
Makan malam telah dirancang oleh Yoshi untuk menyambut wanita pujaannya,ruangan yang telah ia siapkan dengan tampilan elegan dan romantis serta beberapa pemusik khas dia datangkan untuk menambah suasana semakin hangat dikala bintang tengah bertaburan dan rembulan hanya berangai sedikit cerita tentang hidupnya.Yoshi pun bersiap dan berharap ini adalah makan malam special untuk mereka berdua dan juga berbagi cerita tanpa koma.
Sedangkan Joana merasakan ada yang aneh,tetapi tanpa ada komando dari Morgan,dirinya berasa dalam kehidupan yang hampa tanpa sedikit kebahagiaan.Kenapa seeh aku berada ditempat seperti ini,padahal aku masih ingat tangan ini masih terasa hangat dipegang oleh Tuan muda.Harusnya dia menghalangi ku untuk bertemu sama Yoshi,malahan membiarkan itu terjadi.Saat keluar dari mobil dan pakaian khas anggun mempesona balutan gaun hitam dengan tatapan khas seorang pemain cinta membuat senyum Yoshi datang tak kala langkahnya semakin dekat.
"Wanitaku,cantik sekali malam ini?"Sapanya merentangkan tangan dan menyambut wanita seksi dimalam ini.
"Terima kasih Sayang,kamu sangat tampan pula!"Pujinya dengan batin yang bergejolak.Aku ga yakin kamu akan setia dengan satu wanita.Apalagi wanita sepertiku tersungging.
Keduanya saling berepelukan,tatapan serta senyuman tak hilang begitu saja saat keduanya melepaskan pelukan itu dalam dekapan tangan Yoshi.
"Yoshi,kamu repot sekali menyiapkan ini semua hanya untukku?"Bisiknya malu-malu dalam melirik setiap suasana malam dengan alunan musik yang menggoda keduanya.
"Semua aku persiapkan hanya untuk moment terbaik kita,ayo kita duduk atau kita dansa dulu gimana?"Memulai sebuah tawaran menarik tapi memuakkan buat Joana.
Tersenyum sambil mengangkat kedua pundaknya.Rasanya itu mustahil bila aku bisa berdansa.Harusnya aku ga bisa melakukan apa-apa supaya dia tidak mengajakku berdansa.
"Aku tidak bisa berdansa Yosh,aku takut nanti malah jatuh ditertawakan oleh banyak orang lagi disini!"Bisiknya tak mau membuat moment baiknya rusak seketika.
Tatapan Yoshi memang tiada duanya,sampai hati dia sangat telaten membuat jantung Joana berubah menjadi semakin gila.Ternyata Dia berani juga membuat diriku bisa seperti ini.Awas aja kalau dia berbuat aneh-aneh setelah ini bakalan apa yang aku berikan sama kamu.
Setiap alunan musik telah membawa Joana bersikap bak seorang putri tengah bermain romansa bersama sang pangeran.Entah beberapa kali lagi dia membuatku tertawa bahkan tak bisa menahan rasanya ingin berada dalam pelukannya saat ini.
"Kamu perlahan akan lihai Joe berdansa denganku.Akan banyak hal tengah menemani kita.Kita harus tetap bersama ya!"Pintanya berharap.
Dalam batinnya pun berujar."Apaan seeh kamu,ngomong apa sampai aku ga ngerti kayak gini.Kamu itu orangnya manipulatif,ga mungkin aku percaya sama kamu."
"Jangan berharap sempurna dariku dalam berdansa ya!"Ujarnya memberikan jawaban.
Malam dua tempat berbeda,antara Rey dan Thy Than keduanya sangat akrab dalam menikmati makan malam bersama,canda itu perlahan datang dan pergi seiring kenikmatan ketika berada dalam kehidupan remang-remang.
"Aku ga habis fikir kamu suka sekali suasana seperti ini Than."Suara itu membuatnya tersenyum menjawabnya lagi.
"Memang Om,aku paling suka seperti ini.Ro-man-tiiiis hehhehehe!"Ujarnya geli.
"Apa mungkin selama ini aku ga tahu ya sama perempuan sepertu dia.Membutuhkan sebuah perhatian dan sayang itu perlu juga!"Ujarnya dalam hati dan terus menatapnya dengan saling berpandangan.
"Nanti dikiranya Om ga kuat bayar listrik lagi.Kalau tahu Joana.Tentunya Om juga diomelin sama dia!"
"Haaaah,Om takut sama kak Joana.Hahahahah,bisa aja ya kalau ngomong!"
"Kamu ga tahu kalau dia galak,maklumlah kalau asistan ga galak kan ga seru!"Lanjutnya sambil menikmatinya lagi.
"Hemmm,,,seandainya ada kak Joana kan seru ya Om.Aku bisa ngobrol sama dia.Sayang dia pergi sama orang lain!"Menompangkan tangannya seraya membayangkan keindahan kebersmaannya.
"Trus kamu jadi adik paling kecil gitu yang suka dimanja kan!"Lanjutnya mengumbar senyum kepadanya.
"Heheheh,tahu aja Om Rey neeh!"
Makan malam telah usai,rasanya lega.Saatnya Thy Than berbakti kepada sang Om yaitu membereskan semua makanan tetapi tetep saja Rey masih membantunya.Kalau ga dibantu nanti bisa bahaya juga.Ngambek lagi,kan sifat anak seperti dia labil belum bener-bener pasti.Tapi saat melihatnya ada sesuatu tengah menyentuh hatinya entah apa rasanya belum bisa aku dapatkan secepat itu.Mungkin butuh beberapa waktu untuk mengenalnya lebih jauh kali ya.
"Ooo,ya Than.Kamu buruan istirahat ya.Om.mau menyelesaikan tugas dulu diruang tengah gimana!"Berjalan menuju ruang kerjanya dan tentu itu dibalas sama Thy Than.
"Enak aja,jam segini aku tidur Om.Ya belumlah memang apa seeh yang mau dikerjain?"Pertanyaan itu muncul saat dirinya tengah membuat minuman.
Terhenti diantara anak tangga menoleh,emangnya jam segini dia ga tidur gitu.Melihat jam dinding lalu mengernyitkan kening sejenak,kembali menoleh.
"Ya terserah kamu seeh,kalau mau nemenin Om."Lanjutnya sambil jalan masuk kedalam ruang kerjanya.
Mengambil laptop dan berkas yang masih gantung untuk diselesaikan,ada senyum senang dari Thy Than.Syukur deh om Rey ga seperti ayah yang terlalu overprotektive kepada anaknya.Jadinya kan aku bisa tidur agak malam nemenin Om ganteng.
Setelah minumannya tengah ia cicipi enak dan cocok,saatnya membawanya keruang tengah.Tempat yang pas buat nonton acara televisi malam-malam kayak ini.Membawa nampan dengan dua mimuman yang siap untuk dihidangkan dimeja.Bersandar dikarpet permadani dengan aksen bulu-bulu hangat pasti betah deh sambil nonton film.
Thy Than mendongak dan bertanya tentang siaran televisi digital yang tengah ia cari."Om,ada acara film yang bagus yang Om langganan ga?"
Keluar dari ruang kerja berjalan menuju pembatas pagar menunduk serta menjawabnya.
"Ada cari deh,pasti ketemu!"Jawabnya sambil bergegas turun kebawah.
Seraya mengangkat kedua pundaknya,pasti ada kali ya kalau aku ga nyari mana bisa ketemu ini acara.Beberapa set aplikasi pun ditemukan dengan baik,sumringah juga kalau kayak gini.Apalagi pilihan filmnya banyak banget.
"Waaah dapat,nonton film apa ya?"Semangat mencari genre film kesukaannya.
Sampai diruang tengah Rey pun duduk dan menata beberapa peralatan serta berkasnya untuk segera diteliti lagi untuk dibahas esoknya.Duduk pula disamping Thy Than.
"kamu beneran belum ngantuk?"Menoleh kearah Thy Than yang mulai sibuk dengan pencarian film bagusnya.
"Ya belum om baru jam Sepuluh!biasanya kan aku tidurnya jam sebelas lah.Tinggal satu jam lagi dong!"Ujarnya kaget sambil garuk-garuk kepala.
"Ga pa-palah,satu jam juga udah bagus kamu nonton film fantasi.Bisa membayangkan banyak hal tentang sebenarnya cinta itu bagaimana."Sambil membuka laptop dan mulai serius.
Menoleh kembali,tersenyum geli.
"Hiiiiiih,Om kena getaran cinta siapa sampai harus bilang kayak gitu.Emang ada yang memberikan getaran cinta buat Om.Kan Om workaholic.Tuh buktinya udah jam segini amsih aja betah didepan layar laptop."Singgungnya dengan tatapan aneh.
"Hahahaha,kamu tuh makin lucu aja ya!"Senggol pipinya beberapa kali.
"Aduuuh,,,!"Sembari membuang mukanya.
"Kenapa?pengen lagi!"Senggol kedua kalinya.
"Aduuuuh,,,,sebel deh Om ini lho!"Sambil mendekap tangannya.
Keduanya terdiam sejenak dan tak berdaya akan saling menatap dengan khas tengah terjadi sesuatu diantara keduanya.Hening sejenak bahkan moment film yang diinginkan oleh Thy Than pun telah perlahan hilang,ga mungkin tatapan ini berarti sekali buat dia.Apa benar dia memahami apa yang aku inginkan saat ini ya?bayangan ga jelas pun terdampar begitu saja
"Heiiii,sadar.Ga boleh ngelamun lama-lama!"Tersungging menatapnya.
Malahan tatapan itu membuat Thy Than lupa segalanya,dan tak bisa sadar sekejab.Menghela nafas,ada senyum tengah terpancar dengan manis menyerang dirinya.
"Thy,,,,,Than heiiii sadar dong!"Sembari menyertikkan jarinya.
Klikkk,,,sekejab ia tersadar dan kebingungan melihat panggilan bahkan sok linglung mendapatkan panggilan Rey tersebut.
"Haaah,apa Om?"Tengak-tengok bingung.
"Kamu tuh ya,kalau udah sok romantis aja kebawa sampai ngayal aneh-aneh ya!"Sambil nyubit hidungnya.
Malu banget rasanya kali ini,tapi gimana lagi pipi memerah padam adalah kilasan teraneh dirasakan oleh Thy Than.Sungguh membuatnya hanya ketawa lepas menatap sosok perempuan polos tengah mendapatkan skatmatt dari Rey sendiri.
"Maaf Om,terbawa suasana heheheh.Tapi.ga sampai serius gitu kan?"Lanjut Thy Than mencoba membela dirinya.
"Iya-iya ,yang penting kamu tuh ga baper dan malu.Ga ada kamus Om Rey kayak gitu,jadi fine-fine aja kan!"Meringis kembali memberinya dukungan.
"Kamu semangat dong ya,udah nonton sana.Udah lewat berapa sceen tuh filmnya!"Bujuknya sambil memalingkan wajahnya kearah televisi.
Beberapa kali pun,candaan Thy Than memang tiada duanya untuk mengatasi rasa malunua tersebut dengan membolak-balikkan wajahnya saat tengah bermain rasa sama Rey.
"Heheheh,lewat gimana Om.Orang aku lihat yang lain!"Serangnya sok santai tapi ada waspadanya pula.
"Apa cobaaa?"Pengen tahu juga seeh sama apa yang dirahasiakan sama Thy Than.
"Ada deeh,hahahahahay penasaran."Candanya makin menggoda.
Semakin akrab dan tak lagi sungkan untuk bercanda,Dengan telaten Thy Than mengamati apa yang tengah dikerjakan oleh Rey dengan tatapan serius tetapi saat melihatnya ada aja yang membuatnya senyum-senyum menompangkan tangannya.
Beberapa kali pertanyaan dari senyum-senyum seorang perempuan cantik tersebut membuat Rey mengangkat dagunya.Mempertanyakan apa dalam senyuman sebenarnya.Sayang banget masih dirahasiakan olehnya.
"Om Rey,kenapa dia kok tampan lama-lama ya.Apa aku salah lihat gitu sama ketampanan dia ya?"Memastikan itu hanya sebuah pujian yang belum pernah sirna dari tatapan Thy Than.
Menoleh melihat sikap aneh dan membingungkan sampai membuat drama aneh ala Rey pun terjadi.
"Kenapa?ada yang aneh sama Om ya?"Sembari masih sibuk untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
"Engga,enak aja dipandangin.Dari pada mandangin film sama bintang cowoknya juga seru-seru amat tentu lihat yang real dong siapa itu Tuan muda Rey,heheheh!"
Tersungging geli,lalu meliriknya lagi."Emang kamu ga tahu siapa Tuan muda Rey itu?"
Lho kok malah aneh yang pertanyaan Om Rey sama aku,biasanya seeh kalau Tuan muda tuh memiliki istana dan pengawalana ketat bahkan punya asistan banyak.Malahan ini berbeda sekali dengan apa yang aku maksudkan ya?"
"Memangnya siapa?"Ragu-ragu ingin menjawabnya.
"Ya akulah,Thy Than.Gimana seeh udah lelahnya !"Sambil membelai pipinya.
Kembali meringis geli mendapat perhatian hangat dari om Rey,iapun mendekap tangan Rey dan berkata.
"Sejak ada Om Rey aku tenang dan ga khawatir lagi.Makasih ya Om!"Beringsut memeluknya dengan erat.
Menghela nafas,rasanya dia masih pengen dimanja.Kasihan malahan ditinggal sama om Arman."Iya sama-sama.Karena sekarang kamu tanggung jawab Om.Jadi kamu ga usah khawatirkan apapun,mau apapun minta sama Om.Supaya kamu ga banyak mikir yang berat-berat ya!"Mendekap rambutnya.
Sambil mengacungkan kedua jempolnya ia pun berujar.
"Oke Om."
Kayaknya udah malam,dan ini adalah waktunya untuk Thy Than segera istirahat.Mendongak kearah jam dinding tentu waktu sudah menunjukkan waktu malam untuk segera meninggalkan malam yang panjang menurut banyak orang.
"Sekarang kita tidur,udah malam.Okey!"Beranjak berdiri dan menarik tangan Thy Than serta membereskan berkas dan laptopnya.
"Aku bawain deh om Laptopnya!"Sok perhatian sembari meraih laptop dan mendekapnya.
"Makasih ya,anak baiiiikkkk!"Masih saja dia gemas sambil nyubit pipinya yang cabby.
"Aduuuuh,,,sakit Om.Ga jadi tirus neeh!"Cemberutnya kumat lagi.
Malam telah membuat bahagia seorang perempuan yang telah menjadi bagian hidup seorang pria tampan bernama Rey.Malam juga membawa dalam setiap nalar hidup setiap penikmat malam untuk terus bermain dalam drama yang cukup lama dan lebih romansa romantic hingga membawanya dalam dekapan setiap insan.Sembari berjalan beriringan menaiki anak tangga,masih saja obrolan ringan tengah dibuat oleh Thy Than.
"Trus kak Joana pulang apa engga?"Menoleh kearah Rey yang perlahan ikutan bingung menjawabnya.
"Engga tahu juga ya,apa nanti aku hubungin dia aja.Memastikan supaya dia baik-baik saja.Kan ga enak juga kalau tidak memberikan kabar untuknya."Terhenti sejenak lalu Thy Than pun menimpalinya.
"Bener juga tuh Om,masak seeh ga ada rasa cinta sama kak Joana.Aku aja sayang sama dia,heheheh!"Memancingnya.
"Iya deh bentar lagi aku hubungin dia,ga enak juga kalau dia ga aku tanyain.Nanti dikiranya udah ga perduli sama dia!"Lanjutnya berjalan menuju ruang kerjanya.
Membukakan pintu untuk Thy Than masuk kedalam ruangan kerjanya,masuk seraya tengak-tengok melihat setiap ruangan sudut dan sebuah pujian datang dengan tepat saat menaruhnya dimeja kerja.
"Om Rey memang perfect ya,ruangannya hangat dan ga ada bosen-bosennya kalau didalam ruang model gini.Kayaknya aku betah deh kerja kalau diruangan ini!"Kagum dengan desain yang dihasilkan dari sebuah karya Rey seorang.
Berjalan serta mendekati meja kerjanya dan bersandar,Rey menjawab dengan sebuah tampilan mengagumkan bahwa Joana pun ikut andil dalam merombak ruangan kerjanya.
"Ini seeh Joana juga ikutan membantu lho.Dia menambahkan beberapa ornamen yang bagus dan menata tanpa aku menolaknya."
Terkejut dengan jawaban dari Rey membuat Thy Than pun mengarahkan sebuah kalimat.
"Oh ya,ternyata asistan Om Rey itu multi talent ya.Aku kagum deh sama kak Joana.Nanti aku belajar deh sama dia supaya bisa mendesain apapapun itu dengan baik!"Bersedekap menoleh penuh senyum.
"Itu bagus,tapi lebih bagus lagi kamu segera tidur.Ayo udah malam!"Tariknya dari ruangan kerja miliknya.
"Tapi Om,aku masih pengen disini lho!"Pinta Thy Than menolaknya.
"Ga bisa,kamu tuh harus tidur sekarang.Ayoooo!"Rangkulnya mengajak keluar dan menguncinya.
Malahan mancung kembali bibirnya setelah tidak mendapat kesempatan untuk berada cukup lama diruang kerja miliknya.Berjalan menuju kamar kosong,lalu membukakan pintu untuk sang keponakannya.
"Ini adalah kamar sementara buat kamu,masih standart seeh.Tapi kalau kamu mau bikin yang lebih bagus boleh aja!"Ajaknya masuk kedalam.
Mengamati beberapa waktu,lalu sebuah jawaban pun menjadikan Thy Than merasa terobati dengan kehadiran ruangan privasi buat dirinya sendiri.Berbalik dan memeluk Om Rey mengucapkan kalimat indah.
"Makasih ya Om,udah memberikan ruang buat aku tidur.Dan aku bisa kan merubahnya menjadi lebih cantik dan bagus!"Sambil bergaya serta berharap kepadanya.
"Iyaaa,,,Om tinggal ya.Semoga mimpi indah oke!"Langsung sebuah kecupan kening mengarah dengan tepat dan membuat pejaman mata sejenak dari Thy Than akan sebuah perhatian khusus untuknya.
Berjalan keluar dan menutup pintu,lambaian tangan Thy Than menjadi sebuah kehangatan yang tak ternilai harganya ketika ia merasa berada dalam hati penuh perhatian dari sang Om.Rey pun sebaliknya,lega juga telah memberikan sebuah ruang untuk seorang perempuan dimana ia tengah dalam kebahagiaan yang lebih dari bahagia melihatnya kembali bisa tersenyum dan memeluknya dalam ikatan cinta.
Berada dalam kamar pribadinya,Rasanya aneh juga kalau aku menghubungi Joana.Sepertinya aku ga rela bila harus melepaskan dia sebagai seorang yang aku sayangi.Tetapi apa yang harus aku lakukan bila harus dalam kondisi seperti ini.Apa iya aku harus protektif sama Joana.Tersungging geli merasakan hatinya yang tengah gundah.
Berjalan dengan gontai menuju ranjang serta membuat lelah hatinya dalam setiap nuansa hati yang tak pernah hilang begitu saja.Atau esok saja aku akan membuat obrolan dengan dia supaya dia tahu apa yang dia ambil memang terbaik untuknya atau tidak.