Thy Than

Thy Than
Bab.23 Diruang perpust,mereka masih terdiam.



Berfikir lebih lama untuk bagaimana keluar dari sebuah tempat yang menyeramkan menurut Thy Thann,berada disetiap pandangan sudut gelap berada dalam sekat-sekat rak berisikan buku dan suasana hening telah membuatnya begidik.Tak lain hal dengan Ganindra yang masih sibuk kembali berputar-putar mencari bagaimana ia keluar dari tempat tersebut layaknya tengah uji nyali.


Menghidupkan jam digitalnya,membuat Thy Than terkejut dan mencari dimana cahaya itu datang.Sayang ketika mendekati malahan wajah Ganindra masih masam dan belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan untuk keluar dari ruangan tersebut.Mendekati serta menyentuh tangannya ada harapan mungkin bisa dekat dengan lelaki yang perlahan memeluknya dan mencium keningnya.Rasanya Thy Than pasrah berdiam bersama lelaki ini.Mau apa lagi kalau dirinya tengah ketakutan dan berada dalam ketenangan sejenak dipeluk bahkan mendapatkan kecupan manis.


"Kamu tenang ya,jangan panik jangan khawatir tinggal beberapa menit aja kita bisa keluar dari perpus ini okey!"Pintanya pelan serta melihat wajahnya yang mulai muram dan ga bisa lagi untuk keluar.


Ia mengangguk dan berada dalam pelukan Ganindra,enak juga memeluk perempuan seperti Thy Than.Rejeki yang ga bisa ditolak lagi bisa berdua sama dia diruang gelap seperti ini."Tapi kamu jangan macam-macam ya.Ntar aku bisa teriak lagi."


"Iya kita duduk aja disini!"Ajak Ganindra duduk diantara ubin dekat reception dan bersandar layaknya tengah terdampar disebuah pulau tanpa penghuni sama sekali.


Thy Than pun ikut duduk dan bersimpu disamping Ganindra,keduanya bersandar dan tak menyangka bisa berada ditempat seperti ini.Ketika menoleh menatap sang lelaki ia tengah menatap keatas langit-langit hanya terdiam tanpa kata.


"Kamu kenapa?kok diam menatap langit-langit seeh!"Heran sama kelakuan sahabatnya.


Menoleh tersungging geli melihat Thy Than,sekejab ia memalingkan wajahnya dengan gemas."Aduuuuh,jahil banget seeh!"


Tawa lepasnya pun kembali datang,apalagi kalau ngeliat ia tengah ketakutan seperti itu!"Kamu tadi tuh ekspresinya takut banget.Emangnya kenapa?"Sembari menahan tawa.


"Habisnya kamu ga perhatian sama aku.Malah ngagetin ya takutlah Ndra!"Rengeknya manja.


"Kan sekarang sama gua.Ga usah takut!"Makin mendekap Thy Than,herannya ia malah nyaman mendapat pelukan seperti itu.


"Kamu bawa hape ga buat hubungin siapa gitu.Udah berapa lama kita disini?"Tanya Thy Than khawatir.


"Gua lupa ga bawa hape,tumben banget ga bawa.Tapi ini kayaknya bisa deh buat hubungin seseorang!"Kata Ganindra sambil melepaskan pelukan Thy Than,mencoba untuk menghubungi sahabatnya menggunakan smartwacth miliknya.


"Jam berapa seeh sekarang?"Thy Than kayaknya udah lemes banget deh rasanya ngeliat suasana gelap kayak gini.Jadi makin ga bisa kemana-mana.


"Udah siang seeh,kayaknya bentar lagi pulang deh.Tapi ga tahu juga ya."Sambil melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 13.25 siang."Gua hubungin Adam dulu,kali-kali sinyalnya kuat menerima panggilan dari smart wacth gua!"Sambil berusaha menghubungi sahabatnya.


Oke sekarang pelajaran terakhir sudah bubar,ada sletingan kalau ada dua orang anak sekolahan senior hilang dari.mata pelajaran pagi setelah istirahat pertama.Tentu itu membuat sedikit kehebohan.Apalagi tas sekolah mereka masih rapi dirak meja masing-masing.Sampai beberapa orang pada ngomongin mereka berdua tentunya itu membuat Adam tertarik untuk mendengarnya.


"Ehhh tahu ga tadi ada anak senior namanya Thy Than hilang lho dari kelas.Ga tahu kemana,tasnya masih dirak meja."


"Yang bener luuu,masak seeh!"


"Iyaaa,beneran pada kepo semua tuh guru pada nyari.Eeh pas dicek hapenya lho masih ditasnya."Lanjutnya menimpali.


Emang telinga Adam itu sungguh menarik kalau udah mendengar tentang kehilangan seseorang,dan mendekati mereka sok kepo."Heiii,lagi ngomongin siapa seeh?"


Pada noleh kearah Adam yang jarang ia melakukan hal tersebut yaitu sikap bertanya dengan mereka yang tengah seru-serunya ngobrol."Tumben ngikutin kabar,biasanya cuek bebek!"


"Lha dari pada elu enthok,heheheh!"


"Wuuuu,mulutmu!"Kesal banget dapat serangan dari Adam sampai membasuh wajahnya.


"Aduuuuuuh!"Menghindar ga terima daapat kejutan dari salah satu anak perempuan.


"Ada apaan?kok dari ujung ampe sini pada ngomongin yang seru-seru!"Tanya Adam kembali kepo.


"Itu tuh,,ada yang ngilang pas jam pelajaran terakhir.Ga rahu deh kemana!"


"SIAPA?"Sontak kaget tengak-tengok.


"Thy Than,,,hilang dari tadi ga ketemu!"


"Waooooww,,,bisa ya.Waah laporan dulu sama Ganindra neeh.Kali-kali dia tahu."


"Ganindra,,,,kayaknya ilang juga deh.Sama!"lanjut temen satunya.


"Waduuuuhhhh,,,beneran hilang tuh dua-duanya?"Sambil ngangkat kedua jarinya.


"Beneran Pubg,ga boong kitaaaa!"Lanjut satunya ga terima manggil namanya,kan dia populer sebagai gamer sejati.


Meringis konyol"Gila kalian ya.Mentang-mentang bisnis gua digame.Ampe dipanggil pubg!"Heran deh.


"Dari pada fire flayer!kebarakan neeh sekolahan!"Timpal satunya makin mantap.


"Iya juga ya."Sambil garuk-garuk kepala.


Mikir panjang kemana mereka berdua ya.Bisa ilang gitu aja kan ga ada cerita mistis soal sekolahan ini.Tapi kalau dilihat-lihat seeh emang sempet denger seeh.tapi ga mungkin juga kali ya."Makasih infonya ya,love you semua byeeee!"


"Idiiiih,,,pede banget seeh.Pergi sana,cari temenmu sanaaaa!"Dorongnya dengan kesal.


Terpelanting agak jauh,untung bisa bergaya mirip salah satu jagoannya diarena Game online."Wooooiiii,,,gilaaaa kalian.Gua sumpahin lu naksir gua semua!"Sambil kabur mencari kemana harusnya mereka dicari.


Melangkah bingung kayaknya gua harus nanya salah satu wali kelas mereka deh atau keduanya ya bu Dira sama pak Herman kali-kali menemukan titik terang mereka.Ya udah lanjut jalan temuin mereka biar ga penasaran deh lama-lama kayak gini.Langkahnya terburu-buru dan mendapat hadangan dari Raisa dan Lala.


"Eiiiitttt mau kemana?"Menghalangi mencariannya.


Terhenti melihat dua cewek yang ga penting banget tiba-tiba muncul dan membuatnya muak banget.Ngapain juga mereka dateng disaat ga tepat gini seeh,males deh urusan sama mereka.


"Kalian ngapain lagi sok nutup jalan.Emang mau demo perasaan dimana?"Sembari menompangkan kedua tangannya dipinggulnya.


"Kita mau nanya sama kamu!"Lala langsung aja pointnya.


"Nanya apa?"Tanya balik.


"Kok gitu seeh jawabnya,kita kan nanya baik-baik!"Lanjut Raisa kesal.


"Iyaaa nanya apa sayangku berduaaaa!"Kesal pula gua ketemu mereka,males sebenarnya bilang gitu.Tapi ya sudahlah itu adalah pilihan.


"Iiiiihhhhh sayang lagi."


Lama bener neeh dua orang ini,udah ribet lama lagi gua hitung dalam hati kalau ga ngomong-ngomong gua terobos aja.Biarin jatuh,bodo amat.Satu,,,dua,,,tigaaa,,,


"Kamu tahu kalau,,,,!"Belum selesai ngomong sebuah panggilan dari ponsel milik Adam pun berdering.


Kriiiing,,,krriiiing,,,,kriiiinggg.


"Bentar,,,jangan tanya dulu!"Mengambil ponselnya disaku lalu melihat layar ponsel,ada panggilan khusus no siapa ya?


Mengernyitkan kening,panggilan itu membuat dua cewek tersebut ikutan kepo lagi."Siapa yang telpon?"


"Ganindra ya?"Respek banget kalau Raisa mendapati sebuah nama Idolannya.


"Emak gua nyari!"Meringis lalu tertawa,sukses banget buat mereka bete dan kesal juga,tapi masih nungguin beneran ga itu emaknya atau hanya alibinya saja.


"Haloo,,,siapa ini?"Tanya Adam mengangkat tangannya serta menyuruh mereka bubar,dari tadi bikin kepala puyeng aja.Bikin drama ga kelar-kelar.


"Dam,elu dimana.Gua butuh bantuan lu sekarang!"


Thy Than yang tengah disamping Ganindra pun seneng banget setelah mendengar suara Adam tengah menjawab telpon antara mereka berdua."Syukur deh bisa nyambung!"


"Emangnya elu dimana?"Tanya Adam langsung jalan entah jalan kemana.


"Gua diperpust sama Thy Than,dari tadi kekunci ga ada yang bukain!"Jawabnya yakin.


"Busyeeet enak banget lu,bisa berduaan sama Thy Than.Gua juga pengen tahu.Aah elu ga ngajak-ngajak gua seeh!"


Selentingan suara Adam memang kenceng sampai dua cewek kece tuh pada membelalakkan mata saling berpadangan."Astaga Ganindra sama Thy Than berduaan lama diperpuuuuust!"Rengeknya kesal.


"Berani banget tuh Thy Than,,,awas aja kalau ketemu gua bakalan kasih hadiah special dia!"Lanjut Lala ga terima.


Keduanya saling berpandangan,siap untuk mengikuti Adam mencari keberadaan mereka berdua.Adam pun sampai lupa untuk meminta kunci untuk membuka perpust,belum sampai setengah jalan ia terhenti seraya menepuk keningnya.


"Astagaaaa,kok gua lupa ya?"Sambil berbalik seketika,eeeh malahan Raisa dan Lala pun kelabakan serta bubar dengan cara yang ga karuan,tanpa arah.


"Enggaaaa!!!!siapa yang ngikutin elu,ya ga La!"


"Iya siapa juga,males banget!"Lanjutnya.


"Aaahhh,,,,bete gua deket-deket ama elu berdua.RIBEEEET!"Berlalu meninggalkan mereka yang bingung apa salah arah ya Adam tadi.


"Eeeh,Dam elu mau kemana.Salah jalan ya?"Sambil kebingungan.


"Ga kesana?"Tanya Raisa lagi.


Dia membalas dengan melambaikan tangan,ga perduli mau kemana mereka.Yang penting ga ganggu gua dan temen-temen gua.Takut gua kalau mereka malah bikin masalah yang ga bisa gua terima dengan baik.


"Pokoknya gua bilang sama pak Herman dan Bu Dira dulu supaya dia mau memberikan kunci perpust buat buka mereka yang terkurung lama bener!"Sambil berharap mereka belum pulang.


Benar juga saat mendekati pintu ruang guru,ternyata mereka belum pulang,bersama kepala sekolah masih berada dalam meeting ringan untuk mencari mereka berdua tengah hilang dimana.


"Permisi pak,bu!"Sapa Adam sok akrab menampakkan wajah ngeri-ngeri sedap.


Mereka menoleh mendengar sebuah panggilan yang tak biasa dari Adam,lalu Pak Herman pun memanggilnya.


"A-dam,masuk sini.Ada apa?"panggilnya membuat Adam segera masuk mendekati mereka dan menjelaskan apa yang ia terima.


"Permisi bapak,ibu maaf ya.Saya tadi dapat info kalau Ganindra sama Thy Than menghilang ya dari mata pelajaran bapak ibu!"


"Iya,udah trading lho beritanya.Emangnya kamu tahu dimana mereka?"Kembali bu Dira penasaran.


"Gini pak bu,saya tadi dapat telpon dari Ganindra heheheh!"Ujarnya mulai keringetan.


"Yang bener,dimana mereka!"Sontak membuat mereka bertiga kompak mendekati Adam.


"Eeehgg ,,mereka terkunci diperpust ga ada yang bantuin buka.Untung aja dia ingat ngesave no.saya.Tadi barusan saya dihubungi lewat smartwatchnya pak bu!"Sambil meringis.


"Ya udah kita kesan aja.Kasihan mereka kayaknya udah mau basi aja disana!"Kata kepala sekolah bergegas untuk menolongnya diikuti dua guru dengan melangkah menolong mereka berdua.


Tetapi pak Herman berbalik kembali sembari mengambil kunci perpust yang tengah digantung diantara kunci-kunci penting lainnya,dan segera menyusul.


"Boleh ikut kan pak!"Lanjut Adam ragu-ragu.


"Yaaa ayo ikut!"Rangkulnya segera membawa muridnya untuk menuju perpustakaan yang berada dipojokan dan jarang dikunjungin setelah jam istirahat sehingga sengaja untuk diamankan dari tangan-tangan jahil.Malahan mereka kena batunya.


Dari jauh Raisa dan Lala udah pesimis untuk pulang kerumah setelah mendapat penolakan dari Adam soal ikutan untuk mencari keberadaan Ganindra.Sontak menyipitkan kedua matanya seraya melihat kepala sekolah,dan dua guru tengah bergegas terburu-buru untuk menuju tempat yang belum mereka ketahui.


"Lho-lho ngapain tuh adam ngikuti bapak sama ibu dan kepala sekolah kita.Pasti ada sesuatu kali ya!"Sambil menoleh kearah Lala.


"Iya kali,kita ikutin aja.Tapi jangan sampai ketahuan ya."Pinta Raisa menjaga rahasia keduanya.


"Oke!"Jawab Lala singkat mengacungkan jempolnya.


Berjalan dengan tenang tetapi masih ada keraguan antara hidup dan rame ada ditangan mereka berdua.Pasti itu akan membuat Lala dan Raisa tahu sebenarnya apa yang terjadi antara Ganindra dan Thy Than diantara orang-orang tengah mencari keberadaannya.


"Kok bisa seeh mereka lupa kalau jam perpust itu ada waktu yang ga boleh didatengi.Kan jadi kayak gini,bikin bingung.Untung aja kita tidak lapor dulu sama orang tua murid!"Kata Bu Dira.


"Ya tuh anak-anak kalau udah ngobrol lupa waktu segala,ampe balik kekelas aja ga tahu kapan!"Lanjut Pak Herman.


"Nanti yang jelas kalian harus bisa membuat mereka tidak mengulangi kejadian ini lagi ya pak bu!"Pinta kepala sekolah


memperingatkan.


"Baik pak!"Jawab Pak Herman,diikuti bu Dira yang berharap tidak ada lagi kasus aneh seperti ini.


Langkah cepat mereka bertiga diikuti oleh Adam yang merupakan kunci dimana keberadaan mereka adalah pilihan yang tepat.Sebagai sahabat juga teman buat Ganindra dan Thy Than.Sampai dipintu perpust,pak Herman pun segera membuka pintunya.Suara orang membuka pintu dengan berisik membuat keduanya segera bangun dan beranjak berdiri serta tersenyum senang saling memandang memastikan ada yang menolongnya segera.


"Ndra,ada yang nolongin kita,astaga syukur deh kita keluar dari tempat gelap ini!"


"Iya kamu senang kan!"Seraya merangkulnya.


Tak berselang lama pintu terbuka,kaget juga melihat wajah ketakutan dan paniknya Thy Than yang langsung memeluk bu Dira saat melihatnya didepannya.Tapi tidak dengan Ganindra yang tersenyum memberikan hormat kepada mereka berdua dan tentunya ada Adam yang menggelengkan kepala ga nyangka bisa terkurung lama disini.


"Syukur kalian sudah ketemu.Mangkanya jangan main lama-lama,segera masuk 5 menit sebelum ini tempat tutup ya."Saran Kepala sekolah dengan wajah senang.


"Siap pak,maaf ya sudah membuat bapak sama ibu bingung nyari saya sama Thy Than."Kata Ganindra mesam-mesem ngeliat reaksi tawa geli dan saling berpandangan.


"Kamu ga pa-pa kan Thy Than,ibu khawatir lho sama kamu.Nanti ibu bilang sama siapa kalau terjadi apa-apa sama kamu."Sambil mendekap dan melihat wajah sedihnya.


"Enak banget luuu Ndra bisa berduaan sama Dia.Lha gua pengen gitu!"Seloroh Adam Tiba-tiba.


Pak Herman pun menimpali protesnya Adam yang ngiri ga satu frame sama Thy Than."Emang kamu mau didalam sendirian?"


"Iiiiih ya ga mau pak,kalau ada yang nemenin ya mau saya!"Lanjutnya ga terima.


"Kamu itu bersyukur ga kejebak juga disana.Bisa-bisa main game kamu los banget besok lho,hehehehe!"Tambah kepala sekolah.


"Ya udah sekarang kalian pulang,besok kita bicara lagi ya.Bahas masalah ini,sekarang kan sudah sore waktunya kalian pulang dan mempersiapkan semuanya esok ya."Sambil menepuk pundak Ganindra.


"Waaah,kalian memang the best deh!"Puji Adam sambil mengacungkan jempolnya.


Tawa lepas semuanya menjadi akhir dari hilangnya kedua sahabat itu menjadi canda tawa yang menggelikan.Thy Than pun malu sama kejadian ini dan ga ingin mengulanginya lagi.Adam pun tertawa lepas melihat ekspresi tengah ditampilkan oleh semua orang saat melihat keduanya sudah ketemu kembali.


"Gimana perasaan Thy Than sama Ganindra?ga ada cinta lokasi kan?"Canda bu Dira tersenyum.


"Dia bu,,,nyari-nyari kesempatan!"Sambil nunjuk kearah sahabatnya.


"Yeee,,,kok aku?kamulah yang takut.Jadi aku yang jagain kamu.Kalau engga ga bakalan kita keluar kayak gini!"


Sambil menepuk pundak Ganindra,pak Herman pun berkata hangat untui keduanya."Udah kalau kalian udah kayak gini pasti ada yang special ya kan!"


Tawa hangat menjadi kedekatan hakiki antara mereka semua,perlahan meninggalkan area sekolah.Adam heran melihat mereka yang ga ada matinya saat berjalan dengan candaan tanpa makna.Aneh bisa ya mereka berada lama-lama ditempat yang penuh inspirasi.


"Heiii,kalian kok tumben berada diperpust.Udah pada makan belum?"Tiba-tiba kalimat itu membuat Thy Than heran.


Saling berpandangan serta menatap aneh,tumben dia ngomong bener.Biasanya ga ada benernya sampai bikin emosi aja.


"Ya laper lah.Tumben nanyain kita laper apa belum?apa mau ditraktir neeh!"Lanjut Indra semangat.


"Iya kali heheheh!"Timpal Thy Than.


"Kan gua nanya doang,nga nawarin kan weeek!"Keduanya kena prank sama Adam.


"Luuuu gila luuu.Jahat bener ma kita-kita ya Than!"Sambil menyenggol Thy Than.


"Iya orang habis kesusahan bukan dibantuin malah diledekin kayak gini!"


"Ya udah kalian makan sepuasnya,,,gua kabuuuurrr dulu byeeee!"Langsung tancap gas meninggalkan mereka.


Keduanya terhenti mematung,kok bisa seeh kelakuan dia kayak gitu."Woooiiiiii,ga usah kabuuur!"Panggilnya lantang.


Adam berbalik dan melambaikan tangan serta mengatakan satu hal."Byeee sampai ketemu diacara selanjutnya!"Lanjutnya menghilang begitu saja.


Menghela nafas mengarah kepada Ganindra.


"Kita pulang bareng yuk,,,kayaknya elu ga dijemput deh jam segini!"Sambil lihat jam tangannya masih menunjukkan masih sore banget.


"Emang boleh pulang sama kamu!"Thy Than penasaran.


"Ya bolehlah,ayooooo!"Rangkulnya dengan semangat,sang perempuan tersenyum lega dan mengikuti langkah Ganindra menuju parkiran.