Thy Than

Thy Than
Bab.11 Rutinitas sama Thy Than



Menoleh penuh pertanyaan tengah merasuki fikirannya,seru juga seeh naik mobil klasik milik Rasya malahan lebih nyaman gitu.Apa memang udah kebiasaan ya ngeliat Rasya dengan tampilan keren seorang anak muda sampai aku selalu saja senyum-senyum sama dia.Sampai Tersangkanya ikutan bingung saking gemasnya tiba-tiba tangannya langsung nampol pipinya Thy Than.


PLUUUUKKKK


"Aduuuhh,,,,jahat banget seeh pake nampol pipiku segala Sya!"Kaget ga terima.


"Salah sendiri sok-sok an senyum-senyum sendiri.Mangkanya gua sadarin biar ga kebablasan!"Tawa renyahnya keluar.


"Huuuuh.,,bete deh kalau kamu sikapnya kayak gitu."Sambil manyun bersedekap menatap jalan raya.


"Trus diapain harusnya?"Tanya lagi sambil melihat reaksi raut wajahnya.


"Yaaa disayang dong,,,kan aku masih dibawah umur hehhehe!"


Heeemm bikin kesel aja,pengennya minta disayang doang.Dasar perempuan jaman sekarang.Tapi bener juga dia minta disayang,siapa lagi coba yang memberikan kasih sayang kalau engga gua ya mama Gina sama mba Fian.Dia kan sendirian kasihan juga seeh.


"Uuuhhh sayaaang,,jangan ngambek terus dong.Ntar cepet tua.Ga jadi deh abang ngelamar kamu!"Sambil memegang dagunya yang lembut dan kenyal.


"Aaahhh,,,ga mau ntar nyari laki sendiri aja.Ga mau sama kamu,kamu ngeselin?"


"Waaaaahhhg?,,,ngeselinnya dari mana coba!"Tanya lagi.


"Dari tadi,,,weeeek!"Menjulurkan lidahnya.


Tiba-tiba ingat sama apa yang ditelpon tadi pagi kayaknya ada yang perlu ditanyakan deh,lagian yang tahu kan cuman gua aja.


"Ooooh ya,tadi gimana ngobrol sama pengacara kamu!kapan ada dia buat kamu?"Sambil mengangkat kedua alisnya menunggu jawabannya.


"Besoook,,,sore aja deh dirumahnya.Trus kamu ada waktu ga besok?"Tanya balik dengan wajah memelas.


Memikirkan dengan wajah serius,,,mendongak keatas pas lampu merah,jadi mikirnya agak lama juga.


"Rasyaaaa,,,gimana seeh kok malahan liat langit-langit!"Sambil menggoyang-goyangkan lengannya.


"Hahhahah,,,ada kok.Kalau buat kamu seeh harus ada.Soalnya kalau kamu berangkat sendirian dan ketemu empat mata sama dia.Kan aku cemburu jadinya!"Ungkapnya yakin.


"Ooooh bisa cemburu juga ya,hehhehe!"Jawab Thy Than heran.


"Ya bisalah,masak engga seeh sama kamu yang lucu nggemesin pengen ngawetin aja pake formalin!"Saking gemesnya mendekap pipinya ampe monyong kedepan.


"Lepasin gaaaa!"Sambil meronta-ronta tangannya kuat banget memegang pipinya.


"Enggaaaa!"


"Lepasiiiin dooong!"


"Hahhahah,,,,enggaaaa!"


Tak lama kemudian malahan lampu hijau menyala,beberapa kali suara klakson membuat Rasya langsung kebingungan dan tancap gas,tawa geli merasuki hati Thy Than melihat gugupnya ia mengendarai mobilnya lagi


"Mangkanya kalau ngerjain orang tuh lihat-lihat.Diklasonin kan sama orang-orang weeek!"Lagi ngeledekin dirinya.


"Iyaaa tunggu aja.Serangan kedua ya ga!"Sambil mendekatkan wajahnya eeeh tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang menyenangkan sampai ia kegirangan.


Ngeliat apa tuh dia,,,astaga langsung aja Thy Than ngerti dan menutupi benda berharganya dengan kedua tangan,lagi menampol keningnya pas kenceng banget.


PLASSSSSS,,,,,


"Uuuufffhhgggg,,,sakit Than!"Serius marah dia.


"Lagian kamu lihat apa haaaa,,,lama lagi,tuh konsetrasi nyetir ntar nabrak lagi bahaya tahuuu!"Omel Thy Than ga mau kalah.


"Huuuuu,,,,pengen liat aja ga boleh!"Lanjut bersungut-sungut.


"Ya iyalah ini tuh ga boleh dilihat dengan tatapan nakal tahu.Ntar bisa berkurang lagi keseksianku!"


"Haduuuh,,,,bisaaaa aja ngeles!"Menggelengkan kepalanya.


Entahlah kalau udah Thy Than berkata selalu saja dianggap benar bagi Rasya.Takut kalau ngambek udah ga ketulungan lagi jadinya.Kadang juga ia penasaran sama sikap teman baiknya ini,selalu saja godain dirinya sampai bertanya tentang cintanya saat ini.


"Kamu tuh kok gangguin aku terus seeh,emangnyankamu punya kekasih gitu?"Tanya Thy Than heran.


Mengangkat kedua pundaknya lalu dengan songongnya dia berkata.


"Ya setidaknya udah ada yang ngantri sama gua.Tapi sayang ga ada yang cocok!"Sambil menatap penuh bangga.


"Haaaah,,,,songong amat seeh,,,bikin kesel aja deh!"


Kayaknya ga sampai beberapa menit,Rasya pun sampai disebuah toko kue dengan konsep kedai kopi.Takjub juga Thy Than melihat konsepnya yang seakan membuatnya terpana begitu saja.Layaknya seorang idola yang terpesona oleh suasana yang lebih khas betah untuk sekedar nongkrong.


"Waaah ini tempat kita ngirim kuenya?"Sambil menoleh penuh tanya.


"Iya,,disini!"Jawabnya santai pula.


Terhenti didepan parkiran,keduanya pun turun bareng.Masih saja Thy Than pengen segera nyelonong aja masuk tanpa bantuin teman baiknya.Heran juga lihat dia kabur gitu aja sampai memanggilnya beberapa kali.


"Eeehhh,,,,kabur.Thaaan,,,Thy Thaaaan.woooiii mau kemana eluuuu!"Kesalnya kambuh.


Ia menoleh bingung seraya meringis geli,ngapain aku ya?


"Apaan seeh?"Sambil mengangkat dagunya.


"Bantuin dulu bukain penutupnyaaaa!"Sambil berdiri disamping bak mobil.


"Hehhehehe,,,lupa Syaaaa.Maaf ya!"Meringis sambil garuk-garuk kepala berjalan membantunya.


"Hiiiih,,,gemesss deh.Main kabuuur aja!"Sambil nyubit pipinya.


Langsung deh menutupi rasa sakitnya dengan menatap kesal lagi ,,bisa-bisanya dia mencubit pipiku lagi.


"Hiiiii,,,sakit tahu.Entar ga sama lagi pipiku ini!"Mencoba benerin kedua pipinya sambil mendekap dan memainkannya supaya tetep sama cabbynya.


"Astagaaa,,,,ga bakalan beda deh.Orang aku nyibitnya ga kenceng-kenceng amat!"Seru Rasya lagi.


"Bodoooo,,,,sakit tahu!"Ikut membuka penutup bak belakang


Terbuka lebar,segera Rasya mengambil dan menatanya ditrolly yang ia siapkan dibelakang pula.


"Turunin,,10 kotak yang itu sama yang ini juga 10 ya!"Pintanya nunjuk kearah kue yang sudah disiapkan sama Rasya dari tadi.


"Ada lagi?"Tanya Thy Than sambil menoleh dan menata dengan rapi ditrolly.


"Sama itu lagi deh 20 kotak,jadi semuanya 30 kotak ya!"Mengeluarkan catatan dan Nota,ia catat dengan rapi kembali mengitungnya.


Jongkok Rasya kembali menghitung sesuai pesanan yang pas dengan nota yang dibawanya tadi.


Merunduk seraya bertanya kepada teman baiknya.


"Udah pas itungannya?"


Mendongak lalu memberikan isapan jempol kepadanya.


"Lengkap deh heheheh!"Beranjak berdiri serta membawa kotak kue kering dengan krat yang sudah ia tata dan persiapkan untuk dibawa kedalam.


Dari belakang Thy Than pun bertanya,,,,


"Aku ikut ga?"Meringis meminta ijin.


Menoleh penuh sarkastik


"Ya bolehlah,masak cantik-cantik kayak gini ga ikutan.Ga seru dong,heheheh!"Jawabnya senyum lebar.


"Tahu juga kamu kalau aku cantik!"Sumringah mendapatkan mode on untuk ikutan.


"Hehehheh ,,udah ikut!"Sambil narik tangannya,Hampir aja aku jatuh karena tarikan Rasya resek itu.


"Aduh,,,,duh,,,duh!"Langsung aja dekap badannya Rasya sambil menatap penuh bisu bagaikan disinetron biasanya tengah terbagi dalam cinta penuh keheningan.Pada ga gerak semua karena padangan itu mengarah ke mata keduanya.


Senyum,jelas pastinya akan membuat hati Thy Than tak karuan melihat serta merasakannya.Beberapa menit,Rasya sadar lalu membisikkan kalimat untuknya.


Tersadar dalam lamunan sampai ia terkejut dan melepaskan dekapan itu,malu deh jadinya.Saat melihat suasana untung aja mereka langsung pada membuang muka,juga ga sampai kemana-mana mukanya.Hanya saja ada rasa yang tertinggal diantara mereka.Udahlah jalan dulu,,,


Membuka pintu kedai kopi,sapa hangat seorang Rasya itu ga ada matinya.Apalagi saat pemilik bernama Ashila Tan bahagia menyambut kedatangan idolanya tepat dengan membawa pesanan untuk dirinya.


"Haaaah,,,RASYAAAAA,KAMU DATANG JUGA!"Busyeet semangat menjemput sang pangeran sampai ga malu buat meluk dirinya didepan banyak orang.


Waooowww,,,itu terdengar seru didalam hati Thy Than saat melihat seorang wanita cantik mungkin seumuran kali atau agak tua dikit,tapi masih muda dan menarik.Dari ujung rambut ampe kaki dipandangin sama teman baiknya Rasya.


"Ya ampun seksi banget dia,menonjol banget."Bisa-bisanya dia sempat melihat kepunyaannya.


"Waooow masi gedean punya dia.Gimana ya Rasya bangga bener dipeluk sama dia,aku lihat mukanya aaah!"Sambil pura-pura jalan kedepan soi ngeliat apa-apa yang dipajang,ketika berbalik astagaaa wajahnya seneng banget kayak menikmati gitu.Empuk kali ya,sambil garuk-garuk kepala,lama lagi meluknya.


Ga sadar aku malah yang gagalin khalayan mereka saat jari telunjukku menekan beberapa kali bahu Wanita itu,mulus dan lembut banget.Duuuuh perawatan dimana seeh pengen deh ikutan biar samaan kayak dia.


Menoleh sambil melepaskan pelukan lalu menoleh dengan mengernyitkan kening melihat senyum polos anak perempuan yang ingin dimanja kayaknya.Saat ia melihat wajah Rasya jelas kayal ada ancaman darinya.


"Waduuuh maraaah tuh dia,jadi apa aku ntar ini!"Gumannya dalam hati.


Ramah sekali Ashila Tan menyapa pelanggan barunya,akupun ga bisa deh menang sama orang ini.Kayaknya udah pengalaman deh dalam hal menaklukkan pria semacam Rasya.


"Iya dik,,,mau pesan apa?"


"Haaah,,,adik.Saya dipanggil adik!"Mengarahkan tangannya kewajahnya dengan heran.


Mengangguk jelas,itu panggilan yang pas.Bener juga aku kan masih 18 tahun ya.Heran deh bisa lupa sama umur tapi gaya tetep mencoba dewasa ga bisa juga.Rasya pun menahan tawanya dan segera pergi mengantarkan kedalam.


"Hehehhe,,,kakak.Mau pesen cake ya itu dong sama Frappucino ada?"Sok-sok an.Padahal lupa ga bawa dompet,kemana dompetku tadi ya?clingak clinguk bingung.


"Iya bentar ya,,,,bisa silahkan tunggu sambil duduk aja.Biar ga grogi baristanya sama kamu!"Bisiknya becanda.


"Hehheheh iya dek kak!"Langsung ambil langkah seribu yang dikurangin sembilan ratus jadinya kan pelan-pelan aja ga sampai lari trus ga bisa ngerem.


Ashila pun beranjak kedalam untuk membuatkan orderan untuk Thy Than,apa Rasya aku buatin juga ya.Kan mereka datangnya sama-sama.Sambil sibuk membuatkan orderan dibantu oleh barista untuk siap menata dengan pas dan memberikan kepada kedua insan tersebut.


"Kak Ashila semuany udah lengkap ya,dan ini invoicenya bisa dicek lagi."Sambil menyerahkan nota kepada Ashila yang sambil menata minuman untuk mereka berdua.


"Mana?"Pintanya penasaran.


Dengan gaya lebaynya pun kumat membuat Ashila menahan tawa melihat kelakuan cowok ganteng tersebut.Masih sempet-sempetnya juga nyubit pipinya.


"Huuuuh,,,gemesin seeh kamu!"Mengambil notanya dan diberikan kepada salah satu crewnya.


"Hehhehe,,,aku kesana dulu ya.Nemenin Nona manis tuh!"Ujarnya senyum-senyum geli.


"Oooo,,,ya udah neeh bawa buat kamu sama dia okey,lucu banget dia,!"Tersenyum sambil menyodorkan tray berisikan minuman dan cake untuknya.


"Haaah,,,dia pesen ginian?"Kaget juga sama apa yang dibawa.


"Udahlaah,gratis sekalian promosi gituuu!"Pintanya sok akrab sama Rasya.


"Ya elah kak,,,malu gueee!"Sambil berbalik dan ngeliat wajah sumringah Thy Than nungguin dimeja.


"Santai aja deh!"Sambil keluar ngikutin mereka untuk sekedar ngobrol bareng.


Kayaknya seru juga ngobrol sama mereka,bisa juga kalau masa mudaku belum sirna sama mereka berdua.Seru deh kumpul ama mereka.


"Haiii,,,gimana enak ga minuman buatanku?"Sapa Ashila dengan ramah menyapa Thy Than yang ga pernah ikut datang kekedainya.


"Hemm enak kak,,,seru banget rasanya!"Jawab Thy Than mengacungkan jempol sama Ashila.


"Bayar ini!"Seru Rasya becanda berbisik padanya.


"Haaaah,,,aku ga bawa dompet Sya,,,ngutang boleh ga seeh.Trus kamu punya uang ga buat bayarnya?"Bisiknya panik.


"Udaaah deh,,,ini promosi buat kalian kok.Nanti kalau kesini lagi baru bayar gituuuu ,hehheh!"


"Huuuuh lega banget!"Melirik tajam langsung memukul lengan Rasya,seneng banget kalau ngerjain aku seeh.


"Waduuuhhh,,,nampol lagi!"Kaget sambil menatap penuh emosi.


"Apaaaa?"Tantannya mengangkat dagunya.


Tawa lepas Ashila melihat mereka tak akur-akur menjadi cerita tersendiri buat keduanya.Obrolan itu telah menjadi seru sampai akhirnya pisah.Lagi dijalanan Thy Than pun penasaran sama sosok Ashila yang menurutnya lebih cocok sama Rasya bukannya harus menungguku sampai umur berapa,ngaco banget deh kalau ngomong.


"Syaaaa!"Panggilnya


"Hemm,,,!"Sambil konsent menyetir mobil.


"Tadi tuh siapa seeh?"Penasaran kan aku jadinya.


"Oooo,,,dia salah satu langganan kue khas mama Gina.Jadi dia adalah pemilik kedai kopi itu.Kenapa?"Menoleh heran.


"Kok cantik ya,sama itunya gede.Punyaku aja kalah!"Sambil peragaan mendekap tapi tak beneran mendekap hanya beberapa centi aja kenanya.


"Oooooh!"Menoleh,,,matanya pun serius melihat kedua tangan Thy Than yang kurang kerjaan sampai ia menahan tawanya.


"Gilaaa luuu,,,ngapain nanyain itunya.Ya bedalah,dia tuh sesuatu yang indah.Harus dinikmati,kamu seeh sok-sok an mengagalkan pelukanku yang bentar doang!"


"Haaaah,,,bentar doang.Aku itung-itung tuh udah hampir 50 detik lho.Ampe kamu merem melek ga jelas gitu,apaan seeh!"Lagi nampol lengannya.


Demen banget lama-lama neeh anak nampolin lengan gua,rasanya ada roman-roman cemburu buta hehehehe.Gua godain deh pasti tanduknya muncul lagi.


"Lah emang kenapa,emang empuk dan hangat.Elu ga terima?"Tanya balik.


"Ya engga gitu kali,ntar kalau dia ngerasa kamu menjebak dia trus dia sadar kan kasihan juga kamu kena tampol sama dia!"


"Udah biasa kali,,dan gua udah pernah lihat dia lebih seksi lho!"Makin membuat cerita hoax yang memancing ilan hiu makin menerkam mangsanya.


Menoleh kaget serta menutup mulutnya,ga nyangka ternyata Rasya semesum itu sama wanita.Macam kak Ashila lagi,ga bener neeh bahaya juga kalau lama-lama aku berdua sama dia.Pake pengaman deh aku,apa ya pengamannya.


"Haaaah,,,masyaaaak.Kak Ashila pake baju seksi seperti apa?awas aja kalau liat aku pake tangtop aja.Trus meracuniku dengan khayalan gila.Bakalan aku hajar kamu!"Sambil siap-siap mengepal tangannya.


"Eluu tuh ga menarik mau pake apapun.Yang menarik tuh jelas kak Ashila.Beeeh cantik,seksi,hot dan bikin kangeeen Aaahhhgggrrrr!"Sambil bergaya ala macan-macan kepanasan.


"Haduuuh ternyata kamu menyimpan hal yang liar ya.Awas aja pokoknya."


"Pokoknya gua sayang sama eluuu kok!"Sambil mendekap rambutnya.


Segera menghindar dan mengeluarkan jurus-jurus luar biasanya terdalam.


"Wiiiih elu dari perguruan mana seeh kok beringas banget jurusnya."


"Sejak semuanya berubah,pasti aku akan mengeluarkan semua yang aku punya."Jawabnya seru.


"Ya elaaah elu emang ya.Sekarang kita lanjut ketempat yang lain yang ga kalah seru.Pasti suka loe!"Sambil bergaya kearah Thy Than.


"Mana tuh?"


"Adalah!"Jawabnya membuat kalimat penasaran.


Sejauh ini kedekatan antara dua hal teman baik merupakan sesuatu menyenangkan karena segila-gilanya Rasya masih ada perduli dan sayang kepadan Thy Than.Entah sampai kapanpun itu adalah kelucuan yang diinginkan oleh sang lelaki kepada perempuan khas cantik dan mempesona.


"Maa,,,Rasya tuh suka ga seeh sama Thy Than?"Tiba-tiba Fian bertanya kepada mamanya.


"Ya ga tahulah nak,biarin aja.Kalau cinta ya syukur kalau hanya sebagai teman baik kan juga baik juga untuk mereka bisa menyatukan sebuah hal unik antara kedekatan mereka tuh jadi unik!"


"Aku seeh berharap ya,Thy Than tuh bahagia sama Rasya.Secara dia selalu menjaga dan melindungi Thy Than.Ga salah kalau itu pilihan Rasya."


"Kita juga berharap yang terbaik untuk mereka deh.Ada kecocokan yang mungkin kadang bisa disatukan dalam satu cerita unik seperti yang mereka lakukan sehari-hari."


"Bisa ga ya,Rasya menjaga martabat keluarga dan membuat bangga kita!"Sambil mikir jauh.


"Ga usah difikirin deh.Itu nanti aja,kita berharap yang terbaik aja buat mereka yaaa!"Sambil menepuk bahunya.


"Iya deh ma,Pokoknya mereka bisa menjalankan pertemanan yang baik yaaa!"Berharap yang terbaik untuk mereka.