jawaban pasti tentang apa seeh yang diinginkan oleh dia kalau gua datang hehhehe.Tancap gas dengan motor retronya menjelajahi jalanan hingga misinya untuk lebih dekat dengan Mega serta ingin tahu seperti apa yang dirasakannya saat ini.
Tak menggunakan waktu lama untuk sekedar menikmati secangkir kopi sebuah mobil pun sampai disebuah kedai yang nuansanya adem banget juga merasakan Sehati sama Thy Than,senyumnya pun terkemuka keluar saat perlahan membuka pintu mobil seraya turun dari dalam.
"Waoooo,keren juga neeh!"Sambil menoleh kearah Ganindra.
Balasan senyuman pun menjadi semangat untuknya bisa mendapatkan saat ia turun pula serta menghampirinya dengan merangkulnya.
Sontak menoleh kaget,serangan macam apa lagi ini Ganindra.Untung aja ga ada yang lihat sok romantisme yang dia berikan kepadaku."Sayaaang,kok curi-curi lagi seeh.Malu tahuuu!"Sambil nyibit pinggulnya.
"Aduuuuh!"Seraya menghindar mendapat cubitan tersebut.
Kesakitan pula mendapatkan hadiah specialnya,
"Masuk ga?atau kita main aja diparkiran!"Timpalnya kesal menahan gemerutuk gigi-giginya.
"Hahahaha,udah mulai kesel ya."Sambil nyubit hidungnya.
"Iya kesel!"Lanjutnya.
"Heeemmn,,,,sok Kesel tapi nggemesin tahuuuu!"Nyolek hidungnya hingga ia memalingkan wajahnya.
"Ya udah kita masuk,,ntar dikira tukang parkir nyasar lagi hahahahaha"Bisiknya sambil merangkul masuk kedalam.
Seneng banget kali ini bisa nongkrong dengan Ganindra,kadang ada anehnya seeh kalau lihat dia sok perhatian malahan memberikan suara hati ceria ketika masuk membuka pintu untuknya."Silahkan selamat datang!"Sapanya ramah membawa masuk.
"Terima kasih!"Ikutan gila juga.
Sang waiter pun hanya mengumbar senyum serta menyapanya dan mengantar mereka menuju meja pilihannya.
Terhenti sejenak,sambil bingung memainkan bibirnya.Ada pilihan yang sedang keduanya fikirkan sambil memainkan tangannya masing-masing.
"Yang mana ya?"Menoleh kearah Ganindra.
"Diluar sana aja,balkon sambil lihat pemandangan.View yang bagus kan!"Lanjut Thy Than memberikan idenya.
Menatap seraya mengangkat dagunya,pilihan yang ga bisa ditolak lagi sama Sang lelaki bahwa itu adalah pilihan sang perempuan cantik kepadanya.
Berbalik kearah waiter tentunya ia memilih tempat pilihan sang wanita special dalam hati terpancar sudah disetiap maknanya."Ya udah kita pilih tempat yang disana mas.Trus mau pesan apa sayaaang?"Melempar pertanyaan.
"Aku cappucino sama black forest aja deh sama satu mineral water.Kalau kamu?"Semangat berbalik kearah Ganindra.
"Sama Cappuccino tapi aku lebih suka blueberry cheese cake sama spaggetinya ya.Makasih mas!"Berlalu merangkul Thy Than dan segera menuju tujuan duduk bersama.
"Oke mas,silahkan ditunggu ya!"Berlalu untuk membuat orderan special buat costomer selanjutnya.
Suasana sore pun membawa kedalam obrolan khas sang Lelaki untuk merayu setiap makna dari heningnya cinta dan dalamnya kisah tanpa haluan.Alam yang indah telah membawaku pada sosok perempuan seperti dia.Memikirkan apa yang terbaik saat ini,hanyalah sebuah nestapa diantara hilangnya fikiranku kepada satu seseorang tengah berada dalam kepastian tak menentu.
"Dimana kamu Sayang,apa kamu sudah menjadi pilihannya Thy Than atau hanya tengah bersenang-senang saja disana.Aku harap kalian tahu sejauh do'aku untuk kalian adalah membuat hubungan kalian lebih baik lagi."
Bersandar dengan tatapan kosong serta pucat,Mega pun berbeda ketika ia belum mendapat vonis tentang penyakitnya.Saat ini dia mencoba kuat walau berat,yakin akan kedekatan dengan sang ayah akan lebih membuatnya tenang.Tetapi sedih ketika harus melihat sang ibu sendiriam tanpa sebuah tujuan hidup setelah aku berada diatas ranjang tanpa sebuah kekuatan lagi.
"Ndra,semoga saja aku bisa bangkit sejenak dan berada diantara kalian berdua untuk saling memberikan dukungan selalu hadir untuk satu kehidupan yang abadi untukku."
Tak disangka sebuah ketukan pintu seseorang membuatnya terperanjat kearah pintu tengah tertutup sehingga rasa penasaran telah membuatnya memintanya untuk masuk dan bertemu dengannya.
"Masuuuuk!"Pintanya menanti siapa yang datang.
Kliiiikkkk,suara slot pintu terbuka.Ternyata tatapan terkejut pun tak terelakkan dari sorot matanya saat Adam datang dengan senyum berat datang menjenguknya.Juga ditemani sang ibu mengantarkannya kekamarnya.
"Adam,kamu,,,,!"Terpekik heran atas kedatangannya.
"Ga pa-pakan nak,sahabat kamu juga kan dia."Kata ibu sambil mendekap bahu Adam.
Ya Adam memang juga dekat dengan Mega seperti halnya Ganindra kedua lelaki itu memiliki kedekatan benar-benar dekat dengan sosok Mega.Perempuan ceria tetapi tengah tergeletak diranjang dengan sedih pula melihat Adam perlahan melangkahkan kakinya berat banget untuk melihat sebenarnnya apa yang terjadi dengannya.
"Haiiii,!"Tatapan nanar Adam sudah tak bisa terelakkan saat mendekati dan duduk disamping Mega.Ia benar-benar tak menyangka kenapa Mega bisa seperti ini.Sedih iya pasti sampai gua aja ga sadar meneteskan air mata.
Dasar lu cengeng Dam,kata itu sudah terpatri dihadapan Mega.Terserah elu mau bilang gua cengeng atau apalah.Tapi gua melihat sahabat gua dari kecil sekarang seperti ini.Seperti mimpi benar-benar gua hapus segera.Sadar,sadar Dam ini bukan Mega yang sebenarnya.
Sang ibu pun tak bisa menahan kesedihan pula dan segera menghindar dan menutup pintunya.Sang ibu hanya terdiam bersandar dibuffet itu serta kedua tangannya mencengkeram bibir buffet dengan wajah tak berdaya merasakan sakit anaknya.Ia pun menangis dan tak biaa menahannya lagi.
"Elu,kenapa Ga?elu tuh ya."Tertawa ga nyangka bisa melihat Mega yang biasanya ceria dan membuat gua senang bahkan bahagia malaha seperti ini.
"Eheee,kamu ga usah khawtirin aku.Aku tuh ga pa-pa,udahlah ga usah cengeng kayak gini!"Pintanya sambil menyeka air mata Adam.
"Baru kali ini gua nangis didepan lu.Bu-kan bu-kan karena elu putusin cinta gua.Tapi lihat sekarang elu kok bisa kayak gini seeh!"Sambil tak percaya sama yang ia lihat.
Tawa renyahnya memang sungguh merusak sedih gua,bahkan ia menganggap ini enteng banget kenapa bisa kayak gini coba.Apa yang dia rasakan itu bukan biasa aja tapi sungguh menyiksanya.Beberapa kali aku menahan dia untuk tidak aneh-aneh malahan tawa gelinya membuatku makin bingung aja.
"Dam,kamu jangan cerita ya sama Thy Than atau sama siapa itu pokoknya jangan dulu.Aku pengen ini rahasia kita.Besok lusa aku bisa masuk kok.Nanti kan kamu tahu sendiri kayak gimana kuatnya aku.Tapi saat ini aku masih sakit banget!"Ujarnya menahannya.
Segera menolongnya,ia kebingungan dimana ia bisa membantunya supaya tidak sakit lagi.Tapi lagi-lagi itu hanya candaan Mega untuk menyenangkan hati Adam saja.
"Yang mana,yang mana yang sakit.Aku bantuin supaya kamu ga sakit lagi!"Tatapan itu benar-benar luka tengah dirasakan oleh Mega.
Malahan dia menunjukkan dihatinya.
"Disini Dam,sakit bangeeet heheeheheh!"Lanjutnya geli.
Menghela nafas panjang,kesel banget.Padahal gua udah serius banget sama sikapnya dia,malahan sama sekali dia mempermainkan gua.Dasar anak durhaka.
"Astagaaaa Gaaaa.Itu mana ada sakitnya!"Heran deh bisa dia gitu ya.
"Hahahahah!"Seraya merunduk dan menahan tawanya sungguh tak bisa lagi,kembali mendongak."Kan aku ga pengen kamu sedih terus ya."Sambil mendekap pipinya.
Senyum berat pun ditampilkan oleh Adam,ia pun memejamkan mata.Merasakan dekapan itu benar membuatnya tenang saat ini.Perlahan ia pun cerita sebenarnya dengan nada lirih dan perlahan ia pun menjatuhkan air mata beberapa kali.Dengan telaten Adam menyeka juga ikut sedih melihat sahabatnya itu.Kenapa.gua ga tahu yang sebenarnya coba.Seandainya waktu daoat diputar,pasti gua pusing banget muter-muternya kali ya.Mikir lagi.
"Sekarang kamu tahu kan kenapa aku ga mau cerita ini kepada siapapun.Takutnya viral,emangnya kalau pas aku ga ada Viralnya itu ga ketulungan Dam!"Jelasnya yakin.
"Biar aku aja yang tahu,dan kalian berdua itu sahabat rasa special ga ada duanya deh.Aku salut sama kamu sama Ganindra saat ini.Kemarin aja dia menghindar dari aku dan Thy Than.Tapi jangan kasih tahu Thy Than ya,aku takutnya dia hanya sebagai tempat mengadu saja bukan sebenarnya apa yang dirasakan sama Ganindra.Aku udah paksa dia untuk mencintai Thy Than entah gimana caranya."
"Gila emang ya,mengorbankan cinta hanya untuk sahabat seperti Thy Than.Ga salah itu!"Kembali mempertanyakan.
"Dam,kamu tahu tahu sekarang gimana Thy Than.Dia sebatang kara.Masih mendingan aku masih ada ibu.Kalau dia siapa yang dia pegang erat-erat kalau bukan rekan kerja ayahnya yang beneran perhatian sama dia hanya om Rey aja sama kak Joana.Jadi jangan buat dia sedih lagi.Ikut jaga dia ya.Dia kan putri yang baik hati."
"Terus kamu Ratu horornya gitu!"Celetuknya ga terima.
"Haaah,apaan Ratu horor.Bisa aja kamu yaaaa!"Nampolin beberapa kali pipinya Adam sampai ia memercingkan matanya takut kena tabok kedua matanya.
"Aduuuh,,,duh.Gini kalau udah gemas ga ketulungan kamu ya!"Mencoba menahan tampolannya lagi.
"Aku gemes sama kamu,jangan kesini malahan kesini.Nangis kan,ketahuan kamu tuh cengeng banget Dam."Tersenyum ringan.
"Tapi lusa kamu harus masuk ya.Biar ga ada yang curiga.Apalagi tuh Pacarnya Ganindra kan dia jadi penasaran kan!"Lanjut Adam.
"Ooooh,,,Thy Than heheheh!"Timpalnya.
"Ya siapa lagi.Kan kamu yang bilang.Gimana seeh!"Sambil merapikan rambut Adam.