
Dalam perjalanan menuju sekolahan pun terasa lebih berat saat harus membayangkan yang terbaik dalam hidupnya saat ini.Entahlah kadang aku jadi naif saat harus bertemu sama pak Radith,lagian kan latihan aja ga lebih.Pastinya dia tahu kalau aku butuh bimbangannya.Setidaknya tidak membuatnya murka seketika,juga untuk kebaikanku seorang siswi yang membutuhkan kemajuan dalam olah raga basket.
Heran banget kenapa ya?sikap konsistenku masih nol seakan ga perduli lagi sama olah raga ini.Apa karena Rasya,memikirkan dia seperti memikirkan seorang pangeran penuh dengan tantangan untuk selalu dekat sama dia.Apa aku harus bisa memberikan dia waktu sendiri ya,ga nempel aku aja terus.
"Harusnya aku ngerti deh sama dia.Kan dia masih punya mama Gina dan kak Fian.Setidaknya aku ganggu kan diwaktu yang menyita perhatian lebih sama mereka.Sudahlah yang penting kali ini fikiranku ga harus sama Rasya terus.Mungkin ada kejutan nantinya,semangat deh!"Sambil senyum-senyum sendiri.
Ga nyangka bisa sampai sekolahan lagi,saat masuk pun ada satpam yang menyapanya.Anehnya sang satpam juga heran melihat kedatanganku dan perlahan mengikutiku sampai parkiran.
"Sore Non,kok tumben dateng kesekolah.Ada privat tambahan ya?"Tanya balik.
"Eeeh,,,pak.Ini saya ada latihan sama pak Radith.Orangnya udah dateng belum ya?"Thy Than berbalik bertanya.
"Ooooh,pak.Radith kayaknya belum datang.Tapi tadi saya dapat kabar kalau pak Radith mau datang lagi ekskul katanya,hehehe!"
"Ooooh ya udah saya tunggu dilapangan aja pak.Makasih pak ya,mariii!"Sambil senyum ramahnya ga hilang-hilang dari tatapan sang satpam.
"Iya Non,hati-hati!"Jawabnya kembali kepos satpam.
Langkah Thy Than kembali santai masuk kearea sekolahan, sepi juga ya kalau sore-sore kayak gini.Gimana dong,jadu apa engga seeh sebenarnya.Sambil berjalan langsung kelapangan dengan berjalan kebingungan sampai juga dipinggiran tempat istirahat seraya duduk menunggu kemana pak Radith kok ga kelihatan?
Menaruh tasnya dengan tatapan lesu,kayaknya ga ada latihan deh.Hampir aja putus asa menunggunya padahal bentar lagi akan mulai,ternyata harapan itu perlahan datang saat langkah seorang guru olah raga perlahan datang dengan tatapan santai dan memakai jaket parasit dan celana panjang dan sporty.Topi yang pas dan menenteng tas olah raga dia menoleh serta mengumbar senyum kepadanya serta melambaikan tangan.
"Waduuuh,,,beneran dateng neeh pak Radith.Kirain ga dateng .Bisa lama mainnya ini!"Hampir pasrah aja hatinya Thy Than saat ini.
Berlanjut memasuki lapangan serta menyapa Thy Than yang mulai nervous karena hanya dirinya yang akan memainkan ronde sendirian dengan tatapan yang ga jelas seperti ini.
"Haiii,,Than.Udah lama nunggunya?"Sambil mengangkat tangannya untuk tos bareng sama Siswinya.
"Hai pak,kirain ga dateng!"Lanjutnya dengan membalas persahabatan ini.
Menaruh tasnya dan perlahan membuka jaketnya,Thy Than langsung terkejut saat melihat tampilan sang Guru sporty serta singlet hitam dengan longgar dia mulai memamerkan otot-otot atletisnya sampai ia menutup mulutnya dan terkesan waow banget deh.
"Haaah,,,,pak Radith!"
"Kenapa,ada yang aneh!"Tanya balik sambil mengeluarkan bola didalam tasnya.
"Heheheheh,,,tampan dan gagah pak!"Pujinya meringis.
Sambil memegang dagunya gemas banget mendapat pujian itu,jawaban Radith membuatnya hampir ill fill aja.
"Dasar kamu tuh,ga tahu kalau bapak memang tampan dan gagah!"Tawanya membuat Thy Than berubah raut wajahnya.
"Huuuuh,,,bete deh!"Gumamnya ga terima.
Radith pun memulai latihan dengan pemanasan dahulu, rasanya malas pula kalau harus pemanasan dulu.Kayaknya langsung main lebih seru deh.
"Pak kok ga langsung main,kan kelamaan mainnya."
Tatapan ga terima dari pak Radith seraya menompangkan kedua tangannya seakan membuat Kicep.
"Hehehe,maaf pak.Peaceee!"Sambil meringis.
"Pemanasan itu perlu lho,jangan diabaikan oke!"Sambil Pak Radith membuat kuda-kuda dan diikuti oleh Thy Than.
Beberapa pemanasan itu sempat membuatnya seakan ga konsetrasi karena tampilan tubuh pak Radith sangat atletis dan telah membuat matanya melotot serta melayang entah kemana.Hatinya pun gusar saat ga ada yang bisa ia ajak bicara saat ini selain perasaannya dan fikirannya pun terpecah akibat keseksian yang tampil menggugah selera.
"Astaga seseksi itu pak Radith,sampai aku terpesona sama dia.Untung aja cuman aku,coba kalau ada Raisa dan Anna bisa kalah aku dibuatnya.Seakan jadi apa aku dihadapan mereka."Hatinya terus bergumam.
"Ayo kita mulai latihannya!"Sambil melihat jam tangan,dia mulai mengangkat bolanya.
"Satu,,,dua,,,tigaaa!"Langsung dia lempar keatas.
Respek dan ga mau teledor lagi saat seperti tadi siang,ia pun berusaha dengan tatapan mata dan konsetrasinya untuk bisa mengalahkan beberapa poin.Tapi ia cukup bekerja keras untuk bisa mengalahkan apa yang dimainkan oleh suhu olah raga.Permainan demi permainan masih dikuasai oleh pak Radith sampai hampir frustasi saja dibuatnya.Tawa lepas dan ledekan sang guru membuat Thy Than semakin gila untuk mengambil taktiknya guna mengalahkan sang suhu.
Berjalan berputar serta memainkan bola,seakan ejekan itu membuatnya semakin semangat dan perlahan demi perlahan merampas serta memasukkan kedalam ring.
"Yesss,,,aku bisaaaa!"Semangatnya pun akhirnya goal juga.
"Heemmm,,,kamu harus tambahkan kekuatan untuk melawan bapak lagi yaaa!"Sambil merebut kembali serta memainkan kembali bola bundarnya.
"Huuuh,,,aku harus bisa!"Sambil mengepalkan tangan lalu siap bermain dengan segala kebisaannya untuk mengalahkan sang suhu.
Beberapa permainan pun terus digunakan untuk menghabiskan waktu saat mendekati pukul 18.00.Thy Than seakan memainkan semuanya sampai ia berhasil memasukkan poin yang lebih baik dari yang ia harapkan.Semakin malam permainan Thy Than pun berhasil membuat Radith seakan takjub dengan permainan yang lebih baik.
"Waooow,kamu makin ada perubahan yang baik ya!"Pujinya sambil menepuk pundaknya.
"Huuuh,,,makasih pak.Ini juga karena bapak hehheh!"Sambil menyikut perutnya yang rata.
Segera menghindar dengan tawa dan memainkan tangannya, rasanya dia mulai membuat kedekatan itu semakin seru aja dimatanya.
"Hehhehe ,,emangnya bapak selambat itu menerima serangan kamu yaaa!"Sambil mendorongnya sampai ia hampir jatuh.
"Waaaaa!!!!!"Saat ia akan jatuh,sudah dibayangkan apa yang akan terjadi yaitu Thy Than mendapat raih tangan dari pak Radith dengan mendekap pinggulnya seakan keduanya saling bertatapan lebih dekat.
"Maaf ya,hampir aja kamu jatuh!"Senyum itu membuat Thy Than terpana seketika.
Sembari menutup kedua mulutnya seakan benar,aku berada dalam kebimbangan yang tak pernah ia rasakan begitu dalam.Kembali menariknya dan membuatnya semakin salah tingkah begitu saja saat menatap dengan malu-malu.
"Udah ga usah dibawa kaku lagi,itu hanya permaianan perasaan okey!"Bisiknya membuatnya kikuk juga akhirnya.
"I-iya pak."Sambil menatap polos.
Masih dalam perdebatan yang hangat antara Ibu dan anak diantara bak meja bundar,seakan introgasinya semakin alot saja sampai membuat bingung aja akhirnya.
"Trus kemana sekarang Thy Than,kamu apakan dia?kamu lepas begitu saja?"Tanya sang mama.
"Kan dia latihan sama pak Radith guru olah raganya,katanya tadi dia performanya kurang dan ga konsent jadi ya dapat latihan lebih katanya!"
Keduanya saling berpandangan heran,kenapa bisa terjadi seperti itu ya?apa mungkin dia mulai ga perduli sama Thy Than.
"Kamu udah ga perduli sama dia ya?melepaskannya begitu saja.Apa kamu ga takut kalau dia udah ga perduli sama kamu lagi?"
"Ya Enggalah.Dia kan punya kegiatan sendiri,apalagi aku mba jelas kan kalau juga punya urusan yang berbeda.Kayaknya bosen deh kalau aku ngurusin dia terus.Kan dia udah mulai dewasa maaah,,,mba!"
"Ya okelah,,,tapi kamu harus tetep waktu kamu buat Thy Than okey,,setidaknya sikap kamu selalu membuat dia lebih nyaman bahkan terkadang membuat hatinya kembali mood ya kan!"Seraya memainkan kedua alisnya.
"Okey maaa,,,mba.Aku yakin itu,tapi kayaknya aku mandi dulu deh.Bauuu!"Sambil mengibaskan tangannya.
"Iyaaa neeh,,bau aceeem dari tadi udah tercium sama akunya!"Tandas sang kakak.
"Kayak bauin aja punyaku mbaaa,hahahha!"Beranjak berdiri seraya kabur sebelum mendapatkan lemparan khas darinya.
"Huuuhhh.,,,ngeselin aja tuh adik!"Manyun deh lagi.
"Udah ga pa-pa kan udah lama ga bikin kamu jengkel naaak!"Sambil mendekap tangannya.
Rasanya anak keduanya mulai memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya dengan senang serta menghela nafas kembali serta memeluk ranjang yang udah lama ia tinggalkan hanya untuk mengurusi dan menemani Teman baiknya.
"Ranjangku,,,aku merindukanmu.Udah lama kita tidak bersentuhan sehangat ini.Aku merindukanmu!"Bagaikan terbawa dalam angan-angan dia pun terlelap dengan manis dalam mimpinya.
Fian yang perlahan masuk kekamarnya,melihat kamar adiknya masih terbuka.Seru juga lihat Rasya ngapain seeh didalam kok tenang banget dia.Mendekati pintu dam mengintip dengan jelas.
"Astaga dia ketiduran,palingan udah lama kali ya ga ketemu tempat terbaiknya dirumah ini!selamat mimpi indah Sya!"Sembari tersenyum menutup pintunya.
Lagian sekarang permaianan skor pun telah perlahan tipis antara Thy Than dan Pak Radith yang seakan semakin kuat untuk memainkan taktiknya hingga berhasil mendapatkan poin kembali.
"Hahahahah,,,aku menang lagi paaak!"Sambil selebrasi.
"Hebat ternyata kamu jago juga ya!"Meraih bola ditangan Thy Than dan berhasil membuat suasana semakin seru aja dilapangan.
Pukul 19.00 wib seakan sekolahan mulai menghidupkan lampu lapangan,ada seseorang yang melihat dari jauh sepertinya seru melihat permaianan seorang suhu Radith dan Thy Than tengah bermain habis-habisan hingga keduanya tak canggung lagi untuk lebih akrab.
"Oke udah selesai Than,,kamu udah capek banget kayaknya!"Sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Iya neeh pak,,,udahan ya.Thy Than udah capek!"Berjalan mendekati tempat istirahat dan duduk melepaskan semua bebannya.
Mengatur nafasnya seraya mengambil air minum yang ia bawa,masih saja melihat kelihaian pak Radith untuk poin terakhir mendapatkan nilai sempurna.
Nilai yang digadang-gadang sebagai nilai terbaik untuk latihan kali ini membuat pak Radith mengerti dimana kekuatan Thy Than sebagai penyerang yang hebat setelah hampir dua jam bertarung sampai nilainya beda tipis 20-21 dengan nilai kekalahan satu poin bagi Thy Than tapi itu adalah pilihan terbaik buat dirinya untuk mendapatkan poin sesuai keinginannya.
"Selamat ya,walau kamu masih kalah.Stamina kamu masih oke!"Sambil mengulurkan tangan kearah Thy Than.
Ia mendongak dan tersenyum mendapatkan sebuah apresiasi yang lebih dari guru terbaiknya.
"Makasih pak,jadi saya bisa kan tampil lagi sama yang lain dievent-event yang bapak buat,hehehe!"
"Ya boleh saja,tampilkan seperti tadi.Penuh berapi-api dan memenangkan setiap poin itu ga gampang kan?"
Ia menggelengkan kepala.
Pak Radith pun duduk disampingnya dan melepas lelah sejenak untuk menatap langit yang perlahan mulai memberikan sebuah kecerahan langit diantara taburan bintang.
"Tuuuh lihat bintang aja tersenyum lihat semangatmu yang membara.Kamu memang hebat!"Sambil mengepal tangan seakan tos bareng.
"Hehehhe,iya makasih pak atas bimbingannya.Saya jadi ga canggung lagi deh buat main sama temen-temen."
"Ya memang seperti itu,kamu memang punya potensi dengan tampilan yang bagus sampai akhirnya kamu bisa bermain tipis dengan bapak kan?"
Ia mengangguk serta tersenyum bangga melihatnya.
"Gimana udah capek kan?"Tanya pak Radith memberikan mimuman kepadanya.
"Udah pak,,barusan udah minum kok,hehehe!"
"Ya udah,!"Langsung aja ditenggak tuh minuman ampe habis.
Thy Than yang melihatnya ikutan melotot dan menelan air liurnya.Padahal aku barusan minum kok,malaha tergoda ya hehehhe.Emang kurang ajar kamu Than,gampanh banget ikut-ikut sama orang.
Kembali merapikan pakaian dan bergegas untuk kembali pulang,jalan bareng sama pak Radith kayak aku jalan sama Rasya ya.Sampai aku menoleh dan berkata.
"Oooh iya pak,,,kalau kita jalan.Rasanya aku jalan sama Rasya deh heheheheh!"Ujarnya sambil mengaruk-garuk rambutnya.
Menoleh serta mengernyitkan kening bingung.
"Siapa Rasya?temen kamu atau saudara kamu seeh?"Kembali bingung.
"Ya teman baik,teman baik yang seakan menjadi kekasihku seeh pak.Saking deketnya!"Jelasnya.
"Keren juga kamu ya.Jadi tiap hari kamu ditemani sama dia dong,kalau dirumah sendirian!"Kembali menerka apa yang tengah diucapkan sama Thy Than.
Kembali mengangguk.
"Iya pak,dia yang selalu melindungiku.Menjagaku dan membuatku kuat,tapi kadang seeh aku yang keterlaluan terlalu dekat sama dia,jadinya posesif.Jadi ga enak juga seeh!"
"Ya bagus kamu posesif disaat waktu yang tepat.Ga terlalu membuatnya terganggu.Lagian dia juga punya kehidupan yang lain harus ia kerjakan mungkin!"Kembali menjelaskan.
"Bener seeh,kadang aku ga enak sama dia.Tapi akhirnya dia juga berharap untuk bisa membuatku senang disampingnya pak!"
"Pokoknya kamu harus tahu mana urusan kamu sama urusan dia.Supaya yaaa ga terlalu membuat ribet kalian berdua lah.Lagian lelaki sekarang tuh lebih mencari seseorang yang menarik hatinya dengan cara dia sendiri,bukan berpatok pada kedekatan seseorang.Kayak kamu deketa sama Rasya?ga mungkin menutup kemungkinan dia mencari yang lebih baik mungkin atau yaa kesenangannya."
"Huuuh,,,emangnya dia tuh.Kadang bikin kangen kadang bikin kesel.Kadang berantem lalu romantis pak,hehehhe!"Sambil menyenggol pak Radith.
"Dasar kamu tuh ya.Masih aja nakal!"Sambil mengacak-acak rambutnya.
Seketika ia membereskan rambutnya yang acak-acakan dengan tampilan kecenya.
"Bapak ini ya,bikin aku jadi berantakan deh!"
Sampai juga diparkiran,Oooh pak Radith juga punya motor keren tuh.Retro yang gagah dan hitam mulus dengan tampilan gahar.Keren neeh kalau aku diboncengin sambil melirik penuh senyuman.
Sesaat pak Radith pun menoleh heran melihat senyum-senyum Thy Than yang lupa untuk dimatikan.
"Ngapain senyum-senyum kayak gitu?"Sambil memakai jaketnya.
"Eeeeh,,,engga pak.Keren motornya?"Pujinya mesem-mesem sendiri.
"Motor kamu juga bagus,vespa kekinian banget hehheh!"
"Punya bapak juga musiman gitu?"Ledek Thy Than tak menyadarinya.
"Ya enggalah,,,ini motor udah jadi belahan hidup bapak.Kalau ga ada ini ya mobil bapak dipake!"
"Keren deh pak,lain kali boncengin aku dooong hehhehe!"Berharap banget.
"Boleh juga.Tapi sekarang ga kan?kamu bawa motor sendiri kan!"Lagi menggodanya.
"Yaaa bapak udah tahu godain aku,keseeeel deh!"Rengeknya bikin gemes aja.
"Hahahaha,ya udah kapan mau diboncengin lagi?"
"Kalau latihan kapan lagi paaak?"Sok genitmya tampil lagi.
"Ya kalau mau latihan lagi,,,tiap hari sabtu atau minggu aja.Kan itu waktu yang bagus buat olah raga ,gimana?"Memberikan solusi untuk Thy Than.
"Boleh juga,hehehhe.Yeee makasih pak!"Langsung aja nyelonong buat meluk pak Radith.
Astaga ini anak seneng banget hatinya kayak baru dapat lotere aja.Sok meluk-meluk aku aja.Ya udahlah anggap aja ini bonus yang menggembirakan bisa dekat sama anak satu ini.Cantik dan energic tampilannya,juga manjanya ga ilang-ilang sama seorang Suhu Radith sang guru olah raga.