
Rasa penasaran pun ga ada habisnya diantara mereka berdua,setelah pulang sekolah keduanya berniat untuk mengobrol disekitaran sekolah.Untung aja motor Thy Than udah bisa diperbaiki dengan kehebatan Biyan dibidang mesin serta kerja sama yang dibuat oleh Jerry pun menghasilkan sesuatu unik antara dua sahabat ini.
"Neeeh udah beres motor lu,udah siap kemana-mana lagi.Kamu suka kan?"Biyan pu memainkan kedua alisnya.
"Makasih Biyaaan!"Langsung aja dipeluk sahabatnya,,,ga tahunya tangan Jerry menghentikan semangatnya untuk memeluk Biyan.
"Eitttsss enak banget peluk-peluk.Peluk.gua dulu baru diaaa!"Protes dibuatnya.
"Ya udaaah sini deketan,aku peluk bareng deh biar ga iri deh satu ma lainnya!"Adil juga pemberian Thy Than,,seraya mengecup keduanya."Muuuaacchhh,,,Muuuaach makasih ya kebaikan kalian yaaa!"
"Sama-sama kekasihkuuuu!"Kompak banget mereka menjawabnya.
Segera melepaskan pelukan,kaget banget mendengar kalimat mereka begitu kompaknya.
"Haaaah,,,kurang ajar.Kita kan sahabat sekarang!"
Dari jauh tatapan iri dan emosi menghadang Raisa dan Anna saat melihat keakraban tengah terjalin didepan mata keduanya.Kenapa bisa seeh dia langsung dapat dua sedangkan kita ga dapat satupun dari dia.
"Huuuuhhh,,,ganjen banget seeh dia Naaa!"
"Iya tuh dikasih ati malah ambil lainnya!"Seru Anna ikutan ngerengek ga karuan.
"Cabut yuuuk!"Tarik Raisa tanpa melihat mereka yang masih sok ngegombal penuh keseruan.
Melintas pula dua sahabat itu tanpa menoleh bahkan membuang muka masing-masing.Ga mau lagi nyapa atau sekedar say hello sama dua lelaki pengkhianat itu.
"Lhoooo,,,kalian baru pulang!"Masih saja Thy Than meramahkan suasana.
"Wiiiiih ,,akrabnya ga ilang-ilang,ngalain kita berdua aja ya Than!"Seru Jerry merangkulnya.
"Weeeeekkk !"Ledek Anna sambil berlalu menaiki mobil milik Raisa.
"Byeee hati-hati ya,jangan ngebut!"Pesan Biyan sambil ngakak ngelihat reaksinya mereka.
"Ngambek tuh mereka kayaknya!"Thy Than pun berfikir.
Saling menatap Thy Than,lalu pada nabok pipinya.
PLAAAAAKKK,,,
"Aaaah,,,apaan seeh aaah!"Kesal sambil gantian nabok bahu masing-masing sahabatnya.
"Jadi ga elu cerita masalah kemarin.Dari tadi iklan mulu deh,ayo buruan naik mobil gua."Tariknya menuju mobil Rubbicon hitam.
"Lhaaa gua ditinggal?"Biyan tancap gas ikutan dalam cerita yang akan dibagikan sama Thy Than.
Menoleh kebelakang seraya mengajaknya.
"Ya ayoook buruan."
Duduk didepan sama Thy Than,Biyan pun pasrah ngalah sama mereka berdua.Walaupu gitu dia menikmati sambil merentangkan tangan serta melipat kakinya.
"Kayaknya kita harus bilang sama Raisa sama Anna deh.Kalau kita tuh ga deketan sama kalian berdua.Toh kalian sahabat aku kan!"Sambil berbalik miring menatap Jerry.
"Ya eluu aja yang bilang,bakalan ga percaya deh dua manusia itu hehehhe."Biyan dengan bangga berujar.
"Karena udah kebakar cemburu kita kali ya."
"Kaliiii!"Jawab Jerry siap mengantarkan cerita mereka disebuah cafe.
Keren juga neeh kalau Jerry mengajakku ngopi,pasti seru deh tapi dimana dia ngajak kita berdua ya.Palingan ga jauh-jauh dari sini.Kan hemat juga ga bakalan ketahuan sama pak Radith.
"Kita kemana?"Tanya balik.
"Kedai kopi Bougenvill pilihan gua sejak dulu ga ada matinya cerita tentang ngopi dan pemiliknya booo,,,seksi banget bikin betah ngopi disana."
"Masak seeh!"Gantian Biyan sama Thy Than kaget ma semangat Jerry.
Mematung sejenak lihat kekompakan mereka,tiba-tiba tersungging geli dibuatnya.
"Iyaaa,,,pokoknya elu kalah deh,masih bocil lagi!"Sambil nimpuk keningnya.
"Aduuuuh,,,kenapa seeh kening aku jadi tumbal mulu seeh!"Kesakitan sambil mengusuk-usuk kembali.
"Ya emang kening lu cocok banget buat nimpuk,hahahah!"Lanjutnya ngakak.
"Jadi penasaran deh,siapa seeh!"Thy Than penasaran menompangkan tangan menanti dimana kedai kopi yang dimaksudkan sama Jerry.
Jelas saja dari jauh pun,Perasaan tahu deh tempat yang ditujukan sama dia.Sambil melirik tatapan tajam itu menjawab bahwa wanita yang berada didalam itu kan mba Ashila.
"Dunia emang sempit,ketemuny juga ama mereka deh.Gimana mba Ashila ya,pura-pura ga tahu deh!"
Terhenti dan turun dari mobil,Biyan masih asing dengan lokasi kedai kopi ini.Tapi seru juga sambil tos bareng Jerry.Cuman Cewek aja yang diabaikan kali ini,karena Biyan udah kemakan omongan Jerry soal siapa yang seksi didalam.
"Waah beneran neeh,,gua penasaran!"Kata Biyan bersiap jalan bareng Jerry.
"Pasti elu suka."
"Tapi kan kita masih pake seragam Jerbi!"Ungkapnya menyambung nama mereka.
Menoleh heran panggilan macam apa itu,baru mereka denger.
"Lho panggil apa kita berdua?"
"Jerbi,biar ga panjang-panjang amat aku manggilnya,kan juga ga butuh tenaga lebih kan hehehhe!"Nyenggol mereka lagi.
"Yaaa terserah lu dah!yuuuk masuk!"Seakan dialah capten hari ini tampil masuk kedalam menyapa mereka semua.
Sampai didalam Ashila kayaknya ga asing deh liat anak perempuan pake seragam sekolah itu.Mungkin takut ketahuan dan bisa bikin mereka malu,tiba-tiba dia memberikan kode sama Mba Ashila untuk tidak menyapanya duluan.
"Heheheh!"Sebuah kode pun dibalas sama Ashila.
Mendekati kasier dan tepat waktu itu kasier yang tengah mereka sapa adalah pemilik kedai kopi bougenville.Sekejab tatapan manis seorang Ashila tengah membuat keduanya terpana begitu aja.Cantik dan mempesona.
"Selamat siang,mau pesan apa mas?"Sapa Ashila siap mengumbar senyum terbaiknya.
"Heheh,,,kak mau pesan ice caramel latte satu,elu apa?"Kearah Biyan.
"Hot cappuccino deh satu!"
"Yang mug mungkin!"Kembali menawarkan dengan suara teduhnya.
"Boleh deh kak!"Mulai deh terpesona.
"Udaaah liatnya!"Sambil membasuh muka Biyan.
"Apaan seeh lu!"Ga terima juga.
"Gua ga dipesenin?"Bentak Thy Than bete.
"Haaah,,,lupa gua.Ada elu disini!"Sambil sok kaget ada penampakan disamping Jerry.
"Jahat kamu!"Sembari membuang muka.
"Ya udah pesan apa?buruan!"
"Apaa yaa,,Ice caramel machiato deh satu hehhehe!"Sambil nunjukin jarinya.
"Sama kuenya?"
Kompakan deh akhirnya.
"Spaggetthi "
"Ravioli!"
"Lasagna!"
Kaget saling menoleh bingung,sama kompaknya tapi pesananya luar biasa Italy banget deh.Ga nyangka mereka tuh punya pilihan selera mantap.
"Waaah,,kompak tapi tak sama ya.Oke,siap kakak tulis orderannya semuanya ya.Kakak ulang pesanannya minumnya ice caramel latte,hot cappuccino mug,sama ice caramel machiato.Untuk makanannya Spaggethi satu,Ravioli satu,sam Lasagna satu ya.Ada tambahan lagi mungkin?"
"Ada mba!"Biyan lagi bikin sensasi kepala mereka menengok kearahnya.
"Pesen apa lagi seeh!"Gumam Thy Than kesal.
"Apa itu?"
"Senyuman mba yang mantap dan manis dooong lagi!"Pintanya memohon.
"Astaaaagaaa.Kirain mau nambah apa lagi!"Sambil mengelus dada Thy Than dibuatnya.
"Kok malah elu yang gimbalin mba Ini?kan jatah guaaa!"
"Huusss,,,buruan.Ada tambahan lagi?"Seru Ashila geram melihat kekonyolan mereka.
"Bayaaar Jerryyy!"Sambil nyubit pinggangnya.
"Aoooouuu!Iyaaa sabar napa!"Mengeluarkan dompet dan membayarnya pake kartu kredit.
"Wiiiih keren black card!"Sambil tepuk tangan Thy Than dibuatnya.
"Mantap kali itu!"Tambah Biyan heran.
Setelah pembayaran selesai mereka pun langsung duduk santai menunggu pesanan datang.Mata Biyan pun jelalatan dibuatnya melihat sosok kasier yang menggugah selera mereka ampe Thy Than aja dicuekin ma mereka berdua.
"Ya ampun bidadari dari mana seeh,seneng banget tersesat dihatiku!"Puji Biyan ga nyangka.
"Mana ada gitu!"Tampol Jerry kearah Biyan.
"Hehehe,cemburu yeee!"Ledeknya lagi.
"Lah eluu,,,kirain jinak.Polos malahan gila lebih gila dari gua malahan.Heran deh!"Menompangkan tangan seraya menggelengkan kepala.Heran,,apalagi saat menoleh kearah Thy Than jelas ia membuang muka lagi.
"Lu ngapain seeh,buang muka aja dari tadi.Ga ada seneng-senengnya deh.Cemburu ma gua!"Serang jerry merangkulnya.
"Ya engga lah.Cuman kalian berdua tuh ganjenya aja lebih parah dari gua tahuuuu!"Sewot lagi.
"Udahlah sabar-sabar aja ma kita berdua yaaa!"Sambil menepuk pundaknya.
"Huuuuuh,,,jadi ga dengerin ceritaku kemarin?"Mencoba mengingatkan.
"Cerita yang mana!"Jerry tetiba lupa segalanya.
"Haaaa,,,cerita yang mana?Biyan ingat ga aku mau cerita!"
Ia pun membalas menggelengkan kepala dan pura-pura ga tahu seh kalau sahabatnya mau cerita.Aduuuh langsung amnensia kali mereka liat Kak Ashila,bener-bener bikin kepalaku makin pening aja.Bisa lupa gitu seeh bete deh,pas banget ketika bete itu melanda sang cewek pastinya akan membuat sesuatu menjadi segar bersama minuman yang telah datang dengan manis.
"Permisi kak,minumannnya untuk hot Cappuccino?"Sambil mengangkat mimumannya.
"Saya dong,,paling demen yang hot-hot kayal gini!"Sambil menikmati langsung.
"Diiiih,,,ga ditiup dulu gitu.Entar melepuh lho!"Thy Than khawatir!"
"Heeeeh,,keren tuh!"
Mba Waitress pun senyum-senyum segala mendengar kegilaan mereka.
"Trus ice caramel latte!"Sambil mengangkat minumannya.
"Siram aja mba,,,biar ga ngeselin!"Pinta Thy Than mulai kejam.
"Jangan gitulah,,,ntar basah kita!"Kata Jerry membela.
"Ga usah ngajak gua.Basah ya elu aja Jer!"
"Ya ampun ribet amat seeh!"Seru Thy Than.
"Dan pilihan terakhir jatuh sama mba ya!"
Sambil mengacunhkan jempolnya tentu itu adalah pilihan yang tepat."Siaaap mba.Makasih banyak!"Senyum mengembang jelas.
"Sok maniiiiiissss!"Kompak lagi keduanya menghajar Thy Than.
"Huuuuhhh,,,lagi diserang.Gimana seeh!"Masih ga terima.
Keduanya saling tos bareng antara Jerry dan Thy Than kompak banget,sampai melotot dibuatnya.
"Lhoooo,,,kok kalian pada tos ngga ngajak-ngajak?keterlaluan deh."Senggol dirinya.
"Lha punya lu kan hot,,,ga mungkin cool kayak kita-kita berdia ya gaa Than!"
"Bener banget heheeh."Tiba-tiba penasaran juga Jerry sama ceritanya Thy Than tadi.
"Katanya kamu mau cerita Than,,,ayo dong.Dari tadi iklan mulu deh!"Tangannya pun ga bisa diem sambil nabok lengannya.
"Hiiiih,,,,ga pake tangan kali bisa gaaaa seeeh!"Melotot kearahnya.
"Gua colok luuu!"Sambil melawan dua jarinya siap menyerang.
"Heheheh,,,engga-enga.Aku cerita ya kalian dengerin baik-baik."
"Oke kita tunggu cerita luu!"Pada menompangkan tangan rasanya ingin mendengarkan dari mulut manisnya Thy Than apakah penuh tipu daya atau hanya kiasan semata.Entahlah dia aja belum cerita.
"Giniiiii!"Tangannya udah siap membuat permaianan malahan makanannya dateng.
"Permisi kak,untuk makananya.Spagethi?"Sambil bertanya lagi.
"Saya mba!"Mengangkat tangan.
"Ravioli?"Tanya lagi.
"Biyaaan dong!"Lanjutnya semangat untuk mendapatkannya.
"Trus lasagna?"
"Ya aku dong mba!"Thy Than pu mendapatkan makanan yang special lagi.
Aroma dari setiap makanan kembali menggugah selera,sampai-sampai mereka pun menyikapi aroma yang berbeda dan wangi khas aroma pasta.
"Heeem,,,delicius!"Sambil menyatukan jari versus jempolnya.
"Mantap neeh!"Biyan tiba-tiba mengambil spaggeti milik Jerry dengan cepat.
"Hehehe,,,kompilasi.Pasti seru dibuatnya ini,hehehe!"Lanjut Biyan.
"Astagaaa,,ga ijin dulu.Langsung ngambil neeh orang!"Sewot deh sambil lirikan tajam mengarah kepadanya.
"Enak kali kompilasi,hehee!"Sambil menutup mulutnya.
Tengak-tengok seru juga kalau nyomot dari mereka berdua lebih seru,ada pilihannya.
"Mintaaa yaaaa"Langsung ambil sebelum mereka sadar dengan maki-makian yang memuakkan.
Hanya mematung heran dibuatnya oleh Thy Than,ya jelas meringis geli dong dibuatnya hehehhe.
"Haaaah,jahaaat!"Keduannya kompak.
"Mau lasagna?"Tawar Thy Than menggoda.
Saling berpandangann keduanya pun lihai untuk mengambil makanan miliknya,sayang tangan Thy Than lebih ceoat dari yang mereka bayangkan.
"Yaaa ampun pelit banget deh."
"Punya kita diembat.Gantian kita yang ngembat ga dikasih.Parah neeh!"Omel Biyan.
"Weeek biarin!"
Ketiganya pun makan bareng dengan cerita ringan,entah siapa yang membawa cerita itu.Sontak mereka ketawa geli dengan tatapan yang manis pula.
"Ceritanya gimana Thy Than sayaaaang!"Lagi Biyan bikin onar sambil nyubit pipinya.
Langsung aja tangan Jerry melepaskan seketika.
"Duuuuh seneng banget dilindungi hehhehe!"Candanya ngakak deh pokoknya.
"Aaah elu,,,megang doang ga boleh.Elu ada rasa sama dia ga seeh.Kok ribet amat sok ga punya perasaan lagi."Gunjing Biyan heran.
"Ya suka-suka gua dong.ntar lecet gimana pipinya Thy Than,Kan sayang!"
"Makasih sayang!"Senyum melempar kepada keduanya.
"Ini lagi sok cantik imuuut lagu!"Jerry ga mau ketingalan buat nyubit hidungnya.
"Hoooo,,,kok gantian seeh.Bete deh."Rengeknya.
"Pengen denger ceritakuuu gaaaa,"Sebel deh dari tadi iklan mulu sampai sini juga iklan mulu.Demen banget mereka sama iklan masing-masing.
"Ya mauuulah!"Langsung kompak bikin Thy Than untuk kedua kalinya kaget.
"Huuuh,,,ngagetin aja pake iklan lagi."
Setelah perjalanan obrolan yang menyakinkan dari bibir manisnya jelas itu tetap membuat mereka sambil menanti cerita sesungguhnya sampai membuat iklan yang menunda segalanya.
"Kalian tahu kan sampai mana tadi aku cerita?"Kembali bertanya.
"Mulai aja dari awal,sejak pelajaran serius tadi gua sampai mikir keras lho.Ampe lupa mangkanya gua nanya ama luuu Than!"Biyan berkata.
"Oke siap-siap ya!"Sambil menata duduknya.
Pada lihat deh ngapain tuh dia kok kebanyakan gaya deh pake acara duduk dibenerin segala bikin tambah mumet aja dibuatnya.
"Gini ya,aku beneran ga yakin sama latihan itu.Saat pak Radith mengatakan akan ada latihan special jelas itu membuatku down lho."
"Kayak latihan militer aja dia ya!"Jerry mulai heran.
"Ya gimana dong,kan kalian ga ikutan main jadi aku harus fokus.Trus pulangnya sama Biyan kan?"Lanjutnya sambil melempar pertanyaan sama Biyan.
"Iya seru banget dijalan dia nyrocos aja,untung gua ga males sama dia.Tapi enek tahu cerita model apa dia dapet aja!"
Plaaaak,,,pukulan tangannyanya langsung membuat Biyan kaget dan hampir aja jatuh.
"Waddaaahhhh ,,,gila luuu!"Untung sigapnya Jerry menangkap tangan Biyan ampe ga jatuh.
"Trusss gimana,,,habis Biyan enek sama cerita luuu!"Makin deh terkompor-kompor hati Biyan saat itu.
"Ga usah nanya yang itu juga kali Jerr!"Sambil nutupin mulutnya.
"Hahahha,,,udah ga usah ikutan tangan luu!"Melepaskan tangan dari cengekeraman Biyan.
"Trusss trus gimana lagi?"Makin kesini Jerry penasaran
"Ya udah dia rebahan disofa ampe ketiduran,kalau aku seeh ya sama ketiduran ga sadar ampe sore deh ya Biyan kayaknya!"Menyentuh punggung tangan Biyan.
"Iyaaa sayang!"Lagi dia menyentuh tangan Thy Than.
Lagi dengan kesalnya Jerry melempar tangan Biyan dari pegangannya sama Thy Than.
"Udah deh ga usah ganjen segala eluuu.Gemes gua pengen gua jadiin pasta juga lama-lama neeh anak!"
"Naaah kan cemburu buta.Padahal gua engga lho!"Masih aja peredebatan kembali datang.
"Oke setelah itu dia ketiduran kan,,,eh tak lama sorean tuh datang kekasihku Rasya yang tampan dan menggoda."Semangat banget sampai bikin mereka berdua bete.
"Kumaat!"
"Ganjennya!"
Menahan tawa tapi lucu juga seeh kalau mereka lagi ngambek ada aja yang harus diselesaikan.
"Truuus gimana?"
"Kita mau makan siang kan,trus ga jadi gara-gara gua ingat mamaku masak dirumah ya udah kabur duluan.Trus ga tahi deh diapain dia sama kekasihnya.Gua tahu dia tampan dan rupawan tapi gua ga tetep pede kok!"Lanjut Biyan.
Jerry hanya mengangguk saja mendengar mereka saling melempar cerita.Padahal pengen banget berada dalam lingkup Thy Than tapi ga ada hati,tetep aja cemburu buta lagi.
"Trus aku mau berangkat latihan,eeeh Rasya ada keperluan juga,akhirnya kita pisah dan dia bawa mobil klassiknya aku bawa motor sampai disekolahan!"
"Trus!"Makin terus aja Jerry penasarannya.
"Aku menunggu dong pak Radith,tapi dia datang agak telat.Dan yang bikin aku deg-deg an.Tahu ga apa?"
Mata pada melotot dan penasaran sama apa cerita serunya makin menggoda lho.
"Apaan?"
"SEKSIIINYAAA PAK RADITH,HAHAHHAHAH!"Sambil ngakak menutupi mulutnya.
"Tuh kan macing-mancing kamu sama kita-kita.Biar apa?cemburu gitu?"Tanya balik.
"Ya ga gitu juga kali,,,trus pak Radith memberikan materi dan praktek dengan cara yang waaow bikin mata merem melek pokoknya hahah.Aku jatuh cinta sama dia pokoknya hahhahay!"
"Ganjen kan dia akhirnya!"Biyan ga terima.
"He'em bisa-bisanya dia seperti itu sama kita-kita ya."
"Habis itu gimana?"Jerry masih kuat menerima serangan hati dari Thy Than yaitu kecemburuan.
"Ya aku main sama dia,tiap game dia berhasil mengalahkan aku dengan caranya sebagai seorang pelatih gitu!"
Pikirannya Jerry langsung traveling entah kemana kalau dengar kalimat "Main sama dia!" pastinya akan membuatnya makin berfikir keras sampai akar-akarnya.
"Terus!"Masih aja kalimat model gitu lagi dari Jerry bikin puyeng aja deh.