
Setelah mengantar teman baiknya,dikampus pun ia tengah sibuk untuk membahas sebuah mata kuliah yang menurutnya membuat bingung.Apalagi saat ini dia dipastikan akan membuang banyak waktu untuk orang lain,pada dasarnya ia sungguh dekat dengan Thy Than,menyukai Ashila dan jatuh cinta sama Ling-ling.Sebuah narasi hidup yang terpampang dalam hidup filosofi sang papanya.
"Haaaaiii,,,Sya ngobrol yuk!"Mendatanginya dengan menepuk pundaknya.
"Haaah,,,ngobrol? tumben hehheh!"Sambil mendongak senyum-senyum bertanya.
"Iya elu kan emang cemerlang dimata kuliahan ini.Gimana ngobrol yuk!"Ajaknya semangat.
Tumben banget seeh dia ngajakin ngobrol,ya gua akuin saat ini ada wanita yang tiba-tiba datang dengan pesona luar biasa,cantik agak cabby dengn pakaian feminim serta senyum lesung pipitnya bikin ga bosen-bosen deh ngeliatnya.
"Ngobrol dimana?"Kembali heran.
"Ayuuuuk ikut aku!"Tariknya bikin jantungnya dag dig dug dear.Ga karuan,gila bentuk tubuhnya sampai gua geleng-geleng kepala.Ngapain seeh dia menggodaku.
"Emang mau dibawa kemana gua?"Masih dilanda rasa penasaran yang lebih menarik.
"Udah diem aja,ntar juga tahu!"
Waduuuh kemana neeh,perasan udah ga enak.Apa gua mau dijebak ya?haaah salah.Malahan diajak keparkiran dan masuk kedalam mobilnya.
"Ayo masuk,kita cari tongkrongan deh.Aku tuh udah lama pengen ngobrol sama kamu!"Menarik sabuk pengaman,Rasya pun ikutan sambil bengong dong kalau kayak gini.Ada aja yang ingin ia tanyakan tapi sayang,saat gua cubit pipinya malahan senyum manisnya tampil membawaku dalam perjalanan yang seru.
"Tongkrongan dimana?"Tanya balik heran.
"Ada deh,,aku tuh butuh tempat yang indah penuh dengan ketenangan."
Kaget dong penuh berekspresi.
"Jangan bilang ngajak nongkrong dikuburan ya.Serem tahu.Engga-engga gua ga mau!"
"Rasyaaaa,,,bukan dikuburan.Kita ke hotel yuk!"Candanya ngakak.
"Enak aja kehotel.Ga mau gua ga pake pengaman lagi buat adegan yang aneh-aneh!"Lagi menolaknya.
"Siapa juga bawa kamu kehotel.Palingan kita nongkrong tuh dicoffe shop.Mau,,,aku traktir."
Huuuuh lega banget,kirain beneran ngajak kehotel.Kan gua payah soal gituan.Untung aja dia belum ada nafsu sama guaa!tengahdah seraya menghela nafas panjang sampai membuat temannnya heran plus ngakak dibuatnya.
"Hahahaha,,,kamu ya.Pasti fikirannya udah travelling kemana-mana kan?"
"Hampir aja aku berfikir negative soal kamu,legaaa deh!"
"Ga mungkin kali.Kan aku lagi mens!"Malahan makin berani kalimatnya.
"Haaaah,,,mens.Kalau engga?"Kaget memercingkan hidungnya.
"Ya maulah sama kamu,,kamu tuh ganteng seru dan bikin kangen Syaaa!"Sambil membelai dadanya.
"Huuuuuh,,,hampir aja mental gua hancur gara-gara elu!"
"Hahahahaha,,,,kamu pengen kaaan sama aku!"Lagi menggoda.
"Kalau waktu dan tempat menyakinkan,pasti kamu suka untuk berbagi cinta kan?"Saat itulah sampai disebuah tongkrongan seru yang tampil menggoda buat Rasya.
"Kenapa engga!"Sambil terhenti disebuah kedai kopi sambil keluar dari mobilnya.
Menata beberapa buku lalu ia tenteng,karena ga tega terlalu membawa banyak.Rasya pun meraih dari tangannya saat kesusahan membawanya.
"Sini gua bantuin,kasihan banget seeh!"Meringis sambil membawa buku khas seorang kutu buku.Padahal engga juga,cuman sebagai bagian tugasnya.
"Makasih yaaa!"Nyubit pipinya penuh senyum hangat.
Dengan perhatiannya,Teman baiknya pun berjalan duluan untuk membukakan pintu coffe shop untuknya seraya mempersilahkan masuk kedalam.
"Silahkan masuk tuan muda!"Ajaknya masuk kedalam.
"Terima kasih anak muda!"Balasnya meringis pula.
"Kamu tuh bisaa aja ya!"Lagi cubitan mengarah ke lengannya.
Menghindar sedikit,tapi tetep aja kena sama dia.Memang kalau udah nyaman ga ada apa-apa jadinya semakin gimana gitu.Keduanya pun tengah duduk dan mulai untuk membicarakan sesuatu yang diluar konteks pelajaran yang akan dipertanyakan oleh temannya.
"Rasya,kamu tuh masih sendiri apa udah ada gandengan seeh,aku lihat santai-santai aja lho!"
"Ga ada,tapi kalau lagi deket banyak.Mau ikutan?"Melirknya lagi.
"Ya enggalah,kebanyakan kuota ntar kamu ga mampu lagi membagi waktu bersama kita-kita!"
"Iya juga seeh,tapi udahlah ga usah aneh-aneh kamu.Ntar juga kita selalu kayak gini deket dan ada cinta kali!"Sambil mendekat berbisik.
Lagi dia menolak dan mendorong pelan,tawanya lepas begitu saja.Kenapa seeh dia selalu saja membuatku geli.
"Ga ada! Enak banget kamu.Semuanya diembat!"Ujarnya kesal.
"Bentar ya!"Sambil menoleh mengangkat tangannya untuk pesan."Mba mau pesan!"
Tak lama langkah waitress itu menghampiri meja mereka berdua.
"Iya kak mau pesan apa?"Sambil mengeluarkan catatan order.
"Mau pesan apa kamu?"Menawarkan kepada Lena.
"Pesan green tea latte satu sama tiramissu cake deh mba,sama spaggethi ya!"
"Kalau kakak pesan apa?"Mengarah ke Rasya.
"Hot Cappuccino sama tiramissu,samain deh hehhehe!"Sambil garuk-garuk kepala.
"Ga mau pesen yang lain gitu?"Tanya Lena heran.
"Ga usah aneh-aneh biar nanti hati kita jadi menyatu kayak cinta fitri,ya gaaa!"
Langsung aja waitressnya berdehem ga terima.
"Eheeemm,,,!"
Menoleh kaget,,,
"Hiii,,,ga terimaaa sama kalimat gua!"Sontak aja bikin tawa keduanya.
"Kakak seeh gombal aja.Jadi pengen digombalin deh!"Seru banget kalimat Rasya.
"Jangan mau mba,,ntar patah hati sama dia.Aku aja temenan doang sama dia."
"Oooih gitu ya.Jadi pesanannya satu Hot green tea latte sama Cappuccino untuk minumannya.Trus makanannya spaggethi dan cakenya Tiramissu."
"Mantaaap!"Keduanya kompak memberikan jempol sama sang waitress.
"Tuuuuh kan,kompak.Bete deh!"Berbalik kesal meninggalkan mereka berdua.
Keduanya saling berpandangan lalu tawa lepas mereka pun tersemat begitu saja membuat geli-geli sedap saat saling menyambung kecemburuan hakiki seorang wanita.
"Kamu nakal banget seeh Syaaa,,,ampe ada yang kesal banget gitu.Ntar marah ga diorderin lagi kita!"Sambil mendongak memastikan waitress itu membuat orderan.
"Ya dibikininlah,dia kan proffesional sama tuagsnya.Ngambeknya entar kali kalau kuta udah balik langsung diomelin sama dia hahahaha!"
"Ga nyangka kalau deket sama kamu tuh memang butuh kesabaran yang ekstra sampai harus menahan hati yang bergejolak begitu saja."Lena berfilosofi.
"Lagian baru sekarang seeh kita deketan kayak gini.Selama ini pada kemana?"Rasya bingung.
"Kan kita baru deket satu mata kuliahan ini kan,ga lebih!"Lanjut Lena membela diri.
"Selama ini kemana aja kita ya,heheheh!"Heran ga bisa dibayangkan deh
"Iya itu kemana aja coba?"Lagian pada bingung kemana kisah mereka saat ini.
"Ga usah difikirin deh pusing gua jadinya."Tak lama minuman dan cake mereka pun datang bersamaan.
"Permisi kak,untuk minumanya hot green tea latte dan hot Cappucino dan dua Tiramissu."
"Oke terima kasih!"Jawabnya santai menatapnya.
Kembali dalam pembahasan awal dimana Lena sangat mengagumi luar dalam seorang Rasya.Pandai banget dia mengaduk-aduk cerita bahkan selalu saja membuatnya terpesona oleh setiap intisari obrolan khas miliknya.
"Kayaknya aku telat deh ketemu dan ngobrol banyak sama kamu deh.Lagian jarang kan ketemu model cowok kayak kamu!"Tawa lepasnya kembali tertuang jelas.
"Tos dulu dong!"Sambil mengangkat minumannya.
"Tos jugaaa!"Lena pun semangat untuk obrolan selanjutnya.
Penasaran kemana anak keduanya Tante Gina satu ini,keren juga kayaknya dia.Ketampanannya mirip sama mas Herman ya.Palingan dia sama kelakuannya tapi memang keren sepertinya dia.
"Ooo iya tan,kemana anak tante yang satunya itu?"Tanya Anjas penasaran.
"Dia mas!"Sela Fian.
"Kemana coba?"Lanjut dia lagi
"Palingan dia sibuk dikampus atau nongkrong dimana gitu.Kalau kita ada pesanan dia pasti pulang buat delivery kok!"Lanjut Fian semangat.
"Oooh iya bentar ya,aku ambilin produk mama.Biar mas Anjas tahu kalau kuenya mama tuh best!"Sambil mengacungkan jempolnya.
"Kamu tuh bisa aja kalau promosi Fian?"Malu-malu dibuatnya sambil melirik kearahnya.
"Sebentar ya!"Beranjak berdiri untuk mengambilkan kue khusus buat sepupunya.
Tawa lepas Gina saat melihat semangat anaknya,jelas membuat kedekatan antara dirinya dan keponakannya memang ga ada duanya lagi.
"Tante maaf ya,selama ini aku sama sekali ga tahu kalau tante masih dijakarta.Udah lama aku menetap diprancis disana ada usaha yang lagi aku jalani.Jadi yaaa ga mikir untuk balik ke Indonesia!"
"Udahlah ga usah dibahas masa lalu itu.Yang penting kita bisa ketemu seperti ini kan seneng.Ooooh ya,ada acara apa kamu bisa nyasar kesini?"Tanya balik.
"Waktu diprancis aku dapat surat dari sahabat aku tan,namanya Pak Rafan tahu kan dia?"Tanya balik.
"Oooo,mas Rafan iya tahu sama mba Natalia kan?"
Ia mengangguk.
"Ada apa sebenarnya?"Kembali bingung.
"Aku satu-satunya sahabat mas Rafan yang dipercaya oleh pengacaranya untuk menjadi wakil dari perusahaan yang saat ini tengah mengalami kekosongan dalam kepemimpinan.Jadi dengan berat hati saya kembali keIndonesia untuk mengurus usaha yang susah berjalan selama ini dari mas Rafan."
"Oooo kamu dapat kepercayaan dari mas Rafan buat jalanin usahanya itu.Bagus deh,kasihan lho Thy Than.Dia kan yatim piatu sekarang.Dan orang terdekatnya cuman kami,dan Rasya yang melindungi dia setiap saat lho."
"Hebat juga dia,lelaki yang bertanggung jawab.Gimana kalau nanti aku ketemu sama dia.Keren pastinya!"Semangat pula menyambut sepupunya itu.
Dari belakang Fia membawakan kue yang telah ia persiapkan untuk dihidangkan diruang tamu.
"Permisi mas mba,silahkan dimakan lho.Jangan malu-malu!"Pinta Fian manis.
"Oke aku coba ya!"Sekalian nyoba rasanya enak juga.
"Heeem,,enak,kamu mau coba kan?"Sambil memberikan kepada Dahlia.
"Wanita disamping kamu ini siapa?calon kamu yaaa!"Tante Gina pun langsung merespon.
Hampir aja dia kesedak,,,segera Anjas memberikan minuman untuk dirinya.
"Ini minum,pelan-pelan dong sayang!"Suara itu membuat ia melirik tajam dengan mematung sebentar.
Mas Anjas malah bikin ulah lagi sama aku.Gimana kalau cara aku menolaknya ya.Ga bakalan bisa deh kalau hanya senyum dan mengangguk-anguk saja kan itu sama aja setuju sama ucapan dia.Kenal aja masih baru malahan dibilang calonnya.Udah seserius gitu?
"Maass,,,jangan macam-macam ya.Ini urusannya belum selesai malahan bikin sensasi lagi!"Bisiknya ga terima.
"Hahhahah,,,iya tahuuu.Tapi kalau aku bilang kamu bukan calonku trus apa dong."
"Siapa?"Tanya Mama Gina lagi.
"Dia asistan pribadiku tante.Baru kemarin dia aku angkat biar lebih deket.Tapi kayaknya cocok jadi istriku ya!"
"Iyalah mas.Udah cocok banget itu kenapa ga dilangsungin aja tunangan gitu.Biar kita jadi saksinya."Lanjut Fian makin ngompor-ngomporin keduanya.
"Engga mbaa,,,kita kan baru kenal.Dan sekarang kita masih bersikap proffesional kerja kok.Belum mengarah kesana secepat itu!"Lanjutnya tersenyum manis.
"Semoga aja cepet ya!"Lagi Fian memberikan doanya.
"Makasih ya!"Sambil mengepal tangannya lalu tos sama Fian.
"Sama-sama mas!"
"Trus setelah ini kalian mau kemana,masih disini kan.Ga cepet-cepet pulang kan?"
"Belum mba,trus gimana sekarang,apa Thy Than masih sedih dengan kehidupannya yang sendiri atau ada Rasya langsung hidupnya ga sedih lagi.Penuh warna?"Tanya Anjas.
"Ya begitulah,sekarang dia udah mulai seneng kok bisa deket sama Rasya dan dia anaknya bertanggung jawab penuh atas kehidupannya.Ya mirip kakaknya yang bandel,kadang ya suka cemburu juga seeh anaknya."
"Berarti dia nurun sama om Herman dong tante kalau kayak gitu!"
"Memang ga bisa dikasih tahu.Ya udahlah Njas biarin terserah dia.Tapi dia tetep kok memberikan tanggung jawab penuh untuk Thy Than."
"Lagian dia juga orangnya seperti itu mas,doyan banget gangguin cewek model Apapun yang penting Klik ama dia,herannya!"Sambil menggelengkan kepala.
"Bisa ya dia gitu?mau saingan sama aku dia!"Celetuknya sambil menoleh kearah Dahlia.
"Iya mas bisa-bisa wanita disampingnya mas Anjas tuh kena juga deh,hehehe!"
Kaget juga sampai jadi sasaran empuk keponakannya.Habis deh aku dihadapan mereka berdua.Lagian cantik dan menarik,sampai mas Anjas aja ga mau berpaling dariku.Bahaya ini bisa berakhir tragis kalau melihat suasana seperti ini.
"Haaah,,aku kok kena seeh,ga mungkin kok!"Langsung wajah paniknya kumat.
"Udah santai aja mba,ga bakalan deh kalau tahu mba itu calonnya Anjas ya kan!"Sambil memberikan ketenangan untuknya.
Syukur deh kalau begitu,aku ga jadi khawatir tingkat tinggi,ada aja yang ngasih semangat kayak gini.Jadi tahu deh kalau aku bisa dilindungin oleh mereka.
Tak lama kemudian Rasya pulang kerumah,dalam perjalanan pulangnya pun ia ingat untuk menghubungi Thy Than dan mengajaknya untuk mampir dulu kerumah mama Gina.
"Udah pulang apa belum cewek satu ini ya?"Keluar dari mobil miliknya dan tengah berada didepan sekolah.
Perlahan berjalan masuk dan bertanya sama satpamnya,mungkin tahu kali kalau dia belum pulang.
"Permisi pak,Thy Than udah pulang belum ya?"Tanya balik menyapanya.
"Oooh iya mas,,,kayaknya Non Thy Than tadi keluar sama temen-temennya.Tuh motornya masih disana."Tunjuk Satpamnya.
"Sama siapa pak kalau boleh tahu,keluarnya?"Memastikan suapaya ia aman sama mereka.
"Aman kok mas,Non Thy Than keluar sama Mas Jerry sama mas Biyan!palingan kemana gitu ga jauh-jauh kok dari sini ada cafe kayaknya disana."
"Ooooh gitu,sama Biyan.Ingat seeh gua sama dia.Kalau Jerry siapa lagi tuh?"Kembali memikirkannya.
Menoleh heran,kemana lagi mereka keluar ga bilang juga.
"Ya udah makasih pak,!"
"Mari mas!"
Segera kembali bersandar dipintu mobilnya,ia segera menghubungi Thy Than yang masih asyik mengobrol tanpa batas dengan dua orang sahabatnya.Sama Biyan sama Jerry,mendingan gua telpon aja deh.
Gilaaa seru banget mereka ga nyangka kalau pak Radith bisa menginap dirumahnya Thy Than apa ga bahaya gitu.
"Whaaaat,,,pak Radith?"Shock mendengar kalimat itu Jerry sambil geleng-geleng kepala.
"Nginep dirumah elu,tapi elu ga diapa-apain kan?"Memegang pundaknya dan melihat ada yang kurang dari Thy Than.
"Gaaaa adaaa,,,dia baik sama aku tahu.Tampilannya waaoow maskulin dan bikin aku klepek-klepek pokoknya hehehe!"
Keduanya beneran lega dan menghela nafas panjang seraya bersandar bareng dikursi,lega banget pokoknya melihat Thy Than ga diapa-apain sama pak Radith.
"Huuuuh,,,untung aja!"
"Iya pikiranku langsung travelling kemana-mana lagi!"Ucap Biyan menghela nafas untuk kedua kalinya.
"Kalian seburuk itu mikirin aku sama pak Radith,gilaaa ya kalian tuh.Sekali aha ga usah berfikir kotor bisa ga seeh?"Serunya makin kesal dibuatnya.
"Ya engalah,kita ga mau neeh elu jadi korban kegilaan lelaki macam dia.Gua ga tahu lagi harus bilang apa kalau soal ini.Sangat membuatku risih dan gimana akhirnya bang Rasya nanti tahu!"
"Kalian jangan cerita dong.Biar ini jadi rahasia kita,tahu keadaannya kayak gini.Ga selamat aku sama dia!"Serangnya dengan wajah pucat.
Tak lama obrolan mereka terhenti sejenak karena sebuah panggilan telepon dari Rasya,kagetnya pas banget sambil negliatin mereka berdua.
"Ngapain luuuu kok aneh gitu?"Tanya Biyan lagi.
"Kayak ketemu hantu deh ya,hehehhe!"Tambah Jerry.
"Rasya nelpon aku.Bentar ya!"Mengangkatnya.
"Halooo Sya,,ada apa?"Meringis gimana gitu.
"Kamu dimana sekarang?"
"Aku lagi dicafe bougenville,ngobrol ama temen-temen ku.Mau ngapain?"Tanya balik.
"Gua tunggu dirumah ya.Itu motormu masih disekolahan kan?kamu bawa pulang ya.Gua tunggu sekarang oke!"Mengumbar senyum kepadanya.
"Okeyy,,aku segera pulang kok!"
"Gua tunggu sekarang!"Menutup ponselnya.
Kesal manyun dan segala bentuknya menyatu dalam raut wajah Thy Than saat menatap keduanya.
"Eluuu kenapa?sok sedih lagi."
"Iya,ga seru luuu!"Tambah Biyan.
"Aku disuruh pulang sama Rasya,kayaknya ada yang mau diomingin deh sama dia.Apa ya?"Mengernyitkan kening bingung dibuatnya.
"Ya mana gua tahu,,ya udah kita balik kesekolahan.Nganterin elu dan elu!"Sambil nunjuk keduanya bergantian.
"Yaaa ayoo sekarang!"Langsung cabut deh sambil menghabiskan minumannya.Kenyang juga kalau udah sama mereka berdua.Pilihan yang bijak untuk sehat.