
Berada dalam kebimbangan saat ini,apa benar Yoshi mengajakku bertemu hanya menginginkan sesuatu dariku,ga bisa juga aku berfikir negatif tentang dia.Karena mengenalnya saja baru sama dia.Tapi sudahlah ga ada yang harus aku fikirkan secara berat.Semakin bingung untuk mengatakan satu hal lagi dia pun bergegas untuk membenahi semua tugasnya dengan baik lalu sebuah panggilan telpon dari rumah membuatnya segera terhenti menoleh seraya bergegas untuk menghampiri dan mengangkatnya.Tatapan khawatir tentang siapa tengah menelepon kediaman Tuan muda,tidak biasanya.
"Hallooo,selamat pagi kediaman Tuan muda Radithya Rey dengan siapa ini!"Pertanyaan ini mengejutkan seseorang yang tengah berada diruang kerja.
Sosok wanita itu telah membuatnya terkejut hingga berdiri serta terpaku,siapa dia sepertinya aku kenal suaranya deh.
Kali ini mantan Rey perlahan datang untuk menyatakan sesuatu hal yang lebih privasi.Ya setelah obrolan hangat antara Rey dan Reza tak disangka Alexa mencoba untuk menghubunginya.
"Kamu siapa ya?"Pertanyaan itu mempertanyakan sosok yang mengangkat telponnya.
"Saya Joana asistan pribadi Tuan muda Rey.Ada yang bisa dibantu?"Kembali mengulang kalimat ramahnya.
Tentu saja suasana kali ini beda,seraya berfikir keras tentang siapa itu Joana.Membuatnya kebakaran hatinya kembali datang seperti dulu.Dimana semuanya berawal daru sebuah pengkhianatan menjadi lebih dalam lagi.
"Benar kamu asistannya Rey,bukan orang yang dekat sama Rey kan!"Pertanyaan itu coba ia lontarkan begitu saja untuk mendapatkan makna sebenarnya.
"Iya,ini dengan siapa ya!"Tersenyum bingung.
"Oooh,saya teman baiknya Rey.Nanti saya hubungin dia aja ya.Terima kasih!"Ujarnya menutup telponnya.
Setelah menutup telpon,sepertinya ada yang aneh sama cara bicaranya wanita tadinya?siapa dia!"Menompangkan tangan dimeja kerjanya seraya merundukkan punggungnya bingung.Apa sejak aku meninggalkan Rey dia langsung punya asistan pribadi?sejak kapan dia punya keinginan seperti itu.
Kembali duduk,wajah gelisah serta kebingungan apa memang dia membutuhkan seorang asistan sampai melupakan aku begitu saja.Sembari menutupi wajahnya serta menyandarkan dikursi.Ada hal kata memberatkan hatinya saat ini dan ingin sebuah kebenaran harus terjadi secepat itu.
"Aku harus tahu sebenarnya.Kenapa aku harus tiba-tiba kangen sama Rey dan menelpon dia.Apa maksud hatiku ini ya?"Kebingungan sambil beranjak berdiri kembali,Meluapkan kebingungannya tanpa arah.
Heran juga buat Joana,kenapa bisa ada teman baik yang mencoba menghubunginya wanita lagi.Tersungging. Haduuuh kenapa juga aku mikir terlalu jauh begitu.Kembali mencoba membuat sesuatu yang lebih bermakna dalam kerjaannya yaitu beranjak menuju ruang kerja sekaligus kamar pribadinya,mungkin ada sesuatu yang bisa membuatnya kembali sibuk.
"Ruangan Tuan muda,kenapa engga!"Berjalan melangkah menaiki anak tangga dan bergegas untuk sampai membuka pintu.Tengak-tengok ga ada yang mencurigakan,masuk aja dan mulai membersihkan ruangan kerjanya.
Beberapa sudut ruangan memang keren dan hangat bila berada disini lama-lama,akan menjadikan suatu keheningan itu menjadi inspirasi buatnya.Tetapi saat ia tengah membersihkan dengan teliti,ternyata ada berkas yang menurutnya aneh untuk ditinggalkan diatas meja.Sekali-kali ia memeriksanya dan tentunya itu adalah surat kuasa dari pak arman yang sempat diberikan waktu itu.
"Lho kok ada disini,berkasnya.Kenapa ga dibawa ya.Coba aku hubungin Tuan muda,mungkin dia bisa menjawabnya."Seraya mengangkat gagang telpon dan mulai menghubungi Tuan muda.Sembari membuka perlembar ia pun menghubungi ponselnya.
Obrolan mereka memang cukup intens dan lebih hangat karena sebuah cerita antara Rey dan Reza memberikan sebuah frekuensi ide cemerlang untuk keduanya,apalagi saat ini menyangkut sebuah nama baru untuk kembali memulihkannya.
"Bentar,ada yang menelponku!"Mencoba menghentikan obrolannya.
"Oke silahkan!"Sembari bersandar menompangkan tangannya dipunggung sandaran kursi sofa.
"Halooo,,,,Selamat pagi sayang!"Mengumbar senyum kepadanya.
Tentu itu mengejutkan Reza hingga mengernyitkan kening,dengan siapa dia bilang sayang.Ada-ada saja.
"Tuan muda,eehh apa Tuan muda ketinggalan sebuah berkas."
Berfikir lagi,mungkin ga ada lagi yang harus aku bawa kekantor.Juga buat apa berkas ketinggalan segala dirumah.
"Berkas apa ya?rasanya ga ada deh yang harus aku bawa tadi pagi!"Jawabnya santai.
"Berkas kuasa,atas nama Thy Than.Mau dibawa atau disimpan dirumah aja?"Kembali mempertanyakan.
"Eeehhhmmm,,,,gimana enaknya.Kalau kamu bawa kesini gimana mau ga?"Tawarnya lagi seraya menggoda Reza yang ga tahu apa-apa jadi semakin bingung saja.
"Siapa?"Bisiknya bertanya.
Memainkan tangannya seakan tidak ingin memberitahuinya."Bisa juga kamu bawa kesini,mungkin ada yang senang melihat kehadiranmu!"
Heran jawaban aneh banget siapa sebenarnya dimaksud oleh Tuan muda,apa aku harus kesana dan bertemu dengan seseorang yang mungkin membuatku penasaran.
"Apa boleh saya datang kekantornya Tuan muda?"Mencoba mempertanyakan kembali.
"Silahkan saja pintu perusahaan ini terbuka untuk siapa saja termasuk kamu sayang!"Menekankan kalimat tersebut sampai hati Reza mencoba menerka hingga pusing sendiri.
Berfikir kembali,mungkin ada pertanyaan yang akan dia tanyakan kepada Tuan muda.Kenapa juga kalau aku bileh kekantornya dan memberikan berkas ini.Pasti juga Tuan muda membutuhkannya. Bergegas untuk mempersiapkan diri,menuju lemari pakaiannya ia mencari pakaian kerja casual dan lebih formal menandakan dirinya adalah seorang asistan pribadi yang mengejutkan siapa saja nantinya.
Apa yang ada dibenak mereka saat aku datang,pasti banyak yang berfikir kalau akan ada pegawai baru yang datang untuk melamarnya.Setelan baju berwarna pastel membungkus tubuhnya rapi dan lebih elegan.Baju rajut berwarna hitam memancarkan kehangatan dan sebuah liontin menghiasi leher jenjangnya serasa dirinya bukan lagi seorang asistan biasa melainkan lebih memukau.
Pesonanya kembali terpancar ketika dirinya merias wajahnya secantik mungkin dengan blass on ringan serta lipstik berwarna pink juga tambahan riasan yang tak terlalu banyak warna serta memberikan keteduhan untuk seorang wanita karier.Rambutnya kembali dia gerai dengan aksen bergelombang serta senyuman pas ketika dirinya memastikan semuanya tenang dalam balutan khas elegan.Tak ketinggalan highheels berwarna gelap memberikan pesona nyaman untuk melangkah.
Bergegas untuk turun seraya menenteng tas kerja berisikan berkas dia,mencoba santai tanpa harus nervous untuk menuju kantor milik Rey.Diperjalanan pun ia sudah dijemput oleh seorang supir yang dipastikan bukanlah supir dari keluarga pak Juan Radithya.Melainkan mobil sedan berwarna putih metalik bermerek mercedez C-class.
Ketika langkahnya menuju sebuah parkiran seorang supir pun membukakan pintu untuknya hingga ia masuk dengan santai,menutup pintunya.Perjalanan ini bersama seorang pria bernama Morgan,supir pribadi milik Joana yang selama ini menyamar sebagai seorang asistan biasa dirumahnya.
"Bagaimana Nona Joana,apakah anda siap dengan perjalanan ini?"Senyum Morgan benar-benar membuat Joana terkadang gagal fokus,kenapa aku selalu dihadapkan pada keistimewaan seorang pria dengan sikap mereka sendiri-sendiri seeh.Sangat memuakkan bagiku.
"Iya Morgan,aku siap!"Jawabnya dengan tatapan penuh keinginan,sampai Morgan kembali melihat pada kaca Spion mengarah pada sosok Joana yang membalasnya penuh ringan.
Perjalanan itu diisi oleh perbincangan yang lebih mengarah pada proffesionalitas seorang Morgan dimana dia adalah supir special yang dipunyai oleh Joana.Tidak seperti supir-supir lainnya yang hanya menjadi seorang pengantar kerja atasannya,melainkan sebagai seorang executive produser disebuah perusahaan milik ayah Joana.
"Ngomong-ngomong aku lagi deket sama anak keluarganya pak Arman lho.Namanya Thy Than,apa kamu bisa mengawasi dia mungkin Morgan?"Mencoba memberikan pertanyaan kepadanya.
"Sangat siap sekali,tolong anda kirimkan fotonya lewat email saya ya.Saya akan suruh orang untuk menjadi bagian dari kehidupan nona Thy Than."Jawabnya yakin.
"Oke,tapi sekarang aku sangat tergila-gila sama Tuan muda Rey.Karena kamu tahu kan dia sangat menggodaku tiap hari bahkan membuatku merasa ga enak.Aku takutnya nanti salah arah malahan jadi terbongkar rahasiaku."Menjelaskan kepadanya.
Tersungging geli mendengarnya.
"Tidak masalah itu,semuanya akan rapi selama anda bersikap baik-baik saja oke!"
"Ya ya ya,aku akan bersikap baik-baik saja untuk masalah ini.Nantinya juga kita tahu apa yang kita ingingkan selama ini kan!"Kembali menjelaskan.
"Baik Nona,anda adalah pilihan yang sulit untuk ditemukan titik lemahnya.Apa ada tugas lagi mungkin?"Kembali bertanya menatapnya kearah spion kaca.
"Ooooh,iya.Aku juga lagi dekat dengan seorang pria bernama Yoshi Antara.Apa kamu bisa menyelidiki dia.Aku jatuh hati sama dia,tapi tidak percaya seratus persen percaya sama dia!"
Kembali berfikir dengan santai ia mengeja namanya dengan baik."YO-SHI AN-TA-RA.Nama yang ga terlalu populer tetapi seru untuk diselidiki Nona!"Ujarnya kembali tersenyum.
"Thank You Morgan!"Mengumbar senyum untuknya.
"Your welcome miss!"Lanjutnya mengemudi hingga berhentu dipelantaran perusahaan milik Rey.
"Pilihan anda sudah sampai.Gimana,mau dilanjutkan pencarian tersebut?"Terhenti dengan pelan serta keluar membukakan pintu untuknya.
"Nanti aku kabarin lagi ya!"Jawabnya menarik berkas yang sudah ia pegang dan bergegas untuk masuk.
Morgan kembali menghilang dengan cepat,sampai ketika Joana tengah menoleh dia hanya tersungging.Hebat juga kalau aku dekat sama dia,apapun yang aku inginkan dapat dengan mudah tanpa harus bersikap konyol lagi.Berjalan santai kembali dengan wajah tenang bagaikan tanpa beban sedikitpun.Memasuki area Lobby dia mendatangi reception untuk bertanya dimana ruangan kerja Tuan muda.
"Selamat siang mba!"Sapanya hangat mendekati dengan menompangkan kedua tangannya dipunggung meja.
"Selamat siang,ada yang bisa dibantu mba!"Jawabnya kembali ramah.
"Ooo,pak Radithya Rey dilantai 25 mba,ruang kerja direktur Executive ya.Nanti ada arahannya kok!"Jawabnya yakin.
"Oke deh mba,terima kasih!"Ujarnya meninggalkan ruangan Lobby dan segera menuju lift dan siap untuk menaiki lift.
Langkahnya penuh dengan liku-liku hingga saat ia mendapti lantai no.25 dan berjalan keluar untuk mencari ruangan kerja milik Tuan muda.Sampai disana pula dia bertemu langsung dengan salah satu sekretarisnya,ternyata ga jauh beda hubungan mereka cukup dikenal akrab.
"Rani Delissa,pa kabar!"Sapanya mengejutkan dirinya yang tengah sibuk diruangan lain.Segera menoleh setelah mendapat panggilan yang ga terlalu asing baginya.
Mengernyitkan kening berasa membalikkan badan,matanya melotot terkejut melihat kedatangan temannya tepat dihadapannya."Lhooo,kamu Joana.Ada apa kesini!"Sapanya saling cipika cipiki.
"Biasalah Ran,ini berkasnya Tuan muda ketinggalan.Jadi yaaa aku antar lah,heheheh!"
"Mana coba?"Mencoba penasaran.
Mengambil dari tas kerjanya,lalu dia memberikan kepada Rani.Melihat halaman depan,rasanya privasi banget akhirnya dia mempersilahkan untuk mengantarnya keruangan kerja Tuan muda.
"Waduuuh,ini seeh privasi sekali.Ayo aku antar keruangannya Tuan muda.Sembari kita jalan bareng ya!"Antarnya menggandeng menuju ruangan kerja Tuan muda.
Tak lama sampai didepan pintu,ketukan pintu pun membuat mereka segera terhenti obrolan ringan keduanya sambil mendongak kearah pintu masuk.
"Masuuuk!"Pintanya penasaran melihat siapa yang datang.
Pintu terbuka,langkah dua orang wanita masuk kedalam ruangan kerja milik Rey dengan tatapan aneh melihat kedatangan Joana.Tampilan tak biasa serta pakaian kerjanya membuat Rey dan Reza saling menoleh heran melihatnya,waooow memukau sekali.
"Ini benar kamu Joe!"Beranjak berdiri serta mendekatinya.
Sontak Reza hanya melongo melihat tampilan kerja seorang asistan pribadinya,tak biasanya untuk diulas dengan tampilan mengejutkan hingga ia pun keheranan melihatnya.
"Waoow,ini Joana!"Beranjak berdiri pula serta mendekatinya.
"Saya permisi kembali kerja Tuan!"Beranjak meninggalkan Joana sendirian bersama dua orang penting diruangan ini.
"Iya kamu balik deh!"Jawabnya sambil mengarah ketatapan Rani.
Masih ga percaya,mereka berdua melihat dan mengamati setiap gaya pakaian rapi serta stylist sampai mereka tak yakin kalau itu adalah Joana.
"Anda berdua kenapa?menatapku begitu!ada yang aneh sama penampilanku!"Seraya bergaya menatap mereka berdua.
"Keren juga,bikin heran aja berani sekali kamu berpakaian resmi seperti ini.Aku jadi naksir lama-lama!"Lanjut Rey memutari setiap pandangan dirinya kepada Joana.
Bersedekap lalu memikirkan hal lumrah sebagai seorang penikmat seorang wanita,Reza pun mengagumi sosok Joana"Keren juga,tapi mana berkasnya!"Reza pun segera memintanya untuk bisa dia pelajari lagi.
Heemm,,,,ternyata Reza juga lebih fokus pada pekerjaannya dibanding memandangi aku seperti Tuan muda.Tapi tak apalah,ini adalah sebuah pekerjaan memang buat seorang wakil direktur seperti dia.
"Ini,tapi kalau saya tinggal beberapa menit disini ga pa-pa kan?"Pertanyaan itu kembali dituangkan oleh Joana penuh harapan.
"Ga masalah,selagi kamu percaya sama aku.Dan kita berada dalam proffesionalisme,ya ga?"Menyentuh tangan Joana serta mencium tangannya.
"Haduuuh,sok playboy gaya."Kata Reza menghela nafas,kembali duduk serta membuka dan mempelajari setiap berkas yang ditelah diterimanya.
"Kamu haus ga?"Menawarkan minuman untuknya.
Tersenyum lalu kembali membuat pertanyaan lebih spesifik tentang seseorang yang tengah mencarinya tadi.
"Tadi ada yang mencari Tuan muda,apa dia menelpon Tuan muda lagi?"Kalimat itu membuat keduanya terkejut hingga menjurus serius kearah Joana.
"Siapa?"
"Eeemm,,,mana saya tahu!"Jawabnya masa bodoh serta mengangkat kedua pundaknya.
Rasanya aku tahu siapa yang menghungiku tadi,terlalu cepat kalau aku mengatakan kepadanya bahwa itu adalah mantanku,Reza mendekat dan menarik bahu Rey menjauh dari pandangan Joana sampai ia hanya memercingkan matanya heran melihat gelagat mereka sungguh mencurigakan.
"Siapa?Kamu tahu siapa yang menghubungimu!"
"Alexa,dia rasanya kangen sama aku.Kayaknya dia ga bisa move on dari aku deh!"Ujarnya yakin.
"Tapi aku lihat sikap kamu sama Joana udah beda lho,apa ada tanda-tanda kamu sudah menyentuh hatinya atau belum?atau hanya sebuah selingan saja dia!"Pertanyaan itu hampir saja membuat Rey ga enak sekali.
"Ga bisa dibicarakan lebih jauh lagi,seharusnya dia itu tahu kalau kamu sudah mantan sama dia.Tetapi pesonamu Tuan muda.Sangat luar biasa!"Begitu kagum dengan apa yang diutarakan oleh Reza.
Cukup lama membuat Joana bete' dan bosan menunggu mereka berbicara lebih lama bahkan seakan melupakan wanita yang sudah lama menunggunya dari tadi.
"Eheemm,,sudah apa belum Tuan muda?lama sekali ngobrolnya!"Seakan memandangi beberapa sudut ruang dan menjadikan mereka mangsa tanpa kata.
Hanya menoleh dan saling menatap penuh keheranan apakah itu sebuah kebaikan yang benar-benar akan menjadikan sebuah kepastian jawaban sebenarnya.
"Bentar masih lama!"Jawab Rey dengan memainkan tangannya.
"Saya boleh duduk kan!"Kembali bertanya.
"Duduk aja,cantik!"Lanjut Reza masih sempat-sempatnya memberikan senyuman bahkan kedipan mata.Sungguh tak bisa dikatakan lagi memang seperti itu,dua lelaki tanpa ada beban untuk menggodaku.
Mau gimana lagi,berkas yang masih ia pegang pun tak luput dari pandangan Rey.Tetapi itu belum terlalu penting saat Tuan besar belum mempertanyakan hal tersebut.Sekarang adalah waktu untuk Mereka berdua berbagi ide untuk mengatasi apakah akan kembali bertanya tentang siapa yang menelpon itu atau hanya kiasan semata.
"Kamu yakin mau ketemu sama dia,memangnya ketemu dimana?"Tanya Reza penasaran.
"Jelas dirumahnya lah.Aku akan bilang satu sama dia supaya hatinya Joana tidak terusik dengan apa yang akan aku berikan sama dia!"
"Emangnya kamu mau memberikan apa kepada Joana,Tuan mudaaa!"Kesal juga lama-lama.Kayaknya dia itu menjadi pria sesempurna yang dibayangkan adalah miliknya.
Tersungging berkata.
"Entah belum aku berikan apa-apa,hanya saja!"Sembari menggaruk-garuk kepala dia mesem-mesem saja.
Tatapan kearah Rey berubah menjadi negative sampai bola matanya berubah arah.
"Apa kamu mau mengencaninya lebih dalam!"Membisikkan kepadanya.
"Beluuuum,tapi apa aku bisa ya sama dia seperti itu!"
"Haduuuh,aku ga bisa bayangkan kalau Tuan muda mendapatkan banyak cinta dari para wanita pilihan.Sangat membuatku IRI!"Lanjutnya tak habis fikir.
Karena menurutnya mereka punya sesuatu yang lebih dipandangan seorang Joana,segera ia mengabadikan dengan camera dan memotretnya dengan section lebih natural bahkan membuat video yang sama sekali tidak disadari oleh keduanya bahwa mereka adalah sosok pangeran menggoda sampai ia tersenyum manis kepadanya.
"Dua lelaki penggoda sudah aku dapatkan sekarang tinggal menunggu informasi dari Morgan tentang lelaki yang tengah mengenalku"Mematikan videonya dan menyimpan kembali kedalam tas kerjanya.
Menunggu kembali apa benar mereka bicarakan sangat serius sampai harus menjauh dariku,tetapi ketika melihat mereka berbicara sungguh membuatku nyaman sekali ketika itu.Rey yang tampan dan tak bisa mungkin bila harus menyakiti seorang wanita.Reza hanya sebagai penggoda yang berbisa dimana dia berada.Lelaki adalah pilihan yang sulit.