
Perjalanan pulang buat Rey adalah bertemu dengan kehangatan serta kedamaian yang tak bisa ia tunggu beberapa waktu,melewati jalanan sore macet mungkin sehari-hari membuatnya kadang menikmati atau malahan tidak mengindahkan semuanya.Konsetrasi untuk menikmati setiap jalanan kota bahkan trotoar masih ramai menjadi pilihannya sembari teringat akan kelelahannya serta berniat untuk membeli minuman coffe untuk menyegarkan fikiran serta menghilangkan rasa kantuk tengah menyentuh kedua matanya yang mulai sayu.
"Gilaaa,bisa ngantuk kayak gini ya.Ini gara-gara ga ketemu sama Joana seharian.Mentang-mentang vitamin hidup yang indah ngangenin banget seeh!"Sesaat ia teringat dengan gerai kedai kopi yang menjadi pilihannya untuk sekedar Tak Away atau segera menghilang dari peredaran sang pemain kopi.
Tatapannya penuh harapan untuk kembali menyegarkan fikirannya dimana ia bisa menikmati kembali hidupnya dijalan raya."Waoow,pilihan hidup ini!"Berbelok arah menuju sebuah gerai kopi untuk kembali menyegarkan fikirannya.
Terhenti disebuah parkiran,iapun beranjak turun dan melepaskan jas kerjanya.Rasanya ga seru kalu aku pake baju resmi kayak gini mendingingan aku lepas aja.Sembari masih terbuka pintu mobilnya dia menatap kedalam seraya melepaskan jas kebesarannya dan menyimpan dikursi belakang.Menutup pintu serta membunyikan alarm,ia bergegas untuk masuk kedalam dan memesan kopi.
Sampai juga didepan kasier,ia pun segera memesan cappuccino medium dengan sebuah camilan banana bread 1 slice untuk menemaninya sebagai teman kopi.
"Selamat sore kak,mau pesan apa?"
"Kopi deh mba,Cappuccino yang medium take away ya."Senyumnya kembali lebar untuk dibagi.
"Iya satu Cappuccino medium,ada tambahan lagi mungkin sama cake atau breadnya kak?"Lanjutnya melakukan upselling.
"Ooooh iya sama ini deh,banana bread satu aja!"Lanjutnya mengambil banana bread yang terpasang didepan kasir.
"Oke,mau nambah lagi mungkin?"Kembali memberikan pilihan selanjutnya.
"Engga deh,senyuman mbaknya menggodaku heheheh!"Candanya geli.
"Bisa aja masnya ini!"
Setelah melakukan transaksi pembayaran dan obrolan ringan sejenak,segera Rey berbalik arah serta berjalan menunggu diruang tunggu.Tetapi kenapa saat ia menoleh sosok seseorang wanita tepat membuatnya mengernyitkan kening.Hemm,kenapa dia ada disini ya?heran kembali tersenyum melihat kesibukannya didepan laptop.Rasanya kalau melihat jam segini adalah waktu untuk mengistirahatkan segalanya.Tentunya juga segera ia menghampiri tetapi saat ia mendapat panggilan terhenti dan menoleh kearah kasir dengan menghela nafas.
"Atas nama Pak Rey,Cappuccino medium dan banana Bread"Panggilan itu membuatnya untuk menghampiri pesanannya dan meninggalkan niatnya untuk mendekati wanita tersebut.
"Permisi pak,pesanannya Cappuccino medium ya sama Banana bread!"Sambil memberikan dengan packing rapi dan siap untuk ia bawa.
"Terima kasih ya,buat kamu!"Kata Rey memberikan tips untuknya serta mengambil pesanannya.
"Makasih pak!"Sembari memberikan senyum terbaiknya.
Heran dia tampan juga kalau memberikan sebuah tips untukku,memang orang baik akan selalu datang dengan kebaikan yang lebih menggoda lagi.Rey pun berbalik serta melihat sosok wanita tersebut malahan udah ga ada.Lho kemana dia?cepet banget hilangnya.
Melihat dari jauh diujung luar dia telah masuk kedalam mobilnya dan menghilang seketika.Bukan rejeki,nanti ketemu lagi deh dengan sesuatu yang berbeda.Berjalan keluar untuk pulang kerumah,sampai dimobil tengahdah sejenak lalu meneguk kenikmatan sebuah kopi yang telah ia idam-idamkan tadi,menghadapi pagi yang penuh realita dan berakhir sore menyegarkan dikala setiap teguk kopi memberikan fikirannya kembali datang dengan sempurna.
"Nyari aku?"Tiba-tiba mengejutkan Rey tepat menompangkan tangan diatas mulut pintu mobil.
"ASTAGAAAA!"Hampir aja jantungan,beneran hampir aja jatuh kopiku,haduuuuh manusia ngeselin.Sampai ia mengatur nafasnya dengan bersandar dikursinya.
"Hahahahah,salah sendiri ga manggil tadi!"Lanjut Alexa berjalan memutar kekursi sebelah Rey,ia menoleh heran heran melihat ia masuk kedalam duduk berbaring miring mengarah kepadanya.
"Kenapa nyari aku,udah kangen?"Memainkan kedua tangannya.
"Kenapa seeh kamu menghilang begitu saja,sampai hampir putus asa aku mencoba menghubungiku!"Pertanyaan itu membuat ia memberikan jawaban pasti.
"Aku kan di Kalimantan,ngurusin tambang ayahku.Ngapain juga perduli sama kamu,weeek!"Kesalnya sampai menjulurkan lidahnya.
Menggelengkan kepala,heran banget sama kekasih satu ini.Alexa pun merampas minuman Rey lalu meminumnya.
"Hemmm,,,,enak juga.Kamu masih saja style kopinya ya."Meringis kearahnya.
"Kamu masih ada rasa sama aku?"Menoleh tiba-tiba mempertanyakan hal tersebut.
Bingung juga,tapi mau gimana lagi ia hanya menatap dengan teduh apa yang tengah dipertanyakan oleh kekasihnya.
Tersungging geli"Buat apa ada rasa sama kamu lagi Rey,kita kan udah putus!"Jawabnya sambil menatap dan membenahi rambutnya tengah berantakan.
Kaget dengan jawaban yang diberikan oleh Alexa,sejak kapan ia mengatakan hal itu."PUTUS"adalah jawaban membingungkan sampai ia mempertanyakan kembali.
"Sejak kapan kita putus?"
"Ya sejak kamu berada diapartemen dan tinggal sama wanita itu?itu sudah membuktikan bahwa kita sudah putus secara diam-diam kan?"Menjelaskan dengan senyuman khasnya.
"Aku tinggal dengan wanita itu?kamu tahu siapa dia!"Mengernyitkan kening menatapnya.
Sontak hal tersebut membuatnya gelagapan,tidak biasanya aku ceroboh seperti ini ya."Ya-ga tahuuu,se-tahu ku seeh begi-tu!"
"Jadi kamu udah kesana,cari info dimana kalau sekarang tempat tinggalku diapartemen haaah!"Tatapan tidak suka kembali dilayangkan untuk mengintrogasi dirinya.
"Katanya kita belum putus,tapi kok kamu pertanyaannya seakan ingin menghakimiku!"Seakan tak ada jawaban lagi.
"Itu privasiku,kamu tidak boleh menjamah tempat tinggalku.Kamu meninginginkan apa dari tempat tersebut.Kamu bertemu dengan siapa disana?"
"Aaahhh,males deh.Mendingan aku pergi aja deh.Byeee!"Segera meninggalkan obrolan yang masih menegangkan menurutnya.
"Heiiii,Alexa jangan pergi.Aku belum selesai bicara.!"Panggilnya lantang.
Sama sekali ia tidak menggubris panggilan tersebut,sangat menyesal ketika harus berkata tentang sebuah privasi dalam hidup Rey.Kecewa juga,ingin banting stir tangan masih megang cup coffee.Aaah,bingung deh.Gua harus pulang dan tanya sama Joana.Apa mungkin dia datang keapartemen untuk melabrak Joana.
Joana pun kali ini tengah berada berdua bersama Morgan yang mana dia telah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang partner kerja dari Bos besarnya Joana Alexander.Demi menghilangkan banyak kecurigaan,sampai Joana menghilang dan membuat keputusan penting untuk menghindari semua hal tentang bisnisnya yang menurutnya berbahaya dan tentunya menjadi kepercayaan buat Morgan untuk melanjutkannya.
Tepat diruang tengah,Morgan telah memberikan laporan setelah pertemuannya dengan Rey tadi pagi.Kedatangan wakilnya memang tengah mengejutkan dirinya disaat ia mengetuk pintu yang mana itu adalah bukan pemilik rumahnya.
"Haaah,Morgan.Kenapa kamu datang kesini?"Tariknya masuk kedalam.
Morgan pun tak bisa menjawab lebih lengkap,karena sebwlum dia menjawabnya.Sebuah tarikan tangan dan menutupi dari seseorang mungkin bisa membuatnya berantakan dalam bisnis ini.Menutup pintu serta menariknya kedalam ada apa dia sampai berani datang kesini sendirian diwaktu yang benar-benar genting seperti ini.
"Tapi kenapa harus aku terima sekarang,aku kan bisa datang kerumahmu!"Lanjutnya dengan tatapan heran.
"Saya datang kesini hanya ingin memastikan bahwa anda baik-baik saja."Ujarnya mendekati dan menyentuh dagunya.
Kejutan itu membuat tatapan kosong Joana tak karuan,dia telah menyentuh aku.Apa yang akan dia lakukan padaku?tak mungkin bisa aku mengelakkan ternyata dia ingin menyentuh bibirku yang tengah kering ini.Dengan diam perlahan bibir Morgan mendekati beberapa inci sehingga membuat mata Joana terbelalak ketika ciuman itu sudah menyatu dan pria tersebut pandai membuat ciuman itu semakin hangat.Aku pun tiba-tiba menikmatinya,sesekali berganti arah saling miring dan rasanya nikmat sekali aku merasakan dekapan tubuhnya.Gila benar-benar berani dia membuatku melayang seperti ini.
Diperjalanan Rey tergesa-gesa tetapi ia kalah dengan sebuah kemacetan yang tiba-tiba mengulur waktunya untuk bertemu dengan Joana.
"Astaga,panjang sekali macet ini.Apa tidak salah jalan aku!"Menghidupkan Map peta dan cukup menguras kesabaran ketika ia harus menghela nafas panjang dengan kegelisahan yang tak menentu.
"Kenapa aku kangen banget ya sama Joana,kenapa dengan dia."Melihat perjalanan peta serba merah dan rasanya aku harus sabar membuat kejutan hangat dengan memeluknya dan memberikan perhatian kepadanya.
Tetapi tidak dengan Joana yang telah larut dalam permainan Morgan,dia sangat pandai membuat wanita kesepian itu melayang dalam pelukannya.Tak menyangka Ia bisa meluapkan gairahnya hingga membawanya dalam kehangatan sejenak permainan cinta terdalam.
Seakan menolak permainan itu tetapi ia merasakan kehangatan telah menyatu dalam sekejab diatas sofa,kelihaian Morgan memang telah dirasakan oleh Joana sebagai cinta terlarangnya.Setelah dia berhasil melampiaskan hasratnya kepada Nona pujaan hatinya segera ia merapikan dirinya dan kembali memakai pakaiannya dan mengecupnya.
"Terima kasih Nona,anda memang tengah membutuhkannya.Nanti saya akan kembali menemui anda ya!"******* itu masih terngiang dalam senyuman Joana yang terbaring dalam balutan sebuah kain merah yang telah menutupi tubuh indahnya.
Tersemat sebuah kekaguman Joana akan keseksian pria yang telah berani merenggutnya sejenak dan ia pun menjawabnya."Jangan buat aku meminta lagi ya.Aku tak menyangka kamu sehebat ini Morgan!"Tersenyum mendekap pipinya.
"Saya permisi ya,nanti kita ketahuan lagi sama Rey dan dia patah hati atas kejadian yang telah merenggut anda!"Dengan tawa gelinya menggoda wanita tersebut.
"Kamu memang telah membuatku jatuh hati sayang!"Beranjak berdiri serta merangkul dan kembali berciuman untuk melepas cinta singkat mereka.
Setelah puas keduanya berciuman,Morgan pun berbalik pergi meninggalkan Joana dengan balutan kain merah menutupi sebagian tubuhnya.Bahagia kembali dirasakan sang pria ketika hatinya telah terbayarkan dengan permainan hangat tersebut bergegas untuk menghilang dari pandangan seseorang yang mungkin akan membuatnya curiga.
Menghela nafas indahnya,Joana pun bahagia telah mendapatkan kehangatan dari kekasih gelapnya.Kenapa aku benar-benar jatuh hati dengan sosok misterius seperti dia.Sangat seksi,bayangan itu tak luput dari dari setiap hatinya tengah dalam kesendiriannya.
"Oooh iya,aku harus siap-siap menyambut Tuan muda."Sadar serta menepuk keningnya.
Berbalik menuju kamarnya serta melepaskan kain merahnya berjalan menuju kamar mandi dan merasakan shower hangat telah memberikan rintikan hujaman ringan menyentuh setiap titik tubuhnya dengan kesegaran membasahi seluruh tubuhnya.Sampai juga diparkiran,gila akhirnya sampai juga aku menghindar dari kemacetan.Keluar dari mobil Rey pun bersiap untuk menarik kemejanya dan menaruhnya pada pergelangan tangannya berjalan masuk kedalam.
Ternyata dia hampir berpapasan dengan Morgan,tentunya membuat ia segera menghilang sejenak bersembunyi diantara tembok tengah menutupi dirinya.Huuuuh,untung saja dia tidak melihatku coba saja pasti dia curiga kemana dia menemnui seseorang diapartemen ini.Bergagas menghindar dan berlari kecil meninggalkan langkah Rey ketika ia curiga sebuah langkah kecil itu.Terhenti dan menoleh sudah ga ada suara itu.Sudahlah mungkin kelelahanku menghadapi kemacetan tadi sampai aku tidak bisa mengontrolnya.
"Sedang apa ya Joana saat ini!"Penasaran perlahan masuk kedalam lift dan ingin menyapanya dan memberikan perhatian khusus kepadanya.
Jelas saat Joana tengah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi serta masih dalam balutan kimono berwarna putih serta mencari pakaian yang cantik,mungkin kalau aku memakai celana pendek dan baju tipis tentu akan menarik Tuan muda supaya dia tidak bosan dengan pekerjaannya.Pasti dia melihat sebuah keindahan itu dalam diriku.Tersungging manis saat ia memakai pakaian dengan aksen seksi elegan.
"Apa Tuan muda langsung On ya ketika melihat penampilanku ini!"Menahan tawanya ketika ia tengah merias diri dengan tampilan natural.
Seperti langkah santai dan pula bergegas,Tuan muda pun keluar dari pintu lift.Seraya menoleh kearah kanan kiri pun tidak ada yang mengikutinya.Kembali melangkah lebih cepat untuk sampai dipintu kamarnya.
Beberapa kali ia mengetuk pintu membuat Joana terkejut,siapa lagi yang mengangguku kali ini.Huuuh harus aku selesaikan sekarang.Seraya keluar dari kamar pribadinya melangkah penuh ragu untuk membuka pintu,siapa sebenarnya dia?
Sosok pria tersebut menunggu penuh kegundahan,kenapa dia lama sekali tidak membukakan pintu,apa dia tidur?kembali pertanyaan itu membuat Rey menunggu cukup lama.Tetapi sampai ketukan kesekian kalinya sebuah pintu terbuka,alangkah terkejutnya dia melihat sosok wanita tengah berdiri menyapanya dengan pesona luar biasa menyentuh hatinya.Gila tampilannya membuatku tak bisa berkedip melihat Joana dengan pakaian seperti ini.
"Joe,itu kamu?"Kaget dan ragu apa benar itu dia.
Ia mengangguk tersenyum manja,mungkin takjub atau sebuah kekaguman itu ga sirna begitu saja.Sampi Joana menarik tangan Rey hingga ia melangkah masuk saling berhadapan membuat kebenaran apa yang dibuat oleh Joana sampai ia membuatku bagaikan patung seperti ini.
"Tuan muda,capek ya?"Mengambil tas kerja dan jas kemeja yang masih ia selempangkan tanpa meminta bantuan.
Rasanya aku benar-benar bahagia malam ini melihat wanita bernama Joana telah membiusku.Sangat menggoda sekali.
"I-iya,aku ga nyangka kamu secantik ini sayang!"Langsung aja sebuah kecupan pun mendarat tepat dikeningnya.
Ia tersenyum,apakaha aku istrinya atau asistannya.Perhatian itu sangat luar biasa aku rasakan saat ini.Berada satu pandangan bersama Tuan muda rasanya itu sangat seru,sampai aku merangkul pinggulnya dan mengajaknya masuk keruang tengah dan mempersilahkan untuk duduk merebahkan kelelahannya selama ia menghilang dari pandangan.Menoleh dengan senyum pasti dia tengah gelisah tentang sesuatu.
"Kenapa Tuan muda,ada yang difikirkan mungkin?"Tatapan hangat mempertanyakan hal tersebut.
"Aku tadi bertemu dengan Alexa,ya dibilang mantan kekasih mungkin juga belum.Hanya saja aku menghindarinya saat ia telah mencampakanku.Kamu tahu kan kalau dia datang kesini?"Menompangkan tangan meminta sebuah penjelasan.
Ternyata itu yang membuatnya gelisah dan ga terlihat lelah ketika harus mengatakan sesuatu yang berat.
Tersenyum menjawab."Iya dia datang kesini.Dan rasanya dia ga terima dengan kehadiranku Tuan.Tahu sendiri ketika wanita melihat orang yang menurutnya pesaing pasti akan membuatnya tersaingi.Ya kan Tuan muda?"
"Oke kalau itu adalah jawaban yang menurutmu lebih baik,aku mandi dulu ya.Atau kamu mau ikut!"Sembari tawanya menjadi lelucon buat Joana.
Mengernyitkan kening heran,tawaran yang menantang buatnya tetapi bukan saatnya untuk meladeni keseriusan yang hanya penuh canda.
"Tuan,mandi sana.Nanti saya buatkan makan malam oke!"Beranjak berdiri dan mengambil tas kerjanya membawanya naik kekamarnya.
Dia mendongak serta mengamati setiap langkah keindahan tubuhnya.Rasanya ingin menerkam asistenku sendiri,tetapi lelahnya kali ini adalah sebuah kebaikan dalam canda perhatian sang wanita pujaan.
Segar juga setelah keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya.Bayangan bahwa Joana hadir memberikan perhatian dengan mengeringkan rambutnya serta Rey berbalik memeluknya dan menciuminya membuat tawa lepasnya menjadi canda buat hatinya.Khayalan itu tak pernah hilang dikala hatinya berada disetiap nafas seorang wanita yang ia cintai.
"Sebenarnya siapa yang aku cintai Joana atau Alexa?siapa sebenarnya wanita yang baik untukku!"Berfikir serius,mungkin jawaban itu menjadi pilihan hatinya untuk segera turun dan menemuinya untuk kembali menggodanya.
Berpakaian santai dengan kemeja kotak-kotak tipis pula dengan aksen warna monocrom hitam dan putih serta celana pendek berwarna hitam pula membuatnya ketampanan seorang Tuan muda menjadi WAOOOW fantastis.
Senyumnya datang dan menyentuh kursi serta menatap kesibukan seorang wanita tengah menyiapkan makan malam untuknya."Haiii,cantik mau dibantuin ga?"Godanya mengarah kepadanya.
Menoleh dan tentu itu pilihan yang baik,tetapi sudahlah aku lebih suka mengerjakan sendirian dari pada harus dibantu oleh wanita pilihanku.
"Ga usah Tuan muda,aku lebih suka Tuan muda tidak mengangguku dan selesai tepat waktu.Karena aku tahu Tuan muda sangat menginginkan moment malam ini lebih seru kan!"Menjawabnya penuh senyuman.
"Iya juga ya.Oke aku akan menunggunya disini!"Sambil menompangkan tangan serta terus menatap setiap kesibukan yang dilakukan oleh Joana.