
Morgan pun berdiri diantara balkon rumahnya dilantai dua,rasanya memang berada disini malam ini sungguh telah membuatku semakin yakib bahwa saat ini adalah waktu untuk menatap setiap apa yang aku jalani kembali dalam dekapan Monalisa.Ya kali ini ia berada disampingku,walau aku bermain cinta dengan Nona Joana.Dia masih memberikan senyum serta perhatian dengan mendekatiku dan memelukku serta merebahkan seluruh raganya dalam punggungku.Aku hanya tersenyum menoleh dan memastikan ia tidak tidur saja dalam kenyamanan ini.
Ia memang wanita yang sudah membuatku senang dalam setiap pekerjaannya dan sekarang ia mencoba menjadi seorang yang manja untuk aku taklukkan.Wanita seperti dia memang telah membuat banyak jatuh hati bahkan ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Heiiii,kamu ga capek bersandar dipunggungku?"Menoleh mengumbar senyum kepadanya.
Mendongak senyum itu menjawab kalimat tengah dituangkan oleh sang pria.
"Buat apa harus capek,saya kan sudah berada dalam tubuh anda yang kuat.Jadi buat apa harus menyia-nyiakan itu semua!"Jawabnya geli semakin erat untuk mendekapnya.
Berbalik serta menyentuh tangan Monalisa,ia berharap malam ini menjadi malam yang baik untuk keduanya menjalani hubungan ini.Selama ini keduanya hanya merasakan cinta sesaat tetapi lupa merasakan cinta terdalam dalam hubungan mereka.
"Lalu apa kamu akan berkhianat bila aku bermain dengan seorang wanita yang dekat denganku?"Mendekap pipinya dengan harapan untuk mendapatkan jawaban sesungguhnya.
"Buat apa harus berkhianat Tuan.Tidak ada yang tahu cinta itu milik siapa kan.Jadi saya akan tetap menjadi orang special dihati anda.Apa anda menyetujuinya!"
"Bisa juga,tapi kamu tahu resiko bekerja denganku?akan bertemu dengan banyak wanita menarik diluar sana!"Kembali mengingatkan.
"Tapi saya juga sama,saya juga berada dalam lingkaran para pria yang menarik!"Ujarnya tersenyum.
"Seperti Darren mungkin?"Kembali kalimat itu membuat Monalisa hampir kaku menjawabnya.Kenapa Tuan Morgan bisa tahu tentang Dia,apa ada hubungannya mungkin?
"Anda bisa tahu?"Kembali bertanya.
"Karena dia adalah fotografer handal.Siapa yang tidak tahu dia haaah,,bisa saja kamu!"Sambil nyubit hidungnya serta mengoyang-goyangkannya dengan gemas.
"Tapi kalau saya punya hubungan selain model dan fotografer atau hanya sebuah sahabat mungkin?apa Tuan Morgan tidak marah?"
"Buat apa harus marah,dia itu pria yang luar biasa.Kadang dengan kehebatannya bisa menaklukan wanita dalam semalam itu hal biasa.Hanya saja aku tidak terima bila kamu dipermainkan oleh dia ya.Kamu itu adalah milikku yang sangat berharga bersama Nona Joana."Menjelaskan hingga senyum kembali datang menyentuh heningnya malam.
"Jadi saya menjadi wanita special yang selalu menghangatkan Tuan Morgan.Sangat special kan!"
Menghela nafas kembali memeluknya.
"Rasanya malam semakin jauh mendekati pagi.Kita harus istirahat,besok kita jalan-jalan gimana?"Memberikan sebuah tawaran indah untuknya.
"Bagaimana dengan Ganindra,adik Tuan Morgan?"Mengangkat kedua alisnya.
"Dia lupakanlah,dia sudah besar dan punya kehidupan sendiri.Tidak ada yang akan membendungnya bila ia melakukan hal yang berbahaya.Karena aku sudah pernah berkata dengannya.Kita akan saling membutuhkan setiap saat.Jadi jangan buat dirimu menjadi orang yang merugi atas kesalahanmu.Apa kamu tertarik dengan dia?"
Menahan tawa serta menenggelamkan didadanya Morgan,pertanyaan itu membuatnya sungguh tak percaya akan menjurus kepadanya.Apa-apan ini Tuan Morgan,selalu membuatku salah sangka jadinya.
"Tuan ada-ada saja.Apa mungkin saya harus suka dengan seseorang yang lebih muda?dia itu tidak menarik bagiku.Yang lebih dewasa akan membawaku dalam kehangatan ini.Seperti Tuan saat ini!"Lanjutnya santai.
"Oke aku terima jawabanmu,tapi aku akan selalu melindungu dari jauh untuk menjamin hidupmu.Sudah malam kita tidur ya!"Ajaknya merangkul dan membawanya masuk kedalam.
Hemm,,malam ini sudah membuat seorang Rey hanya tersenyum diatas ranjang.Ingin segera tidur tetapi tetap saja tidak bisa.Beranjak turun dari ranjang berjalan mendekati jendela kaca bersedekap dan menatap jauh entah kemana sebuah tanggung jawabnya kembali datang ketika bahagia itu saat Thy Than telah mau tinggal bersamanya.Jadi waktuku untuk menggoda bahkan membuat cinta dengan Joana akan terbatas.Tidak seperti biasanya aku membuat kegaduhan dengannya.Tersungging geli.
"Kenapa,Tuan muda tidak bisa tidur ya?"Sapa seseorang yang membuka pintu kamarnya dan menunjukkan batang hidungnya.
Menoleh mengernyitkan kening dari jauh,ternyata Joana.Bisa juga dia belum tidur,memanggil dengan tangannya membuatnya ia santai masuk kedalam mendekati Tuan muda berdiri disampingnya.Menoleh serta bertanya sorot matanya sungguh jauh menatapnya.
"Tuan menatap apa?rasanya ada yang berat deh diluar sana!"Menoleh dan mencibirkan bibirnya.
Rasanya aku tidak bisa kalau hanya menatapnya saja,seperti biasanya Rey pun memeluk Joana dari belakang serta menompangkan dagunya.Ia pun menjawab,Sang wanita hanya tertawa kecil,kenapa selalu dia memelukku seperti ini.
"Tuan,anda suka sekali memelukku seperti ini?apa itu nyaman buat anda?"
"Iya,karena kamu aku nyaman bisa memelukmu tanpa kamu menolaknya.Berarti aku adalah orang special yang membuatmu nyaman kali ini ya!"Tersenyum menoleh kearah Joana.
"Yaa mungkin juga.Tuan memang seorang yang romantis.Saya sangat kagum dengan perlakuan Tuan kepada saya!"Sambil mendekap dagunya.
"Kamu memikirkan apa sampai datang kekamarku dan menemaniku haaah?"Pertanyaan kecil itu menjawab Joana tentang malam ini.
"Mungkin kita sehati Tuan,saya sangat tahu apa yang tengah anda bayangkan dalam fikiran anda.Siapa juga telah membuat anda seperti ini?"
"Itu kamu!"Jawabnya datar.
Tawa kecilnya kembali datang dengan gelinya.Apa mungkin aku datang disaat yang tepat atau tidak?
"Kamu mau tidur denganku malam ini.Kamu tahu kalau aku butuh kehangatan!"Menoleh melihat reaksinya.
"Tidak-tidak Tuan,jangan berfikir seperti itu.Nanti malahan Thy Than datang dan membuat kejutan tentang kita,apa yang akan kita katakan sama dia,haaah?"
"Pasti aku akan bilang kalau kita akan menikah segera,,hahahah!"Candanya makin erat dekapannya.
"Tuaaan,kalau becanda memang paling keren.Tapi ini malam,saya harus kembali kekamar ya!"Berbalik dan memberi senyuman.
"Tidak semudah itu!"Jawabnya seraya mendekatkan bibirnya kewajah Joana.
Ia tahu betul apa yang diinginkan ketika seorang lelaki tengah berduaan dan apa yang dia inginkan memang lebih dari apa yang dia inginkan.
"Apa Tuan akan memberikan sesuatu?"Mengernyitkan kening.
Tanpa fikir panjang sebuah mendarat tepat dibibir Joana,sontak kembali membuatnya tak berdaya lagi karena malam telah membuat suasana ini semakin tenggelam dalam beberapa ciuman terdalam keduanya.Beberapa kali merasakan ******* yang sungguh menikmati seberapa besar cinta itu datang.Ciuman itu memang gila sampai Joana perlahan melepaskan dekapan itu,membuat Rey tersenyum bangga akan permainannya.
"Kenapa?kamu menyukainya!"
Senyum berat Joana pun perlahan meninggalkannya seketika,mengernyitkan kening.Apa yang terjadi dengan Joana.Apa dia kecewa dengan ciuman yang aku berikan tadi,Huuuh.Maaf ya aku sangat menginginkan hal tersebut seraya menoleh melihatnya pergi menutup pintu kamarnya.
Bersalah juga akhirnya telah membuat Joana seperti itu,rasanya ia marah denganku.Tapi aku tidak bisa bila menahan selama itu dengan deruan hati tanpa makna.
Pagi sudah menjadi lebih indah tak kala mentari telah menyapanya dengan terang,Rey benar-benar menikmati tidurnya tengkurap dengan balutan selimut tebal menutupi sebagian tubuhnya.Masih gelap dan belum ada nyawa yang datang menghampirinya sampai ia tenggelam cukup lama.
Tidak dengan Joana yang sudah membuat sarapan pagi,juga menyapa keponakannya yang ikut membuat sarapan pagi bersamanya.
"Pagi Kak,cepet banget bangunnya."Sapanya masih malas,tapi ia tetep semangat untuk bangun.
"Udah cuci muka?"Terhenti menatapnya.
Meringis mengangkat kedua jempolnya penuh semangat.Langkahnya pun mendekati dan mencicipi makanan yang tengah ia dapatkan.
"Hemmm,,,enak.Kak Joana ini asistannya atau apa seeh kok serba bisa.Meeting bisa,masak bisa,apa-apa bisa.Jadi iri deh kalau kayak gitu."Seru Thy Than berdiri menompangkan tangan pada sandaran kursi.
"Mau belajar sama aku?"Kembali bergaya dengan tampilan eksotiknya.
Malahan keduanya saling tertawa lepas dan itu membuat mereka semakin lebih akrab.Trus ia terdiam sejenak setelah tak melihat om Rey berada disekitarnya sampai sebuah pertanyaan muncul seketika.
Menoleh penuh penasaran.
"Kak,om Rey belum bangun ya?kok belum kelihatan!"
"Ooh,,,Tuan muda kalau lagi week end seperti ini.Siang bangunnya.Kadang seeh aku biarin biar ga marah!"Belanya dengan menatap manis.
"Emang pernah om Rey marah?"Mengernyitkan kening penasaran.
"Ya engga pernah seeh.Tapi kalau jahilnya ga pernah ketinggalan!"Tertawa geli.
"Ya udah aku bangunin aja deh.Pengen tahu gimana kalau marahnya om Rey masih tampan apa tambah garang?"Penasaran lagi.
"Aku bangunin dulu ya kak,semuanya udah beres belum?"Tanya Thy Than enggan pergi sebelum mendapatkan kejelasannya.
"Udah bangunin aja,aku kan bisa ngaturnya nanti ya.!"
Mengacungkan jempolnya lagi,Thy Than menjawabnya.
"Oke deh!"
Segera ia berlalu untuk menaiki anak tangga membangunkan sang pria tampan tersebut.Ada rasa penasaran juga seeh saat ingin mendekati kamarnya,mengatur nafasnya kembali semoga om Rey ga marah seperti kata kak Joana.
Kliiik,,,membuka slot pintu,perlahan terbuka langkahnya masuk diikuti oleh rasa penasarannya.Waaah gelap juga neeh,berani masuk ga ya?hatinya bertanya-tanya akan keberaniannya untuk masuk kedalam kamar gelap gulita macam digua aja.Perlahan melangkah ternyata hanya satu saja lampu remang-remang menempel didinding menyala dan ga kelihatan juga dimana om Rey tidurnya.
"Om reeeey,,,om.Udah bangun beluuuum?"Perlahan mendekati dengan perlahan hati-hati masuk mendekati ranjangnya.
Hemm,,,sembari bersedekap ia heran sekali sama om Rey yang tidurnya pulas banget.Apa kemarin ga bisa tidur ya sampai jam segini aja belum bangun,gimana kalau aku buka tirai jendelanya biar cerah,kan sekarang udah siang.
"Pagi om Reeey,udah siang lho.Ga bangun???"Sambil garuk-garuk kepala.
Aku buka deh tirainya,seraya melangkah menyentuh tirai jendela yang terpasang rapi perlahan membukanya.Sekejab Sinar mentari segar menyinari ruangan kamar Rey.Ia berbalik dan bergaya.
"PAGIIII OM REEEEYYY.UDAH MAU SIANG LHO!"Sapanya lantang membuatnya ia terkejut dan mendongak mendengar suara aneh tengah membangunkannya.
"Haaaah,siapa tuh?"Seraya menyipitkan mata terkena sinar matahari pagi.
"Ooommm,aku udah bangunin om ya.Banguuun dong."Pintanya beranjak untuk duduk disamping ranjangnya dan menggoyang-goyangkan badannya.
"Aduuuh,masih pagi sayang.Om masih ngantuk!"Berbalik badan serta merentangkan tangan.
Gilaaa,om Rey kalau tidur ga pake baju.Seksi banget pengen membelai deh gimana rasanya ya.Hehehehe.Beneran bikin sesek aja kalau lihatnya.
"Eeeh kamu,tumben kok bangunin Om?"Beranjak bersandar serta mengucek matanya.
"Pengen aja,heheh."Seraya salag tingkah.
Tatapan Thy Than memang aneh banget sampai ia bertanya dengan heran pula."Kamu kenapa kok aneh banget tatapannya."
"Heheheheh,om Rey seksi banget.Bikin gemes deh!"Meringis penuh kegalauan.
Tersungging menggelengkan kepala,ada ada saja ucapan yang dilontarkan oleh Thy Than bikin geli juga lama-lama.
"Kamu tuh ya,sama aja kayak Joana.Memuji tubuh om naksir juga!"Candanya menahan tawanya.
"Ya engga kali juga Om,kan aku memuji.Heheh gemes jadinya ga bisa ditahan heheheheh!"
"Trus gimana sama Ganindra,kamu cinta kan sama dia!"Kembali menegaskan kepadanya.Menatap kembali dengan mengangkat kedua alisnya.
"Hehehe,,masih cinta-cintaan seeh Om.Belum serius!"
"Iyalah,jangan serius dulu kamu kan masih sekolah.Masih banyak cita-cita yang harus kamu gapai ya.Makasih udah bangunin Om.Salam buat Joana ya,jangan sering-sering marah sama aku okey!"Mengumbar senyumnya.
"Hemmm,aneh deh.Pasti ada apa-apa deh semalem ya.Hahahahah!"Lanjutnya sambil kabur dari sergapan Rey.
"Heiii,malah kabur!"Kaget mau nangkap malahan udah lepas duluan.
Ia berlari kecil keluar dari kamar Rey,selamat deh ga dapat bullyan lagi dari om Rey.Terhenti didepan pintu lalu terlihat wajahnya kembali.
"Om buruan,,,kak Joana nungguin lho ya!"Pesan Thy Than langsung kabur lagi.
"IYAAA SAYANG!"Jawabnya ketawa lagi.
Heran ada-ada saja dia itu kalau buat kejutan membuat Thy Than kembali menampakkan senyum seindah bakpao.Bergegas turun untuk kembali menyapa sang kakak disaat ia masih mencoba sibuk memata beberapa kekurangan yang ada dimeja makan.
Mendongak mendengar langkah kaki sang keponakan dia mendongak dan membalasnya.
"Tumben lama,kena macet ya?"Mengumbar senyum.
"Engga,,,kak.Bangunin om Rey memang sulit ya.Bikin ada gemesnya juga!"Mendekati meja makan dan kembali melihat tatapan lain dari Joana.
"Gemes gimana?"Kembali bingung sama jawaban Thy Than,hingga terhenti untuk kedua kalinya menyapanya.
"Ada deh eheheheh.Yang penting ada salam yang bikin kak Joana penasaran lhoooo!"Godanya tersenyum.
"Apa itu?"Penasaran juga.
"Jangan marah lagi yaaa!"Meringis kearahnya.
Tersentak heran,kenapa dia bisa menyampaikan kalimat itu lewat Thy Than seeh.Padahal aku kan ga berharap seperti itu.Ada aja kelakuan Tuan muda.
"Kok bisa seeh,padahal aku ga marah kok!"
"Emangny kenapa seeh Kak?"Raut wajah ingin tahu sebenarnya tengah terjadi antara mereka berdua.
"Santai aja,ga serius juga kali heheheh!"
"Ga sampai melayangkan surat peringatan kan?"Mencoba menebaknya.
Menahan tawanya"Engga sampai segitunya kali Than.Bisa aja deh kamu!"
Beranjak untuk bangun dan turun dari ranjang,tubuhnya yang terpahat sempurna hanya menggunakan celana pendek telah membuat sang pemiliknya sungguh terpana oleh tatapan dan gaya realita Rey.Tersenyum kembali untuk membasuh mukanya serta memakai sabun muka membasuhnya kembali menatap dikaca melihat cerah wajahnya.
"Wuuuuh,saatnya menatap masa depan lagi neeh!"Tersenyum berbalik serta mengambil kaos oblong untuk ikut gabung bersama sarapan pagi.
Tapi menurutku kenapa cepet sekali sarapan pagi,kenapa ga jalan-jalan dulu atau berolah raga supaya lebih fresh.Apa mereka mau ya seraya menggelengkan kepala.Beranjak turun kebawah untuk menemui mereka berdua tengah menanti kedatangan Rey.
"Pagi sayaang!"Sapanya mendekati keduanya,terpana dengan sarapan pagi kali ini."Kalian masak apa sepertinya menggoda sekali!"Semangat pagi kali ini.
"Special Om,kak Joana yang masak.Thy Than ga ikut-ikut lho!"Sambil mengangkat tangannya.
"Tapi kayaknya kita olah raga dulu lebih seru,jogging biar ga santai aja.Gimana?"Tawaran yang menggiurkan dari Rey membuat keduanya bengong ga nyangka bisa ada fikiran macam seperti itu
"Sejak kapan kita olah raga dulu Tuan muda?aku lihat Tuan muda kelihatan gendut ya sampai ngajak kami untuk olah raga?"Sembari menahan tawanya kearah Thy Than.
Sambil garuk-garuk kepala dia tersenyum hangat pula.
"Apa memang kalian belum siap untuk olah raga?"
"Rasanya aku lebih suka sarapan dulu om Rey.Kak Joana udah masak susah payah,malahan ditinggal begitu saja.Apa tidak sayang?"Melontarkan sindirian kepadanya.
"Ya sayanglah."Lanjut Rey.
"Pada siapa?"
Memainkan kode kearah Joana,tentu Thy Than menoleh wajah sumringah sudah ia dapatkan,tentu akan lebih baik bila itu terjadi dengan jawaban Joana.
"Banyak gaya Tuan muda heheheh!"Lanjutny geli.
Akhirnya Rey membatalkan sejenak keinginannya untuk menikmati olah raga paginya dan luluh oleh permintaan Thy Than untuk sarapan pagi bersama.Dimeja bersama keduanya kembali akrab dan mencoba menghilangkan canggungnya sejenak setelah tragedi semalam.Bagi Rey dekat dengan Joana adalah kebahagiaan yang ga bisa ia katakan lagi selain bersamanya lebih nyaman.