Thy Than

Thy Than
Bab.36 Antara malam bersama Anjas.



Ga bisa dibayangkan lagi,ini adalah awalan pertama aku berada dirumah orang asing yang kurasakan sebagai tempat terbaik bahkan membuatku semakin yakin ini adalah ketenangan ketika aku masih bisa mengobrol dengan seorang pria yang kuanggap sebagai orang resek malahan memberikan sebuah kejutan tentang hidupku selanjutnya.


Diruang obrolan diantara ruang tamu tetapi tetap saja membuat sebuah kedekatan saat malam ini aku berada dalam kebimbangan yang akan dirasakan oleh Anjas.


"Kamu yakin akan keluar dari kos-kosan itu!"Pertanyaan pertama saat Anjas meneguk minuman hangat menatap raut wajah Dahlia dengan mimik yang penuh penasaran.


Ia mengangguk,alhasil itu adalah jawaban berat seoranf Dahlia yang mulai bingung apalagi nanti akan berurusan dengan keluarga besarnya tentang putusnya hubungannya bersama Jamal.


"Aku bingung mas,harus gimana nanti kalau Jamal mengatakan hal yang berbeda soal putusnya kita?apa mereka akan menerima atau malah menghakimiku soal ini!"Seraya merunduk dengan tatapan nanar.


Menghela nafas panjang,sejak saat itu senyum Anjas sangat lebar ketika ia memberikan sebuah tempat baginya.Lagian rumah sebesar ini kalau ditinggali seorang saja sama aja bohong dong.Ga ada nyawanya sama sekali.


"Kamu mau kan tinggal disini?"Sambil menyentuh tangannya.


Ia heran,kenapa pak Anjas baik sekali berani memberikan ruang aku tinggal.Apa ada sesuatu yang ingin dia rencanakan?


"Tinggal disini Mas?kan aku belum kenal sepenuhnya sama mas Anjas,nanti kalau keluarga atau teman mas Anjas datang apa yang harus saya jelaskan?"Kembali bingung meratapi ini semua.


"Sudahlah,anggap aja kamu ngekos disini dengan harga yang terjangkau karena aku juga butuh teman kan.Masak rumah selebar ini cuman aku doang yang tinggal.Aneeeh,hehhee!"


"Tapi kan mas Anjas bisa cari pembantu atau teman yang akrab untuk tinggal disini."


"Trus nasib kamu gimana?tinggal dimana!"Lagi lebih serius bertanya.


"Kenapa mas,apa yang perlu dikhawatirkan.Aku kan biasa aja."Seakan baik-baik saja,tapi ia takut atas keselamatannya.


"Kamu biasa aja,engga.Kamu tuh tertekan oke karena masalah Jamal yang sepele trus keadaan kamu tengah blenk dan ga tahu harus gimana.Jadi aku harap jangan buat kesalahan lagi.Keselamatanmu sekarang aku yang jaga."


"Tapi mas aku bisa jaga diri?"Mencoba untuk kuat.


"Kamu yakin?ini adalah hal sepele menurutmu tapi bagi Jamal.Bahaya ingat,menurutku dia itu orangnya dengan kekuasaannya bisa lho menjeratmu.Jadi ijinkan aku jadi pelindung kamu.Setidaknya kamu tinggal disini,yang aman nyaman dan kamu bayar kok ga usah khawatir yaa!"


Tiba-tiba tetesan air matanya pun jatuh,ia perlahan terisak-isak merasakan bebannya saat ini.Ini meluapkan sendiri pun tak bisa dan mendongak dengan tangisan pedih saat tahu memang dirinya dalam bahaya kalau sendirian.


"Aku tahu kok sifatnya Jamal.Dia itu orangnya kasar,egois bahkan dirinya menganggap kamu itu sebagai barang yang harus dijadikan sebagai miliknya dengan kasar.Kamu tahu gimana dia marahnya tanpa ada penjelasan sama sekali dari kamu dan dia hampir membuatmu putus asa kan?"


Ia merunduk merasakan sesak hatinya,tak ingin lagi merasakan sedih sendirian.Anjas pun senang telah melihat bagaimana dia telah meluapkan rasa sedihnya,perlahan senyum lelaki itu memeluknya dengan erat sampai Dahlia melupakan gensinya untuk mendapatkan ketenangan dalam dekapannya.


"Udah ga usah sedih,,,ada aku disini.Aku akan menjagamu seperti aku menjaga keluargaku ya.Kamu harus kuat dan terus menghadapi masalahmu sekarang dan nanti yaaa!"Pintanya sambil menatap bahkan semakin mendekatkan pelukan itu sampai Dahlia menenggelamkan dalam dada Anjas sesekali ia terisak-isak.


"Semoga tempat baru ini akan memberikan kehangatan dan fikiranmu tidak tertekan lagi ya.Aku sayang kamu!"Tersungging sampai ia tak menyadari arti kata tersebut.


Berkali-kali hatinya berkecamuk tak menentu,saat itu juga dirinya mulai tenang dan bisa beristirahat dalam selimut tebal serta ditemani oleh Anjas.Walau ia masih asing,tapi sang wanita menyakini kebaikan dirinya untuk menjaga dan melindunginya.Sampai ia tenggelam dalam mimpinya.


"Mimpi indah ya!"Seraya berbisik,lalu meninggalkan dirinya yang saat itu mulai tenang hingga bisa mengecup keningnya.


Keluar dari kamar Dahlia dan menutup pintu serta membiarkan lampunya masih menyala,pasti itu juga untuk membuat fikirannya tidak semakin mencekam.


"Byeee!"Menutup pelan serta berbalik dan berjalan santai menaiki anak tangga serta terhenti didepan pintu kamar tamu.Pasti dia akan memilih tempat yang menurutnya nyaman.Harusnya aku menemaninya tidur disampingnya,tapi tidaklah aku tal ingin egois.


Biarkan esok menemani pagi bersamanya,aku juga harus cukup istirahat untuk menemukan waktu yang tepat bersama anaknya mas Rafan.Aku kan bisa diskusi sama Dahlia.Okey good night.Segera masuk kedalam kamar serta merebahkan tubuhnya dengan leluasa dikamar barunya.


Terbangun kembali untuk ganti baju tidur,segera melepaskan pakaiannnya dan siap untuk merebahkan kembali dengan menarik selimut tebal sampai ia memejamkan mata pula dalam ketenangan malam bersama.


"Pagi,apa kabar!"Sapa Dahlia saat ia menyadari pemilik rumahnya tengah menghampirinya berniat mendekatinya.


"Pagiiii,,Dahlia.Gimana tidurmu nyenyak kan?"Mengambil buah yang terpasang diiantara buah lainnya dimeja makan.


"Nyenyak mas,kalau mas Anjas gimana?"Berbalik serta mengumbar senyumnya.


"Ya kamu lihat aja,aku segar juga kan.Sekarang kamu masak apa?sepertinya enak aromanya!"Kembali menghampiri serta mencium aroma masakan enak,mendongak lalu memberikan ciuman kejutan untuknya.


Muuaaachhh,,,,sebuah kecupan pun mendarat tepat sampai ia kembali terdiam.Sampai Dahlia shock dibuatnya,kenapa bisa dia secepat itu menggodaku.


"Mas nakal sekali seeh!"Ujarnya jutek.


"Hahaha untung kita berdua aja,coba kalau udah ada yang ikut-ikutan bahaya kan!"Lagi menggodanya.


Pagi kali ini berbeda sama Thy Than saat tengah merentangkan tangan.Iapun ingat semalam kalau pak Radith kan nginep dirumah ya.Dan dia pasti masih tidur!Beranjak turun lalu membuka tirai jendela lebar-lebar.Seakan pagi udah jelas terpampang jelas dikedua matanya.


"Ooooh udah pagi,huuuuaaaah!"Sambil menguap lebar seraya ia menutupinya.


Baru sadar saat melihat pagi tengah menyapa,langsung ia berlari turun kebawah segera mencari keberadaan pak Radith yang akan ia temui.


"Waduuh apa ga pulang duluan ya pak Radith,takutnya udah hilang lagi!"Langkahnya pun segera menuju ruang tengah dan berlari kecil menuju pintu kamarnya lalu mengetuknya.


Tok,,,tok,,,tok,,,tok,,,


"Pagi pak,,maaf pak udah bangun belum!"


Ternyata ga sadar malahan dari belakang dia menjawabnya.


"Udaaahh,Thaaan!"Melody nya sampai membuatnya terperanjat kaget dibuatnya.


"Astagaaa bapaaak!"Berbalik dengan mata melotot serta kagetnya khas banget bikin Radith ngakak.


Menggelengkan kepala,heran malahan jam segini baru bangun.Aneh banget kalau dilihatnya.


"Kamu tuh mimpi apa sampai jam segini baru bangun!"Tanya pak Radith bersedekap.


Selidik matanya mengarah kejam dinding,ga salah kan sekarang masih jam 05.30 jadi ga masalah.


"Masih pagi pak,,santai aja.Apa bapak mau dibuatin sarapan?"Tawarnya meringis kearahnya.


"Udah bapak siapin semuanya,tapi bapak harus ijin pulang dong sama yang punya rumah ya kan!"


"Tapi kan motornya bapak katanya bensinnya habis!"Sambil tengak-tengok melihat keadaan motornya.


"Udah beres,neeh buktinya bapak juga udah beres saatnya pulang,pamit ya.Ntar ketemu disekolahan byeee!"Sambil nyubit pipinya.


"Aooooouuu,,,,beneran udah beres!"Sambil mengikutinya berjalan keluar dari pintu utama.


"Udaaah,,,ga usah takut.Bapak bukan anak kecil kayak kamu ya!"Sambil berbalik lagi menepuk keningnya.


PLUUUUUKKKK,,,


Seraya memegang keningnya ia pasrah.


"Sakit pak!"Terus seraya kesakitan.


Bergegas memakai jaket dan helm,dirinya bersiap meninggalkan Thy Than yang tengah heran juga melambaikan tangan senyum itu kembali terkembang.


"Byeee!"


Lambaian tangan Thy Than saat melihat pak Radith lucu juga.Pasti dia tidurnya nyenyak deh.Jadi bisa bangun pagi dan menikmatinya seraya pergi pulang.Apa memang seperti itu ya dia.Huuuuh,,,udahlah aku juga harus siap-siap!"Sambil berlari kencang menuju kamar mandi.


Setengah jam keluar seraya riasan wajah pas dan natural mengedipkan salah satu matanya,sikap centilnya kembali datang.Lalu ia ingat sama Rasya,kemana dia ya kok ga ada kabar sama sekali WA atau telpon pun ga dijawab.Sebenarnya dimana dia sembunyi sekarang.Sambil berjalan kedapur untuk menikmati sarapan,hatinya pun gusar dimana dia sekarang ya!"


Mikir lama sambil mainin sendoknya ia tak sengaja terbawa dalam lamunan,,,malahan tak menyadari dia udah dibelakang sambil jewer telinganya.


"Makan ya makan ga usah ngelamun gitu kaliiiii!"Tarikan jeweran telinganya cukup keras sampai ia terkejut melihat kehadiran Rasya seakan tak mengundang dan bagaikan pencuri lihai membuat sang pemilik rumahnya kaget bener.


"Haaaah,,,Rasyaaaa!"Sempat mematung,lalu beneran ini Rasya.Beberapa kali menampol pipinya dengan kencang sampai ia kesakitan.


"Haaaah,,,beneran kamu."Langsung memeluknya erat dan ga ingin melepaskan secepat itu.


"Iyaaa ,,,,tapi ya sakit tahu.Pake acara nampol pipi segala lagi.Gimana seeh!"Kesakitan sambil duduk merentangkan kedua tangannya.


Kembali duduk wajah cemberutnya kembali tertuang jelas saat dirinya khawatir dan tak menyangka bisa datang tiba-tiba membuat kejutan kepadanya.


"Kamu kok kemarin ga ada kabar?kemana aja!"Tanya Thy Than bingung.


"Ya gua mainlah sama orang.Kamu kemarin gimana latihannya seru sama pak Radith?"Kembali penasaran menunggu jawaban special dari bibir teman baiknya.


"Adalah!"Seakan Tahu apa yang akan dipertanyakan sama Thy Than pasti deh menghambatnya untuk sarapan pagi lalu mencoba untuk menyuapinya.


"Ayo makan,,,udah waktunya segera berangkat.Tanya mulu deh dari tadi!"Sambil menyuapi Thy Than bagaikan anak kecil.


"Aaaaa,buka mulutnya!"Lagi pintanya.


"Aaaa ,,,eeemm enak ya.Disuapin sama kamu.Jadi pengen lagi!"Senyum-senyum tampangnya seneng banget.


"Kamu yang masak?kok beda ya sama masakanmu!"


Ia menggelengkan kepala tanda emang dia ga masak pagi ini,tentu kedua alis Rasya berkerut heran emang siapa lagi kan dia tinggal sendirian kalau ga ada aku.Apa ada seseorang mengantarkan makanan untuknya?"


"Enggalah!"


"Trus siapa?"Masih saja menyuapi Thy Than.


"Pak Radith!"Jawabnya jujur plus polos sampai membuatnya heran,kaget,terkejut terus tengok-tengok penasaran mana orangnya kok ga ada jejaknya sama sekali.


"Iyaaa,,,pak Radith masakin aku.Emangnya ga boleh ya?lagian dia kan juga nginep disini kemarin!"


Kagetnya pas bikin Thy Than ga bisa berkata lagi,sambil menggebrak meja.Sontak aja dia hampir jantungan dibuatnya.Kok bisa-bisanya guru olah raganya bisa nginep dirumah Thy Than,ga salah ini.Ada hubungan apa antara Thy Than dan pak Radith?


Gedubraaakkkk,,,,,


"Aaaaaa!"Sambil menutup telinganya takut,Amarah Rasya tiba-tiba muncul dan membludak seakan ga ada ukurannya.Dirinya pun bingung sama dirinya saat ini.


"Maaf Rasyaaa,,,,aku ceroboh.Ngasih nginep orang lain selain orang yang bener-bener aku anggap keluargaku!"


"Kok bisa seeh kamu memberikan ruang buat dia,walaupun dia itu guru kamu.Kan orang lain disini.Kamu ga takut diapa-apain sama dia.Entah apalah gua juga ga tahu."


"Boleh aku ngasih penjelasan ga?"Menatap dengan wajah gemetar.


"Coba apa pembelaan kamu sama aku!"Sambil menaruh sendoknya.


Tatapan curiga dan introgasi yang melelahkan dan membuat beberapa kali kedua alisnya Rasya berkedut-kedut saat melihat penjelasan sesungguhnya dari bibirnya sampai akhirnya ada penjelasan yang benar-benar membuatnya sadar dan bersalah telah mengabaikannya semalam dan membiarkan orang lain malahan menemaninya.


Menyentuh kedua tangannya,menarik dan mencium tangannya.Senyum itu terkembang kembali saat menyadari hal itu adalah kesalahan fatal buatnya.


"Maaf ya udah membuatmu ketakutan dan harus cerita seperti ini sama gua.Gua ga bakalan deh untuk membuatmu menginap lagi sama orang lain ya."


"Iya aku juga minta maaf,,karena aku juga sempat terpana sama ketampanan pak Radith.Tapi dia malahan membuat suasana romantis sampai dia mengingatkan aku supaya ga terlena terus sama dia."


Lega juga sampai menghela nafas panjang,ternyata tidak dilakukan oleh pak Radith dan dia bersyukur karena dia bisa menjaga Thy Than dengan baik serta kembali memeluknya dan mencium rambutnya.


"Aku harap kamu ga marah lagi ya sama aku!"Ujarnya tersenyum sambil mendongak kepadanya.


"Iya,maaf banget semalam gua ada misi penting!"Ujarnya masih mendekapnya.


Haaah,,,misi apa?sampai melepaskan pelukan erat lalu kembali malahan dirinya gantian mencurigai Rasya berbuat macam-macam.


"Kamu ngapain?pasti kamu!"Seraya mengangkat jarinya dan merengek pengen nangis,pasti dia telah melakukan sesuatu sama orang lain kali.


"Engga,,gua cuman nemenin temen gua.Semalaman dia gua temenin karena orang tuanya pergi keluar negri.Jadi ya gimana lagi!lagian kamu kan ditemani juga kan sama pak Radith!"Kembali mengulangnya.


"Jadi kamu semalam sama perempuan ya!"Kembali menyerangnya.


Menggelengkan kepala,padahal benar juga firasat dan tatapan seorang teman baiknya bahwa tebakannya memang pas banget tapi belum saatnya gua bicara sama dia soal kedekatanku sama Ling-ling.


"Awas ya sampai kamu tidur sama wanita lain.Aku ga bakalan ngasih kamu jatah!"


"Haaaah,,,jatah apa?kan memang kamu ga pernah ngasih gua jatah.Jatah apaan!"Tanya balik.


"Jahaaaat,,,,Rasyaaa jahaaat!"Beberapa kali memukul dadanya beberapa kali sampai ia meneteskan air matanya.


"Heeem cengengnya kumat."Sindirnya kesal.


Okelah saat ini senyuman Ling-ling ga kaleng-kaleng lagi setelah semalam satu ranjang sama dia.Tapi ga ngapa- ngapain seeh.setidaknya bisa membuatnya senang dan hangat.Kapan lagi kayak gitu sama Rasya.


"Senengnya hehehehe,kapan lagi sama dia ya?"Tersenyum sambil siap-siap untuk berangkat kerja.


Dipelantaran sekolah pun juga membingungkan bagi Jerry dan Biyan yang hanya menatap kendaraan yang ga asing lagi yaitu punya Thy Than.Seharusnya pemiliknya ada disini atau sekitar sini tapi ga kelihatan sama sekali.


"Eeh,ini kan motornya Thy Than kan?"Sambil menyentuh dagunya ia kembali bertanya.


"Ya benerlah ini kan punya dia.Tapi aneh ya!"Sambil tersungging kearahnya.


"Kemana yang punya?ga kelihatan batang hidungnya."Kata Jerry bingung.


"Ngapain nyari batang hidungnya,cari yang lain aja gimana seeh?"


"Hehhehe,,,,gua masih penasaran sama motornya ini.Ga ada yang punya!"Sambil duduk diatas jok motornya.


Tak lama pak Radith pun datang dan menyapa mereka berdua masih menunggui pemilik motor seperti yang tengah ia lihat.


"Kalian ngapain dimotor orang itu?"Terhenti sambil bersedekap menatap mereka berdua.


"Eeeh pak Radith pa kabar pak!"Sambil turun dari jok motor sambil berjabat tangan.


"Baik dong,ga masuk dulu.Ntar telat lho!"Sambil menakut-nakuti mereka berdua.


"Kita tungguin dulu deh pak,bentar lagi kayaknya dateng deh target kita berdua."Lanjut Biyan.


"Emangnya kenapa ada yang aneh ya sama dia!"


"Ga kita penasaran aja kok,,,santai aja pak heheheh!"


Sambil menepuk pundak Jerry,pak Radith pun segera masuk kedalam ruangan guru dan pamitan sama mereka berdua.


"Ya udah bapak masuk duluan,kalau dia telat masuk aja buruan okey.Byeee!"Sambil berlalu meninggalkan mereka yang hanya mengacungkan jempolnya.


"Beres pak!"


Jauh melangkah sampai mendekati lorong sekolah,jauh pula pandangan sama tatapan Dua sahabat baik yang dimulai dari kemarin tanpa sebuah pesta meriah.Hanya bermodal kebetulan saja akhirnya cocok juga.


"Lama bener target kita ya!"Sambil menompangkan kedua tangannya dipinggang,Biyan masih siap untuk menunggu.


"Iya apa dia ga masuk ini?"Jerry melihat jam tangannya masih menunjukkan menuju 15 menit.


"Kok horor amat ya,udah hampir 15 menit lagi kita masuk lho,kok ga kelihatan dia!"


Malahan yang datang dua perempuan penggoda penuh makna kadang bikin kesal dan jengkel,tapi untung aja ga macam-macam deh mereka.


"Haiiiii,,,saaayaaang.Ngapain nunggu aku ya!"Langsung nempel aja sama lengan Jerry Raisa pun bahagia.


"Iiiiih,langsung nempel.Ntar lecet tuh kulitnya Jerry!"Sindir Biyan bikin wajah Raisa berubah emosi.


"Ga usah ikut-ikut!"Sambil mendorongnya hampir terpental karena ga ada jaga-jaga jurus yang ia gunakan.


"Eeeiuutttt hampir aja ya!"Tapi dia ga mau hampir jatuh sendirian,jelas dia menarik Anna sampai ikutan bergaya mau jatuh.


"Aduuduuuuh.BIYAAAAAN TEGAAA BANGEEEET SEEEH KAMUUUUU."Ikutan menariknya sampai keduanya imbang ga jadi jatuh bareng.


Sambil memutar seakan mau memainkan aksi tarian aneh bikin ketawa ngakak Jerry ga menyangka Biyan bisa melakuan frisestyle dengan tiba-tiba.


"Huuuuh,,,,ampun deh kamu tuh ya bikin gua gila aja deh!"Membenarkan tubuhnya Anna hampir gila pula.


"Uuuuhhh,,,males deh ayo Sa Tinggalin mereka.Makin gila aja kita kalau deket-deket sama mereka."


"Iya pada nunggu apaan seeh mereka.Ga jelas deh!"Berlalu sambil melambaikan tanganya Raisa yang masih terbawa suasana cinta sama Jerry seorang.