
Bell istirahat kembali berdering membuat semua siswa dan siswi pun segera mendongak serta senyum itu menjadi awal mulai mendengar suara nyaring waktu merehatkan sejenak fikiran dan mental mereka setelah menghadapi ujian materi khas dari beberapa guru berbeda disetiap kelas mereka. Sama halnya dengan Ganindra mulai lega mendapatkan sebuah rehat sejenak sampai ia kegirangan serta merentangkan tangan kemerdekaan untuk bisa keluar dari ruang kelas setelah membereskan buku-buku dan peralatan sekolahnya kembali kedalam tas sekolahnya.
Bersiap untuk menaruhnya dilaci meja,ia beranjak untuk keluar dengan bangganya keluar bareng teman-teman lainnya penuh kekompakan untuk jalan bareng beriringan.Tapi sayang,,,ada panggilan yang mengejutkan dirinya sampai ga bisa berkutik karena ini adalah panggilan dari seorang kepala sekolah yang bisa dibilang killer untuk semuanya,yaitu Ibu Magdalena Maharani.Orang paling berpengaruh bahkan tidak ada yang berani membantahkan salah satunya adalah Ganindra.
"GANINDRAAAA!"Panggilan lantang itu sontak membuatnya terhenti sejenak dan tak menyangka serta heran.Kenapa dengan gua ya sampai dipanggil Ibu Kepsek.
Bagaikan patung selamat datang dan ga habis fikir kenapa gua kena panggilan macam ini.Apa yang salah sama gua,padahal tadi Ibu Indira tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan tentang kehadiran beliau.
"I-iya buuu,,,!"Berbalik dengan wajah ketakutan.
Apa yang akan terjadi bila gua bertatap muka dengan ibu Kepsek ya?apa dia akan menghukumku tanpa gua sadari apa salah gua.Mampus deh,berjalan menghadap dengan tatapan pasrah dan tak mengetahui setelahnya aku mendapatkan apa dari Ibu Kepsek.
Senyum pertama pun muncul dengan cermat,tentu itu adalah fase pertama ketika harus bertemu dengan wajah penuh ketegangan.
"Iya Bu,ada yang bisa Indra bantu!"Meringis pasrah pokoknya deh.
"Ikut keruang Ibu ya,sekarang.Ada yang harus kita bicarakan.Oke!"Mengumbar senyum serta menompangkan kedua tangannya dibelakang.
Sang Ibu Kepsek pun berbalik dan berjalan menuju keruanganya diikuti oleh Ganindra dimana ia sudah pasrah untuk berada dalam lingkaran kesalahan yang sama sekali tidak ia ketahui dengan baik.Mengingat salahny gua aja ga tahu sama sekali.Kenapa bisa terjadi seeh,dihari Senin lagi.
Saat langkah Ganindra berat untuk mengikuti langkah Ibu Kepsek,sontak banyak yang tahu.Dan kabar itu segera menyebar dengan cepat,bahkan ada beberapa foto yang mulai tersebar disosial media anak-anak yang mengabadikan moment tersebut adalah moment sebenarnya.Sampai saat Raisa tengah membuka ponselnya terkejut melihat story salah satu temannya tengah mengabadikan sosok Ganindra tengah berjalan dibelakang Bu Kepsek.Ia tak menyangka kalau itu adalah benar kekasihnya yang tak menganggap kehadirannya dihatinya salah satunya.
"Astagaaaa ,,,,beneran ini Ganindra!"Kaget banget sampai harus menutup mulutnya yang menganga tak percaya melihat kejadian itu.
"Apaan seeg Sa,heboh banget!"Lala datang mendekati sahabatnya yang mulai panik.
"Ini,,,ini lho.Pacarku Ganindra sayang bisa dipanggil sama Bu Kepsek.Kenapa dia?apa ada yang salah sama dia?"
"Apaan seeh lu ,,drama aja kerjaannya!"Masih ga percaya sama kehebohan yang ditimbulkan oleh Raisa.
Sambil memberikan ponselnya ke Lala tentu wajah paniknya membuatnya ikutan ga percaya dibuatnya.
"Ini Ganindra dipanggil sama bu Magdalena tahuuuu.Kena kasus apa diaaaa!"Ketakutan dan panik sama seeh kisahnya .Sama-sama bingung.
"Haaah,becanda kamu ya!"Sambil geli ga percaya,rasanya pengen ketawa takut dosa.
"Eeeh beneran lihat neeeh!"Tunjuk Raisa ke Lala.
Mata Lala yang sedarinya sipit susah payah ia melotot tak berdaya melihat kejadian itu.
"APAAAA,?EMANG KENAPA ITU?"Sambil nunjuk-nunjuk dilayar ponsel.
"Mangkanya itu gua ga tahu.Kita samperin yuuuk!"Ajak Raisa menarik-narik tangan Lala.
"Engga aah,ntar ketemu Adam.Kita disangka muka dua lagi kan ngeselin tuh!"Sembari moyong ia menolak permintaan Raisa.
"Ayolah demi kekasih kita bersama!"Makin keganjenan Raisa.
"Hiiiiih ,,,kekash bersama.Ogaaah mending gua nyari yang lain Saaa.Gila lama-lam elu ya."Ga habis fikir deh,terobsesi banget dia sama Ganindra,padahal sama seeh.Tapi kalau Raisa itu kegilaan yang hakiki.
Ada salah satu anak sekelas dengan Thy Than dan Mega tiba-tiba heboh melihat video Ganindra kena kasus sama Bu Kepsek.Itu adalah berita heboh yang sudah menjalar kemana-mana.Sampai membuat mereka kaget gimana gitu?
"Lhoooo,ini Ganindra kan?kok dipanggil sama Kepsek seeh.Kenapa ini!"Sambil tak percaya dengan beredarnya video yang lalu lalang disosmed.
"Ya ampun.Iya emang dia kena kasus apa tuh?"
Santai aja Thy Than menanggapinya,cuek bebek deh kalau ada anak yang cari-cari perhatian sama teman-temannya dikelas.Padahal juga mau break kok masih aja ada berita mengejutkan kayak gitu.
"Apaan seeh mereka heboh banget.Padahal kita santai aja ya!"Sambil memasukkan buku dan peralatan sekolahnya kedalam tas.
"Emangnya serius ya,coba deh aku lihat bentar ya!"Beranjak berdiri dan menahan Thy Than untuk tidak ikut-ikutan.
"Ya aku tungguin kok!"Manyun deh,penasaran pengen lihat malahan ga boleh sama dia,huuuh bete.
Mega bergegas mendekati mereka yang masih betah diruang kelas dan tentunya akan menjadi pertanyaan besar nantinya.
"Ehhh,,,boleh ikutan nimbrung ga? Ada apaan seeh!"Pertanyaan itu membuat mereka menoleh dan nunjukin video beredarnya Ganindra tengah jalan dibelakangnya Bu kepsek.Kan itu bahaya banget.
Sambil menutup mulutnya,rasanya ga mungkin deh Ganindra punya masalah serius.Kan itu belum tentu benar.Mungkin juga ada yang harus dibicarakan sampai ada keterangan lebih lanjut.
"Haaah,,,masak seeh.Tapi aku ga yakin deh kalau Ganindra ada masalah sama Bu Kepsek.Kan ga ada kaitannya dia kan senior Basket.Pasti ada meeting mungkin ya!"
"Ya mana tahuuu!"Jawab temannya dengan mengangkat kedua pundaknya.
"Heheheh,iya juga seeh!"Nyengir seraya berbalik dan meninggalkan mereka."Makasih infonya ya!"Kalimat sambungan dari Mega saat segera berbalik dan menemui Thy Than yang dipastikan ikutan penasaran menunggu jawaban langsung dari Mega.
"Beneran itu videonya Ganindra?"Melotot serta mengangkat dagunya bingung.
Mengangguk dan kembali duduk memandang Thy Than.
"Kamu ga usah mikir yang aneh-aneh dulu sama Ganindra. Mungkin saja dia ada urusan sama Bu Kepsek,kan notabennya dia senior disini ya gaaaa?" Menjelaskan dengan rinci.
"Ya udah,kita jajan dulu deh.Kali-kali ketemu siapa gitu disana.Adam mungkin heheheh!"Candanya ngakak.
"Hemm,kumat deh.Ngapain mikirin Adam.Kan ada Ganindra!"Sambil neplok keningnya Thy Than.
"Emangnya ikhlas ngasih Ganindra ke Aku?"Tanya balik sambil ngakak geli.
"Ada aja deh,ayo keluar.Kali-kali.kita dapat pencerahan."Tarik Mega keluar dari ruangan kelas.
Gimana lagi,kalau udah sama Mega itu adalah jalan-jalan bareng tanpa bisa berdiam sendirian.Seru juga kalau sama dia,kan jadi ga sendiri trus ga bisa deh digangguin sama Dua penganggu pengangguran banyak acara itu.
Mereka berjalan beriringan menuju tempat yang menurut mereka masih bisa dibuat untuk ngobrol bareng,dan tentunya saat jalan beriringan,malahan datang Adam menambah kerusuhan yang hening ini.
"Hoiiiiiii ,,,,mau kemana kalian?"Sambil mendekap kedua pundak Thy Than dan Mega.
Keduanya langsung terkejut mendengar kedatangan Adam yang mengusik keduanya,hingga menoleh dengan wajah sensi.
"Ngapain seeh sok akrab ma kita-kita!"Dorong Mega ga terima.
Terpental juga seeh dari langkah keduanya,dia pun ngakak ngelihat kekesalan yang dirasakan oleh Keduanya.
"Yaaah,kirain pada seneng gua rangkul kayak gini.Nyatanya engga!"Sambil memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya.Sambil jalan disamping.
"Ya kamu seeh,tiba-tiba aja nongol.Ada apa seeh?"Tanya Thy Than langsung Ill fill melirik tajam.
"Gua pengen ngajakin kaliaaan!"Lanngsung aja diserang oleh Mega.
"Ngaka makan?emang kamu mau traktir kita-kita?" Pertanyaan itu sambil memainkan tangan dengan sumringahnya.
"Enak aja,ya bayar sendirilah.Lagian gua ga ngajak kalian makan kali!"Jawabnya sambil jalan ngikuti mereka menuju kantin.
"Trus ini ngapain pake acara ngikutin kita,haaaah?"Bentaj Thy Than kesal melotot kearah Adam.
"Ya gua mau ngajak kalian buat nyari tahu,kenapa tuh sahabat kita dipanggil Kepsek.Kan mencurigakan sekali lho,kita harus tahu karena kita ada misi penting tentang sesuatu!"Belum selesai ngomong pun Mega pun penasaran.
"Mau ikut ga?biar tahu gimana jalannya!"Tanpa pikir panjang Adam pun berjalan menuju ruang Kepsek.
Keduanya hanya menatap langkah Adam yang perlahan membuat mereka berniat untuk mengikutinya.Saling bertanya ikut atau engga ya?
"Gimana ikut ga sama gilanya Adam?apa kita juga harus tahu!"Mega pun bertanya kepada Thy Than.
"Seru kayaknya deh,kita ikut aja deh.Dari pada engga tahu sama sekali,keburu hilang dia!"Tarik Thy Than membuat sahabatnya kelabakan bingung mengikuti ajakannya untuk mengikuti siapa itu Adam.
"Pengen banget seeh ngintip ceritanya Adam.Emang kenapa ya sama Ganindra?"Masih mikir aja sambil jalan menuju Ruang Kepsek.
Diruang meeting room milik Kepsek,langkah keduanya terhenti dengan hadirnya bu Indira yang merupakan bagian dari pertemuan yang menurutnya lebih penting bagi Ganindra untuk ikut dalam beberap hal ini.
"Silahkan duduk Ganindra!"Pintanya sambil memberikan ruang untuknya duduk.
"Terima kasih bu!"Jawab Ganindra dengan wajah sumringah .
Senyum pertama kali dari bu Magdalena adalah senyuman yang mengejutkan.Apa seramah itu Ibu Kepsek saat ini,ada apa ya,gua jadi bingung.
"Kamu ga tahu kan kenapa ibu panggil kesini?"Ujarnya dengan wajah serius tapi santai.
"Ya ngga tahu Bu!"Jawabnya sambil menggelengkan kepala.
"Sebenarnya Ibu mengajak kamu kesini,juga ada bu Indira itu karena ibu dengar kamu mau bikin acara yang sempat tenggelam disekolah kita,bener ga?"Pertanyaan itu dilempar seketika oleh Bu Magdalena sendiri.
"Kok ibu tahu seeh!"Dengan tawa kecilnya ia penasaran.
"Ya jelaslah Ndra,ibu kan matanya banyak.Bisa melihat situasi dengan baik.Ya kan bu Indira."Sambil menoleh mengumbar senyumnya.
"Betul bu,Ganindra memang udah lama seeh dia ingin kembali eksis lagi didunia basket.Apa memangnya bisa menjadi ketua untuk urusan ini lagi?"Bu Indira membuat pertanyaan untuk Kepsek.
"Ya bisa,selama dia bertanggung jawab dan memiliki kemampuan untuk memimpin lagi.Kenapa engga."Trus siapa dong wakil kamu,segera cari.Ibu tunggu ya selama seminggu deh laporan susunan kalian jadi benar-benar kiat dan bisa dipertanggung jawabkan.Gimana!"Pertanyaan itu segera melanda Ganindra dengan serius pula.
"Boleh bu,ide yang bagus.Saya setuju dengan apa yang ibu berikan kepadan saya.Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas acara yang akan saya buat."Semangat pula menjawabnya.
"Gimana bu Indira,apakah omongan Ganindra bisa dipegang?"Pertanyaan itu kembali dilempar kepada Bu Indira.
"Iya bisa kok,nanti saya yang mengarahkan kemana mereka akan menjadi bagian khusus ini!"Jelasnya yakin.
"Itu aja seeh,ibu perlu sama kamu.Palingan kalau ada pertanyaan lagi nanti ibu koordinasi sama bu Indira kok.Kamu tinggal menyiapkan nama-nama yang cocok dsn bukan hanya populer.Tapi lebih kearah yang bertanggung jawab ya."Pintanya memberikan ruang.
"Baik bu,terima kasih!"Bersiap untuk beranjak berdiri.
"Ya udah kamu boleh pergi,makasih atas waktunya!"Ujarnya dengan nada manis.
Lega banget deh,ternyata gua dipanggil kirain ada masalah yang berat.Ternyata ada masalah yang lebih menantang dari fikiran gua ya.Tapi herannya kok tahu dari mana ya Bu Indira,pasti ada yang ngebocorin deh.Padahal kan pengennya cuman wacana doang.Kok malah disetujuin ya.
Sambil membantin ia berjalan perlahan keluar dari ruang meeting Kepsek,rasanya lega banget setelah mendapat kepastian mengejutkan pasti gua banyak mikir deh.
Tak hanya Adam dan Thy Than and friend's datang penasaran sama apa obrolan yang akan terjadi,Tetapi Raisa dan Lala pun akhirnya ketemu juga disudut yang berlawanan .Tentu itu membuat banyak pertanyaan buat Mereka berdua atas kedatangan dua penganggu massal ini. Sungguh membingungkan bila itu harus dijelaskan secara nalar keduanya.
"Elu ngapain disini?"Bentak Raisa ga terima melihat kehadiran mereka.
"Haaah,kok bentak-bentak kita.Ya jelas kita pengen tahu dong gimana keadaan Ganindra secara kita bertiga kan sahabatnya dia!"Jawab Mega dengan culasnya.
"Ya emang iya kita sahabatnya.Eluuu apanya!"Tambah Adam heran.
"Gua pacarnya.Elu ga tahu!"Pedenya kembali muncul membuat mereka ketawa ngakak dan ga habis fikir bisa pede sekali memamerkan kedekatannya.
"APAAAAA?PACAAAAR!"Shock berat mendengar kalimat yang jelas-jelas membuat mereka tak percaya.
"Udahhh,ga usah ngayal deh,,,mendingan elu nyadar diri oke!"Pintanya menghentikan harapannya.
Sesaat Ganindra pun keluar dari ruang meeting dan terkejut heran melihat dua team yang berbeda genre saling menyerang masing-masing secara brutal dan aneh.
"Kalian tuh ga usah ngayal ya,deket-deket sama pacar gua.Apa kalian udah bilang sama pacarku?"Kembali memutar balikkan fakta.
"Apaan seeh,kalau ngomong jangan ketinggian donf pleace!"Pinta Thy Than menghangatkan suasana.
Raut wajah Ganindra pun sontak berubah saat mendengar keduanya saling beradu argumen didepannya langsung,apa mereka pada main drama seeh?.
"Kalian ngapain disini,berisik lagi!"Tengak tengok bingung.
"Dia tuh sok-sok an bilangin kalau kamu kena kasus dan dipanggil sama Bu Kepsek.Tuh mereka!"Raisa membuat pernyataan yang membingungkan.
"Iya tuh mereka memfitnah kamu Ndra!"Lala pun tak kalah telak ikutan mengguyur mereka.
Sambil ga percaya,ia menoleh dengan wajah aneh pula kearah Adam dan Thy Than plus Mega.
"Emang iya dia ini pacarku?"Masih ga percaya.
"Lha katanya elu tuh Cinta mati ma dia!"Lanjut Adam sok becanda.
"Mending dia aja yang mati,gua ga mau!"Langsung aja minggat merangkul kedua sahabatnya pergi.
Bagaikan dimentahkan dari hati yang tak pernah dimiliki oleh Raisa.Ia seakan dicuekin bahkan tak dianggap lagi oleh Ganindra dengan tatapan marah emosinya pun memuncak.
Adam pun ga percaya melihat tragedi ini,sungguh diluar ekspetasi sang sahabat seperti dia.
"Waooowww,,,,sadisss!"menoleh dengan menompangkan kedua tangan dipinggangnya sambil melihat reaksi Raisa yang malu banget dan ga terima.
"Udaaaah jelas kan!"Tambahnya dengan berpaling dari Raisa dan Lala.
"Kuraaaang ajar,pengen gua hajar aja dia tuh.Ngeselin bangetttt!"Sambil mengepal kedua tanganny,sepertinya emosinya beneran ga bisa ditahan-tahan lagi.
"Sabar ya,sabar okey.Nanti pasti ada jalan keluarnya kok buat kamu bisa mendapatkan hatinya Ganindra."Mencoba menahan amarahnya.
"Gua ga terima La,diperlakukan seperti itu.Gua ga terimaaaa!"
Saat itu juga Bu Indira keluar dari ruangan guru mencoba mencari suasana diluar,heran melihat drama mereka berdua.
"GA TERIMA APA?"Sontak suara lantang itu membuat mereka kompak menoleh dengan wajah benar-benar kaget.
"Haaaah,bu Indira!"Kaget bukan main.
"Ga ada,,,ga ada bu!"Sambil geleng-geleng kepala heran melihat kehadiran bu Indira dengan tatapan ingin menghujam mereka berdua.
"Kabuuur yuuuk!"Tarik Lala dari tatapan sadis ibu Indira.
Bu indira untung tidak membuat masalah panjang tentang kedua anak siswinya.Hanya bisa menggelengkan kepala melihat mereka berdua kalang kabut ga karuan melihat rasa takut yang membuatnya tersungging geli,masuk lagi deh palingan ga ada lagi kerusahan dibuat oleh mereka.
Semoga aja Ganindra bisa memilih anak-anak yang bener ga kayak mereka berdua,ngabisin energi aja kalau bikin ide. Bukannya jadi malahan hancur ga ada bekasnya,tentu yang repot kan jelas Ganindra sebagai ketuanya,huuuh anak-anak yang berbeda sepertinya banyak sensasinya lagi