Thy Than

Thy Than
Bab.56 Berdua bersama.



Suara bell sekolah membuat semuanya senang dan segera bubar diruang kelas masing-masing,sama halnya yanh dirasakan oleh Thy Than untuk segeta membereskan alat-alat sekolah bersama dengan Mega yang saling menatap dengan senyum bahwa ini akan menjadi pilihan selanjutnya menjalani langakah keduanya.


"Ayo kita pulang!"Ajak Thy Than beranjak berdiri bersama Sahabatnya.


"Yuk!"Jawabnya singkat berjalan keluar dari ruang kelas serta berjalan beriringan.


Dilorong sekolah pun ada tawa yang renyah ketika harus membicarakan hal lucu siapa akan menjadi bagian ide tentang kebangkitan bola basket disekolahannya.


"Ada aja ya,Ganindra tuh.Kalau punya ide besar banget lama-lama tuh jadi orang penting deh disekolah ini!"Candanya dengan hangat-hangat menutup mulutnya.


"Iya seeh,tetapi dia lebih baik lho dari orang-orang yang dulu terlibat dibasket dan bisa membuat ide brilian seperti itu mampu juga dia menjalankannya!"Jelasnya yakin.


"Ngomong-ngomong kemana dia ya,kok ga kelihatan batang hidungnya!"Jelas Thy Than penasaran atas kehadirannya yang belum dilihatnya.


Sambil bersedekap serta merapikan rambutnya,ada perasaan yang tengah dibuat oleh Thy Than sampai sebuah pernyataan itu,ia menyenggol sahabatnya lagi.


"Ya namanya lagi sibuk ya kemana dia mana aku tahu,kan kamu sekarang kekasihnya hehehheh!"


"Apaan seeh?kan kamu yang suka sama Ganindra udah lama.Ngapain aku lagi yang kamu bilang!"Seraya menampakkan wajah leluconnya.


Obrolan mereka terhenti sejenak karena terhadang oleh penganggu setia mereka berdua.Tetap dengan wajah culas dan ga terima akan hadirnya mereka dalam Team khusus dari Ganindra.


"Heeeehhh,,,,ngapain kalian ikut-ikut seeh!"Bentaknya seraya menompangkan kedua tangan kearah mereka berdua.


Kagetnya bukan main sampai ga nyangka ada penghalang datang tiba-tiba mengejutkan.


"Astagaaa,,,siapa ini.Bikin kaget aja deh!"Rengek Thy Than ga terima.


"Kalian tuh ya.Ngapain seeh ganggu-ganggu kita!"Minggir pinta Mega menatap keduanya dengan berapi-api.


"MINGGIRRR GAAA?"Sembari melotot kearah mereka.


Kaget juga mendengar serangan dari Mega,kayaknya mereka udah lebih galak dari kita berdua deh.Terpaksa memberikan jalan untuk dua Sahabat tersebut,tetapi ada hal lucu saat mereka memberikan jalan,Thy Than pun berbalik dan melambaikan tangan mengucapkan sesuatu.


"Terima kasih ya,byeee!"Sambil melambaikan tangan senang.


Tatapan ga suka memang terlihat dari pandangan Raisa dan Lala saat melihat keduanya tengah berlalu meninggalkan emosi tengah dirasakan.


"Huuuuh,,,,bete deh.Kenapa malahan mereka lebih galak dari kita seeh?"Teriak Raisa ga terima.


"Sabar,kita kan punya rencana baik buat mereka!"Lala pun mulai merancang Ide gilanya untuk Thy Than.


"Ooooh,iya kita kan ada ide yang cemerlang buat nyingkirin mereka.Aku baru inget!"Ujarnya dengan tawa kebanggaannya.


Dari belakang sosok yang mengejutkan sudah berada dibelakang mereka dengan bersedekap,jelas guru killer satu ini paling tahu dengan segala hal tentang murid-muridnya sampai ia benar-benar tak percaya sama mereka berdua.


"Ide apa?"Suara itu serak dan jelas itu adalah suara khas dari Pak Arman untuk mereka berdua.


Keduanya tak menyangka akan ada hal buruk tengah menimpa ketika pernyataan tengah terungkap dengan suara khas dari Pak Arman.


"HAAAAHHH ,,,,Kayaknya aku kenal deh suara itu?"Mulai ketakutan Raisa.


"Iya itu suaranya ada dibelakang kita!"Ujar Lala ketakutan pula sambil menunjuk kebelakang.


Saat keduanya menoleh,tentu malapetaka akan datang dan menyentuh Raisa dan Lala.


"Kalian ngapain,ganggu orang ditengah jalan kayak gini.Minggir!"Pintanya meminta mereka memberikan jalan


Sadar keduanya menutup jalan pak Arman seketika memisahkan jarak dan memberikan jalan buat Sang guru.


"Iy,,,iya pak!"Langsung minggir.


"Awas ya kalian.Kalau punya ide jahat,kalian akan berhadapan dengan saya.Mengerti!"Sebuah ancaman tengah melanda mereka.


"Me,,,mengerti pak!"


"I ,,ya pak!"


Lirikan ge mengenakkan tengah merancu jelas dana benak mereka.Baru menyadari bahwa idenya itu telah membuat terancam.Apapun itu akan mereka fikirkan lagi karena sangat susah bila harus berhadapan dengan guru satu ini.


"Saaa ,,,,gimana ini?masak pak Arman tahu seeh rencana kita!"Sambil mengoyang-goyangkan bahunya Raisa.


"Udah ga usah difikirin.Nanti aku ada ide yang bagus kok,dan akan tertata dengan baik.Okey!"Santai aja dia memberikan solusi buat sahabatnya.


Lain cerita dengan Adam yang semakin terburu-buru untuk pulang kerumah dengan langkah cepatnya dan hampir saja menabrak Thy Than dan Mega.


Wuuuussss,,,,,shiiiiiiittttttt.


Suara itu membuat mereka kaget bukan main,untuk kedua kalinya ada kejutan khas Adam.


"Minggiiiirrrr!"Pintanya sambil memecah kedekatan antara Thy Than dan Mega.


Terpental dan hampir aja jatuh,karena cekatan dan hebat,Mega langsung bisa menyentuh lengannya dengan cermat.


"Eiiiitttsss ,,,udah nabrak ga tanggung jawab!Mau ngapain seeh kabur kayak gitu?"


Ia pun tertahan oleh pegangan dari Mega,seraya tertarik dan menoleh Adam pun berkata.


"Aku mau ketemu mba Nindya,kangen.Coba tanyain sama Ganindra apa dia kangen juga sama dia."Senyum menarik keduanya yang sontak kaget mendengar sebuah nama itu.


"HAAAAAH,MBA NINDYA?"Lalu saling menoleh penuh keheranan,siapa lagi itu.


"Siapa itu Mba Nindya,kok aku baru dengar?"Thy Than pun penasaran lagi.


"Ada deh,,,hahahhah.Byeeee!"Kabur deh,dan lepas dong tangkapan Mega.Sampai ia merengek ga karuan.


"Haaaah,,,,kok lepassss seeeh!padahal pengen ikuuutttt!"Mega pun ga bisa lagi mengintrogasi sang sahabat.


"Tapi kayaknya ada yang bisa kita introgasi selanjutnya deh,mau tahu siapa dia!"Sambil memainkan jari telunjuknya.


Ide brilian pun terpancar sudah dimata Mega,saat keduanya saling kompak mengatakan satu nama.


"Ahaaaah,GANINDRAAAA!"Suara cempreng mereka pun hampir membuat yang lainnya kaget sampai menoleh kearahnya dengan tatapan sinis maupun aneh.


"Ooooh,,,maaaf ya!"Langsung putar balik Thy Than pun berusaha mencari keberadaan Ganindra yang perlahan susah untuk ditemukan.


Mengelilingi setiap kelas,mungkin dia nyantol disalah satu ruang kelas seseorang atau tengah menggoda salah satunya siswi.Sampai bingung deh kemana nyarinya,ga afa yang tahu.Palingan jawaban mereka sudah pulang dan ga ketemu lagi.


"Huuuuh,dimana seeh Ganindra kok ngilang gitu aja ya!"Ngos-ngosan resah.


"Iya tumben,gede kayak gitu.Masih aja susah ditemuin dimana seeh!"Kebingungan ga tahu lagi dimana dia berada.


Menepuk kening,,,Thy Than menyadari kan ada ponsel ya?kenapa ga kepikiran dari tadi ya.


"Ga,kok kita ga kepikiran ya.Kalau dia kan punya hape!"


"Astagaaa!"Ikutan shock setelah kalimat itu menyerang telinganya."Kok tumben bego,hahahhaha!"


"Hahahaha,ga tahu deh!"Jawabnya sambil mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang yang akan dicari dimanakah dia berada.


Suara panggilan pertama membuatnya sungguh pensaran,padahal ini masih diruang sekolah.Gimana kalau dikunci pintu gerbangnya.Saling berpandangan lalu melihat jam tangan udah menunjukkan waktu mepet.


"Heemmm,,,udah sore neeeh.Kita tancap gas ntar ditutup lagi sama satpam kitaaaa!"Ingat juga jadinya buat Thy Than.


"Ayo buruan kabuuurr!"Langsung aja ambil langkah seribu dan mencari jalan aman.


Mereka pun berlari menuju lapangan parkir hingga tak menemukan sosok pria bernama Ganindra.Kemana ya dia, hanya beberapa mobil yang tengah parkir.Coba aja cari diparkiran motor apakah motornya Tersangka kelihatan ga ya.


"Lhooo,,,,ngapain kita keparkiran mobil seeh?kan tadi kayaknya Ganindra tuh bawa motor kesayangannya deh!"Mikir lagi Mega membuat cerita.


"Halaaah masak lupa seeh!"Kata Mega.


Sadar dari tidurnya ternyata Ganindra ketiduran setelab mendapatkan amunisi dari guru Killernya pak Arman.Ga ada niatan buat yang lain buat ngebangunin dirinya.Rasanya tidurnya Sang teman itu ga boleh diganggu sampai ia tak sadar untuk bangun,tetapi segera bangun setelah ponselnya berisik ga permisi.


"HADUUUUHHH,,,siapa seeh gangguin gua aaah!"Saat ngambil ponselnya,eeeh telat malahan mati."Halooooo!"


"Halooooo,,,,siapa ini!"Tuuuuuttt,,,,suara panggilan itu perlahan sirna begitu saja.Sampai ia mengangkat dan melihat layar ponselnya.


"Ooooh,,,,mati.Ya udah tidur lagi!"Makin nyenyak aja tidurnya."Enak banget mimpi gua,lanjutin aaah!"Lagi tenggelam dalam mimpinya.


Kesal banget kalau kayak gini,dari tadi ditelpon ga jawab sama sekali.Kemana sebenarnya Ganindra ini.Mau tanya siapa lagi?kalau keadaan sekolah udah pada sepi.


"Ga diangkat Megaaa,,,kemana dia ya.Apa dia hapenya lowbatt ya?"


Mengangkat kedua pundaknya.


"Entahlah,nyerah akunya.Kita pulang aja deh!"Menarik Thy Than untuk segera pulang dan keluar dari pintu pagar.


"Ayoooo!"Sampai ga bisa nolak untuk berlari kecil pulang melalui pintu gerbang.


Terpaksa keduanya menghentikan sebuah taxi dan segera hilang dari pandangan Ganindra mungkin.Ternyata mimpi gua indah juga ya,tersenyum senang serta merentangkan tangan dan meregangkan tubuhnya.Capek banget ga biasanya basket kayak gini dan tanding sama Adam.


Huuuuh,,,menghela nafas tersenyum dan tengak-tengok, aneh pada kemana semuanya.Kaget melihat seisi ruangan kelas udah ga ada siswa sama sekali.Sambil garuk-garuk kepala,terlalu menghayati sebuah mimpi gua.Tiba-tiba mencium bau badannya yang tentunya engga banget.


"Uuuppsss,,,,bau banget keringat gua.Pulang ah sebelum gua kekunci lagi dan ga bisa pulang lagi."Bergegas cabut setelah mengamati semuanya udah beres siap untuk ia bawa pulang.


Melangkah dengan buru-buru,sambil ia menoleh kebelakang ga ada lagi anak-anak yang nyantol satu kek atau dua orang gitu buat diajak ngobrol.Memang udah siang gini ya pada kabur sampai jalan diparkiran serta menaiki motor retronya yang siap dengan helem kece dan tak lupa ia ingat membawa kaca mata hitam.Tampilan bak seorang maestro jama dulu menjadikan ia tetep menjadi lelaki yang handal menjelajahi jalanan kota.


"Gua pulang kemana ini,rumah bokap apa rumah abang.Gini deh kalau ga punya rumah sendiri.Tapi kalau gua pulang kerumah bokap jelas itu masih ragu.Kan ga ada siapa-siapa dirumah.Sedangkan dirumah Abang waaoow seru deh.Sekalian gua pinjem bajunya.Kan boleh-boleh aja heheheh."


Apa gua telpon abang ya?tapi gitu aja telpon kan bolej juga nginep lama disana sekalian ada yang menggoda gitu heheheh.Ya udahlah,ada yang menarik selain mereka berdua tetep saja gua harus manja sama dia biar dapat nikmatnya hehehhe.Melewati jalanan dan terhenti disebuah lampu merah.


Saat yang ga mengenakkan pun datang,pas banget berhentinya deket taxi tumpangannya Thy Than dan Mega. Jelas itu membuat Mega mengernyitkan kening serta memukul-mukul tangannya Thy Than.


"Eeh,,,eh,,,itu kayak Ganindra deh."


Mata Thy Than langsung melotot dan bibirnya ikutan mancung juga.


"Lhoooo ,,,kemana dia.Kan tadi dihubungin ga bisa kok bisa muncul disamping gitu?"Sambil tak percaya.


"Lha iya,kita udah nyari dia kemana-mana tapi hasilnya malahan muncul sendiri sendiri kayak gitu!"Menahan tawa pula Mega ikutan tak percaya.


"Bentar aku omelin dia!"Sambil membuka kaca mobil.


Saat terbuka,bukanya mau ngomelin malahan lampu hijau.Yaaah udah kabur lagi.


"NDRAAAA!"Panggilnya kesal.


Supir taxipun ikutan bingung lalu bertanya seraya tancap ga karena ya udah hijau juga lampunya.


"Kenapa mba?mau dikejar orangnya!"Tanya Sang supir.


"Engga deh.Udah jauh juga biarin pak!"


"Lho ga pa-pa kalau mba mau ketemu sama dia saya kejar mumpung ga terlalu jauh."Tawarnya membuat Thy Than ga enak juga akhirnya.


"Iya deh pak,heheheh!"Ujarnya dengan tawa lepasnya.


Sambil mengacungkan jempol dan siap untuk mengejar sang target tentunya itu adalah senyum khas sang sahabat saat melihat kemana dia akan berhenti.Tak disangka motor target berjalan tidak sesuai dengan jalanan biasanya dilewati oleh Ganindra deh.Emangnya dia mau kemana ya?


"Lho,,,lho kok ga biasanya dia salah arah gini?apa dia kerumah seseorang ya!"Gumamnya dengan wajah serius.


"Iya tumben kok malah kesana ya."Lanjut Mega bingung juga.


"Kan alamatnya jalan beda kok bisa kesini!"Sambil garuk-garuk kepala.


"Ya mungkin kerumah temennya kali mba,emang siapa mba itu?"Tanya Supir taxi.


"Pacarnya pak!"Mega pun lebih dulu berkata.


Sampai sensi juga Thy Than melihatnya,


"Hehehehe,peace.Bukan ya!"


"Bukaaan!"Jawabnya ngasal.


"Lha terus apanya kamu dong Than?kalau bukan pacar?" Heran ga ada kejelasan deh.


"Huuuuh,,,,kan kamu pacarnya!"Sambung Thy Than ga terima.


"Enak aja,punya kamu tuh!"Lanjutnya masih mengelak.


Sampai akhirnya sebuah motor itu belok dan mepaju sebentar menuju sebuah rumah mewah yang tentunya membuat Keduanya heran kedua kalinya.


"Pak stop,,,stop,,,stop.Berhenti sini saja!"Pinta Thy Than menghentikan mobil taxinya.


Seketika mobilnya terhenti agak jauh dari pandangan mereka.Itu rumah siapa ya?kok ga seperti rumahnya Ganindra,Mega mikir panjang sampai.ga ketemu jalan keluarnya.Thy Than pun fokus untuk melihatnya saat masuk pun kayaknya udah akrab sama satpam didalam,waduuh apa dia jualan ya! mikir juga negativenya.


"Ya udah deh pak balik aja,kerumahnya Mega ya.Dijalan Suropati no.45 ya!"Kata Thy Than ga mau mikir yang berat-berat dulu.


"Oke mba,segera!"Jawabnya langsung tancap gas melewati rumah tersebut,jelas mereka saling menatap rumah mewah tersebut dengan pagar besi tinggi menutupi rumahnya.


"Waaooow,,,ini rumahnya mewah banget ya.Kayak rumah kamu juga mewah Than!"Pikir Mega dengan banyak alasan.


"Iya juga seeh,,,tapi kamu tahu kan dimana rumahnya Ganindra?"Menoleh tak yakin.


"Ya tahulah.Kan aku sering main kesana!"Jawabnya.


"Oooh yayayay!"Jawabnya mengangguk.


Sampai juga dipelataran rumah Abangnya,ia turun dan segera masuk.Tentu langsung disapa oleh Mitha wanita yang jelas-jelas membuat Ganindra langsung On.Sungguh wanita ini ga bisa dibiarin kalau sendiri bisa jadi ilar berbisa buatku.


"Selamat siang mas Ganindra,udah pulang!"Sapanya hangat saat membuka pintu utama.


"Haaaah,,,mba Mitha.Kok bisa sampai depan sini.Padahal.aku mau ketuk pintu lho!"Ujarnya kaget.


"Udah dikabarin sama pak satpam,buat bukain pintu untuk mas Ganindra.Silahkan masuk mas!"Ajaknya masuk kedalam.


"Waduuuh ,,perhatian sekali pak satpamnya.Sama mba Mitha juga!"Bisiknya tiba-tiba nakal nyubit bahunya.


"Aduuuuh ,,mas Ganindra.Jangan nakal-nakal.Ntar saya bilangin lho sama abangnya!"Candanya geli.


Terhenti seraya ngambek"Ya ga seru dong mba Mitha kalau kayak gitu.


"Hehehhe,engga-engga.Becanda aja kok!"Tersenyum dan melihat wajahnya udah kucel dan ada bau khas tengah menyengat hidung Mitha.


"Mas ga mandi dulu!bauuu."Candanya tertawa lepas sambil menutup hidungnya.


"Bau banget ya mba?"Tanya Ganindra sambil menciumi bau badannya.


"Sebenarnya engga seeh,khas banget baunya.Lelaki maskulin dan hot!"Ujarnya sambil menggodanya.


"Hahahha,beres mba.Ntar kalau udah wangi lagi,pasti nempel kan!"Godanya sampai menyenggol bahunya Mitha.


Dia berlari menuju kamar atas,Mitha hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adik majikannya.Untung adiknya majikan.Kalau bukan seeh oke juga kalau buat sayang-sayangan.Tawanya sungguh lepas saat membayangkan yang tidak-tidak saat bersama Ganindra.