Thy Than

Thy Than
Bab.15 Semakin malam adalah kepastian.



Obrolan hangat antara William dan Anjas telah menemukan titik temu yang jelas diantara keduanya.Sebuah kesempatan menemukan sebenarnya apa yang tengah diinginkan oleh Rafan terhadap sahabatnya adalah untuk mengelola usaha yang sempat terhenti untuk kembali dijalankan atas permintaan dari wasiat tersebut.


Anjas juga mendapatkan alamat rumah Thy Than serta beberapa berkas untuk ia simpan kembali dan bisa ia pejari selanjutnya untuk bisa ketemu dengan sosok wanita yang ada difoto tersebut.


"Terima kasih mas,udah memberikan waktunya buat saya untuk mengenal siapa Thy Than dan teman baiknya saat ini yang telah melindungi anak ini."


"Iya sama-sama lah mas,kalau kayak gini kan saya jadi lega juga ga banyak fikiran karena tugas pertama saya perlahan ringan saat anda datang dengan maksud yang baik!"Jawab William dengan wajah sumringah.


"Oooh iya mas,nanti kalau ada apa-apa mungkin aku ga tahu atau belum jelas tentang berkas ini,aku bisa kan datang kekantornya mas?"Anjas pun bertanya dengan harapan untuk bisa mendapatkan informasi lebih jauh.


"Tenang aja,kapanpun mas Anjas butuh saya.Telpon aja dulu kita bisa ngobrolnya lebih seru lagi dan lebih banyak waktu yang akan perlahan terbuka lebar!"


"Udah malam,,,jadi saya pamit pulang ya.Terima kasih banyak!"Sambil berjabat tangan.


Tentu Dahlia yang sedari tadi hanya mendengar penuh senyuman pun ikutan bersalaman dengan William.Tentu adalah moment yang langka bisa kenal dengan sosok Dahlia yang membuatnya senang.


"Terima kasih pak,atas informasinya.Jadi saya lega,ini kontrak terakhir saya sama pak Anjas!"Ujarnya senang.


"Eeitttzzz kontrak terakhir?siapa yang buat!"Anjas pun heran dengan jawaban aneh Dahlia.


"Kan saya cuman nemenin sampai malam ini pak!"Menoleh mengumbar senyum kepadanya.


Dengan menahan tawanya,Anjas menolak itu.


"Enggaa,,,masih ada kontrak selanjutnya kok!"Jawab Anjas membuat Dahlia membelalakkan matanya heran.


William pun menahan tawa melihat reaksi kaget Dahlia yang sudah berada diubun-ubun.Ternyata ini adalah jebakan yang benar-benar menguras fikirannya.


"Apa?"


Karena kagetnya Dahlia itu merupakan suatu yang lucu,Anjas pun bergegas pamit dan membawanya pergi dari kediaman William Bagaskara seorang pengacara kondang keluarga Rafan Dirgantara kesuma.Ada perdebatan yang hanya bisa dilihat dengan mata telanjang bahwa itu adalah sebuah konsep lucu tengah dibuat oleh Anjas.


"Hati-hati ya,jangan berantem lama-lama!"Pesannya dengan lantang serta melambaikan tangan.


Anjas berbalik dan membalasnya dengan senyuman serta lambaian tangan pula.


"Okey mas!"Berjalan menuju sebuah taxi selanjutnya untuk kembali kesebuah tempat yang menurut Anjas menarik untuk makan malam.


"Kamu besok masuk jam berapa?"Tanya Anjas dengan wajah serius.


"Saya?"Tanya balik.


Mengangguk serta menunggu jawaban dari Dahlia.


"LIBUUUUR!"Wajah ga enaknya pun akhirnya jujur dan seakan dia berada dalam belenggu yang salah sangka dalam hidupnya saat ini.


Benar-benar ini adalah kebetulan yang ga bisa disia-siakan oleh Anjas,mendapatkan teman baik lagi jelas senyumnya itu membuat Dahlia ciut bahkan kecut meresponnya.


"Kenapa kamu harus jujur seeh Dahlia,udah tahu pak Anjas orangnya rese dari awal kita ketemu malahan kayak gini,jujurmu kelewatan tahuuuu!"Batinnya seakan menangis ingin meronta.


"Passs banget,besok kamu ikut aku seharian ya.Jadi asistan aku mau ga?"Sambil menyertikan jari dan kebahagaiaan itu datang tiba-tiba.


"Tapi pak,saya besok ada acara dengan teman saya.Gimana dong!"Udah rasanya ga nyaman banget deh ketemu sama satu orang ini.Bikin kesel ajaaa bawaannya.


"Batalin,aku akan bayar mahal kesediaanmu menemaniku seharian.Seharian lho,ga gampang kan nemenin orang baru seharian,gimana!"Tawaran itu seakan menyayat hatinya.


Malahan sang supir taxi aja ikutan angkat bicara soal itu.


"Terima aja non,kan bayarannya gede.Itung-itung rejeki lho jarang ada orang kayak gitu!"


"Tuuuh abang supir aja bilang gitu,keren kan bang!"Lanjut Anjas dengan semangatnya.


Wajah kaget dan ga terima,ngapain seeh supir taxi ikutan ambil suara bantuin pak Anjas.Mateng deh aku,bisa-bisa kena marah sama Jamal ini.Rasanya berat fikiran dikepalanya pun seakan penuh sampai ia memegang dan memejamkan mata ga bisa mikir lagi,pasrah atau beneran pasrah aku ga tahu ini mau dibawa kemana lagi.


"Heeyy,,,kamu kenapa?banyak fikiran!"Anjas pun kebingungan melihat reaksi dari Dahlia yang semakin menunjukkan keberatannya.


"Banyaaak pak,,,,jangan buat saya tambah pusing deh!"


"Bang,bawa kerestoran jepang ya,kita mau makan malam disana.Yang masih buka ada kan?"Tanya balik.


"Ada banyak kok mas,santai aja.Nanti saya carikan yang special buat mas sama mba nya biar lebih rilex!"Jawabnya semangat.


"Haaaah?,,,makan!"Kaget lagi.


"Kenapa?kamu masih kenyang!"Menoleh kaget.


"Aku ga nafsu makan malam ini,,,udah aku pulang aja.Biar besok aku fresh lagi deh.Aku pulang aja ya pak!"Pintanya memelas.


"Gaaaa.Kamu udah nganterin aku dengan baik-baik dan pulangnya bareng-bareng.Makan juga harus bareng-bareng dong.Lets go,ga boleh nolak."Sambil memainkan jarinya.


"Haduuuuh,,,,,berabe neeh!"Langsung dia tengahdah merebahkan kepalanya dipintu taxi.


"Heemmm,,,acting segala.Anterin deh mas ke restoran jepang ya.Kita mau makan malam okey!"Pintanya sambil mengacungkan jempolnya.


"Beres!"Jawabnya sambil mengacungkan jempol pula.


Gila masak dua orang ini sepakat bikin aku makin lemes terus pingsan gitu seeh.Jahat banget kalau lihat mereka ga kenal udah gitu kompak lagi buat aku menderita.Padahal aku mau kencan,malahan kayak gini seeh.Besok gimana lagi Jamal pasti deh marah-marah sama aku.


Restoran jepang malam ini ada aja yang buka ya.Untung saja Anjas menemukan seorang supir yang mengerti dimana lokasi makan malam yang seru dan menghasilkan sesuatu seru juga.Keluar dari taxi,Anjas pun membayar lebih atas kekompakan dan inisiative tinggi untuk membuat costomernya senang.


"Makasih mas!"


"Sama-sama,,semoga masalahnya cepat selesai ya,byeee!"Melanju meninggalkan mereka berdua didepan restoran jepang.


"Makasih mas!"Sambil melambaikan tangan.


Menoleh lalu melihat wajah Dahlia berangsur-angsur membaik dan bisa membuat Anjas tersenyum melihat keadaanya yang sudah tidak seperti kekanak-kanakan.


"Udah sembuh kan,,ayo kita makan.Aku traktir special buat kamu okey!"Ajaknya merangkul masuk kedalam.


"Haduuuh?,,masih aja gilanya!"Batinnya sambil menjawab hanya dengan senyuman.


Masuk kedalam restoran keduanya pun disambut oleh waiter yang siap membawa keduanya dalam ronde makan malam bersama.Mau gimana lagi,kalau aku menolaknya pasti akan ada konsekwensi dari pak Anjas.Memang kenapa seeh aku bisa berada disampingnya,saat menolehpun dibuat sengsara juga untuk mencoba kuat.


"Kamu mau pesan apa?"Tanya Anjas telah memegang menunya.


Kaget juga,cepet banget milih-milihnya.Padahal aku juga masih bingung sama menu hari ini.


"Okey,kalau kamu ga tahu.Saatnya kita makan yang ringan aja ya.Juga udah malam kayak gini kan?"Sambil lihat jam tangan.


Waktu telah menunjukkan pukul 20.45,cukup malam juga sampai membuat Thy Than beberapa kali menguap ngantuk karena terlalu asyik melihat Rasya yang semakin banyak bercerita tentang kehebatannya bersama Ko Ahong.Ga tahu juga mau aja dia ngelayanin main catur sampai skatmatt beberapa kali sampai aku ga kuat jatuh dipundaknya Rasya seorang.


"Tuuuh kan,dia udah ngantuk banget.Mendingan kamu pulang aja.Nanti untuk selanjutnya Oi akan lanjutkan sama elu juga besok atau kapan tuh!"Sambil tersenyum menggelengkan kepala.


"Tapi Ko,sayang banget tinggal berapa seeh!"


"Udah pulaaang Oiiii,dari pada dia pingsan disini.Kan bahaya!"Sambil berbisik kepadanya.


"Iya deh Ko,,aku bantuin beres-beres deh!"Kata Rasya mulai bersiap merapikan area catur.


"Ya janganlah,Ooooiii pulaaang sekarang.Bawa dia pulang biar ga susah bawanya.Mumpung masih sadar kan dia!"Sambil menepuk bahu Thy Than.


Gerak cepat juga matanya langsung bersinar tapi ga fokus kayak habis mimpi ketemu apa gitu dibawa lari.


"Haaah,,,,apaan,,,apaan?"Tengak-tengok melihat keadaaan,terus menatap Rasya hanya lamat-lamat saja sampai senyumnya kembali datang.


"Ayooo pulang,udah malam ntar kamu diculik lagi kalau ga pulang sama gua!"Ajaknya merangkul Thy Than.


"Heee'eemm!"Jawabnya sambil tersenyum antara sadar atau engga bukan masalah seeh buat Rasya.


Ia pun ikut dirangkul serta meraih tas yang sempat hampir jatuh segera ia pegang lalu menentengnya membawa masuk kedalam mobil.


"Hati-hati,benda keras.Ntar benjol lagi elu!"Sambil membuka pintu dan melindungi kepalanya yang mulai oleng karena udah ngantuk berat.


Setelah memasukkan kedalam mobil dan merebahkan dengan wajah serius,lalu memasang sabuk pengaman biar ga goyang kanan goyang kiri kayak spidometer mobil gua kan bahaya.Berbalik menutup pintu mobil,segera berlari pelan untuk masuk kedalam ruang kemudi serta menata semuanya udah beres,lupa juga sempat berbalik mendongak kebelakang melihat peralatan krat kuenya udah siap tertata rapi seperti semula tentunya membuat hatinya lega.


"Syukur deh ga ada yang ketinggalan,trus gua pulang kemana ini ya?kerumah Thy Than apa kerumah gua sendiri.Bingung deh.Apa besok ada skedul kuliah lagi ya?"Sambil mengingatnya.


Aaah entahlah,kalau aku bawa pulang kerumah gua,besoknya juga repot kan bawa lagi kesana nganter neeh bocah.Nginep aja kali ya,palingan mama Gina tahu deh keadaannya,atau gua WA aja biar ga pikiran ya.


Mengambil ponsel langsung dia memberikan sebuah ketikan pesan kepada mama Gina.


"Maaa,,,Rasya nginep lagi dirumah Thy Than,Biar besok ga bawa dia lagi dari ujung keujung ya.Sekalian besok biar nyaman gitu.Salam anakmu terganteng,Rasya!"Segera mengirimkan pesan itu keponsel mamanya.


Tak berselang lama saat sang mama tengah khawatir,ternyata pesan pun masuk ke WA mama Gina dan membacanya dengan senyum yang khas.


"Maaa,Rasya nginep lagi dirumah Thy Than,Biar besok.ga bawa dia lagi dari ujung keujung ya.Sekalian besok bair nyaman gitu.Salam anakmu terganteng,Rasya!"


"Iya nak,mama ngerti kok!kamu hati-hati ya."Jawabnya membalas dan terkirim langsung keponselnya.


Cepet banget mama balesnya,palingan udah santai deh.Ya udahlah sekarang pulang kerumah elu Than.Dan menidurkanmu dengan nyenyak tanpa makna okeee!"


Melaju pelan tetapi tetep saja ga ada yang bisa membuatnya nyaman ketika melihat polosnya teman baiknya tengah terbawa dalam mimpi.Pasti dia kelelahan deh.Sok-sokan semangat belum jam 10 malam udah deh mimpinya palingan udah nyebrang sampai negeri Belanda,Kalau ga nyasar seeh hehee.


Menikmati lagu populer dari band kesayangannya tentu membawa suasana lebih dekat dengan cerita malam ditemani lampu-lampu malam yang seindah lampion berjajar dipinggiran jalan.Lagu Terdalam telah membawa cerita indah antara kehangatan bahkan kasih sayang tengah melanda hati seorang lelaki bernama Rasya.Dia sangat menyanyangi sosok perempuan disampingnya dengan penuh perhatian.


"Rasanya kalau melihatmu semakin dewasa,pasti aku akan membuat semuanya berada dalam kehangatan bersamamu Than.Sayang aja kamu udah tidur pulas,coba kalau engga kita pasti banyak mengobrol kan,hehheheh!"


Sampai juga didepan pintu gerbang rumah Thy Than yang classic dan berdiri tegak memancarkan sebuah kegagahan dalam sudut bangunan.Turun dari mobil,langkah Rasya untuk membuka pintu gerbang dengan lebar.


Memasukkan mobilnya sampai digarasi serta kembali menutupnya dengan mengunci gerbangnya.Menatap terhentu keatas langit yang gelap diterangi oleh ribuan bintang senyumnya pun tak pernah lekang oleh waktu.


"Malam banget ya,tapi ga terlalu dingin juga."Berbalik lalu mendekati pintu penumpang seraya membuka pintu mobil,dengan telaten Rasya membuka sabuk pengaman dan bersiap untuk membopong tubuh Thy Than yang ia anggap cukup mantap untuk dibawa masuk kedalam.


"Besok-besok kamu olah raga ya,biar agak ringan kalau gua bawa kamu masuk kayak gini okey!"Sambil mengumbar senyum kepadanya.


Masuk kedalam,berbalik dan menutup serta menguncinya.Kembali mencoba menyeimbangkan dengan kekuatan yang ada.Kayakya gua harus taruh dia dikamar gua deh.Dari pada harus membawanya kelantai dua bisa gempor kedua kakiku ini,ckckckckck!"


"Gimana kamu udah ngantuk belum?"Pertanyaan itu tengah dilemparkan kepada Dahlia yang seakan terekspos tengah menguap akibat kekenyangan dan malam memang sudah menggodanya dengan segala rasa dalam hatinya.


Ia tersenyum dan mengangguk serta tak kuasa menahan kantuknya yang sudah tak bisa ia tahan.


"Mau diantar pulang atau jalan sendiri?"Kembali menggodanya.


Alangkah kagetnya saat kalimat itu segera menyerang seorang Dahlia begitu saja sampai ia saja bisa membuka matanya lebar-lebar.


"Apaaaa????jalan sendiri pak!"Rasanya ga habis fikir deh kalau aku jalan kaki sendirian trus diculik sama orang.Haduuuh mimpi apa kalau itu terjadi.


"Engga bakalan deh kamu aku tinggal kayak gini,hehehhehe!"Sambil mendekap bahunnya.


"Trus gimana pak?"Tanya Dahlia bingung.


"Aku pesan taxi online dulu ya.Sabar,kalau ngantuk neeeh bersandar dipundak aku.Biar kamu nyaman aja!"Sambil tangannya mulai meraih dekapan untuk Dahlia yang saat itu mulai nurut aja sama Anjas.Beneran,aku ngantuk banget ga bisa deh kalau sok jual mahal.


Lagian jual mahal sama pak Anjas aja aku udah kena tuntutan yang ga bisa aku bayangkan.Padahal dia kan mau ngontrak aku untuk menemaninya mencari anak sahabatnya.Aneh banget kalau aku jual mahal seperti itu,yakin saja itu akan bubar jalan tanpa aku ketahui lagi.


Sampai juga dikamar Rasya,perlahan ia merebahkan tubuh Thy Than diranjang.Merapikan rambut dan memberikan bantal untuk membuat dirinya nyaman.Tersenyum bahkan ketika Rasya meyadari wajahnya telah mendekati beberapa centi untuk bisa mendapatkan apa itu ciuman kebibirnya. Malahan ia tersungging dan tak ingin bermain curang kepadanya.


"Curang banget ya,kalau liat kamu seperti ini Than.Sorry ya!"Menarik selimut serta menutupnya.


Menciumnya serta membelai wajahnya,sontak sebuah senyuman balasan dari Thy Than membuat Rasya kembali tertawa geli melihat tingkahnya,apa mungkin dia ngimpi ketemu gua terus gua cium dia.Aaah ngaco aja kamu Sya.


Perlahan turun dari ranjang serta memberikan ruang untuk teman baiknya tenggelam dalam mimpi penuh makna.Gimana kalau aku tidur dikamar tamu aja sekalian deket sama dia,kalau ada apa-apa kan juga ga masalah larinya bisa kenceng kan.


"Huuuuh,,,sekarang waktunya gua yang tidur dan esok harus menyambut pagi dengan semangat,okey!"Meraih selimut menutupi tubuhnya yang tengah mulai lelah dengan malam ini untuk menyambut pagi dengan ceria.


Didepan kos-kosan mobil taxinya pun terhenti,Dahlia pun pamit pulang dengan rasa kantuk yang cukup membuatnya menderita kali ini setelah semuanya telah selesai dan ingat besok harus ketemu sama orang ini lagi.Bahaya banget.


"Permisi pak,saya masuk dulu!"


"Hati-hati ya,besok kita temu lagi.Ingat besok aku jemput lagi tapi lebih beda lagi.Siap!"Sambil menyentuh tangannya.


Aneh banget kalau kayak gini,mau nolak dikira jual mahal lagi.Trus aku harus gimana dong malaikat cinta?apakah aku akan dekat sama dia lagi?


Semuanya akan sirna malam ini,lambaian tangan Anjas serta senyuman khas dari Dahlia memisahkan cerita mereka.Pegel juga ya jalan sama pak Anjas,padahal ga sampai lari maraton deh atau lari dari kenyataan.Tapi kayaknya aku lari dari kenyataan ini deh kalau dipahami lama-lama ya.


"Jalan pak!"Kata Anjas bersiap untuk kembali kehotel.


"Baik pak!"Jawabnya mengantarnya kesebuah hotel dimana pak Anjas menginap.


Sampai dilobby ia pun keluar dengan tampilan masih fresh dan sempat menyapa karyawan shify malam.Berjalan mendekati lift dan masuk kedalam seraya bersandar menompangkan tangan dipunggungnya setelah memencet no kamarnya.Pintu tertutup hingga ia bisa merasakan kesendiriannya dalam waktu yang singkat.


Keluar dari dalam lift langkahnya masih santai untuk menuju kamarnya membuka perlahan slot pintu dan bergegas untuk mandi dan merebahkan tubuhnya segera dalam gelapnya malam tanpa sebuah penerangan,hanya remang-remang lampu tengah membuatnya masih bisa terlihat tersenyum diantara hangatnya selimut yang telah membungkusnya dari kelelahan seharian bersama orang lain.