
Ia terbangun dengan wajah segar setelah tenggelam bermain kehangatan bersama Monalisa.Wanita pujaan sewaan yang telah membuatnya bahagia dalam malam tanpa koma.Kehangatan itu perlahan pergi saat sang kekasih tengah menikmati pagi dengan Yoga dibalkon area.
Berbaring miring masih tertutup selimut serta menompangkan tangannya,tatapan seorang pria terhadap wanitanya sungguh menggoda.Tak ayal membuat Morgan turun dari ranjang dan mengambil celananya tengah tergeletak dilantai serta memakainya beranjak untuk mendekatinya.
Morgan pun berlutut dibelakang Monalisa ikut merentangkan kedua tangannya menyentuh setiap sela-sela jarinya.Sang wanita menoleh serta tersenyum menyambut keindahan pagi bersama seseorang yang telah membuatnya bahagia semalam.Mencium keningnya dan mengucapkan pagi nan indah.
"Pagi seksi,kenapa kamu meninggalkanku haaah!"Seraya tersenyum menenggelamkan dalam dekapan hangatnya.
"Aku memusatkan fikiranku,jadi Tuan jangan ganggu aku okey!"Tersenyum kearahnya masih memejamkan mata.
Terkejut menatapnya,oke itu permintaannya.Saat aku meninggalkan dirinya dengan membelai pipinya.Sekejab Mona mengejutkan Morgan dengan tiba-tiba mengigit jarinya hingga membuatnya kaget dan tak menyangka dia bisa sejahil itu padaku.
"Aooo,,,sayang.Kamu udah mulai berani menggodaku ya!"Seraya senyum itu membuat Monalisa hanya ketawa lepas dan membiarkan Morgan perlahan pergi serta menenggelamkan jarinya kedalam mulutnya dan merasakan sakit itu sangat membuatnya semakin gila saja.
Setelah itu Morgan pun beranjak untuk mandi dan bersiap membuat sarapan pagi french toast dengan tuna garlic dengan sentuhan lemon dan oregano dan telur mata sapi telah ia buatkan untuk kekasihnya.
"Hemmm,,,menu yang special buat orang yang suka menjaga tubuhnya."Seraya menghirup aroma khas yang tak bisa ia abaikan begitu saja.
Menu kali ini memang tidak terlalu membuatnya untuk sibuk apalagi Monalisa telah selesai melakukan Yoga dan tampil seksi kembali dengan Tank top berwarna hitam dan celana pendek serta kemeja over size dan menguncir rambutnya untuk melihat dimanakah Tuan Morgan yang telah membuatku terlena semalam.
Melangkah menuruni anak tangga,seraya tengak-tengok mencari keberadaannya.Aroma masakan pagi buatannya sungguh membuktikan bahwa Morgan adalah seorang multi talent dalam memasak dan telah membuatkan sarapan pagi yang membuatnya segera memeluknya dari belakang dan mencium telungkupnya.
"Pagi sayang,sepertinya Tuan sangat lihai memasak ya?"Seraya menoleh dan menatapnya penuh arti.
Menoleh dan menjawab dengan santai.
"Apapun itu yang terbaik buat kamu,aku akan membuatkan special untukmu.Kamu suka kan?"Kembali menegaskan kalimatnya.
Ia mengangguk dan bahagia telah diperlakukan senagai seorang putri yang penuh dengan kecintaan kepadanya. keduanya sangat akrab dan menjadi bagian sebuah pekerjaan yang akan menanti Monalisa saat itu juga.Sarapan pagi pun menjadi jamuan ringan serta membuat hubungan keduanya semakin indah ketika tengah bersama mengobrol tentang sosok siapa yang akan menjadi bagian hidup manipulatifnya.
"Kamu tahu,kenapa aku mengundangmu untuk bermalam bersamaku?"Pertanyaan itu membuat Monalisa mendongak serta mempertanyakan hal tersebut.
"Apa itu?"Tatapan serius menjadi jawaban ringan seorang Morgan.
"Ada tugas yang mungkin akan membuatmu senang,saat ini kita sarapan dulu ya.Aku ga ingin membahasnya lebih jauh dimeja makan okey!"Memotong sandwich dan memberikan suapan untuk monalisa.
Suapan itu membuatnya ia tersenyum dan merasakan sebuah perhatian begitu dalam,pandangan itu telah menjadi sebuah kedekatan dimeja makan.Tawa itu adalah selingan saat keduanya menjalani romantisme diantara dua cinta yang terselubung.
Dimeja ruang santai,sebuah pekerjaan tengah menanti seorang wanita bernama Monalisa.Morgan datang memberikan sebuah foto seorang pria yang mana akan ia nikmati kehidupannya dan bisa membuatnya hancur seketika sehingga dia bisa mendapatkan upclose dari sang Nyonya Joana.
"Ini aku memberikan sebuah tugas buat kamu,kamu kenal kan dengan pria ini?"Memberikan sebuah foto tersebut,sehingga Mona pun terkejut dengan sosok foto pria yang ada dihadapannya.
Mendongak serius penasaran dengan apa yang akan dia lakukan saat mendekatinya.
"Maksud Tuan Morgan?saya harus!"Kembali terhenti saat Morgan memberikan penjelasan tentang misinya tersebut
Beranjak berdiri dan berjalan seraya bersedekap dan mengatakan sesuatu kepadanya."Kamu tahu kan siapa dia."Berbalik menoleh kepadanya.
Memberinya senyum,sebuah misi terbaik adalah membuatnya kembali takluk dan mencoba untuk melupakan untuk mendapatkan seorang wanita incarannya.
"Dia adalah teman dekat dari Nona Joana,menurut dia.Dia sangat tidak menyukai sikapnya sebagai seorang lelaki yang posesif dan selalu menginginkan apa yang tidak layak untuk dia nikmati.Jadi buat dia melupakan siapa itu Joana,dan bayarannya kamu akan dapatkan apa yang kamu inginkan!"Tawaran menggiurkan untuknya sehingga ia kembali mempertanyakan.
Sebuah pekerjaan menggiurkan untuk Monalisa,hanya membuatnya lupa dan bisa menjadikan dia budak cintanya adalah pilihan yang sesuai baginya.Tugas ini tidak membuatnya semakin penasaran karena ia tahu seperti apa dan bagaiamana sosok Yoshi itu dimata para wanita yang telah menjadi bagian ceritanya.
"Hanya itu saja?itu sangat menarik Tuan Morgan.Saya sangat setuju dengan tawaran itu!"Beranjak berdiri dan menerimanya.
Keduanya saling bersalaman,tentu itu adalah moment yang tidak hanya dilakukan secara formal oleh Morgan.Dengan aksinya memutar tubuh Mona hingga ia berputar lalu menariknya dalam dekapannya lagi.
"Uuuhhhghhh,Tuan nakal sekali ya!"Mendongak dengan tatapan nakal.
Tersungging geli melihat reaksi seorang wanita pujaannya tengah bermain cinta lagi untuknya.Segera ia berbalik dan kembali menebar ciuman hangat untuk merekahkan cinta terdalam mereka.
Joana merasa kesal dengan sikap Yoshi yang telah membuatnya hampir saja ingin menghajarnya.Tetapi dia tetap bisa menjaga moodynya hingga bisa menahan amarahnya.Sikap nakal bahkan kasar terkadang membuatnya ingin membuat perhitungan yang sangat bermakna.Diruang kerja Rey,dia merasakan kekosongan saat ini dan mencoba menghubungi Morgan yang tengah merasakan cinta kemesrahan tanpa melepaskan sedikitpun bibir seksi Monalisa.
Suara ponselnya,membuat keduanya terhenti tentunya saat Monalisa kembali memeluknya,sedangkan Morgan menjawab telponnya."Selamat pagi Nona Joana.Apakah itu anda?"
Saat Monalisa ingin bicara kepadanya,Morgan pun mencoba memberikan kode kepadanya untuk tidak bicara sepatah katapun kepadanya.Dia hanya mengangkat keningny serasa heran bisa melepaskan moment berharga ini.
"Haiii,Morgan.Kamu tahu kan semalam aku bersama dengan Yoshi.Sangat memuakkan dia.Apa aku harus bersandiwara terus untuk membuatnya mengakui ini semua?"Kembali bertanya dengan nada kesal.
"Nona,kita sudah janji dengan misi yang saya jalankan.Saya tidak ingin rahasia kita bocor begitu saja.Yoshi harus kita kasih pelajaran.Dan itu sudah saya urus untuk membuat skenario tentang dia!"Jelasnya.
"Ooooh,iya.Dengan cara apa?"Mencoba penasaran dengan cerita yang akan dia buat.
"Itu rahasia,nanti anda akan tahu sendiri bagaimana saya membuat dia menjadi pria tak berdaya dalam setiap permainan yang saya buat oke!"
"Yaaah,kalau kamu sudah membuat skenario buat dia.Yakinkan dia menjadi orang paling menyesal telah berada dalam pusaran kehidupan kita.Aku ingin dia segera mengakui sebenarnya apa yang terjadi denganya dan dengan keluargaku selama ini."
Mencium rambut Monalisa,pastinya itu adalah hal kecil bisa dilaksanakan olehnya dengan baik.
"Dengan senang hati,saya akan membuatnya semakin menderita perlahan Nona."
"Oh ya,nanti malam kita bisa ketemu kan?aku butuh sesuatu dari kamu gimana!Aku bisa datang kerumahmu atau gimana?"Pertanyaan itu kembali dituangkan dengan nada bingung.
"Oooh,jangan.Itu nanti malah membuat Tuan muda menjadi curiga atas sikap anda.Jadi pastikan ada waktu luang dimana Tuan muda tidak bersikap curiga kepada anda."Kembali menjelaskan.
"Ya baiklah aku akan menjaga sikap ini,dan tentunya aku bisa membuat hati Tuan muda menjadi lebih tenang.Terima kasih ya Morgan"Sembari tersenyum mendapatkan perhatian untuk meredam semua rasa itu.
"Sama-sama Nona,apa saya mendapat tugas lagi mungkin?"Kembali bertanya.
Menggelengkan kepala,itu belum terlalu penting untuk dijalankan.Akan lebih baik bila ia masih menyembunyikan semuanya dalam-dalam.
"Tidak,kali ini kamu aman.Hanya saja nanti kamu datang ya kekantor ada klien yang ingin bertemu dengan kita.Dan kamu sebagai wakilku yang baik dan jenius okey,tidak.apa-apa kan?"Mempertanyakan kembali dengan raut wajah penasaran.
"Tidak masalah,tugas anda adalah bagian pekerjaan saya.Terima kasih Nona selamat pagi!"Ucapnya sambil menutup ponselnya.
"Selamat pagi Morgan!"Menghela nafas lega.
Bergegasa untuk menghampiri siapa tengah bertamu pagi-pagi dirumah ini.Rasanya aneh deh,rumah ini kan tertutup dan rahasia,kenapa masih ada yang datang ya.Melangkah penuh hati-hati mendekati pintu utama dan mencoba mengintip pada kaca pintu berlobang kecil.
Mengernyitkan kening,,siapa dia ya?
"Siapa,apa ada pengacau?"Pertanyaan itu berputar-putar dikepalanya.
Dengan tegas dan formal Joana membuka pintu,serta ramah menyapa tamu tepat didepannya dengan senyuman manis.
"Selamat pagi Nona,anda mau bertemu dengan siapa?"Senyum itu ragu-ragu tetapi ini adalah sebuah kejutan pertama kalinya melihat sosok wanita dengan tampilan rapi bak seorang wanita karier datang melangkah dan sempat menabrak bahu Joana hingga ia sedikit terpental dan aneh juga.
Kalau aku melawan sama saja aku membongkar siapa aku,aku harus biasa saja menghadapi dia.Terlihat sosok wanita tersebut angkuh dan seakan memiliki kuasa atas rumah ini dan berjalan dengan santai masuk serta melihat-lihat sudut ruangan rumah Rey.
"Kamiu udah lama tinggal disini?"Berjalan kembali mendekati dan berjalan memutari Joana yang masih bingung dengan sikap dan keramahan kurang bersahabat tentunya membuatnya sungguh kesal.
"Yaa,,,baru Nona.Saya baru bekerja dengan Tuan muda Rey sekitar satu tahun yang lalu."
Mengangguk dan menatapa kembali reaksi wajah dari asistan Rey tersebut."Ooooh,baru satu tahun.Pantesan tidak mengenal siapa aku!"Berjalan lagi melihat ekspresinya kembali,apa ada perubahan berarti setelah aku membuatnya jengkel.
"Memangnya anda siapa ya?"Mengernyitkan kening,heran apakah benar ini orang yang sempat menelpon kesini ya kemarin?
"Kamu tidak perlu tahu aku siapa,yang jelas aku akan senang bila kamu bertanya saja sama Tuan muda kamu.Aku mencarinya.Alexa putri wardany,tolong bilang sama dia untuk menemuiku nanti sore ditempat biasa.Permisi!"Segera pergi meninggalkan rasa penasaran dan bengong dari Joana.Menggelengkan kepala dan pastinya dia hanya memberinya senyum untuknya.
Segera ia keluar dan menutup pintu dengan kerasnya hingga terdengar mengejutkan buat Joana sampai tidak habis fikir kenapa bisa Tuan muda mempunyai seorang teman yang tidak memiliki atitude yang sama sekali nol banget sampai ia akan membuat Rey menjadi seorang iblis yang akan menghancurkan siapa yang mencoba membuat tidak nyaman tentang rumah tinggalnya paling privat.
Tersenyum sinis,seperti itu aja?jangan harapa kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.Wanita sepertimu memang tidak pantas untuk Tuan muda.
Morgan pun menutup ponselnya dan tersenyum kembali membelai sang kekasih dengan lembut serta memberikan sebuah makna kalimat.
"Rasanya kita akan berpisah sejenak,kamu bisa kan menjalankan tigas yang aku berikan sayang!"Mendekap kedua bahunya.
"Tugas yang menggiurkan dari Tuan Morgan adalah sesuatu yang harus aku jalankan.Aku akan buat dia melupakan siapa itu Nona Joana.Apa aku bisa kembali menjadi wanita special dihati Tuan Morgan."
Berfikir lalu tersenyum mendekap kembali kedua pipinya.
"Kamu akan selalu menjadi wanita special buatku.Dan sebentar aku berikan sesuatu untuk menunjang hidupmu oke!"Morgan bergegas untuk berjalan menuju sebuah buffet dan itu membuat Monalisa penasaran apa tengah disimpan oleh Tuan Morgan buatku ya?.
Berjalan santai mendekati Buffet dan menarik salah satu slot buffet dan mengambil sebuah kunci mobil untuknya.Berbalik berjalan mendekati serta menarik tangan Monalisa serta memberikan sebuah hadiah untuknya.
"Kamu bisa memakainya,ini hadiah dariku!"Merangkulnya dan membawanya kesebuah garasi bawah tanah.
Monalisa sangat bahagia dan menahan nafasnya,apa yang akan diberikan kepadanya adalah hadiah terindahnya.Apakah itu sebuah mobil mewah atau hanya kejutan yang mengejutkan?Menuruni anak tangga sangat membuatnya takjub.Berderet beberapa mobil dan tentunya membuat matanya berbinar-binar merasakan sebuah kekaguman terdalam dalam setiap langkahnya.
Terhenti didepan sebuah mobil sport yang memang telah membuatnya sungguh tak bisa berkata lagi.Porche berwarna hitam menjadi pilihan untuk wanita seseksi dan paling menakjubkan.Perlahan menghidupkan alarm menoleh melihat reaksi bahagia seorang agen rahasia bernama Monalisa.
"Haaaah,ini Tuan mobil buat saya?"Terkejut tak percaya dengan sebuah hadiah yang diberikan oleh Morgan.
Morgan mengangguk,sesuatu yang indah berada dalam pelukan.Hadiah ini adalah sebuah predikat penting yang diberikan kepada Tuan Morgan untuk agen paling seksi seperti yang dia inginkan.
"Iya,dan kamu bisa tinggal dirumahku ini atau kamu mau apartemen mungkin?"Tawaran itu diberikan kepada Monalisa.
"Rasanya tidak perlu Tuan,saya akan tetap tinggal ditempat yang akan membuat saya senang.Dan terima kasih atas hadiahnya!"
"Ya memang itu pantas untuk kamu dapatkan."Tersenyum senang pula."Kamu boleh mencobanya dengan leluasa karena sekarang ini adalah milikmu!"Mendekap kepalanya dan menciumnya.
Monalisa pun mulai mencoba mobil baru sport kesukaannya,sangat menawan sebagai seorang agen tersembunyi dan rahasia untuk bisa meruntuhkan hati seorang pria dengan pesonanya.Tersungging Morgan melihat kesempatan yang diberikan kepadanya.Dirinya pun berjalan menaiki anak tangga dan membiarkan kekasihnya menikmati perjalanan hidupnya.
Kembali dalam sebuah tugas yang diberikan oleh Nona Joana,ia bersiap dengan tas kerjanya untuk segera menuju kantornya yang tengah berpusat diibu kota.Persiapan dengan menggunakan mobil mercedez sport pula,dirinya tampil gagah untuk bertemu dengan beberapa Klien yang akan menjadi bagian dari bisnisnya.
"Apa yang akan dilakukan oleh Monalisa adalah sebuah kelebihan yang tidak bisa aku dapatkan dari orang lain.Dialah seorang agen yang telah mencintaiku dan memberikan segalanya untuk satu hal.Semoga dia menjalankan tugasnya dengan baik!"Tersenyum mengendarai mobil pribadinya menuju sebuah kantor.
Monalisa kali ini merasakan kenikmatan cinta terdalamnya dalam menjajal kuda besi pemberian Tuan Morgan.Seperti dalam mimpi saja aku berada dipusaran bisnis yang gelap ini.Hadiah yang special membuatku semangat untuk menjatuhkan pria yang sempat menyewaku semalam,tersungging dan merasakan kembali bersama seorang pria yang menarik buatnya.
"Tidak kusangka,pekerjaan seperti telah membawaku pada sesuatu berharga.Siapa sebenarnya Yoshi dimata Tuan Morgan sampai dia berniat untuk menjatuhkan dia ya!"Rasanya fikirannya tengah menelusuri khayalan tanpa jejak.Tak bisa lagi untuk merasakan seperti apa ketika seorang pria menjadikan wanita sebagi senjata menaklukkan lawan mainnya.
Perjalanan Morgan dalam memulai pekerjaannya adalah mulai menyentuh perusahaan seorang pria yang sempat ia tangani sebelumnya.Yaitu pemilik proyek fiktif itu akan dia kembalikan sebagaimana keuntungan yang dia dapatkan untuk lebih dekat dengan sosok pemilik sesungguhnya perusahaan tersebut yaitu Thy Than.
Perempuan muda yang akan menjadi sebuah berlian cantik dalam pusaran bisnis ayahnya.Dimana telah gagal dan menarik untuk kembali dituangkan dalam kerja sama yang lebih menarik.Kedatangannya sedikit membuat Reza sebagai salah satu wakil Rey datang untuk menjemputnya dilobby.
"Pagi pak Reza,apa kabar!"Sapa salah satu reception tengah memberikan senyuman ramah kepadanya.
Datang menghampirinya dan menompangkan kedua tangannya,ia mencari tahu tentang kedatangan salah satu Kliennya."Apa Tuan Morgan Arya Dinata sudah datang?"
"Belum ada Pak,belum ada yang melapor kesini!"Jawabnya.
"Oke aku tunggu deh,makasih Fin."Mengumbar senyum dan berlalu untuk melihatnya didekat sudut sofa mungkin dia tinggal beberapa menit datang.
Dan suara mobil tengah berhenti didepan pintu utama,tentu itu membuat tatapan curiga bahwa itu adalah orang yang dimaksudkan oleh Reza.Saat ia keluar dan disambut oleh vallet parking segera ia memberikan penuh senyum untuk segera masuk kedalam menaiki anak tangga.Salam sapa Morgan pun segera disambut oleh Reza yang mengulurkan tangan dan berjabat tangan.
"Selamat pagi Tuan Morgan Arya Dinata ya!"Sapanya memastikan.
"Iya betul,anda dengan Reza pahlevi kan wakil dari Tuan Radithya Rey."Saling berjabat tangan.
"Iya betul,mari saya antar untuk menuju ruangan Tuan Rey ya!"Ajaknya masuk kedalam menuju lift.
Obrolan hangat tengah mereka gali untuk satu hal dalam bisnis ini.Kedekatan itu mulai terasa dan akrab karena memang ternyata hobi mereka sama juga ketika membicarakan salah satu hobby masing-masing.
"Anda sepertinya seorang atlet ya,apa anda suka olah raga basket mungkin?"Reza segera menebaknya dengan tepat.
"Benar sekali,anda bisa tahu?"Tersenyum heran melihat tebakannya memang benar.
"Karena postur tubuh anda dan saya lihat anda memang lihai dalam sorot tatapan matanya.Jadi tidak mungkin kalau anda adalah seorang pemain cinta saja."Candanya geli.
Bahkan tawa itu disambut dengan geli pula,kalau udah ketahuan sama Reza pasti akan lebih seru selanjutnya.