Thy Than

Thy Than
Bab.37 pada pensaran sama Thy Than.



Lama bener hampir aja putus asa menunggu target kali ini sangat penasaran pokoknya.Sampai mereka berdua uji nyali menunggu waktu untuk sekedar ketemu sama Thy Than jelas itu membuat mereka melepas senyum dan saling tos banget setelah melihat sosok perempuan keluar dari mobil klassik tentu dengan tatapan curiga.


"Siapa tuh ya!"Jerry penasaran sambil menanti kedatangannya.


"Naah,itu namanya bang Rasya.Orang pilihan Thy Than untuk menjaganya."


Turun dari mobilnya,lambaian tangan perpisahan sementara buatnya.Senyum dan lemparan cium jauh bikin dirinya GR dan malu untuk segera masuk.


"Wiiiih,,,,keren bisa akrab gitu ya!"Jerry pun heran dibuatnya.


Menghampiri mereka berdua lalu menyapa ramah,tangannya pun ikutan mukul perut mereka yang tengah menunggu.


"Pagiiii,berduaaa!"BUUUUKKK,,,,Pukulan itu segera berganti sampai kesakitan pula Biyan merasakannya.


"Aduuuuh,,,pukulanmu.Serem amat seeh!"Sambil mengusuknya beberapa kali.


"Yooook masuk,,udah mau telat neeh!"Sambil liat jam tangan.


Jalan duluan deh Thy Than,sampai bikin mereka lupa kalau mau nanyain soal latihan kemarin.Seketika Jerry pun ingat.


"Oooh iyaaa,,,kita kan mau nanya soal latihan kemarin.Kok bisa lupa seeh!"Lanjut mengejar Thy Than sok ninggalin mereka berdua.


"Iyaaa dasar luuu!"Sambil dorong tapi ga kena deh.


Berlari kecil mengejar target selanjutnya seraya memanggil-manggil keberadaannya.


"Thaaan,,,tungguin napa!"Lari ngejar dirinya.


"Ayooo buruan tinggal 5 menit!"Panggilnya narik-narik mereka.


Ya gimana lagi,kan satu kelas bareng masuk dong.Masak ninggalin mereka seeh.Lagi nungguin lari mereka,gemas banget ga nyampe-nyampe seeh.


"Ayo dong buruan sebelum keduluan sama guru mata pelajaran!"Lagi ga mau nungguin mereka.


"Iya ini lagi ngejar kamu,kamu kenceng banget larinya.Makan apa seeh!"Lelah tak berdaya.


"Semangat banget ampe bikin bingung aja.Kena vitamin apa tuh dia ya?"


"Entahlah.!"


Pelajaran dimulai,cukup tertib mereka menjalani pagi ini dengan serius karena guru kali ini sungguh serius sampai akhirnya bel tengah berbunyi membuat semuanya semangat untuk keluar dari ruang kelas.


"Huuuh,,,,legaaa banget!"Sambil menyelonjorkan kedua kakinya,lega juga akhirnya bisa melepas lelah yang sangat luar biasa.


"Haaaaiiii pada ngapain seeh tadi nungguin aku,ada yang perlu diklarifikasi?"Mendongak melihat wajah mereka dari tadi emang serius kali ya.


"Ada dong!"Langsung Biyan geser Thy Than,Jerry pun melompat serta menghimpit target dari tadi.


"Woooiiii,,,pada ngapain seeh.Jepit aku kayak gini!"Seraya susah banget melepaskan dekapan mereka berdua.


"Kita mau nanya aja,kemarin gimana latihannya sama pak Radith?ada kendala ga?"


Mengeluarkan jurus kuda-kudanya kedua tangannya pun mendorong keduanya hingga berbeda lokasi,Jerry nempel ditembok dengan wajah moyongnya.Biyan pun tersungkur dilantai dengan meronta kesakitan.


"Jahaaat luuu,Than.Masak gua didorong pake ajian ga jelas.Ga ada keterangannya lagi!"Kesal ga terima sambil beranjak bangun.


"Aduuuuhhh,,,bibir gua masih layak ga seeh buat elu cium.Ini udah mentok sama tembok lagi!"Kesakitan pula dirasakan olehnya.


Mengibaskan kedua tangannya,pasti itu gaya khas kungfu ala dirinya serta jempolnya menyentuh hidungnya dengan semangat.


"Lagian seeh,nafsu amat kalian introgasinya!"Sambil melepaskan lelahnya.


"Semalam pak Radith nginep dirumahku!"Sontak membuat mereka kaget saling menatap Thy Than dengan tatapan tajam bahkan ga percaya.


"Ngapain?patungan kalian berdua lihat aku kayak gitu!"Jelasnya dengan wajah heran.


"SERRRIIUUUSSSS?"Pertanyaan itu jelas bikin Thy Than gerak cepat membungkam mulut Jerry.


"Ga nyangka gua.Kalian berdua seperti itu!"Biyan shock berat mendengarnya.


"GA GITUUUU KALIII.Pokoknya aku aman dari hal-hal yang akan kalian tuduhkan kepadaku.Okey,apa kita ngobrol sambil makan dulu gimana?lapeeeer!"Menampakkan wajah kelaparan seraya mengelus perutnya beberapa kali.


"Ayoooook,,,tapi eluuu yang Traktir okey!?"Biyan membuat perjanjian antara mereka berdua.


"Seneng banget seeh malak orang neeh!"Sambil nyubit lengannya.


"Udaah,,,,udaaah,,,,sakit aaah!"Sambil mukul tangannya Thy Than."Demen banget penyiksaan neeh anak!"


"Hahahhaha,,,weeek!"Biar adil dia pun menoleh dan melanjutkan ledekan kearah Jerry.


Puuuukkkkk,,,pukulan itu menyentuh bibirnya sampai ia ngerengerek kesakitan.


"Duuuuh,,,,jorok banget seeh!"Menoleh dan menyuruhnya minggir sebentar.


"Minggir Biyaaan,,,biar kita sampai dengan kenyang kesana oke!"Usirnya membuat ia segera bangun lalu berdiri serta mengulurkan tangannya.


"Makasiiiiihhhh,,,sok romantis!"Ledeknya lagi.


Heran deh,baik salah,jahat apalagi sama dia.Emang hati wanita kenapa seeh ga bisa ditebak.Saat sukses menarik tangan Thy Than seketika iapun menarik tangan Jerry yang cakap banget mengulurkan tangannya juga.


"Ngarep aku tarik yaaaa!"Ledeknya pasang wajah konyol pula.


"Ya iyalah masak kamu tega liat gua nempel tembok mulu seeh!"Bergegas untuk menghampiri keduanya lalu ikut bersama sambil ngobrol bareng.


Serius ini adalah berita yang ga kalah heboh dan keren tengah diceritakan sama Thy Than,Sampai keduanya duduk berdampingan bersama Biyan dan membiarkan Sang perempuan sendirian sebagai juru cerita tentang cinta.


"Maaang,,,mi ayam 3 !"Sambil teriakan khas mengangkat ketiga jarinya lagi akhirnya ia tersenyum manis.


"Beres non,,,ditunggu!"


"Lha minumnya apa?"Tanya balik.


"Entar deh kalau mangnya dateng baru pesen minumnya,entar ditawarin kok!"


"Enak aja ditawarin,,,yang manis dong!"Tambahnya manyun.


"Iya-iya kok pada sensi banget ceritanya!"Seraya nyubit kedua pipinya Jerry dan Biyan.


"Jerrr,,,pipi gua dicubit ma makhluk ini!"Sambil nunjuk kearah keningnya.


"Wuuuhh,,,,tanganya ga bisa diem deh!"Kesal sambil mengeles,untung ga kena.


"Lha apa gua ga dicubit juga.Kita sama rata dimata dia!"Kelakarnya geli.


"Siiip!"Sambil mengangkat kedua jempolnya.


Makanan pun datang,,,Aroma yang menggoda telah membuat mereka melupakan sejenak cerita dari buah pikir seorang Thy Than.Lahap juga sampai ada yang ngiri untuk nimbrung juga satu meja ama mereka.


"Seruuu,neeeh!"Tetiba Raisa dan Anna datang mengapit Thy Than.


"Mauuu?"Tanya balik."Noooh pesen,,,aku lagi baik hati tahu aku traktir mau ga?"


"Maaauuuu!"Anna semangat


"Engga!"Raisa menolak.


"Astaga gengsi amat seeh lu Sa,,,ga gua ngedate baru tahu rasa lu!"Serang Jerry lagi menikmatinya.


Mata Raisa melotot,,,Anna kaget jelas lebih greget kagetnya ya Thy Than ampe kesedak mau mati didepan mereka.


"Uhukkk.,,uhukkk.,,uhukkk,,,,AAAAAAA,,,,,KALIAN KURANG KERJAAAAAN!"Teriaknya ga terima.


Sontak Anna dan Raisa mengambilkan minuman langsung diberikan sama Thy Than.


"Duuuh,,,pelan-pelan dong.Anak orang ntar mati ga generasinya elu lagi!"Cerocos Raisa dengan memijat telungkupnya.


"Aaaahhh,,,,jahat banget seeh kamu Saaa!"Sambil gemes mukul bahunya.


"Hehehehe peace,,,maaf ya.Gua tahu elu pasti pengen nendang gua.Tapi belum kepikiran kan!"Sambil meringis geli.


"Iya neeeh maaf,,salah ngomong.Sering keceplosan dia!"Lagi Anna membelanya.


"Ya dehhh salah besar guaaa!"Sambil melengos.


"Makanya,,,lihat-lihat kita dong aaah.Biar ga ngomong aneh-aneh sama Thy Than."Lanjut Biyan membela.


"Jadi ga ditraktir sama dia tuh?"Sambil mengangkat dagunya kearah Thy Than.


"Boleh deh heheheh,sahabat yang kadang ngeselin!"Sambil menepuk pundaknya.


Pada nimbrung dan ceritanya udah ngalor ngidul sampai ga jelas kemana arahnya.Lagi-lagi cerita Biyan bikin semuanya travelling entah kemana.Padahal ga sampai kesitu lho ceritanya.Sampai ngakak dan kompak banget untuk hari ini.


Keduanya berpisah dan memulai kerja sendiri lagi,,lambaikan tangan dan ucapan terima kasih pun terlontar dibibir keduanya.


"Makasih ya,kita masuk dulu.Lain kali yaaaa hehehe!"Canda Raisa geli.


"Iyaaa ngirit gitu!"Lanjutnya.


"Ngedate aja ama kita berdua dulu baru mauuu!"Biyan pun percaya diri lagi buat godain mereka.


"Weeeekkkk!"Ledeknya Anna lagi.


Kembali ketopik awal dimana itu adalah sebuah teka-teko besar yang dirasakan oleh Jerry dan Biyan soal latihan kemarin.Heran deh dari tadi ga kelar-kelar ceritanya,mau lanjut ada duo gosip yang paling sekali kita gibah,,udah jadi tredding topik sampai keujung mata.Lagian ceritanya Thy Than seru seeh.


Sambil tengak-tengok melihat keadaan semakin membaik dan ga bisa dikontrol lagi sampai akhirnya pembicaraan kembali didiskusikan lagi.


"Eeeh,,,ceritain lagi dong.Trus gimanaaaaaa?"Biyan rasanya siap menunggu cerita dengan harap-harap cemas.


"Iya biar kita ga penasaran gitu!"


"Kalian punya hati ga buat gua!"Tiba-tiba menggoda mereka berdua.


"Udah males,,,gua.Pengen nyari yang lebih seru,ama kamu mah udah ga ada rasa gua.Rasanya kita tuh sahabatan lagi deh ya!"Pinta Jerry lagi.


Biyan menoleh kaget langsung mempertanyakan kebenarannya kepada Tersangka satu ini.


"Beneran elu ga ada rasa sama Thy Than?"


"Beneran,ntar kalau gua ada rasa sama dia lagi.Pasti beda lagi hehhheh!"


"Hhuuuuuh,ngaco banget deh!"Sambil melempar tissu kearahnya.


"Jahahahhaha,,,hati gua lagi dirumah,gua cas.Kasihan lowbet terus!"Candanya masih ngakak.


"Lha terus elu Biyan?"Lagi tanya sama Thy Than.


"Kalau gua maah sama aja,sahabat doang aja ya.Kalau TTM kan ngeri banget.Gua harus berantem sama sebelah gua.sakiiiiiit!"Sambil dorong bahunya.


"Eetttdahhhh.,,,TTM kalau TTS gua mau.Lha ini TTM disangka gua apaan lagi!"


"Udaaaah becandanya?"


Keduanya meringis lalu kembali pada topik awal yang ga kelar-kelar lagi deh.Emang kalau udah berbagi cerita pasti itu akan sirna gitu aja.


"UDAAAAAAHHHHH!"Jawab mereka kompak.


"Oke awalnya kan waktu siang itu indaaaah banget,aku diantar sama kamu ya Biyaaan!"Sambil menyentuh tangannya.


"Iya betul,,kan dia ga nganter takut parfum.lu nyantol.Ga bisa nyari mangsa pas pulang!"Ledeknya ga ada akhlak.


"OOOOOOH GITUUUU ALASAANNYA!"Balik lagi emosi Thy Than ga labil lagi.


Langsung tangan Jerry mendekap mulut Thy Than dengan pas ga ada yang bisa ngalahin telapak tangannya buat nutupin semuanya.


"Bisa diem ga.Ntar elu lanjut jadi seisi sekolahan lagi!"Ancamnya bikin Biyan ketawa menutup mulutnya juga kena serangan dari Jerry yang gemas pula sama dia.


GEDEBYUUUUUUKKKK,,,Pukulan mantap mengarah kearah bahunya.


"Adooooohhhh,,,,kumat luuu!"Meringis kesakitan.


Melepaskan suara sopran khas Thy Than saat tengah teriak-teriak pastinya membuatnya lega lagi.


"Ayooo Thaaan,,,cerita dong pleace!"Pintanya berharap menungu-nunggu sampai akhirnya dia cerita.


"Sampai mana tadi?"Bingung juga.


"Dari elu megang tangan gua neeeh bekasnya!"Biyan pede banget nunjukinnya padahal ga ada bekasnya.


"Ooohh iya,,,trus kan kita pulang bareng ya Biyan.Seru banget deh! Aku peluk dia,aku sandaran dipundaknya hehhehe!"Sambil malu-malu.


Tatapan sinis mengarah pada Biyan,jelas dia mencoba kuat dengan cerita kenyataan yang membuatnya cemburu tiba-tiba.


"Eluuu enak yaaa,,,dipeluk sama dia.Lha gua kapan?"Tanya balik.


"Ya sabar nunggu motor gua diboncengin ma cewek lain.Baru deh elu bawa tuh bidadari yang penuh sensasi manipulatif biar elu cemburu!"


"Beneran elu buat gua cemburu?"Lagi bertanya sambil polos mengangkat kedua alisnya.


"Engga juga seeh,Biyan yang ngompor-ngomporin kamuuu,,,seksinya kalau marah!"Idenya Thy Than ada aja buat nenangin Jerry sambil mengelus-elus dagunya.


Cerita belum ada kembali ke inti,ya Biyan protes juga minta disentuh dagunya.


"Eeeh,,,gantian napa.Gua juga pengen!"Sambil narik tangan Thy Than pindah kedagunya Biyan.


"Haduuuh?,,,,porsi minta samaan teruuuuusss!"Kesal juga akhirnya.


"Trus guaaa diantar pulang ma Biyan,,ampe rumah.Eeeh dia ketiduran disofa!"


"Waaaah,,,bisa tidur juga lho.Capek nganter dia?kalau capek bilang.Kan gua bisa nganter dengan sepenuh hati buat dia!"


"Ga tahu deh,,,ngantuk banget guaaa waktu itu.Lanjut deh tiduran disofanya Thy Than empuk lagi."Kembali bertanya sama Thy Than soal kebiasaan tidurnya tuh ngorok apa engga dia.


"Oooh ya gua ngorok ga kemarin pas tidurnya?"Kembali nanya.


"Ya mana aku tahu Biyaaan,,,kan aku kekamar langsung.Eeeh ikutan bobok juga."


Segera menyelidik dengan tepat.


"Tapi terpisah kan?"


"Iyaaa sayaaang!"Tiba-tiba keduanya kompak memanggilnya "SAYANG!"


Langsung aja Biyan menutup mulutnya,tumben latah ngikut Thy Than.Senyum-senyum ga jelas deh akhirnya sambil nyenggol Jerry,bikin Thy Than Ill Fill dibuat.


"Iiih Biyan,ngeriiii banget!"Bentaknya kesal.


"Emang lalau ngomong suka nyablak ga jelas.Bikin emosi aja lu ya!"


"Ga sengaja,,,kok tiba-tiba ngikut dia.Maaf ya,jangan salah sangka entar gua kalian korbanin cerita ini dan gua diisiukan yang engga-engga,pleace ya!"Biyan udah kepalang takut banget sama mereka berdua.


"Enggalah,,,sahabat yang baik ga bakalan bocorin cerita yang ga jelas gitu deh!"Lanjut Thy Than.


"Iya kalau sadar,,,kalau engga kena juga elu hahahaah!"Ledeknya ketawa sambil mendekatkan ketelinganya.


"Sialan-sialan.Apes dah gua!"Sambil pasrah.


"Truuus lanjutin!"Kembali nyadarin Thy Than sambil membelai pipinya.


"Diiiiihhhh,,,romantis amat!"Ga terima juga Biyan sama kelakuannya ke Thy Than.


"Udaaah biarin Biyan,ga usah sewot!"Sambil membelai tangannya.


"Hehhehe,makasih ya pengertiannya."Lagi tersenyum.


"Ga kalah-kalah dia!"Seraya ketawa lepas.


Dengan tatapan serunya lagi,cerita sama mereka bertiga tuh ga ada bener menuju topik utama,bukannya serius malah belok kearah konyol,,becanda mulu.Udahlah ga ada habis-habisnya.


"Lanjut!"


"Eeeh,iya."Sambil mesem-mesem.


"Trus gini,,,dia kan tiduran.Aku ga tahu kalau elu ngorok karena aku juga udah tepar sampai akhirnya datang pangeran ku,pangeraaaan Rasyaaa yang ganteng,imut dan nggemesin buat bangunin akyuuuu!"Bergaya lebay.


"Oooh dia pangeran elu,,sayang banget seeh!"Lemes sambil menompangkan tangannya.


"Sayang gimana?"


"Sayang kamu!"


Plaaakkkkk gantian Biyan emosi mukul Jerry ampe kaget dan dag dig dug dear.Thy Than juga sama hampir aja melompat karena kaget.


"BIYAAAAN,,BIKIN KAGET AJA!"Kompak deh mereka berucap ampe bikin Ill Fill juga Biyan.


"Kompaaaak teruuuus!"Ledeknya ga terima.


Ketawa deh melihat satu anak ini udah bete dibuatnya,masak tiap kalimat ada unsur candaannya.Gimana sampai akhirnya coba.Thy Than mah pandai banget bikin cerita bersambung dia.


"Hahhah teruuus gini!"Lanjutnya belum selesai malahan bel masuk berbunyi.


TRIIIIIIIIIING,,,,,,,


Sambil nunjuk kearah bel berbunyi.


"Naaah bunyi deh,masuk dulu yuk.Ntar pas pulang gua ceritain.Kan motor gua belum bener kemarin ya ya ya!"Mengangkat kedua alisnya menggoda mereka.


Akhirnya kata pasrah jelas berada dalam raut wajah mereka berdua,penyesalan telah menghantam fikiran Jerry.Ngapain tadi becanda aja sampai bel berbunyi kayak gini.Ada serinya lagi untung juga ga isi ulang kan jadinya males liatnya kalau pake coin emas.Ya udah masuk bareng lagi deh,serius lagi dan menikmati pelajaran bareng lagi.


"Beneran ya,,awas ada iklan lagi,gua cium lho ampe nagih!"Ancam Jerry kesal.


Langsung aja gaya menghindar dibuatnya.


"Idiiiiiih,,,maunya.Ogaaah!"Seraya ga terima sama serangan Jerry.


"Ya gua ikutlah,masak ga diajak seeh!"Lanjutnya merangkul Thy Than.


Teriak juga Perempuan satu ini diantara telinga mereka berdua sampai risih ngeliatnya.Memang ya kalau udah kompak dan sehati pasti ada aja yang mereka rasakan sebagai pendekatan hakiki soal persahabatan tentang cerita.